Anda di halaman 1dari 13

TUGAS MAKALAH PRAKTIKUM BIOLOGI

CURAH HUJAN DAN PERSEBARAN

Oleh
Afria Siska
05021181320028

Teknologi Pertanian
Fakultas Pertanian
Univeritas Sriwijaya
Indralaya

2013

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur saya panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat Rahmat dan
Karunia-Nya sehingga saya dapat menyusun makalah tentang Curah Hujan dan Penyebaran .
Dalam penyusunan makalah ini, saya banyak mendapat tantangan dan hambatan akan tetapi
dengan bantuan dari berbagai pihak tantangan itu bisa teratasi. Oleh karena itu, saya mengucapkan
terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini.
Saya menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan baik dari bentuk
penyusunan maupun materinya. Kritik dan saran dari pembaca sangat saya harapkan untuk
kesempurnaan makalah selanjutnya. Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan
manfaat kepada kita sekalian.

Indralaya, 6 November 2013

Penulis

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.....I
DAFTAR ISI..II
BABI PENDAHULUAN....1
1.1 Latar Belakang..1
1.2 Rumusan Masalah.2
1.3 Tujuan........2
1.4 Manfaat..2
BAB II PEMBAHASAN....3
2.1 Pengertian Curah Hujan...3
2.2 Curah Hujan di Indonesia ...3
2.3 Intensitas Curah Hujan....4
2.4 Pengaruh Curah Hujan terhadap Vegetasi Alam di Indonesia..5
2.5 Tanaman dan Syarat Pertumbuhannya 6
BAB III PENUTUP9
3.1 Simpulan..9
3.2 Saran9
DAFTAR PUSTAKA..10

II

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Iklim dimuka bumi berbeda-beda. Faktor iklim yang paling terasa perubahannya
akibat anomali iklim adalah curah hujan. Perubahan iklim dalam jangka waktu yang
sangat lama, 50 sampai 100 tahun karena pengaruh kegiatan manusia yang
mengakibatkan emisi gas rumah kaca.iklim perlu dipelajari dan dijadikan ilmu
pengetahuan agar manusia dapat beradaptasi dengan lingkungan alam. Sebagai
contoh orang-orang yang berada didaerah lintang tinggi mengenakan pakai tebal dan
mengkomsumsi makanan yang banyak mengandung lemak. Sebaliknya orang-orang
didaerah lintang rendah mengenakan pakaian mengenakkan pakai yang tipis dan
mudah menyerap keringat. Mereka membuat rumah dengan banyak jendela agar
sirkulasi udara bisa lancar sehingga suhu udara yang panas bisa berkurang. Di Bumi,
tidak ada dua tempat yang memiliki karakteristik cuaca dan iklim yang sama persis.
Keduanya hanya memiliki kemiripan-kemiripan iklim, sehingga dapat di
kelompokkan menjadi zona-zona iklim utama. Iklim suatu wilayah ditentukan lima
faktor utma yaitu: Garis Lintang, Angin Utama, Massa Daratan atau benua, arus
samudera serta topografi.

1.2 Rumusan Masalah


Dalam penulisan makalah ini, rumusan masalah yang di bahas antara lain sebagai
berikut.
1) Apa itu curah hujan?
2) Bagaimana curah hujan di Indonesia?
3) Bagaimana pengaruh curah hujan terhadap vegetasi alam?

1.3 Tujuan
Adapun tujuan dari praktikum mengenai suhu yaitu sebagai berikut ini:
1) Untuk Mengetahui Pengertian Curah Hujan;
2) Untuk Mengetahui Curah Hujan di Indonesia;
3) Untuk Mengetahui Pengaruh Curah Hujan Terhadap Vegetasi Alam;

1.4 Manfaat

Manfaat penulisan karya tulis ini adalah sebagai berikut :


1) Agar Pembaca dapat Mengetahui Pengertian Curah Hujan
2) Agar Pembaca dapat Mengetahui Curah Hujan di Indonesia
3) Agar pembaca dapat Mengetahui Pengaruh Curah Hujan Terhadap
Vegetasi Alam

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Curah Hujan

Curah hujan adalah jumlah air yang jatuh di permukaan tanah datar selama
periode tertentu yang diukur dengan satuan tinggi milimeter (mm) diatas permukaan
horizontal. Dalam penjelasan lain curah hujan juga dapat diartikan sebagai
ketinggian air hujan yang terkumpul dalam tempat yang datar, tidak menguap, tidak
meresap dan tidak mengalir. Indonesia merupakan negara yang memiliki angka curah
hujan yang bervariasi dikarenakan daerahnya yang berada pada ketinggian yang
berbeda-beda.Curah hujan 1 (satu) milimeter, artinya dalam luasan satu meter
persegi pada tempat yang datar tertampung air setinggi satu milimeter atau
tertampung 6 air sebanyak satu liter.

2.2 Curah Hujan di Indonesia


Pola Curah Hujan di Kepulauan Indonesia dapat dikatakan sebagai berikut:
1. Pantai Barat setiap pulau memperoleh jumlah hujan selalu lebih banyak dari pantai
timur.
2. Pulau Jawa, Bali, NTB, dan NTT merupakan barisan pulau-pulau yang panjang
dan berderet dari barat ke timur. Pulau-pulau ini hanya diselingi oleh selat-selat yang
sempit, sehingga untuk kepulauan ini secara keseluruhan tampak seakan akan satu
3

pulau, sehingga berlaku juga dalil, bahwa di sebelah timur curah hujan lebih kecil,
kalau dibandingkan dengan sebelah barat. Sebelah barat dari jejeran pulau ini adalah
pantai
Barat Jawa Barat.
3. Selain bertambah jumlahnya dari timur ke barat, hujan juga bertambah jumlahnya
dari dataran rendah ke pegunungan, dengan jumlah terbesar pada ketinggian 600 900 m.
4. Di daerah pedalaman semua pulau, musim hujan jatuh pada musim Pancaroba,
demikian juga halnya di daerah-daerah rawa yang besar-besar.
5. Bulan maksimum hujan sesuai dengan letak D.K.A.T.
6. Saat mulai turunnya hujan juga bergeser dari Barat ke Timur. Pantai Barat Pulau
Sumatera sampai Bengkulu, mendapat hujan terbanyak bulan November. Lampung,
Bangka, yang letaknya sedikit ke timur, pada bulan Desember. Sedangkan Jawa
(utara), Bali, NTB, NTT pada bulan Januari- Februari, yang letaknya lebih ke timur
lagi.
7. Sulawesi Selatan bagian timur, Sulawesi Tenggara, Maluku Tengah mempunyai
musim hujan yang berbeda, yaitu Mei-Juni. Justru pada waktu bagian lain Kepulauan
Indonesia ada pada musim kering. Batas wilayah hujan Indonesia Timur kira-kira
terdapat pada 120 derajat bujur timur.
Curah hujan di Indonesia tergolong tinggi yaitu lebih dari 2000 mm/tahun.
Akan tetapi, seperti telah disebutkan di muka bahwa antara tempat yang satu dengan
tempat yang lain curah hujannya tidak sama. Daerah yang paling besar curah
hujannya adalah daerah Baturaden di lereng Gunung Slamet, dengan curah hujan
sekitar 7069 mm/tahun. Sedangkan kota Palu di Sulawesi Tengah, merupakan daerah
paling kering, dengan curah hujan sekitar 547 mm/tahun.

2.3 Intensitas Curah Hujan


Intensitas curah hujan yang tinggi pada umumnya berlangsung dengan durasi
4

pendek dan meliputi daerah yang tidak luas. Hujan yang meliputi daerah luas, jarang
sekali dengan intensitas tinggi, tetapi dapat berlangsung dengan durasi cukup
panjang. Kombinasi dari intensitas hujan yang tinggi dengan durasi panjang jarang
terjadi, tetapi apabila terjadi berarti sejumlah besar volume air bagaikan ditumpahkan
dari langit. Adapun jenis-jenis hujan berdasarkan besarnya curah hujan (definisi
BMKG), diantaranya yaitu hujan kecil antara 0 21 mm per hari, hujan sedang
antara 21 50 mm per hari dan hujan besar atau lebat di atas 50 mm per hari.
Jumlah dan sebaran curah hujan mempunyai pengaruh kuat terhadap sebaran
pertanaman maupun aras produktivitasnya. Tanaman teh lebih sensitif terhadap
peningkatan hujan di dataran tinggi, diperkirakan karena peningkatan hujan akan
menurunkan suhu minimum lebih rendah dari normal, selain itu lama penyinaran dan
intensitas radiasi juga menurun drastis karena tingginya tingkat penutupan awan
sehingga kelembaban udara menjadi tinggi.

2.4 Pengaruh Curah Hujan terhadap Vegetasi Alam di Indonesia

sebagai unsur utama iklim memengaruhi vegetasi alam yang tumbuh di


indonesia. Wilayah Indonesia yang terletak antara 5o LU-11o LS atau beriklim tropis
memiliki curah hujan tinggi (> 2.000 mm) dalam setahun dan suhu udara tahunan
rata-rata sekitar 28o. Keadaan ini menjadikan vegetasi alam yang tumbuh berupa
hutan tropis.
Jenis hutan tropis yang tumbuh di indonesia didominasi oleh hutan hujan tropis
(tropical rainforest). Selain itu terdapat juga hutan monsun tropis (tropical monsun
forest) dan Hutan Magrove (magrove forest). Hutan magrove banyak tumbuh di
sepanjang pantai, delta, muara, dan sungai.

2.5 Tanaman dan Syarat Pertumbuhannya


Ini adalah beberapa pengaruh curah hujan terhadap tanaman:
2.5.1 Kentang
Kentang (Solanum tuberosum L) merupakan sumber utama karbohidrat,
sehingga menjadi komoditi penting. Untuk itulah dibutuhkan penanganan yang lebih
baik dalam penanaman dan pemeliharaannya. Syarat pertumbuhan,kentang ditanam
pada iklim yang Curah hujan rata-rata 1500 mm/tahun, lama penyinaran 9-10
jam/hari, suhu optimal 18-21 C, kelembaban 80-90% dan ketinggian antara 1.0003.000 m dpl, Kemudian mempunyai Struktur tanah yang remah, gembur, banyak
mengandung bahan organik, berdrainase baik dan memiliki lapisan olah yang dalam
dan pH antara 5,8-7,0. Kentang (Solanum tuberosum L) merupakan sumber utama
karbohidrat, sehingga menjadi komoditi penting. Curah hujan rata-rata 1500
mm/tahun, lama penyinaran 9-10 jam/hari, suhu optimal 18-21 C, kelembaban 8090% dan ketinggian antara 1.000-3.000 m dpl. Struktur remah, gembur, banyak
mengandung bahan organik, berdrainase baik dan memiliki lapisan olah yang dalam
dan pH antara 5,8-7,0.
2.5.2 Kopi
Setiap jenis kopi memerlukan tinggi tempat dari permukaan laut dan
temperatur yang berbeda-beda. Jenis Arabika dapat hidup pada 1000-1700 m diatas
permukaan laut dengan suhu 16 -200C.Jenis Robusta dapat hidup pada 500-1000 m
diatas permukaan laut tetapi yang baik 800 m diatas permukaan laut dengan suhu
200C. Pertanaman kopi arabika yang dekat permukaan laut banyak diserang penyakit
karat daun, sedang ketinggian lebih dari 2000 m sering diganggu embun upas. Jenis
Liberica dapat hidup baik didaratan rendah. Curah hujan yang dibutuhkan tanaman
kopi minimal dalam 1 tahun 1000-2000 mm, optimal 2000-3000 mm sedang di
Indonesia curah hujan terletak 2000 3000 mm.Kopi robusta menghendaki musim
kemarau 3-4 bulan, tetapi pada waktu itu harus sering ada hujan yang cukup. Musim
6

kering dikehendaki maksimal 1,5 bulan sebelum masa berbunga lebat, sedangkan
masa kering sesudah berbunga lebat sedapat mungkin tidak melebihi dua
minggu.Pohon kopi tidak tahan terhadap angin yang kencang, lebih-lebih dimusim
kemarau, karena angin ini akan mempertinggi penguapan air dipermukaan tanah dan
juga dapat mematahkan pohon pelindung,untuk mengurangi hal-hal tersebut ditepitepi kebun ditanam pohon penahan angin Tanah yang dikehendaki adalah yang
mempunyai solum yang cukup dalam gembur dengan bahan organik yang cukup,
karenanya sangat cocok ditanam pada tanah bekas hutan. Keasaman (pH) tanah 5,5
6,5 dengan air tanah cukup dalam.
2.5.3 Alpukat
Bagi varietas-varietas alpukat Indonesia suhu optimum adalah sekitar 25
300C (siang hari) dan 15 200C (malam hari).Periode dengan suhu malam hari yang
dingin dan berkepanjangan, seperti yang biasanya terjadi antara bulan Juli dan
Agustus, akan merangsang produksi bunga. Pohon-pohon alpukat yang sudah mapan
dapat mentoleransi suhu sampai setinggi 400C, tetapi tidak dapat mentoleransi
kombinasi suhu > 400C yang berkepanjangan dan kelembaban rendah, yang
mengakibatkan stress dan berkurangnya produktivitas. Pohon alpukat hanya
memerlukan syarat-syarat yang moderat mengenai kebasahan: curah hujan 1.000
1500 mm/tahun sudah mencukupi. Malah diketahui bahwa di Indonesia bagian
Timur di mana curah hujan hanya sekitar 500 mm/tahun, pohon alpukat masih dapat
tumbuh. Perlu diperhatikan bahwa kebutuhan akan air sangat kritis pada waktu
pohon berkembang dan pada waktu pembentukan buah. Juga kebutuhan akan air
sangat kritis tiga bulan sesudah pohon berkembang, yaitu saat buah tumbuh
maksimum dan berlanjut sampai buah benar-benar tua. Pohon alpukat dapat tumbuh
di bermacam tanah, tetapi paling baik hidup di tanah bertekstur medium dengan pH
5,5 6,5. Pohon alpukat tidak toleran terhadap penggenangan yang berkepanjangan,
karenanya sangat penting untuk menanam pohon alpukat di daerah-daerah dengan
struktur tanah yang mudah terdrainase.
7

2.5.4 Coklat
Tanaman coklat merupakan tanaman tropis yang dipengaruhi oleh kelembaban dan
temperatur. Coklat dapat hidup pada daerah yang ada pada 200 LU dan 200 LS. Hidup
dan berkembang di dataran rendah sampai ketinggian 500 m dpl. Temperatur ratarata tahunan yang dikehendakinya 250 C dengan suhu rata-rata harian terendah tidak
kurang dari 150 C. Tanaman coklat sangat tidak tahan tehadap penyimpangan
temperatur yang mencolok, jika suhu harian di bawah 150 C mata-mata tunas akan
berkembang menjadi tunas-tunas, dan apabila hal ini terus terjadi maka persediaan
makanan dalam batang akan berkurang dan mempengaruhi pertumbuhan. Curah
hujan yang dikehendaki antara 1700 mm sampai 3000 mm per tahun. Namun dalam
kondisi tanah berlempung dengan distribusi merata dapat juga hidup dengan baik
pada daerah dengan curah hujan 1500 mm per tahun. Kebutuhan cahaya untuk
asimilasi yang maksimal 75% dari cahaya matahari. Kelembaban tanah antara 6,1
sampai 7 dengan pH antara 6,1 sampai 8,1.
2.5.5 Cengkeh
Tanaman cengkeh adalah tanaman daerah tropis. Temperatur harian yana baik untuk
tanaman ini antara 650 F sampai 850 F. Cengkeh dapat tumbuh pada dataran rendah
sampai dataran tinggi dengan ketinggian 900 m dpl. Curah hujan yang dikehendaki
merata sepanjang tahun, dari 12 bulan dalam setahun 9 bulan dikehendaki bulanbulan basah dan 3 bulan kering. Pada bulan kering ini dikehendaki curah hujannya
60-80 mm. Curah hujan per tahun yang dikehendaki antara 2000-6000mm. Tumbuh
baik pada tanah gembur dengan pH 4,5.

BAB III
PENUTUP

3.1 Simpulan
Dari pemmbahasan di atas dapat disimpulkan bahwa:
1) Curah hujan merupakan jumlah hujan yang jatuh disuatu daerah dalam waktu
tertentu.
2) Unsur-unsur yang mempengaruhi keadaan iklim yaitu keadaan suhu, atau
temperatur, tekanan udara, angin, kelembapan, udara, awan, dan hujan.
3) Curah hujan di Indonesia tergolong tinggi yaitu lebih dari 2000 mm/tahun.
Akan tetapi, antara tempat yang satu dengan tempat yang lain curah hujannya
tidak sama.
4) Intensitas curah hujan yang tinggi pada umumnya berlangsung dengan durasi
pendek dan meliputi daerah yang tidak luas.
5) Curah hujan memengaruhi vegetasi alam yang tumbuh di indonesia.

3.2 Saran
Dengan selesainya makalah ini, saya memiliki harapan dan membutuhkan
saran dan kritik dari para pembaca dari makalah ini agar dapat mengambil manfaat
dari isi makalah ini. Semoga dapat bermanfaat dan membantu proses pembelajaran.

DAFTAR PUSTAKA

Alamprabu, Djayawarman.2011.Pengaruh Iklim Terhadap Tanaman.(online:http//


ditjenbun.deptan.go.id/perlindungan/berita-249-pengaruh-iklim-dan-kejadianla-nina-dan-antisipasinya-terhadap-produksi-tanaman-the.html). Diakses 6
November 2013
Ikhwatika, Nurul.2013.Pengertian Curah Hujan.(online:http//www.psychology
mania.com/2013/05/pengertian-curah-hujan.html). Diakses 6 November 2013
Meiisya.2012. Iklim dan Curah Hujan.(online:http://kuliahmesya.blogspot.com/2012
/03/iklim-dan- curah-hujan.html). Diakses 30 Oktober 2013
Noval.2012.Pengertian Curah Hujan.(online://thesis.binus.ac.id/Doc/Bab2/2012-101142-SK%20Bab2001.pdf). Diakses 6 November 2013
Prawira.2011.Pengaruh Cuaca,Iklim dan Tanaman.(online:http://yprawira.wordpress
.com/pengaruh-cuaca-iklim-dan tanaman/). Diakses 6 november 2013

10