Anda di halaman 1dari 10

Pengendalian limbah

Pengertian limbah domestik dan industri, , upaya pengandalian limbah dgn


berbagai cara : kimia, biologi dan mekanis, memperkirakan limbah dan ekonomi
pengendalian limbah, jenis2 populasi.
http://dc728.4shared.com/doc/lSdkIE0I/preview.html
http://www.miung.com/2013/06/pengertian-limbah-pengelompokan-limbah.html
http://www.slideshare.net/embek19/makalah-limbah

Limbah adalah permasalahan setiap negara. Sebuah penelitian menyebutkan bahwa 85% aktivitas manusia di muka bumi ini
selalu menghasilkan sampah. Bila tidak ditangani dengan serius, masalah limbahini akan menjadi isu global yang bisa
menjadi masalah bagi manusia di muka bumi ini. Dari sekian jenis limbah, tentu diantara kita sering mendengar istilah
limbah domestik. Sebenarnya, apa itu limbah domestik?
Berdasarkan asalnya, limbah dibedakan menjadi 3, yaitu: limbah pertanian, limbah pabrik, dan limbah domestik. Limbah
pertanian biasanya berasal dari pemakaian pestisida ataupun insektisidan pertanian. Sedangkan limbah pabrik atau yang juga
disebut dengan limbah industri adalah limbah yangg dihasilkan sebagai akibat dari sebuah proses produksi. Limbah
domestik sendiri sering disebut dengan limbah rumah tangga karena limbah domestik merupakan limbah yang berasal dari
rumah tangga.
Pada limbah domestik, dibedakan menjadi 2 berdasarkan bentuknya, yaitu limbah domestik cair dan limbah domestiik padat.
Limbah domestik cair biasanya berupa air bekas cucian yang mengandung detergen, air bekas mandi yng mengandung
sabun, minyak goreng bekas, dll. Sedangkan limbah domestik padat bisa berupa sisa sayur, sisa makanan, dll. Belum lagi
bila sebuaha rumah tangga sedanga mengadakan sebuah acara, bisa dipastikan jumlah sampah domestik yang dihasilkan
meningkat sampai berlipat - lipat.
Limba domestik menjadi permasalahan pelik bagi sejumlah kota besar yang padat penduduknya seperti Jakarta, Surabaya,
Medan, dll. Pemerintah setempat tentu sudah menggalakkan pemisahan sampah berdasarkan jenisnya. Biasanya disediakan 2
tempat sampah yang berbeda, yaitu untuk sampah basah dan untuk sampah kering. Dengan dipisahkannya sampah bassah
dan sampah keringg diharapkan akan lebih mudah dalam melakukan daur ulang sehingga bisa mengurangi jumlah sampah
domestik yang jumllahnya semakin menggunung

Contoh Limbah Domestik (sumber


:http://carapedia.com/apa_itu_limbah_domestik_info3633.html)

1. Pengertian limbah: pengelompokan limbah dan contoh-contohnya (sumber :


http://www.miung.com/2013/06/pengertian-limbah-pengelompokan-limbah.html)

Limbah merupakan suatu barang (benda) sisa dari sebuah kegiatan produksi yang tidak
bermanfaat/bernilai ekonomi lagi. Limbah sendiri dari tempat asalnya bisa beraneka ragam,
ada yang limbah dari rumah tangga, limbah dari pabrik-pabrik besar dan ada juga limbah dari
suatu kegiatan tertentu. Dalam dunia masyarakat yang semakin maju dan modern,
peningkatan akan jumlah limbah semakin meningkat. Logika yang mudah seperti ini;
dahulunya manusia hanya menggunakan jeruk nipis untuk mencuci piring, namun sekarang
manusia sudah menggunakan sabun untuk mencuci piring sehingga peningkatan akan limbah
tak bisa di elakkan lagi.
Limbah sendiri dikelompokkan menjadi tiga, yakni:
1. Berdasarkan Wujudnya
Pada pengelompokan limbah berdasarkan wujud lebih cenderung di lihat dari fisik limbha
tersebut. Contohnya limbah padat, disebut limbah padat karena memang fisiknya berupa
padat, sedangkan limbah cair dikarenakan fisiknya berbentuk cair, begitu pula dengan limbah
gas.
Limbah Gas, merupakan jenis limbah yang berbentuk gas, contoh limbah dalam bentuk Gas
antara lain: Karbon Dioksida (CO2), Karbon Monoksida (CO), SO2,HCL,NO2. dan lain-lain.
Limbah cair, adalah jenis limbah yang memiliki fisik berupa zat cair misalnya: Air Hujan,
Rembesan AC, Air cucian, air sabun, minyak goreng buangan, dan lain-lain.
Limbah padat merupakan jenis limbah yang berupa padat, contohnya: Bungkus jajanan,
plastik, ban bekas, dan lain-lain.
2. Berdasarkan sumbernya
Pada pengelompokan limbah nomor 2 ini lebih difokuskan kepada dari mana limbah tersebut
dihasilkan. Berdasarkan sumbernya limbah bisa berasal dari:

Limbah industri; limbah yang dihasilkan oleh pembuangan kegiatan industri


Limbah Pertanian; limbah yang ditimbulkan karena kegiatan pertanian

Limbah pertambangan; adalah limbah yang asalnya dari kegiatan pertambangan

Limbah domestik; Yakni limbah yang berasal dari rumah tangga, pasar, restoran dan
pemukiman-pemukiman penduduk yang lain.

Limbah Domestik

Limbah Pertambangan(pembuangan tambang logam)

Limbah Industri

Limbah Pertanian
3. Berdasarkan senyawa
Berdasarkan senyawa limbah dibagi lagi menjadi dua jenis, yakni limbah organik dan limbah
anorganik.
Limbah Organik, merupakan limbah yang bisa dengan mudah diuraikan (mudah membusuk),
limbah organik mengandung unsur karbon. Contoh limbah organik dapat anda temui dalam
kehidupan sehari-hari, contohnya kotoran manusia dan hewan.
Limbah anorganik, adalah jenis limbah yang sangat sulit atau bahkan tidak bisa untuk di
uraikan (tidak bisa membusuk), limbah anorganik tidak mengandung unsur karbon. Contoh
limbah anorganik adalah Plastik dan baja.
Limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun)
Selain pengelompokan limbah-limbah diatas masih ada lagi jenis limbah yang lain, yakni
limbah B3. Dari pengertian umumnya limbah merupakan suatu barang sisa yang bisa berupa
padat, cair dan gas. Limbah B3 sendiri merupakan jenis limbah yang sangat berbahaya, suatu
limbah dapat dikatakan sebagai limbah B3 jika mengandung bahan yang berbahaya serta
beracun karena sifat dan konsentrasinya bisa mencemari lingkungan dan membahayakan
kehidupan manusia dan lingkungan. Limbah B3 sendiri
masih memiliki beberapa karateristik lagi yakni; Beracun, mudah meledak mudah terbakar,
bersifat korosif, bersifat reaktif, dapat menyebabkan infeksi dan masih banyak lagi.
Cara pembuangan limbah
Limbah, baik limbah cair, padat, gas dan limbah B3 memiliki cara tersendiri dalam
penanganan pembuangan. Limbah B3 tidak bisa disamakan pembuangannya dengan limbah
cair ataupun limbah padat begitu pula sebaliknya. Untuk penanganan limbah cair sendiri
masih dibagi lagi menjadi beberapa bagian, untuk lebih jelasnya perhatikan bagaimana cara
penanganan limbah di bawah ini.
Penanganan limbah Cair
Penanganan limbah Cair sangatlah sulit, setiap bahan yang berbeda harus ditangani dengan
cara yang berbeda pula. Dalam penanganan limbah cair terdapat beberapa cara yakni sebagai
berikut ini:

Pengolahan primer
Pengolahan sekunder

Pengolahan tersier

Desinfeksi

Pengolahan lumpur

Pengolahan limbah padat


Pada pengolahan limbah padat berbeda dengan penanganan limbah cair, dalam penanganan
limbah padat dibagi dalam beberapa cara yakni:

Penimbunan terbuka
Sanitary landfill

Daur ulang

Insinerasi

Dijadikan kompos

Pengolahan limbah Gas


Untuk penanganan limbah gas lebih ditekankan pada bagaimana mencegah gas pencemar
tersebut mencemari lingkungan, misalnya dengan memasang filter (penyaring) pada knalpot
kendaraan bermotor, pengendap siklon, mengontrol emisi gas buang dan masih banyak lagi.
Pengolahan limbah B3
Pengolahan limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) memiliki cara yang berbeda,
berhubung jenis limbah ini bisa menimbulkan bahaya bagi lingkungan maka penanganan
dengan benar haruslah diperhatikan. Untuk pembuangan limbah B3 haruslah berhati-hati
karena tidak bisa dibuang begitu saja, limbah haruslah diolah terlebih dahulu baik melalui
pengolahan fisik, biologi dan kimia dengan tujuan dapat menghilangkan efek berbahaya yang
terdapat didalam limbah. Berikut ini beberapa cara pengolahan limbah B3:

Kolam penyimpanan (surface impoundments)


Sumur dalam/Sumur injeksi

Secure landfill/lanfill untuk limbah B3

Limbah telah menjadi persoalan penting di negeri ini, untuk menciptakan negeri yang bersih
dan sehat tentunya harus kita mulai dengan cara hidup bersih dan sehat pula. Untuk itu
mulailah dengan kehidupan sehari-hari misalnya saja membersihkan halaman rumah, selokan
didepan rumah dan juga sadarkan diri akan pentingnya membuang sampah pada tempatnya.
Kesadaran ini juga harus dilakukan oleh semua pihak, terutama jangan lagi ada pabrik-pabrik
yang membuang limbah di sungai. Selain merugikan bagi kesehatan limbah yang di buang di
sungai juga bisa membawa efek yang lain, misalnya saja biota sungai seperti ikan, plankton
dan tanaman air akan mati. Sungai yang tercemar juga akan sangat buruk dipandang,
mestinya sungai bisa kita manfaatkan sebagai tempat rekreasi dan mencari rezeki namun jika
sudah tercemar seperti ini mau bagaimana lagi. Semoga kedepannya Indonesia menjadi
negara yang bersih, sehat dan bersih dari limbah.

2. PROSES PENGOLAHAN LIMBAH SECARA KIMIA


Proses pengolahan kimia digunakan dalam instalasi air bersih dan IPAL. Pengolahan
secara kimia pada IPAL biasanya digunakan untuk netralisasi limbah asam maupun
basa, memperbaiki proses pemisahan lumpur, memisahkan padatan yang tak terlarut,
mengurangi konsentrasi minyak dan lemak, meningkatkan efisiensi instalasi flotasi
dan filtrasi, serta mengoksidasi warna dan racun.
Beberapa kelebihan proses pengolahan kimia antara lain dapat menangani hampir
seluruh polutan anorganik, tidak terpengaruh oleh polutan yang beracun atau toksik,
dan tidak tergantung pada perubahan konsentrasi. Namun, pengolahan kimia dapat
meningkatkan jumlah garam pada effluent dan meningkatkan jumlah lumpur.
1. Netralisasi
Netralisasi adalah reaksi antara asam dan basa menghasilkan air dan garam. Dalam
pengolahan air limbah, pH diatur antara 6,0 9,5. Di luar kisaran pH tersebut, air
limbah akan bersifat racun bagi kehidupan air, termasuk bakteri.
Jenis bahan kimia yang ditambahkan tergantung pada jenis dan jumlah air limbah
serta kondisi lingkungan setempat. Netralisasi air limbah yang bersifat asam dapat
menambahkan Ca(OH)2 atau NaOH, sedangkan bersifat basa dapat menambahkan
H2SO4, HCl, HNO3, H3PO4, atau CO2 yang bersumber dari flue gas.
Netralisasi dapat dilakukan dengan dua system, yaitu: batch atau continue, tergantung
pada aliran air limbah. Netralsasi system batch biasanya digunakan jika aliran sedikit
dan kualitas air buangan cukup tinggi. Netralisasi system continue digunakan jika laju
aliran besar sehingga perlu dilengkapi dengan alat kontrol otomatis.
2. Presipitasi
Presipitasi adalah pengurangan bahan-bahan terlarut dengan cara penambahan bahan bahan kimia terlarut yang menyebabkan terbentuknya padatan padatan. Dalam
pengolahan air limbah, presipitasi digunakan untuk menghilangkan logam berat, sufat,
fluoride, dan fosfat. Senyawa kimia yang biasa digunakan adalah lime,
dikombinasikan dengan kalsium klorida, magnesium klorida, alumunium klorida, dan
garam - garam besi.
Adanya complexing agent, misalnya NTA (Nitrilo Triacetic Acid) atau EDTA
(Ethylene Diamine Tetraacetic Acid), menyebabkan presipitasi tidak dapat terjadi.
Oleh karena itu, kedua senyawa tersebut harus dihancurkan sebelum proses presipitasi
akhir dari seluruh aliran, dengan penambahan garam besi dan polimer khusus atau
gugus sulfida yang memiliki karakteristik pengendapan yang baik
Pengendapan fosfat, terutama pada limbah domestik, dilakukan untuk mencegah
eutrophication dari permukaan. Presipitasi fosfat dari sewage dapat dilakukan dengan
beberapa metode, yaitu penambahan slaked lime, garam besi, atau garam alumunium.

3. Koagulasi dan Flokulasi


3. Proses koagulasi dan flokulasi adalah konversi dari polutan-polutan yang tersuspensi
koloid yang sangat halus didalam air limbah, menjadi gumpalan-gumpalan yang dapat
diendapkan, disaring, atau diapungkan.
4. Partikel koloid sangat sulit diendapkan dan merupakan bagian yang besar dalam
polutan serta menyebabkan kekeruhan. Untuk memisahkannya, koloid harus diubah
menjadi partikel yang berukuran lebih besar melalui proses koagulasi dan flokulasi.
Koagulasi dann flokulasi dapat dilakukan melalui beberapa tahapan proses, yaitu:
a)

Penambahan koagulan/flokulan disertai pengdukan dengan kecepatan tinggi dalam

waktu singkat.
b) Destabilsasi dari system koloid
c)

Penggumpalan partikel yang telah mengalami destabilsasi sehingga terbentuk

microfloc.
d)

Penggumpalan lanjutan untuk menghasilkan macrofloc yang dapat diendapkan,

disaring, dan diapungkan.


Destabilisasi biasanya dilakukan dengan penambahan bahan-bahan kimia yang dapat
mengurangi

daya

penolakan

karena

mekanisme

pengikatan

dan

absobsi.

Berkurangnya daya penolakan biasanya akan diikuti dengan penggumpalan koloid


yang telah netral secara elektrostatik, yang akan menghasilkan berbagai gaya yang
bekerja di antara partikel hingga terjadi kontak satu sama lain.
Koagulasi
Secara garis besar, hal-hal penting mengenai proses koagulasi dapat diringkaskan
sebagai berikut:
i.
Koagulasi bertujuan untuk membuat gumpalan-gumpalan yang lebih besar
dengan penambahan bahan-bahan kimia, misalnya Al2SO4, Fe2Cl3, Fe2SO4, PAC, dan
sebagainya.
ii.

Dasar-dasar perencanaan koagulasi adalah sebagai berikut.

Untuk kemudahan operasi dan perawatan, di gunakan inline mixer


Waktu tinggal untuk reaksi adalah 30 detik 2 menit
Flash mixer digunakan dengan kecepatan 250 rpm atau lebih
Mixer yang digunakan dapat berupa mixer jenis turbine a propeller
Bahan shaft adalah baja tahan karat
Penggunaan bahan kimia bervariasidari 50 ppm 300 ppm
Sangat disarankan untuk melakukan percobaan laboratory terlebih dahulu
Jenis dosing pump yang digunakan adalah positive displacem (screw, membrane,
peristaltic).
Flokulasi

Secara garis besar, hal-hal penting mengenai proses flokulasi dapat diringkaskan
sebagai berikut:
i.

Flokulasi bertujuan untuk membuat gumpalan yang lebih besardan pada

gumpalan terbentuk selama koagulasi dengan penambahan polimer, misalnya polimer


kationik dan anionic yang beredar dipasar dengan nama nama alliwd koloid, praestol,
kurifloc, dan diafloc.
ii.
Dasar dasar perencanaan untuk flokulasi adalah sebagai berikut.
Untuk kemudahan pengoperasian dan perawatan, digunakan sta mixer
Waktu tinggal untuk reaksi biasanya antara 20 30 menit
Slow mixer digunakan dengankecepatan antara 20 -60 rpm
Jenis impeller dapat berupa paddle atau turbine
Materi shaft sebaiknya baja tahan karat
Penggunaan bahan kimia antara 2 mg -5 mg / liter
Sangat disarankan untuk melakukan percobaan laboratorium terlebih dahulu
Jenis dosing pump yang digunakan adalah positive displaceme (screw, membrane,
peristaltic).
http://pepradewa.blogspot.com/2012/02/proses-pengolahan-limbah-secarakimia.html
3. Penegolahan limbah cara biologi

PENGOLAHAN LIMBAH SECARA BIOLOGI


Proseses pengolahan biologi diklasifikasikanberdasrkan ketergantungan
mikroorganisme penguraiakan oksigen: Proses Aerob (memerlukan oksigen) Conroh:
Trickling Filter Activated Sludge Aerobic Stabilization Ponds Aerated Lagoons Proses
Anaerob (tanpa oksigen) Contoh: Anaerobic Sludge Digestion Anaerobic Contact
Processes Anaerobic Lagoons dan Ponds

Proses Aerob-Anaerob (kombinasi aerob dan anaerob)Contoh: Trickling Filter


Activated Sludge Activated Sludge Trickling Filter Facultative LagoonsTeknik
Pengolahan BiologiDiklasifikasikan atas:a. Attached growth processes atau fixed film
processes (pertumbuhan lekat). Proses ini menggunakan media padat sebagai media
tempat mikroorganisme melekat & tumbuh Contoh: Rotating biological contactors
packed bed reactors Anaerobic lagoons (ponds) Fixed film denitrification

b. Suspended growth processes (proses pertumbuhan tersuspensi) Mikroorganisme


pengurai tumbuh dalam keadaan tersuspensi dalam air limbah.Contoh: Activated
sludge processes Aerated lagoons Sludge digestion systems Suspended growth
nitrification Suspended growth denitrificationc. Proses aerobic anaerobic (proses
kombinasi) Mikroorganisme yang bekerja merupakan gabungan mikroorganisme
aerob, anaerob dan fakultatif.

KARAKTERISTIK KOMPONEN ORGANIK AIR LIMBAHTerdapat banyak


komponen bahan danmikroorganisma yang dikategorikan sebagaipencemar dalam air.
Secara garis besardikelompokkan atas 3 komponen: - Material organik - Material
inorganik penanganannyaberbeda - kandungan mikroba

Material OrganikKandungan Material organik dlm air buanganbervariasi, tergantung


kepada sumber air limbahtersebut. Komponen utama yang paling dominanadalah
karbon.Sebagai contoh karbon dalam bentuk glukosa dalamair buangan akan
diuraikan oleh mikroorganismepengurai menjadi CO2 dan H2O + sel mikroba +
energiJumlah kandungan organik yang terdapat dalamsuatu air buangan ditentukan
berdasarkan oksidasisecara biologi yang dinyatakan sebagai BOD (mg/l)dan oksidasi
secara kimia yang dinyatakan sebagaiCOD (mg/l).

BOD (Bichemical Oxygen Demand) dinyatakan sebagaijumlah oksigen yang


diperlukan oleh mikroorganismauntuk menguraikan senyawa organik yang terdapat
dalamair buangan dalam suasana gelap dan temperatur 200 CCara Analisis BOD:
Sampel air limbah diencerkan dan ditambahkanfosfat (K2SO4, N2HPO4) sehingga
pH 7,2, MgSO4, CaCl2 danFeCl3 kemudian dimasukkan kedalam botol BOD
volume300 ml dan diinkubasi pada temperatur 200C selama 5hari. Reaksi yang terjadi
adalah: DO DO bakteri protozoaMaterial organik CO 2 + sel bakteriCO2 + sel
protozoa

Perhitungan Nilai BOD BOD = DO1 - DO2 PDO1 = disolved oxygen mula-mula,
diambil setelah 15 mnt preparat dibuat.DO2 = disolved oxygen setelah inkubasi 5
hariP = fraksi sampel yang dipriksa = ml sampel air limbah ml volume botol
BODHarga BOD dipengaruhi oleh waktu (lihat gambar)

B Nitrification oxygenO demand BOD 5 hariD,mg/l Carbonaceous oxygen demand


Waktu

http://www.slideshare.net/liamurtitirtayasa/pengolahan-limbah-secara-biologi

4. Pengolahan limbah dengan Mekanis


Dari uraian di atas dengan menggunakanproses kombinasi biofilter tercelup anaerob-aerob
dapat mengilangkan polutan organik danzat padat tersuspensi (SS) dengan efisiensicukup
tinggi (> 90 %).Proses pengolahan air limbah dengan sistembiofilter tercelup cukup stabil
terhadappengaruh fluktuasi beban organik yang cukuptinggi.Pengolahan air limbah
dengan prosesbiofilter tercelup pengoperasiannya mudah dandapat digunakan untuk unit
yang kecil maupunbesar.Dengan kombinasi proses anaerob danaerob dapat menghemat
suplai udara, dengandemikian dapat menghemat listrik atau biayaoperasi.
Sumber :
https://www.academia.edu/4557666/TEKNOLOGI_PENGOLAHAN_AIR_LIMBAH_DEN
GAN_PROSES_BIOFILM_TERCELUP
5. Karakteristik Limbah (memperkirakan limbah)
Limbah berdasarkan nilai ekonominya dirinci menjadi limbah yang
mempunyai nilai ekonomis dan limbah non ekonomis. Limbah yang
mempunyai nilai ekonomis adalah limbah yang jika diproses lebih
lanjut, maka akan memberikan nilai tambah. Misalnya limbah cair
tetes dari pabrik gula yang jika diproses lebih lanjut akan dihasilkan
alkohol, spiritus, monosodium glutamat dan lain-lain. Limbah non
ekonomis adalah limbah yang apabila diolah atau diproses lebih
lanjut tidak memberikan nilai tambah kecuali mempermudah sistem
pembuangannya. Limbah jenis ini yang sering menjadi
permasalahan dalam pencemaran lingkungan.
Sesuai dengan sifatnya, limbah digolongkan menjadi 3 bagian, yaitu

limbah padat, limbah cair dan limbah gas. Dalam setiap proses
produksi suatu industri akan menghasilkan beberapa jenis limbah,
dimana satu sama lain jenis dan karakteristik limbah dari masingmasing industri berbeda satu sama lain. Hal ini sangat tergantung
pada input, proses serta output yang dihasilkan dalam suatu
industri.
a. Limbah padat
Merupakan hasil buangan industri berupa padatan, lumpur, bubur
yang berasal dari sisa proses pengolahan. Dimana limbah padat ini
dikategorikan menjadi dua bagian yaitu limbah padat yang dapat
didaur ulang baik limbah organik ataupun anorganik yang bernilai
ekonomis atau yang tidak bernilai ekonomis. Dalam suatu industri
tertentu limbah padat yang dihasilkan terkadang menimbulkan
masalah baru yang berhubungan dengan tempat atau areal luas
yang dibutuhkan untuk menampung limbah tersebut.
b. Limbah cair
Pada umumnya dihasilkan dari suatu industri atau pabrik yang
banyak menggunakan air dalam sistem prosesnya. Air tersebut
membawa sejumlah padatan atau partikel yang larut maupun yang
mengendap baik mengandung senyawa kimia beracun ataupun
tidak, yang selanjutnya diolah terlebih dahulu sebelum
dimanfaatkan kembali ataupun dibuang ke lingkungan.
c. Limbah gas
Definisi dari limbah gas adalah limbah yang memanfaatkan udara
sebagai media. Limbah gas yang dihasilkan oleh suatu pabrik dapat
mengeluarkan gas yang berupa asap, partikel serta debu yang jika
tidak ditangkap dengan menggunakan alat, maka dengan dibantu
oleh angin akan memberikan jangkauan pencemaran yang lebih
luas. Jenis dan karakteristik setiap jenis limbah akan tergantung dari
sumber limbah. Uraian dibawah ini akan menjelaskan karakteristik
masing-masing limbah serta metode dalam pengolahannya.

Limbah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri
maupun domestik (rumah tangga). Dimana masyarakat bermukim, disanalah berbagai
jenis limbah akan dihasilkan. Ada sampah, ada dan ada air buangan dari berbagai
aktivitas domestik lainnya
Limbah padat lebih dikenal sebagai sampah, yang seringkali tidak dikehendaki
kehadirannya karena tidak memiliki nilai ekonomis. Bila ditinjau secara kimiawi,
limbah ini terdiri dari bahan kimia Senyawa organik dan Senyawa anorganik. Dengan
konsentrasi dan kuantitas tertentu, kehadiran limbah dapat berdampak negatif
terhadap lingkungan terutama bagi kesehatan manusia, sehingga perlu dilakukan
penanganan terhadap limbah. Tingkat bahaya keracunan yang ditimbulkan oleh

limbah tergantung pada jenis dan karakteristik limbah.


Karakteristik Limbah yaitu:
1. Berukuran mikro

2. Dinamis
3. Berdampak luas (penyebarannya)
4. Berdampak jangka panjang (antar generasi)
http://lsihub.lecture.ub.ac.id/2013/02/22/karakteristik-limbah-2/
http://ekosunardiyanto.blogspot.com/2012/05/pengertian-dankarakteristik-limbah.html