Anda di halaman 1dari 2

2.1.

Betadine (Povidone Iodine)

Betadine adalah obat antiseptik yang unggul dengan bahan aktif Mundidone yang
terbukti secara klinis mampu membasmi berbagai jenis kuman dalam waktu singkat. Betadine
terpilih sebagai antiseptik yang digunakan NASA dalam penerbangan luar angkasa. Selain
sebagai obat luka serbaguna (solution), Betadine juga tersedia dalam berbagai produk seperti
obat kumur, shampoo, vaginal douche, salep dan sabun cair. Betadine kini berkembang
menjadi obat bebas terbatas tanpa resep dokter. Khusus bagi kalangan medis, dipasarkan
Isodine sebagai pengganti. (Suyanto, 2007)
Povidone Iodine 1 % sebagai obat kumur yang dipasarkan dengan merek dagang
Betadine sebagai antiseptik mempunyai sifat antibakteri. Obat kumur ini dapat dipakai untuk
mengurangi bakteremia setelah pencabutan gigi atau setelah perawatan bedah. Efek betadine
terhadap bakteri rongga mulut sangat cepat dan pada konsentrasi yang tinggi dapat
mematikan bakteri rongga mu1ut. Bila dibandingkan dengan chlorhexidine, betadine hanya
sedikit mempunyai sifat anti plak (Prijantojo, 2006).
Tahun 1955, povidone iodine mulai di perdagangkan setelah banyak diminati sebagai
desinfektan. Povidone iodine merupakan antiseptik eksternal dengan spektrum mikrobisidal
untuk pencegahan atau perawatan pada infeksi topikal yang berhubungan dengan operasi,
luka sayat, lecet, mengurangi iritasi mukosa ringan. Povidone iodine terdiri dari
polyvinylpyrrolidone (povidone, PVP) dan elemen iodine sekitar 9-12%. PVP-I adalah suatu
bahan yang dapat larut dalam air dingin, alkohol, polyethylene glycol dan glycerol.
(Prijantojo, 2006).
Povidone iodine adalah suatu bahan organik dari bahan aktif polivinil pirolidon yang
merupakan kompleks iodine yang larut dalam air. Bekerja sebagai bakterisida yang juga
membunuh spora, jamur, virus dan sporozoa. povidone iodine diabsorbsi secara sistemik
sebagai iodine, jumlahnya tergantung konsentrasi, rute pemberian dan karakter kulit. Selain
sebagai obat kumur yang digunakan setelah gosok gigi, povidone iodine gargle digunakan
untuk mengatasi infeksi mulut dan tenggorokan seperti gingivitis dan sariawan. (Prijantojo,
2006).
Betadine gargle mempunyai nama generik povidone iodine yang merupakan
antiseptik. Povidone iodine adalah kompleks iodin, yang membunuh mikroorganisme seperti
bakteri, jamur, virus, protozoa dan spora bakteri. Oleh karena itu dapat digunakan untuk
mengobati infeksi oleh karena mikroorganisme. (Paulson, 2005)
Obat kumur povidone iodine digunakan untuk mengobati infeksi mulut dan
tenggorokan, seperti gingivitis (radang gusi) dan tukak mulut. Hal ini juga digunakan untuk
menjaga kebersihan mulut, untuk membunuh mikroorganisme sebelum, selama dan setelah
operasi gigi dan mulut yang bertujuan mencegah infeksi. (Paulson, 2005)

Indikasi dari betadine gargle adalah untuk pengobatan infeksi akut mukosa mulut dan
faring, misalnya radang gusi dan luka pada mukosa mulut dan juga untuk kebersihan mulut
sebelum, selama dan setelah operasi gigi dan mulut. Betadine gargle ini tidak
direkomendasikan untuk anak-anak. Untuk dewasa dan anak lebih dari 6 tahun dapat
digunakan sebagai obat kumur dengan cara kumur atau bilas hingga 10 ml selama 30 detik
tanpa ditelan. Perlu diperhatikan bahwa penggunaan betadine tidak boleh digunakan untuk
orang-orang yang alergi terhadap yodium dan tidak digunakan untuk ibu hamil dan menyusui
(Prijantojo, 2006).

Suyanto. Marketing Strategy Top Brand Indonesia. Yogyakarta: Andi Offset. 2007. Hal 209.
Prijantojo. 2006. Antiseptik Sebagai Obat Kumur - Peranannya terhadap Pembentukan Plak Gigi dan
Radang Gusi. Cermin Dunia Kedokteran No. 113
Paulson, Daryl. Handbook of Topical Antimicrobials: Industrial Applications in Consumer. New
York: Marcel Dekker. 2005. Hal 81-82