Anda di halaman 1dari 14

TUGAS MAKALAH PRAKTIKUM BIOLOGI

KLOROFIL

Oleh
Afria Siska
05021181320028

TEKNOLOGI PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SRIWIJYA
INDRALAYA

2013

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur saya panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa berkat
Rahmat dan Karunia-Nya sehingga saya dapat menyusun makalah tentang klorofil.
Dalam penyusunan makalah ini, saya banyak mendapat tantangan dan
hambatan akan tetapi dengan bantuan dari berbagai pihak masalah itu bisa teratasi.
Oleh karena itu, saya mengucapkan terimah kasih kepada semua pihak yang elah
membantu dalam penyusunan makalah ini.
Saya menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan baik dari
bentuk penyusunan maupun materinya. Kritik dan saran dari pembaca sangat saya
harapkan untuk kesempurnaan makalah selanjutnya. Semoga makalah ini dapat
memberikan manfaat kepada kita sekalian.

Indralaya,11 November 2013

Penulis

I
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.I
DAFTAR ISIII
BABI PENDAHULUAN1
1.1 Latar Belakang..1
1.2 Rumusan Masalah.2
1.3 Tujuan...2
1.4 Manfaat.2
BAB II PEMBAHASAN3
2.1 Definisi Suhu3
2.2 Definisi Klorofil4
2.3 Peran Klorofil dalam Fotosintesis.4
2.4 Faktor yang Mempengaruhi Laju Fotosintesis..
BAB III PENUTUP.6
3.1 Simpulan6
3.2 Saran.6
DAFTAR PUSTAKA.7

II
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Klorofil dan fotosintesis adalah sesuatu yang sangat berhubungan karena Klorofil
sangat penting untuk fotosintesis, yang memungkinkan tanaman untuk menyerap
energi dari cahaya.
Molekul klorofil secara khusus diatur di dalam dan sekitar fotosistem yang
tertanam dalam membran tilakoid kloroplas. Di bagian ini, klorofil memiliki dua
fungsi utama. Fungsi dari sebagian besar klorofil (sampai beberapa ratus molekul per
fotosistem) adalah untuk menyerap cahaya dan mentransfer energi cahaya melalui
transfer energi resonansi ke sepasang klorofil khusus di pusat reaksi fotosistem.
Kedua saat diterima fotosistem unit fotosistem II dan fotosistem I, yang memiliki
klorofil sendiri pusat reaksi yang berbeda, bernama P680 dan P700, masing-masing.
Pigmen ini dinamai panjang gelombang (dalam nanometer) merah-puncak
maksimum penyerapan mereka . Sifat identitas, fungsi dan spektral dari jenis klorofil
di setiap fotosistem yang berbeda dan ditentukan oleh satu sama lain dan struktur
protein yang mengelilingi mereka. Setelah diambil dari protein ke dalam pelarut
(seperti aseton atau metanol).

1
Fungsi dari klorofil pusat reaksi adalah dengan menggunakan energi yang diserap
oleh dan dipindahkan ke sana dari pigmen klorofil lainnya di fotosistem untuk
menjalani

pemisahan

muatan,

reaksi

redoks

tertentu

di

mana

klorofil

menyumbangkan elektron ke dalam serangkaian intermediet molekul yang disebut


rantai transpor elektron. Reaksi dibebankan pusat klorofil (P680 +) yang kemudian
dikurangi kembali ke keadaan dasar dengan menerima elektron. Dalam fotosistem II,
elektron yang mengurangi P680 + akhirnya berasal dari oksidasi air menjadi O2 dan
H + melalui intermediet beberapa. Reaksi ini adalah bagaimana organisme
fotosintetik seperti tanaman menghasilkan gas O2, dan merupakan sumber untuk
hampir semua O2 di atmosfer bumi. Fotosistem I biasanya bekerja secara seri dengan
fotosistem II, sehingga + P700 dari fotosistem I biasanya berkurang, melalui
intermediet banyak dalam membran tilakoid, oleh elektron akhirnya dari fotosistem
II. Reaksi transfer elektron dalam membran tilakoid yang kompleks, bagaimanapun,
dan sumber elektron yang digunakan untuk mengurangi P700 + dapat bervariasi.
Aliran elektron dihasilkan oleh pigmen reaksi pusat klorofil digunakan untuk
antar-jemput H + ion melintasi membran tilakoid, menyiapkan potensi kemiosmotik
digunakan terutama untuk menghasilkan ATP energi kimia, dan elektron-elektron
pada akhirnya mengurangi + NADP ke NADPH, reduktor universal yang digunakan
untuk mengurangi CO2 menjadi gula serta pengurangan biosintesis lainnya.

1.2 Rumusan Masalah

Dalam penulisan makalah ini, rumusan masalah yang di bahas antara lain sebagai
berikut.
1) Apa yang dimaksud dengan klorofil dan fotosintesis?
2) Bagaimana peran klorofil dalam fotosintesis?
3) Faktor apa saja yang mempengaruhi laju fotosintesis?

2
1.3 Tujuan

Adapun tujuan dari praktikum mengenai suhu yaitu sebagai berikut ini:
1) untuk mengetahui definisi klorofil dan fotosintesis;
2) untuk mengetahui peran klorofil dalam fotosintesis;
3) untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi laju fotosintesis;

1.4 Manfaat

Manfaat penulisan karya tulis ini adalah sebagai barikut :


1) Agar pembaca dapat mengetahui definisi klorofil dan fotosintesis
2) Agar penbaca dapat mengetahui peran klorofil dalam fotosintesis
3) Agar pembaca mengetahui faktor yang mempengaruhi laju fotosintesis

3
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Definisi klorofil

Istilah klorofil berasal dari bahasa Yunani yaitu Chloros artinya hijau dan
phyllos artinya daun. Ini diperkenalkan tahun 1818, dimana pigmen tersebut
diekstrak dari tumbuhan dengan menggunakan pelarut organik. Hans Fischer peneliti
klorofil yang memperoleh nobel prize winner pada tahun 1915 berasal dari technishe
hochschule, munich germany.
Klorofil adalah pigmen pemberi warna hijau pada tumbuhan, alga dan bakteri
fotosintetik. Senyawa ini yang berperan dalam proses fotosintesis tumbuhan dengan
menyerap dan mengubah tenaga cahaya menjadi tenaga kimia. Dalam proses
fotosintesis, terdapat 3 fungsi utama dari klorofil yaitu memanfaatkan energi
matahari, memicu fiksasi CO2 menjadi karbohidrat dan menyediakan dasar energetik
bagi ekosistem secara keseluruhan. Dan karbohidrat yang dihasilkan fotosintesis
melalui proses anabolisme diubah menjadi protein, lemak, asam nukleat dan molekul
organik lainnya.
Klorofil menyerap cahaya berupa radiasi elektromagnetik pada spektrum
kasat mata (visible). Misalnya, cahaya matahari mengandung semua warna spektrum
kasat mata dari merah sampai violet, tetapi seluruh panjang gelombang unsurnya
tidak diserap dengan baik secara merata oleh klorofil. Klorofil dapat menampung
energi cahaya

4
yang diserap oleh pigmen cahaya atau pigmen lainnya melalui fotosintesis, sehingga
klorofil disebut sebagai pigmen pusat reaksi fotosintesis. Dalam proses fotosintesis
tumbuhan hanya dapat memanfaatkan sinar dengan panjang gelombang antara 400700 nm.
Pada tanaman tingkat tinggi ada 2 macam klorofil yaitu klorofil-a
(C55H72O5N4Mg) yang berwarna hijau tua dan klorofil-b (C55H70O6N4Mg) yang
berwarna hijau muda. Klorofil-a dan b paling kuat menyerap cahaya di bagian merah
(600-700 nm), sedangkan yang paling sedikit cahaya hijau (500-600 nm). Sedangkan
cahaya berwarna biru dari spektrum tersebut diserap oleh karotenoid. Karotenoid
ternyata berperan membantu mengabsorpsi cahaya sehingga spektrum matahari dapat
dimanfaatkan dengan lebih baik. Energi yang diserap karotenoid diteruskan kepada
klorofil-a untuk diserap digunakan dalam proses fotosintesis, demikian pula dengan
klorofil-b.

2.2 Definisi Fotosintesis

Fotosintesis adalah suatu proses biokimia pembentukan zat makanan atau


energi yaitu glukosa yang dilakukan tumbuhan, alga, dan beberapa jenis bakteri
dengan menggunakan zat hara, karbondioksida, dan air serta dibutuhkan bantuan
energi cahaya matahari. Hampir semua makhluk hidup bergantung dari energi yang
dihasilkan dalam fotosintesis. Akibatnya fotosintesis menjadi sangat penting bagi
kehidupan di bumi.Fotosintesis juga berjasa menghasilkan sebagian besar oksigen
yang terdapat di atmosfer bumi. Organisme yang menghasilkan energi melalui
fotosintesis (photos berarti cahaya) disebut sebagai fototrof.

5
Fotosintesis merupakan salah satu cara asimilasi karbon karena dalam
fotosintesis karbon bebas dari CO2 diikat (difiksasi) menjadi gula sebagai molekul
penyimpan energi. Secara fisiologis, umumnya tanaman memiliki kemampuan untuk
menggunakan zat-karbon dari udara untuk diubah menjadi bahan organik serta
diasimilasikan di dalam tubuh tanaman tersebut. Peristiwa ini hanya dapat
berlangsung ketika ada cukup cahaya, dan oleh karena itu maka asimilasi zat-karbon
disebut juga sebagai fotosintesis.
Lengkapnya kita katakan, bahwa fotosintesis atau asimilasi zat-karbon itu
suatu proses, dimana zat anorganik H2O dan CO2 oleh klorofil diubah menjadi zat
organic karbohidrat dengan pertolongan sinar/cahaya/foto. Peristiwa fotosintesis
dinyatakan dengan persamaan reaksi kimia sebagai beriktut:
6 CO2 + 6 H2O

energi cahaya + C6H12O6 + 6 O2

Peristiwa ini hanya berlangsung pada tumbuhan yang berklorofil, karena


mampu menangkap energi cahaya. Fotosintesis selain menghasilkan karbihidrat juga
menghasilkan gas oksigen yang merupakan bahan vital untuk melaksanakan respirasi
aerob. CO2 yang digunakan untuk fotosintesis sama jumlahnya dengan oksigen yang
dihasilakan selama proses fotosintesis.

2.3 Peran Klorofil dalam Fotosintesis

klorofil a dan klorofil b berperan dalam proses fotosintesis. Proses


fotosintesis terdiri dari 2 reaksi yakni reaksi terang dan reaksi gelap. Fungsi klorofil
yakni:

6
1. Menyerap energi matahari untuk memecah molekul air dalam proses reaksi
terang menjadi oksigen dan hidrogen.
2. sebagai mediator pemindahan elektron dalam proses transmisi elektron pada
reaksi kimia di daun.
3. menuntun energi agar terdapat ATP yang mengumpul di kloroplas.
4. menjaga agar kloroplas tidak mengalami degenerasi.

Klorofil merupakan pigmen berwarna hijau yang paling banyak mengarbsorbsi


warna biru dan ungu.
Sinar matahari = Sinar ultraviolet = Sinar ultraungu
Biru + merah = Ungu
Jadi klorofil merupakan pigmen warna yang paling efektif dalam mengarbsorbsi
sinar matahari. Selanjutnya sinar matahari tersebut digunakan dalam reaksi
fotosintesis sebagai energi aktivasi reaksi.

2.4 Faktor yang Mempengaruhi Laju Fotosintesis

Proses fotosintesis dipengaruhi beberapa faktor yaitu faktor yang dapat


memengaruhi secara langsung seperti kondisi lingkungan maupun faktor yang tidak
memengaruhi secara langsung seperti terganggunya beberapa fungsi organ yang
penting bagi proses fotosintesis. Proses fotosintesis sebenarnya peka terhadap
beberapa kondisi lingkungan meliputi kehadiran cahaya Matahari, suhu lingkungan,
konsentrasi karbondioksida (CO2). Faktor lingkungan tersebut dikenal juga sebagai
faktor pembatas dan berpengaruh secara langsung bagi laju fotosintesis.
Faktor pembatas tersebut dapat mencegah laju fotosintesis mencapai kondisi
optimum meskipun kondisi lain untuk fotosintesis telah ditingkatkan, inilah sebabnya

7
faktor-faktor pembatas tersebut sangat memengaruhi laju fotosintesis yaitu dengan
mengendalikan laju optimum fotosintesis. Selain itu, faktor-faktor seperti translokasi
karbohidrat, umur daun, serta ketersediaan nutrisi memengaruhi fungsi organ yang
penting pada fotosintesis sehingga secara tidak langsung ikut memengaruhi laju
fotosintesis.
Berikut adalah beberapa faktor utama yang menentukan laju fotosintesis:

Intensitas cahaya. Laju fotosintesis maksimum ketika banyak cahaya.

Konsentrasi karbon dioksida. Semakin banyak karbon dioksida di udara,


makin banyak jumlah bahan yang dapt digunakan tumbuhan untuk
melangsungkan fotosintesis.

Suhu. Enzim-enzim yang bekerja dalam proses fotosintesis hanya dapat


bekerja pada suhu optimalnya. Umumnya laju fotosintensis meningkat seiring
dengan meningkatnya suhu hingga batas toleransi enzim.

Kadar air. Kekurangan air atau kekeringan menyebabkan stomata menutup,


menghambat penyerapan karbon dioksida sehingga mengurangi laju
fotosintesis.

Kadar fotosintat (hasil fotosintesis). Jika kadar fotosintat seperti karbohidrat


berkurang, laju fotosintesis akan naik. Bila kadar fotosintat bertambah atau
bahkan sampai jenuh, laju fotosintesis akan berkurang.

Tahap pertumbuhan. Penelitian menunjukkan bahwa laju fotosintesis jauh


lebih tinggi pada tumbuhan yang sedang berkecambah ketimbang tumbuhan
dewasa. Hal ini mungkin dikarenakan tumbuhan berkecambah memerlukan
lebih banyak energi dan makanan untuk tumbuh.

BAB III
PENUTUP

3.1 Simpulan
Dari pemmbahasan di atas dapat disimpulkan bahwa:
1) Suhu merupakan salah satu faktor fisik lingkungan yang paling jelas, mudah
diukur dan sangat beragam.
2) Fluktuasi suhu dalam tanah akan berpengaruh langsung terhadap aktivitas
pertanian terutama proses perakaran tanaman didalam tanah.
3) Suhu udara dan tanah mempengaruhi proses pertumbuhan tanaman.
4) Suhu udara merupakan faktor pentinga dalam menentukan tempat dan waktu
penanaman yang cocok.
5) suhu udara di Indonesia dapat berperan sebagai kendali pada usaha
pengembangan tanaman padi di daerah-daerah yang mempunyai dataran
tinggi.

3.2 Saran
Dengan selesainya makalah ini, saya memiliki harapan dan membutuhkan
saran dan kritik dari para pembaca dari makalah ini agar dapat mengambil manfaat
dari isi makalah ini. Semoga dapat bermanfaat dan membantu proses pembelajaran.

9
DAFTAR PUSTAKA

Agusra.2011.Suhu.(online:file//E:/artikel-dan-makalah-lengkap-suhu.html). Dikses 6
November 2013
Alfi.2013.Hubungan Suhu.(online:http://alfibelajarbiologi.blogspot.com/2013/05/huBungan-suhu-air-dan-do-dengan.html). Diakses 6 November 2013
Kania,Dewi.2013.Pengaruh Suhu.(online:http://dedewkania.blogspot.com./2013/01/
laporan-penelitian-pengaruh-suhu.html). Diakses 6 November 2013
Prawira.2011.Pengaruh Cuaca,Iklim dan Tanaman.(online:http://yprawira.wordpress
.com/pengaruh-cuaca-iklim-dan tanaman/). Diakses 6 november 2013
Utami, Mutiara.2012.Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan.(onlin:http://mutiara
utami27.blogspot.com/2012/12/faktor-yang-mempengaruhi-pertumbuhan
.html). Diakses 6 November 2013

10