Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN BIOKIMIA KI-3161

PERCOBAAN 6
PENENTUAN LAKTOSA DALAM SUSU
Nama

: Safira Medina

NIM

: 10512057

Kelompok

:6

Tanggal Percobaan

: 5 November 2014

Tanggal Pengumpulan

: 11 November 2014

Asisten

: Topan Setiawan

LABORATORIUM BIOKIMIA
PROGRAM STUDI KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG
2014

PERCOBAAN 6
PENENTUAN LAKTOSA DALAM SUSU

Tujuan
Menentukan kadar laktosa dalam susu.
Teori Dasar
Laktosa adalah gula yang diperoleh dari susu. Dalam molekul anhidrat
atau mengandung satu molekul air anhidrat. Laktosa merupakan disakarida
dihasilkan oleh manusia, sapi, dan hampir seluruh mamalia lainnya. Laktosa
merupakan gula pereduksi yang menghidrolisis untuk menghasilkan D-glukosa
dan D-galaktosa; ikatan yang menyambungkan keduanya adalah . Laktosa susu
hanya dibuat di sel-sel kelenjar mamma pada masa menyusui melalui reaksi
antara glukosa dan galaktosa uridin difosfat dengan bantuan lactose synthetase.
Kadar laktosa dalam susu sangat bervariasi. Kadar tertinggi laktosa terdapat pada
ASI sebesar 7% dan dalam susu sapi hanya 4,9 %. Laktosa terdapat pada atom C
pertama dari molekul glukosa. Laktosa memiliki gugus karbonil yang berpotensi
bebas pada residu glukosa. Selama proses pencernaan, laktosa mengalami proses
hidrolisis enzimatik oleh lactase dari sel-sel mukosa usus.
Beberapa sifat laktosa:
1. Hidrolisis laktosa menghasilkan molekul glukosa dan galaktosa.
2. Hanya terdapat pada hewan mamalia dan manusia.
3. Bereaksi positif terhadap pereaksi fehling, benedict, dan tollens.
Laktosa disusun oleh satu molekul glukosa dan satu molekul
galaktosa. Laktosa bertanggung jawab langsung terhadap rasa manis susu.
Laktosa juga merangsang pertumbuhan bakteri tertentu yang membentuk asam

laktat di dalam usus halus. Dan, asam laktat dipercaya membantu penyerapan Ca
dan P untuk pembentukan tulang.
Glukosa merupakan prekursor laktosa. Dua molekul glukosa
memasuki sel ambing untuk tiap molekul laktosa yang dibentuk. Kondensasi
molekul glukosa kedua terjadi di dalam aparatus Golgi dan dikatalis oleh enzim
yang disebut laktosa sintetase. Enzim ini disusun oleh dua subunit. Salah satu sub
unit ini adalah -laktalbumin yang menjadi komponen protein utama dalam susu.
Struktur laktosa:

Gambar 1. Struktur Laktosa (Gal(14)Glc)


Struktur D-glukosa

Data Pengamatan
Larutan
Standar

A1
0,129

Absorbansi

A2
0,137
0,133

Warna
Setelah pemanasan larutan berwarna
kuning pucat.

0,143

Sampel

0,176

Penambahan fosfomolibdat : larutan


berwarna biru
Setelah pemanasan larutan berwarna
kuning pucat.
Penambahan fosfomolibdat : larutan
berwarna biruBiru

0,1595

Pengolahan Data

1.
2.

3.

Pembahasan
Percobaan kali ini bertujuan untuk menentukan kadar laktosa
dalam sampel susu. Susu yang akan diuji kadar laktosanya terlebih dulu dibuat
menjadi bebas lemak agar kandungan laktosa yang didapatkan bias lebih murni.
Namun susu yang bebas lemak tersebut belum bebas protein, sedangkan kadar
yang akan ditentukan hanyalah kadar karbohidrat susu yaitu laktosa. Untuk
membuat susu menjadi bebas protein dapat dilakukan pengendapan protein
dengan menambahkan larutan natrium tungstat dalam suasana asam oleh larutan
H2SO4. Protein yang terkandung di dalam susu akan mengendap karena gugus OH
pada asam amino tirosin dalam protein teroksidasi menjadi gugus keton.
Perubahan gugus fungsi tersebut membuat protein tidak lagi berikatan dengan

pelarutnya (air) melalui ikatan hidrogen karena faktor kepolaran, sehingga protein
membentuk endapan. Larutan yang mengandung endapan protein ini kemudian
disaring menggunakan kertas saring Whatman no. 42 sehingga filtrat hanya
mengandung laktosa.
Filtrat kemudian diambil sejumlah volume tertentu dan ditambah
dengan aquades serta reagen Cu-alkalis berwarna biru kemudian dilakukan
pemanasan. Reagen Cu-alkalis beeaksi dengan laktosa menghasilkan larutan
berwarna kuning pucat karena sebagai gula pereduksi, laktosa mereduksi Cu2+
menjadi Cu+. Sedangkan laktosa teroksidasi menjadi senyawa yang memiliki
gugus keton pada ujung pereduksinya. Setelah larutan kuning pucat didapat dan
telah didinginkan, diperlukan penambahan reagen fosfomolibdat karena kadar
laktosa yang akan ditentukan diukur terlebih dahulu absorbansinya pada panjang
gelombang 630 nm. Fosfomolibdat berperan sebagai pemberi warna dengan
intensitas yang lebih besar (peka) ketika larutan diukur absorbansinya
menggunakan spektrofotometer. Fosfomolibdat akan mengalami reduksi oleh
Cu2O menghasilkan warna biru molibden yang intensitasnya lebih tinggi
dibanding larutan kuning pucat sebelumnya. Larutan biru molibden ini memiliki
absorbansi maksimum pada rentang panjang gelombang antara 600-750 nm, oleh
karena itu pengukuran dilakukan pada panjang gelombang 630 nm.
Absorbansi masing-masing larutan yang dibuat yaitu, larutan
standar laktosa (dua tabung) dan larutan sampel laktosa (dua tabung), diukur.
Nilai absorbansi larutan dapat digunakan untuk menghitung kadar laktosa di
dalam susu sesuai yang diolah pada pengolahan data. Absorbansi larutan standar
laktosa dan larutan sampel laktosa masing-masing diukur secara duplo agar
didapatkan hasil yang lebih mendekati nilai sebenarnya. Selain itu, duplo
dilakukan karena warna biru dalam larutan biru molibden tidak stabil, berangsurangsur intensitasnya akan berkurang. Akan tetapi hasil pengukuran yang bersifat
reproducible akan dapat diperoleh jika dipertahankan jangka waktu yang sama
antara pembentukan warna biru dan pembacaan nilai absorbans.
Konsentrasi laktosa di dalam larutan standar berbeda dengan
konsentrasi larutan di dalam sampel. Namun seharusnya keduanya memiliki nilai

yang serupa karena berasal dari susu yang sama. Kadar laktosa dalam sampel
memiliki galat sebesar 45% terhadap kadar laktosa literatur. Perbedaan dan galat
tersebut dimungkinkan terjadi karena ketika proses pemurnian susu agar hanya
mengandung laktosa melalui teknik pengendapan protein, protein tidak
terendapkan seluruhnya sehingga di dalam filtrat susu masih terkandung protein
sebagai zat pengotor dalam analisis kadar laktosa sampel. Selain itu, faktor waktu
juga menjadi penyebab pembacaan nilai absorbansi yang kurang tepat. Seperti
dijelaskan seblumnya, intensitas warna biru molibden tidak lah stabil, maka faktor
waktu juga harus dicermati agar didapatkan hasil pembacaan absorbansi yang
reproducible.
Sesuai penjabaran reaksi-reaksi yang terjadi pada pembahasan di
atas, berikut adalah persamaan reaksi yang terjadi:

Kesimpulan
Kadar laktosa dalam susu sebesar
Daftar Pustaka

Solomon, T. W. 2011. Organic Chemistry, 10th Ed., John Wiley & Sons, New
York. Hal.1033-1034.
http://en.wikipedia.org/wiki/Breast_milk. Diakses tanggal 09 November 2014
pukul 10.00 WIB
http://www.kajianpustaka.com/2012/11/komposisi-zat-gizi-asi.html.

Diakses

tanggal 09 November 2014 pukul 10.10 WIB


AK Adhikari, D Sahai, ON Mathur. A rapid spectrophotometric method for
quantitative determination of lactulose in heated milk and milk products. 1991,
71(5), pp.555-564. <hal-00929267>