Anda di halaman 1dari 2

Destilasi

Destilasi adalah suatu proses pemisahan yang sangat penting dalam berbagai industri kimia. Operasi ini bekerja untuk
memisahkan suatu campuran menjadi komponen-komponennya berdasarkan perbedaan titik didih. Destilasi ini selalu digunakan untuk
memisahkan minyak bumi menjadi fraksi-fraksinya, memisahkan suatu produk kimia dari pengotornya, dan sangat diperlukan dalam
industri obat-obatan.
Cara kerja destilasi
Destilasi merupakan suatu perubahan cairan menjadi uap dan uap tersebut didinginkan kembali menjadi cairan. Unit operasi
destilasi merupakan metode yang digunakan untuk memisahkan komponen-komponennya yang terdapat dalam salah satu larutan atau
campuran dan bergantung pada distribusi komponen-komponen tersebu antara fasa uap dan fasa air. Syarat utama dalam operasi
pemisahan komponen-komponen dengan cara destilasi adalai komposisi uap harus berbeda dengan komposisi cairan dengan terjadi
keseimbangan larutan-larutan, dengan komponen-komponennya cukup dapat menguap.
Tahap destilasi
1. Evaporasi : memindahkan pelarut sebagai uap dari cairan
2. Pemisahan uap-cairan didalam kolom dan untuk memisahkan komponen dengan titik didih lebih rendah yang lebih mudah menguap
komponen lain yang kurang volatil.
3. Kondensasi dari uap, serta untuk mendapatkan fraksi pelarut yang lebih volatil.
Macam - macam destilasi
1. Destilasi sederhana
Teknik pemisahan kimia untuk memisahkan dua atau lebih komponen yang memiliki perbedaan titik didih yang jauh.
2. Destilasi bertingkat
Untuk memisahkan dua atau lebih komponen yang memiliki perbedaan titik didih yang dekat.
3. Destilasi azeotrop
Memisahkan campuran azeotrop (campuran dua atau lebih komponen yang sulit dipisahkan) biasanya dalam prosesnya digunakan senyawa
lain yang dapat memecah ikatan azeotrop tersebut, atau dengan menggunakan tekanan tinggi.
4. Destilasi uap
Memisahkan zat senyawa cair yang tidak larut dalam air dan titik didihnya cukup tinggi sedangkan zat cair tersebut mencapai titik didihnya,
zat cair sudah terurai, teroksidasi atau mengalami reaksi pengubahan (rearrangement). Destilasi uap adalah istilah umum untuk destilasi
campuran air dengan senyawa yang tidak larut dalam air.
5. Destilasi vakum
Memisahkan dua komponen yang titik didihnya sangat tinggi, metode yang digunakan adalah dengan menurunkan tekanan permukaan lebih
rendah dari 1atm sehingga titik didihnya juga menjadi rendah, dalam prosesnya suhu yang digunakan untuk mendestilasinya tidak terlalu
tinggi.
6. Water Destilasi
Alat laboratorium yang berfungsi untuk membuat air yang murni (mendestilasi air mineral agar menjadi air yang murni) melalui proses
penguapan dan pengembunan.

Tombol ON/OFF

Berfungsi untuk menyambung dan memutuskan arus listrik dari supply ke heater dan lampu indicator

Lampu Indikator

Jika alat mendapat supply dari PLN maka lampu indicator akan menyala

Heater

Berfungsi sebagai komponen yang dapat merubah energi listrik menjadi energi panas
5. HAL-HAL DASAR YANG HARUS DIKETAHUI
Apabila arus listrik yang besar dialirkan melalui penampang penghantar dengan 0 yang sangat kecil, maka penghantar tersebut menjadi
panas karena benturan electron yang sangat cepat dan terpusat pada penampang penghantar kecil, hal ini akan mengakibatkan panasnya
menghantar

[Type text]

Thermocouple
Komponen ini berfungsi sebagai sensor panas dan untuk menghentikan pemanasan (mematikan heater) jika suhu sudah terlalu tinggi dan
memulai pemanasan kembali jika suhu sudah mulai turun.Oleh karena itu thermocouple biasanya langsung ditempel pada sumber panas.
Thermocouple dianalogikan sebagai suatu saklar Normally Close yang apabila terkena panas akan menjadi open, energi panas akan menekan
kontaktor sehingga saklar terbuka.
Selain Thermocouple tersebut ada beberapa hal yang juga harus kita ketahui, yaitu :

Water destilasi digunakan untuk menghasilkan atau membuat air yang steril (murni) melalui proses penguapan dan
pengembunan yang mana air steril yang telah dihasilkan digunakan untuk kegiatan laboratorium dan penelitian
Alat ini menggunakan elemen basah, untuk menjaga agar alat ini tidak cepat rusak maka sebelum digunakan dan dioperasikan
pastikan bahwa heater sudah terendam dengan air.
Untuk menghasilkan air yang steril (murni) yang baik hendaknya pemakai (user) menutup tutup tabung agar uap tidak keluar dan
sediakan tempat untuk menampung apabila air steril sudah keluar.

6. PRINSIP KERJA
Water destilasi dibuat dengan mengubah energi listrik menjadi energi panas dengan media elemen pemanas (heater), setelah air dimasukkan
melalui pipa kedalam tabung sampai batas maksimalnya maka air akan mendidih dan menguap.Uap-uap air tadi dibuat sedemikian rupa
sehingga tidak menempel ditutup alat ini melainkan di penampungan,dengan memanfatatkan air yang suhunya masih rendah pada
masukkan yang dilewatkan melaui outlet masuk menuju tempat air menguap kemudian masuk ke penampung air untuk dididihkan. Cara ini
menggunakan prinsip pengembunan karena terjadi perbedaan suhu didalam pipa kapiler (lebih rendah) dengan dinding luar pipa kapiler
(lebih tinggi) sehingga uap-uap air yang telah mendidih tadi menempel pada dinding pipa kapiler yang kemudian ditampung ditempat
penampungan,yang kemudian thermocouple berfungsi untuk menghentikan pemanasan (mematikan heater) jika suhu sudah terlalu tinggi
dan memulai pemanasan kembali jika suhu sudah mulai turun. Air yang diuapkan adalah partikel-partikel air atau H20 yang menghasilkan
air murni (steril) yang baik.
1. Hot plate : berfungsi untuk mengatur suhu pada waterbath dengan temperatur yang diinginkan (tergantung titik didih dari pelarut)
2. Waterbath : sebagai wadah air yang dipanaskan oleh hot plate untuk labu alas yang berisi sampel
3. Ujung rotor sampel : berfungsi sebagai tempat labu alas bulat sampel bergantung.
4. Lubang kondensor : berfungsi pintu masuk bagi air kedalam kondensor yang airnya disedot oleh pompa vakum.
5. Kondensor : serfungsi sebagai pendingin yang mempercepat proses perubahan fasa, dari fasa gas ke fasa cair.
6. Lubang kondensor : berfungsi pintu keluar bagi air dari dalam kondensor.
7. Labu alas bulat penampung : berfungsi sebagai wadah bagi penampung pelarut.
8. Ujung rotor penampung : berfungsi sebagai tempat labu alas bulat penampung bergantung.
Perlu diperhatikan, bahwa penguapan dapat terjadi karena adanya pemanasan menggunakan hot plate yang dibantu dengan penurunan
tekanan pada labu alas bulat sampel yang dipercepat dengan pemutaran pada labu alas bulat sampel. Dengan bantuan pompa vakum
yang mengalirkan air dingin (es) dari suatu wadah kedalam kondensor dan dikeluarkan lagi oleh kondensor kepada wadahnya lagi dan
dimasukkan lagi dan seterusnya, karena proses ini berjalan secara kontinyu. sehingga ketika uap dari pelarut mengenai dinding-dinding
kondensor, maka pelarut ini akan mengalami yang proses yg dinamakan proses kondensasi, yaitu proses yang mengalami perubahan fasa
dari fasa gas ke fasa cair. Adapun demikian, proses penguapan ini dilakukan hingga diperoleh pelarut yang sudah tidak menetes lagi pada
labu alas bulat penampung dan juga bisa dilihat dengan semakin kentalnya zat yang ada pada labu alas bulat sampel dan terbentuk
gelembung-gelembung pecah pada permukaan zatnya.

[Type text]