Anda di halaman 1dari 30

BIOKIMIA DARAH

ANA ANDRIANA, S.Si


Department Of Biochemistry
Fakultas Kedokteran
Universitas Islam Al-Azhar Mataram
2010

DARAH
Jaringan tubuh yang berbeda dengan
jaringan tubuh lain,
Berada dalam konsistensi cair,
Beredar dalam suatu sistem tertutup
(pembuluh darah) &
Menjalankan fungsi transpor berbagai
bahan serta fungsi homeostasis.

DARAH

Merupakan jaringan tertutup yang terdiri


dari :
Bagian Padat
Sel darah merah(Red Blood Cell)
Sel darah putih(Leucocyte)
Sel trombosit (Platelet)

Bagian Cair
Plasma
Serum

VOLUME DARAH

Pada orang dewasa sehat ditentukan oleh


jenis kelamin.
Pada laki-laki dewasa : 5 liter
Pada perempuan dewasa : 4,5 liter

FUNGSI DARAH
Sebagai Sarana Transpor

1.

Alat transpor makanan yg diserap dari


saluran cerna dan diedarkan ke seluruh
tubuh
Respirasi : alat transpor O2, yg diambil dari
paru-paru utk dibawa ke seluruh tubuh
Membawa hasil akhir metabolisme ---> alat
pembuangan

Alat Homeostasis

2.

Mengatur temperatur tubuh


Mengatur keseimbangan distribusi cairan
Mempertahankan keseimbangan asam-basa

Daya Pertahanan Tubuh

3.

Butir darah putih


Antibodi

Aglutinin
Hemolisin
Presipitin
Antitoksin

SEL-SEL DARAH

Eritrosit
Jumlah : 4,5
6,100.000/mm

:69u
Bentuk : Bikonkaf
pH
: 7,33 7,51 (ratarata 7,4)

Leukosit (Leucocyte)
Jumlah : 5000
10.000/mm
Terdiri dari :
Granulosit ( Basofil,
netrofil, eosinofil)
Limfosit
monosit

Trombosit (Platelet)
Jumlah : 150 400.000/mm

: 2 3 M

retikulosit
eritrosit
Eritrosit
matur

Sel darah

netrofil
granulosit
Darah

leukosit

eosinofil
basofil

monosit

trombosit
Cairan darah/
plasma

Limfosit T
limfosit
Limfosit B

PLASMA PROTEIN
MERUPAKAN UNSUR UTAMA YANG
MENYUSUN BAGIAN PADAT PLASMA
KONSENTRASINYA 7.0-7.5 g/dl
TERDIRI DARI PROTEIN TERKONJUGASI
(GLIKOPROTEIN DAN LIPOPROTEIN)
ALBUMIN MERUPAKAN FRAKSI TERBESAR (60%)
40% TERDIRI DARI GLOBULIN :
FRAKSI ALFA GLOBULIN
FRAKSI BETA.

SUMBER
HAMPIR SEMUA FRAKSI PLASMA PROTEIN DISINTESIS DI HATI,
KECUALI GAMA GLOBULIN (PLASMA SEL) DAN BEBERAPA PROTEIN
PLASMA DISINTESIS DI SEL ENDOTEL.
PROTEIN PLASMA UMUMNYA DISINTESIS PADA POLIRIBOSOM
YANG TERIKAT PADA MEMBRAN HEPATOSIT.

HATI MENGHASILKAN 12 g/HARI YANG MERUPAKAN 25% TOTAL


PLASMA PROTEIN HEPATIK DAN MERUPAKAN 50% PLASMA
PROTEIN YANG DISEKRESIKAN HATI.
HAMPIR SEMUA PLASMA PROTEIN MERUPAKAN PROTEIN
TERKONJUGASI (GLIKOPROTEIN). MENGANDUNG OLIGOSAKARIDA
YANG TERIKAT SECARA -O ATAU -N ATAU KEDUANYA KECUALI
ALBUMIN (TIDAK MENGANDUNG RESIDU GULA).

BANYAK PROTEIN PLASMA MEMPERLIHATKAN SIFAT


POLIMORFISM SPT: ALFA ANTITRIPSIN, HEPTAGLOBIN,
TRANSFERIN, SERULOPLASMIN DAN IMUNOGLOBIN.
POLIMORFISM MEMPUNYAI ARTI DI BIDANG
ANTROPOLOGI DAN GENETIK.
SETIAP FRAKSI PLASMA PROTEIN MEMPUNYAI
WAKTU PARUH MASING-MASING.

KADAR PLASMA PROTEIN TERTENTU MENINGKAT PADA


KEADAAN RADANG AKUT ATAU KEADAAN SEKUNDER
AKIBAT KERUSAKAN JARINGAN TERTENTU.
PROTEIN PLASMA FASE AKUT (REAKTAN) TERDIRI DARI
CRP (C REACTIVE PROTEIN); PROTEIN INI BEREAKSI
DENGAN OLIGOSAKARIDA C PADA PNEUMOKOKUS,
ALFA 1 ANTITRIPSIN, HEPTAGLOBIN, GLIKOPROTEIN
ASAM ALFA 1 DAN FIBRINOGEN. KENAIKAN INI DAPAT
MENCAPAI 50% SAMPAI 100 KALI LIPAT HARGA
NORMAL CRP.
CRP DAPAT PULA NAIK PADA PENYAKIT KRONIS DAN
KANKER

ALBUMIN
MERUPAKAN PROTEIN UTAMA DALAM
PLASMA MANUSIA.
KANDUNGAN ALBUMIN 3,4-4,7 g/dl, KIRAKIRA 60% TOTAL PROTEIN. SEKITAR
40% DARI ALBUMIN TERDAPAT DALAM
PLASMA, SISANYA (60%) TERDAPAT DI
RUANG EKSTRASELULER.

FUNGSI ALBUMIN PLASMA


Mempertahankan takanan osmotik plasma
Pengikat bermacam-macam ligand : FFA,
hormon, bilirubin,

SINTESIS ALBUMIN MENURUN PADA PENYAKIT HATI,


PENDERITA PENYAKIT HATI SERINGKALI
MEMPERLIHATKAN PENURUNAN RATIO A/G (NORMAL
1,45:1).
PROTEIN PLASMA MEMPERLIHATKAN SIFAT
POLIMORFISM (PENGELOMPOKAN 1 POPULASI DENGAN
TRAIT MANDELIN ATAU MONOGENIK DENGAN 2 ATAU
LEBIH FENOTIP YANG SAMA
CONTOHNYA : PENGGOLONGAN DARAH ABO PADA
MANUSIA.
PROTEIN PLASMA MANUSIA MEMPERLIHATKAN PULA
SIFAT POLIMORFISM YAITU ALFA 1 ANTITRIPSIN,
HEPTOGLOBIN, TRANSFERIN, SERULOPLASMIN DAN
IMUNOGLOBIN

SETIAP POLIMORFISM MEMPERLIHATKAN SUATU MIGRASI


PENDUDUK YANG KHAS PENTING ARTINYA DI BIDANG
ANTROPOLOGI DAN GENETIK.

SETIAP PROTEIN PLASMA MEMPUNYAI USIA PARUH MASINGMASING DALAM SIRKULASI DARAH, MISALNYA ALBUMIN USIA
PARUH 20 HARI, SEDANGKAN HEPTOGLOBIN HANYA 5 HARI.
PADA PENYAKIT TERTENTU USIA PARUH INI DAPAT BERUBAH
AKIBAT ADANYA SUATU PENYAKIT TERTENTU, MISALNYA
PENYAKIT CROHN, SUATU PENYAKIT INFEKSI DI SALURAN
GASTROINTESTINAL DIMANA TERJADI KEHILANGAN ALBUMIN
AKIBAT MENCRET HEBAT (PROTEIN LOSING
GASTROENTEROPATHY), USIA PARUH MENURUN HINGGA HANYA
1 HARI SAJA.

ALBUMIN MANUSIA YANG DEWASA TERDIRI ATAS SATU


RANTAI POLI PEPTIDA.
TERDIRI DARI 585 ASAM AMINO DENGAN 18 IKATAN
DISULFIDA. BILA DIGUNAKAN ENZIM PROTEASE ,
ALBUMIN DIBEDAKAN 3 DOMAIN YANG MASINGMASING FUNGSINYA BERBEDA.
BENTUK ALBUMIN : ELIP YANG DAPAT MENINGKATKAN
VISKOSITET DARAH SEBAGAIMANA SIFAT MOLEKUL
YANG MEMANJANG SEPERTI FIBRINOGEN. KARENA
MEMPUNYAI BM KURANG LEBIH 69 KDa,
BERKONSENTRASI TINGGI MAKA IA BERTANGGUNG
JAWAB TERHADAP TEKANAN OSMOTIK SEBANYAK 7080 %.

PADA PENDERITA ANALBUMINEMIA (GENETIK) KADAR


ALBUMIN MENURUN SEHINGGA MEMPERLIHATKAN
TANDA TANDA OEDEM SEDANG, WALAUPUN BUKAN
PENDERITA MALNUTRISI. SELAIN ITU ALBUMIN JUGA
DAPAT MENGIKAT BERBAGAI LIGAN. LIGAN INI
MENCAKUP ASAM LEMAK BEBAS (FFA) KALSIUM,
HORMON STEROID, BILIRUBIN, DAN SEBAGIAN
TRIPTOFAN PLASMA.
ALBUMIN JUGA MEMEGANG PERANAN PENGANGKUTAN
CU , OBAT YANG SUKAR LARUT DALAM AIR DENGAN
BANTUAN ALBUMIN DIANGKUT KE SELURUH TUBUH
MISALNYA SULFONAMIDE, PENISILIN G, DIKUMAROL
DAN ASPIRIN.

HATI MERUPAKAN SATU SATUNYA SUMBER


FIBRINOGEN, PROTROMBIN DAN ALBUMIN,
SEBAGIAN ALFA DAN BETA GLOBULIN.
SEDANGKAN GAMMA GLOBULIN BERASAL DARI
PLASMA SEL DAN JARINGAN LIMFOID. GAMMA
GLOBULIN MERUPAKAN SATU-SATUNYA
PROTEIN YANG DIPRODUKSI OLEH LIMFONOD
SOLITARIUS.

FUNGSI PROTEIN PLASMA:


1. PERTUKARAN CAIRAN

PROTEIN SERUM PENTING DALAM MEMPERTAHANKAN


KESEIMBANGAN TEKANAN OSMOTIK ANTARA DARAH YANG
BEREDAR DAN RUANGAN EKSTRA SELULER, DEMIKIAN PULA
KONSENTRASI ELEKTROLIT DAN ZAT YANG TERLARUT ( ZAT
ORGANIK).

TEKANAN OSMOTIK TOTAL YANG DISEBABKAN ELEKTROLIT


ANORGANIK, ZAT ORGANIK YANG TERLARUT DAN PROTEIN
PLASMA 6,5 atm = 4940 mmHg. INI DISEBABKAN TEKANAN
OSMOSIS SEBESAR 25 mmHg: PADA CAIRAN EKSTRASELULER
DIMANA TERDAPAT SEDIKIT PLASMA PROTEIN MEMPUNYAI
TEKANAN OSMOTIK SEBESAR 10 mmHg TEKANAN EFEKTIF 2510 mmHg= 15 mmHg. DENGAN TEKANAN 15 mmHg CAIRAN DAN
ZAT TERLARUT DITARIK KERUANG EKSTRASELULER. GAYA YANG
MELAWAN TEKANAN OSMOTIK DISEBUT TEKANAN HIDROSTATIK.

PADA LENGKUNG KAPILER TEKANAN


HIDROSTATIK = 30 mmHg DAN SELAMA DARAH
MENGALIR SEPANJANG JANTUNG MENUJU
PERIFER TEKANAN HIDROSTATIK MENURUN
MENJADI 15 mmHg PADA KAPILER VENA
PEMBULUH LIMFA (< 15 mmHg ) TEKANAN
HIDROSTATIK KAPILER DILAWAN OLEH
TEKANAN HIDROSTATIK RUANG EKSTRA
SELULER (8 mmHg) MAKA TEKANAN
HIDROSTATIK EFEKTIF PADA KAPILER ARTERI
MENJADI 30-8 = 22 mmHg.

TEK. HIDROSTATIK KAPILER VENA 7 mmHg (15-8).


PADA DAERAH ARTERI TEK. HIDROSTATIK > 7 mmHg
DARI TEK. OSMOTIK; DENGAN TEKANAN SEBESAR 7
mmHg TERJADI FILTRASI ZAT-ZAT KE RUANGAN
EKSTRA SEL.
PADA DAERAH VENA DENGAN PERBEDAAN 8 mmHg
(15-7) MENYEBABKAN ABSORPSI KEMBALI ZAT-ZAT
METABOLIT.
TEK. OSMOTIK INTRA VASKULAR LEBIH BESAR. SELAIN
ITU ABSORPSI DIBANTU OLEH PEMBULUH LIMFA.
PENJELASAN TENTANG PERTUKARAN CAIRAN DAN ZATZAT TERLARUT / METABOLIT ANTARA RUANGAN
EKSTRA SELULER DAN DARAH DINAMAKAN HIPOTESA
STARLING.

PENIMBUNAN CAIRAN PADA RUANG


INTERSTISIIL OEDEM. JADI SETIAP
PERUBAHAN KESEIMBANGAN DIATAS DAPAT
MENYEBABKAN OEDEM BAIK OLEH PENURUNAN
KONSENTRASI PROTEIN SERUM (ALBUMIN)
MAUPUN PENINGKATAN TEKANAN VENA
SEPERTI PADA PENYAKIT JANTUNG.
SETIAP g/dl ALBUMIN SERUM MENYEBABKAN
TEKANAN OSMOTIK SEBESAR 5,54 mmHg
SEDANGKAN GLOBULIN SERUM HANYA
MENINGKATKAN 1,43 mmHg.

2. BUFFER DARAH
PROTEIN PLASMA BERSIFAT AMFOTER
3. CADANGAN PROTEIN TUBUH
4. SEBAGAI BINDING PROTEIN
PENTING SEBAGAI ALAT TRANSPORT ZATZAT YANG SUKAR LARUT DALAM AIR SEBAB
PROTEIN PLASMA MENAMBAH DAYA LARUT
ZAT-ZAT DIATAS.

PERUBAHAN FRAKSI PROTEIN PLASMA MERUPAKAN


SALAH SATU INDIKATOR PENYAKIT TERTENTU MISAL :
PENINGKATAN FRAKSI ALFA 1 GLOBULIN TAHAP
AKUT (DEMAM), BERHUBUNGAN DENGAN ADANYA
INFEKSI DAN KERUSAKAN JARINGAN (TBC KRONIS
DAN KANKER FASE LANJUT).

PADA BEBERAPA KASUS TERDAPAT KORELASI

PENURUNAN ALBUMIN DAN PENINGKATAAN ALFA 1


GLOBULIN MISALNYA PADA NEFROSIS, SIROSIS
HEPATIS, PNEMONIA AKUT, DEMAM TIFOID DAN
REMATIK AKUT.

PENINGKATAN FRAKSI BETA GLOBULIN SERING


DIHUBUNGKAN DENGAN PENIMBUNAN LIPID.

GLOBULIN
Terdiri atas beberapa kelompok protein
Dgn teknis elektroforesis :

Globulin
Globulin
Globulin
Globulin

alfa1
alfa2
: 1 dan 2
gamma

IMUNOGLOBULIN
Merupakan molekul globulin yg terdiri atas
beberapa unit plipeptida
Terdiri dari :IgM, IgG, IgA, IgD, IgE

Terima kasih