Anda di halaman 1dari 11

BAB I

PENDAHULUAN

I.

Latar belakang
Ikan merupakan salah satu sumber protein yang sangat dibutuhkan oleh manusia,

karna kandungan proteinnya yang tinggi, mengandung asam amino esensial, nilai biologinya
tinggi, dan harganya murah dibandingkan sumber protein yang lainnya. Serta ikan juga
memiliki kelemahan karna cepat mengalami kebusukan, melihat dari keadaan diatas, perlu
dilakukan penanganan, pengolahan, dan pengawetan hasil perikanan. Diharapkan dengan
diangkatnya tema tentang pembutan kerupuk kulit ikan tuna ini, dapat memberikan informasi
bagaimana harus mengolah ikan serta menganekaragamkan produk olahan hasil perikanan.
Agar dapat memanfaatkan ikan dengan baik, perlu diketahui karakteristik yang
dimiliki ikan misalnya, struktur tubuh ikan, perbandingan ukuran tubuh, dan berat, sifat fisik,
dan kimia, protein, lemak, vietamin, dan senyawa yang dikandungnya.Hasil-hasil perikanan
merupakan sumber daya alam yang sangat besar manfaatnya untuk kehidupan manusia.
Manfaat tersebut diantaraanya, sebagai sumber energy, membantu pertumbuhan, memilihara
tubuh, dan memperkuat daya tahan tubuh.
Ikan patin merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang cukup dikenal di Indonesia,
serta memiliki nilai ekonomis yang tinggi.. Daging ikan patin memiliki kandungan kalori
dan protein yang cukup tinggi, rasa dagingnya khas, enak, lezat, dan gurih. Ikan patin dinilai
lebih aman untuk kesehatan karena kadar kolesterolnya rendah dibandingkan dengan daging
ternak Protein daging ikan patin cukup tinggi yaitu 16,58%. Daging ikan patin tebal dan tidak
banyak duri, dari berat ikan rendemennya dapat mencapai sekitar 40-50% (Anonim 2009).
Data produksi ikan patin pada tahun 2005 sebesar 32.575 ton, pada tahun 2006 sebesar
31.490 ton, pada tahun 2007 sebesar 36.260 ton, dan pada tahun 2008 sebesar 51.000 ton
(Kompas 13 April 2008 diacu dalam Ferinaldy 2009).
Asam lemak Omega-3 mempunyai arti khusus dalam ilmu gizi karena mengandung asam
lemak yang berhubungan dengan kesehatan dan kecerdasan. Asam lemak yang berhubungan
dengan kesehatan adalah EPA (Eicosa Pentaenoic Acid) Sedangkan asam lemak yang
berhubungan dengan kecerdasan dikenal dengan DHA (Docosa Hexaenoic acid) (Nettleton
1995). DHA (docosahexaenoic acid) adalah suatu asam lemak yang sangat diperlukan tubuh,
diantaranya untuk meningkatkan kecerdasan otak anak dan mencegah resiko penyakit jantung
koroner serta meningkatkan daya tahan tubuh. Menurut, berbagai data yang diperoleh dari

berbagai sumber, kandungan omega-3 atau asam lemak tak jenuh lainnya banyak terdapat
pada ikan laut terutama ikan laut dalam (Nettleton 1995). Akan tetapi, kandungan omega-3
juga terdapat pada beberapa jenis ikan air tawar, seperti ikan patin sehingga diperlukan suatu
teknik untuk meningkatkan kadar omega-3 ini melalui pemberian pakan. Hal ini telah diuji
dan berhasil dilakukan oleh beberapa peneliti Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor
(Fapet IPB) Prof. Dr.Ir. Iman Rahayu Hidayati S, MS., dan Dr. Komari, telah menemukan
teknologi dalam memproduksi telur omega-3 kaya docosahexaenoic acid (DHA) (IPB 2009).

II.

Tujuan
Tujuan penulisan gagasan tertulis ini adalah untuk memberikan inovasi baru alternatif

makanan ringan yang berprotein tinggi, melalui integrasi diversifikasi produk dan
pengembangan budidaya ikan dengan rekayasa pakan omega-3 tinggi sehingga diperoleh
produk pangan kecerdasan anak.

III.

Manfaat

1) Memberikan inovasi produk pangan guna meningatkan kecerdasan anak


2) Memberikan inovasi baru diversifikasi produk pangan berbasis ikan air tawar
3) Meningkatkan nilai tambah ikan air tawar
4)

Mengembangkan budidaya ikan air tawar dengan rekayasa pakan omega-3 sebagai upaya
pengkayaan omega-3 pada ikan.

BAB II
PEMBAHASAN

Kerupuk kulit ikan bermacam-macam jenis dan kualitasnya tergantung pada jenis
ikan dan cara pengolahannya. Hal-hal yang yang berkaitan dengan kulit ikan akan dibahas
secara lebih jelas dalam bab ini.
I.

PENGENALAN KULIT IKAN

1. Sumber Kulit Ikan


Kulit ikan dapat diperoleh dengan mudah dengan harga yang rendah pada perusahaanperusahaan pengolahan ikan yang hanya memanfaatkan bagian dagingnya saja. Adapun
beberpa perusahaan penghasil kulit ikan tersebut antara lain sebagai berikut :
a) Exporter / produsen ikan beku
b) Perusahaan kerupuk ikan
c) Perusahaan bakso ikan
d) Perusahaan tepung ikan
e) Perusahaan abon dan kecap ikan
2. Jenis Kulit Ikan
sebenarnya, kulit ikan hampir semua jenis ikan dapat dimanfaatkan dalam pembuatan
kerupuk kulit ikan. Namun demikian, mengingat kulit ikan yang dimanfaatkan di sini
merupakan limbah dari beberapa perusahaan di atas, yang umumnya hanya mengolah ikan
yang dianggap bernilai ekonomi saja, maka dengan demikian jenis kulit ikannya juga terbatas
yang antara lain meliputi ikan tenggiri, tuna, kakap, kakap merah, pari, hiu, lele, bandeng dan
belut
3. Kualitas kulit Ikan
Adapun persyaratan kulit ikan yang harus dipenuhi agar dapat diperoleh kerupuk ikan yang
berkualitas yang baik antara lain adalah :
a.

Masak segar (belum busuk)

b. Bersifat liat / tidak mudah robek


c.

Memiliki ketebalan minimal 0,5 mm (setelah sisik dibersihkan),dan

d. Kuat dan tidak mudah hancur


Kulit- kulit yang memenuhi persyaratan demikian,umumnya berasal dari ikan-ikan yang
berukuran besar,baik ikan darat (air tawar) maupun ikan laut
II.

PEMBUATAN KERUPUK KULIT IKAN PATIN


Proses pembuatan kerupuk kulit ikan dilakukan dengan menggunakan beberapa cara
kerja yang sudah lebih baik jika dibandingkan dengan metode tradisional yang dulu banyak
digunakan. Di samping itu, digunakan pula mesin atau peralatan yang lebih sesuai dengan
kebutuhan. Sehingga dengan demikian diharapkan dapat dihasilkan produk yang berkualitas.
1. Kebutuhan alat
a.

Timbanga Agar kualitas hasil produksi stabil, maka setiap pemakaian bahan harus selalu
diukur / ditimbang terlebih dahulu.Untuk mengetahui berat bahan, diperlukan timbangan,
baik berapa timbangan kue ataupun timbangan duduk.

b. Gelas Ukur Untuk mengatur volume air yang digunakan dalam proses pembuatan kerupuk
kulit ikan, diperlukan adanya takaran, dapat berupa gelas ukur baik yang terbuat dari gelas
(kaca) maupun plastik.
c.

Gunting Mengingat kondisi ikan kering,tipis dan liat maka untuk memotong atau
memisahkan beberapa bagian tertentu yang berupa duri-duri dan sirip diperlukan adanya
gunting. Pemotongan dengan menggunakan pisau dan tekanan sangat sulit untuk dilakukan.

d.

Bak Plastik Pada proses pembuatan kerupuk kulit ikan, bak plastik diperlukan dalam
beberapa kegiatan, antara lain sebagai wadah perendaman, sebagai wadah pencucian, sebagai
wadah bahan dan sebagai wadah produk.

e.

Baskom Plastik Dalam proses pembuatan kerupuk kulit ikan, baskom plastic digunakan pada
saat perendaman bahan dalam larutan bumbu, sebelum diproses lebih lanjut.

f.

Penghancur Untuk menghancurkan atau menghaluskan bumbu dapat,dapat digunakan


lumping alu, cobek ulek ataupun blender, tergantung pada jumlah bumbunya.

g.

Alat Penjemur Untuk menjemur kulit ikan dapat digunakan nyiru, widik, ataupun tampah
(terbuat dari anyaman bambu). Namun apabila diinginkan pengering yang lebih cepat dan
hyglenis dapat digunakan perangkat penjemuran yang terbuat dari logam aluminium. Alat
penjemuran tersebut dilengkapi dengan rak penyangga yang terbuat dari bambu utuh yang
ditancapkan sebagian ke dalam tanah.

h.

Kompor Sebagai bahan panas dalam proses pemasakan kulit ikan menjadi kerupuk
ikan,diperlukan adanya kompor, baik kompor minyak tanah, kompor gas ataupun kompor
listrik

i.

Wajan,Serok,Solil Ketiga alat ini, diperlukan dalam proses penggorengan kulit ikan
(rambak).

j.

Rege / Kalo Dalam kegiatan penirisan, baik setelah proses pencucian, perendaman maupun
penggorangan diperlukan adanya rege/kalo.

k.

Plastic Sealer Untuk dapat menutup plastic pengemas kerupuk kulit ikan dengan rapi dan
rapat,diperlukan adanya plastic sealer.

2. Kebutuhan Bahan
Dalam proses pembuatan kerupuk kulit ikan (rambak),diperlukan beberapa macam bahan
sebagai berikut:
a.

Kulit Ikan
Kulit ikan yang dapat digunakan sebagai bahan dalam pembuatan kerupuk kulit ikan
harus dalam kondisi yang memenuhi syarat baik dari segi kesegarannya, ketebalannya

maupun keuletannya. Adapun kulit ikan mentah tersebut dapat diperoleh dalam basah
maupun kering.
b. Bahan Pengeras / Firming Agent
Agar kerupuk kulit ikan yang dihasilkan tidak menjadi lembek, beberapa saat sebelum
proses penggorengan dilakukan,kulit ikan mentah tersebut harus dibuat kaku (keras) terlebih
dahulu dengan cara direndam dalam air kapur sirih. Adapun air kapur sirih tersebut dapat
dibuat dengan cara melarutkan batu gamping secukupnya

c.

Bumbu-bumbu
Agar kerupuk rambak yang dihasilkan memliki cita rasa yang lezat, maka pada proses
pembuatannya perlu ditambahkan beberapa macam bumbu sebagai berikut:

a) Garam

: 25 gram

b) Bawang putih

: 5 siung

c) Ketumbar

: 2 sendok the

d) Asam

: 5 gram

e) Air

: 250 ml

d. Minyak Goreng
Jenis minyak goreng yang digunakan untuk mengoreng kerupuk kulit ikan,
menentukan daya tahan (daya simpan) produk. Oleh karena itu disarankan untuk
menggunakan minyak goreng yang dihasilkan melalui proses pemurnian (umumnya dibuat
oleh pabrik). Minyak goreng atau minyak kelapa yang dibuat secara tradisional, memiliki
kecenderung untuk lebih cepat menjadi tengki. Hal tersebut disebabkan karena, minyak
goreng tradisional dibuat tanpa melalui proses pemurnian terlebih dahulu. Untuk
menghasilkan kerupuk kulit ikan yang baik,dalam proses penggorengan sebaiknya digunakan
minyak goreng dalam jumlah yang cukup banayak, sehingga semuanya dapat terendam dalam
minyak walaupun sebenarnya minyak yang terpakai hanya relatif sedikit.
e.

Bahan Pengemas
Produk-produk olahan kering yang dikemas, akan dapat meningkatkan penampilan
serta daya simpannya.Hal ini disebabkan, karena dengan pengemasan maka produk akan
menjadi lebih hygienis, terhindar dari bahan-bahan pencemaran, serta tidak mudah menjadi
lembek kembali.

3. Proses Produksi
Secara garis besar,proses pengolahan kulit ikan mentah menjadi kerupuk kulit ikan
(rambak),dapat dibagi menjadi dua tahap, yaitu tahap persiapan dan tahap pengolahan.
1. Tahap Persiapan
Tahap persiapan meliputi dua jenis kegiatan, yaitu pembuatan kapur sirih dan persiapan
bahan baku.
a.

Tahap Pembuatan Kapur Sirih


Pada prinsipnya, kapur sirih merupakan batu gamping atau kapur tohor ynag
direndam dalam air secara terus menerus selama + 7 hari, hingga menjadi bubur kapur yang
lembut. Mengingat bahwa wadah yang tekah dipakai untuk proses perendaman tersebut akan
menjadi rusak ( tidak apat dipakai lagi),setelah proses perendaman selesai, disarankan untuk
menggunakan wadah yang memang sudah tidak pakai lagi.

b. Tahap Persiapan Bahan Baku


Tahap persiapan bahan baku terdiri atas kegiatan pemilihan dan pemisahan (sortasi) dan
kegiatan pengerasan kulit ikan (perendaman dalam larutan kapur sirih). Adapun beberapa
faktor yang perlu diperhatikan dan urutan langka kerja yang dilakukan dalam proses
persiapan bahan baku, secara rinci adalah sebagai berikut.
1) Kondisi Kulit Ikan
Kulit ikan yang diperoleh dari beberapa perusahaan, ada yang masih dalam kondisi
basah, namun ada pula yang sudah diawetkan sementara yaitu dengan dikeringkan.
Kulit ikan dalam kondisi basah dapat langsung disortasi. Namun, kulit ikan yang kering,
harus direndam terlebih dahulu beberapa saat hingga menjadi basah menyerupai kondisi kulit
ikan yang basah, kemudian baru dapat diproses lanjut
2) Sortasi dan Pembersihan
Kegiatan sortasi dilakukan dengan tujuan untuk memisahkan antara kulit ikan yang
memenuhi persyaratan dengan kulit ikan yang tidak memenuhi persyaratan (berkualitas
jelek). Di samping itu, juga untuk memisahkan antara kulit ikan dengan bagian-bagian lain
yang terikut (sirip,ekor,isi dan perut)

3) Pencucian I dan Penirisan


kulit-kulit ikan yang lolos sortasi (terpilih),dicuci dengan air hingga benar-benar bersih dan
kemudian ditiriskan.
4) Sanitasi

Khusus untuk kulit ikan yang tercampur dengan bagian lain yang kotor, tidak cukup
dilakukan

pencucian

saja,

namun

perlu

disanitasi

hingga

bersih

dari

cemaran

mikroorganisme. Adapun sanitasi tersebut dilakukan dengan cara sebagai berikut:


a) Buat larutan perendam berupa larutan kaporit 0,25% (2,5 g kaporit dalam tiap 1 liter air
bersih). Aduk-aduk larutan tersebut, hingga seluruh kaporit larut tercampur rata
b) Rendam kulit yang akan disanitasi ke dalam larutan kaporit selama + 1 menit (tipa 1 liter
larutan kaporit 0,25%,dapat digunakan untuk merendam 0,5 kg kulit ikan basah)
5) Pencucian II dan Penirisan
Setelah sanitasi selesai dilakukan, kulit ikan tersebut dicuci kembali beberapa kali
hingga bau klor dari larutan kaporit yang menempel pada kulit dapat benar-benar hilang.
Selanjutnya, kulit ditiriskan.
6) Pengerasan
Pengerasan kulit ikan dilakukan dengan tujuan agar kerupuk kulit ikan yang
dihasilkan nantinya memiliki tekstur yang kaku (kering renyah) setelah digoreng dan tidak
mudah menjadi lembek ( jawa : mlempem) kembali. Pengerasan dilakukan dengan merendam
kulit ikan dalam larutan kapur sirih jernih selama 1 -2 jam.
Adapun caranya adalah sebagai berikut:
a) Siapkan air bersih sebanyak 10 liter. Campurkan kapur sirih sebanyak 10 sendok makan
penuh (jawa : munjung) ke dalam air tersebut dan aduk-aduk hingga seluruhnya larut dalam
air dan menjadi larutan yang berwarna putih seperti susu.
b) Biarkan larutan tersebut beberapa saat hingga kapur mengendap kembali pada bagian dasar
wadah. Selanjutnya, pisahkan secara hati-hati cairan jernih yang berada pada bagian atas
larutan tersebut.
c. Rendam kulit ikan ke dalam larutan kapur sirih jernih,selama 1 2 jam ( untuk merendam
5 kg kulit ikan basah, diperlukan 10 liter larutan air kapur sirih jernih).

7) Pencucian III dan Penirisan


Setelah proses perendaman dalam larutan kapur sirih selesai dilakukan, selanjutnya
kulit ikan yang sudah menjadi kaku dicuci dan dibilas beberapa kali, hingga bau kapur yang
menempel pada kulit tersebut benar-benar hilang. Kemudian kulit ikan tersebut ditiriskan.
8) Penjemuran
Setelah ditiriskan, kulit ikan tersebut diatur di atas widik atau lengser aluminium dan
kemudian dijemur hingga kering.Pada saat penjemuran, setelah setengah kering, dilakukan
pembalikan kulit ikan sehingga pengeringan dapat terjadi secara merata. Apabila tidak

langsung diproses lanjut, sebaiknya kulit ikan yang sudah kering tersebut disimpan dalam
keadaan dikemas dalam kantong plastic dan ditutup rapat.
2. Tahap Pengolahan
kegiatan-kegiatan yang dilakukan pada tahap proses ini merupakan kegiatan pokok
dalam proses pembuatan kerupuk kulit ikan (rambak). Jenis kegiatan dalam tahap pengolahan
kulit ikan menjadi kerupuk kulit ikan tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:
a.

Pemotongan dan Pembersihan


Pemotongan kulit ikan dilakukan dengan tujuan untuk menyeragamkan bentuk dan
ukuran kulit ikan kering tersebut. Pada saat pemotongan tersebut, sekaligus dapat dilakukan
pemisahan bagian-bagian lain yang terikut misalnya, sirip, ekor, duri dan sebagainya.
Pemotongan sebaiknya dilakukan dengan menggunakan gunting yang tajam.

b. Penyiapan Larutan Bumbu


Agar kerupuk kulit ikan yang dihasilkanmemilki cita rasa yang lezat,maka perlu
ditambahkan bumbu sesaat sebelum proses penggorengan dilakukan. Untuk 1 kg kulit ikan
kering, diperlukan larutan bumbu yang terdiri atas bumbu sebagai berikut :

1.Bawang putih : 5 siung


2.Ketumbar : 2 sendok tea
3.Asam : 2 biji
4.Garam : 10 gram
5.Air : 200 ml
6.Penyedap rasa : 2 sendok tea jika mau
Adapun cara membuat larutan bumbu tersebut adalah sebagai berikut :
a) Bawang putih dikupas, kemudian dihancurkan bersama-sama dengan ketumbar, asam,
penyedap rasa, dan garam hingga benar-benar halus.
b) Tambahkan air sedikit demi sedikit sambil diaduk-aduk hingga menjadi larutan bumbu yang
siap digunakan.
c) Perendaman dalam Larutan Bumbu
Perendaman kulit ikan dalam larutan bumbu,dapat dilakukan selama 5 10 menit (hingga
bumbu merata), kemudian diangkat dan ditiriskan.
c.

Penjemuran
Kulit ikan yang sudah dibumbui dan ditiriskan, diatur rapi di atas widik ataupun
lengser alumunium dan kemudian dijemur hingga benar-benar kering (setelah 1 2 jam

sekali, dibalik, hingga pengeringan dapat terjadi secara merata). Setelah kering,kulit ikan
tersebut dapat langsung digoreng,atau apabila akan disimpan terlebih dahulu harus dikemas
dalam kantong plastik dan ditutup rapat.
d. Penggorengan
sebelum penggorengan kulit ikan dilakukan, disiapkan terlebih dahulu perangkat
penggorengan.Penggorengan dilakukan dalam kondisi minyak yang banyak dan panas.
Setelah kulit ikan tersebut matang dan menjadi kerupuk kulit ikan (rambak), kemudian
diangkat dari penggorengan dan ditiriskan. Setelah dingin, dikemas dalam stoples plastik atau
kantong plastik dan ditutup rapat.
4. PEMASARAN/PENGEMASAN
Kemasan produk merupakan wadah ataupun pembungkus produk. Tujuannya adalah sebagai
berikut :
1. Melindungi Produk : Dengan dikemas, produk akan terlindung dari berbagai macam bahan
pencemar misalnya debu,cairan/uap air, mikroorganisme dan sebagainya, yang dapat
menyebabkan terjadinya penurunan kualitas produk.
2. Mengawetkan Produk : Produk kerupuk kulit ikan yang dikemas dan ditutup rapat, tidak
mudah menjadi mlempem. Hal ini dilakukan supaya dapat memperpanjang daya simpan
produk.
3. Mengamankan dan Mempermudah Distridusi : Produk yang dikemas akan terhindar dari
gesekan (vibrasi) dan tekanan fisik (benturan) selama proses pendistribusiannya,sehingga
dapat aman sampai ke tujuan.Dengan demikian memungkinkan untuk memperluas jangkauan
wilayah pemasarannya.

BAB III
PENUTUP

I.

Kesimpulan

Agar dapat memanfaatkan ikan dengan baik, perlu diketahui karakteristik yang
dimiliki ikan misalnya, struktur tubuh ikan, perbandingan ukuran tubuh, dan berat, sifat fisik,
dan kimia, protein, lemak, vietamin, dan senyawa yang dikandungnya.
Kerupuk kulit ikan bermacam-macam jenis dan kualitasnya tergantung pada jenis
ikan dan cara pengolahannya. Kulit ikan dapat diperoleh dengan mudah dengan harga yang
rendah pada perusahaan-perusahaan pengolahan ikan yang hanya memanfaatkan bagian
dagingnya saja.

DAFTAR PUSTAKA

1. http://www.perikanan.co.id/olahan-ikan/kerupuk-kulit-ikan/
2. http://www.sekneg.ri.go.id/id/index.php?option.com.
3. http://ikanmania.wordpress.com.aspek-produksi-budidaya-pembesaran-ikanpatin. [20 Maret
2010].
4. http://badgerherald.com/artsetc/2008.
5. http://www.espace.library.co.id.

MAKALAH
TEKNOLOGI HASIL PERIKANAN
KERUPUK KULIT IKAN PATIN
DISUSUN OLEH :
MEGI HAREGA
NIM 1011411031
TEKNIK MESIN 1A