P. 1
BADAN PEMERIKSA KEUANGAN

BADAN PEMERIKSA KEUANGAN

|Views: 469|Likes:
Dipublikasikan oleh horangjin
pengalaman
pengalaman

More info:

Published by: horangjin on Jan 04, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/09/2011

pdf

text

original

BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN ATAS LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK BARAT

UNTUK TAHUN ANGGARAN 2006 DI GERUNG AUDITOR UTAMA KEUANGAN NEGARA VI PERWAKILAN BPK RI DI DENPASAR Nomor : 05.2.A/Pwk.BPK RI di Dps/07/2007 Tanggal : 10 Juli 2007 DAFTARISI HALAMAN DAFTAR ISI I LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN 1 LAPORAN KEUANGAN POKOK 4 1. NERACA KOMPARATIF 4 2. LAPORAN REALISASI APBD 6 3. LAPORAN ARUS KAS 8 4. CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 10 A. KEBIJAKAN AKUNTANSI 10 B. PENJELASAN POS-POS LAPORAN KEUANGAN 22 1. Pos-pos Neraca 22 2. Pos-pos Laporan Realisasi APBD 32 3. Pos-pos Laporan Arus Kas 44 GAMBARAN UMUM PEMERIKSAAN 50 1. Dasar Hukum Pemeriksaan 50 2. Tujuan Pemeriksaan 50 3. Sasaran Pemeriksaan 50 4. Standar Pemeriksaan 50 5. Metode Pemeriksaan 51 6. Waktu Pemeriksaan 51 7. Obyek Pemeriksaan 51 8. Batasan pemeriksaan 51 PERWAKILAN BPK RI DI DENPASAR i

BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA No. 05.2.A/Pwk BPK RI di Dps/07/2007 LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN Kepada Para Pengguna Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat Tahun Anggaran 2006 Berdasarkan Pasal 23E Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Pasal 31 Undang-undang No. 17 Tahun 2003, Pasal 56 Undang-undang No.1 Tahun 2004, dan Pasal 6 Undang-undang No. 15 Tahun 2006, BPK RI telah memeriksa Neraca Pemerintah Kabupaten Lombok Barat per 31 Desember 2006, Laporan Realisasi Anggaran, Laporan Arus Kas dan Catatan atas Laporan Keuangan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut. Laporan keuangan adalah tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Lombok Barat. Tanggung jawab BPK RI adalah pada pernyataan pendapat atas laporan keuangan berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan. BPK RI melaksanakan pemeriksaan berdasarkan Standar Pemeriksaan Keuangan Negara (SPKN) yang ditetapkan oleh BPK RI. Standar tersebut mengharuskan BPK RI merencanakan dan melaksanakan pemeriksaan agar BPK RI memperoleh keyakinan memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material. Suatu pemeriksaan meliputi penilaian, atas dasar pengujian, bukti-bukti yang mendukung jumlah-jumlah dan pengungkapan dalam laporan keuangan. Pemeriksaan juga meliputi penilaian atas Standar Akuntansi Pemerintahan yang digunakan dan estimasi signifikan yang dibuat oleh PERWAKILAN BPK RI DI DENPASAR 1 pemerintah daerah, serta penilaian terhadap penyajian laporan keuangan secara keseluruhan. BPK RI yakin bahwa pemeriksaan BPK RI memberikan dasar memadai untuk menyatakan pendapat. Kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Pemerintah Kabupaten Lombok Barat merupakan tanggung jawab pemerintah daerah tersebut. Sebagai bagian dari pemerolehan keyakinan memadai tentang apakah laporan keuangan bebas dari salah saji material, BPK RI melaksanakan pengujian terhadap kepatuhan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku. Namun, tujuan pemeriksaan BPK RI atas laporan keuangan adalah tidak untuk menyatakan pendapat atas keseluruhan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan tersebut. Oleh karena itu, BPK RI tidak menyatakan suatu pendapat seperti itu. Dalam melakukan pemeriksaan keuangan ini, BPK RI menemukan ketidakpatuhan kepada peraturan perundang-undangan. Temuan ini telah BPK RI muat dalam Laporan Hasil Pemeriksaan Kepatuhan No.05.2.B/Pwk BPK RI di Dps/07/2007 tertanggal 10 Juli 2007 kepada Pemerintah Kabupaten Lombok Barat dan pihak berwenang yang terkait. Dalam melakukan pemeriksaan keuangan ini, BPK RI mengungkapkan kondisi pengendalian intern Pemerintah Kabupaten Lombok Barat dalam Laporan Hasil Pemeriksaan atas Pengendalian Intern No. 05.2.C/Pwk BPK RI di Dps/07/2007 tertanggal 10 Juli 2007. Hasil pemeriksaan BPK RI mengungkapkan hal-hal yang mempengaruhi kewajaran atas penyajian laporan keuangan yaitu : 1. Belanja Bantuan Keuangan untuk Partai Politik direalisasikan tidak sesuai ketentuan sebesar Rp99.999.999,99;

2. Penganggaran dan Realisasi Biaya Dukungan sebagai Belanja Barang dan Jasa sebesar Rp28.644.289.283,00 tidak tepat; 3. Realisasi Biaya Perjalanan Dinas (Aparatur) melampaui anggaran sebesar Rp325.000,00 dan tidak didukung dengan bukti yang memadai sebesar Rp2.387.644.400,00; PERWAKILAN BPK RI DI DENPASAR 2 4. Realisasi Biaya Perjalanan Dinas (Publik) tidak didukung dengan bukti yang memadai sebesar Rp2.693.661.700,00; dan 5. Realisasi Belanja Modal, Publik tidak tepat peruntukkannya adalah sebesar Rp2.515.723.200,00, yaitu direalisasikan sebagai bantuan keuangan sebesar Rp698.571.500,00 dan direalisasikan sebagai pemberian dana bergulir yang merupakan akun Pembiayan Pengeluaran - Investasi Permanen Lainnya sebesar Rp1.628.492.750,00. Menurut pendapat BPK RI, kecuali atas hal-hal yang diungkapkan dalam paragraf sebelumnya, laporan keuangan yang disebut di atas menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat per 31 Desember 2006, realisasi anggaran, dan arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan. Denpasar, 10 Juli 2007 BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA Perwakilan BPK RI di Denpasar Kuasa Penanggung Jawab Pemeriksaan, Drs. Imam Muslich, MSi., Ak Akuntan, Register Negara No. D-6407 PERWAKILAN BPK RI DI DENPASAR 3 (Rp) (Rp) ASET I ASET LANCAR 1 Kas di Kas Daerah 35.909.001.465,36 26.658.700.649,26 2 Kas di Bendahara Pengeluaran 1.087.975.502,00 198.320.574,00 3 Kas di Bendahara Penerimaan 0,00 399.250,00 4 Investasi Jangka Pendek 0,00 0,00 5 Piutang Pajak 2.449.730.149,23 2.994.951.537,57 6 Piutang Retribusi 11.430.500,00 7 Bagian Lancar Piutang Jangka Panjang 0,00 8 Bagian Lancar Tuntutan Ganti Rugi 3.716.557.293,00 1.340.545.689,00 9 Piutang Lainnya 5.678.172.214,00 2.040.000.000,00 10 Persediaan 2.774.546.809,00 3.556.553.973,00 Jumlah Aset Lancar 51.627.413.932,59 36.789.471.672,83 II INVESTASI JANGKA PANJANG 1 Investasi Non Permanen a Pinjaman Jangka Panjang 10.001.280.000,00 10.025.730.000,00 b Dana Bergulir 4.692.264.504,00 3.420.221.954,00 2 Investasi Permanen-Penyertaan Modal Pemda 41.242.537.536,16 39.595.340.435,00 Jumlah Investasi 55.936.082.040,16 53.041.292.389,00 III ASET TETAP 1 Tanah 148.013.853.419,00 142.332.578.119,00

2 Peralatan dan Mesin 107.783.856.234,54 83.852.731.554,54 3 Gedung dan Bangunan 275.612.114.400,54 246.514.750.805,54 4 Jalan, Irigasi dan Jaringan 89.996.225.594,19 77.630.961.594,19 5 Aset Tetap Lainnya 6.385.044.695,00 5.376.058.757,00 6 Konstruksi dalam Pengerjaan 0,00 8.923.571.550,00 7 Akumulasi Penyusutan (102.080.309.697,15) (49.126.959.820,40) Jumlah Aset Tetap 525.710.784.646,12 515.503.692.559,87 IV DANA CADANGAN 0,00 0,00 V ASET LAINNYA 1 Tagihan Penjualan Angsuran 93.841.250,00 1.858.750,00 2 Kemitraan Dengan Pihak Ketiga 4.473.543.950,00 4.473.543.950,00 3 Aset Lain-lain 2.339.730.275,32 339.730.275,32 Jumlah Aset Lainnya 6.907.115.475,32 4.815.132.975,32 TOTAL ASET 640.181.396.094,19 610.149.589.597,02 KEWAJIBAN VI KEWAJIBAN JANGKA PENDEK 1 Utang Perh. Fihak Ketiga 311.484.470,00 42.477.713,00 2 Bagian Lancar Utang Jk Panjang 0,00 0,00 3 Utang Jangka Pendek Lainnya 941.646.000,00 0,00 Jumlah Kewajiban Jangka Pendek 1.253.130.470,00 42.477.713,00 VII Kewajiban Jangka Panjang 1 Utang Dalam Negeri - Pemerintah Pusat 0,00 0,00 2 Utang Jangka Panjang Lainnya 0,00 0,00 Jumlah Kewajiban Jangka Panjang 0,00 0,00 PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK BARAT NERACA KOMPARATIF per 31 Desember 2006 dan 2005 No U R A I A N 31 Desember 2006 31 Desember 2005 PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK BARAT SEKRETARIAT DAERAH Jl. Soekarno Hatta Gerung Telp. (0370) 681673, FAX (0370) 632149 KODE POS : 83126 E-mail : KPDE-LOBAR@mataram.wasantara.net.id Homepage : http://pemda_lobar.tripod.com/ 4 (Rp) (Rp) No U R A I A N 31 Desember 2006 31 Desember 2005 VIII Ekuitas Dana 1 Ekuitas Dana Lancar Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) 36.996.976.967,36 26.857.021.223,26 Pendapatan Yang Ditangguhkan 0,00 399.250,00 Cadangan Piutang 11.855.890.156,23 6.375.497.226,57 Cadangan Persediaan 2.774.546.809,00 3.556.553.973,00 Dana Yg Hrs Disediakan Utk Pemb. Utang Jk Pendek (1.253.130.470,00) (42.477.713,00) Jumlah Ekuitas Dana Lancar 50.374.283.462,59 36.746.993.959,83 2 Ekuitas Dana Investasi Diinvestasikan dalam Investasi Jk. Panjang 55.936.082.040,16 53.041.292.389,00 Diinvestasikan dalam Aset Tetap 525.710.784.646,12 515.503.692.559,87 Diinvestasikan dalam Aset Lainnya 6.907.115.475,32 4.815.132.975,32

Dana Yg Hrs Disediakan Utk Pemb. Utang Jk Panjang 0,00 0,00 Jumlah Ekuitas Dana Investasi 588.553.982.161,60 573.360.117.924,19 3 Ekuitas Dana Yang Dicadangkan Diinvestasikan dalam Dana Cadangan 0,00 0,00 Jumlah Ekuitas Dana Cadangan 0,00 0,00 EKUITAS DANA BERSIH 638.928.265.624,19 610.107.111.884,02 TOTAL PASIVA 640.181.396.094,19 610.149.589.597,02 NIP. 610 006 062 Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan Denpasar, 10 Juli 2007 SEKRETARIS DAERAH LOMBOK BARAT DRS. H. L. SERINATA, MM 5 Anggaran Realisasi Selisih (Rp) (Rp) (Rp) A PENDAPATAN I PENDAPATAN ASLI DAERAH 1 Pendapatan Pajak Daerah 21.021.236.300,00 19.346.707.839,90 1.674.528.460,10 2 Pendapatan Retribusi Daerah 5.971.715.500,00 5.498.783.313,54 472.932.186,46 3 2.471.725.697,00 2.092.812.365,00 378.913.332,00 4 Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah 2.269.795.000,00 5.451.620.177,27 (3.181.825.177,27) 5 Jumlah Pendapatan Asli Daerah ( 1 s/d 4 ) 31.734.472.497,00 32.389.923.695,71 (655.451.198,71) II PENDAPATAN TRASFER TRANSFER PEMERINTAH PUSAT-DANA PERIMBANGAN 6 Dana Bagi Hasil Pajak 18.988.141.176,00 20.829.477.104,00 (1.841.335.928,00) 7 Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam 9.320.311.170,00 5.839.589.764,00 3.480.721.406,00 8 Dana Alokasi Umum 372.238.000.000,00 372.238.000.000,00 0,00 9 Dana Alokasi Khusus 34.785.000.000,00 33.733.000.000,00 1.052.000.000,00 10 Jumlah Pendapatan Transfer Dana Perimbangan ( 6 s/d 9 435.331.452.346,00 432.640.066.868,00 2.691.385.478,00 TRANSFER PEMERINTAH PUSAT-LAINNYA 11 Dana Otonomi Khusus 0,00 0,00 0,00 12 Dana Penyesuaian 0,00 0,00 0,00 13 Jumlah Pendapatan Transfer Pemerintah Pusat Lainnya ( 11 s/d 12 ) 0,00 0,00 0,00 TRANSFER PEMERINTAH PROVINSI 14 Pendapatan Bagi Hasil Pajak 6.369.252.267,00 8.976.330.205,00 (2.607.077.938,00) 15 Pendapatan Bagi Hasil Lainnya 3.324.244.900,00 3.329.925.312,34 (5.680.412,34) 16 Jumlah Transfer Pemerintah Provinsi ( 14 s/d 15 ) 9.693.497.167,00 12.306.255.517,34 (2.612.758.350,34) 17 Total Pendapatan Transfer ( 10 + 13 + 16 ) 445.024.949.513,00 444.946.322.385,34 78.627.127,66 III LAIN-LAIN PAD YANG SAH 18 Pendapatan Hibah 0,00 0,00 0,00 19 Pendapatan Dana Darurat 0,00 0,00 0,00 20 Kompensasi PPh Pasal 21 900.000.000,00 900.000.000,00 0,00

21 Jumlah Lain-lain Pendapatan yang sah (r s/d t) 900.000.000,00 900.000.000,00 0,00 22 JUMLAH PENDAPATAN ( 5 + 17 + 21 ) 477.659.422.010,00 478.236.246.081,05 (576.824.071,05) B BELANJA I BELANJA OPERASI 23 - Belanja Pegawai 269.209.804.715,51 241.642.699.457,00 27.567.105.258,51 24 - Belanja Barang 149.611.177.816,73 142.915.809.464,00 6.695.368.352,73 25 - Bunga 0,00 0,00 0,00 26 - Subsidi 0,00 0,00 0,00 27 - Hibah 0,00 0,00 0,00 28 Bantuan Sosial 2.480.000.000,00 2.462.976.000,00 17.024.000,00 29 Jumlah Belanja Operasi ( 23 s/d 28 ) 421.300.982.532,24 387.021.484.921,00 34.279.497.611,24 II 30 - Belanja Tanah 5.933.300.000,00 5.681.275.300,00 252.024.700,00 31 - Belanja Peralatan dan Mesin 30.102.539.732,00 28.937.489.030,00 1.165.050.702,00 32 - Belanja Gedung dan Bangunan 19.506.172.464,00 19.325.715.045,00 180.457.419,00 33 - Belanja Jalan, Irigasi dan Jaringan 5.684.403.798,41 5.649.012.000,00 35.391.798,41 34 - Belanja Aset Tetap Lainnya 1.305.125.000,00 1.292.557.438,00 12.567.562,00 35 - Belanja Aset Lainnya 0,00 0,00 0,00 36 Jumlah Belanja Modal ( 30 s/d 35 ) 62.531.540.994,41 60.886.048.813,00 1.645.492.181,41 III 37 - Belanja Tak Terduga 1.891.763.641,61 606.835.000,00 1.284.928.641,61 38 Jumlah Belanja Tak Terduga ( 37 s/d 37 ) 1.891.763.641,61 606.835.000,00 1.284.928.641,61 39 JUMLAH BELANJA ( 29 + 36 + 38 ) 485.724.287.168,26 448.514.368.734,00 37.209.918.434,26 C TRANSFER BAGI HASIL DAN BANTUAN KEUANGAN 40 Bagi Hasil Restribusi 969.976.152,00 924.315.759,00 45.660.393,00 41 Bagi Hasil Pendapatan Lainnya/Bantuan Keuangan 12.829.702.200,00 12.730.450.550,95 99.251.649,05 42 JUMLAH TRANSFER / BAGI HASIL KE DESA ( 40 S/D 41 ) 13.799.678.352,00 13.654.766.309,95 144.912.042,05 43 JUMLAH BELANJA DAN TRANSFER ( 39 + 42 ) 499.523.965.520,26 462.169.135.043,95 37.354.830.476,31 44 SURPLUS / DEFISIT ( 22 - 43 ) (21.864.543.510,26) 16.067.111.037,10 (37.931.654.547,36) Pendapatan Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahka BELANJA MODAL BELANJA TAK TERDUGA Homepage : http://pemda_lobar.tripod.com/ PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK BARAT LAPORAN REALISASI ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA Untuk Tahun Yang Berakhir Sampai Dengan Tanggal 31 Desember 2006 dan 2005 No Uraian PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK BARAT SEKRETARIAT DAERAH Jl. Soekarno Hatta Gerung Telp. (0370) 681673, FAX (0370) 632149 KODE POS : 83126

E-mail : KPDE-LOBAR@mataram.wasantara.net.id 6 Anggaran Realisasi Selisih No Uraian (Rp) (Rp) (Rp) D PEMBIAYAAN I PENERIMAAN PEMBIAYAAN 45 Penggunaan SiLPA 26.814.543.510,26 26.814.543.510,26 0,00 46 Pencairan Dana Cadangan 0,00 0,00 0,00 47 Hasil Penjualan Kekayaan Daerah Yang Dipisahkan 0,00 0,00 0,00 48 Pinjaman Dalam Negeri - Pemerintah Pusat 0,00 0,00 0,00 49 Pinjaman Dalam Negeri - Pemerintah Daerah Lainnya 0,00 0,00 0,00 50 Pinjaman Dalam Negeri - Lembaga Keuangan Bank 0,00 0,00 0,00 51 Pinjaman Dalam Negeri - Lembaga Keuangan Bukan Bank 0,00 0,00 0,00 52 Pinjaman Dalam Negeri - Obligasi 0,00 0,00 0,00 53 Pinjaman Dalam Negeri - Lainnya 0,00 0,00 0,00 54 Penerimaan Kembali Pinjaman Kepada Perusahaan Negara 0,00 0,00 0,00 55 Penerimaan Kembali Pinjaman Kepada Perusahaan Daerah 0,00 0,00 0,00 56 Penerimaan Kembali Pinjaman Kepada Pemerintah Daerah Lainnya 2.000.000.000,00 753.837.950,00 1.246.162.050,00 57 Jumlah Penerimaan ( 45 s/d 56 ) 28.814.543.510,26 27.568.381.460,26 1.246.162.050,00 II PENGELUARAN PEMBIAYAAN 58 Pembentukan Dana Cadangan 0,00 0,00 0,00 59 Penyertaan Modal Pemerintah 6.950.000.000,00 6.950.000.000,00 0,00 60 Pembayaran Pokok Pinjaman Dalam Negeri - Pemerintah Pusat 0,00 0,00 0,00 61 Pembayaran Pokok Pinjaman Dalam Negeri - Pemerintah Daerah Lainnya 0,00 0,00 0,00 62 Pembayaran Pokok Pinjaman Dalam Negeri - Lembaga Keuangan Bank 0,00 0,00 0,00 63 Pembayaran Pokok Pinjaman Dalam Negeri - Lembaga Keuangan Bukan Bank 0,00 0,00 0,00 64 Pembayaran Pokok Pinjaman Dalam Negeri - Obligasi 0,00 0,00 0,00 65 Pembayaran Pokok Pinjaman Dalam Negeri - Lainnya 0,00 0,00 0,00 66 Pemberian Pinjaman Kepada Perusahaan Negara 0,00 0,00 0,00 67 Pemberian Pinjaman Kepada Perusahaan Daerah 0,00 0,00 0,00 68 Pemberian Pinjaman Kepada Pemerintah Daerah Lainnya 0,00 0,00 0,00 69 Jumlah Pengeluaran ( 58 s/d 68 ) 6.950.000.000,00 6.950.000.000,00 0,00 70 PEMBIAYAAN NETTO ( 57 - 69 ) 21.864.543.510,26 20.618.381.460,26 1.246.162.050,00 Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran ( 44 + 70 ) 36.685.492.497,36 (36.685.492.497,36) Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan NIP. 610 006 062 SEKRETARIS DAERAH LOMBOK BARAT DRS. H. L. SERINATA, MM Denpasar, 10 Juli 2007 7 2006 2005 (Rp) (Rp) A ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI I Arus Masuk Kas a Pendapatan Pajak Daerah 19.346.707.839,90 16.785.533.277,00 b Pendapatan Retribusi Daerah 5.498.783.313,54 4.846.808.797,84

c 2.092.812.365,00 2.060.903.335,00 d Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah 5.303.917.677,27 2.674.547.660,36 e Dana Bagi Hasil Pajak 20.829.477.104,00 19.771.790.029,00 f Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam 5.839.589.764,00 8.844.240.884,00 g Dana Alokasi Umum 372.238.000.000,00 243.894.000.000,00 h Dana Alokasi Khusus 33.733.000.000,00 12.590.000.000,00 j Dana Penyesuaian (kompensasi PPh Pasal 21) 900.000.000,00 11.270.000.000,00 k Bagi Hasil Pajak dan Bant. Keuangan dari Propinsi 8.976.330.205,00 6.844.406.576,00 l Bagi Hasil Lainnya dari Propinsi 3.329.925.312,34 1.012.616.200,00 TOTAL ARUS MASUK KAS 478.088.543.581,05 330.594.846.759,20 II Arus Keluar Kas - Belanja Pegawai 241.642.699.457,00 194.277.887.023,40 - Belanja Barang dan Jasa 142.915.809.464,00 70.128.263.053,00 - Bantuan Sosial 2.462.976.000,00 810.000.000,00 - Belanja Tak Tersangka 606.835.000,00 555.800.000,00 - Bagi Hasil Retribusi 924.315.759,00 1.188.191.098,00 - Bagi Hasil Pendapatan Lainnya 12.730.450.550,95 7.864.265.200,00 Jumlah Arus Keluar Kas 401.283.086.230,95 274.824.406.374,40 Arus Kas Bersih dari Aktivitas Operasi ( I - II) 76.805.457.350,10 55.770.440.384,80 B I Arus Masuk Kas 1 Pendapatan Penjualan atas Aset Tetap 147.702.500,00 467.108.000,00 Jumlah arus masuk Kas 147.702.500,00 467.108.000,00 II Arus Keluar Kas 1 Belanja Tanah 5.681.275.300,00 2.751.661.200,00 Belanja Peralatan dan Mesin 28.937.489.030,00 6.593.557.725,00 Belanja Gedung dan Bangunan 19.325.715.045,00 26.214.906.500,00 Belanja Jalan, Irigasi, dan Jaringan 5.649.012.000,00 1.382.237.000,00 Belanja Aset Tetap Lainnya 1.292.557.438,00 193.434.000,00 Jumlah arus keluar kas 60.886.048.813,00 37.135.796.425,00 (60.738.346.313,00) (36.668.688.425,00) Pendapatan Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI ASET NON KEUANGAN Arus Kas Bersih dari Aktivitas Investasi Aset NonKeuangan (I - II) Homepage : http://pemda_lobar.tripod.com/ PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK BARAT LAPORAN ARUS KAS Untuk Tahun Yang Berakhir Sampai Dengan Tanggal 31 Desember 2006 dan 2005 No Uraian PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK BARAT SEKRETARIAT DAERAH Jl. Soekarno Hatta Gerung Telp. (0370) 681673, FAX (0370) 632149 KODE POS : 83126 E-mail : KPDE-LOBAR@mataram.wasantara.net.id 8

2006 2005 (Rp) (Rp) No Uraian C ARUS KAS DARI AKTIVITAS PEMBIAYAAN I Arus Masuk Kas 1 753.837.950,00 2.997.983.555,00 Transfer Operasional BKBKS 0,00 0,00 Jumlah arus masuk kas dari aktivitas pembiayaan 753.837.950,00 2.997.983.555,00 II Arus Keluar Kas 1 Penyertaan Modal Pemda 6.950.000.000,00 3.750.000.000,00 Jumlah arus keluar kas dari aktivitas pembiayaan 6.950.000.000,00 3.750.000.000,00 Arus Kas Bersih dari Aktivitas Pembiayaan (I - II) (6.196.162.050,00) (752.016.445,00) D ARUS KAS DARI AKTIVITAS NON ANGGARAN I Arus Masuk Kas 1 Penerimaan Perhitungan Fihak Ketiga (PFK) 37.229.621.168,00 23.771.959.924,55 II Arus Keluar Kas 1 Pengeluaran Perhitungan Fihak Ketiga (PFK) 36.961.013.661,00 23.756.376.290,55 Arus Kas Bersih dari Aktivitas Non Anggaran (I - II) 268.607.507,00 15.583.634,00 10.139.556.494,10 18.365.319.148,80 Saldo Awal Kas di BUD 26.658.700.649,26 8.093.080.836,21 Saldo Awal Kas di Bendahara Pengeluaran 198.320.574,00 399.020.488,25 Saldo Awal Kas di Bendahara Penerimaan 399.250,00 0,00 Saldo Akhir Kas di BUD 35.909.001.465,36 26.658.700.649,26 Saldo Akhir Kas di Bendahara Pengeluaran 1.087.975.502,00 198.320.574,00 Saldo Akhir Kas di Bendahara Penerimaan 0,00 399.250,00 Saldo akhir kas (31 Desember 2006 & 2005) 36.996.976.967,36 26.857.420.473,26 Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan Kenaikan / (Penurunan) Kas Penerimaan Kembali Dana Bergulir dari Dinas Koperasi NIP. 610 006 062 Denpasar, 10 Juli 2007 SEKRETARIS DAERAH LOMBOK BARAT DRS. H. L. SERINATA, MM 9 PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK BARAT SEKRETARIAT DAERAH Jl. Soekarno Hatta Gerung Telp. (0370) 681673, FAX (0370) 632149 KODE POS : 83126 E-mail : KPDE-LOBAR@mataram.wasantara.net.id Homepage : http://pemda_lobar.tripod.com/ CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN A. KEBIJAKAN AKUNTANSI 1. Entitas Pelaporan Keuangan Daerah Entitas pelaporan adalah unit pemerintahan yang terdiri dari satu atau lebih entitas akuntansi yang menurut ketentuan peraturan perundang-undangan wajib menyampaikan laporan pertanggungjawaban berupa laporan keuangan. Dalam tahun 2006, entitas akuntansi dan entitas pelaporan masih tersentralisasi pada Bagian

Keuangan Sekretariat Daerah Kab. Lombok Barat. Menyusul akan diberlakukannya Permendagri No. 13 Tahun 2006, direncanakan entitas akuntansi akan diberlakukan pada 14 (empat belas) dinas, 2 (dua) sekretariat, 7 (tujuh) badan, 6 (enam) kantor, dan 15 (lima belas) unit kerja kecamatan. Sehingga pelaporan keuangan di masa mendatang akan merupakan konsolidasian dari laporan keuangan entitas-entitas akuntansi tersebut di atas. 2. Basis Akuntansi yang Mendasari Penyusunan Laporan Keuangan Basis akuntansi yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan Kabupaten Lombok Barat tahun 2006 adalah sebagai berikut: a. Basis Kas (cash basis) untuk penyusunan Laporan Realisasi Anggaran dan Laporan Arus Kas Pendapatan diakui pada saat kas diterima di Rekening Kas Umum Daerah dan belanja diakui pada saat kas dikeluarkan dari Rekening Kas Umum Daerah. b. Basis Akrual (accrual basis) untuk penyusunan Neraca Aset, kewajiban dan ekuitas dana diakui dan dicatat pada saat terjadinya transaksi atau pada saat kejadian atau kondisi lingkungan berpengaruh pada keuangan pemerintah, tanpa memperhatikan saat kas atau setara kas diterima atau dibayar. 3. Basis Pengukuran yang Mendasari Penyusunan Laporan Keuangan Pengukuran adalah proses penetapan nilai uang untuk mengakui dan memasukkan setiap pos dalam laporan keuangan. Pengukuran pos-pos dalam laporan keuangan menggunakan nilai 10 perolehan historis. Aset dicatat sebesar pengeluaran kas dan setara kas atau sebesar nilai wajar dari imbalan yang diberikan untuk memperoleh aset tersebut. Kewajiban dicatat sebesar nilai nominal. Pengukuran pos-pos laporan keuangan menggunakan mata uang rupiah. Transaksi yang menggunakan mata uang asing dikonversikan terlebih dahulu dan dinyatakan dalam mata uang rupiah. Pada tanggal neraca pos-pos Monetary Account disesuaikan dengan kurs tengah Bank Indonesia. Nilai lebih atau kurang antara kurs tanggal neraca dengan kurs tanggal transaksi dibukukan sebagai penambah (pengurang) ekuitas dana. 4. Penerapan Kebijakan Akuntansi Berkaitan dengan Ketentuan yang Ada dalam Standar Akuntansi Pemerintah Berdasarkan PP Nomor 24 Tahun 2005 tentang SAP, penerapan SAP dalam Laporan keuangan pemerintah diberlakukan efektif untuk pelaporan keuangan tahun anggaran 2005. Dalam rangka penerapan SAP tersebut, maka beberapa penyesuaian telah dilakukan antara lain: pengklasifikasian dan pengelompokan penyajian pos-pos pada Neraca, Laporan Realisasi Anggaran, dan Laporan Arus Kas. Pemilihan metode penilaian dan pencatatan Investasi Permanen, serta pemberlakuan penyusutan aset untuk menggambarkan terjadinya penurunan nilai. Secara rinci, kebijakan akuntansi yang diterapkan terkait dengan penyusunan Laporan Keuangan tahun 2006 adalah sebagai berikut: a. NERACA 1) ASET LANCAR Aset lancar adalah kas dan sumber daya lainnya yang diharapkan dapat dicairkan menjadi kas, dijual atau dipakai habis dalam 1 (satu) periode akuntansi. Aset lancar terdiri dari Kas di Kas Daerah, Kas di Bendahara Pengeluaran, Kas di Bendahara Penerimaan, Piutang Pajak, Bagian Lancar Tuntutan Ganti Rugi (TGR), Piutang Lainnya dan Persediaan. a) Kas di Kas Daerah Kas adalah uang tunai dan saldo simpanan di bank yang setiap saat dapat digunakan

untuk membiayai kegiatan pemerintahan. Kas di Kas Daerah merupakan saldo kas pemerintah Kabupaten Lombok Barat yang berada di rekening Kas Daerah pada Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Barat dan Bank BTN Mataram. Kas Daerah dicatat sebesar nilai nominal artinya disajikan sebesar nilai rupiahnya. Apabila terdapat 11 kas dalam valuta asing, dikonversi menjadi rupiah menggunakan kurs tengah bank sentral pada tanggal neraca. b) Kas di Bendahara Pengeluaran Kas di Bendahara Pengeluaran merupakan kas yang menjadi tanggung jawab/ dikelola oleh Bendahara Pengeluaran yang berasal dari sisa uang muka kerja (UUDP) yang belum disetor ke kas daerah per tanggal neraca dan pungutan pajak yang belum disetor ke kas negara. Saldo kas mencakup seluruh saldo rekening Bendahara Pengeluaran di bank, uang logam, uang kertas dan lain-lain kas. Kas di Bendahara Pengeluaran dicatat sebesar nilai nominal artinya disajikan sebesar nilai rupiahnya. Apabila terdapat kas dalam valuta asing, dikonversi menjadi rupiah menggunakan kurs tengah bank sentral pada tanggal neraca. c) Kas di Bendahara Penerimaan Kas di Bendahara Penerimaan mencakup seluruh kas, baik itu saldo rekening di bank maupun saldo uang tunai, yang berada di bawah tanggung jawab bendahara penerimaan yang sumbernya berasal dari pelaksanaan tugas pemerintahan dari bendahara penerimaan yang bersangkutan. Saldo kas ini mencerminkan saldo yang berasal dari pungutan yang sudah diterima oleh bendahara penerimaan dari setoran para wajib pajak/retribusi yang belum disetorkan ke kas daerah. Kas di Bendahara Penerimaan dicatat sebesar nilai nominal artinya disajikan sebesar nilai rupiahnya. Apabila terdapat kas dalam valuta asing, dikonversi menjadi rupiah menggunakan kurs tengah bank sentral pada tanggal neraca. d) Piutang Pajak Piutang pajak adalah merupakan piutang atas pajak-pajak daerah yang dicatat berdasarkan surat ketetapan pajak yang pembayarannya belum diterima. Piutang pajak dicatat sebesar nilai nominal yaitu sebesar nilai rupiah pajak-pajak yang belum dilunasi. e) Bagian Lancar Tuntutan Ganti Rugi (TGR) Bagian Lancar Tuntutan Ganti Rugi merupakan reklasifikasi lain-lain aset yang berupa TGR ke dalam aset lancar disebabkan adanya TGR jangka panjang yang jatuh tempo tahun berikutnya. Bagian Lancar Tuntutan Ganti Rugi dicatat sebesar nilai nominal yaitu sejumlah rupiah Tuntutan Ganti Rugi yang akan diterima dalam waktu satu tahun. Dokumen sumber TGR adalah Surat Keputusan yang dikeluarkan Mejelis Pembebanan 12 TP/TGR. Dalam hal Surat Keputusan tersebut terlambat atau tidak diterbitkan, dokumen sumber untuk Piutang TGR diperoleh dari hasil pemeriksaan APFP. f) Piutang Lainnya Akun Piutang Lainnya digunakan untuk mencatat transaksi yang berkaitan dengan pengakuan piutang di luar Bagian Lancar Tuntutan Ganti Rugi dan Piutang Pajak. Piutang Lainnya dicatat sebesar nilai nominal yaitu sebesar nilai rupiah piutang yang belum dilunasi. g) Persediaan Persediaan adalah aset dalam bentuk barang atau perlengkapan (supplies) yang

diperoleh dengan maksud untuk mendukung kegiatan operasional pemerintah dan barang-barang yang dimaksudkan untuk dijual dan/atau diserahkan dalam rangka pelayanan kepada masyarakat dalam waktu 12 (dua belas) bulan dari tanggal pelaporan. Saldo persediaan adalah jumlah persediaan yang masih ada pada tanggal neraca. Persediaan dicatat sebesar biaya perolehan apabila diperoleh dengan pembelian, biaya standar apabila diperoleh dengan memproduksi sendiri dan nilai wajar apabila diperoleh dengan cara lainnya seperti donasi/rampasan. 2) INVESTASI PERMANEN Investasi permanen adalah investasi jangka panjang yang dimaksudkan untuk dimiliki secara berkelanjutan. Bentuk investasi permanen antara lain Penyertaan Modal Pemerintah Daerah dan Investasi Permanen Lainnya. a) Penyertaan Modal Pemerintah Daerah Penyertaan Modal Pemerintah Daerah menggambarkan jumlah yang dibayar oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Barat untuk penyertaan modal dalam perusahaan negara/daerah. Penyertaan modal pemerintah dicatat sebesar harga perolehan jika kepemilikan kurang dari 20% dan tidak memiliki kendali yang signifikan. Kepemilikan kurang dari 20% tetapi memiliki kendali yang signifikan dan kepemilikan 51% atau lebih dicatat secara proporsional dari nilai ekuitas yang tercantum dalam laporan keuangan perusahaan/lembaga yang dimaksud. Untuk pencatatan dengan metode ekuitas, nilai penyertaan modal pemerintah daerah dihitung dari nilai ekuitas yang ada di laporan keuangan perusahaan yang bersangkutan dikalikan dengan persentase kepemilikan. 13 b) Investasi Permanen Lainnya – Dana Bergulir Investasi permanen lainnya adalah investasi permanen yang tidak dapat dimasukkan ke dalam kategori Penyertaan Modal Pemerintah. Investasi Dana Bergulir merupakan dana yang dipinjamkan kepada kelompok masyarakat untuk ditarik kembali setelah jangka waktu tertentu dan kemudian disalurkan kembali. Investasi permanen lainnya dicatat sebesar harga perolehan termasuk biaya tambahan lainnya yang terjadi untuk memperolehnya. Investasi Dana Bergulir dinilai sebesar jumlah nilai bersih yang dapat direalisasikan (Net Realizable Value). 3) ASET TETAP Aset tetap adalah aset berwujud yang mempunyai masa manfaat lebih dari 12 (dua belas) bulan untuk digunakan dalam kegiatan pemerintah atau dimanfaatkan oleh masyarakat umum. Perkiraan aset tetap terdiri dari Tanah, Peralatan dan Mesin, Gedung dan Bangunan, Jalan, Irigasi, dan Jaringan, Aset Tetap Lainnya, Konstruksi Dalam Pengerjaan, dan Akumulasi Penyusutan. Biaya pemeliharaan untuk mempertahankan kondisi aset agar tetap dapat digunakan tidak dikapitalisir ke dalam nilai aktiva yang bersangkutan, sedangkan biaya rehabilitasi yang menambah umur dan manfaat dikapitalisir ke dalam nilai aktiva yang bersangkutan. Dalam tahun 2006, penambahan aset yang dicatat dalam neraca adalah realisasi belanja dari masing-masing dinas. Hal ini dikarenakan Bagian Umum Setda Kabupaten Lombok Barat sampai dengan diterbitkannya neraca tahun 2006 belum melakukan inventarisasi atas aset yang dimiliki oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Barat. a) Tanah Tanah yang dikelompokkan dalam aset tetap adalah tanah yang dimiliki atau diperoleh dengan maksud untuk digunakan dalam kegiatan operasional pemerintah dan dalam kondisi

siap digunakan. Dalam akun tanah termasuk tanah yang digunakan untuk bangunan, jalan, irigasi dan jaringan. Tanah diakui sebagai aset pada saat diterima dan terjadi perpindahan hak kepemilikan dengan nilai historis, yaitu harga perolehan. Biaya ini meliputi harga pembelian serta biaya untuk memperoleh hak, biaya yang berhubungan dengan pengukuran dan penimbunan. Jika tidak tersedia data secara memadai, maka tanah dicatat dengan estimasi harga perolehan. b) Peralatan dan Mesin Peralatan dan mesin mencakup antara lain: alat berat; alat angkutan; alat bengkel dan alat ukur; alat pertanian; alat kantor dan rumah tangga; alat studio, komunikasi dan pemancar; alat kedokteran dan kesehatan; alat laboratorium; alat persenjataan; komputer; alat 14 eksplorasi; alat pemboran; alat produksi, pengolahan dan pemurnian; alat bantu eksplorasi; alat keselamatan kerja; alat peraga; dan unit peralatan proses produksi yang masa manfaatnya lebih dari 12 (dua belas) bulan dan dalam kondisi siap digunakan. Peralatan dan mesin dicatat sebagai aset pemerintah pada saat diterima dan terjadi perpindahan hak kepemilikan. Peralatan dan mesin dicatat dengan nilai historis, yaitu harga perolehan. Harga perolehan peralatan dan mesin yang dibangun dengan cara swakelola meliputi biaya langsung (tenaga kerja, bahan baku) dan biaya tidak langsung (perencanaan, pengawasan, perlengkapan, sewa peralatan dan biaya lain) yang dikeluarkan hingga aset tersebut siap digunakan. Bila tidak terdapat data tentang nilai historisnya, maka nilai peralatan dan mesin dicatat berdasarkan atas harga perolehan yang diestimasikan oleh instansi teknis terkait. Peralatan dan mesin yang berasal dari hibah dinilai berdasarkan nilai wajar dari harga pasar atau harga gantinya. c) Gedung dan Bangunan Gedung dan Bangunan mencakup seluruh gedung dan bangunan yang dibeli atau dibangun dengan maksud untuk digunakan dalam kegiatan operasional pemerintah dan dalam kondisi siap digunakan. Gedung dan Bangunan di neraca meliputi antara lain bangunan gedung; monumen; bangunan menara; dan rambu-rambu. Gedung dan bangunan dicatat sebagai aset pemerintah pada saat diterima dan terjadi peralihan hak kepemilikan. Gedung dan bangunan dicatat dengan nilai historis, harga perolehan. Harga perolehan gedung dan bangunan yang dibangun secara swakelola meliputi biaya langsung (tenaga kerja, bahan baku) dan biaya tidak langsung (perencanaan, pengawasan, perlengkapan, sewa peralatan, dan biaya lain) yang dikeluarkan hingga aset tersebut siap digunakan. Bila tidak terdapat data tentang nilai historisnya, maka nilai gedung dan bangunan dicatat berdasarkan atas harga perolehan yang diestimasikan. d) Jalan, Irigasi, dan Jaringan Jalan, irigasi dan jaringan mencakup jalan, irigasi dan jaringan yang dibangun oleh pemerintah serta dikuasai oleh pemerintah dan dalam kondisi siap digunakan. Jalan, irigasi dan jaringan di neraca antara lain meliputi jalan dan jembatan; bangunan air; instalasi; jaringan listrik, jaringan telepon, dan jaringan lainnya. Akun ini tidak mencakup tanah yang diperoleh untuk pembangunan jalan, irigasi dan jaringan. Jalan, Irigasi, Jaringan dicatat sebagai aset pemerintah saat diterima dan terjadi perpindahan hak kepemilikan dengan nilai historis/perolehan, yaitu harga perolehan. Harga perolehan jalan, irigasi, jaringan yang dibangun dengan cara swakelola meliputi biaya langsung ( Tenaga kerja, bahan baku ) dan biaya tidak langsung (perencanaan, pengawasan, perlengkapan, sewa peralatan, dan biaya 15 lain) yang dikeluarkan hingga aset tersebut siap digunakan. Bila tidak terdapat data tentang nilai historisnya, maka nilai Jalan, Irigasi, Jaringan dicatat berdasarkan atas harga

perolehan yang diestimasikan. e) Aset Tetap Lainnya Aset tetap lainnya mencakup aset tetap yang tidak dapat dikelompokkan ke dalam kelompok aset tetap di atas, yang diperoleh dan dimanfaatkan untuk kegiatan operasional pemerintah dan dalam kondisi siap digunakan. Aset tetap lainnya di neraca antara lain meliputi koleksi perpustakaan/buku dan barang bercorak seni/budaya/olah raga. Aset tetap lainnya dicatat sebagai aset pemerintah pada saat diterima dan terjadi perpindahan hak kepemilikan. Aset tetap lainnya dicatat dengan nilai historis, harga perolehan. Harga perolehan aset tetap lainnya yang dibangun dengan cara swakelola meliputi biaya langsung (Tenaga kerja, bahan baku) dan biaya tidak langsung (perencanaan, pengawasan, perlengkapan, sewa peralatan, dan biaya lain) yang dikeluarkan hingga aset tersebut siap digunakan. Bila tidak terdapat data tentang nilai historisnya, maka nilai aset tetap lainnya dicatat berdasarkan atas harga perolehan yang diestimasikan. f) Konstruksi Dalam Pengerjaan Konstruksi dalam pengerjaan mencakup aset tetap yang sedang dalam proses pembangunan, yang pada tanggal neraca belum selesai dibangun seluruhnya. Konstruksi dalam pengerjaan dicatat senilai seluruh biaya yang diakumulasikan sampai dengan tanggal neraca dari semua jenis aset tetap dalam pengerjaan yang belum selesai dibangun. g) Akumulasi Penyusutan Akumulasi Penyusutan menggambarkan akumulasi jumlah penurunan nilai ekonomis aset tetap pada tanggal laporan keuangan. Dengan demikian penyusutan tidak dimaksudkan untuk mengukur besarnya biaya yang dikorbankan untuk memperoleh pendapatan ataupun keuntungan. 4) ASET LAINNYA Aset lainnya adalah aset pemerintah yang tidak dapat diklasifikasikan sebagai aset lancar, investasi jangka panjang, aset tetap dan dana cadangan. Aset lainnya antara lain terdiri dari Tagihan Penjualan Angsuran, Kemitraan dengan Pihak Ketiga dan Aset Lain-lain. a) Tagihan Penjualan Angsuran Tagihan penjualan angsuran menggambarkan jumlah yang dapat diterima dari penjualan aset pemerintah secara angsuran kepada pegawai pemerintah. Contoh tagihan penjualan angsuran antara lain adalah penjualan rumah dinas dan penjualan kendaraan dinas. Tagihan 16 penjualan angsuran dinilai sebesar nilai nominal dari kontrak/berita acara penjualan aset yang bersangkutan setelah dikurangi dengan angsuran yang telah dibayarkan oleh pegawai ke kas negara/kas daerah atau daftar saldo tagihan penjualan angsuran. b) Kemitraan dengan Pihak Ketiga Kemitraan dengan Pihak Ketiga menggambarkan nilai aset yang diserahkan pengelolaannya kepada pihak ketiga berdasarkan perjanjian dengan komitmen untuk melaksanakan kegiatan yang dikendalikan bersama. Perkiraan (akun) ini dicatat berdasarkan nilai aset yang diserahkan pengelolaannya kepada pihak ketiga. Aset yang dikontrakkan pengelolaannya berdasarkan kemitraan dengan pihak ketiga dinilai berdasarkan nilai perolehan. c) Aset Lain-lain Aset Lain-lain adalah aset-aset yang tidak dapat dikelompokkan ke dalam Aset Tak Berwujud, Tagihan Penjualan Angsuran, Tuntutan Ganti Rugi dan Kemitraan dengan Pihak Ketiga. Contoh dari aset lain-lain adalah aset tetap yang dihentikan dari penggunaan aktif pemerintah. Aset Lain-lain dicatat dengan nilai nominal dari aset yang bersangkutan. Untuk aset tetap yang diklasifikasikan ke dalam Aset Lain-lain, dicantumkan sebesar nilai

perolehannya. 5) KEWAJIBAN JANGKA PENDEK Kewajiban jangka pendek merupakan kewajiban yang diharapkan akan dibayar kembali atau jatuh tempo dalam waktu 12 (dua belas) bulan setelah tanggal neraca. Kewajiban ini mencakup Utang Perhitungan Fihak Ketiga (PFK), Utang Bunga, Bagian Lancar Utang Dalam Negeri – Pemerintah Pusat, dan Utang Jangka Pendek Lainnya. a) Utang Perhitungan Fihak Ketiga (PFK) Utang PFK merupakan utang yang timbul akibat pemerintah belum menyetor kepada pihak lain atas pungutan/potongan PFK dari Surat Perintah Membayar Uang (SPMU) atau dokumen lain yang dipersamakan. Pungutan/potongan PFK dapat berupa potongan/pungutan Iuran Taspen, Bapertarum, Askes, juga termasuk pajak-pajak pusat. Perkiraan ini dicatat sejumlah yang sama dengan jumlah yang dipungut/dipotong berdasarkan nilai nominal. b) Bagian Lancar Utang Jangka Panjang Bagian Lancar Utang jangka panjang merupakan bagian dari utang jangka panjang yang akan jatuh tempo dan diharapkan akan dibayar dalam waktu 12 (dua belas) bulan setelah tanggal neraca. Akun ini diakui pada saat melakukan reklasifikasi pinjaman jangka panjang 17 pada setiap akhir periode akuntansi. Nilai yang dicantumkan di neraca untuk bagian lancar utang jangka panjang adalah sebesar jumlah yang akan jatuh tempo dalam waktu 12 (dua belas) bulan setelah tanggal neraca. Utang dalam valuta asing dikonversikan ke rupiah berdasarkan nilai tukar (kurs tengah Bank Indonesia) pada tanggal transaksi. c) Hutang Jangka Pendek Lainnya Hutang jangka pendek lainnya, yang tidak dapat digolongkan ke dalam salah satu hutang jangka pendek diatas, adalah kewajiban yang harus dilunasi oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Barat dan penambahan aset yang diperoleh dari penerimaan hak yang belum saatnya diterima dan akan dipertanggungjawabkan kemudian. Hutang jangka pendek lainnya dibukukan sebesar nilai nominal. 6) KEWAJIBAN JANGKA PANJANG Kewajiban jangka panjang merupakan kewajiban yang diharapkan akan dibayar kembali atau jatuh tempo dalam waktu lebih dari 12 (dua belas) bulan setelah tanggal neraca. Kewajiban jangka panjang digunakan untuk membiayai pembangunan prasarana yang merupakan aset daerah yang dapat menghasilkan penerimaan (baik langsung maupun tidak langsung) untuk pembayaran kembali pinjaman, serta memberikan manfaat bagi pelayanan masyarakat. 7) EKUITAS DANA Ekuitas Dana merupakan pos pada neraca pemerintah yang menampung selisih antara aset dan kewajiban pemerintah. Pos Ekuitas Dana terdiri dari tiga kelompok, yaitu Ekuitas Dana Lancar, Ekuitas Dana Investasi, dan Ekuitas Dana Cadangan. a) EKUITAS DANA LANCAR Ekuitas Dana Lancar merupakan selisih antara aset lancar dengan kewajiban jangka pendek. Kelompok Ekuitas Dana Lancar antara lain terdiri dari Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran/SILPA, Pendapatan yang Ditangguhkan, Cadangan Piutang, Cadangan Persediaan dan Dana yang harus disediakan untuk pembayaran utang jangka pendek. b) EKUITAS DANA INVESTASI Ekuitas Dana Investasi mencerminkan kekayaan pemerintah yang tertanam dalam investasi jangka panjang, aset tetap dan aset lainnya, dikurangi dengan kewajiban jangka panjang. Pos ini terdiri dari:

(1) Diinvestasikan dalam Investasi Jangka Panjang, yang merupakan akun lawan dari Investasi Jangka Panjang. (2) Diinvestasikan dalam Aset Tetap, yang merupakan akun lawan dari Aset Tetap. 18 (3) Diinvestasikan dalam Aset Lainnya, yang merupakan akun lawan Aset Lainnya. (4) Dana yang Harus Disediakan untuk Pembayaran Utang Jangka Panjang, yang merupakan akun lawan dari seluruh Utang Jangka Panjang. c) EKUITAS DANA CADANGAN Ekuitas Dana Cadangan mencerminkan kekayaan pemerintah yang dicadangkan untuk tujuan tertentu sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Akun ini merupakan akun lawan dari Dana Cadangan. Saldo perkiraan ini disajikan sebesar dana yang diinvestasikan dalam dana cadangan. b. LAPORAN REALISASI ANGGARAN 1) Pendapatan Pendapatan adalah semua penerimaan Kas Daerah dalam periode tahun anggaran yang menjadi hak daerah. Pendapatan diakui atas dasar kas, yaitu pada saat diterima pada Kas Daerah. Pencatatan pendapatan berdasarkan azas bruto yaitu mencatat penerimaan bruto dan tidak diperbolehkan mencatat jumlah neto (setelah dikompensasikan dengan pengeluaran). Pendapatan diklasifikasikan menurut sumber antara lain : Pendapatan Asli Daerah, Pendapatan Transfer, dan Lain-lain Pendapatan yang Sah. Pengembalian atau koreksi atas pendapatan yang terjadi pada periode penerimaan pendapatan maupun periode sebelumnya, dicatat sebagai pengurang pendapatan. 2) Belanja Belanja adalah semua pengeluaran Kas Daerah dalam periode tahun anggaran yang menjadi beban daerah. Belanja diakui atas dasar kas, yaitu pada saat terjadinya pengeluaran dari Kas Daerah. Belanja diklasifikasikan sesuai SAP yaitu : belanja operasi, belanja modal, belanja tak terduga dan belanja bagi hasil – transfer. Belanja Operasi diklasifikasikan atas : belanja pegawai, belanja barang dan jasa, belanja bunga, belanja subsidi, belanja hibah dan belanja bantuan sosial. Belanja modal diklasifikasikan atas : belanja tanah, belanja peralatan & mesin, belanja gedung & bangunan, belanja jalan, irigasi & jaringan, belanja aset tetap lainnya dan belanja aset lainnya. 3) Pembiayaan Pembiayaan adalah seluruh transaksi keuangan pemerintah daerah yang memerlukan pembayaran kembali dari pemerintah daerah dan penerimaan kembali dari pemerintah daerah. Pembiayaan dimaksudkan untuk memberikan gambaran sumber-sumber dana yang diperoleh untuk menutup defisit anggaran atau pengunaan dana yang dilakukan apabila terjadi surplus anggaran. 19 c. LAPORAN ARUS KAS Laporan Arus Kas adalah laporan yang menyajikan informasi penerimaan dan pengeluaran kas selama tahun anggaran 2006 yang diklasifikasikan berdasarkan Aktivitas Operasi, Aktivitas Investasi Aset Non-keuangan, Aktivitas Pembiayaan dan Aktivitas Non-anggaran. Tujuan pelaporan arus kas adalah memberikan informasi mengenai sumber, penggunaan, perubahan kas dan setara kas selama tahun anggaran 2006 dan saldo kas dan setara kas pada tanggal 31 Desember 2006. Metode penyusunan Laporan Arus Kas adalah Metode Langsung yaitu dilakukan dengan cara menyajikan kelompok-kelompok penerimaan dan pengeluaran kas dari aktivitas operasi secara lengkap, dilanjutkan dengan kegiatan aktivitas investasi aset non-keuangan, dan pembiayaan serta

non anggaran. Susunan dan isi Laporan Arus Kas terdiri dari 4 (empat) bagian, yaitu : 1) Arus Kas dari Aktivitas Operasi Arus kas bersih aktivitas operasi merupakan indikator yang menunjukkan kemampuan operasi pemerintah dalam menghasilkan kas yang cukup untuk membiayai aktivitas operasionalnya di masa yang akan datang tanpa mengandalkan sumber pendanaan dari luar. Arus masuk kas terdiri dari : rincian Pendapatan Asli Daerah, rincian Pendapatan Transfer, rincian Lain-lain Pendapatan yang Sah. Sedangkan Arus Keluar terdiri dari : rincian Belanja Pegawai, Belanja Barang, Bantuan Sosial, Belanja Tak Tersangka, dan Belanja Bagi Hasil – transfer. 2) Arus Kas dari Aktivitas Investasi Aset non-Keuangan Arus kas dari aktivitas investasi aset non keuangan mencerminkan penerimaan dan pengeluaran kas bruto dalam rangka perolehan dan pelepasan sumber daya ekonomi yang bertujuan untuk meningkatkan dan mendukung pelayanan pemerintah kepada masyarakat di masa yang akan datang. Arus masuk kas dari aktivitas investasi dari hasil penjualan aset tetap dan aset lainnya. Sedangkan Arus keluar kas dari aktivitas investasi adalah belanja pembelian aset tetap dan aset lainnya. 3) Arus Kas dari Aktivitas Pembiayaan Arus kas dari aktivitas pembiayaan mencerminkan penerimaan dan pengeluaran kas bruto sehubungan dengan pendanaan defisit atau penggunaan surplus anggaran yang bertujuan untuk memprediksi klaim pihak lain terhadap arus kas pemerintah dan klaim pemerintah terhadap pihak lain di masa yang akan datang. Pembiayaan adalah seluruh transaksi keuangan pemerintah daerah baik penerimaan maupun pengeluaran yang dimaksudkan untuk menutup defisit anggaran dan atau memanfaatkan surplus 20 anggaran. Penerimaan pembiayaan dapat berasal dari pinjaman dan hasil divestasi. Sedangkan pengeluaran pembiayaan antara lain digunakan untuk penyertaan modal, pembayaran kembali pokok pinjaman. 4) Arus Kas dari Aktivitas Non Anggaran Arus kas dari aktivitas non anggaran mencerminkan penerimaan dan pengeluaran kas bruto yang tidak mempengaruhi anggaran pendapatan, belanja dan pembiayaan pemerintah. Arus kas dari aktivitas non-anggaran antara lain Perhitungan Fihak Ketiga (PFK) dan kiriman uang. PFK menggambarkan kas yang berasal dari jumlah dana yang dipotong dari Surat Perintah Membayar atau diterima secara tunai untuk pihak ketiga misalnya potongan Taspen dan Askes. Kiriman uang menggambarkan mutasi kas antar rekening kas umum negara/daerah. 21 B. Penjelasan Pos-Pos Laporan Keuangan 1. Pos-pos Neraca a. AKTIVA 1) AKTIVA LANCAR 31-12-2006 31-12-2005 a) Kas di Kas Daerah Rp35.909.001.465,36 Rp26.658.700.649,26 Jumlah tersebut merupakan saldo Kas Daerah Pemerintah Kabupaten Lombok Barat yang disimpan di PT Bank Nusa Tenggara Barat setelah dilakukan

rekonsiliasi dengan Buku Kas Umum tanggal 31 Desember 2006 dan 31 Desember 2005, dengan rincian sebagai berikut: Saldo Kas di Kas Daerah (Rp) No Uraian 31 Desember 2006 31 Desember 2005 1) No. Rek 21.03128.00-1 22.749.405.666,09 26.591.000.498,26 2) No. Rek 21.03197.00-8 66.044.911,00 48.503.996,00 3) No. Rek 21.03286.00-4 2.721.808.151.00 19.196.155,00 4) No. Rek 01-30-000061-7 10.371.742.737,27 0,00 Jumlah 35.909.001.465,36 26.658.700.649,52 31-12-2006 31-12-2005 b) Kas di Bendahara Pengeluaran Rp1.087.975.502,00 Rp198.320.574,00 Jumlah tersebut merupakan saldo Kas Daerah yang berada pada masing-masing Bendaharawan Pengeluaran unit kerja dalam lingkup Kabupaten Lombok Barat tanggal 31 Desember 2006 dan 31 Desember 2005, dengan rincian sebagai berikut: Saldo Kas di Pemegang Kas (Rp) No Uraian 31 Desember 2006 31 Desember 2005 1) Saldo UUDP 776.516.428,00 155.842.861,00 2) Pajak yang belum Disetor 311.459.074,00 42.477.713,00 Jumlah 1.087.975.502,00 198.320.574,00 Saldo Kas di Bendaharawan Pengeluaran tanggal 31 Desember 2005 telah disetorkan ke Kas Daerah dan Kas Negara dalam tahun 2006. 22 31-12-2006 31-12-2005 c) Kas di Bendahara Penerimaan Rp0,00 Rp399.250,00 Jumlah tahun 2005 tersebut merupakan saldo Kas atas Penerimaan Asli Daerah yang berada pada Bendaharawan Penerimaan Badan Diklat dan Litbang Kabupaten Lombok Barat tanggal 31 Desember 2005. 31-12-2006 31-12-2005 d) Piutang Pajak Rp2.449.730.149,23 Rp2.994.951.537,57 Jumlah tersebut merupakan saldo Piutang Pajak Hotel, Piutang Pajak Hiburan dan Piutang Pajak Restoran tanggal 31 Desember 2006 dan 31 Desember 2005. Rincian piutang pajak per 31 Desember 2006 adalah sebagai berikut: Uraian Jumlah (Rp) • Piutang Pajak Hotel 1.499.391.458,39 • Piutang Pajak Restoran 895.554.126,78 • Piutang Pajak Hiburan 54.784.564,06 • Saldo Piutang tanggal 31/12/06 2.449.730.149,23 31-12-2006 31-12-2005 e) Piutang Retribusi Rp11.430.500,00 Rp0,00 Jumlah tersebut merupakan saldo Piutang Retribusi Pasar Grosir tanggal 31 Desember 2006 dan 31 Desember 2005.

31-12-2006 31-12-2005 f) Bagian Lancar Tuntutan Ganti Rugi Rp3.716.557.293,00 Rp1.340.545.689,00 Jumlah tersebut merupakan saldo Bagian Lancar Tuntutan Ganti Rugi dari hasil audit Aparat Pengawasan Fungsional Badan Pengawas Daerah (Bawasda) Kabupaten Lombok Barat dan BPK Perwakilan di Denpasar tanggal 31 Desember 2006 dan 31 Desember 2005 yang diharapkan akan diterima dalam jangka waktu satu tahun. 31-12-2006 31-12-2005 g) Piutang Lain-lain Rp5.678.172.214,00 Rp2.040.000.000,00 Jumlah tersebut merupakan saldo Piutang Lain-lain tanggal 31 Desember 2006 dan 31 Desember 2005. Saldo Piutang lain-lain per 31 Desember 2006 adalah 23 sebagai berikut : No Uraian Jumlah (Rp) 1) Kontribusi PAD 56.000.000,00 2) Kelompok Tani 2.000.000.000,00 3) Piutang Pendapatan Dana DAK 1.052.000.000,00 4) Piutang PBB 1.133.496.156,00 5) Piutang BPHTB 23.347.626,00 6) Piutang PPh orang pribadi 646.638.802,00 7) Piutang usaha pangan-Diskop 754.517.647,00 8) Piutang dana bergulir-KIPP 12.171.983,00 Jumlah 5.678.172.214,00 Piutang Kontribusi PAD merupakan tunggakan kontribusi atas bantuan pinjaman untuk penyediaan listrik di daerah yang jauh dari jaringan sebagai upaya pemecahan masalah listrik pedesaan sesuai Naskah Perjanjian antara Tim Pembinaan dan Pengawasan Pengembangan Jaringan Listrik PLTD Sinar Abadi dengan Koperasi PLTD Sinar Abadi Nomor 540/55/DISTAM/2003 tanggal 2 Juni 2003. Jangka waktu pengembalian atas bantuan pinjaman tersebut selama 15 tahun dengan bunga 16% pertahun atau 4% per triwulanan. Pembayaran disetor sebelum tanggal 25 setiap awal triwulan terhitung mulai 3 (tiga) bulan setelah ditandatanganinya naskah perjanjian tersebut. Piutang Kelompok Tani merupakan pinjaman yang dikelola oleh Dinas Koperasi kepada kelompok tani, piutang tersebut akan dilunasi dalam tahun 2007. Piutang Pendapatan Dana DAK, Piutang PBB, Piutang BPHTB, Piutang PPh orang pribadi adalah transfer dana dari pemerintah pusat masing-masing sebesar Rp1.052.000.000,00, Rp1.133.496.156,00, Rp23.347.626,00, dan Rp646.638.802,00 yang sampai dengan tanggal 31 Desember 2006 belum masuk ke rekening Pemerintah Kabupaten Lombok Barat. Piutang usaha pangan merupakan pengembalian pokok dan bunga pinjaman usaha pangan yang dikelola oleh Dinas Koperasi. Piutang dana bergulir merupakan tunggakan pengembalian dana bergulir yang dikelola oleh KIPP. 31-12-2006 31-12-2005 h) Persediaan Rp2.774.546.809,00 Rp3.556.553.973,00

Jumlah tersebut merupakan saldo persediaan barang pakai habis yang ada pada 24 Dinas/Badan/Kantor/Kecamatan dan Unit Kerja lainnya di lingkungan Kabupaten Lombok Barat tanggal 31.Desember 2006 dan 31 Desember 2005, dengan rincian sebagai berikut: No Uraian 31 DesemSbaelrd 2o0 P0e6r sed3ia1a nD (eRsepm) ber 2005 1) Alat Tulis Kantor 6.256.500,00 72.642.630,00 2) Barang Cetak 485.654,00 168.681.000,00 3) Leges dan lain-lain 81.880.000,00 41.196.825,00 4) Obat-obatan 2.134.319.315,00 2.473.873.518,00 6) Lainnya 330.500,00 800.160.000,00 Jumlah 2.774.546.809,00 3.556.553.973,00 2) INVESTASI JANGKA PANJANG 31-12-2006 31-12-2005 a) Pinjaman Jangka Panjang Rp10.001.280.000,00 Rp10.025.730.000,00 Jumlah tersebut merupakan saldo Pinjaman Jangka Panjang tanggal 31 Desember 2006 dan 31 Desember 2005 yang terinci sebagai berikut: Saldo Pinjaman Jangka Panjang (Rp) Uraian 31 Desember 2006 31 Desember 2005 • KPN Patut Patuh Patju 9.801.280.000,00 9.825.730.000,00 • Koperasi PLTD Sinar Abadi 200.000.000,00 200.000.000,00 Jumlah 10.001.280.000,00 10.025.730.000,00 Pinjaman kepada KPN Patut Patuh Patju berdasarkan Surat Perjanjian No: 571/69/Keu/2003 tanggal 26 Juli 2003 yang dipergunakan untuk pembangunan perumahan pegawai. Sesuai dengan Surat Bupati Lombok Barat No. 19/349/UM tanggal 23 Juli 2003 menyatakan bahwa jangka waktu pengembalian adalah 10 s.d. 20 tahun. Dari jumlah Pinjaman sebesar Rp10.000.000.000,00 sampai dengan 31 Desember 2006 telah dilunasi sebesar Rp. 198.720.000,00 Pinjaman kepada Koperasi PLTD Sinar Abadi merupakan saldo pokok bantuan pinjaman untuk penyediaan listrik di daerah yang jauh dari jaringan sebagai upaya pemecahan masalah listrik pedesaan sesuai Naskah Perjanjian antara Tim Pembinaan dan Pengawasan Pengembangan Jaringan Listrik PLTD Sinar Abadi dengan Koperasi PLTD Sinar Abadi Nomor 540/55/DISTAM/2003 tanggal 2 Juni 2003. Jangka waktu pengembalian atas bantuan pinjaman tersebut selama 15 25 tahun dengan bunga 16% pertahun atau 4% per triwulanan. 31-12-2006 31-12-2005 b) Dana Bergulir Rp4.692.264.504,00 Rp3.383.555.290,00 Jumlah tersebut merupakan saldo bantuan dana bergulir tanggal 31 Desember 2006 dan 31 Desember 2005 yang dikelola oleh Dinas Kelautan & Perikanan, Dinas Koperasi, KIPP, Sekretariat Daerah dan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Peternakan yang pengelolaannya diserahkan pada kelompok penerima, dengan rincian sebagai berikut : Uraian Penyaluran Angsuran tahun 2006 Saldo 31/12/06

1.Dinas Kelautan dan Perikanan • TA 1999/2000 13.734.950,00 0,00 13.734.950,00 • TA 2000 15.503.675,00 0,00 15.503.675,00 • TA 2001 79.317.800,00 0,00 79.317.800,00 • TA 2002 154.958.842,00 2.450.000,00 152.508.842,00 • TA 2003 317.234.400,00 4.270.000,00 312.964.400,00 • TA 2004 6.000.000,00 0,00 6.000.000,00 • TA 2005 60.000.000,00 0,00 60.000.000,00 • TA 2006 761.740.000,00 1.644.000,00 760.096.000,00 Sub Jumlah 1 1.408.489.667,00 8.364.000,00 1.400.125.667,00 2.Dinas Koperasi & UKM Pangan 500.000.000,00 250.000.000,00 250.000.000,00 Usaha Sapi Potong 665.714.143,00 40.000.000,00 625.714.143,00 Simpan Pinjam 777.627.000,00 324.627.000,00 438.400.000,00 Serba Guna 622.635.644,00 139.210.950,00 483.424.694,00 Sub Jumlah 2 2.565.976.787,00 753.837.950,00 1.812.138.837,00 3.KIPP • TA 2004 250.000.000,00 0,00 250.000.000,00 • TA 2005 250.000.000,00 0,00 250.000.000,00 TA 2006 500.000.000,00 0.00 500.000.000,00 Sub Jumlah 3 1.000.000.000,00 0,00 1.000.000.000,00 4. Sekretaris Daerah TA 2005 185.000.000,00 0,00 185.000.000,00 TA 2006 180.000.000,00 0,00 180.000.000,00 Sub Jumlah 4 365.000.000,00 0,00 365.000.000,00 5. Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Peternakan TA 2006 115.000.000,00 0,00 115.000.000,00 Sub Jumlah 5 115.000.000,00 0,00 115.000.000,00 Jumlah 5.454.466.454,00 762.201.950,00 4.692.264.504,00 31-12-2006 31-12-2005 c) Penyertaan Modal Pemerintah Daerah Rp41.242.537.536,25 Rp39.595.340.435,39 Jumlah tersebut merupakan nilai penyertaan modal Pemerintah Kabupaten Lombok Barat tanggal 31 Desember 2006 dan 31 Desember 2005. Rincian 26 Penyertaan Modal Pemerintah Kabupaten Lombok Barat per 31 Desember 2006 adalah sebagai berikut: No Uraian Penyertaan Modal (Rp) 1) PT Bank NTB Cabang Lombok Barat 7.542.290.000,00 2) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) 28.301.843.039,70 3) PD Patut Patuh Patju 845.067.864,26 4) Bank Perkreditan Rakyat (BPR-LKP) 4.553.336.632,29 Jumlah 41.242.537.536,25 Dalam tahun 2005 Penyertaan Modal Pemerintah Daerah dinilai dengan Metode

Biaya, dalam tahun 2006 sesuai dengan Standar akuntansi Pemerintah Penyertaan Modal Pemerintah Daerah dinilai sebagai berikut : - Kepemilikan kurang dari 20% dicatat dengan metode biaya yaitu investasi dicatat sebesar biaya perolehan. - Kepemilikan lebih dari 20% dicatat dengan metode ekuitas yaitu investasi dicatat sebesar biaya perolehan dan ditambah atau dikurangi sebesar bagian laba atau rugi setelah tanggal perolehan. 3) AKTIVA TETAP 31-12-2006 31-12-2005 a) Aset Tetap Rp525.710.784.646,12 Rp515.503.692.559,87 Jumlah Aset Tetap Pemerintah Kabupaten Lombok Barat pada tanggal 31 Desember 2006 dan tanggal 31 Desember 2005 sebesar Rp525.710.784.646,12 dan Rp. 515.503.692.559,87, dengan rincian sebagai berikut: No Uraian 31 Desember A20k0ti6v a Tetap 3(1R pD)e sember 2005 1) Tanah 148.013.853.419,00 142.332.578.119,00 2) Peralatan dan Mesin 107.783.856.234,54 83.852.731.554,54 3) Gedung dan Bangunan 275.612.114.400,54 246.514.750.805,54 4) Jalan, Instalasi, Jaringan dan Jembatan 89.996.225.594,19 77.630.961.594,19 5) Aktiva Tetap Lainnya 6.385.044.695,00 5.376.058.757,00 6) Konstruksi dalam Pengerjaan 0,00 8.923.571.550,00 Jumlah Akumulasi Penyusutan (102.080.309.697,15) (49.126.959.820,40) Jumlah Nilai Buku 525.710.784.646,12 515.503.692.559,87 Saldo Aktiva Tetap tersebut tidak termasuk nilai tanah dan Bangunan yang 27 disewakan dalam Kemitraan dengan Pihak Ketiga (tanah Taman/Hotel Suranadi dan lapangan Golf Golong). 4) AKTIVA LAINNYA 31-12-2006 31-12-2005 a) Tagihan Penjualan Angsuran Rp93.841.250,00 Rp1.858.750,00 Jumlah tersebut merupakan saldo Tagihan Penjualan Angsuran tanggal 31 Desember 2006 dan 31 Desember 2005 kepada PNS perseorangan karena penjualan mobil dan sepeda motor milik Pemerintah Kabupaten Lombok Barat. 31-12-2006 31-12-2005 b) Kemitraan dengan Pihak Ketiga Rp4.473.543.950,00 Rp4.473.543.950,00 Jumlah tersebut merupakan nilai aset tanah dan bangunan milik Pemerintah Kabupaten Lombok Barat yang disewakan kepada pihak ketiga tanggal 31 Desember 2006 dan 31 Desember 2005, yang terdiri dari : Saldo Kemitraan dengan Pihak Ketiga (Rp) Uraian Tanah Bangunan Jumlah • Taman/Hotel Suranadi 86.872.500,00 671.967.450,00 758.839.950,00 • Lapangan Golf Golong 3.714.704.000,00 - 3.714.704.000,00 Jumlah 3.801.576.500,00 671.967.450,00 4.473.543.950,00 Perjanjian sewa menyewa Taman/Hotel Suranadi yang terletak di Desa Selat, Kecamatan Narmada dengan surat perjanjian No. 432/181/1987 tanggal 20 April

1987 dengan CV Sriwedari, mulai tanggal 21 April 1987 sampai dengan tanggal 20 April 2020. Pembayaran sewa sebagai berikut: No Uraian Per Tahun (Rp) Total (Rp) • Tahun 1 – 15 (15 tahun) 14.000.000,00 210.000.000,00 • Tahun 16 – 25 (10 tahun) 21.000.000,00 210.000.000,00 Jumlah 420.000.000,00 Perjanjian sewa tersebut di atas telah mendapat persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tingkat II Lombok Barat dengan Surat Keputusan Pimpinan DPRD No. 02/PIMP/DPRD/1987 tanggal 20 April 1987. Pada akhir masa kontrak, CV Sriwedari harus mengembalikan kembali kompleks taman/hotel kepada Pemerintah Kabupaten Lombok Barat atau dapat diperpanjang dengan dibuatkan perjanjian baru yang ditentukan kemudian. 28 Perjanjian Lapangan Golf Golong ditandatangi oleh Bupati Lombok Barat dengan Gubernur Nusa Tenggara Barat Nomor 799 tahun 1992 dan Nomor 365 tahun 1992 tanggal 15 September 1992 dan telah mendapat persetujuan DPRD dengan Keputusan DPRD Kabupaten Daerah Tingkat II Lombok Barat Nomor 1/KEP/DPRD/1992 antara lain tentang persetujuan penyertaan modal kerjasama dengan pihak ketiga atas tanah milik Pemerintah Kabupaten Lombok Barat. Dalam perjanjian tersebut, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat sepakat menyerahkan/menguasakan atas tanah Hak Pengelolaan Nomor 2 tanggal 1 Agustus 1992 seluas 144.300 m2 yang terletak di Dusun Golong, Desa Peresak, Kecamatan Narmada kepada Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat yang akan dikontrakproduksikan oleh Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat kepada PT Green Enterprise Indonesia Corporation untuk dikembangkan/dibangun lapangan golf. Perjanjian berlaku selama 70 (tujuh puluh) tahun sejak ditandatanganinya perjanjian antara Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat dengan PT Green Enterprise Indonesia Corporation (perjanjian tersebut ditandatangi tanggal 25 Januari 1993). Pemerintah Kabupaten Lombok Barat akan menerima 1/3 (satu pertiga) dari royalty yang akan diterima Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat dari PT Green Enterprise Indonesia Corporation setiap tahun dan mulai dibayarkan terhitung 3 (tiga) tahun sejak mulai beroperasinya usaha tersebut. Dari royalty yang telah diterima dimuka, digunakan oleh PT Green Enterprise Indonesia Corporation untuk membebaskan tanah atas nama Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat seluas 363.109 m2, yang didalamnya termasuk milik Pemerintah Kabupaten Lombok Barat seluas 121.036 m2, sehingga total tanah yang disewakan seluas 265.336 m2 (144.300 m2 + 121.036 m2). Setelah berakhirnya masa perjanjian, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat akan memperoleh 1/3 (satu pertiga) nilai aset yang dibangun oleh PT Green Enterprise Indonesia Corporation dan tanah yang dibebaskan seluas 121.036 m2. Saat ini, lapangan golf Golong telah dioperasikan oleh PT Green Enterprise Indonesia Corporation. 29 31-12-2006

31-12-2005 c) Aset Lain-lain Rp2.339.730.275,32 Rp339.730.275,32 Jumlah tersebut merupakan asset lain-lain tanggal 31 Desember 2006 dan 31 Desember 2005 yang berupa cadangan penyertaan modal ke BPD sebesar Rp2.000.000.000,00 dan nilai Aset Tetap yang sudah tidak dipakai dan telah diusulkan untuk dihapusbukukan sebesar Rp339.730.275,32 tetapi usulan tersebut belum mendapat persetujuan. Dalam Tahun 2006, Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Lombok Barat belum melakukan inventarisasi atas aset tahun 2006 sehingga tidak tersedia data aset yang sudah tidak terpakai lagi. b. KEWAJIBAN 1) KEWAJIBAN JANGKA PENDEK 31-12-2006 31-12-2005 a) Hutang Perhitungan Fihak Ketiga (PFK) Rp311.484.470,00 Rp42.477.713,00 Jumlah tersebut merupakan saldo Hutang Perhitungan Fihak Ketiga (PFK) tanggal 31 Desember 2006 dan 31 Desember 2005, dengan rincian sebagai berikut : No Uraian Saldo tanggal 31/12/05 Penerimaan (Rp) Penyetoran (Rp) Saldo tanggal 31/12/06 1) IWP - 14.076.085.121,00 14.076.085.121,00 2) Taperum - 713.890.800,00 713.890.800,00 3) Lainnya - 3.463.760.644,00 3.463.760.644,00 4) Pajak-2 42.477.713,00 18.975.884.603,00 18.706.877.846,00 311.484.470,00 Jumlah 42.477.713,00 37.229.621.168,00 36.960.614.411,00 311.484.470,00 31-12-2006 31-12-2005 b) Hutang Jangka Pendek Lainnya Rp941.646.000,00 Rp0,00 Jumlah tersebut merupakan saldo Hutang Jangka Pendek Lainnya tanggal 31 Desember 2006 dan 31 Desember 2005. Saldo Hutang Jangka Pendek Lainnya per 31 Desember 2006 adalah sebagai berikut : No Uraian Jumlah (Rp) 1) Hutang pembelian tanah Pemda 702.930.000,00 2) Hutang biaya konsultan pengawas 238.716.000,00 Jumlah 941.646.000,00 Hutang pembelian tanah Pemda merupakan hutang pada Bagian Umum Setda 30 Kabupaten Lombok Barat. Hutang tersebut akan dilunasi pada Tahun 2007. Hutang biaya konsultan pengawas merupakan hutang biaya konsultan pengawas Pasar Narmada pada Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Lombok Barat. Hutang tersebut akan dilunasi pada Tahun 2007. c. EKUITAS DANA 31-12-2006 31-12-2005

1) EKUITAS DANA LANCAR Rp50.374.283.462,59 Rp36.746.993.959,83 Jumlah tersebut merupakan kekayaan bersih Pemerintah Kabupaten Lombok Barat yang bersifat lancar tanggal 31 Desember 2006 dan 31 Desember 2005, yang merupakan selisih antara jumlah nilai Aktiva Lancar dengan jumlah nilai Hutang Lancar/Hutang Jangka Pendek, dengan rincian: Saldo Ekuitas Dana Lancar (Rp) Uraian 31 Desember 2006 31 Desember 2005 • Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran 36.996.976.967,36 26.857.021.223,26 • Pendapatan Yang Ditangguhkan 0,00 399.250,00 • Cadangan Piutang 11.855.890.156,23 6.375.497.226,57 • Cadangan Persediaan 2.774.546.809,00 3.556.553.973,00 • Dana Yg Hrs Disediakan Utk Pemb. Utang Jk Pendek (1.253.130.470,00) (42.477.713,00) Jumlah 50.374.283.462,59 36.746.993.959,83 31-12-2006 31-12-2005 2) EKUITAS DANA YANG DIINVESTASIKAN Rp588.553.982.161,60 Rp573.323.451.260,58 Jumlah tersebut merupakan kekayaan bersih Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Barat yang diinvestasikan tanggal 31 Desember 2006 dan 31 Desember 2005, yang merupakan selisih antara jumlah nilai Investasi Permanen, Akiva Tetap dan Aktiva Lainnya (tidak termasuk Dana Cadangan) dengan jumlah nilai Hutang Jangka Panjang, dengan rincian sebagai berikut: 31 Saldo Ekuitas Dana yang Diinvestasikan Uraian (Rp) 31 Desember 2006 31 Desember 2005 • Diinvestasikan dalam Investasi Jangka Panjang 55.936.082.040,16 53.004.625.725,39 • Diinvestasikan dalam Aset Tetap 525.710.784.646,12 515.503.692.559,87 • Dana Diinvestasikan dalam Aset Lainnya 6.907.115.475,32 4.815.132.975,32 • Dana yang Disediakan untuk Pembayaran Hutang Jangka Panjang 0,00 0,00 Jumlah 588.553.982.161,60 573.323.451.260,58 32 2. Pos-pos Laporan Realisasi Anggaran a. PENDAPATAN Jumlah Pendapatan dalam Tahun Anggaran 2006 dengan target anggaran setelah perubahan sebesar Rp477.659.422.010,00 terealisasi sebesar Rp478.236.246.081,05 atau 100,12%. Rincian atas jumlah pendapatan tersebut sebagai berikut:

Rp % 1 Pendapatan Asli Daerah 31.734.472.497,00 32.389.923.695,71 102,07 2 Pendapatan Transfer/Perimbangan 445.024.949.513,00 444.946.322.385,34 99,98 3 Lain-lain Pendapatan Yang Sah 900.000.000,00 900.000.000,00 100,00 477.659.422.010,00 478.236.246.081,05 100,12 No Uraian Anggaran setelah Perubahan Realisasi Jumlah Jumlah pendapatan tersebut, secara rinci dapat dijelaskan sebagai berikut: 1) Pendapatan Asli Daerah, target anggaran setelah perubahan sebesar Rp31.734.472.497,00 terealisasi sebesar Rp32.389.923.695,71 atau 102,07%. Rincian atas jumlah PAD tersebut sebagai berikut: Rp % 1 Pendapatan Pajak Daerah 21.021.236.300,00 19.346.707.839,90 92,03 2 Pendapatan Retribusi Daerah 5.971.715.500,00 5.498.783.313,54 92,08 3 Pendapatan Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan 2.471.725.697,00 2.092.812.365,00 84,67 4 Lain-lain PAD yang sah 2.269.795.000,00 5.451.620.177,27 240,18 31.734.472.497,00 3 2.389.923.695,71 102,07 No Uraian Anggaran setelah Perubahan Realisasi Jumlah Gambaran angka realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara terperinci adalah sebagai berikut: a) Pajak Daerah Pajak daerah dengan target anggaran setelah perubahan sebesar Rp.21.021.236.300,00 realisasi penerimaan sebesar Rp. 19.346.707.839,90 atau 92,03%. Rincian atas penerimaan pajak daerah tersebut sebagai berikut: 32 Rp % 1 Pajak Hotel 11.071.236.300,00 9.212.872.210,66 83,21 2 Pajak Restoran 4.750.000.000,00 4 .967.303.615,24 104,57 3 Pajak Hiburan 450.000.000,00 4 94.036.862,00 109,79 4 Pajak Reklame 200.000.000,00 1 77.861.573,00 88,93 5 Pajak Penerangan jalan 3.750.000.000,00 3 .466.744.193,00 92,45 6 Pajak PP Bahan Galian Golongan C 800.000.000,00 1 .027.889.386,00 128,49 7 Pajak Pemanfaatan ABT dan AP - - 21.021.236.300,00 1 9.346.707.839,90 92,03 No Uraian Anggaran setelah Perubahan Realisasi Jumlah b) Retribusi Daerah Retribusi Daerah dengan target anggaran setelah perubahan sebesar Rp5.971.715.500,00, realisasi penerimaan sebesar Rp5.498.783.313,54 atau

92,08%. Rincian atas penerimaan retribusi daerah tersebut sebagai berikut: No Uraian Anggaran setelah Realisasi perubahan Rp % 1 Restribusi Pelayanan Kesehatan : 897.468.000,00 818.067.976,00 91,15 2 Retribusi Persampahan/Kebersihan 80.000.000,00 119.360.500,00 149,20 3 Retribusi Penggantian Biaya Cetak KTP 110.000.000,00 15.015.000,00 13,65 4 Retribusi Pengg. Biaya Cetak Akte Catatan Sipil 320.000.000,00 246.552.500,00 77,05 5 Ret.Bid.Kependuk. Tenaga Kerja & Sosial 20.000.000,00 16.755.500,00 83,78 6 Retribusi Parkir Tepi Jalan Umum 66.060.000,00 50.212.000,00 76,01 7 Retribusi Jasa Usaha Terminal 132.960.000,00 118.070.000,00 88,80 8 Retribusi Tempat Parkir Khusus 75.300.000,00 81.273.390,00 107,93 9 Retribusi Ijin Trayek 37.900.000,00 36.730.000,00 96,91 10 Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor 110.050.000,00 102.283.000,00 92,94 11 Ret. Pelabuhan Kapal/Perhub. Laut 55.000.000,00 38.924.750,00 70,77 12 Retribusi Pelayanan Pasar (DISPENDA) 750.000.000,00 713.963.670,00 95,20 13 Ret. Jasa Usaha Pasar Grosir & Toko 529.500.000,00 278.283.300,00 52,56 14 Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah 115.000.000,00 138.550.040,00 120,48 15 Retribusi Penggantian Biaya Cetak TDP 2.750.000,00 36.970.000,00 1344,36 16 Retribusi Izin Usaha Industri 4.900.000,00 3.000.000,00 61,22 33

No Uraian Anggaran setelah Realisasi perubahan Rp % 17 Retribusi Izin Usaha Perdagangan 51.600.000,00 20.425.000,00 39,58 18 Retribusi Rumah Potong dan Kesehatan Hewan 44.000.000,00 53.729.500,00 122,11 19 Retribusi Penjualan Produksi Usaha Daerah 706.767.500,00 669.896.554,00 94,78 20 Retribusi Ijin Bangunan 350.000.000,00 349.374.072,00 99,82 21 Retribusi Ijin Gangguan (Bag. Ekonomi) 30.000.000,00 23.250.000,00 77,50 22 Retribusi Izin Usaha Pariwisata 61.460.000,00 62.830.000,00 102,23 23 Retribusi Jasa Atas Pekerjaan 600.000.000,00 952.957.552,54 158,83 24 Retribusi Ijin Lokasi (Bag. Pembangunan) 100.000.000,00 166.902.350,00 166,90 25 Retribusi Pengend.Pengiriman Barang 700.000.000,00 364.406.659,00 52,06 26 Ret. Tempat Penginapan/Pesanggrahan 21.000.000,00 21.000.000,00 100,00 Jumlah 5.971.715.500,00 5.498.783.313,54 92,08 c) Pendapatan Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah Yang Dipisahkan Pendapatan Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah Yang Dipisahkan dengan target anggaran setelah perubahan sebesar Rp2.471.725.697,00 realisasi penerimaan sebesar Rp2.092.812.365,00 atau 84,67 %. Rincian atas penerimaan Pendapatan Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah Yang Dipisahkan sebagai berikut: Rp % 1 PT Bank BPD NTB 1.300.000.000,00 1.150.178.790,00 88,48 2 PDAM Meunang Lombok Barat 679.250.000,00 7 36.260.850,00 108,39 3 PD Patut Patuh Patju 100.000.000,00 2 8.641.535,00 28,64 4 BPR LKP 186.301.098,00 1 77.731.190,00 95,40 5 Bag. Laba Penyertaan Modal Koperasi 206.174.599,00 - 2.471.725.697,00 2.092.812.365,00 84,67 Realisasi Jumlah No Uraian Anggaran setelah Perubahan d) Lain-lain Pendapatan Asli Daerah Yang Sah Lain-lain Pendapatan Asli Daerah Yang Sah dengan target anggaran setelah

perubahan sebesar Rp2.269.795.000,00, realisasi penerimaan sebesar Rp5.451.620.177,27 atau 240,18%. Rincian atas penerimaan Lain-lain Pendapatan Asli Daerah Yang Sah sebagai berikut: 34 Rp % 1 Hasil Penjualan Barang Milik Daerah - 149.642.500,00 2 Penerimaan Jasa Giro 1.500.000.000,00 4 .435.488.644,27 295,70 3 Lain-Lain Penerimaan 769.795.000,00 8 66.489.033,00 112,56 2.269.795.000,00 5 .451.620.177,27 240,18 No Uraian Anggaran setelah Perubahan Realisasi Jumlah Rincian atas penerimaan Lain-lain Penerimaan sebagai berikut: Rp % 1 Lain-lain Pendapatan Dispenda 62.500.000,00 233.839.700,00 374,14 2 Izin Rental VCD (Inkom) 500.000,00 400.000,00 80,00 3 Izin Pemutihan Rental VCD (Inkom) 1.000.000,00 - 4 Bid. Perhubungan Pariwisata (Perhub.) 29.000.000,00 29.275.000,00 100,95 5 Penerimaan Subdin Darat (Perhubungan) 127.545.000,00 123.333.040,00 96,70 6 Lain-lain Pendapatan Perhubungan - 55.793.100,00 7 Lain-lain Pendapatan (Diskop) 164.822.900,00 8 Pendaftaran Badan Hukum Koperasi 3.000.000,00 3.000.000,00 100,00 9 Dana Pemb. Daerah Kerja Koperasi 27.000.000,00 30.100.000,00 111,48 10 Penerimaan TPTGR 12.000.000,00 87.571.127,00 729,76 11 Lain-lain Penerimaan (Diklat) 1.250.000,00 1.285.000,00 102,80 12 Pengemb. Modal dr KPN PPP 500.000.000,00 24.450.000,00 4,89 13 Uang Leges 4.000.000,00 - 14 Lain-lain Penerimaan Keuangan - 112.619.166,00 15 Lain-lain PAD Diperindag 2.000.000,00 - 769.795.000,00 866.489.033,00 112,56 No Uraian Anggaran setelah Perubahan Realisasi Jumlah 2) Pendapatan Transfer – Dana Perimbangan, target anggaran setelah perubahan sebesar Rp445.024.949.513,00 terealisasi sebesar Rp444.946.322.385,34 atau 99,98%. Rincian atas Pendapatan Transfer tersebut sebagai berikut: Rp % 1 Bagi hasil Pajak 18.988.141.176,00 20.829.477.104,00 109,70 2 Bagi hasil Sumber Daya Alam 9.320.311.170,00 5.839.589.764,00 62,65 3 Dana Alokasi Umum 372.238.000.000,00 372.238.000.000,00 100,00 4 Dana Alokasi Khusus 34.785.000.000,00 33.733.000.000,00 96,98 5 Transfer Pemerintah Provinsi 9.693.497.167,00 12.306.255.517,34 126,95 445.024.949.513,00 4 44.946.322.385,34 99,98 No Uraian Anggaran setelah Perubahan

Realisasi Jumlah Gambaran angka realisasi Pendapatan Transfer secara terperinci adalah sebagai berikut: a) Transfer Pemerintah Pusat – Dana Perimbangan Transfer Pemerintah Pusat – Dana Perimbangan dengan target anggaran setelah perubahan sebesar Rp435.331.452.346,00, realisasi penerimaan 35 sebesar Rp432.640.066.868,00 atau 99,38%. Rincian penerimaan Transfer Pemerintah Pusat – Dana Perimbangan dapat dilihat pada tabel berikut : Rp % 1 Dana Bagi Hasil Pajak 18.988.141.176,00 20.829.477.104,00 109,70 2 Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam 9.320.311.170,00 5.839.589.764,00 62,65 3 Dana Alokasi Umum 372.238.000.000,00 372.238.000.000,00 100,00 4 Dana Alokasi Khusus 34.785.000.000,00 33.733.000.000,00 96,98 435.331.452.346,00 4 32.640.066.868,00 99,38 Realisasi Jumlah No Uraian Anggaran setelah Perubahan (1) Dana Bagi Hasil Pajak Dana Bagi Hasil Pajak dengan target anggaran setelah perubahan sebesar Rp18.988.141.176,00, realisasi penerimaan sebesar Rp20.829.477.104,00 atau 109,70%. Rincian penerimaan Dana Bagi Hasil Pajak sebagai berikut: Rp % 1 Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) 14.003.499.114,00 16.893.099.152,00 120,63 2 Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) 2.550.266.000,00 2.469.018.730,00 96,81 3 Bagi Hasil PPh pasal 21 2.434.376.062,00 1.467.359.222,00 60,28 18.988.141.176,00 20.829.477.104,00 109,70 Realisasi Jumlah No Uraian Anggaran setelah Perubahan (2) Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam dengan target anggaran setelah perubahan sebesar Rp9.320.311.170,00, realisasi penerimaan sebesar Rp5.839.589.764,00 atau 62,65%. Rincian penerimaan Dana Bagi Hasil Pajak sebagai berikut: Rp % 1 Provisi Sumber Daya Hutan 58.436.170,00 - 2 Iuran Eksploitasi (Royalty) 8.611.875.000,00 5.525.424.337,00 64,16 3 Penerimaan Pengusaha Perikanan 300.000.000,00 - -

4 Penerimaan Pungutan Hasil Perikanan 200.000.000,00 258.029.659,00 129,01 5 Iuran Hasil Hutan (IHH) 150.000.000,00 56.135.768,00 37,42 9.320.311.170,00 5.839.589.764,00 62,65 Realisasi Jumlah No Uraian Anggaran setelah Perubahan (3) Dana Alokasi Umum Dana Alokasi Umum dengan target anggaran setelah perubahan sebesar Rp372.238.000.000,00, realisasi penerimaan sebesar 36 Rp372.238.000.000,00 atau 100,00%. (4) Dana Alokasi Khusus Dana Alokasi Khusus dengan target anggaran setelah perubahan sebesar Rp34.785.000.000,00, realisasi penerimaan sebesar Rp33.733.000.000,00 atau 96,98%. Rincian Penerimaan DAK adalah sebagai berikut : Rp % 1 Bidang Pendidikan 8.505.000.000,00 8.505.000.000,00 100,00 2 Bidang Kesehatan 7.790.000.000,00 7.011.000.000,00 90,00 3 Bidang Infrastruktur 11.430.000.000,00 11.430.000.000,00 100,00 4 Bidang Kelautan & Perikanan 2.730.000.000,00 2.457.000.000,00 90,00 5 Bidang Pertanian 3.530.000.000,00 3.530.000.000,00 100,00 6 Bidang Lingkungan Hidup 800.000.000,00 800.000.000,00 100,00 34.785.000.000,00 33.733.000.000,00 96,98 No Uraian Anggaran setelah Perubahan Realisasi Jumlah b) Transfer Pemerintah Pusat – Lainnya Transfer Pemerintah Pusat – Lainnya tidak dianggarkan dalam APBD tahun 2006 dan tidak terdapat realisasi penerimaannya. c) Transfer Pemerintah Provinsi Transfer Pemerintah Provinsi dengan target anggaran setelah perubahan sebesar Rp9.693.497.167,00, realisasi penerimaan sebesar Rp12.306.255.517,34, atau 126,95%. Rincian penerimaan Transfer Pemerintah Provinsi dapat dilihat pada tabel berikut : Rp % 1 Pendapatan Bagi Hasil Pajak 6.369.252.267,00 8.976.330.205,00 140,93 2 Pendapatan Bagi Hasil Lainnya 3.324.244.900,00 3 .329.925.312,34 1 00,17 9.693.497.167,00 1 2.306.255.517,34 126,95 Realisasi Jumlah No Uraian Anggaran setelah Perubahan (1) Pendapatan Bagi Hasil Pajak

Pendapatan Bagi Hasil Pajak dengan target anggaran setelah perubahan sebesar Rp6.369.252.267,00, realisasi penerimaan sebesar Rp8.976.330.205,00 atau 140,93%. Rincian atas penerimaan Pendapatan Bagi Hasil Pajak sebagai berikut: 37 Rp % 1 Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) 1.489.248.621,00 1.573.244.366,00 105,64 2 Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) 2.467.626.722,00 2.484.378.862,00 100,68 3 Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) 2.179.733.306,00 4.414.727.002,00 202,54 4 Pajak Pemanfaatan ABT/AP 232.643.618,00 503.979.975,00 216,63 6.369.252.267,00 8.976.330.205,00 140,93 No Uraian Anggaran setelah Perubahan Realisasi Jumlah Realisasi penerimaan Pendapatan Bagi Hasil Pajak sangat tergantung dari penerimaan tersebut pada pemerintah atasan (provinsi). (2) Pendapatan Bagi Hasil Lainnya Pendapatan Bagi Hasil Lainnya dengan target anggaran setelah perubahan sebesar Rp3.324.244.900,00, realisasi penerimaan sebesar Rp3.329.925.312,34 atau 100,17%. Rincian atas penerimaan Pendapatan Bagi Hasil Lainnya sebagai berikut: Rp % 1 Bantuan Keuangan yg Diarahkan 2.249.494.600,00 1.149.167.324,34 51,09 2 Bantuan Keuangan utk Subsidi Guru Kontrak 1.074.750.300,00 2.180.757.988,00 202,91 Jumlah 3.324.244.900,00 3.329.925.312,34 100,17 Uraian Anggaran setelah Perubahan No Realisasi 3) Lain-lain Pendapatan yang Sah, target anggaran setelah perubahan sebesar Rp900.000.000 terealisasi sebesar Rp900.000.000,00 atau 100%. Rincian atas Lain-lain Pendapatan yang Sah tersebut sebagai berikut: Rp % 1 Dana Penyeimbang Murni - - 2 Dana Penyeimbang Kebijakan - - 3 Kompensasi PPh Pasal 21 900.000.000,00 900.000.000,00 1 00,00 900.000.000,00 900.000.000,00 1 00,00 No Uraian Anggaran setelah Perubahan Realisasi

Jumlah Realisasi Lain-lain Pendapatan Yang Sah secara merupakan penerimaan restitusi PPh pasal 21 dengan target anggaran setelah perubahan sebesar Rp900.000.000,00, dengan realisasi penerimaan sebesar Rp900.000.000,00 atau 100%. Realisasi atas penerimaan atas restitusi PPh Pasal 21 tergantung dari besarnya potongan PPh Pasal 21 yang dikompensasikan. 38 b. BELANJA Belanja daerah dikelompokkan ke dalam 4 (empat) bagian yaitu Belanja Operasi, Belanja Modal, Belanja Bagi Hasil dan Bantuan Keuangan dan Belanja Tak Tersangka. Belanja Operasi adalah pengeluaran anggaran untuk kegiatan sehari-hari pemerintah daerah yang memberi manfaat jangka pendek. Belanja operasi antara lain meliputi belanja pegawai, belanja barang dan jasa, belanja perjalanan dinas, belanja pemeliharaan, belanja bunga, belanja subsidi, belanja hibah dan belanja bantuan sosial. Belanja Modal adalah pengeluaran anggaran untuk perolehan aset tetap dan aset lainnya yang memberi manfaat lebih dari satu periode akuntansi. Belanja modal meliputi antara lain belanja modal untuk perolehan tanah, gedung dan bangunan, peralatan dan aset tidak berwujud. Belanja Bagi Hasil dan Bantuan Keuangan merupakan pengeluaran uang dari entitas pelaporan ke entitas pelaporan lain seperti pengeluaran dana perimbangan oleh pemerintah pusat dan dana bagi hasil oleh pemerintah daerah. Belanja Tidak Tersangka adalah pengeluaran anggaran untuk kegiatan yang sifatnya tidak biasa dan tidak diharapkan berulang, seperti penanggulangan bencana alam, bencana sosial dan pengeluaran tidak terduga lainnya yang sangat diperlukan dalam rangka penyelenggaraan kewenangan pemerintah daerah. Jumlah Belanja dalam Tahun Anggaran 2006 dengan target anggaran setelah perubahan sebesar Rp499.523.965.520,26, realisasinya sebesar Rp462.169.135.043,95 atau 92,52%. Rincian atas jumlah pendapatan tersebut sebagai berikut: Rp % 1 Belanja Operasi 421.300.982.532,24 387.021.484.921,00 91,86 2 Belanja Modal 62.531.540.994,41 60.886.048.813,00 97,37 3 Belanja Bagi Hasil & Bant. Keuangan 13.799.678.352,00 13.654.766.309,95 98,95 4 Belanja Tak Tersangka 1.891.763.641,61 6 06.835.000,00 32,08 Jumlah 499.523.965.520,26 462.169.135.043,95 92,52 No Uraian Anggaran setelah Perubahan Realisasi Gambaran angka realisasi Belanja Daerah secara terperinci adalah sebagai berikut: 1) Belanja Operasi, target anggaran setelah perubahan sebesar Rp421.300.982.532,24, terealisasi sebesar Rp387.021.484.921,00 atau 91,86%. Rincian atas jumlah Belanja Operasi tersebut sebagai berikut: 39 Rp % 1 Belanja Pegawai 269.209.804.715,51 241.642.699.457,00 89,76 2 Belanja Barang dan Jasa 149.611.177.816,73 142.915.809.464,00 95,52 3 Bantuan Sosial 2.480.000.000,00 2.462.976.000,00 99,31 421.300.982.532,24 387.021.484.921,00 91,86

Realisasi Jumlah No Uraian Anggaran setelah Perubahan Gambaran angka realisasi Belanja Operasi secara terperinci adalah sebagai berikut: a) Belanja Pegawai Belanja Pegawai dengan target anggaran setelah perubahan sebesar Rp269.209.804.715,51, realisasi pengeluaran sebesar Rp241.641.699.457,00 atau 89,76%, dengan rincian sebagai berikut: Rp % 1 Aparatur-BAU-Belanja Pegawai/Personalia 180.095.776.092,33 160.041.548.417,00 88,86 2 Aparatur-BOP-Belanja Pegawai/Personalia 11.743.410.565,50 11.166.969.994,00 95,09 3 Publik-BAU-Belanja Pegawai/Personalia 58.597.123.432,68 52.138.231.074,00 88,98 4 Publik-BOP-Belanja Pegawai/Personalia 18.773.494.625,00 18.295.949.972,00 97,46 269.209.804.715,51 241.642.699.457,00 89,76 Realisasi Jumlah No Uraian Anggaran setelah Perubahan b) Belanja Barang dan Jasa Belanja barang dan jasa dengan target anggaran setelah perubahan sebesar Rp149.611.177.816,73, realisasi pengeluaran sebesar Rp142.915.809.464,00 atau 95,52%, dengan rincian sebagai berikut: Rp % 1 Aparatur-BAU-Belanja Barang 17.810.758.450,00 16.380.871.298,00 91,97 2 Aparatur-BOP-Belanja Barang 11.175.302.535,28 10.184.601.813,00 91,13 3 Aparatur-BAU-Belanja Perjalanan Dinas 5.525.675.300,00 5.254.805.932,00 95,10 4 Aparatur-BOP-Belanja Perjalanan Dinas 5.792.172.600,00 5.447.841.600,00 94,06 5 Aparatur-BAU-Belanja Pemeliharaan 6.793.188.520,00 6.578.000.092,00 96,83 6 Aparatur-BOP-Belanja Pemeliharaan 584.078.000,00 556.023.891,00 95,20 7 Publik-BAU-Belanja Barang 21.481.164.100,00 20.834.054.442,00 96,99 8 Publik-BOP-Belanja Barang 51.423.683.913,45 49.563.939.621,00 96,38 9 Publik-BAU-Belanja Perjalanan Dinas 1.142.520.000,00 1.120.120.000,00 98,04 10 Publik-BOP-Belanja Perjalanan Dinas 7.677.322.000,00 6.897.075.850,00 89,84 11 Publik-BAU-Belanja Pemeliharaan 2.058.346.000,00 2.001.889.922,00 97,26 12 Publik-BOP-Belanja Pemeliharaan 18.146.966.398,00 18.096.585.003,00 99,72 149.611.177.816,73 142.915.809.464,00 95,52 No Uraian Anggaran setelah Perubahan Realisasi Jumlah c) Belanja Bantuan Sosial Bantuan sosial merupakan bantuan kepada organisasi kemasyarakatan dengan target anggaran setelah perubahan sebesar Rp2.480.000.000,00, realisasi pengeluaran sebesar Rp2.462.976.000,00 atau 99,31%. 40 2) Belanja Modal, target anggaran setelah perubahan sebesar Rp62.531.540.994,41,

terealisasi sebesar Rp60.886.048.813,00 atau 97,37%. Rincian atas jumlah Belanja Modal tersebut sebagai berikut: Rp % 1 Belanja Tanah 5.933.300.000,00 5.681.275.300,00 95,75 2 Belanja Peralatan dan Mesin 30.102.539.732,00 28.937.489.030,00 96,13 3 Belanja Gedung dan Bangunan 19.506.172.464,00 19.325.715.045,00 99,07 4 Belanja Jalan, Irigasi dan Jaringan 5.684.403.798,41 5.649.012.000,00 99,38 5 Belanja Aset Tetap Lainnya 1.305.125.000,00 1.292.557.438,00 99,04 6 Belanja Aset Lainnya - - 62.531.540.994,41 60.886.048.813,00 97,37 No Uraian Anggaran setelah Perubahan Realisasi Jumlah 3) Belanja Bagi Hasil dan Bantuan Keuangan, target anggaran setelah perubahan sebesar Rp13.799.678.352,00, terealisasi sebesar Rp13.654.766.309,95 atau 98,95%, dengan rincian sebagai berikut: NO URAIAN ANGGARAN REALISASI % 1 Belanja Bagi Hasil Retribusi Kpd Pemerintah Desa 969.976.152,00 924.315.759,00 95,29 2 Belanja Bantuan Keuangan Pemerintah Kabupaten/Kota 10.558.950.200,00 10.461.866.550,95 99,08 3 Belanja Bantuan Keuangan Kepada Pemerintah Desa 114.252.000,00 112.884.000,00 98,80 4 Bantuan Dana Stimulan Klp Usaha Ekonomi Produktif 677.500.000,00 677.000.000,00 99,93 5 Belanja Bantuan Keuangan Kpd Org. Profesi 1.479.000.000,00 1.478.700.000,00 99,98 Jumlah 13.799.678.352,00 13.654.766.309,95 98,95 4) Belanja Tidak Tersangka, target anggaran setelah perubahan sebesar Rp1.891.763.641,61, terealisasi sebesar Rp606.835.000,00 atau 32,08%. Belanja Tidak Tersangka adalah pengeluaran anggaran untuk kegiatan yang sifatnya tidak biasa dan tidak diharapkan berulang, seperti penanggulangan bencana alam, bencana sosial dan pengeluaran tidak terduga lainnya yang sangat 41 diperlukan dalam rangka penyelenggaraan kewenangan pemerintah daerah. Jumlah belanja tidak tersangka dalam Tahun Anggaran 2006 dengan target anggaran setelah perubahan sebesar Rp1.891.763.641,61, terealisasi sebesar Rp606.835.000,00 atau 32,08%. c. PEMBIAYAAN Pembiayaan (financing) adalah seluruh transaksi keuangan pemerintah, baik penerimaan maupun pengeluaran, yang perlu dibayar atau akan diterima kembali, yang dalam penganggaran pemerintah terutama dimaksudkan untuk menutup defisit

dan atau memanfaatkan surplus anggaran. 1) Penerimaan Pembiayaan Penerimaan pembiayaan adalah semua peneirimaan rekening kas umum daerah antara lain berasal dari penerimaan pinjaman, penjualan obligasi pemerintah, hasil privatisasi perusahaan daerah, penerimaan kembali pinjaman yang diberikan kepada fihak ketiga, penjualan investasi permanen lainnya dan pencairan dana cadangan. Jumlah penerimaan pembiayaan dalam Tahun Anggaran 2006 dengan target anggaran setelah perubahan sebesar Rp28.814.543.510,26, terealisasi sebesar Rp27.568.381.460,26 atau 95,66%. Angka anggaran dan realisasi atas penerimaan pembiayaan tersebut merupakan penggunaan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran tahun anggaran sebelumnya dan pengembalian modal usaha dari BUK seKabupaten Lombok Barat. 2) Pengeluaran Pembiayaan Pengeluaran pembiayaan adalah semua pengeluaran rekening kas umum daerah antara lain pemberian pinjaman kepada pihak ketiga, penyertaan modal pemerintah, pembayaran kembali pokok pinjaman dalam periode tahun anggaran tertentu dan pembentukan dana cadangan. Jumlah pengeluaran pembiayaan dalam Tahun Anggaran 2006 dengan target anggaran setelah perubahan sebesar Rp6.950.000.000,00, terealisasi sebesar Rp6.950.000.000,00 atau 100%. Angka anggaran dan realisasi atas pengeluaran pembiayaan tersebut terinci sebagai berikut: 42 Rp % 1 Penyertaan Modal Pemda - PT Bank NTB Mataram 2.000.000.000,00 2.000.000.000,00 100,00 - PDAM Menang Mataram 1.000.000.000,00 1.000.000.000,00 100,00 - BPR LKP 750.000.000,00 750.000.000,00 100,00 2 Kelompok Usaha Tani Melalui Dinas Koperasi 2.700.000.000,00 2.700.000.000,00 100,00 3 P 4 K (Dana Bergulir) 500.000.000,00 500.000.000,00 100,00 6.950.000.000,00 6.950.000.000,00 100,00 No Uraian Anggaran setelah Perubahan Realisasi Jumlah Berdasarkan realisasi pendapatan dan belanja serta realisasi pembiayaan netto tahun anggaran 2006, sisa lebih pembiayaan anggaran tahun berjalan sebesar Rp36.685.492.497,36. Jumlah tersebut merupakan saldo di kas daerah sebesar Rp35.909.001.465,36 dan saldo di bendahara pengeluaran sebesar Rp776.516.428,00. Selisih jumlah SiLPA menurut Neraca dengan LRA sebesar Rp311.459.074,00 adalah saldo pajak yang berada di bendahara pengeluaran yang telah dipungut namun belum disetor ke negara. 43 3. Pos-pos Laporan Aliran Kas a. Arus Kas dari Aktivitas Operasi Arus Kas dari aktivitas operasi merupakan indikator yang menunjukkan

kemampuan operasi pemerintah dalam menghasilkan kas yang cukup untuk membiayai aktivitas operasionalnya di masa yang akan datang tanpa mengandalkan sumber pendanaan dari luar. Tahun 2006 Tahun 2005 1) Arus Masuk Kas Rp478.088.543.581,05 Rp330.594.846.759,20 Jumlah tersebut terdiri dari: No Uraian Tahun 2006 (Rp) Tahun 2005 (Rp) 1 Pendapatan Pajak Daerah 19.346.707.839,90 16.785.533.277,00 2 Pendapatan Retribusi Daerah 5.498.783.313,54 4.846.808.797,84 3 Pendapatan Hasil pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan 2.092.812.365,00 2.060.903.335,00 4 Lain-lain Pendapatan Asli Daerah Yang Sah 5.303.917.677,27 2.674.547.660,35 5 Dana Bagi Hasil Pajak 20.829.477.104,00 19.771.790.029,00 6 Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam 5.839.589.764,00 8.844.240.884,00 7 Dana Alokasi Umum 372.238.000.000,00 243.894.000.000,00 8 Dana Alokasi Khusus 33.733.000.000,00 12.590.000.000,00 9 Dana Penyesuaian 900.000.000,00 11.270.000.000,00 10 Pendapatan Bagi Hasil Pajak dan Bantuan Keuangan dari Provinsi 8.976.330.205,00 6.844.406.576,00 11 Pendapatan Bagi Hasil Lainnya 3.329.925.312,34 1.012.616.200,00 Jumlah Arus Masuk Kas 478.088.543.581,05 330.594.846.759,20 Tahun 2006 Tahun 2005 2) Arus Keluar Kas Rp401.283.086.230,95 Rp274.824.406.374,40 Jumlah tersebut terdiri dari: No Uraian Tahun 2006 (Rp) Tahun 2005 (Rp) 1. Belanja Pegawai 241.642.699.457,00 194.277.887.023,40 2. Belanja Barang 142.915.809.464,00 70.128.263.053,00 44 No Uraian Tahun 2006 (Rp)

Tahun 2005 (Rp) 3. Bantuan Sosial 2.462.976.000,00 810.000.000,00 4. Belanja Tak Terduga 606.835.000,00 555.800.000,00 5. Bagi Hasil Retribusi 924.315.759,00 1.188.191.098,00 6. Bagi Hasil Pendapatan Lainnya 12.730.450.550,95 7.864.265.200,00 Jumlah Arus Keluar Kas 401.283.086.230,95 274.824.406.374,40 Tahun 2006 Tahun 2005 3) Arus Kas Bersih Rp76.805.457.350,10 Rp55.770.440.384,80 Arus Kas Bersih dari Aktivitas Operasi (1 - 2) tahun anggaran 2006 sebesar Rp76.805.457.350,10 dan tahun anggaran 2005 sebesar Rp55.770.440.384,80, merupakan selisih positif dari Arus masuk kas dengan Arus keluar kas atas aktivitas operasi selama tahun anggaran 2006 dan 2005. b. Arus Kas Dari Aktivitas Investasi Aset Non Keuangan Arus Kas dari aktivitas investasi mencerminkan penerimaan dan pengeluaran kas bruto dalam rangka sumber daya ekonomi yang bertujuan untuk meningkatkan dan mendukung pelayanan pemerintah kepada masyarakat di masa yang akan datang. Tahun 2006 Tahun 2005 1) Arus Masuk Kas Rp147.702.500,00 Rp467.108.000,00 Arus masuk kas dari aktivitas investasi dalam tahun anggaran 2006 sebesar Rp147.702.500,00 dan tahun anggaran 2005 sebesar Rp467.108.000,00 merupakan pendapatan dari penjualan aktiva tetap kendaraa bermotor. Tahun 2006 Tahun 2005 2) Arus Keluar Kas Rp60.886.048.813,00 Rp37.135.796.425,00 Jumlah tersebut merupakan pembelian aset tetap dalam tahun anggaran 2006 dan 2005. Jumlah tersebut terdiri dari: 45 No Uraian Tahun 2006 (Rp) Tahun 2005 (Rp) 1. Belanja Tanah 5.681.275.300,00 2.751.661.200,00 2. Belanja Peralatan dan Mesin 28.937.489.030,00 6.593.557.725,00 3. Belanja Gedung dan Bangunan 19.325.715.045,00 26.214.906.500,00 4. Belanja Jalan, Irigasi dan Jaringan 5.649.012.000,00 1.382.237.000,00 5. Belanja aset tetap lainnya 1.292.557.438,00 193.434.000,00 Jumlah Arus Keluar Kas 60.886.048.813,00 37.135.796.425,00 Tahun 2006 Tahun 2005 3) Arus Kas Bersih (Rp60.738.346.313,00) (Rp36.668.688.425,00) Arus Kas Bersih dari aktivitas Investasi (1 - 2) tahun anggaran 2006 sebesar (Rp60.738.346.313,00) dan tahun anggaran 2005 sebesar

(Rp36.668.688.425,00) merupakan selisih negatif dari Arus masuk kas dengan Arus keluar kas atas transaksi investasi. c. Arus Kas Dari Aktivitas Pembiayaan Arus Kas dari aktivitas pembiayaan mencerminkan penerimaan dan pengeluaran kas bruto sehubungan dengan pendanaan deficit atau penggunaan surplus anggaran yang bertujuan untuk memprediksi klaim pihak lain terhadap arus kas pemerintah dan klaim pemerintah terhadap pihak lain di masa yang akan datang. Tahun 2006 Tahun 2005 1) Arus Masuk Kas Rp753.837.950,00 Rp2.997.983.555,00 Arus masuk kas dari aktivitas pembiayaan tahun anggaran 2006 sebesar Rp753.837.950,00 merupakan penerimaan kembali dana bergulir dari kelompok tani melalui Dinas Koperasi, dan dalam tahun anggaran 2005 sebesar Rp2.997.983.555,00 merupakan penerimaan kembali dari Kelompok Tani melalui Dinas Koperasi. 46 Tahun 2006 Tahun 2005 2) Arus Keluar Kas Rp6.950.000.000,00 Rp3.750.000.000,00 Jumlah tersebut merupakan pengeluaran penyertaan modal pada BUMD dan pengeluaran dana bergulir Pemerintah Kabupaten Lombok Barat yang terdiri: No Uraian Tahun 2006 (Rp) Tahun 2005 (Rp) 1. PDAM Menang Mataram 1.000.000.000,00 250.000.000,00 2. PT Bank NTB Mataram 2.000.000.000,00 500.000.000,00 3. Melalui Dinas Koperasi (Dana Bergulir) 2.700.000.000,00 2.000.000.000,00 4. BPR LKP 750.000.000,00 750.000.000,00 5. BPR Pesisir 0,00 0,00 6. P4K (Dana Bergulir) 500.000.000,00 250.000.000,00 Jumlah 6.950.000.000,00 3.750.000.000,00 Tahun 2006 Tahun 2005 3) Arus Kas Bersih (Rp6.196.162.050,00) (Rp752.016.445,00) Arus kas bersih dari Aktifitas Pembiayaan (1 - 2) pada tahun anggaran 2006 sebesar (Rp6.196.162.050,00) dan tahun anggaran 2005 sebesar (Rp752.016.445,00) merupakan selisih negatif dari arus masuk kas dengan arus keluar kas atas aktivitas pembiayaan selama tahun anggaran 2006 dan 2005. d. Arus Kas Dari Aktivitas Non Anggaran Arus kas dari aktivitas non anggaran mencerminkan penerimaan dan pengeluaran kas bruto yang tidak mempengaruhi anggaran pendapatan, belanja, dan pembiayaan pemerintah. Arus kas ini meliputi penerimaan dan pengeluaran kas dari dan untuk fihak ketiga, seperti iuran wajib pegawai, pemotongan tabungan uang muka perumahan pegawai, penerimaan pajak penghasilan dan pajak pertambahan nilai. 47

Tahun 2006 Tahun 2005 1) Arus Masuk Kas Rp37.229.621.168,00 Rp23.771.959.924,55 Jumlah tersebut merupakan perhitungan fihak ketiga (PFK) yang dipungut/diterima dalam Tahun Anggaran 2006 dan 2005, terdiri dari: No Uraian Tahun 2006 (Rp) Tahun 2005 (Rp) 1 Iuran wajib Pegawai 14.076.085.121,00 12.083.393.799,00 2 Tabungan perumahan pegawai 713.890.800,00 691.401.000,00 3 Penerimaan Pajak dan Potongan Lainnya 22.439.645.247,00 10.997.165.125,55 Jumlah 37.229.621.168,00 23.771.959.924,55 Tahun 2006 Tahun 2005 2) Arus Keluar Kas Rp36.961.013.661,00 Rp23.756.376.290,55 Jumlah tersebut merupakan perhitungan fihak ketiga (PFK) yang disetor dalam Tahun Anggaran 2006 dan 2005, terdiri dari: No Uraian Tahun 2006 (Rp) Tahun 2005 (Rp) 1 Iuran wajib Pegawai 14.076.085.121,00 12.083.393.799,00 2 Tabungan perumahan pegawai 713.890.800,00 691.401.000,00 3 Penyetoran Pajak dan Potongan Lainnya 22.171.037.740,00 10.981.584.491,55 Jumlah 36.961.013.661,00 23.756.376.290,55 Tahun 2006 Tahun 2005 3) Arus Kas Bersih Rp268.607.507,00 (Rp15.583.634,00) Arus kas bersih dari aktifitas non anggaran (1 - 2) pada tahun anggaran 2006 sebesar Rp268.607.507,00 dan tahun anggaran 2005 sebesar (Rp15.583.634,00) merupakan selisih dari Arus masuk kas dengan Arus keluar kas. 48 Dari penjumlahan keempat aliran kas bersih tersebut di atas, maka selama tahun anggaran 2006 dan Tahun 2005 terjadi kenaikan kas masing-masing sebesar Rp10.139.556.494,10 dan Rp18.365.319.148,80. sehingga saldo kas per 31 Desember 2006 dan per 31 Desember 2005 masing-masing sebesar Rp36.996.976.967,36. dan Rp26.857.420.473,26.. yang terdiri dari kas di bank dan kas di Bendahara. Denpasar, 10 Juli 2007 SEKRETARIS DAERAH LOMBOK BARAT DRS. H. L. SERINATA, MM NIP. 610 006 062 49 GAMBARAN UMUM PEMERIKSAAN 1. DASAR HUKUM PEMERIKSAAN Dasar hukum pelaksanaan pemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintah

Kabupaten Lombok Barat adalah sebagai berikut: a. Pasal 31 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara; b. Pasal 56 Undang-Undang No 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara; c. Pasal 2 Undang-Undang No 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggungjawab Keuangan Negara; d. Pasal 6 Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2006 tentang Badan Pemeriksa Keuangan; e. Rencana Kegiatan Pemeriksaan (RKP) BPK RI Tahun Anggaran 2007. 2. TUJUAN PEMERIKSAAN Tujuan pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat adalah untuk memberikan opini atas tingkat kewajaran informasi keuangan yang disajikan dalam laporan keuangan mendasarkan kepada kriteria: a. Kesesuaian dengan standar akuntansi pemerintah dan atau prinsip-prinsip akuntansi yang ditetapkan dalam berbagai peraturan perundang-undangan. b. Kecukupan pengungkapan (adequate disclosure) c. Kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan d. Efektivitas sistem pengendalian intern (SPI). 3. SASARAN PEMERIKSAAN Sasaran pemeriksaan adalah pengujian atas penyajian dan saldo akun-akun pada laporan keuangan dan pengujian kepatuhan terhadap peraturan perundangundangan dan sistem pengendalian intern. 4. STANDAR PEMERIKSAAN Pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat Tahun Anggaran 2006 dilakukan dengan berpedoman pada Peraturan BPK RI Nomor 01 Tahun 2007 tentang Standar Pemeriksaan Keuangan Negara (SPKN). PERWAKILAN BPK RI DI DENPASAR 50 5. METODA PEMERIKSAAN Metoda Pemeriksaan yang digunakan dalam pemeriksaan LKPD (Laporan Keuangan Pemerintah Daerah) secara ringkas meliputi perencanaan yang difokuskan pada pemahaman terhadap SPI, pelaksanaan pemeriksaan yang difokuskan pada pengujian analisa, pengujian atas efektifitas SPI, pengujian substantif atas transaksi dan saldo akun secara uji petik dan pelaporan hasil pemeriksaan. 6. WAKTU PEMERIKSAAN Pemeriksaan dilaksanakan selama 30 (tiga puluh) hari kalender, terhitung mulai tanggal 11 Juni s.d. 10 Juli 2007 berdasarkan Surat Tugas No.92/ST/XIV.5/06/2007 tanggal 7 Juni 2007. 7. OBYEK PEMERIKSAAN Obyek pemeriksaan adalah Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat Tahun Anggaran 2006. 8. BATASAN PEMERIKSAAN Dalam rangka pelaksanaan pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah, BPK RI masih menghadapi kendala bahwa Pemerintah Kabupaten Lombok Barat belum sepenuhnya menerapkan sistem pembukuan berganda dan dasar pencatatan akrual untuk transaksi aktiva, hutang dan ekuitas. Sedangkan dalam pelaksanaan pemeriksaan tidak ada usaha pembatasan dari auditee untuk mengakses dokumen dan informasi baik dari Bagian Keuangan maupun unit kerja terkait. Secara umum dalam pelaksanaan pemeriksaan tim BPK RI tidak mengalami

batasan yang dapat mempengaruhi independensi pemeriksaan. PERWAKILAN BPK RI DI DENPASAR 51 BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA LAPORAN ATAS KEPATUHAN DALAM KERANGKA PEMERIKSAAN LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK BARAT UNTUK TAHUN ANGGARAN 2006 DI GERUNG AUDITORAT UTAMA KEUANGAN NEGARA VI PERWAKILAN BPK RI DI DENPASAR Nomor : 05.2.B/Pwk.BPK RI di Dps/07/2007 Tanggal : 10 Juli 2007 DAFTARISI Halaman DAFTAR ISI i RESUME LAPORAN ATAS KEPATUHAN 1 TEMUAN PEMERIKSAAN KEPATUHAN 5 A. Temuan Pemeriksaan Yang Mempengaruhi Kewajaran Laporan Keuangan 5 1. Realisasi Belanja Modal Tahun Anggaran 2006 pada 2 (dua) Dinas sebesar Rp2.515.723.200,00 tidak tepat peruntukannya 5 2. Realisasi belanja dalam Laporan Realisasi Anggaran Tahun 2006 lebih disajikan sebesar Rp57.870.000,00 7 3. Belanja Bantuan Keuangan untuk Partai Politik direalisasikan tidak sesuai ketentuan sebesar Rp99.999.999,99 10 4. Piutang Daerah atas Royalty Kemitraan dengan Pihak Ketiga atas pengelolaan Lapangan Golf Golong T.A. 2006 kurang disajikan sebesar Rp9.333.333,33 13 B. Temuan Pemeriksaan Yang Tidak Mempengaruhi Kewajaran Laporan Keuangan 16 1. Sisa Kas di Bendahara Pengeluaran Tahun Anggaran 2006 terlambat disetor sebesar Rp573.760.814,00 dan belum disetor ke Kas Daerah sebesar Rp15.841.321,00 16 2. Realisasi Belanja Modal komputer dan alat-alat komunikasi kepada instansi vertikal sebesar Rp98.597.000,00 tidak sesuai ketentuan 17 3. Realisasi Belanja Tahun Anggaran 2006 dibebani kegiatan Tahun Anggaran 2005 sebesar Rp1.024.844.800,00 19 DAFTAR LAMPIRAN: Lampiran 1 Daftar salah peruntukkan pada Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Perternakan

Lampiran 2 Daftar sisa kas terlambat disetor oleh pemegang kas Lampiran 3 Daftar sisa kas pada pemegang kas yang belum disetor ke Kas Daerah PERWAKILAN BPK RI DI DENPASAR i BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA RESUME LAPORAN ATAS KEPATUHAN Berdasarkan ketentuan Pasal 23E Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Pasal 31 Undang-Undang No.17 Tahun 2003, Pasal 56 Undang-Undang No.1 Tahun 2004, dan Pasal 6 Undang-Undang No. 15 Tahun 2006, BPK RI telah memeriksa Neraca Pemerintah Kabupaten Lombok Barat per 31 Desember 2006, Laporan Realisasi Anggaran, Laporan Arus Kas, dan Catatan atas Laporan Keuangan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut. Laporan Keuangan adalah tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Lombok Barat. Tanggung jawab BPK RI adalah pada pernyataan pendapat atas Laporan Keuangan berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan. Ketidakpatuhan kepada ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku merupakan tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Lombok Barat. Sebagai bagian dalam pemerolehan keyakinan yang memadai tentang apakah laporan keuangan bebas dari salah saji material, BPK RI melakukan pengujian kepatuhan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan, kecurangan dan ketidakpatutan yang berkaitan dengan pelaporan keuangan. Namun pemeriksaan yang BPK RI lakukan tidak dirancang khusus untuk menemukan ketidakpatuhan pada ketentuan peraturan perundang-undangan, dan BPK RI tidak mengeluarkan pendapat atas laporan kepatuhan. Standar Pemeriksaan Keuangan Negara (SPKN) mengharuskan BPK RI untuk melaporkan kepada pihak berwenang yang terkait apabila terjadi ketidakpatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, kecurangan serta ketidakpatutan, apabila dalam melakukan pemeriksaan atas laporan keuangan menemukan hal-hal tersebut. Atas pemeriksaan tersebut, BPK RI telah menerbitkan Laporan Hasil Pemeriksaan Keuangan atas Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat Tahun 2006 PERWAKILAN BPK RI DI DENPASAR 1 yang memuat pendapat wajar dengan pengecualian dengan nomor 05.2.A/Pwk.BPK RI di Dps/07/2007 tanggal 10 Juli 2007 dan Laporan atas Pengendalian Intern dalam kerangka pemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat dengan nomor 05.2.C/Pwk.BPK RI di Dps/07/2007 tanggal 10 Juli 2007. Pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat tersebut dilakukan berdasarkan pada Standar Pemeriksaan Keuangan Negara (SPKN) yang ditetapkan oleh BPK RI. Standar tersebut mengharuskan BPK RI untuk merencanakan, mengumpulkan bukti yang cukup dan melaksanakan pemeriksaan agar memperoleh keyakinan yang memadai sebagai standar untuk memberikan pendapat. Standar tersebut juga mengharuskan BPK RI untuk mengungkapkan ketidakpatuhan terhadap perundang-undangan, kecurangan dan ketidakpatutan dalam pelaporan keuangan. Pokok-pokok temuan ketidakpatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, dalam pelaporan keuangan yang ditemukan BPK RI adalah sebagai berikut : 1. Realisasi Belanja Modal Tahun Anggaran 2006 pada 2 (dua) Dinas sebesar Rp2.515.723.200,00 tidak tepat peruntukannya;

2. Realisasi belanja dalam Laporan Realisasi Anggaran Tahun 2006 lebih disajikan sebesar Rp57.870.000,00; 3. Belanja Bantuan Keuangan untuk Partai Politik direalisasikan tidak sesuai ketentuan sebesar Rp99.999.999,99; 4. Piutang Daerah atas Royalty Kemitraan dengan Pihak Ketiga atas pengelolaan Lapangan Golf Golong T.A. 2006 kurang disajikan sebesar Rp9.333.333,33; 5. Sisa Kas di Bendahara Pengeluaran Tahun Anggaran 2006 terlambat disetor sebesar Rp573.760.814,00 dan belum disetor ke Kas Daerah sebesar Rp15.841.321,00; 6. Realisasi Belanja Modal komputer dan alat-alat komunikasi kepada instansi vertikal sebesar Rp98.597.000,00 tidak sesuai ketentuan; 7. Realisasi Belanja Tahun Anggaran 2006 dibebani kegiatan Tahun Anggaran 2005 sebesar Rp1.024.844.800,00. PERWAKILAN BPK RI DI DENPASAR 2 Berdasarkan temuan tersebut, BPK RI menyarankan Bupati Lombok Barat agar : 1. Memberi sanksi kepada Kepala Sub Bagian Verifikasi atas kelalaiannya yang kurang memperhatikan kesesuaian antara kode rekening yang dituju dengan realisasi belanja dalam mengesahkan SPJ dan memberi sanksi kepada Pemegang Kas pada 2 (dua) Dinas tersebut atas kelalaiannya dalam merelisasikan anggaran belanja tidak sesuai dengan tujuan yang ditetapkan; 2. Memberi sanksi kepada Kepala Sub Bagian Verifikasi dan Kepala Sub Bagian Perbendaharaan yang kurang cermat dalam menilai kelengkapan/ kebenaran bukti pertanggungjawaban pengeluaran; 3. Memberi sanksi kepada Kepala Sub Bagian Perbendaharaan atas kelalaiannya yang kurang cermat dalam menilai kelengkapan bukti pendukung SPP-BT bantuan kepada parpol, memberi sanksi kepada Kepala Bagian Keuangan atas kelalaiannya yang mencairkan dan menyimpan dana bantuan keuangan walaupun persyaratan pengajuan serta pencairan dana bantuan belum ada dan selanjutnya memerintahkan untuk segera menyetorkan bantuan tersebut ke Kas Daerah; 4. Memberi sanksi kepada Kepala Dinas Pendapatan Daerah atas kelalaiannya yang kurang aktif dalam pengurusan pendapatan dari royalty yang menjadi hak Pemkab Lombok Barat dan memerintahkan Kepala Dinas Pendapatan Daerah untuk berupaya mengetahui berapa royalty yang seharusnya diterima oleh Pemkab Lombok Barat; 5. Memberi sanksi kepada para Pemegang Kas unit kerja yang terlambat menyetor sisa UUDP dan selanjutnya memerintahkan masing-masing Pemegang Kas untuk segera menyetor sisa UUDP yang belum di setorkan ke Kas Daerah dan memberikan sanksi kepada atasan langsung para pemegang kas karena kurangnya pengawasan atas penyetoran sisa UUDP; 6. Memberi sanksi kepada Panitia Anggaran Legislatif dan Tim Anggaran Eksekutif atas kelalaiannya yang menganggarkan dan merealisasikan belanja modal kepada instansi vertikal; 7. Dalam membuat kebijakan tentang pelaksanaan kegiatan yang mengakibatkan pengeluaran/belanja daerah tetap mengacu kepada ketentuan yang berlaku. PERWAKILAN BPK RI DI DENPASAR 3 Secara lebih rinci akan dijelaskan pada bagian Temuan Pemeriksaan atas Kepatuhan. Denpasar, 10 Juli 2007 BADAN PEMERIKSA KEUANGAN

REPUBLIK INDONESIA Perwakilan BPK RI di Denpasar Kuasa Penanggung Jawab Pemeriksaan, Drs. Imam Muslich, MSi., Ak. Akuntan, Register Negara D-6407 PERWAKILAN BPK RI DI DENPASAR 4 TEMUAN PEMERIKSAAN Temuan pemeriksaan atas kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan pada Pemerintah Kabupaten Lombok Barat Tahun 2006 sebanyak 7 (tujuh) temuan pemeriksaan terdiri dari 4 (empat) temuan yang mempengaruhi kewajaran laporan keuangan dan 3 (tiga) temuan yang tidak mempengaruhi kewajaran laporan keuangan dengan rincian sebagai berikut : A. Temuan Pemeriksaan yang mempengaruhi kewajaran Laporan Keuangan 1. Realisasi Belanja Modal Tahun Anggaran 2006 pada 2 (dua) Dinas sebesar Rp2.515.723.200,00 tidak tepat peruntukannya Hasil pemeriksaan atas Surat Perintah Membayar (SPM), Surat Pertanggungjawaban (SPJ) dan bukti-bukti pendukung pengeluaran Tahun Anggaran 2006 khususnya pada unit kerja Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Peternakan dan Dinas Perikanan dan Kelautan terdapat realisasi belanja daerah senilai Rp2.515.723.200,00 yang tidak tepat peruntukannya. Realisasi belanja tersebut dirinci berdasarkan unit kerja sebagai berikut: a. Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Peternakan Belanja Modal Alat-Alat Pertanian, pada obyek Belanja Alat Pengolahan, dianggarkan sebesar Rp3.883.482.000,00 dan direalisasikan sebesar Rp3.347.963.200,00 (86,21%) (unaudited). Dari realisasi tersebut diantaranya sebesar Rp2.485.773.200,00 tidak tepat peruntukannya, yaitu antara lain digunakan untuk Biaya Rehabilitasi dan Pembangunan Bangunan Gedung dan Biaya Belanja Barang Habis Pakai. (rincian lebih lanjut pada lampiran 1) b. Dinas Perikanan dan Kelautan Belanja Modal Alat-Alat Pengolahan (2.03.01.3.11.01.01.2) dianggarkan sebesar Rp398.000.000,00 dan direlisasikan sebesar Rp369.800.000,00 (92,91%). Dari realisasi tersebut, terdapat realisasi sebesar Rp29.950.000,00 yang tidak tepat PERWAKILAN BPK RI DI DENPASAR 5 peruntukkan yaitu untuk Belanja Modal Alat Bantu Penangkapan (2.03.01.3.11.02.01.2) yang telah memiliki mata anggaran tersendiri. Kondisi tersebut tidak sesuai dengan Kepmendagri Nomor 29 Tahun 2002 tanggal 10 Juni 2002 tentang Pedoman Pengurusan, Pertanggungjawaban Keuangan Daerah serta Tata Cara Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan Penyusunan Perhitungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, pasal 55 pada ayat (2) yang menyatakan Pengguna Anggaran dilarang melakukan pengeluaranpengeluaran atas beban belanja daerah untuk tujuan lain daripada yang ditetapkan.” Kondisi tersebut mengakibatkan realisasi Belanja Daerah Kabupaten Lombok Barat sebesar Rp2.515.723.200,00 tidak mencerminkan realisasi kegiatan yang sesungguhnya. Hal tersebut terjadi karena : a. Kelalaian Kepala Sub Bagian Verifikasi yang kurang memperhatikan kesesuaian antara kode rekening yang dituju dengan realisasi belanja dalam mengesahkan SPJ.

b. Kelalaian Pemegang Kas pada Dinas Perikanan dan Kelautan dan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Peternakan dalam merelisasikan/menggunakan anggaran belanja tidak sesuai dengan tujuan yang ditetapkan. Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan dan Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Peternakan Kabupaten Lombok Barat mengakui temuan BPK RI dan menjelaskan bahwa permasalahan tersebut dikarenakan kesalahan administrasi dalam hal penganggaran dan kedepannya akan dilakukan perbaikan dalam hal tersebut. BPK RI menyarankan Bupati Lombok Barat agar memberi sanksi kepada: a. Kepala Sub Bagian Verifikasi atas kelalaiannya yang kurang memperhatikan kesesuaian antara kode rekening yang dituju dengan realisasi belanja dalam mengesahkan SPJ. PERWAKILAN BPK RI DI DENPASAR 6 b. Pemegang Kas pada Dinas Perikanan dan Kelautan dan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Peternakan atas kelalaiannya dalam merelisasikan/menggunakan anggaran belanja tidak sesuai dengan tujuan yang ditetapkan. 2. Realisasi belanja dalam Laporan Realisasi Anggaran Tahun 2006 lebih disajikan sebesar Rp57.870.000,00 Pemeriksaan atas Neraca per 31 Desember 2006 (unaudited) menunjukkan terdapat sisa UUDP sebesar Rp883.535.774,00. Pemeriksaan lebih lanjut atas dokumen STS Tahun 2007 dan Buku Besar Penerimaan (B.IV) Tahun 2007 (Januari sampai dengan Juni 2007) diketahui setoran sisa UUDP adalah sebesar Rp826.000.615,00. Dari nilai setoran tersebut diantaranya sebesar Rp57.870.000,00 pada tiga satuan kerja merupakan pengembalian atas realisasi belanja T.A. 2006 yang telah disahkan pertanggungjawabannya. Hal tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut: a. Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Lombok Barat Besarnya sisa UUDP (audited) pada Setda Kabupaten Lombok Barat adalah sebesar Rp55.260.014,00. Pemeriksaan lebih lanjut atas dokumen STS Tahun 2007 dan Buku Besar Penerimaan (B.IV) Tahun 2007 (Januari sampai dengan Juni 2007) diketahui setoran sisa UUDP dari Setda Kabupaten Lombok Barat adalah sebesar Rp113.815.640,00 sehingga terdapat selisih antara jumlah sisa UUDP di Neraca dengan sisa UUDP berdasarkan STS dan B.IV T.A. 2007 sebesar Rp58.555.626,00 (Rp113.815.640,00- Rp55.260.014,00). Konfirmasi lebih lanjut dengan Subbag Pembukuan diperoleh informasi bahwa dari jumlah sebesar Rp58.555.626,00 tersebut bukan merupakan setoran sisa UUDP namun merupakan penerimaan TP TGR T.A. 2007 sebesar Rp1.555.626,00 dan pengembalian atas belanja T.A. 2006 sebesar Rp57.000.000,00 yang bersumber dari SPMU BT dengan nomor 7.749/BT/2006 tanggal 22 Agustus 2006 yang telah diakui sebagai realisasi belanja T.A. 2006. Atas pengembalian belanja tersebut, tim pemeriksa tidak melakukan koreksi atas belanja tersebut. PERWAKILAN BPK RI DI DENPASAR 7 b. Dinas Kelautan dan Perikanan Besarnya sisa UUDP (audited) pada Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lombok Barat adalah sebesar Rp960.500,00. Pemeriksaan lebih lanjut atas dokumen STS Tahun 2007 dan Buku Besar Penerimaan (B.IV) Tahun 2007 (Januari sampai dengan Juni 2007) diketahui setoran sisa UUDP di T.A. 2007 adalah sebesar Rp1.815.500,00 sehingga terdapat selisih antara jumlah sisa UUDP di Neraca dengan sisa UUDP berdasarkan STS dan B.IV T.A. 2007 sebesar

Rp855.000,00 (Rp1.815.500,00- Rp960.500,00). Konfirmasi lebih lanjut dengan Pemegang Kas Dinas Kelautan dan Perikanan diperoleh informasi bahwa dari jumlah sebesar Rp855.000,00 tersebut bukan merupakan setoran sisa UUDP namun merupakan pengembalian belanja T.A. 2006 yang bersumber dari SPMU PK untuk pembayaran honor tim/panitia pembangunan pasar benih dan pembayaran honor harian tim penyusunan revisi perda yang telah diakui sebagai realisasi belanja T.A. 2006. Atas pengembalian belanja tersebut, tim pemeriksa tidak melakukan koreksi atas belanja tersebut. c. Kecamatan Pemenang Kabupaten Lombok Barat Besarnya sisa UUDP (audited) pada Kecamatan Pemenang Kabupaten Lombok Barat adalah sebesar Rp967.271,00. Pemeriksaan lebih lanjut atas dokumen STS Tahun 2007 dan Buku Besar Penerimaan (B.IV) Tahun 2007 (Januari sampai dengan Juni 2007) diketahui setoran sisa UUDP dari Kecamatan Pemenang Kabupaten Lombok Barat adalah sebesar Rp982.271,00 sehingga terdapat selisih antara jumlah sisa UUDP di Neraca dengan sisa UUDP berdasarkan STS dan B.IV T.A. 2007 sebesar Rp15.000,00 (Rp982.271,00Rp967.271,00). Konfirmasi lebih lanjut dengan Subbag Pembukuan diperoleh informasi bahwa dari jumlah sebesar Rp15.000,00 tersebut bukan merupakan setoran sisa UUDP namun merupakan pengembalian kelebihan gaji sebesar Rp15.000,00 yang bersumber dari SPMU BT yang telah diakui sebagai realisasi belanja T.A. 2006. Atas pengembalian belanja tersebut, tim pemeriksa tidak melakukan koreksi atas belanja tersebut. PERWAKILAN BPK RI DI DENPASAR 8 Kondisi tersebut tidak sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah pada : a. Pasal 61 Ayat 1 ”Setiap pengeluaran harus didukung oleh bukti yang lengkap dan sah mengenai hak yang diperoleh oleh pihak yang menagih”. b. Pasal 86 Ayat 2 ”Pejabat yang menandatangani dan/atau mengesahkan dokumen yang berkaitan dengan surat bukti yang menjadi dasar pengeluaran atas beban APBD bertanggungjawab atas kebenaran material dan akibat yang timbul dari penggunaan surat bukti tersebut”. Hal tersebut mengakibatkan realisasi belanja pada Laporan Realisasi Anggaran Tahun 2006 tidak menggambarkan realisasi kegiatan yang sebenarnya yakni lebih sebesar Rp57.870.000,00. Kondisi tersebut terjadi karena Kepala Sub Bagian Verifikasi dan Kepala Sub Bagian Perbendaharaan Setda Kabupaten Lombok Barat kurang cermat dalam menilai kelengkapan/ kebenaran bukti pertanggungjawaban pengeluaran. Kepala Bagian Keuangan Setda Kabupaten Lombok Barat atas nama Sekretaris Daerah mengakui temuan BPK dan selanjutnya akan menindaklanjuti dengan melakukan evaluasi dan meningkatkan koordinasi antar sub bagian pada Bagian Keuangan untuk pembenahan. BPK RI menyarankan Bupati Lombok Barat agar memberi sanksi kepada Kepala Sub Bagian Verifikasi dan Kepala Sub Bagian Perbendaharaan Setda Kabupaten Lombok Barat yang kurang cermat dalam menilai kelengkapan/ kebenaran bukti pertanggungjawaban pengeluaran dan dimasa yang akan datang dapat melaksanakan pekerjaan lebih cermat. PERWAKILAN BPK RI DI DENPASAR 9

3. Belanja Bantuan Keuangan untuk Partai Politik direalisasikan tidak sesuai ketentuan sebesar Rp99.999.999,99 Pada Tahun Anggaran (T.A.) 2006, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat menganggarkan Belanja Bantuan kepada Partai Politik Kabupaten Lombok Barat (2.01.03.2.1.02.01.3) sebesar Rp500.000.000,00 dan direalisasikan sebesar Rp499.999.999,95. Berdasarkan Peraturan Bupati Lombok Barat Nomor 12 Tahun 2006 tentang pemberian bantuan keuangan kepada partai politik yang memperoleh kursi di DPRD Kabupaten Lombok Barat diketahui banwa setiap kursi memperoleh bantuan sebesar Rp11.111.111,11. Jumlah partai politik (parpol) yang mendapat bantuan pada T.A. 2006 sebanyak 13 parpol. Pemeriksaan atas Surat Perintah Membayar (SPM) dan bukti-bukti pendukung pengeluaran bantuan parpol diketahui bahwa dari realisasi sebesar Rp499.999.999,95 tersebut diantaranya sebesar Rp99.999.999,99 merupakan bantuan kepada Partai Golongan Karya (Golkar) yang memperoleh 9 kursi di DPRD dengan SPM No.14563/BT/2006 tanggal 21 Desember 2006. Diketahui pula bahwa SPM-BT tersebut terbit tanpa didukung dengan dokumen persyaratan pengajuan dan pencairan bantuan parpol. Berdasarkan konfirmasi kepada Kepala Bagian Keuangan dan Kepala Badan Kesbang dan Linmas Kabupaten Lombok Barat diketahui seluruh bantuan kepada parpol telah diterima oleh parpol bersangkutan kecuali bantuan kepada Partai Golkar yang sampai pemeriksaan berakhir belum diterima oleh penerima bantuan. Hal tersebut terjadi karena pada DPD Partai Golkar terdapat dualisme kepengurusan, yaitu kepengurusan versi Musda VII dan versi Musda VIII. Atas masalah tersebut, telah diadakan musdalub Partai Golkar Kabupaten Lombok Barat yang menetapkan Djekat sebagai Ketua DPD Partai Golkar. Namun sampai saat ini, belum ada pengesahan atas hasil musdalub tersebut sehingga tim peneliti dan pemeriksa kelengkapan dokumen syarat pencairan bantuan keuangan kepada parpol belum dapat merekomendasikan untuk memberikan bantuan tersebut. Konfirmasi selanjutnya dengan Bendahara Bantuan dan Tak Tersangka, diketahui bahwa bantuan yang telah dikeluarkan untuk Partai Golkar sebesar PERWAKILAN BPK RI DI DENPASAR 10 Rp99.999.999,99 telah direalisasikan dan masih disimpan oleh Kepala Bagian Keuangan Setda Kabupaten Lombok Barat. Sampai dengan berakhirnya pemeriksaan pada tanggal 10 Juli 2007, bantuan tersebut belum dikembalikan ke Kas Daerah. Kondisi tersebut tidak sesuai dengan : a. Kepmendagri No. 29 tanggal 10 Juni 2002 tentang Pedoman Pengurusan, Pertanggungjawaban dan Pengawasan Keuangan Daerah serta tata cara Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, Pelaksanaan tata usaha Keuangan Daerah dan Penyusunan Perhitungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah pada pasal 49 ayat (5) yang menyatakan bahwa setiap pengeluaran kas harus didukung oleh bukti yang lengkap dan sah mengenai hak yang diperoleh oleh pihak yang menagih. b. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 32 Tahun 2005 tentang Pedoman Pengajuan, Penyerahan, dan Laporan Penggunaan Bantuan Keuangan Kepada Partai Politik: 1) Pasal 7 yang menyebutkan bahwa penelitian dan pemeriksaan kelengkapan administrasi pengajuan, penyerahan, dan penggunaan bantuan keuangan kepada partai politik tingkat kabupaten/kota dilakukan oleh Tim Penelitian

dan Pemeriksaan persyaratan administrasi pengajuan, penyerahan, dan penggunaan bantuan keuangan kepada partai politik di tingkat kabupaten/kota; 2) Pasal 8 yang menyebutkan bahwa bentuk berita acara penelitian dan pemeriksaan tercantum dalam Lampiran I yang mengharuskan pengajuan bantuan harus memenuhi persyaratan yang dalam Pasal 4 Ayat (1) yang menyatakan bahwa Pengajuan bantuan keuangan Tingkat Kabupaten/Kota disampaikan secara tertulis oleh Dewan Pimpiman Cabang Partai Politik Tingkat Kabupaten/Kota ditandatangani Ketua dan Sekretaris atau sebutan lainnya kepada Bupati/Walikota dengan menggunakan kop surat dan cap stempel Partai Politik dengan melampirkan : a) Surat Keputusan DPP Partai Politik yang menetapkan susunan kepengurusan DPC Patrai Politik Tingkat Kabupaten/Kota yang dilegalisir PERWAKILAN BPK RI DI DENPASAR 11 oleh Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal DPP Partai Politik atau sebutan lainnya; b) Foto copy Surat Keterangan NPWP yang dilegalisir Pejabant yang berwenang; c) Surat Keterangan autentikasi hasil penetapan perolehan kursi Partai Politik di DPC tingkat Kabupaten/Kota yang dilegalisir Ketua atau Sekretaris Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota; d) Surat Pernyataan Partai Politik yang menyatakan bersedia dituntut sesuai peraturan perundangan apabila memberikan keterangan yang tidak benar yang ditandatangani Ketua dan Sekretaris DPC atau sebutan lainnya diatas materai dengan menggunakan kop surat partai politik; e) Lampiran tersebut pada huruf a, b, c, dan d dibuat dalam rangkap 2 (dua). Hal tersebut mengakibatkan realisasi Belanja Bagi Hasil dan Bantuan Keuangan Tahun Anggaran 2006 tidak mencerminkan realisasi yang sesungguhnya yaitu lebih sebesar Rp99.999.999,00 dan dapat membuka peluang penyalahgunaan Keuangan Daerah. Hal tersebut terjadi karena : a. Kelalaian Kepala Sub Bagian Perbendaharaan yang kurang cermat dalam menilai kelengkapan bukti pendukung SPP-BT bantuan kepada parpol sesuai ketentuan. b. Kelalaian Kepala Bagian Keuangan yang mencairkan dan menyimpan dana bantuan keuangan walaupun persyaratan pengajuan dan pencairan dana bantuan tidak ada. Kepala Bagian Keuangan Setda Kabupaten Lombok Barat atas nama Sekretaris Daerah meyatakan sependapat dengan temuan BPK RI dan menyatakan bahwa hal tersebut dikarenakan adanya dualisme kepengurusan di dalam tubuh Partai Golkar. Namun karena adanya informasi bahwa permasalahan internal partai akan dapat diselesaikan sebelum Tahun Anggaran 2006, maka dana dicairkan dengan hanya memperhatikan SK Bupati No. 12 Tahun 2006 dengan catatan sebelum syaratPERWAKILAN BPK RI DI DENPASAR 12 syarat terpenuhi dana tersebut tidak dapat cair. Namum sampai saat pemeriksaan oleh BPK, masalah tersebut belum selesai. Jika BPK merekomendasikan dana tersebut harus disetor kembali ke Kas Daerah, akan segera kami setor. BPK RI menyarankan Bupati Lombok Barat agar : a. Memberi sanksi kepada Kepala Sub Bagian Perbendaharaan atas kelalaiannya yang kurang cermat dalam menilai kelengkapan bukti pendukung SPP-BT bantuan

kepada parpol sesuai ketentuan. b. Memberi sanksi kepada Kepala Bagian Keuangan atas kelalaiannya yang mencairkan dan menyimpan dana bantuan keuangan walaupun persyaratan pengajuan dan pencairan dana bantuan belum ada dan selanjutnya memerintahkan untuk segera menyetorkan bantuan tersebut ke Kas Daerah. 4. Piutang Daerah atas Royalty Kemitraan dengan Pihak Ketiga atas pengelolaan Lapangan Golf Golong T.A. 2006 kurang disajikan sebesar Rp9.333.333,33 Dalam Konsep Neraca per 31 Desember 2006 diketahui Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Barat memiliki aset dalam bentuk Kemitraan dengan Pihak Ketiga sebesar Rp4.473.543.950,00. Dari jumlah tersebut, diantaranya sebesar RP3.714.704.000,00 merupakan aset tanah Pemkab Lombok Barat yang dikerjasamakan bersama Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) untuk dikelola sebagai lapangan golf oleh PT.Green Enterprise Indonesia Corporation. Atas pengelolaan lapangan golf tersebut, Pemkab Lombok Barat berhak atas royalty sebesar 1/3 (satu pertiga) dari royalty yang akan diterima Pemprov NTB dari PT Green Enterprise Indonesia Corporation setiap tahun. Pemeriksaan atas bukti penerimaan T.A. 2006, Konsep Neraca per 31 Desember 2006 dan Catatan atas Laporan Keuangan T.A. 2006 diketahui bahwa Pemkab Lombok Barat belum menerima royalty pengelolaan lapangan golf dan atas royalty yang belum diterima tersebut belum diakui sebagai piutang oleh Pemkab Lombok Barat. PERWAKILAN BPK RI DI DENPASAR 13 Pemeriksaan lebih lanjut atas dokumen pendukung hak royalty atas pengelolaan lapangan golf berupa surat perjanjian dan addendum perjanjian kotrak produksi antara Pemkab Lombok Barat, Pemprov NTB dan PT.Green Enterprise Indonesia Corporation diketahui bahwa jumlah hak royalty Pemkab Lombok Barat Tahun Anggaran 2006 adalah sebesar Rp9.333.333,33 atau (Rp28.000.000,00 x 1/3). Hasil konfirmasi dengan Sub Bagian Pembukuan Setda Pemkab Lombok Barat dan Pemegang Kas Dinas Pendapatan Daerah (Dipenda) Kabupaten Lombok Barat diketahui bahwa penerimaan royalty dari pihak ketiga hanya diterima sekali pada tahun 2004, dan setelah itu, tidak pernah ada penerimaan royalty atas pengelolaan lapangan golf tersebut. Bagian Keuangan Pemkab Lombok Barat maupun Dipenda Kabupaten Lombok Barat tidak mengetahui adanya penerimaan yang bisa ditagih atas pengelolaan lapangan golf yang menjadi hak Pemkab Lombok Barat. Kondisi tersebut tidak sesuai dengan : a. Kepmendagri Nomor 29 Tahun 2002 tanggal 10 Juni 2002 tentang Pedoman Pengurusan, Pertanggungjawaban dan Pengawasan Keuangan Daerah serta Tata Cara Penyusunan APBD, Pelaksanaan Tata Usaha Keuangan Daerah dan Penyusunan Perhitungan APBD dalam: - Pasal 1 huruf w yaitu Piutang Daerah adalah jumlah uang yang menjadi hak daerah atau kewajiban pihak lain kepada sebagai akibat penyerahan uang, barang dan atau jasa oleh Daerah atau akibat lainnya berdasarkan perundangundangan yang berlaku. b. Kontrak Perjanjian Lapangan Golf Golong antara Bupati Lombok Barat dengan Gubernur NTB Nomor 799 Tahun 2002 dan Nomor 365 Tahun 2002 tanggal 15 September 1992 yang menyatakan bahwa Pemkab Lombok Barat akan menerima 1/3 (satu pertiga) dari royalty yang akan diterima Pemprov NTB dari PT Green

Enterprise Indonesia Corporation setiap tahun. c. Addendum Perjanjian Kontrak Produksi antara Pemprov NTB dengan PT Green Enterprise Indonesia Corporation No. 39a Tahun 1993 tanggal 17 Juli 1994, yang PERWAKILAN BPK RI DI DENPASAR 14 menyebutkan bahwa royalty yang diterima Pemprov NTB dari PT Green Enterprise Indonesia Corporation setiap tahun adalah sebesar Rp28.000.000,00. Hal tersebut mengakibatkan Piutang Daerah yang tersaji dalam Neraca per 31 Desember 2006 tidak mencerminkan saldo piutang yang sebenarnya, yaitu kurang disajikan sebesar Rp9.333.333,33. Hal tersebut terjadi karena: a. Kelalaian Kepala Dinas Pendapatan Daerah Pemkab Lombok Barat yang kurang aktif dalam pengurusan pendapatan dari royalty yang menjadi hak Pemkab Lombok Barat. b. Tidak adanya upaya Pemkab Lombok Barat untuk mengetahui berapa royalty yang seharusnya diterima oleh Pemkab Lombok Barat. Kepala Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Lombok Barat mengakui bahwa pada tahun 2006 Pemkab hanya menunggu realisasi dari Provinsi NTB atas bagian Kabupaten Lombok Barat terhadapt royalty pengelolaan lapangan golf Golong. Dan sampai sekarang pendapatan dimaksud belum disetor ke Kas Daerah Pemerintah Kabupaten Lombok Barat. Selanjutnya, pada tahun 2007, sudah berkoordinasi dengan Biro Keuangan Provinsi NTB untuk konfirmasi mengenai bagian kabupaten terhadap royalty tersebut namun belum mendapatkan informasi. BPK RI menyarankan Bupati Lombok Barat agar : a. Memberi sanksi kepada Kepala Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Lombok Barat atas kelalaiannya yang kurang aktif dalam pengurusan pendapatan dari royalty yang menjadi hak Pemkab Lombok Barat. b. Memerintahkan Kepala Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Lombok Barat untuk berupaya mengetahui berapa royalty yang seharusnya diterima oleh Pemkab Lombok Barat. PERWAKILAN BPK RI DI DENPASAR 15 B. Temuan Pemeriksaan yang tidak mempengaruhi kewajaran Laporan Keuangan 1. Sisa Kas di Bendahara Pengeluaran Tahun Anggaran 2006 terlambat disetor sebesar Rp573.760.814,00 dan belum disetor ke Kas Daerah sebesar Rp15.841.321,00 Pemeriksaan atas konsep Neraca per 31 Desember 2006 diketahui terdapat sisa kas di Bendahara Pengeluaran pada 34 satuan kerja (audited) seluruhnya sebesar Rp776.516.428,00 yang sampai tahun anggaran berakhir belum disetor ke Kas Daerah. Pemeriksaan lebih lanjut atas Surat Tanda setoran (STS) T.A. 2007 (Januari – Juni) diketahui bahwa dari sisa kas yang ada pada Bendahara Pengeluaran seluruhnya sebesar Rp776.516.428,00 tersebut, diantaranya sebesar Rp186.914.293,00 disetor tepat waktu yaitu antara tanggal 1 Januari 2007 sampai dengan tanggal 10 Januari 2007, dan sebesar Rp573.760.814,00 penyetorannya tidak tepat waktu yaitu lewat dari tanggal 10 Januari 2007 yang berasal dari 14 satuan kerja. Selain itu diketahui bahwa sampai pemeriksaan berakhir, tanggal 10 Juli 2007, masih terdapat sisa kas yang belum disetorkan ke Kas Daerah sebesar Rp15.841.321,00 yang berasal dari 8 satuan kerja. Rincian Sisa Kas di Pemegang Kas Tahun Anggaran 2006 yang terlambat

disetor dan belum disetor tersebut dapat dilihat pada lampiran 2 dan lampiran 3. Permasalahan tersebut tidak sesuai dengan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 29 Tahun 2002 tanggal 10 Juni 2002 tentang Pedoman Pengurusan, Pertanggungjawaban dan Pengawasan Keuangan Daerah serta Tata Cara Penyusunan APBD, Pelaksanaan Tata Usaha Keuangan Daerah dan Penyusunan Perhitungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, Pasal 57 Ayat (2) menyebutkan bahwa SPJ berikut lampirannya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disampaikan kepada Kepala Daerah paling lambat tanggal 10 bulan berikutnya. Dengan demikian sisa kas dari Belanja yang telah di SPJ kan dimaksud harus disetorkan ke Kas Daerah paling lambat tanggal 10 bulan berikutnya. PERWAKILAN BPK RI DI DENPASAR 16 Hal tersebut mengakibatkan terbukanya peluang penyalahgunaan keuangan daerah pada Pemegang Kas sebesar Rp589.602.135,00 Kondisi tersebut terjadi karena : a. Kelalaian 21 (dua puluh satu) Pemegang Kas dan atasan langsungnya yang tidak menyetorkan sisa UUDP secara tepat waktu. b. Kurangnya pengawasan atasan langsung yang bersangkutan atas penyetoran sisa UUDP tersebut. Atas permasalahan tersebut, Kepala Bagian Keuangan Kabupaten Lombok Barat atas nama Sekretariat Daerah mengakui temuan BPK RI dan akan dilakukan teguran kepada SKPD yang belum menyetor sisa UUDP dan diharuskan untuk segera menyetor sisa UUDP dimaksud. BPK RI menyarankan Bupati Lombok Barat agar : a. Memberikan sanksi kepada para Pemegang Kas unit kerja yang terlambat menyetor sisa UUDP dan selanjutnya memerintahkan masing-masing Pemegang Kas untuk segera menyetor sisa UUDP yang belum di setorkan ke Kas Daerah. b. Memberikan sanksi kepada atasan langsung para pemegang kas karena kurangnya pengawasan atas penyetoran sisa UUDP. 2. Realisasi Belanja Modal komputer dan alat-alat komunikasi kepada instansi vertikal sebesar Rp98.597.000,00 tidak sesuai ketentuan Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2006 pada Kabupaten Lombok Barat dianggarkan belanja modal pada Sekretariat Daerah sebesar Rp9.475.261.290,00 dengan realisasi sebesar Rp9.145.022.795,00 atau 96,51%, dari realisasi tersebut diantaranya untuk belanja modal computer sebesar Rp37.397.000,00 dan belanja modal alat-alat komunikasi sebesar Rp61.200.000,00. Pemeriksaan terhadap DASK, Surat Pertanggungjawaban (SPJ) dan hasil konfirmasi dengan Kabag Umum Pemda Lombok Barat diketahui : PERWAKILAN BPK RI DI DENPASAR 17 - Belanja modal computer sebanyak 3 unit dengan harga sebesar Rp37.397.000,00 direalisasikan berdasarkan SPMU Nomor: 5524/BT/2006. Atas belanja computer tersebut tidak digunakan oleh Pemerintah Daerah Lombok Barat namun digunakan sebagai bantuan komputer kepada Kejaksaan Negeri Mataram sebanyak 1 unit berdasarkan berita acara serah terima barang Nomor: 020/38/UM/2006 Tanggal 12 Juni 2006, kepada Kodim 1606 sebanyak 1unit berdasarkan berita acara serah terima barang Nomor: 020/38/UM/2006 Tanggal 12 Juni 2006 dan kepada Polda Nusa Tengara Barat sebanyak 1 unit berdasarkan berita acara serah terima barang Nomor: 020/38/UM/2006 Tanggal 12 Juni 2006 - Belanja modal alat-alat komunikasi yang terdiri atas 4 buah rage lengkap dan 10

buah handy talkie berdasarkan surat perjanjian/kontrak kerja Nomor: 020/2383/UM/2006 sebesar Rp61.200.000,00 direalisasikan berdasarkan atas SPMU Nomor: 14.918/BT/2006. Atas belanja modal tersebut digunakan sebagai bantuan alat komunikasi kepada Kodim 1606 Lombok Barat berdasarkan atas berita acara serah terima nomor: 020/37/UM/2006 Tanggal 14 Juli 2006. Atas pengadaan komputer dan alat-alat komunikasi tersebut Pemda Lombok Barat mengakui sebagai asset pada Neraca Per 31 Desember 2006 namun telah dilakukan koreksi oleh BPK RI dengan mengurangi nilai peralatan dan mesin pada neraca sebesar Rp98.597.000,00 berdasarkan atas Berita Aacara Serah Terima (BAST). Permasalahan tersebut tidak sesuai dengan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri No.903/2429/SJ tanggal 21 September 2005 Perihal Pedoman penyusunan APBD Tahun Anggaran 2006 dan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2005 pada lampiran II tentang belanja bantuan keuangan pada point 5 yaitu ”Sesuai dengan ketentuan pasal 155 ayat 2 Undang-Undang Nomor: 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah ditegaskan bahwa penyelenggaraan urusan pemerintah yang menjadi kewenangan pemerintah di daerah didanai dari dan atas beban APBN. Berdasarkan ketentuan tersebut maka pengalokasian anggaran dalam APBD yang diperuntukkan membantu instansi vertikal dalam melaksanakan tugas dan fungsinya didaerah tidak diperkenankan. PERWAKILAN BPK RI DI DENPASAR 18 Permasalahan tersebut mengakibatkan realisasi atas belanja modal sebesar Rp98.597.000,00 tersebut tidak dapat dimanfaatkan oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Barat. Hal ini terjadi karena kelalaian Panitia Anggaran Legislatif dan Tim Anggaran Eksekutif yang tidak memahami ketentuan yang berlaku yaitu menganggarkan dan merealisasikan belanja modal kepada instansi vertikal. Kepala Bagian Umum dan Perlengkapan Kabupaten Lombok Barat mengakui temuan BPK RI dan bantuan tersebut sudah merupakan kesepakatan antara Eksekutif dan Legislatif yang dituangkan dalam APBD TA 2006. BPK RI menyarankan Bupati Lombok Barat agar memberi sanksi kepada Panitia Anggaran Legislatif dan Tim Anggaran Eksekutif atas kelalaiannya yang tidak memahami ketentuan yang berlaku yaitu menganggarkan dan merealisasikan belanja modal kepada instansi vertikal. 3. Realisasi Belanja Tahun Anggaran 2006 dibebani kegiatan Tahun Anggaran 2005 sebesar Rp1.024.844.800,00 Hasil pemeriksaan dengan cara uji petik terhadap Surat Pertanggungjawaban (SPJ), Surat Perintah Membayar (SPM) dan bukti bukti pendukung lainnya pada unitunit kerja Pemerintah Kabupaten Lombok Barat diketahui bahwa realisasi belanja Tahun Anggaran 2006 dibebani kegiatan Tahun Anggaran 2005. Realisasi atas belanja tersebut terjadi pada belanja Dinas PU Kimpraswil untuk biaya pemeliharaan jalan. Pada Tahun Anggaran 2006 Biaya Pemeliharaan Jalan (2.15.01.2.4.02.01.2) dianggarkan sebesar Rp11.277.909.000,00 dan telah direalisasikan sebesar Rp11.262.668.021,00 atau 99,86%. Dari realisasi sebesar Rp11.262.668.021,00 tersebut diketahui terdapat realisasi biaya pemeliharaan jalan Tahun Anggaran 2005 sebesar Rp1.024.844.800,00 atau 9,09% yang dibebankan pada belanja Tahun Anggaran 2006 yang terdiri atas 3 paket pekerjaan yaitu: PERWAKILAN BPK RI DI DENPASAR 19

a. Paket I Ruas Jalan Kekri-Terep, Duman-Awang Madya dan Ketejer-Bongor senilai Rp945.083.000,00 b. Paket II Ruas Jalan Keru-Sesaot senilai Rp49.781.000,00 c. Paket III perbaikan duiker dan pengamanan badan jalan jurusan Karang AnyarGegelang senilai Rp29.980.000,00. Ketiga paket proyek tersebut tidak dianggarkan dalam APBD T.A. 2005. Realisasi kegiatan atas ketiga paket pekerjaan tersebut pada T.A. 2005 terjadi karena adanya kebijakan Bupati yang telah mendapat persetujuan dari legislatif. Pemeriksaan atas Dokumen Anggaran Satuan Kerja (DASK) dan bukti-bukti pengeluaran pada unit kerja bersangkutan diketahui atas akun belanja tersebut dianggarkan dan direalisasikan pada Tahun Anggaran 2006. Permasalahan tersebut tidak sesuai dengan : a. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tanggal 9 Desember 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah Pasal 54 ayat (1) menyatakan bahwa ”SKPD dilarang melakukan pengeluaran atas beban anggaran belanja daerah untuk tujuan yang tidak tersedia anggarannya, dan/atau yang tidak cukup tersedia anggarannya dalam APBD”. b. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 29 Tahun 2002 tanggal 10 Juni 2002 tentang Pedoman Pengurusan, Pertanggungjawaban dan Pengawasan Keuangan Daerah serta Tata Cara Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, Pelaksanaan Tata Usaha Keuangan Daerah dan Penyusunan Perhitungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah pada : - Pasal 1 huruf (q) yang menyatakan bahwa “Belanja Daerah adalah semua pengeluaran Kas Daerah dalam periode Tahun Anggaran tertentu yang menjadi beban daerah”; - Pasal 55 ayat (1) yang menyatakan bahwa “Pengguna Anggaran dilarang melakukan tindakan yang mengakibatkan beban APBD jika dana untuk pengeluaran tersebut tidak tersedia atau dananya tidak cukup tersedia”. PERWAKILAN BPK RI DI DENPASAR 20 Belanja Tahun Anggaran 2006 yang dibebani belanja Tahun Anggaran 2005 tersebut mengakibatkan realisasi belanja pemeliharaan jalan pada Dinas PU Kimpraswil, tidak mencerminkan realisasi yang sesungguhnya atas kegiatan yang dilaksanakan dalam Tahun Anggaran 2006 sebesar Rp1.024.844.800,00. Hal tersebut disebabkan oleh adanya kebijakan Bupati Lombok Barat yang melaksanakan kegiatan yang tidak memperhatikan ketentuan yang berlaku. Kepala Dinas PU/Kimpraswil Kabupaten Lombok Barat mengakui temuan BPK RI dan menjelaskan bahwa pekerjaan tersebut pembayarannya dilakukan melalui APBD Tahun Anggaran 2006, karena penganggarannya masuk pada DASK TA 2006 yang merupakan satu item pekerjaan dengan nomor rekening 2.15.01.2.4.02.01.2 dan bukan merupakan anggaran TA 2005 yang dibebankan ke anggaran APBD TA 2006. Hanya saja pekerjaan tersebut merupakan pekerjaan yang telah diselesaikan di Tahun 2005. BPK RI menyarankan Bupati Lombok Barat agar dalam membuat kebijakan tentang pelaksanaan kegiatan yang mengakibatkan pengeluaran/belanja daerah tetap mengacu kepada ketentuan yang berlaku. PERWAKILAN BPK RI DI DENPASAR 21 Lampiran 1 No. Uraian Jumlah

134 1 12594 / BT / 2006 29 Nov 2006 Pengadaan sapi bibit betina 150 ekor dan sapi bibit jantan 15 ekor 488.250.000,00 2 12595 / BT / 2006 29 Nov 2006 Pengadaan peralatan kesehatan hewan 109.999.000,00 3 11311 / BT / 2006 11 Nov 2006 Pengadaan obat dan vaksin 41.440.000,00 4 14412 / BT / 2006 21 Des 2006 Pengadaan sarana IB 408.724.650,00 5 14947 / BT / 2006 21 Des 2006 Pembuatan Kandang Sapi 4 unit 151.809.000,00 6 14411 / BT / 2006 21 Des 2006 Pengadaan bibit sapi 70 ekor betina dan 10 bibit jantan 90.183.000,00 7 / BT / 2006 29 Nov 2006 BM Pembangunan Gedung UPTD BPSB Kab Lobar 433.333.000,00 8 14792 / BT / 2006 26 Des 2006 BM Pembangunan Screen House 85.817.000,00 9 14587 / BT / 2006 22 Des 2006 Pembangunan kandang kambing 132.683.000,00 10 11330 / BT / 2006 9 Nov 2006 Pengadaan pupuk dalam rangka kegiatan Pengembangan Perbenihan dan Perbibitan Tanaman Pangan Holtikultura dan Ternak Kab Lombok Barat TA 2006 11.541.250,00 11 11332 / BT / 2006 9 Nov 2006 Biaya Rehabilitasi Gedung BBU Lingsar 34.430.000,00 12 9909 / BT / 2006 07 Okt 2006 Biaya Pembelian Anakan (Batang Bawah) 27.412.500,00 13 12167 / BT / 2006 23 Nov 2006 Biaya Pembelian Anakan Bibit Manggis 21.800.000,00 14 12259 / BT / 2006 23 Nov 2006 Biaya pengadaan pakan tambahan UMMB 39.200.250,00 15 11329 / BT / 2006 9 Nov 2006 Biaya Pengadaan sarana Surveylance Penyakit Hewan 29.901.000,00 16 12590 / BT / 2006 29 Nov 2006 Biaya Pembuatan Pintu Gerbang 14.850.000,00 17 14946 / BT / 2006 27 Des 2006 Biaya Pengawasan Pembuatan Kandang Kambing 9.405.000,00 18 14588 / BT / 2006 22 Des 2006 Biaya Pengawasan Pembuatan Kandang Sapi 11.000.000,00 19 14415 / BT / 2006 21 Des 2006 Biaya Pembelian Pakan Ternak 30.944.550,00 20 12619 / BT / 2006 1 Des 2006 Biaya Pengolahan Lahan Penanaman Batang Bawah 17.600.000,00 21 14304 / BT / 2006 20 Des 2006 Biaya Rehabilitasi Gedung Kebun Dinas Suranadi 20.000.000,00 22 14416 / BT / 2006 21 Des 2006 Biaya Pembangunan Rumah Mesin Pompa dan Pemasangan Instalasi Pompa 30.645.000,00 23 12168 / BT / 2006 23 Nov 2006 Pengadaan Sarana Pelayanan Keswan 22.200.000,00 24 14589 / BT / 2006 22 Des 2006 Pembangunan Gedung dan Kios Benih 85.155.000,00 25 14590 / BT / 2006 22 Des 2006 Biaya Pemagaran Kawat Berduri 39.000.000,00 26 14793 / BT / 2006 26 Des 2006 Biaya Angsuran I Pembangunan Bengkel Las dan Gudang Alsistan 93.527.500,00 27 14793 / BT / 2006 26 Des 2006 Biaya Angsuran II Pembangunan Bengkel Las dan Gudang Alsistan 4.922.500,00 Jumlah 2.485.773.200,00 DAFTAR SALAH PERUNTUKKAN PADA DINAS PERTANIAN TANAMAN PANGAN DAN PERTERNAKAN No SPMU 2 Lampiran 2 No Jumlah 1 11 jan 2007 Dinas Pertanian 40.000,00

2 11 jan 2007 SMP SMP 2 Gunung Sari 1.526.324,00 3 12 jan 2007 SMP SMP 4 Lingsar 35.315,00 4 12 jan 2007 Dinas Perhubungan 9.635.286,00 5 12 jan 2007 DPRD 344.159,00 6 12 jan 2007 DPRD 2.800.133,00 7 12 jan 2007 DPRD 483.366,00 8 12 jan 2007 DPRD 7.221.910,00 9 12 jan 2007 DPRD 10.500,00 10 12 jan 2007 DPRD 253.775,00 11 12 jan 2007 DPRD 361.000,00 12 12 jan 2007 Diperindag 2.500,00 13 15 jan 2007 SMP SMP 2 Tanjung 19.653,00 14 15 jan 2007 Kecamatan Gangga 671.435,00 15 15 jan 2007 SMP SMP 1 Kediri 455.955,00 16 15 jan 2007 BPM PLH 4.354.134,00 17 15 jan 2007 BPM PLH 3.560.000,00 18 15 jan 2007 Setda Hukum 860.000,00 19 15 jan 2007 SMA SMK 2 Kuripan 692.452,00 20 15 jan 2007 Kantor Pelayanan Lombok Barat Bagian Utara 8.199.327,00 21 16 jan 2007 SMP SMP 3 Labuan Api 211.485,00 22 17 jan 2007 SMP SMP 1 Lembar 1.424.711,00 23 17 jan 2007 PDK 18.787.600,00 24 17 jan 2007 Setda Hukum 300.000,00 25 18 jan 2007 DPRD 1.500.000,00 26 18 jan 2007 SMP SMP 3 Kayangan 587.360,00 27 19 jan 2007 Kecamatan Bayan 5.649.328,00 28 19 jan 2007 Dinas Perikanan 600.500,00 29 19 jan 2007 SMA SMA Bayan 441.500,00 30 22 jan 2007 Dispenduk 346.000,00 31 23 jan 2007 Dinas Koperasi 368.000,00 32 23 jan 2007 SMP SMP 1 Lingsar 200.500,00 33 24 jan 2007 Setda Keu 2.685.000,00 34 24 jan 2007 SMP SMP 2 Kuripan 475.824,00 35 24 jan 2007 Kecamatan Kayangan 1.850.440,00 36 25 jan 2007 SMP SMP 1 Kuripan 1.870.700,00 37 25 jan 2007 SMA SMA Gerung 1.597.200,00 38 25 jan 2007 SMP SMP 3 Gangga 430.102,00 39 26 jan 2007 SMA SMK Gerung 878.610,00 40 26 jan 2007 SMP SMP 3 Narmada 1.764.125,00 41 29 jan 2007 SMP SMP 4 Gerung 1.002.400,00 42 29 jan 2007 DPRD 280.755,00 43 30 jan 2007 SMA SMA 1 Lembar 1.330.387,00 44 31 jan 2007 Dinas Sosial 371.000,00 45 31 jan 2007 Dinas Sosial 6.340.949,00 46 31 jan 2007 Dinas Sosial 4.639.200,00 47 31 jan 2007 SMP SMP 1 Gerung 6.469.015,00 48 31 jan 2007 Dispenduk 615.932,00 49 31 jan 2007 PDK 19.242.340,00

Tanggal Instansi DAFTAR SISA KAS TERLAMBAT DISETOR OLEH PEMEGANG KAS Lampiran 2 No Tanggal Instansi Jumlah 50 31 jan 2007 SMA SMA 1 Lembar 1.450,00 51 1 feb 2007 SMP SMP 1 Labuan Api 4.395.410,00 52 1 feb 2007 Dinas Perikanan 360.000,00 53 2 feb 2007 SMP SMP 1 Pemenang 62.435,00 54 5 feb 2007 SMA SMA 1 Lembar 157.765,00 55 5 feb 2007 SMP SMP 2 Gerung 858.916,00 56 6 feb 2007 Dispenduk 50.000,00 57 7 feb 2007 SMP SMP 4 Lingsar 2.454.340,00 58 7 feb 2007 SMP SMP 2 Kediri 480.804,00 59 8 feb 2007 DPRD 2.650.000,00 60 9 feb 2007 SMP SMP 2 Narmada 755.041,00 61 9 feb 2007 SMP SMP 2 Narmada 185.550,00 62 12 feb 2007 Setda 60.000,00 63 12 feb 2007 Dispenduk 10.000,00 64 12 feb 2007 SMA SMK Bayan 291.650,00 65 15 feb 2007 Diklat 9.025.000,00 66 16 feb 2007 Setda 17.710.000,00 67 16 feb 2007 Dinas Kesehatan 250.025.294,00 68 16 feb 2007 Dinas Kesehatan puskesmas 90.074.859,00 69 19 feb 2007 Dinas Sosial 300.000,00 70 20 feb 2007 PDK 7.640.791,00 71 23 feb 2007 Setda 9.820.000,00 72 28 feb 2007 Setda 7.628.400,00 73 28 feb 2007 Setda 15.796.114,00 74 28 feb 2007 Setda 400.000,00 75 7 mar 2007 SMP SMP 4 Lingsar 307.500,00 76 13 mar 2007 Dinas Kehutanan dan Perkebunan 27.856.308,00 77 3 apr 2007 SMP SMP 4 Lingsar 307.500,00 78 4 mei 2007 SMP SMP 4 Lingsar 307.500,00 Jumlah 573.760.814,00 Lampiran 3 DAFTAR SISA KAS PADA PEMEGANG KAS YANG BELUM DISETOR KE KAS DAERAH No Instansi Sisa Kas menurut neraca (Rp) selisih Sisa Kas (audited) (Rp) Setoran STS (Rp) Sisa Kas yang belum disetor (Rp)

Lebih ditetapkan (Rp) Kurang ditetapkan (Rp) 1 2 3 4 5 6=3-(4+5) 7 8 1 Sekretariat Daerah 165.259.514 110.000.000,00 0,00 55.259.514,00 55.259.514,00 0,00 2 KPDSI 1.769.185 0,00 21.000,00 1.790.185,00 1.790.185,00 0,00 3 Diperindag 1.704.050 0,00 2.500,00 1.706.550,00 1.706.550,00 0,00 4 Dinas Pariwisata 4.360.000 0,00 2.396.350,00 6.756.350,00 6.756.350,00 0,00 5 BPMD 0 0,00 3.117.905,00 3.117.905,00 3.117.905,00 0,00 6 Dinas Koperasi 1.500.000 772.000,00 0,00 728.000,00 728.000,00 0,00 7 Kesbanglinmas 2.700.000 2.700.000,00 0,00 0,00 0,00 0,00 8 Kecamatan Gangga 1.921.435 1.250.000,00 0,00 671.435,00 671.435,00 0,00 9 SLTP 31.311.177 0,00 2.164.899,00 33.476.076,00 29.124.950,00 4.351.126,00 Jumlah I 210.525.361,00 114.722.000,00 7.702.654,00 103.506.015,00 99.154.889,00 4.351.126,00 1 Sekretariat Dewan 118.344.724,00 0,00 0,00 118.344.724,00 113.815.640,00 4.529.084,00 2 Kec. Bayan 7.164.570,00 0,00 0,00 7.164.570,00 5.649.328,00 1.515.242,00 3 Kec. Kayangan 2.850.440,00 0,00 0,00 2.850.440,00 1.850.440,00 1.000.000,00 4 BKBKS 4.061.611,00 0,00 0,00 4.061.611,00 0,00 4.061.611,00 5 Balitbang 9.205.000,00 0,00 0,00 9.205.000,00 9.025.000,00 180.000,00 6 SMA 6.088.914,00 0,00 0,00 6.088.914,00 6.076.604,00 12.310,00 7 KDH 191.948,00 0,00 0,00 191.948,00 0,00 191.948,00 Jumlah II 147.907.207,00 0,00 0,00 147.907.207,00 136.417.012,00 11.490.195,00 Jumlah I + II 358.432.568,00 114.722.000,00 7.702.654,00 251.413.222,00 235.571.901,00 15.841.321,00 BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA LAPORAN ATAS PENGENDALIAN INTERN DALAM KERANGKA PEMERIKSAAN LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK BARAT UNTUK TAHUN ANGGARAN 2006 DI GERUNG AUDITORAT UTAMA KEUANGAN NEGARA VI PERWAKILAN BPK RI DI DENPASAR Nomor : 05.2.C/Pwk.BPK RI di Dps/07/2007 Tanggal : 10 Juli 2007 DAFTARISI Halaman DAFTAR ISI i RESUME PEMERIKSAAN 1 GAMBARAN UMUM PENGENDALIAN INTERN DALAM SISTEM AKUNTANSI DAN PELAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH 4 TEMUAN PEMERIKSAAN 6 A. Temuan pemeriksaan yang mempengaruhi kewajaran laporan keuangan

1. Pelampauan anggaran belanja pada tiga satuan kerja sebesar Rp20.971.240,00 6 2. Penganggaran dan realisasi Biaya Dukungan pada Belanja Barang dan Jasa sebesar Rp28.644.289.283,00 tidak tepat 8 3. Penyaluran Dana Bergulir sebesar Rp1.628.492.750,00 yang direalisasikan sebagai Belanja Modal tidak tepat 12 4. Realisasi Belanja Modal TA 2006 pada Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Peternakan sebagai Bantuan Keuangan sebesar Rp698.571.500,00 tidak tepat 15 5. Penerimaan Pengembalian Pinjaman Modal sebesar Rp24.450.000,00 dianggarkan dan direalisasikan sebagai Pendapatan Daerah 17 6. Realisasi Perjalanan Dinas Tahun Anggaran 2006 tidak didukung bukti yang memadai sebesar Rp5.081.306.100,00 20 B. Temuan pemeriksaan yang tidak mempengaruhi kewajaran laporan keuangan 1. Penyertaan Modal Pemerintah Kabupaten Lombok Barat sebesar Rp6.950.000.000,00 tidak didasari dengan peraturan daerah 23 2. Pengelolaan Buku Kas Umum Pemerintah Kabupaten Lombok Barat oleh PT. Bank Nusa Tenggara Barat (NTB) Cabang Mataram tidak sesuai ketentuan dan melemahkan pengendalian atas pengelolaan keuangan daerah 25 3. Realisasi Belanja Daerah Tahun Anggaran 2006 senilai Rp3.153.934.537,00 mendahului penetapan APBD Kabupaten Lombok Barat 28 DAFTAR LAMPIRAN: Lampiran 1 Belanja modal yang direalisasikan sebagai belanja bantuan keuangan Lampiran 2 SPMU yang Mendahului Penetapan APBD PERWAKILAN BPK RI DI DENPASAR i BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA RESUME LAPORAN ATAS PENGENDALIAN INTERN Berdasarkan ketentuan Pasal 23E Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Pasal 31 Undang-Undang No. 17 Tahun 2003, dan Pasal 56 UndangUndang No.1 Tahun 2004, dan Pasal 6 Undang-Undang No. 15 Tahun 2006 BPK RI telah memeriksa Neraca Pemerintah Kabupaten Lombok Barat per 31 Desember 2006, Laporan Realisasi Anggaran, Laporan Arus Kas dan Catatan atas Laporan Keuangan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut. Laporan keuangan adalah tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Lombok Barat. Tanggung jawab BPK RI adalah pada pernyataan pendapat atas laporan keuangan berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan. Atas pemeriksaan tersebut, BPK RI telah menerbitkan Laporan Hasil Pemeriksaan Keuangan atas LKPD Kabupaten Lombok Barat Tahun 2006 yang memuat pendapat wajar dengan pengecualian dengan nomor 05.2.A/Pwk.BPK RI di Dps/07/2007, tanggal 10 Juli 2007 dan Laporan Kepatuhan dalam Kerangka Pemeriksaan Laporan Keuangan nomor 05.2.B /Pwk.BPK RI di Dps/07/2007, tanggal 10 Juli 2007.

Pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat tersebut dilakukan berdasarkan pada Standar Pemeriksaan Keuangan Negara (SPKN) yang ditetapkan oleh BPK RI. Standar tersebut mengharuskan BPK RI untuk merencanakan, mengumpulkan bukti yang cukup dan melaksanakan pemeriksaan agar memperoleh keyakinan yang memadai sebagai dasar untuk memberikan pendapat. Standar tersebut juga mengharuskan BPK RI untuk mengungkapkan kelemahan dalam sistem pengendalian intern atas pelaporan keuangan. PERWAKILAN BPK RI DI DENPASAR 1 Kelemahan dalam sistem pengendalian intern atas Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat yang ditemukan BPK RI adalah sebagai berikut: 1. Pelampauan anggaran belanja pada tiga satuan kerja sebesar Rp20.971.240,00; 2. Penganggaran dan realisasi Biaya Dukungan pada Belanja Barang dan Jasa sebesar Rp28.644.289.283,00 tidak tepat; 3. Penyaluran Dana Bergulir sebesar Rp1.628.492.750,00 yang direalisasikan sebagai Belanja Modal tidak tepat; 4. Realisasi Belanja Modal TA 2006 pada Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Peternakan sebagai Bantuan Keuangan sebesar Rp698.571.500,00 tidak tepat; 5. Penerimaan Pengembalian Pinjaman Modal sebesar Rp24.450.000,00 dianggarkan dan direalisasikan sebagai Pendapatan Daerah; 6. Realisasi Perjalanan Dinas Tahun Anggaran 2006 tidak didukung bukti yang memadai sebesar Rp5.081.306.100,00; 7. Penyertaan Modal Pemerintah Kabupaten Lombok Barat sebesar Rp6.950.000.000,00 tidak didasari dengan peraturan daerah; 8. Pengelolaan Buku Kas Umum Pemerintah Kabupaten Lombok Barat oleh PT. Bank Nusa Tenggara Barat (NTB) Cabang Mataram tidak sesuai ketentuan dan melemahkan pengendalian atas pengelolaan keuangan daerah; dan 9. Realisasi Belanja Daerah Tahun Anggaran 2006 senilai Rp3.153.934.537,00 mendahului penetapan APBD Kabupaten Lombok Barat. Berdasarkan kelemahan-kelemahan tersebut, BPK RI menyarankan kepada: 1. Bupati Lombok Barat agar memberi sanksi kepada para Pengguna Anggaran dan Pemegang Kas pada Satuan Kerja yang tidak mempedomani anggaran yang telah ditetapkan dalam APBD serta memberi sanksi kepada Kepala Sub Bagian Perbendaharaan yang menerbitkan SPM tidak memperhatikan sisa anggaran pada DASK. 2. Bupati Lombok Barat agar memberi sanksi kepada Tim Anggaran Eksekutif dan Ketua DPRD memberi sanksi panitia anggaran legislatif atas kelalaiannya dalam menganggarkan dan merealisasikan biaya dukungan pada belanja barang dan jasa tidak mengacu kepada Kepmendagri Nomor 29 Tahun 2002. 3. Bupati Lombok Barat agar memberi sanksi kepada Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan dan Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Peternakan selaku Pengguna Anggaran serta Kepala Sub Bagian Anggaran atas kelalaiannya yang PERWAKILAN BPK RI DI DENPASAR 2 tidak menganggarkan penyaluran dana bergulir pada akun Pengeluaran Pembiayaan. 4. Bupati Lombok Barat agar memberi sanksi kepada Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Peternakan selaku Pengguna Anggaran serta Kepala Sub Bagian Anggaran atas kelalaiannya yang tidak menganggarkan belanja bantuan pada akun Belanja Bagi Hasil dan Bantuan Keuangan.

5. Bupati Lombok Barat agar memberi sanksi kepada Kepala Sub Bagian Anggaran atas kelalaiannya yang tidak menganggarkan penerimaan pengembalian pinjaman modal pada akun Penerimaan Pembiayaan. 6. Bupati Lombok Barat segera meninjau kembali surat Keputusan Bupati tentang Perjalanan Dinas dan melampirkan tiket untuk perjalanan dinas luar daerah sebagai kelengkapan Surat Pertanggungjawaban (SPJ). 7. Bupati Lombok Barat agar segera menyusun perda yang mengatur tentang Penyertaan Modal dan memberi sanksi Sekretaris Daerah selaku pengguna anggaran serta Kepala Sub Bagian Perbendaharaan yang tidak memperhatikan peraturan perundangan yang berlaku dalam melakukan penyertaan modal pemerintah daerah. 8. Bupati Lombok Barat segera menunjuk Pejabat Bendahara Umum Daerah. 9. Bupati Lombak Barat agar memberikan sanksi kepada Kabag Keuangan atas kelalaiannya dalam menerbitkan SPMU tidak memperhatikan ketentuan Kepmendagri Nomor 29 Tahun 2002. Secara lebih rinci akan dijelaskan pada bagian Temuan Pemeriksaan Sistem Pengendalian Intern. Denpasar, 10 Juli 2007 BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA Perwakilan BPK RI di Denpasar Kuasa Penanggung Jawab Pemeriksaan, Drs. Imam Muslich, MSi., Ak. Akuntan, Register Negara D-6407 PERWAKILAN BPK RI DI DENPASAR 3 PERWAKILAN BPK RI DI DENPASAR 4 GAMBARAN UMUM PENGENDALIAN INTERN DALAM SISTEM AKUNTANSI DAN PELAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH Pembukuan dan penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat dilakukan oleh Sub Bagian Pembukuan pada Bagian Keuangan sesuai Peraturan Daerah No. 16 Tahun 2000 tanggal 16 Nopember 2000 tentang Pembentukan Organisasi Sekretariat Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Lombok Barat dan Kecamatan. Pembukuan dan Penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat Tahun Anggaran 2006 diselenggarakan dengan menggunakan sistem pembukuan berpasangan dimana untuk pengakuan pendapatan, belanja dan pembiayaan berbasis kas dan untuk pengakuan asset, kewajiban dan ekuitas berbasis akrual, sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah dan Kepmendagri No. 29 Tahun 2002 tentang Pedoman Pengurusan, Pertanggungjawaban dan Pengawasan Keuangan Daerah serta Tata Cara Penyusunan APBD, Pelaksanaan Tata Usaha Keuangan Daerah dan Penyusunan Perhitungan APBD dengan memperhatikan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP). Dalam penyusunan Laporan Keuangan tersebut Pemerintah Kabupaten Lombok Barat telah melakukan konversi Laporan Keuangan dari format lama (Kepmendagri No 29 Tahun 2002) kepada format baru sesuai SAP. Pemerintah Kabupaten Lombok Barat belum menyusun Peraturan Daerah tentang Pokok-Pokok Pengelolaan Keuangan Daerah dan Keputusan Bupati tentang

Sistem dan Prosedur Pengelolaan Keuangan Daerah sehingga dalam membukukan dan menyusun Laporan Keuangan Daerah hanya mengacu kepada Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah dan Kepmendagri No. 29 Tahun 2002 tentang Pedoman Pengurusan, Pertanggungjawaban dan Pengawasan Keuangan Daerah serta Tata Cara Penyusunan APBD, Pelaksanaan Tata Usaha Keuangan Daerah dan Penyusunan Perhitungan APBD. Dalam pembukuan dan penyusunan Laporan Keuangan, semua transaksi atau kejadian keuangan yang menyangkut kas atau non kas oleh Sub Bagian Pembukuan dicatat ke dalam Buku Besar Penerimaan dan Buku Besar Pengeluaran untuk transaksi PERWAKILAN BPK RI DI DENPASAR 5 pendapatan maupun belanja tanpa melalui mekanisme jurnal yaitu jurnal penerimaan kas, jurnal pengeluaran kas dan jurnal umum. Kemudian Buku Besar tersebut dikelompokkan ke dalam kode rekening masing-masing pendapatan maupun belanja sesuai dengan satuan kerja yang mengelola. Kesalahan penerapan prosedur yang tidak sesuai tujuan pengendalian yaitu tidak dibuatnya Jurnal Penerimaan Kas, Jurnal Pengeluaran Kas dan Jurnal Umum oleh Sub Bagian Pembukuan. Jurnal Penerimaan Kas merupakan buku yang digunakan untuk mencatat dan menggolongkan transaksi atau kejadian yang mengakibatkan terjadinya penerimaan kas. Jurnal Pengeluaran Kas merupakan buku yang digunakan untuk mencatat dan menggolongkan transaksi atau kejadian yang mengakibatkan terjadinya pengeluaran kas. Jurnal umum merupakan buku yang digunakan untuk mencatat dan menggolongkan transaksi atau kejadian yang tidak mengakibatkan terjadinya penerimaan dan pengeluran kas. Berdasarkan Pasal 31 ayat (2) UU No.17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat berkewajiban menyusun Laporan Keuangan Daerah yang terdiri dari Laporan Realisasi Anggaran, Neraca, Laporan Arus Kas, dan Catatan Atas Laporan Keuangan Daerah. Dalam penyusunan Laporan Keuangan tersebut Pemerintah Kabupaten Lombok Barat telah melakukan konversi terhadap Neraca, Laporan Arus Kas dan Laporan Realisasi Anggaran dari format lama (Kepmendagri No 29 Tahun 2002) kepada format baru sesuai SAP. Kami tidak melakukan pemeriksaan atas Neraca Awal, pemeriksaan yang dilakukan terhadap Neraca Daerah hanya sebatas mutasi Neraca selama Tahun Anggaran 2006. TEMUAN PEMERIKSAAN Temuan pemeriksaan atas sistem pengendalian intern pada Pemerintah Kabupaten Lombok Barat Tahun 2006 sebanyak 9 (sembilan) temuan pemeriksaan terdiri dari 6 (enam) temuan yang mempengaruhi kewajaran laporan keuangan dan 3 (tiga) temuan yang tidak mempengaruhi kewajaran laporan keuangan dengan rincian sebagai berikut: A. Temuan pemeriksaan yang mempengaruhi kewajaran laporan keuangan 1. Pelampauan anggaran belanja pada tiga satuan kerja sebesar Rp20.971.240,00 Pemeriksaan atas Konsep Perhitungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Lombok Barat Tahun Anggaran 2006, SPJ, dan bukti pendukung atas realisasi belanja, baik belanja aparatur, belanja pelayanan publik maupun belanja modal pada Pemerintah Kabupaten Lombok Barat, diketahui telah terjadi pelampauan anggaran pada Sekretariat Daerah Kabupaten Lombok Barat, Kecamatan Bayan, dan SMU/Kejuruan/MA masing-masing sebesar Rp18.392.190,00, Rp1.379.500,00, dan Rp1.199.550,00 atau seluruhnya sebesar Rp20.971.240,00. Hal tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut : a. Sekretariat Daerah Kabupaten Lombok Barat

Pelampauan anggaran tersebut terjadi pada Obyek Belanja Biaya Jasa Kantor (2.01.03.1.2.02.2) dimana anggaran yang tersedia pada APBD setelah perubahan sebesar Rp3.595.123.600,00, akan tetapi realisasinya sebesar Rp3.613.515.790,00 atau 100,51%, sehingga terjadi pelampauan anggaran sebesar Rp18.392.190,00. b. Kecamatan Bayan Pelampauan anggaran tersebut terjadi pada Obyek Belanja Biaya Perjalanan Dinas (2.01.08A.1.3.01.1) dan Obyek Belanja Biaya Pemeliharaan Alat-alat Angkutan (2.01.08A.1.4.09.1) dimana anggaran yang tersedia pada APBD setelah perubahan maasing-masing sebesar Rp51.900.000,00 dan Rp37.805.000,00, akan tetapi realisasinya masing-masing sebesar Rp52.225.000,00 atau 100,63% dan Rp38.859.500,00 atau PERWAKILAN BPK RI DI DENPASAR 6 100,79% sehingga terjadi pelampauan anggaran masing-masing sebesar Rp325.000,00 dan Rp1.054.500,00 atau seluruhnya sebesar Rp1.379.500,00. c. SMU/Kejuruan/MA Pelampauan anggaran tersebut terjadi pada Obyek Belanja Biaya Bahan Pakai Habis Kantor (2.11.05.1.2.01.2), Biaya Pemeliharaan Bangunan Gedung (2.11.05.1.4.06.2) dan Biaya Pemeliharaan Alat-alat Kantor dan RT (2.11.05.1.4.12.2) dimana anggaran yang tersedia pada APBD setelah perubahan maasing-masing sebesar Rp1.481.265.850,00, Rp272.500.000,00, dan Rp109.500.000,00 akan tetapi realisasinya masing-masing sebesar Rp1.481.571.050,00 atau 100,02%, Rp273.230.750,00 atau 100,27% dan Rp109.663.600,00 atau 100,15% sehingga terjadi pelampauan anggaran masing-masing sebesar Rp305.200,00, Rp730.750,00 dan Rp163.600,00 atau seluruhnya sebesar Rp1.199.550,00. Kasubag Perbendaharaan Bagian Keuangan Kabupaten Lombok Barat menjelaskan bahwa pelampauan anggaran tersebut terjadi karena Bagian Perbendaharaan kurang memperhatikan dan meneliti ketersediaan kredit anggaran pada saat pengajuan SPP terakhir. Kondisi tersebut tidak sesuai dengan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 29 tanggal 10 Juni 2002 tentang Pedoman Pengurusan, Pertanggungjawaban dan Pengawasan Keuangan Daerah serta Tata Cara Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, Pelaksanaan Tata Usaha Keuangan Daerah dan Penyusunan Perhitungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah : a. Pasal 38 ayat (2) disebutkan bahwa ‘Pengguna Anggaran bertanggungjawab atas tertib penatausahaan anggaran yang dialokasikan pada unit kerja yang dipimpinnya’; b. Pasal 55 ayat (3) disebutkan bahwa : - Ayat (1) ‘Pengguna Anggaran dilarang melakukan tindakan yang mengakibatkan beban APBD jika dana untuk pengeluaran tersebut tidak tersedia atau dananya tidak cukup tersedia’; - Ayat (3) ‘Jumlah kredit anggaran setiap obyek belanja perangkat daerah merupakan batas tertinggi pengeluaran belanja’. PERWAKILAN BPK RI DI DENPASAR 7 Pelampauan anggaran tersebut mengakibatkan APBD Tahun Anggaran 2006 kurang berfungsi sebagai alat pengendali dan dapat membuka peluang penyalahgunaan keuangan daerah. Kondisi tersebut terjadi karena : a. Kelalaian Pemegang Kas dan Atasan Langsungnya sebagai Pengguna Anggaran pada Unit Kerja dimaksud yang tidak mempedomani plafon anggaran yang telah ditetapkan dalam APBD.

b. Sub Bagian Perbendaharaan yang kurang teliti dalam meneliti ketersediaan kredit anggaran sebelum menerbitkan SPM. Kepala Bagian Keuangan Setda Kabupaten Lombok Barat atas nama Sekretaris Daerah menyatakan bahwa kelebihan belanja pada satuan kerja Sekretariat Daerah diakibatkan adanya penerbitan SPMU Nihil akibat penggunaan langsung pendapatan daerah atas PPJ untuk membayar biaya listrik. Sedangkan untuk kelebihan di Kecamatan Bayan dan SMU/Kejuruan/MA memang murni kesalahan administrasi dalam penerbitan SPMU dan kelebihan tersebut akan disetor ke Kas Daerah. BPK RI menyarankan kepada Bupati Lombok Barat agar memberi sanksi kepada: a. Para Pengguna Anggaran dan Pemegang Kas pada Satuan Kerja yang tidak mempedomani anggaran yang telah ditetapkan dalam APBD; b. Sub Bagian Perbendaharaan yang menerbitkan SPM tidak memperhatikan sisa anggaran pada DASK. 2. Penganggaran dan realisasi Biaya Dukungan pada Belanja Barang dan Jasa sebesar Rp28.644.289.283,00 tidak tepat Hasil pemeriksaan terhadap Konsep Laporan Perhitungan APBD, DASK dan SPJ secara sampling atas biaya barang dan jasa yang digunakan sebagai biaya dukungan yang ada pada beberapa dinas Tahun Anggaran 2006 diketahui bahwa: PERWAKILAN BPK RI DI DENPASAR 8 a. Sekretariat Daerah. Biaya dukungan pada unit kerja Sekretariat Daerah dianggarkan dan direalisasikan pada belanja barang dan jasa yaitu pada obyek belanja biaya jasa pihak ketiga. Biaya dukungan tersebut dianggarkan pada belanja aparatur (2.01.03.2.2.02.05.1) sebesar Rp245.000.000,00 dengan realisasi sebesar Rp163.000.000,00 atau 66,53% dan pada belanja publik (2.01.03.2.2.02.05.2) dianggarkan sebesar Rp2.870.396.000,00 dengan realisasi sebesar Rp2.660.362.696,00 atau 92,68%. Pemeriksaan atas Buku Pembantu dan SPJ atas biaya dukungan tersebut diketahui bahwa penggunaan atas biaya tersebut antara lain digunakan sebagai bantuan kepada masyarakat antara lain untuk bantuan TMMD, Pemilihan kepala desa, penataan sarana/prasarana pemerintah desa, silaturahmi/safari kerukunan umat beragama dan silaturahmi antara pemeluk agama cendekiawan agama dan tokoh masyarakat dan peningkatan kualitas pembinaan pelayanan, perlindungan jemaah haji. b. Badan Perencana Pembangunan Daerah Biaya dukungan pada unit kerja Badan Perencana Pembangunan Daerah dianggarkan dan direalisasikan pada belanja barang dan jasa yaitu pada obyek belanja biaya jasa pihak ketiga. Biaya dukungan tersebut dianggarkan pada belanja aparatur (2.01.06.2.2.02.05.1) sebesar Rp1.580.900.000,00 dengan realisasi sebesar Rp1.535.900.000,00 atau 97,15% dan pada belanja publik (2.01.06.2.2.02.05.2) dianggarkan sebesar Rp930.550.360,00 dengan realisasi sebesar Rp930.550.360,00 atau 100%. Pemeriksaan atas Buku Pembantu dan SPJ atas biaya dukungan tersebut digunakan untuk membiayai kegiatan bidang ekonomi, sosial budaya, statistik pelaporan dan fisik yang ada pada Bappeda yaitu koordinasi pendidikan swasta/yayasan/ponpes, koordinasi program kinerja bidang ekonomi, koordinasi perencanaan umum, koordinasi program pembangunan fisik/prasarana serta fasilitasi dan assistensi musrembang tingkat desa dan kecamatan.

PERWAKILAN BPK RI DI DENPASAR 9 c. Dinas PU Kimpraswil. Biaya dukungan pada Dinas PU Kimpraswil dianggarkan dan direalisasikan pada belanja barang dan jasa yaitu pada obyek belanja biaya jasa pihak ketiga. Biaya dukungan tersebut dianggarkan pada belanja publik ( 2.15.01.2.2.02.05.2) sebesar Rp2.927.719.600,00 dengan realisasi sebesar Rp2.904.409.700,00 atau (99,20%). Pemeriksaan atas Buku Pembantu dan SPJ atas biaya dukungan tersebut diketahui bahwa penggunaan atas biaya tersebut antara lain digunakan untuk kegiatan fisik yaitu pengawasan dan pembinaan teknis peningkatan dan pembangunan jalan, pengawasan dan pembinaan teknis pergantian dan pembangunan jembatan, perbaikan perumahan dan penataan lingkungan kumuh dan stimulan jalan lingkungan. d. Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa. Biaya dukungan pada Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa dianggarkan dan direalisasikan pada belanja aparatur dan publik pada jenis belanja barang dan jasa yaitu pada obyek belanja biaya jasa pihak ketiga. Biaya dukungan tersebut dianggarkan pada belanja aparatur (2.01.10.2.2.02.05.1) sebesar Rp207.500.000,00 dengan realisasi sebesar Rp206.792.000,00 atau 99,66 % dan pada belanja publik (2.01.10.2.2.02.05.2) dianggarkan sebesar Rp12.538.735.000,00 dengan realisasi sebesar Rp12.529.950.227,00 atau 99,93%. Pemeriksaan atas Buku Pembantu dan SPJ atas biaya dukungan tersebut diketahui bahwa penggunaan atas biaya tersebut antara lain digunakan sebagai bantuan kepada masyarakat dimana pencairan atas dana tersebut berdasarkan atas proposal yang diajukan oleh masyarakat kepada pemerintah Daerah Lombok Barat yaitu kegiatan alokasi dana desa untuk program pembangunan partisipatif, program pengembangan kecamatan, pendamping program penanggulangan kemiskinan di perkotaan serta revitalisasi dan pembinaan posyandu. e. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Biaya dukungan pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dianggarkan dan direalisasikan pada belanja barang dan jasa yaitu pada obyek belanja biaya jasa pihak ketiga. Biaya dukungan tersebut dianggarkan pada belanja aparatur (2.11.01.2.2.02.05.1) sebesar Rp30.000.000,00 dengan realisasi sebesar Rp30.000.000,00 atau 100% dan belanja publik (2.11.01.2.2.02.05.1) dianggarkan PERWAKILAN BPK RI DI DENPASAR 10 sebesar Rp7.683.355.000,00 dengan realisasi sebesar Rp7.683.324.300,00 atau (100%). Pemeriksaan atas Buku Pembantu dan SPJ atas biaya dukungan tersebut diketahui bahwa penggunaan atas biaya tersebut antara lain digunakan untuk kegiatan yaitu penuntasan buta aksara, dana pendamping ADB, dukungan pada lembaga PAUD dan dukungan pembuatan lintasan atletik SMA olahraga. Dari hasil konfirmasi dengan beberapa dinas yang mengelola biaya dukungan diketahui pencairan atas biaya dukungan tersebut sebagian besar digunakan untuk bantuan kepada masyarakat serta membiayai kegiatan yang ada pada dinas bersangkutan. Menurut Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor:29 Tahun 2002, seharusnya semua pengeluaran Pemerintah Daerah yang bersifat bantuan seharusnya dianggarkan dan direalisasikan pada belanja bagi hasil dan bantuan keuangan sedangkan pengeluaran pemerintah daerah yang bersifat kegiatan seharusnya dianggarkan dan direalisasikan pada belanja pemeliharaan atau belanja modal. Kondisi tersebut tidak sesuai dengan:

a. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 29 Tahun 2002 tentang Pedoman Pengurusan, Pertanggungjawaban dan Pengawasan Keuangan Daerah serta Tatacara Penyusunan APBD, Pelaksanaan Tata Usaha Keuangan Daerah dan Penyusunan Perhitungan APBD tanggal 10 Juni 2002, yaitu: Pasal 8 menyebutkan belanja bagi hasil dan bantuan keuangan dianggarkan untuk pengeluaran dengan kriteria sebagai berikut: tidak menerima secara langsung imbal barang dan jasa sperti lazimnya yang terjadi dalam transaksi pembelian dan penjualan, tidak mengharapkan akan diterima kembali dimasa yang akan datang dan tidak mengharapkan adanya hasil seperti lasimnya suatu penyertaan modal atau investasi. b. Lampiran IV Kepmendagri No. 29 Tahun 2002 tentang susunan belanja daerah yaitu biaya jasa pihak ketiga terdiri atas biaya jasa tenaga kerja non pegawai, biaya transportasi dan akomodasi, biaya dokumentasi dan biaya dekorasi. c. Surat Edaran Menteri Dalam Negeri No.903/2429/SJ tanggal 21 September 2005 Perihal Pedoman penyusunan APBD Tahun Anggaran 2006 dan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2005 pada lampiran II tentang anggaran belanja PERWAKILAN BPK RI DI DENPASAR 11 daerah point 4 e yaitu ”Dalam rangka akuntabilitas penyediaan belanja daerah, penganggaran bagi hasil dan bantuan keuangan serta belanja tidak tersangka tidak diperkenankan dianggarkan dalam belanja satuan kerja perangkat daerah lainnya kecuali sekretariat daerah”. Permasalahan tersebut mengakibatkan Laporan Perhitungan APBD yang disajikan tidak mencerminkan realisasi belanja barang dan jasa yang sesungguhnya sebesar Rp28.644.289.283,00. Hal ini terjadi karena kelalaian Panitia Anggaran Legislatif dan Tim Anggaran Eksekutif yang tidak memahami Kepmendagri Nomor 29 Tahun 2002 dalam menyusun APBD terkait dengan biaya barang dan jasa. Kepala Bagian Keuangan Kabupaten Lombok Barat atas nama Sekretariat Daerah mengakui temuan BPK RI dan menjelaskan bahwa Belanja Dukungan tersebut dianggarkan untuk menampung Biaya Operasional/Bantuan kepada pihak ketiga yang tidak tertuang dalam suatu program di Dinas. BPK RI menyarankan kepada Bupati Lombok Barat agar memberi sanksi Tim Anggaran Eksekutif dan Ketua DPRD memberi sanksi panitia anggaran legislatif atas kelalaiannya dalam menganggarkan dan merealisasikan biaya dukungan pada belanja barang dan jasa yang tidak mengacu kepada Kepmendagri Nomor 29 Tahun 2002. 3. Penyaluran Dana Bergulir sebesar Rp1.628.492.750,00 yang direalisasikan sebagai Belanja Modal tidak tepat Pemeriksaaan secara uji petik terhadap DASK dan Laporan Keadaan Kas terhadap 2 satuan kerja dan bukti-bukti pendukungnya atas Belanja Daerah Tahun Anggaran 2006, menunjukkan terdapat belanja yang tidak tepat penganggaran dan realisasinya sebesar Rp1.628.492.750,00 yaitu pada Belanja Dinas Kelautan dan PERWAKILAN BPK RI DI DENPASAR 12 Perikanan sebesar Rp1.513.492.750,00 dan Belanja Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Peternakan sebesar Rp115.000.000,00 dengan penjelasan sebagai berikut: a. Belanja Dinas Kelautan dan Perikanan Tahun Anggaran 2006, pada Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lombok Barat, Belanja Modal Alat-alat Angkutan (2.03.01.3.9.2) dianggarkan sebesar Rp1.381.250.000,00 dan direalisasikan sebesar Rp1.173.642.750,00 dan Belanja Modal Alat-alat Pengolahan (2.03.01.3.11.2) dianggarkan sebesar Rp918.250.000,00 dan

direalisasikan sebesar Rp853.708.435,00. Pemeriksaan atas bukti-bukti pendukung realisasi kedua belanja modal tersebut menunjukkan bahwa realisasi belanja diantaranya sebesar Rp1.513.492.750,00 digunakan untuk pengadaan perahu dan alat pengolahan ikan yang selanjutnya diserahkan kepada kelompok nelayan sebagai pinjaman modal. Pengembalian pinjaman modal dilakukan dengan cara mengangsur setiap bulan. Atas pinjaman tersebut, kelompok nelayan dibebani bunga pinjaman yang besarnya sesuai dengan surat pernyataan yang dibuat oleh masing-masing penerima pinjaman modal dan selanjutnya disetor ke Kas Daerah. b. Belanja Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Peternakan Tahun Anggaran 2006, Belanja Modal Tanaman (2.02.01.3.18.02.2) pada Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Peternakan Kabupaten Lombok Barat dianggarkan sebesar Rp316.625.000,00 dan direalisasikan sebesar Rp313.490.438,00 atau 99,01%. Pemeriksaan atas bukti-bukti pendukung realisasi belanja modal tersebut menunjukkan bahwa dari realisasi belanja tersebut, diantaranya sebesar Rp115.000.000,00 merupakan pemberian dana bergulir berupa penguatan modal usaha pada kelompok tani. Dana bergulir yang diberikan pada Kelompok Asosiasi Manggis adalah sebesar Rp90.000.000,00 dengan SPM No.12169/BT/2006 tanggal 23 November 2006 dan untuk Kelompok Tani Ternak Itik Mertak Songkan adalah sebesar Rp25.000.000,00 dengan SPM No.12620/BT/2006 tanggal 1 Desember 2006. Pengeluaran belanja modal tersebut didukung dengan Perjanjian Kerjasama antara Dinas Pertanian Tanaman dan Peternakan Kabupaten Lombok Barat dengan penerima dana penguatan modal usaha. PERWAKILAN BPK RI DI DENPASAR 13 Dalam perjanjian dengan Kelompok Asosiasi Manggis disebutkan bahwa Dana Penguatan Modal Usaha Kelompok yang diberikan kepada kelompok tani wajib dikembalikan tanpa bunga dan selanjutnya akan digulirkan kepada petani lain disekitar wilayah atau di dalam wilayah sentra. Sedangkan dalam perjanjian dengan Kelompok Tani Ternak Itik Mertak Songkan disebutkan bahwa Dana Penguatan Modal Usaha Kelompok wajib dikembalikan dalam jangka waktu 2 tahun. Berdasarkan APBD dan DASK T.A. 2006, keempat pengeluaran tersebut memang dianggarkan sebagai belanja modal pada akun bersangkutan. Penelusuran lebih lanjut pada Neraca per 31 Desember 2006, keempat nilai tersebut belum diakui sebagai Investasi Permanen Lainnya namun diakui sebagai aset pemda. Atas investasi yang belum diakui dan pengakuan aset tersebut, BPK RI telah melakukan koreksi atas saldo Aset Tetap dan Investasi Permanen Lainnya dalam Neraca Pemerintah Kabupaten Lombok Barat per 31 Desember 2006. Kondisi tersebut tidak sesuai dengan a. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 29 Tahun 2002 tentang Pedoman Pengurusan, Pertangggungjawaban dan Pengawasan Keuangan Daerah serta Tata Usaha Cara Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, Pelaksanaan Tata Usaha Daerah dan Penyusunan Perhitungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, dalam Lampiran VIII yang menyebutkan bahwa Belanja Modal/Pembangunan adalah belanja langsung yang digunakan untuk membiayai kegiatan investasi (menambah aset). b. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah Pasal 20 ayat (4) yang menyebutkan bahwa Pembiayaan meliputi semua penerimaan yang akan dibayar kembali atau pengeluaran yang akan diterima kembali, baik pada tahun anggaran bersangkutan atau tahun-tahun berikutnya.

Penyaluran Dana Bergulir yang direalisasikan dalam bentuk belanja modal tersebut mengakibatkan realisasi belanja modal lebih disajikan dan realiasi pengeluaran pembiayaan kurang disajikan masing-masing sebesar Rp1.628.492.750,00. PERWAKILAN BPK RI DI DENPASAR 14 Hal ini disebabkan oleh kelalaian Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan dan Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Peternakan selaku Pengguna Anggaran serta Kepala Sub Bagian Anggaran Setda Kabupaten Lombok Barat yang tidak menganggarkan penyaluran dana bergulir pada akun Pengeluaran Pembiayaan. Kepala Bagian Keuangan Setda Kabupaten Lombok Barat atas nama Sekretaris Daerah menyatakan bahwa memang benar belanja modal tersebut digunakan untuk dana bantuan kepada kelompok masyarakat yang dananya dikembalikan, namun digulirkan kembali ke kelompok lainnya. Begitu juga Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan menyatakan sependapat dengan temuan Tim BPK namun dari realisasi tersebut, hanya beberapa saja yang disalurkan sebagai dana bergulir. BPK RI menyarankan Bupati Lombok Barat agar memberi sanksi kepada Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan dan Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Peternakan selaku Pengguna Anggaran serta Kepala Sub Bagian Anggaran Setda Kabupaten Lombok Barat atas kelalaiannya yang tidak menganggarkan penyaluran dana bergulir pada akun Pengeluaran Pembiayaan. 4. Realisasi Belanja Modal TA 2006 pada Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Peternakan sebagai Bantuan Keuangan sebesar Rp698.571.500,00 tidak tepat Hasil pemeriksaan atas Surat Perintah Membayar (SPM), Surat Pertanggungjawaban (SPJ) dan bukti-bukti pendukung pengeluaran pada Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Peternakan Tahun Anggaran 2006 terdapat realisasi belanja daerah senilai Rp698.571.500,00 yang direalisasikan sebagai bantuan keuangan. Realisasi belanja tersebut dirinci sebagai berikut: a. Belanja Modal Alat-Alat Pertanian, pada obyek Belanja Alat Pengolahan, dianggarkan rincian obyek Belanja Sarana dan Prasarana Pertanian sebesar Rp3.883.482.000,00 dan direalisasikan sebesar Rp3.347.963.200,00 (86,21%) (unaudited). Dari realisasi tersebut, sebesar Rp440.000.000,00 digunakan untuk bantuan Biaya Pemeliharaan Jaringan Irigasi Desa (Embung) pada Kelompok Tani PERWAKILAN BPK RI DI DENPASAR 15 dalam rangka Peningkatan Infrastruktur Lahan Sawah dan Lahan Kering untuk Peningkatan Produksi dan Produktivitas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Ternak sesuai SK Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Peternakan Kab. Lombok Barat No.188.4/577/PTPP/2006 tanggal 1 Mei 2006 yang diterima tunai oleh masingmasing Ketua Kelompok Tani. b. Demikian juga pada Belanja Modal Tanaman dianggarkan sebesar Rp314.625.000,00 dan direalisasikan sebesar Rp313.490.438,00 (99,64%). Dari realisasi tersebut, sebesar Rp163.721.500,00 tidak tepat peruntukkannya antara lain digunakan sebagai Bantuan Langsung kepada masyarakat berupa Penguatan Modal Kelompok Tanaman Holtikultura dan Pengadaan Bibit Tanaman. c. Selain itu pada Belanja Modal tersebut, pada rincian obyek Belanja Modal Hewan dianggarkan sebesar Rp95.000.000,00 dan direalisasikan sebesar Rp94.850.000,00 (99,84%). Dari realisasi tersebut, seluruhnya sebesar Rp94.850.000,00 tidak tepat peruntukkannya yaitu digunakan sebagai Bantuan Langsung kepada masyarakat berupa Penguatan Modal Usaha dan Pengadaan Bibit Ternak. (rincian lebih lanjut pada lampiran 2)

Kondisi tersebut tidak sesuai dengan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 29 Tahun 2002 tentang Pedoman Pengurusan, Pertangggungjawaban dan Pengawasan Keuangan Daerah serta Tata Usaha Cara Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, Pelaksanaan Tata Usaha Daerah dan Penyusunan Perhitungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dalam : a. Pasal 8 yang menyebutkan bahwa Belanja Bagi Hasil dan Bantuan Keuangan dianggarkan untuk pengeluaran dengan kriteria sebagai berikut : - tidak menerima secara langsung imbal barang dan jasa seperti lazimnya yang terjadi dalam transaksi pembelian dan penjualan - Tidak mengharapkan akan diterima kembali di masa yang akan datang seperti lazimnya suatu piutang - Tidak mengharapkan suatu hasil seperti lazimnya suat penyertaan modal atau investasi PERWAKILAN BPK RI DI DENPASAR 16 b. Lampiran VIII yang menyebutkan bahwa Belanja Modal/Pembangunan adalah belanja langsung yang digunakan untuk membiayai kegiatan investasi (menambah aset). Belanja modal yang direalisasikan sebagai belanja bantuan keuangan tersebut mengakibatkan realisasi belanja modal lebih disajikan dan realiasi bantuan keuangan kurang disajikan masing-masing sebesar Rp698.571.500,00. Hal ini disebabkan oleh kelalaian Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Peternakan selaku Pengguna Anggaran serta Kepala Sub Bagian Anggaran Setda Kabupaten Lombok Barat yang tidak menganggarkan belanja bantuan pada akun Belanja Bagi Hasil dan Bantuan Keuangan. Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Peternakan Kabupaten Lombok Barat mengakui temuan BPK RI dan menjelaskan bahwa permasalahan tersebut dikarenakan kesalahan administrasi dalam hal penganggaran dan kedepannya akan dilakukan perbaikan dalam hal tersebut. BPK RI menyarankan Bupati Lombok Barat agar memberi sanksi kepada Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Peternakan selaku Pengguna Anggaran serta Kepala Sub Bagian Anggaran Setda Kabupaten Lombok Barat atas kelalaiannya yang tidak menganggarkan belanja bantuan pada akun Belanja Bagi Hasil dan Bantuan Keuangan. 5. Penerimaan Pengembalian Pinjaman Modal sebesar Rp24.450.000,00 dianggarkan dan direalisasikan sebagai Pendapatan Daerah Tahun Anggaran 2006, Lain-lain PAD yang syah (1.01.03.1.4.08) pada Sekretariat Daerah Kabupaten Lombok Barat dianggarkan sebesar Rp504.000.000,00 dan direalisasikan sebesar Rp24.450.000,00. PERWAKILAN BPK RI DI DENPASAR 17 Pemeriksaan atas bukti-bukti pendukung realisasi pendapatan tersebut menunjukkan bahwa pendapatan sebesar Rp24.450.000,00 merupakan pengembalian pinjaman modal dari KPN Patut Patuh Patju (Perumahan) yang seharusnya merupakan penerimaan pembiayaan, dengan rincian sebagai berikut: Penerimaan dari Pengembalian Pinjaman Modal T.A. 2006 NO DINAS BULAN JUMLAH (Rp) 1 Setda Januari 1.600.000,00 2 KIPP Februari 1.500.000,00

3 Setda Februari 1.600.000,00 4 KPDSI Maret 300.000,00 5 KIPP Maret 750.000,00 6 Kecamatan Lingsar Maret 300.000,00 7 KPDSI April 600.000,00 8 Setwan April 750.000,00 9 Setda April 1.200.000,00 10 Setda April 1.050.000,00 11 KIPP Mei 750.000,00 12 Setwan Mei 700.000,00 13 KIPP Juni 750.000,00 14 Setwan Juni 350.000,00 15 Kecamatan Lingsar Juni 300.000,00 16 Setda Juli 850.000,00 17 Setda Juli 1.100.000,00 18 Bappeda Juli 4.200.000,00 19 Bappeda Juli 1.500.000,00 20 KPDSI Juli 300.000,00 21 KPDSI Juli 300.000,00 22 KIPP Juli 750.000,00 23 Setwan Agustus 500.000,00 24 KIPP Agustus 1.600.000,00 25 KIPP September 850.000,00 Jumlah 24.450.000,00 Penerimaan pengembalian pinjaman modal dari KPN Patut Patuh Patju (Perumahan) tersebut berdasarkan perjanjian antara Pemerintah Kabupaten Lombok Barat dengan KPN Patut Patuh Patju dengan Surat Perjanjian Nomor 571/69/Keu/2003 tanggal 26 Juli 2003 tentang Bantuan Penyertaan Modal antara Pemerintah Kabupaten Lombok Barat dengan Koperasi Pegawai Negeri (KPN) Patut Patuh Patju Kabupaten PERWAKILAN BPK RI DI DENPASAR 18 Lombok Barat yang menyatakan bahwa bantuan tersebut dipergunakan untuk pembangunan perumahan PNS di Gerung dan jangka waktu pengembalian adalah 10 s.d. 20 tahun. Dari jumlah Pinjaman sebesar Rp10.000.000.000,00 sampai dengan 31 Desember 2006 telah dilunasi sebesar Rp. 198.720.000,00. Menurut penjelasan Kasubbag Perbendaharaan Setda Kabupaten Lombok Barat, pinjaman tersebut merupakan pinjaman tanpa bunga yang diberikan kepada pegawai Pemerintah Kabupaten Lombok Barat melalui KPN Patut Patuh Patju. Pengembalian pinjaman tersebut dilakukan dengan cara memotong langsung dari tunjangan kesra pegawai yang meminjam dan selanjutnya disetor ke Kas Daerah melalui KPN Patut Patuh Patju. Berdasarkan APBD T.A. 2006, penerimaan tersebut memang dianggarkan sebagai pendapatan daerah pada akun bersangkutan. Penelusuran lebih lanjut pada Neraca per 31 Desember 2006, nilai tersebut sudah diakui sebagai pengurang Pinjaman Jangka Panjang yang merupakan salah satu bentuk Investasi Jangka Panjang yang dimiliki oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Barat. Saldo akun Pinjaman Jangka Panjang per 31 Desember 2006 berjumlah Rp10.001.280.000,00 merupakan saldo pinjaman yang diberikan kepada KPN Patut Patuh Patju sebesar Rp9.801.280.000,00 dan kepada Koperasi PLTD Sinar Abadi sebesar Rp200.000.000,00.

Kondisi tersebut tidak sesuai dengan : a. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 29 Tahun 2002 tentang Pedoman Pengurusan, Pertangggungjawaban dan Pengawasan Keuangan Daerah serta Tata Usaha Cara Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, Pelaksanaan Tata Usaha Daerah dan Penyusunan Perhitungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, dalam pasal 2 ayat (2) yang menyatakan bahwa pendapatan daerah sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) meliputi semua penerimaan yang merupakan hak daerah dalam satu Tahun Anggaran yang akan menjadi penerimaan Kas Daerah. b. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah Pasal 20 ayat (4) yang menyebutkan bahwa Pembiayaan meliputi semua penerimaan PERWAKILAN BPK RI DI DENPASAR 19 yang akan dibayar kembali atau pengeluaran yang akan diterima kembali, baik pada tahun anggaran bersangkutan atau tahun-tahun berikutnya. Penerimaan pengembalian pinjaman modal yang direalisasikan dalam bentuk pendapatan daerah tersebut mengakibatkan realisasi pendapatan lebih disajikan dan realisasi penerimaan pembiayaan kurang disajikan masing-masing sebesar Rp24.450.000,00. Hal ini disebabkan oleh kelalaian Kepala Sub Bagian Anggaran Setda Kabupaten Lombok Barat yang tidak menganggarkan penerimaan pengembalian pinjaman modal pada akun Penerimaan Pembiayaan. Kepala Bagian Keuangan Setda Kabupaten Lombok Barat atas nama Sekretaris Daerah mengakui memang terjadi kesalahan penganggaran atas pengembalian pinjaman modal dari KPN Patut Patuh Patju yang seharusnya dianggarkan pada Pembiayaan (penerimaan pembiayaan). BPK RI menyarankan Bupati Lombok Barat agar memberi sanksi kepada Kepala Sub Bagian Anggaran Setda Kabupaten Lombok Barat atas kelalaiannya yang tidak menganggarkan penerimaan pengembalian pinjaman modal pada akun Penerimaan Pembiayaan. 6. Realisasi Perjalanan Dinas Tahun Anggaran 2006 tidak didukung bukti yang memadai sebesar Rp5.081.306.100,00 Dalam Laporan Perhitungan APBD Kabupaten Lombok Barat Tahun Anggaran 2006, Belanja Perjalanan Dinas dianggarkan sebesar Rp20.137.689.900,00 dan direalisasikan sebesar Rp13.824.678.454,00 (68,65%). Berdasarkan hasil uji petik terhadap Surat Pertanggung Jawaban (SPJ) atas Biaya Perjalanan Dinas Luar Daerah jenis Belanja Aparatur dan Publik pada 6 (enam) unit kerja yaitu Sekretariat DPRD, Bappeda, Dinas Kimpraswil/PU, BPMD, Dinas Kesehatan serta PERWAKILAN BPK RI DI DENPASAR 20 Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, diketahui pengeluaran sebesar Rp5.081.306.100,00 tidak didukung dengan bukti pengeluaran yang memadai yaitu tidak dilampirkannya tiket pesawat baik berangkat maupun pulang dari tempat tujuan dengan rincian sebagai berikut: No. Instansi Realisasi (Rp) Aparatur Publik Total 1 Sekretariat DPRD BAU 894.529.000,00 253.550.000,00 1.148.079.000,00 BOP 0,00 1.811.182.000,00 1.811.182.000,00 2 Bapeda BAU 124.715.000,00 0,00 124.715.000,00 BOP 1.006.767.400,00 208.569.000,00 1.215.336.400,00 3 PU BAU 8.082.000,00 0,00 8.082.000,00

BOP 72.798.000,00 121.721.000,00 194.519.000,00 4 BPMD BAU 58.850.000,00 0,00 58.850.000,00 BOP 59.140.000,00 177.730.000,00 236.870.000,00 5 Dinkes BAU 98.203.000,00 0,00 98.203.000,00 6 Dinas P&K BOP 64.560.000,00 120.909.700,00 185.469.700,00 Jumlah 2.387.644.400,00 2.693.661.700,00 5.081.306.100,00 Di dalam pelaksanan pejalanan dinas, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat mengacu kepada Surat Keputusan Bupati Lombok Barat No.4 Tahun 2005 tanggal 30 Maret 2005 tentang Ketentuan Biaya Perjalanan Dinas Bagi Pejabat, PNS dan Anggota DPRD Kabupaten Lombok Barat Tahun Anggaran 2005. Pemeriksaan lebih lanjut diketahui bahwa di dalam SK mengenai perjalanan dinas tersebut persyaratan bukti perjalanan dinas hanya berupa Surat Tugas dan laporan hasil perjalanan dinas, namun tidak ada klausul yang mengatur syarat-syarat pelaporan/pertanggungjawaban Perjalanan dinas berupa tiket pesawat yang merupakan bukti perjalanan dinas luar daerah benarbenar dilaksanakan, sehingga Surat Pertanggungjawaban (SPJ) yang diserahkan ke Bagian Keuangan pun tanpa dilampiri tiket perjalanan dinas. Adanya pengeluaran yang tidak didukung dengan bukti yang memadai tersebut, tidak sesuai dengan: a. Kepmendagri Nomor 29 Tahun 2002 tanggal 10 Juni 2002 tentang Pedoman Pengurusan, Pertanggungjawaban Keuangan Daerah serta Tata Cara Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah serta tata Cara Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan Penyusunan Perhitungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, Pasal 57 ayat (1) Pengguna Anggaran wajib PERWAKILAN BPK RI DI DENPASAR 21 mempertanggungjawabkan uang yang digunakan dengan cara membuat SPJ yang dilampiri dengan bukti-bukti yang sah; b. Peraturan Pemerintah No. 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah Pasal 60 ayat (1) disebutkan bahwa setiap pengeluaran daerah harus didukung oleh bukti yang lengkap dan sah mengenai hak yang diperoleh oleh pihak yang menagih. Pengeluaran yang tidak didukung bukti tiket tersebut mengakibatkan belanja Perjalanan Dinas Luar Daerah kurang dapat diyakini keabsahannya sebesar Rp5.081.306.100,00. Hal tersebut disebabkan karena didalam SK Bupati No.4 Tahun 2005 tanggal 30 Maret 2005 belum mengatur kelengkapan bukti pertanggungjawaban perjalanan dinas berupa tiket. Kepala Bagian Keuangan Setda Kabupaten Lombok Barat atas nama Sekretaris Daerah meyatakan sependapat dengan temuan BPK RI dan menyatakan bahwa biaya perjalanan dinas dibayar dalam bentuk Lumpsum. Dan bukti pertanggungjawaban adalah kwitansi yang ditandatangani oleh PNS dan anggota DPRD yang melaksanakan perjalanan dinas yang memuat mengenai jumlah biaya perjalanan baik itu uang saku, transport setempat, biaya transportasi dan biaya penginapan yang besarnya sesuai dengan SK Bupati No. 4 Tahun 2005. BPK RI menyarankan Bupati Lombok Barat segera meninjau kembali surat Keputusan Bupati tentang Perjalanan Dinas dan melampirkan tiket untuk perjalanan dinas luar daerah sebagai kelengkapan Surat Pertanggungjawaban (SPJ). PERWAKILAN BPK RI DI DENPASAR 22 B. Temuan pemeriksaan yang tidak mempengaruhi kewajaran laporan keuangan 1. Penyertaan Modal Pemerintah Kabupaten Lombok Barat sebesar

Rp6.950.000.000,00 tidak didasari dengan peraturan daerah Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Barat dalam Tahun Anggaran 2006 menganggarkan Penyertaan Modal kode rekening 3.01.03.2.2 sebesar Rp6.950.000.000,00. dan sampai dengan 31 Desember 2006 telah direalisasikan seluruhnya. Pengeluaran sebesar Rp6.950.000.000,00 tersebut merupakan penyertaan modal Pemerintah Kabupaten Lombok Barat T.A. 2006 yang diberikan ke PDAM Menang Mataram sebesar Rp1.000.000.000,00, pada PT. Bank NTB sebesar Rp2.000.000.000,00, ke Badan Usaha Koperasi se-Kab.Lobar sebesar Rp2.700.000.000,00, pada BPR LKP sebesar Rp750.000.000,00 dan untuk P4K sebesar Rp500.000.000,00. Hasil pemeriksaan lebih lanjut atas pertanggungjawaban realisasi Pengeluaran Pembiayaan Penyertaan Modal T.A. 2006 berupa SPP, SPM dan bukti pendukung lainnya ditemukan bahwa pelaksanaan penyertaan modal tersebut seluruhnya tidak didahului dengan penetapan peraturan daerah tentang penyertaan modal daerah berkenaan walaupun diantaranya sebesar Rp3.450.000.000,00 telah didasari dengan surat keputusan bupati tentang penetapan penerima penyertaan modal Pemerintah Kabupaten Lombok Barat, yaitu Surat Keputusan Bupati Lombok Barat No.470/22/EKONOMI/2006 tanggal 8 November 2006 tentang Penyertaan Modal Pemerintah Kabupaten Lombok Barat pada PD BPR LKP Kabupaten Lombok Barat T.A.2006 sebesar Rp750.000.000,00 dan Keputusan Bupati Lombok Barat No.71/01/DISKOP/2006 tanggal 18 April 2006 tentang Penetapan Badan Usaha Koperasi Penerima Penyertaan Modal Pemerintah Kabupaten Lombok Barat yang memutuskan untuk menyertakan modal Pemerintah Kabupaten Lombok Barat pada Badan Usaha Koperasi se Kabupaten Lombok Barat T.A.2006 sebesar Rp2.700.000.000,00. Menurut penjelasan Kepala Bagian Keuangan Setda Kabupaten Lombok Barat diketahui bahwa penyertaan modal Pemkab Lombok Barat sebesar Rp6.950.000.000,00 PERWAKILAN BPK RI DI DENPASAR 23 yang belum ditetapkan dengan peraturan daerah sebagai penyertaan modal pemerintah direalisasikan hanya berdasarkan APBD T.A. 2006. Kondisi tersebut tidak sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 pasal 75 yang menyatakan bahwa penyertaan modal pemerintah daerah dapat dilaksanakan apabila jumlah yang disertakan dalam tahun anggaran berkenaan telah ditetapkan dalam peraturan daerah tentang penyertaan modal daerah berkenaan. Kondisi tersebut mengakibatkan nilai penyertaan modal Pemerintah Kabupaten Lombok Barat kepada PDAM Menang Mataram, PT.Bank NTB, BUK se Kab.Lobar, BPR LKP dan P4K yang disajikan dalam Neraca Daerah per 31 Desember 2006 sebesar Rp6.950.000.000,00 tidak memiliki dasar hukum. Hal tersebut diatas disebabkan oleh kelalaian Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Barat selaku Pengguna Anggaran dan Kepala Sub Bagian Perbendaharaan Setda Kabupaten Lombok Barat yang tidak memperhatikan peraturan perundangan yang berlaku tentang pengeluaran daerah, dalam melakukan penyertaan modal pemerintah daerah. Kepala Bagian Keuangan Setda Kabupaten Lombok Barat atas nama Sekretaris Daerah mengakui bahwa memang benar pada tahun 2006 pencairan dana Penyertaan Modal belum ditetapkan dengan Perda tentang Penyertaan Modal dan realisasinya hanya menggunakan Perda APBD 2006 dan Peraturan Bupati tentang Penjabaran APBD 2006. BPK RI menyarankan kepada Bupati Lombok Barat agar : a. Segera menyusun perda yang mengatur tentang Penyertaan Modal;

b. Memberi sanksi Sekretaris Daerah selaku pengguna anggaran dan Kepala Sub Bagian Perbendaharaan Setda Kabupaten Lombok Barat yang tidak memperhatikan peraturan perundangan yang berlaku tentang pengeluaran daerah, dalam melakukan penyertaan modal pemerintah daerah. PERWAKILAN BPK RI DI DENPASAR 24 2. Pengelolaan Buku Kas Umum Pemerintah Kabupaten Lombok Barat oleh PT. Bank Nusa Tenggara Barat (NTB) Cabang Mataram tidak sesuai ketentuan dan melemahkan pengendalian atas pengelolaan keuangan daerah Pemeriksaan atas saldo Kas Daerah per 31 Desember 2006, diketahui bahwa saldo Kas Daerah yang tercantum di Neraca Daerah Kabupaten Lombok Barat per 31 Desember 2006 tidak berdasarkan Buku Kas Umum (B.IX) maupun rekening koran bank, namun menggunakan perhitungan sendiri oleh Sub Bagian Pembukuan Setda Kabupaten Lombok Barat. Hal tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut : a. Saldo Kas Daerah di Neraca dan B.IX Saldo Kas di Kas Daerah dalam Neraca Daerah Kabupaten Lombok Barat per 31 Desember 2006 adalah sebesar Rp35.908.976.069,36 sedangkan menurut B.IX diketahui bahwa saldo Kas Daerah per 31 Desember 2006 adalah sebesar Rp35.888.812.465,36 sehingga terdapat selisih sebesar Rp20.163.604,00. Selisih tersebut terjadi karena terdapat dua transaksi belanja yang dicatat dua kali dalam B.IX, yaitu SPM No.14496/BT/2006 sebesar Rp19.439.000,00 dan SPM No.14770/BT/2006 sebesar Rp750.000,00, namun atas hal tersebut telah dikoreksi dalam neraca. Selain itu terdapat hutang PFK yang belum disetor ke Kas Negara sebesar Rp25.396,00 namun demikian, saldo kas di neraca telah mengakui penyetoran hutang tersebut. Atas hal tersebut, BPK RI telah melakukan koreksi saldo kas di Kas Daerah dalam neraca per 31 Desember 2006. b. Saldo Kas Daerah di B.IX dan Rekening Koran Bank Hasil pemeriksaan selanjutnya atas hasil rekonsiliasi saldo Kas Daerah per 31 Desember 2006 antara B.IX Pemerintah Kabupaten Lombok Barat dan rekening koran bank diketahui terdapat selisih sebesar Rp11.250.000,00, dengan rincian sebagai berikut : NO NAMA KAS NO. REK. BANK B.IX (Rp) RC Bank (Rp) Selisih (Rp) 1 KASDA 21.03128.00-1 22.729.216.666,09 22.717.966.666,09 11.250.000,00 2 DAU 21.03197.00-8 66.044.911,00 66.044.911,00 0,00 3 DAK A PENDIDIKAN 21.03286.00-4 934.708.432,00 934.708.432,00 0,00 B KELAUTAN DAN PERIKANAN 21.03147.01-4 22.990.585,00 22.990.585,00 0,00 C PERTANIAN 21.03148.01-2 382.876.017,00 382.876.017,00 0,00 PERWAKILAN BPK RI DI DENPASAR 25 NO NAMA KAS NO. REK. BANK B.IX (Rp) RC Bank (Rp) Selisih (Rp)

D LINGKUNGAN HIDUP 21.03149.01-0 86.900.911,00 86.900.911,00 0,00 E INFRASTRUKTUR 21.03146.01-6 1.229.014.644,00 1.229.014.644,00 0,00 F KESEHATAN 21.03145.01-8 65.317.562,00 65.317.562,00 0,00 4 KASDA-BTN 01-30-000061-7 10.371.742.737,27 10.371.742.737,27 0,00 JUMLAH 35.888.812.465,36 35.877.562.465,36 11.250.000,00 Selisih tersebut terjadi karena terdapat transaksi belanja yang dicatat dua kali oleh Bank yaitu SPM No.14567/BT/2006 sebesar Rp11.250.000,00. Selain itu diketahui pula bahwa kesalahan pencatatan B.IX atas dua SPM seperti yang telah diuraikan dalam paragraf sebelumnya juga dilakukan oleh Bank. Pemeriksaan lebih lanjut, diketahui bahwa Pemerintah Kabupaten Lombok Barat tidak memiliki Bendahara Umum Daerah (BUD) yang berkewajiban melaksanakan B.IX dan sampai saat ini, B.IX dikerjakan oleh PT. Bank NTB Cabang Mataram. Dengan demikian, B.IX tersebut dibuat oleh pihak bank yang juga mengelola rekening koran. Pembuatan B.IX oleh PT. Bank NTB Cabang Mataram tidak tepat karena menurut ketentuan, yang harus melaksanakan B.IX adalah BUD yang harus dijabat oleh pejabat atau pegawai daerah. B.IX seharusnya merupakan sumber internal pemerintah daerah (pemda) atas semua mutasi kas masuk dan kas keluar selama satu tahun anggaran yang dapat digunakan sebagai pengendalian atas rekening koran bank yang dibuat oleh sumber eksternal pemda. Dari hal tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa pembuatan B.IX oleh PT. Bank NTB tidak sesuai ketentuan dan B.IX yang dibuat oleh PT. Bank NTB tidak dapat digunakan sebagai dasar rekonsiliasi terhadap saldo rekening koran yang akan digunakan untuk mencatat saldo kas daerah di neraca per 31 Desember. Hasil konfirmasi dengan Kepala Sub Bagian Pembukuan dan Kepala Sub Bagian Perbendaharaan Setda Kabupaten Lombok Barat diperoleh informasi bahwa Pemerintah Kabupaten Lombok Barat tidak memiliki tenaga khusus sebagai Bendahara Umum Daerah (BUD) yang melaksanakan pembukuan B.IX sebagai pembukuan internal pemerintah daerah. Fungsi BUD dilaksanakan oleh PT. Bank NTB Cabang Mataram selaku tempat menyimpan rekening Kas Daerah. Rekonsiliasi Bank yang mencocokkan saldo menurut pembukuan BUD dengan saldo menurut Laporan Bank juga tidak pernah disusun. PERWAKILAN BPK RI DI DENPASAR 26 Hal ini tidak sesuai dengan Keputusan Menteri Dalam Negeri No 29 Tahun 2002 pada : a. Pasal 1 huruf c “Pejabat Pengelola Keuangan Daerah adalah pejabat dan atau pegawai Daerah yang berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku diberi kewenangan tertentu dalam kerangka pengelolaan keuangan daerah”. huruf e “Bendahara Umum Daerah adalah pejabat yang diberi kewenangan oleh Pemegang Kekuasaan Umum Pengelolaan Keuangan Daerah untuk mengelola penerimaan dan pengeluaran Kas Daerah serta segala bentuk kekayaan Daerah lainnya”. b. Pasal 31 ayat (2) yang diantaranya menyebutkan bahwa Pemegang Kekuasaan Umum Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana dimaksud pada Ayat (1), paling lambat satu bulan setelah penetapan APBD, menetapkan keputusan tentang Pejabat yang diberi wewenang mengelola penerimaan dan pengeluaran Kas Daerah serta segala bentuk kekayaan Daerah lainnya, yang selanjutnya disebut Bendahara Umum Daerah. c. Pasal 34 ayat (1) “Bendahara Umum Daerah setiap bulan menyusun Rekonsiliasi

Bank yang mencocokkan Saldo menurut pembukuan Bendahara Umum Daerah dengan saldo menurut Laporan Bank”. Kondisi tersebut diatas mengakibatkan : a. B.IX sebagai Buku Kas Umum Pemerintah Daerah tidak dapat digunakan sebagai alat pembanding dengan Rekening Kas Daerah di Bank yang dapat memberi keyakinan tentang kebenaran saldo kas di akhir tahun. b. Membuka peluang penyalahgunaan keuangan daerah. Hal tersebut disebabkan karena Bupati Lombok Barat kurang memperhatikan ketentuan yang berlaku sebagai aspek pengendalian internal untuk pengamanan kekayaan daerah dengan tidak menunjuk pejabat Bendahara Umum Daerah. Kepala Bagian Keuangan Setda Kabupaten Lombok Barat atas nama Sekretaris Daerah mengakui bahwa pada tahun 2006 belum ditunjuk pejabat Bendahara Umum PERWAKILAN BPK RI DI DENPASAR 27 Daerah (BUD) sehingga pencatatan BKU masih dilaksanakan oleh PT. Bank NTB selaku tempat penyimpanan uang Pemerintah Kabupaten Lombok Barat BPK RI menyarankan Bupati Lombok Barat segera menunjuk Pejabat Bendahara Umum Daerah. 3. Realisasi Belanja Daerah Tahun Anggaran 2006 senilai Rp3.153.934.537,00 mendahului penetapan APBD Kabupaten Lombok Barat Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Lombok Barat Tahun Anggaran 2006 disahkan menjadi Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2006 pada tanggal 23 Maret 2006 dan diundangkan pada tanggal 24 Maret 2006 dalam Lembaran Daerah Tahun 2004 Nomor 3. Hasil pemeriksaan atas Surat Perintah Membayar Uang (SPMU) dan Surat Pertanggungjawaban (SPJ) diketahui bahwa terdapat Belanja Daerah yang realisasinya mendahului penetapan APBD yaitu dengan diterbitkannya 661 SPMU yang terdiri dari Belanja Barang Jasa, Belanja Pemeliharaan serta Belanja Perawatan dan Pengobatan seluruhnya sebesar Rp3.153.934.537,00 dengan rincian sebagai berikut: No SKPD Jumlah SPMU Jumlah (Rp) 1. Kepala Daerah 20 Lembar 215.892.000,00 2. Sekretariat Daerah 63 Lembar 464.532.662,00 3. Sekretariat DPRD 23 Lembar 169.713.300,00 4. Dinas Pendapatan 14 Lembar 62.600.000,00 5. Bappeda 7 Lembar 47.865.000,00 6. Badan Pengawas Daerah 5 Lembar 47.250.000,00 7. Kecamatan 84 Lembar 185.768.750,00 8. Badan Diklat dan Litbang 3 Lembar 17.883.000,00 9. BPMD 10 Lembar 18.485.000,00 10. Bakesbang dan Linmas 14 Lembar 20.832.000,00 11. Kantor PDSI 10 Lembar 20.287.400,00 12. Kantor Polisi Pamong Praja 23 Lembar 152.930.000,00 13. Kantor Inkomda 10 Lembar 14.523.500,00 14. Kantor Arsip 9 Lembar 31.249.500,00 15. Dinas Pertanian 14 Lembar 71.013.400,00 16. Dinas Kelautan & Perikanan 2 Lembar 30.120.000,00 PERWAKILAN BPK RI DI DENPASAR 28 No SKPD Jumlah SPMU Jumlah

(Rp) 17. Dinas Pertambangan 26 Lembar 45.732.150,00 18. Dishutbun 11 Lembar 57.230.000,00 19. Diperindag 11 Lembar 20.460.000,00 20. Dinas Koperasi 7 Lembar 17.751.000,00 21. Dinas Kesehatan 11 Lembar 345.316.500,00 22. Dinas P & K 5 Lembar 186.172.500,00 23. SLTP 123 Lembar 317.912.500,00 24. SMU 88 Lembar 230.766.050,00 25. Dinas Sosial 5 Lembar 12.535.000,00 26. Dinas PU 17 lembar 194.075.000,00 27. Dinas Kependudukan 11 lembar 50.787.800,00 28. BKBKS 4 lembar 2.900.000,00 29. Dinas Pariwisata 16 lembar 35.860.000,00 30. Dinas Perhubungan 6 lembar 42.330.525,00 32. KIPP 9 lembar 23.160.000,00 Jumlah 661 lembar 3.153.934.537,00 Rincian lebih lanjut pada lampiran 1 Realisasi Belanja Daerah yang mendahului penetapan APBD tersebut tidak sesuai dengan : a. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 29 Tahun 2002 tanggal 10 Juni 2002 tentang Pedoman Pengurusan, Pertanggungjawaban dan Pengawasan Keuangan Daerah serta Tata Cara Penyusunan APBD, Pelaksanaan Tata Usaha Keuangan Daerah dan Penyusunan Perhitungan APBD Pasal 49 dalam: - ayat (1) menyebutkan bahwa “Pengeluaran Kas yang mengakibatkan beban APBD, tidak dapat dilakukan sebelum Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD disahkan dan ditempatkan dalam Lembaran Daerah.” - Ayat (2) “Pengeluaran kas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak termasuk belanja pegawai yang formasinya telah ditetapkan.” b. Peraturan Pemerintah No 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah Pasal 60 ayat (2) yang menyebutkan bahwa pengeluaran kas yang mengakibatkan beban APBD tidak dapat dilakukan sebelum rancangan Perda tentang APBD ditetapkan dan ditempatkan dalam Lembaran Daerah. PERWAKILAN BPK RI DI DENPASAR 29 Realisasi belanja mendahului penetapan APBD tersebut mengakibatkan penerbitan SPM sebesar Rp3.153.934.537,00 tidak mempunyai dasar hukum yang sah dan dapat membuka peluang terjadinya penyalahgunaan keuangan daerah. Kondisi tersebut disebabkan kelalaian Kepala Bagian Keuangan dalam menerbitkan SPMU tidak memperhatikan ketentuan Kepmendagri Nomor 29 Tahun 2002 tentang Pedoman Pengurusan, Pertanggungjawaban dan Pengawasan Keuangan Daerah serta Tata Cara Penyusunan APBD, Pelaksanaan Tata Usaha Keuangan Daerah dan Penyusunan Perhitungan APBD. Kepala Bagian Keuangan Kabupaten Lombok Barat atas nama Sekretariat Daerah mengakui temuan BPK RI dan menjelaskan bahwa pengeluaran tersebut untuk keperluan yang sangat mendesak demi kelancaran pelaksanaan roda pemerintahan. BPK RI menyarankan kepada Bupati Lombak Barat agar memberikan sanksi kepada Kabag Keuangan atas kelalaiannya dalam menerbitkan SPMU tidak memperhatikan ketentuan Kepmendagri Nomor 29 Tahun 2002.

PERWAKILAN BPK RI DI DENPASAR 30 Lampiran 1 No. Uraian Jumlah 134 I 1 12171 / BT / 2006 23-Nov - 06 Bantuan Stimulan Penguatan Modal Kelompok Tanaman Holtikultura 15.000.000,00 2 14413 / BT / 2006 21-Des-06 Pengadaan bibit buah-buahan dm rangka HUT Kab Lobar dan Hari Lingkungan hidup TA 2006 49.429.000,00 3 14414 / BT / 2006 21-Des-06 Pengadaan bibit buah-buahan dm rangka HUT Kab Lobar dan Hari Lingkungan hidup TA 2006 49.429.000,00 4 14497 / BT / 2006 21-Des-06 Pengadaan bibit buah-buahan dm rangka HUT Kab Lobar dan Hari Lingkungan hidup TA 2006 49.863.500,00 Jumlah 163.721.500,00 II 1 12259.b / BT / 2006 23-Nop-06 Bantuan Langsung Penguatan Modal Usaha Kelompok Ternak Itik 25.000.000,00 2 12589 / BT / 2006 29-Nop-06 Pengadaan bibit Ternak Babi 19.950.000,00 3 13478 / BT / 2006 11-Des-06 Pengadaan Bibit Ternak Kambing 24.950.000,00 4 10849 / BT / 2006 2 nov 06 Pengadaan Ternak Itik 24.950.000,00 Jumlah 94.850.000,00 Jumlah I + II 258.571.500,00 Belanja Modal Hewan BELANJA MODAL YANG DIREALISASIKAN SEBAGAI BELANJA BANTUAN KEUANGAN Belanja Modal Tanaman Holtikultura No SPMU 2 Lampiran 2 No Tanggal SKPD Uraian jumlah 1 8 / BT / 06 19-Jan-06 Sekretariat DPRD Biaya Jasa Pegawai Non PNS 6.000.000,00 2 9 / BT / 06 19-Jan-06 Sekretariat DPRD Biaya Jasa Pegawai Non PNS 3.660.000,00 3 10 / BT / 06 19-Jan-06 Sekretariat DPRD Biaya Jasa Pegawai Non PNS 3.250.000,00 4 11 / BT / 06 19-Jan-06 Sekretariat DPRD Biaya Pemeliharaan Alat Angkut 9.950.000,00 5 12 / BT / 06 19-Jan-06 Sekretariat DPRD Biaya Pemeliharaan Alat Angkut 9.800.000,00 6 13 / BT / 06 19-Jan-06 Sekretariat DPRD Biaya Makan Minum Harian 9.000.000,00 7 14 / BT / 06 19-Jan-06 Sekretariat DPRD Biaya Makan Minum Rapat 9.000.000,00 8 15 / BT / 06 19-Jan-06 Sekretariat DPRD Biaya Makan Minum Rapat 9.500.000,00 9 16 / PK / 06 19-Jan-06 Sekretariat Daerah Biaya Pemeliharaan Alat Angkut 10.000.000,00 10 17 / PK / 06 19-Jan-06 Sekretariat Daerah Biaya Pemeliharaan Alat Angkut 8.960.000,00 11 18 / PK / 06 19-Jan-06 Sekretariat Daerah Biaya Pemeliharaan Alat Angkut 1.200.000,00 12 20 / PK / 06 19-Jan-06 Kecamatan Sekotong Biaya Pemeliharaan Alat Angkut 2.142.500,00

13 21 / PK / 06 19-Jan-06 Kecamatan Sekotong Biaya Bahan Habis Pakai 412.500,00 14 21 / PK / 06 19-Jan-06 Kecamatan Sekotong Biaya Jasa Pegawai Non PNS 2.800.000,00 15 21 / PK / 06 19-Jan-06 Kecamatan Sekotong Biaya Jasa Lainnya 435.000,00 16 22 / PK / 06 26-Jan-06 Kantor Arsip Biaya Jasa Pegawai Non PNS 8.050.000,00 17 23 / PK / 06 26-Jan-06 Kantor Arsip Biaya Pemeliharaan Alat Angkut 1.190.000,00 18 25 / PK / 06 19-Jan-06 Dishutbun Biaya Pemeliharaan Alat Angkut 3.600.000,00 19 27 / PK / 06 26-Jan-06 Sekretariat Daerah Biaya Jasa Pegawai Non PNS 8.000.000,00 20 28 / PK / 06 26-Jan-06 Sekretariat Daerah Biaya Jasa Pegawai Non PNS 9.500.000,00 21 29 / PK / 06 26-Jan-06 Sekretariat Daerah Biaya Jasa Pegawai Non PNS 8.690.000,00 22 30 / PK / 06 26-Jan-06 Sekretariat Daerah Biaya Jasa Pegawai Non PNS 9.900.000,00 23 31 / PK / 06 26-Jan-06 Sekretariat Daerah Biaya Jasa Pegawai Non PNS 9.900.000,00 24 43 / PK / 06 26-Jan-06 Dispenduk Biaya Jasa Pegawai Non PNS 10.170.000,00 25 44 / PK / 06 26-Jan-06 Dispenduk Biaya Pemeliharaan Alat Angkut 4.080.000,00 26 45 / PK / 06 26-Jan-06 SMAN 1 Lembar Biaya Jasa Pegawai Non PNS 1.150.000,00 27 46 / PK / 06 26-Jan-06 Kecamatan Tanjung Biaya Jasa Pegawai Non PNS 2.600.000,00 28 48 / PK / 06 26-Jan-06 SMPN 2 Lembar Biaya ATK 200.000,00 29 48 / PK / 06 26-Jan-06 SMPN 2 Lembar Biaya Penyelenggaraan Sekolah 1.350.000,00 30 48 / PK / 06 26-Jan-06 SMPN 2 Lembar Biaya Jasa Pegawai Non PNS 1.050.000,00 31 52 / PK / 06 26-Jan-06 Dinas Perhubungan Biaya Pemeliharaan Alat Angkut 6.540.525,00 32 54 / PK / 06 26-Jan-06 Dinas Pendapatan Biaya Surat Kabar 500.000,00 33 54 / PK / 06 26-Jan-06 Dinas Pendapatan Biaya Faksimili 500.000,00 34 55 / PK / 06 26-Jan-06 Dinas Pendapatan Biaya Pemeliharaan Alat Angkut 4.300.000,00 35 56 / PK / 06 26-Jan-06 Dinas Pendapatan Biaya Pemeliharaan Alat Angkut 7.725.000,00 36 57 / PK / 06 26-Jan-06 Dinas Pendapatan Biaya Pemeliharaan Alat Angkut 9.900.000,00 37 59 / PK / 06 26-Jan-06 Kecamatan Gunung Sari Biaya Jasa Pegawai Non PNS 2.550.000,00 38 60 / PK / 06 26-Jan-06 Kecamatan Gunung Sari Biaya Pemeliharaan Alat Angkut 1.140.000,00 39 61 / PK / 06 26-Jan-06 Bawasda Biaya Dukungan 5.325.000,00 40 63 / PK / 06 26-Jan-06 Bawasda Biaya Jasa Pegawai Non PNS 6.260.000,00 41 65 / PK / 06 26-Jan-06 Kecamatan Lingsar Biaya Jasa Pegawai Non PNS 2.500.000,00 42 65 / PK / 06 26-Jan-06 Kecamatan Lingsar Biaya Pemeliharaan Alat Angkut 980.000,00 43 67 / PK / 06 26-Jan-06 Dinas PU Biaya Surat Kabar 125.000,00 44 68 / PK / 06 26-Jan-06 Dinas PU Biaya Pemeliharaan Alat Angkut 5.812.500,00 45 68 / PK / 06 26-Jan-06 Dinas PU Biaya Pemeliharaan 500.000,00 46 69 / PK / 06 26-Jan-06 Dinas PU Biaya Pemeliharaan Alat Angkut 8.960.000,00 47 70 / PK / 06 26-Jan-06 Dinas Koperasi Biaya Pemeliharaan Alat Angkut 3.337.500,00 48 76 / PK / 06 26-Jan-06 SMPN 4 Lingsar Biaya Jasa Pegawai Non PNS 1.800.000,00 49 78 / PK / 06 26-Jan-06 Bakesbang Biaya Bahan Habis Pakai 1.340.000,00 50 78 / PK / 06 26-Jan-06 Bakesbang Biaya Cetak dan Penggandaan 563.500,00 51 79 / PK / 06 26-Jan-06 Bakesbang Biaya Surat Kabar 681.000,00 52 79 / PK / 06 26-Jan-06 Bakesbang Biaya Jasa Pegawai Non PNS 2.790.000,00 53 81 / PK / 06 26-Jan-06 Sekretariat Daerah Biaya Jasa Pegawai Non PNS 9.900.000,00 54 80 / PK / 06 26-Jan-06 Bakesbang Biaya Pemeliharaan Alat Angkut 2.140.000,00 55 83 / PK / 06 26-Jan-06 Dinas Pertambangan Biaya Surat Kabar 150.000,00 56 83 / PK / 06 26-Jan-06 Dinas Pertambangan Biaya Jasa Pegawai Non PNS 3.140.000,00 57 83 / PK / 06 26-Jan-06 Dinas Pertambangan Biaya Jasa Lainnya 180.000,00 58 84 / PK / 06 26-Jan-06 Dinas Pertambangan Biaya Makan Minum Rapat 850.000,00 59 84 / PK / 06 26-Jan-06 Dinas Pertambangan Biaya Cetak dan Penggandaan 870.000,00

60 85 / PK / 06 26-Jan-06 Dinas Pertambangan Biaya Bahan Habis Pakai 1.137.500,00 61 86 / PK / 06 26-Jan-06 Dinas Pertambangan Biaya Pemeliharaan 1.250.000,00 62 86 / PK / 06 26-Jan-06 Dinas Pertambangan Biaya Pemeliharaan Alat Angkut 4.477.500,00 63 87 / PK / 06 26-Jan-07 Sekretariat Daerah Biaya Makan Minum Rapat 10.000.000,00 DAFTAR SURAT PERINTAH PEMBAYARAN UANG (SPMU) YANG MENDAHULUI PENETAPAN APBD No SPMU Lampiran 2 No No SPMU Tanggal SKPD Uraian jumlah 64 88 / PK / 06 26-Jan-07 Sekretariat Daerah Biaya Makan Minum Rapat 10.000.000,00 65 89 / PK / 06 26-Jan-07 Sekretariat Daerah Biaya Makan Minum Rapat 5.707.600,00 66 90 / PK / 06 26-Jan-07 Sekretariat Daerah Biaya Makan Minum Tamu 10.000.000,00 67 91 / PK / 06 26-Jan-07 Sekretariat Daerah Biaya Makan Minum Tamu 10.000.000,00 68 92 / PK / 06 26-Jan-07 Sekretariat Daerah Biaya Makan Minum Tamu 10.000.000,00 69 93 / PK / 06 27-Jan-07 Kepala Daerah Biaya Perawatan dan Pengobatan 3.000.000,00 70 94 / PK / 06 27-Jan-07 Kepala Daerah Biaya Rumah Tangga 10.000.000,00 71 95 / PK / 06 27-Jan-07 Kepala Daerah Biaya Rumah Tangga 10.000.000,00 72 96 / PK / 06 27-Jan-07 Kepala Daerah Biaya Pakaian Sipil Harian 2.500.000,00 73 97 / PK / 06 27-Jan-07 Kepala Daerah Biaya Pemeliharaan 2.062.000,00 74 98 / PK / 06 27-Jan-07 Kepala Daerah Biaya Pemeliharaan Alat Angkut 7.550.000,00 75 99 / PK / 06 27-Jan-07 Kecamatan Batu Layar Biaya Atk 250.000,00 76 99 / PK / 06 27-Jan-07 Kecamatan Batu Layar Biaya Cetak 400.000,00 77 99 / PK / 06 27-Jan-07 Kecamatan Batu Layar Biaya Jasa Pegawai Non PNS 2.630.000,00 78 99 / PK / 06 27-Jan-07 Kecamatan Batu Layar Biaya Pemeliharaan Alat Angkut 1.060.000,00 79 106 / PK / 06 28-Jan-06 Dinas Sosial Biaya Jasa Pegawai Non PNS 1.880.000,00 80 106 / PK / 06 28-Jan-06 Dinas Sosial Biaya Pemeliharaan Alat Angkut 4.415.000,00 81 107 / PK / 06 01-Feb-06 Kantor Inkomda Biaya Pemeliharaan Alat Angkut 600.000,00 82 109 / PK / 06 01-Feb-06 Kantor Inkomda Biaya Jasa Pegawai Non PNS 900.000,00 83 109 / PK / 06 01-Feb-06 Kantor Inkomda Biaya Surat Kabar 65.000,00 84 / PK / 06 01-Feb-06 Kecamatan Kediri Biaya Pemeliharaan Alat Angkut 1.847.500,00 85 112 / PK / 06 02-Feb-06 Kecamatan Gerung Biaya Jasa Pegawai Non PNS 5.000.000,00 86 113 / PK / 06 02-Feb-06 Kecamatan Gerung Biaya Pemeliharaan Alat Angkut 1.500.000,00 87 114 / PK / 06 02-Feb-06 SMAN 1 Tanjung Biaya Bahan Habis Pakai 1.100.000,00 88 114 / PK / 06 02-Feb-06 SMAN 1 Tanjung Biaya Jasa Pegawai Non PNS 1.700.000,00 89 118 / PK / 06 02-Feb-06 Sekretariat Daerah Biaya Bahan Habis Pakai 7.395.800,00 90 119 / PK / 06 02-Feb-06 Sekretariat Daerah Biaya ATK 1.250.000,00 91 120 / PK / 06 02-Feb-06 Sekretariat Daerah Biaya Perangko 416.600,00 92 121 / PK / 06 02-Feb-06 Sekretariat Daerah Biaya Cetak 2.916.000,00 93 122 / PK / 06 02-Feb-06 Sekretariat Daerah Biaya Jasa Pegawai Non PNS 8.000.000,00 94 123 / PK / 06 02-Feb-06 Sekretariat Daerah Biaya Jasa Pegawai Non PNS 8.690.000,00 95 124 / PK / 06 02-Feb-06 Sekretariat Daerah Biaya Jasa Pegawai Non PNS 9.900.000,00 96 125 / PK / 06 02-Feb-06 Sekretariat Daerah Biaya Jasa Pegawai Non PNS 9.500.000,00 97 126 / PK / 06 02-Feb-06 Sekretariat Daerah Biaya Jasa Pegawai Non PNS 9.500.000,00 98 127 / PK / 06 02-Feb-06 Sekretariat Daerah Biaya Jasa Pegawai Non PNS 9.900.000,00 99 128 / PK / 06 02-Feb-06 Sekretariat Daerah Biaya Jasa Pegawai Non PNS 10.000.000,00 100 129 / PK / 06 02-Feb-06 Sekretariat Daerah Biaya Pemeliharaan Alat Angkut 8.960.000,00 101 130 / PK / 06 02-Feb-06 Sekretariat Daerah Biaya Pemeliharaan Alat Angkut 1.200.000,00 102 131 / PK / 06 03-Feb-06 KPDSI Biaya Fotocopy 225.000,00

103 131 / PK / 06 03-Feb-06 KPDSI Biaya Pemeliharaan Alat Angkut 3.000.000,00 104 132 / PK / 06 03-Feb-06 Satpol PP Biaya Jasa Pegawai Non PNS 9.900.000,00 105 133 / PK / 06 03-Feb-06 Satpol PP Biaya Jasa Pegawai Non PNS 9.800.000,00 106 134 / PK / 06 03-Feb-06 Satpol PP Biaya Makan Minum Harian 9.945.000,00 107 135 / PK / 06 03-Feb-06 Satpol PP Biaya Makan Minum Harian 9.945.000,00 108 136 / PK / 06 03-Feb-06 Satpol PP Biaya Makan Minum Harian 7.905.000,00 109 137 / BT / 06 03-Feb-06 Dinas Kelautan dan Perikanan Biaya Jasa Pegawai Non PNS 20.080.000,00 110 139 / PK / 06 03-Feb-06 Kepala Daerah Biaya Perawatan dan Pengobatan 2.500.000,00 111 140 / PK / 06 03-Feb-06 Kepala Daerah Biaya Rumah Tangga Bupati 10.000.000,00 112 141 / PK / 06 03-Feb-06 Kepala Daerah Biaya Rumah Tangga Bupati 10.000.000,00 113 142 / PK / 06 03-Feb-06 Kepala Daerah Biaya Pakaian Harian Bupati dan Wakil 2.500.000,00 114 143 / PK / 06 03-Feb-06 Kepala Daerah Biaya Pemeliharaan Alat Angkut 8.030.000,00 115 144 / BT / 06 03-Feb-06 Dinas Kesehatan Biaya Jasa Pegawai Non PNS 105.960.000,00 116 145 / PK / 06 03-Feb-06 Satpol PP Biaya Fotocopy 225.000,00 117 145 / PK / 06 03-Feb-06 Satpol PP Biaya Pemeliharaan Alat Angkut 3.500.000,00 118 146 / PK / 06 03-Feb-06 Satpol PP Biaya Jasa Pegawai Non PNS 9.900.000,00 119 147 / PK / 06 03-Feb-06 Satpol PP Biaya Jasa Pegawai Non PNS 9.800.000,00 120 148 / PK / 06 04-Feb-06 Satpol PP Biaya Makan Minum Harian 9.945.000,00 121 149 / PK / 06 04-Feb-06 Satpol PP Biaya Makan Minum Harian 9.945.000,00 122 150 / PK / 06 04-Feb-06 Satpol PP Biaya Makan Minum Harian 7.905.000,00 123 150 / PK / 06 04-Feb-06 Satpol PP Biaya Makan Minum Rapat 400.000,00 124 159 / PK / 06 04-Feb-06 SMPN 4 Gerung Biaya Bahan Habis Pakai 420.000,00 125 159 / PK / 06 04-Feb-06 SMPN 4 Gerung Biaya Jasa Pegawai Non PNS 2.000.000,00 126 160 / PK / 06 04-Feb-06 SMAN 1 Gerung Biaya Penyelenggaraan Sekolah 208.300,00 127 160 / PK / 06 04-Feb-06 SMAN 1 Gerung Biaya Bahan Habis Pakai 1.112.400,00 128 160 / PK / 06 04-Feb-06 SMAN 1 Gerung Biaya Jasa Pegawai Non PNS 1.700.000,00 129 160 / PK / 06 04-Feb-06 SMAN 1 Gerung Biaya ATK 6.162.500,00 Lampiran 2 No No SPMU Tanggal SKPD Uraian jumlah 130 163 / PK / 06 04-Feb-06 Dinas Parsenibud Biaya Pemeliharaan 650.000,00 131 163 / PK / 06 04-Feb-06 Dinas Parsenibud Biaya Pemeliharaan Alat Angkut 2.075.000,00 132 164 / PK / 06 06-Feb-06 Dinas Parsenibud Biaya Bahan Habis Pakai 1.000.000,00 133 164 / PK / 06 06-Feb-06 Dinas Parsenibud Biaya Surat Kabar 250.000,00 134 164 / PK / 06 06-Feb-06 Dinas Parsenibud Biaya Jasa Lainnya 500.000,00 135 164 / PK / 06 06-Feb-06 Dinas Parsenibud Biaya Cetak dan Penggandaan 400.000,00 136 164 / PK / 06 06-Feb-06 Dinas Parsenibud Biaya Makan Minum Rapat 200.000,00 137 165 / BT / 06 06-Feb-06 Dinas Parsenibud Biaya Jasa Pegawai Non PNS 12.630.000,00 138 168 / PK / 06 06-Feb-06 Dishutbun Biaya Jasa Pegawai Non PNS 6.120.000,00 139 169 / PK / 06 06-Feb-06 Dishutbun Biaya Pemeliharaan Alat Angkut 9.500.000,00 140 170 / PK / 06 06-Feb-06 Dishutbun Biaya Pemeliharaan Alat Angkut 5.900.000,00 141 171 / PK / 06 06-Feb-06 Dishutbun Biaya Pemeliharaan 2.500.000,00 142 172 / PK / 06 06-Feb-06 Kecamatan Pemenang Biaya Jasa Pegawai Non PNS 4.600.000,00 143 172 / PK / 06 06-Feb-06 Kecamatan Pemenang Biaya Pemeliharaan Alat Angkut 2.165.000,00 144 174 / BT / 06 06-Feb-06 Dispenduk Biaya Jasa Pegawai Non PNS 10.170.000,00

145 175 / PK / 06 06-Feb-06 Kecamatan Gunung Sari Biaya Pemeliharaan Alat Angkut 1.600.000,00 146 177 / PK / 06 06-Feb-06 Kecamatan Gunung Sari Biaya Jasa Pegawai Non PNS 2.550.000,00 147 177 / PK / 06 06-Feb-06 Kecamatan Gunung Sari Biaya Surat Kabar 200.000,00 148 178 / PK / 06 06-Feb-06 SLB Negeri Pembina Biaya ATK 830.000,00 149 178 / PK / 06 06-Feb-06 SLB Negeri Pembina Biaya Penyelenggaraan Sekolah 2.290.000,00 150 178 / PK / 06 06-Feb-06 SLB Negeri Pembina Biaya Pemeliharaan 1.730.000,00 151 178 / PK / 06 06-Feb-06 SLB Negeri Pembina Biaya Pemeliharaan Alat Angkut 2.650.000,00 152 180 / PK / 06 08-Feb-06 Bakesbang Biaya Jasa Pegawai Non PNS 2.790.000,00 153 181 / PK / 06 08-Feb-06 Bakesbang Biaya Bahan Habis Pakai 1.434.000,00 154 182 / PK / 06 08-Feb-06 Bakesbang Biaya Fotocopy 84.000,00 155 183 / PK / 06 08-Feb-06 Bakesbang Biaya Pemeliharaan Alat Angkut 2.240.000,00 156 184 / PK / 06 08-Feb-06 Kecamatan Kuripan Biaya Pemeliharaan Alat Angkut 2.500.000,00 157 186 / PK / 06 08-Feb-06 Kecamatan Kuripan Biaya Jasa Pegawai Non PNS 5.360.000,00 158 187 / PK / 06 08-Feb-06 Kecamatan Kediri Biaya Pemeliharaan Alat Angkut 1.847.500,00 159 188 / PK / 06 08-Feb-06 Kecamatan Kediri Biaya Jasa Pegawai Non PNS 1.150.000,00 160 190 / PK / 06 08-Feb-06 Kecamatan Bayan Biaya Jasa Pegawai Non PNS 2.730.000,00 161 190 / PK / 06 08-Feb-06 Kecamatan Bayan Biaya Makan Minum Harian 150.000,00 162 190 / PK / 06 08-Feb-06 Kecamatan Bayan Biaya Pemeliharaan Alat Angkut 1.300.000,00 163 191 / PK / 06 08-Feb-06 Kecamatan Bayan Biaya Jasa Pegawai Non PNS 2.730.000,00 164 191 / PK / 06 08-Feb-06 Kecamatan Bayan Biaya Makan Minum Harian 150.000,00 165 191 / PK / 06 08-Feb-06 Kecamatan Bayan Biaya Pemeliharaan Alat Angkut 1.300.000,00 166 192 / PK / 06 08-Feb-06 SMAN 1 Bayan Biaya Jasa Pegawai Non PNS 2.300.000,00 167 193 / PK / 06 08-Feb-06 SMPN 3 Gerung Biaya Jasa Pegawai Non PNS 2.887.000,00 168 194 / PK / 06 08-Feb-06 SMPN 3 Gerung Biaya Jasa Pegawai Non PNS 2.887.000,00 169 195 / PK / 06 09-Feb-06 SMPN 1 Gunung Sari Biaya Jasa Pegawai Non PNS 1.800.000,00 170 196 / PK / 06 09-Feb-06 SMPN 1 Gunung Sari Biaya Jasa Pegawai Non PNS 1.800.000,00 171 197 / PK / 06 09-Feb-06 SMPN 1 Pemenang Biaya Jasa Pegawai Non PNS 2.100.000,00 172 199 / PK / 06 09-Feb-06 KPDSI Biaya Bahan Habis Pakai 1.123.000,00 173 199 / PK / 06 09-Feb-06 KPDSI Biaya Jasa Lainnya 2.660.000,00 174 200 / PK / 06 09-Feb-06 KPDSI Biaya Pemeliharaan Alat Angkut 958.400,00 175 201 / PK / 06 09-Feb-06 KPDSI Biaya Jasa Pegawai Non PNS 3.820.000,00 176 202 / PK / 06 09-Feb-06 SMPN 1 Kuripan Biaya ATK 415.000,00 177 202 / PK / 06 09-Feb-06 SMPN 1 Kuripan Biaya Penyelenggaraan Sekolah 3.500.000,00 178 202 / PK / 06 09-Feb-06 SMPN 1 Kuripan Biaya Jasa Pegawai Non PNS 1.500.000,00 179 203 / PK / 06 09-Feb-06 SMPN 1 Kuripan Biaya ATK 415.000,00 180 203 / PK / 06 09-Feb-06 SMPN 1 Kuripan Biaya Penyelenggaraan Sekolah 3.500.000,00 181 203 / PK / 06 09-Feb-06 SMPN 1 Kuripan Biaya Jasa Pegawai Non PNS 1.500.000,00 182 204 / PK / 06 09-Feb-06 SMAN 1 Kuripan Biaya Jasa Pegawai Non PNS 3.400.000,00 183 205 / PK / 06 09-Feb-06 SMK 1 Kuripan Biaya Jasa Pegawai Non PNS 4.800.000,00 184 206 / PK / 06 09-Feb-06 SMK 2 Kuripan Biaya Jasa Pegawai Non PNS 5.200.000,00 185 208 / PK / 06 09-Feb-06 SMPN 3 Narmada Biaya ATK 416.000,00 186 208 / PK / 06 09-Feb-06 SMPN 3 Narmada Biaya Penyelenggaraan Sekolah 3.083.000,00 187 208 / PK / 06 09-Feb-06 SMPN 3 Narmada Biaya Pemeliharaan 2.415.000,00 188 208 / PK / 06 09-Feb-06 SMPN 3 Narmada Biaya Jasa Pegawai Non PNS 2.300.000,00 189 209 / PK / 06 09-Feb-06 Kecamatan Batu Layar Biaya Bahan Habis Pakai 250.000,00

190 209 / PK / 06 09-Feb-06 Kecamatan Batu Layar Biaya Jasa Pegawai Non PNS 2.630.000,00 191 209 / PK / 06 09-Feb-06 Kecamatan Batu Layar Biaya Pemeliharaan Alat Angkut 1.060.000,00 192 210 / PK / 06 09-Feb-06 Bawasda Biaya Jasa Pegawai Non PNS 6.260.000,00 193 211 / PK / 06 09-Feb-06 Bawasda Biaya Pemeliharaan Alat Angkut 5.025.000,00 194 215 / BT / 06 09-Feb-06 Bawasda Biaya Jasa Pegawai Non PNS 24.380.000,00 195 216 / PK / 06 09-Feb-06 Bappeda Biaya Surat Kabar 250.000,00 196 217 / PK / 06 09-Feb-06 Bappeda Biaya Pemeliharaan Alat Angkut 9.787.500,00 Lampiran 2 No No SPMU Tanggal SKPD Uraian jumlah 197 218 / PK / 06 09-Feb-06 Bappeda Biaya Pemeliharaan Alat Angkut 5.750.000,00 198 219 / PK / 06 09-Feb-06 Bappeda Biaya Pemeliharaan Alat Angkut 9.787.500,00 199 220 / PK / 06 09-Feb-06 Kecamatan Labuan Api Biaya Jasa Pegawai Non PNS 5.260.000,00 200 220 / PK / 06 09-Feb-06 Kecamatan Labuan Api Biaya Pemeliharaan Alat Angkut 2.150.000,00 201 223 / PK / 06 13-Feb-06 Kantor Inkomda Biaya Surat Kabar 65.000,00 202 223 / PK / 06 13-Feb-06 Kantor Inkomda Biaya Jasa Pegawai Non PNS 900.000,00 203 225 / PK / 06 13-Feb-06 Kantor Inkomda Biaya Pemeliharaan Alat Angkut 5.249.000,00 204 226 / PK / 06 13-Feb-06 SMAN 1 Lembar Biaya Penyelenggaraan Sekolah 3.000.000,00 205 226 / PK / 06 13-Feb-06 SMAN 1 Lembar Biaya Jasa Pegawai Non PNS 1.150.000,00 206 227 / PK / 06 13-Feb-06 SMAN 1 Sekotong Biaya ATK 416.000,00 207 227 / PK / 06 13-Feb-06 SMAN 1 Sekotong Biaya Penyelenggaraan Sekolah 4.856.000,00 208 227 / PK / 06 13-Feb-06 SMAN 1 Sekotong Biaya Jasa Pegawai Non PNS 2.800.000,00 209 227 / PK / 06 13-Feb-06 SMAN 1 Sekotong Biaya Pemeliharaan 1.890.000,00 210 228 / PK / 06 13-Feb-06 Kecamatan Lembar Biaya Jasa Pegawai Non PNS 5.200.000,00 211 229 / PK / 06 13-Feb-06 Kecamatan Lembar Biaya Pemeliharaan Alat Angkut 4.575.000,00 212 231 / PK / 06 13-Feb-06 Dinas Pendapatan Biaya ATK 1.500.000,00 213 233 / PK / 06 13-Feb-06 Dinas Pendapatan Biaya Bahan Habis Pakai 5.500.000,00 214 233 / PK / 06 13-Feb-06 Dinas Pendapatan Biaya Bahan Habis Pakai 500.000,00 215 234 / PK / 06 13-Feb-06 Dinas Pendapatan Biaya Makan Minum Rapat 2.500.000,00 216 235 / PK / 06 13-Feb-06 Dinas Pendapatan Biaya Pemeliharaan 3.100.000,00 217 236 / PK / 06 13-Feb-06 Dinas Pendapatan Biaya Pemeliharaan Alat Angkut 8.775.000,00 218 237 / PK / 06 13-Feb-06 Dinas Pendapatan Biaya Cetak dan Penggandaan 2.500.000,00 219 238 / PK / 06 13-Feb-06 Dinas PU Biaya Jasa Pegawai Non PNS 75.310.000,00 220 239 / PK / 06 13-Feb-06 Dinas PU Biaya Bahan Habis Pakai 2.800.000,00 221 239 / PK / 06 13-Feb-06 Dinas PU Biaya Surat Kabar 125.000,00 222 239 / PK / 06 13-Feb-06 Dinas PU Biaya Cetak dan Penggandaan 1.700.000,00 223 239 / PK / 06 13-Feb-06 Dinas PU Biaya Makan Minum Rapat 1.000.000,00 224 240 / PK / 06 13-Feb-06 Dinas PU Biaya Pemeliharaan Alat Angkut 7.810.000,00 225 241 / PK / 06 13-Feb-06 SMPN 1 Sekotong Biaya Jasa Pegawai Non PNS 850.000,00 226 242 / PK / 06 13-Feb-06 SMPN 1 Sekotong Biaya Jasa Pegawai Non PNS 850.000,00 227 243 / PK / 06 13-Feb-06 SMPN 2 Kuripan Biaya Jasa Pegawai Non PNS 3.400.000,00 228 244 / PK / 06 13-Feb-06 SMPN 2 Kuripan Biaya Penyelenggaraan Sekolah 416.600,00 229 244 / PK / 06 13-Feb-06 SMPN 2 Kuripan Biaya Penyelenggaraan Sekolah 4.291.600,00 230 244 / PK / 06 13-Feb-06 SMPN 2 Kuripan Biaya Pemeliharaan 1.958.300,00 231 245 / PK / 06 13-Feb-06 SMPN 4 Lingsar Biaya Jasa Pegawai Non PNS 1.800.000,00 232 246 / PK / 06 13-Feb-06 SMAN 1 Kayangan Biaya Jasa Pegawai Non PNS 1.450.000,00 233 247 / PK / 06 13-Feb-06 Kecamatan Lingsar Biaya Jasa Pegawai Non PNS 2.500.000,00

234 247 / PK / 06 13-Feb-06 Kecamatan Lingsar Biaya Pemeliharaan Alat Angkut 980.000,00 235 248 / PK / 06 13-Feb-06 Dinas Sosial Biaya Jasa Pegawai Non PNS 1.880.000,00 236 251 / PK / 06 14-Feb-06 SMAN 1 Batu Layar Biaya Jasa Pegawai Non PNS 5.100.000,00 237 252 / PK / 06 14-Feb-06 SMPN 2 Narmada Biaya Jasa Pegawai Non PNS 1.600.000,00 238 253 / PK / 06 14-Feb-06 SMPN 2 Tanjung Biaya Penyelenggaraan Sekolah 6.050.000,00 239 253 / PK / 06 14-Feb-06 SMPN 2 Tanjung Biaya Jasa Pegawai Non PNS 2.000.000,00 240 254 / PK / 06 14-Feb-06 SMPN 1 Gerung Biaya Jasa Pegawai Non PNS 1.500.000,00 241 255 / PK / 06 14-Feb-06 SMPN 1 Gerung Biaya Jasa Pegawai Non PNS 1.500.000,00 242 256 / PK / 06 14-Feb-06 SMPN 1 Gerung Biaya Jasa Pegawai Non PNS 13.120.000,00 243 259 / PK / 06 14-Feb-06 Dinas Perhubungan Biaya Pemeliharaan Alat Angkut 5.567.500,00 244 260 / PK / 06 14-Feb-06 Diperindag Biaya Cetak 400.000,00 245 260 / PK / 06 14-Feb-06 Diperindag Biaya Surat Kabar 200.000,00 246 261 / PK / 06 14-Feb-06 Diperindag Biaya Pemeliharaan Alat Angkut 2.160.000,00 247 262 / PK / 06 14-Feb-06 Diperindag Biaya Pemeliharaan Alat Angkut 2.880.000,00 248 263 / PK / 06 14-Feb-06 SMPN 1 Lingsar Biaya Jasa Pegawai Non PNS 2.900.000,00 249 264 / PK / 06 14-Feb-06 SMAN 2 Lingsar Biaya Jasa Pegawai Non PNS 3.200.000,00 250 265 / PK / 06 14-Feb-06 SMPN 1 Narmada Biaya Jasa Pegawai Non PNS 4.500.000,00 251 266 / PK / 06 14-Feb-06 SMPN 3 Lingsar Biaya ATK 300.000,00 252 266 / PK / 06 14-Feb-06 SMPN 3 Lingsar Biaya Penyelenggaraan Sekolah 4.000.000,00 253 266 / PK / 06 14-Feb-06 SMPN 3 Lingsar Biaya Jasa Pegawai Non PNS 2.900.000,00 254 266 / PK / 06 14-Feb-06 SMPN 3 Lingsar Biaya Pemeliharaan 1.700.000,00 255 267 / PK / 06 15-Feb-06 SMPN 2 Gerung Biaya Jasa Pegawai Non PNS 3.600.000,00 256 268 / PK / 06 15-Feb-06 Dispenduk Biaya Pemeliharaan Alat Angkut 7.220.000,00 257 269 / PK / 06 15-Feb-06 Dinas Kesehatan Biaya Jasa Pegawai Non PNS 103.360.000,00 258 270 / PK / 06 15-Feb-06 Dinas Kesehatan Biaya Jasa Pegawai Non PNS 400.000,00 259 271 / PK / 06 15-Feb-06 KIPP Biaya Bahan Habis Pakai 500.000,00 260 271 / PK / 06 15-Feb-06 KIPP Biaya Jasa Pegawai Non PNS 1.700.000,00 261 271 / PK / 06 15-Feb-06 KIPP Biaya Pemeliharaan Alat Angkut 2.000.000,00 262 273 / PK / 06 15-Feb-06 Dinas Parsenibud Biaya Bahan Habis Pakai 1.000.000,00 263 273 / PK / 06 15-Feb-06 Dinas Parsenibud Biaya Surat Kabar 200.000,00 Lampiran 2 No No SPMU Tanggal SKPD Uraian jumlah 264 273 / PK / 06 15-Feb-06 Dinas Parsenibud Biaya Jasa Lainnya 500.000,00 265 273 / PK / 06 15-Feb-06 Dinas Parsenibud Biaya Cetak dan Penggandaan 400.000,00 266 273 / PK / 06 15-Feb-06 Dinas Parsenibud Biaya Makan Minum Rapat 200.000,00 267 274 / PK / 06 15-Feb-06 Dinas Parsenibud Biaya Jasa Pegawai Non PNS 13.630.000,00 268 276 / PK / 06 15-Feb-06 Dinas Parsenibud Biaya Pemeliharaan 150.000,00 269 276 / PK / 06 15-Feb-06 Dinas Parsenibud Biaya Pemeliharaan Alat Angkut 2.075.000,00 270 277 / PK / 06 15-Feb-06 Kepala Daerah Biaya Inventaris Rumah Jabatan 10.000.000,00 271 284 / PK / 06 15-Feb-06 Kecamatan Sekotong Biaya Bahan Habis Pakai 340.000,00 272 284 / PK / 06 15-Feb-06 Kecamatan Sekotong Biaya Jasa Pegawai Non PNS 2.800.000,00 273 285 / PK / 06 16-Feb-06 Kecamatan Sekotong Biaya Cetak 150.000,00 274 285 / PK / 06 16-Feb-06 Kecamatan Sekotong Biaya Makan Minum Rapat 250.000,00 275 285 / PK / 06 16-Feb-06 Kecamatan Sekotong Biaya Pemeliharaan Alat Angkut 2.612.500,00 276 286 / PK / 06 16-Feb-06 Kantor Arsip Biaya Pemeliharaan Alat Angkut 2.185.000,00 277 286 / PK / 06 16-Feb-06 Kantor Arsip Biaya Pemeliharaan 625.000,00 278 287 / PK / 06 16-Feb-06 Kantor Arsip Biaya Jasa Pegawai Non PNS 8.050.000,00

279 289 / PK / 06 16-Feb-06 Sekretariat DPRD Biaya Makan Minum Rapat 9.950.000,00 280 290 / PK / 06 16-Feb-06 Sekretariat DPRD Biaya Pemeliharaan Alat Angkut 9.800.000,00 281 292 / PK / 06 16-Feb-06 Sekretariat DPRD Biaya Surat Kabar 500.000,00 282 292 / PK / 06 16-Feb-06 Sekretariat DPRD Biaya Jasa Pegawai Non PNS 3.160.000,00 283 293 / PK / 06 16-Feb-06 Sekretariat DPRD Biaya Jasa Pegawai Non PNS 9.250.000,00 284 294 / PK / 06 16-Feb-06 Sekretariat DPRD Biaya Makan Minum Harian 9.000.000,00 285 295 / PK / 06 16-Feb-06 Sekretariat DPRD Biaya Makan Minum Rapat 9.950.000,00 286 296 / PK / 06 16-Feb-06 Sekretariat DPRD Biaya Makan Minum Rapat 9.950.000,00 287 297 / PK / 06 16-Feb-06 Sekretariat DPRD Biaya Pemeliharaan Alat Angkut 9.950.000,00 288 298 / PK / 06 16-Feb-06 Sekretariat DPRD Biaya Pemeliharaan 1.883.300,00 289 299 / PK / 06 16-Feb-06 SMAN 1 Kuripan Biaya Penyelenggaraan Sekolah 6.197.500,00 290 299 / PK / 06 16-Feb-06 SMAN 1 Kuripan Biaya ATK 416.700,00 291 302 / PK / 06 16-Feb-06 BPMD Biaya Pemeliharaan Alat Angkut 6.160.000,00 292 303 / PK / 06 16-Feb-06 BPMD Biaya Fotocopy 600.000,00 293 303 / PK / 06 16-Feb-06 BPMD Biaya Surat Kabar 290.000,00 294 305 / PK / 06 16-Feb-06 BPMD Biaya ATK 1.500.000,00 295 306 / PK / 06 18-Feb-06 Dinas Koperasi Biaya Pemeliharaan Alat Angkut 1.736.000,00 296 308 / PK / 06 18-Feb-06 Dinas Koperasi Biaya Jasa Pegawai Non PNS 3.170.000,00 297 309 / PK / 06 18-Feb-06 Dinas Koperasi Biaya ATK 2.000.000,00 298 311 / PK / 06 18-Feb-06 Balitbang Biaya Jasa Pegawai Non PNS 4.760.000,00 299 312 / PK / 06 18-Feb-06 Balitbang Biaya Pemeliharaan Alat Angkut 6.732.000,00 300 313 / PK / 06 20-Feb-06 SMPN 2 Gerung Biaya Jasa Pegawai Non PNS 1.150.000,00 301 314 / PK / 06 20-Feb-06 SMPN 2 Gerung Biaya Jasa Pegawai Non PNS 1.150.000,00 302 315 / PK / 06 20-Feb-06 SMAN 1 Gerung Biaya Jasa Pegawai Non PNS 1.700.000,00 303 315 / PK / 06 20-Feb-06 SMAN 1 Gerung Biaya Penyelenggaraan Sekolah 6.162.500,00 304 315 / PK / 06 20-Feb-06 SMAN 1 Gerung Biaya ATK 208.300,00 305 315A / PK / 06 20-Feb-06 SMAN 1 Kediri Biaya ATK 2.700.000,00 306 316 / PK / 06 20-Feb-06 SMAN 1 Kediri Biaya ATK 400.000,00 307 316 / PK / 06 20-Feb-06 SMAN 1 Kediri Biaya Penyelenggaraan Sekolah 2.000.000,00 308 317 / PK / 06 20-Feb-06 Dipertanak Biaya Jasa Pegawai Non PNS 9.800.000,00 309 318 / PK / 06 20-Feb-06 Dipertanak Biaya Jasa Pegawai Non PNS 9.600.000,00 310 319 / PK / 06 20-Feb-06 Dipertanak Biaya Jasa Pegawai Non PNS 9.000.000,00 311 320 / PK / 06 20-Feb-06 Dipertanak Biaya Jasa Pegawai Non PNS 9.000.000,00 312 321 / PK / 06 20-Feb-06 Dipertanak Biaya Jasa Pegawai Non PNS 6.000.000,00 313 322 / PK / 06 20-Feb-06 Dipertanak Biaya Pemeliharaan ALat Angkut 7.480.000,00 314 323 / PK / 06 20-Feb-06 Dipertanak Biaya ATK 473.400,00 315 325 / PK / 06 20-Feb-06 Dipertanak Biaya Surat Kabar 600.000,00 316 325 / PK / 06 20-Feb-06 Dipertanak Biaya Cetak dan Penggandaan 1.000.000,00 317 325 / PK / 06 20-Feb-06 Dipertanak Biaya Bahan Habis Pakai 1.000.000,00 318 325 / PK / 06 20-Feb-06 Dipertanak Biaya Faksimili 500.000,00 319 326 / PK / 06 20-Feb-06 Dipertanak Biaya Jasa Pegawai Non PNS 2.280.000,00 320 327 / PK / 06 20-Feb-06 Dipertanak Biaya Pemeliharaan Alat Angkut 5.160.000,00 321 328 / PK / 06 20-Feb-06 Dipertanak Biaya Jasa Pegawai Non PNS 9.120.000,00 322 329 / PK / 06 20-Feb-06 SMAN 1 Gunung Sari Biaya ATK 637.500,00 323 329 / PK / 06 20-Feb-06 SMAN 1 Gunung Sari Biaya Penyelenggaraan Sekolah 4.990.000,00 324 330 / PK / 06 20-Feb-06 SMAN 1 Gunung Sari Biaya Jasa Pegawai Non PNS 4.600.000,00 325 330 / PK / 06 20-Feb-06 SMAN 1 Gunung Sari Biaya Pemeliharaan 990.000,00

326 333 / PK / 06 20-Feb-06 SMAN 1 Gerung Biaya ATK 9.183.200,00 327 335 / PK / 06 20-Feb-06 SMAN 1Bayan Biaya ATK 416.000,00 328 335 / PK / 06 20-Feb-06 SMAN 1Bayan Biaya Penyelenggaraan Sekolah 6.082.000,00 329 335 / PK / 06 20-Feb-06 SMAN 1Bayan Biaya Pemeliharaan 1.666.000,00 330 337 / PK / 06 20-Feb-06 SMPN 1 Labuan Api Biaya Jasa Pegawai Non PNS 3.760.000,00 Lampiran 2 No No SPMU Tanggal SKPD Uraian jumlah 331 339 / PK / 06 20-Feb-06 SMPN 2 Sekotong Biaya Jasa Pegawai Non PNS 2.300.000,00 332 340 / PK / 06 20-Feb-06 SMPN 2 Kediri Biaya Jasa Pegawai Non PNS 3.400.000,00 333 341 / PK / 06 20-Feb-06 Kepala Daerah Biaya Pemeliharaan 3.500.000,00 334 342 / PK / 06 22-Feb-06 Sekretariat Daerah Biaya Makan Minum Tamu 10.000.000,00 335 343 / PK / 06 22-Feb-06 Sekretariat Daerah Biaya Makan Minum Tamu 10.000.000,00 336 344 / PK / 06 22-Feb-06 Sekretariat Daerah Biaya Makan Minum Tamu 10.000.000,00 337 345 / PK / 06 22-Feb-06 Sekretariat Daerah Biaya Cetak 2.673.600,00 338 346 / PK / 06 22-Feb-06 Sekretariat Daerah Biaya Materai 380.000,00 339 347 / PK / 06 22-Feb-06 Sekretariat Daerah Biaya ATK 1.145.800,00 340 349 / PK / 06 22-Feb-06 Sekretariat Daerah Biaya Makan Minum Tamu 6.265.000,00 341 351 / PK / 06 22-Feb-06 Dinas Pertambangan Biaya Jasa Pegawai Non PNS 2.680.000,00 342 351 / PK / 06 22-Feb-06 Dinas Pertambangan Biaya Jasa Lainnya 180.000,00 343 352 / PK / 06 22-Feb-06 Dinas Pertambangan Biaya Bahan Habis Pakai 1.137.500,00 344 352 / PK / 06 22-Feb-06 Dinas Pertambangan Biaya Makan Minum Rapat 850.000,00 345 353 / PK / 06 22-Feb-06 Dinas Pertambangan Biaya Cetak dan Penggandaan 970.000,00 346 354 / PK / 06 22-Feb-06 Dinas Pertambangan Biaya Pemeliharaan Alat Angkut 5.827.500,00 347 355 / PK / 06 22-Feb-06 SMPN 1 Labuan Api Biaya Penyelenggaraan Sekolah 6.000.000,00 348 358 / PK / 06 23-Feb-06 Dinas Kesehatan Biaya Jasa Pegawai Non PNS 10.000.000,00 349 359 / PK / 06 23-Feb-06 Dinas Kesehatan Biaya Jasa Pegawai Non PNS 2.000.000,00 350 360 / PK / 06 23-Feb-06 Dinas Kesehatan Biaya Bahan Habis Pakai 4.475.000,00 351 361 / PK / 06 23-Feb-06 Dinas Kesehatan Biaya Surat Kabar 1.000.000,00 352 361 / PK / 06 23-Feb-06 Dinas Kesehatan Biaya Fotocopy 700.000,00 353 361 / PK / 06 23-Feb-06 Dinas Kesehatan Biaya Makan Minum Rapat 1.100.000,00 354 362 / PK / 06 23-Feb-06 Dinas Kesehatan Biaya Pemeliharaan Alat Angkut 9.961.500,00 355 364 / PK / 06 23-Feb-06 Sekretariat Daerah Biaya Pemeliharaan Alat Angkut 4.700.000,00 356 365 / PK / 06 23-Feb-06 Sekretariat Daerah Biaya Pemeliharaan Alat Angkut 4.774.500,00 357 366 / PK / 06 23-Feb-06 Sekretariat Daerah Biaya Pemeliharaan Alat Angkut 6.400.000,00 358 367 / PK / 06 23-Feb-06 Sekretariat Daerah Biaya Pemeliharaan Alat Angkut 9.150.000,00 359 369 / PK / 06 23-Feb-06 SMAN 1 Narmada Biaya Jasa Pegawai Non PNS 3.400.000,00 360 370 / PK / 06 24-Feb-06 SMAN 1 Narmada Biaya Jasa Pegawai Non PNS 3.500.000,00 361 371 / PK / 06 24-Feb-06 SMAN 2 Labuan Api Biaya Bahan Habis Pakai 2.200.000,00 362 371 / PK / 06 24-Feb-06 SMAN 2 Labuan Api Biaya Jasa Pegawai Non PNS 1.600.000,00 363 372 / PK / 06 24-Feb-06 SMAN 2 Labuan Api Biaya Pemeliharaan 1.500.000,00 364 374 / PK / 06 24-Feb-06 SMAN 2 Lingsar Biaya Jasa Pegawai Non PNS 3.000.000,00 365 376 / PK / 06 24-Feb-06 Kecamatan Tanjung Biaya Jasa Pegawai Non PNS 2.600.000,00 366 376 / PK / 06 24-Feb-06 Kecamatan Tanjung Biaya Pemeliharaan Alat Angkut 2.040.000,00 367 378 / PK / 06 01-Mar-06 SMPN 4 Gerung Biaya ATK 400.000,00 368 378 / PK / 06 01-Mar-06 SMPN 4 Gerung Biaya Penyelenggaraan Sekolah 3.000.000,00 369 379 / PK / 06 01-Mar-06 SMPN 4 Gerung Biaya Jasa Pegawai Non PNS 2.000.000,00 370 380 / PK / 06 01-Mar-06 SMPN 4 Gerung Biaya Pemeliharaan 2.550.000,00

371 389 / PK / 06 01-Mar-06 Sekretariat Daerah Biaya Akomodasi Tamu Pemda 10.000.000,00 372 390 / PK / 06 01-Mar-06 Sekretariat Daerah Biaya Akomodasi Tamu Pemda 9.456.562,00 373 391 / PK / 06 01-Mar-06 Sekretariat Daerah Biaya Pemeliharaan 1.600.000,00 374 392 / PK / 06 01-Mar-06 Sekretariat Daerah Biaya Pemeliharaan Alat Angkut 10.000.000,00 375 393 / PK / 06 01-Mar-06 Sekretariat Daerah Biaya Pemeliharaan Alat Angkut 9.865.000,00 376 394 / PK / 06 01-Mar-06 Sekretariat Daerah Biaya Pemeliharaan Alat Angkut 1.200.000,00 377 395 / PK / 06 01-Mar-06 SMPN 3 Labuan Api Biaya Jasa Pegawai Non PNS 2.300.000,00 378 396 / PK / 06 02-Mar-06 Kepala Daerah Biaya Perawatan dan Pengobatan 2.500.000,00 379 397 / PK / 06 02-Mar-06 Kepala Daerah Biaya Rumah Tangga 10.000.000,00 380 398 / PK / 06 02-Mar-06 Kepala Daerah Biaya Rumah Tangga 10.000.000,00 381 399 / PK / 06 02-Mar-06 Kepala Daerah Biaya Pakaian Sipil Harian 2.500.000,00 382 403 / PK / 06 02-Mar-06 Sekretariat Daerah Biaya Jasa Pegawai Non PNS 9.900.000,00 383 404 / PK / 06 02-Mar-06 Sekretariat Daerah Biaya Jasa Pegawai Non PNS 9.900.000,00 384 405 / PK / 06 02-Mar-06 Sekretariat Daerah Biaya Jasa Pegawai Non PNS 9.900.000,00 385 406 / PK / 06 02-Mar-06 Sekretariat Daerah Biaya Jasa Pegawai Non PNS 9.500.000,00 386 407 / PK / 06 02-Mar-06 Sekretariat Daerah Biaya Jasa Pegawai Non PNS 8.690.000,00 387 408 / PK / 06 02-Mar-06 Sekretariat Daerah Biaya Jasa Pegawai Non PNS 8.000.000,00 388 410 / PK / 06 02-Mar-06 Dinas Sosial Biaya Jasa Pegawai Non PNS 1.880.000,00 389 411 / PK / 06 02-Mar-06 Dinas Sosial Biaya Pemeliharaan Alat Angkut 2.480.000,00 390 412 / PK / 06 02-Mar-06 SMPN 2 Lembar Biaya ATK 200.000,00 391 412 / PK / 06 02-Mar-06 SMPN 2 Lembar Biaya Penyelenggaraan Sekolah 1.350.000,00 392 412 / PK / 06 02-Mar-06 SMPN 2 Lembar Biaya Jasa Pegawai Non PNS 1.050.000,00 393 413 / PK / 06 02-Mar-06 SMPN 1 Kediri Biaya Jasa Pegawai Non PNS 4.350.000,00 394 414 / PK / 06 02-Mar-06 SMPN 1 Kediri Biaya Penyelenggaraan Sekolah 10.000.000,00 395 416 / PK / 06 02-Mar-06 SMPN 1 Kediri Biaya ATK 500.000,00 396 416 / PK / 06 02-Mar-06 SMPN 1 Kediri Biaya Pemeliharaan 3.250.000,00 397 417 / PK / 06 03-Mar-06 SMPN 4 Lingsar Biaya Bahan Habis Pakai 400.000,00 Lampiran 2 No No SPMU Tanggal SKPD Uraian jumlah 398 417 / PK / 06 03-Mar-06 SMPN 4 Lingsar Biaya Jasa Pegawai Non PNS 1.800.000,00 399 418 / PK / 06 03-Mar-06 Dishutbun Biaya Pemeliharaan Alat Angkut 9.500.000,00 400 419 / PK / 06 03-Mar-06 Dishutbun Biaya Pemeliharaan 2.500.000,00 401 420 / PK / 06 03-Mar-06 Dishutbun Biaya Cetak dan Penggandaan 6.300.000,00 402 421 / PK / 06 03-Mar-06 Dishutbun Biaya Bahan Habis Pakai 4.800.000,00 403 421 / PK / 06 03-Mar-06 Dishutbun Biaya Surat Kabar 390.000,00 404 422 / PK / 06 03-Mar-06 Dishutbun Biaya Jasa Pegawai Non PNS 6.120.000,00 405 423A / PK / 06 03-Mar-06 Kecamatan Lingsar Biaya Jasa Pegawai Non PNS 2.500.000,00 406 423A / PK / 06 03-Mar-06 Kecamatan Lingsar Biaya Pemeliharaan Alat Angkut 980.000,00 407 424 / PK / 06 03-Mar-06 SMPN 3 Labuan Api Biaya ATK 400.000,00 408 424 / PK / 06 03-Mar-06 SMPN 3 Labuan Api Biaya Penyelenggaraan Sekolah 6.100.000,00 409 425 / PK / 06 03-Mar-06 SMPN 3 Labuan Api Biaya Pemeliharaan 2.400.000,00 410 426 / PK / 06 06-Mar-06 Diperindag Biaya Jasa Pegawai Non PNS 7.080.000,00 411 426 / PK / 06 06-Mar-06 Diperindag Biaya Pemeliharaan Alat Angkut 2.160.000,00 412 427 / PK / 06 06-Mar-06 Diperindag Biaya Bahan Habis Pakai 1.250.000,00 413 427 / PK / 06 06-Mar-06 Diperindag Biaya Surat Kabar 200.000,00 414 427 / PK / 06 06-Mar-06 Diperindag Biaya Fotocopy 1.000.000,00 415 428 / PK / 06 06-Mar-06 Diperindag Biaya Bahan Habis Pakai 250.000,00

416 428 / PK / 06 06-Mar-06 Diperindag Biaya Pemeliharaan Alat Angkut 2.880.000,00 417 429 / PK / 06 06-Mar-06 Kepala Daerah Biaya Pemeliharaan Alat Angkut 9.250.000,00 418 431 / PK / 06 06-Mar-06 Dispenduk Biaya Jasa Pegawai Non PNS 10.170.000,00 419 433 / PK / 06 06-Mar-06 BPMD Biaya Surat Kabar 145.000,00 420 434 / PK / 06 06-Mar-06 BPMD Biaya Jasa Pegawai Non PNS 2.460.000,00 421 435 / PK / 06 06-Mar-06 BPMD Biaya Pemeliharaan Alat Angkut 3.230.000,00 422 437 / PK / 06 07-Mar-06 Bakesbang Biaya Bahan Habis Pakai 1.575.000,00 423 438 / PK / 06 07-Mar-06 Bakesbang Biaya Surat Kabar 681.000,00 424 438 / PK / 06 07-Mar-06 Bakesbang Biaya Jasa Pegawai Non PNS 2.790.000,00 425 439 / PK / 06 07-Mar-06 Bakesbang Biaya Fotocopy 83.500,00 426 440 / PK / 06 07-Mar-06 Bakesbang Biaya Pemeliharaan Alat Angkut 1.640.000,00 427 441 / PK / 06 07-Mar-06 Sekretariat DPRD Biaya Makan Minum Harian 9.000.000,00 428 442 / PK / 06 07-Mar-06 Sekretariat DPRD Biaya Makan Minum Rapat 6.000.000,00 429 443 / PK / 06 07-Mar-06 Sekretariat DPRD Biaya Makan Minum Rapat 9.000.000,00 430 444 / PK / 06 07-Mar-06 Sekretariat DPRD Biaya Pemeliharaan Alat Angkut 9.000.000,00 431 445 / PK / 06 07-Mar-06 Sekretariat DPRD Biaya Jasa Pegawai Non PNS 3.160.000,00 432 446 / PK / 06 07-Mar-06 Kepala Daerah Biaya Penunjang Operasional 50.000.000,00 433 447 / PK / 06 07-Mar-06 Sekretariat Daerah Biaya Makan Minum Rapat 2.633.000,00 434 448 / PK / 06 07-Mar-06 Sekretariat Daerah Biaya Makan Minum Rapat 10.000.000,00 435 449 / PK / 06 07-Mar-06 Sekretariat Daerah Biaya Makan Minum Rapat 10.000.000,00 436 450 / PK / 06 07-Mar-06 Sekretariat Daerah Biaya Makan Minum Rapat 10.000.000,00 437 451 / PK / 06 07-Mar-06 Kantor Inkomda Biaya ATK 1.500.000,00 438 451 / PK / 06 07-Mar-06 Kantor Inkomda Biaya Surat Kabar 65.000,00 439 451 / PK / 06 07-Mar-06 Kantor Inkomda Biaya Jasa Pegawai Non PNS 900.000,00 440 452 / PK / 06 07-Mar-06 Kantor Inkomda Biaya Pemeliharaan Alat Angkut 4.279.500,00 441 454 / PK / 06 07-Mar-06 Kantor Arsip Biaya ATK 609.500,00 442 454 / PK / 06 07-Mar-06 Kantor Arsip Biaya Jasa Pegawai Non PNS 8.050.000,00 443 454 / PK / 06 07-Mar-06 Kantor Arsip Biaya Fotocopy 300.000,00 444 455 / PK / 06 07-Mar-06 Kantor Arsip Biaya Pemeliharaan Alat Angkut 2.190.000,00 445 455 / PK / 06 07-Mar-06 Dinas PU Biaya Jasa Pegawai Non PNS 75.310.000,00 446 459 / PK / 06 08-Mar-06 SMPN 1 Narmada Biaya Jasa Pegawai Non PNS 2.700.000,00 447 460 / PK / 06 08-Mar-06 Kecamatan Gerung Biaya Bahan Habis Pakai 1.461.250,00 448 460 / PK / 06 08-Mar-06 Kecamatan Gerung Biaya Jasa Pegawai Non PNS 2.500.000,00 449 460 / PK / 06 08-Mar-06 Kecamatan Gerung Biaya Cetak dan Penggandaan 575.000,00 450 460 / PK / 06 08-Mar-06 Kecamatan Gerung Biaya Makan Minum Harian 500.000,00 451 461 / PK / 06 08-Mar-06 Kecamatan Gerung Biaya Pemeliharaan Alat Angkut 6.000.000,00 452 461 / PK / 06 08-Mar-06 Kecamatan Gerung Biaya Pemeliharaan 2.500.000,00 453 464 / BT / 06 08-Mar-06 Dinas Perhubungan Biaya Jasa Pegawai Non PNS 13.120.000,00 454 465 / PK / 06 08-Mar-06 Dinas Perhubungan Biaya Pemeliharaan Alat Angkut 5.567.500,00 455 467 / PK / 06 08-Mar-06 Dinas Perhubungan Biaya Jasa Pegawai Non PNS 6.260.000,00 456 468 / PK / 06 08-Mar-06 Dinas Perhubungan Biaya Pemeliharaan Alat Angkut 5.275.000,00 457 471 / PK / 06 08-Mar-06 Sekretariat Daerah Biaya Akomodasi Tamu Pemda 10.000.000,00 458 472 / PK / 06 08-Mar-06 SMKN 1 Kuripan Biaya Jasa Pegawai Non PNS 2.400.000,00 459 473 / PK / 06 08-Mar-06 Sekretariat Daerah Biaya Pemeliharaan Alat Angkut 1.848.500,00 460 475 / PK / 06 08-Mar-06 Kecamatan Narmada Biaya Jasa Pegawai Non PNS 2.600.000,00 461 475 / PK / 06 08-Mar-06 Kecamatan Narmada Biaya Jasa Lainnya 535.000,00 462 476 / PK / 06 08-Mar-06 Kecamatan Narmada Biaya Pemeliharaan Alat Angkut 1.501.000,00

463 478 / PK / 06 09-Mar-06 SMKN Narmada Biaya Jasa Pegawai Non PNS 900.000,00 464 480 / PK / 06 09-Mar-06 Kecamatan Gunung Sari Biaya Pemeliharaan Alat Angkut 1.220.000,00 Lampiran 2 No No SPMU Tanggal SKPD Uraian jumlah 465 481 / PK / 06 09-Mar-06 Kecamatan Gunung Sari Biaya Jasa Pegawai Non PNS 2.550.000,00 466 482 / PK / 06 13-Mar-06 KIPP Biaya Jasa Pegawai Non PNS 850.000,00 467 485 / PK / 06 13-Mar-06 KIPP Biaya Jasa Pegawai Non PNS 6.000.000,00 468 486 / PK / 06 13-Mar-06 KIPP Biaya Surat Kabar 4.950.000,00 469 486 / PK / 06 13-Mar-06 KIPP Biaya Jasa Pegawai Non PNS 5.050.000,00 470 488 / PK / 06 13-Mar-06 KIPP Biaya Faksimili 500.000,00 471 488 / PK / 06 13-Mar-06 KIPP Biaya Jasa Pegawai Non PNS 1.610.000,00 472 490 / PK / 06 13-Mar-06 Kecamatan Labuan Api Biaya Pemeliharaan Alat Angkut 1.075.000,00 473 493 / BT / 06 13-Mar-06 Kecamatan Labuan Api Biaya Jasa Pegawai Non PNS 12.630.000,00 474 495 / PK / 06 13-Mar-06 SMPN 3 Tanjung Biaya ATK 625.000,00 475 495 / PK / 06 13-Mar-06 SMPN 3 Tanjung Biaya Penyelenggaraan Sekolah 6.225.000,00 476 496 / PK / 06 13-Mar-06 SMPN 3 Tanjung Biaya Jasa Pegawai Non PNS 4.200.000,00 477 497 / PK / 06 13-Mar-06 Sekretariat Daerah Biaya Fotocopy 1.603.600,00 478 498 / PK / 06 13-Mar-06 Sekretariat Daerah Biaya Pemeliharaan Alat Angkut 9.062.500,00 479 499 / PK / 06 13-Mar-06 Dinas Kelautan dan Perikanan Biaya Jasa Pegawai Non PNS 10.040.000,00 480 503 / PK / 06 13-Mar-06 Balitbang Biaya Pemeliharaan Alat Angkut 6.391.000,00 481 504 / PK / 06 13-Mar-06 Satpol PP Biaya ATK 400.000,00 482 504 / PK / 06 13-Mar-06 Satpol PP Biaya Surat Kabar 390.000,00 483 504 / PK / 06 13-Mar-06 Satpol PP Biaya Cetak dan Penggandaan 675.000,00 484 505 / PK / 06 13-Mar-06 Satpol PP Biaya Jasa Pegawai Non PNS 9.900.000,00 485 506 / PK / 06 13-Mar-06 Satpol PP Biaya Jasa Pegawai Non PNS 9.800.000,00 486 507 / PK / 06 13-Mar-06 Satpol PP Biaya Makan Minum Harian 9.945.000,00 487 508 / PK / 06 13-Mar-06 Satpol PP Biaya Makan Minum Harian 9.945.000,00 488 509 / PK / 06 13-Mar-06 Satpol PP Biaya Makan Minum Harian 7.905.000,00 489 509 / PK / 06 13-Mar-06 Satpol PP Biaya Makan Minum Rapat 200.000,00 490 510 / PK / 06 13-Mar-06 Satpol PP Biaya Pemeliharaan Alat Angkut 4.655.000,00 491 513 / PK / 06 13-Mar-06 Dinas Koperasi Biaya Jasa Pegawai Non PNS 3.170.000,00 492 514 / PK / 06 13-Mar-06 Dinas Koperasi Biaya ATK 1.000.000,00 493 515 / PK / 06 13-Mar-06 Dinas Koperasi Biaya Pemeliharaan Alat Angkut 3.337.500,00 494 516 / BT / 06 13-Mar-06 Dinas Kesehatan Biaya Jasa Pegawai Non PNS 106.360.000,00 495 517 / PK / 06 13-Mar-06 SMPN 1 Batu Layar Biaya Pemeliharan 3.525.000,00 496 518 / PK / 06 13-Mar-06 SMPN 1 Batu Layar Biaya Jasa Pegawai Non PNS 2.550.000,00 497 519 / PK / 06 13-Mar-06 SMPN 1 Batu Layar Biaya ATK 625.000,00 498 519 / PK / 06 13-Mar-06 SMPN 1 Batu Layar Biaya Penyelenggaraan Sekolah 4.900.000,00 499 520 / PK / 06 13-Mar-06 SMPN 2 Batu Layar Biaya ATK 625.000,00 500 520 / PK / 06 13-Mar-06 SMPN 2 Batu Layar Biaya Penyelenggaraan Sekolah 3.900.000,00 501 521 / PK / 06 13-Mar-06 SMPN 2 Batu Layar Biaya Jasa Pegawai Non PNS 3.900.000,00 502 522 / PK / 06 13-Mar-06 SMPN 2 Batu Layar Biaya Pemeliharan 2.200.000,00 503 523 / BT / 06 13-Mar-06 Kepala Daerah Biaya Penunjang Operasional 50.000.000,00

504 524 / PK / 06 13-Mar-06 Dinas PU Biaya Pemeliharaan Alat Angkut 4.337.500,00 505 525 / PK / 06 13-Mar-06 Dinas PU Biaya Pemeliharaan Alat Angkut 7.160.000,00 506 526 / PK / 06 13-Mar-06 Dinas PU Biaya Bahan Habis Pakai 1.650.000,00 507 526 / PK / 06 13-Mar-06 Dinas PU Biaya Surat Kabar 125.000,00 508 526 / PK / 06 13-Mar-06 Dinas PU Biaya Cetak dan Penggandaan 850.000,00 509 526 / PK / 06 13-Mar-06 Dinas PU Biaya Makan Minum Rapat 500.000,00 510 528 / BT / 06 13-Mar-06 Bappeda Biaya Jasa Pegawai Non PNS 12.190.000,00 511 529 / PK / 06 13-Mar-06 SMKN Gerung Biaya Jasa Pegawai Non PNS 1.650.000,00 512 531 / PK / 06 13-Mar-06 Kecamatan Kayangan Biaya Bahan Habis Pakai 875.000,00 513 531 / PK / 06 13-Mar-06 Kecamatan Kayangan Biaya Jasa Pegawai Non PNS 8.340.000,00 514 533 / PK / 06 13-Mar-06 Kecamatan Kayangan Biaya Pemeliharaan Alat Angkut 9.357.500,00 515 534 / PK / 06 13-Mar-06 SMPN 1 Sekotong Biaya Jasa Pegawai Non PNS 850.000,00 516 536 / PK / 06 13-Mar-06 Kecamatan Pemenang Biaya Jasa Pegawai Non PNS 3.050.000,00 517 536 / PK / 06 13-Mar-06 Kecamatan Pemenang Biaya Pemeliharaan Alat Angkut 2.165.000,00 518 537 / PK / 06 13-Mar-06 Kecamatan Gunung Sari Biaya Bahan Habis Pakai 1.125.000,00 519 537 / PK / 06 13-Mar-06 Kecamatan Gunung Sari Biaya Cetak dan Penggandaan 750.000,00 520 537 / PK / 06 13-Mar-06 Kecamatan Gunung Sari Biaya Makan Minum Rapat 450.000,00 521 538 / PK / 06 13-Mar-06 Kecamatan Gunung Sari Biaya Pemeliharaan 487.500,00 522 539 / PK / 06 13-Mar-06 SMPN 2 Gerung Biaya Jasa Pegawai Non PNS 1.150.000,00 523 540 / PK / 06 13-Mar-06 KPDSI Biaya Pemeliharaan Alat Angkut 3.591.500,00 524 541 / PK / 06 13-Mar-06 KPDSI Biaya Bahan Habis Pakai 1.669.500,00 525 541 / PK / 06 13-Mar-06 KPDSI Biaya Jasa Lainnya 1.330.000,00 526 543 / PK / 06 13-Mar-06 KPDSI Biaya Jasa Pegawai Non PNS 1.910.000,00 527 544 / PK / 06 13-Mar-06 SMAN 1 Bayan Biaya ATK 209.000,00 528 544 / PK / 06 13-Mar-06 SMAN 1 Bayan Biaya Penyelenggaraan Sekolah 3.043.000,00 529 544 / PK / 06 13-Mar-06 SMAN 1 Bayan Biaya Jasa Pegawai Non PNS 1.150.000,00 530 544 / PK / 06 13-Mar-06 SMAN 1 Bayan Biaya Pemeliharaan 834.000,00 531 545 / PK / 06 14-Mar-06 SMAN 1 Lingsar Biaya Jasa Pegawai Non PNS 1.600.000,00 Lampiran 2 No No SPMU Tanggal SKPD Uraian jumlah 532 546 / PK / 06 14-Mar-06 SMPN 1 Lingsar Biaya Jasa Pegawai Non PNS 1.450.000,00 533 547 / PK / 06 14-Mar-06 Dispenduk Biaya Pemeliharaan Alat Angkut 3.207.800,00 534 548 / PK / 06 14-Mar-06 Dispenduk Biaya Bahan Habis Pakai 1.745.000,00 535 548 / PK / 06 14-Mar-06 Dispenduk Biaya Surat Kabar 450.000,00 536 548 / PK / 06 14-Mar-06 Dispenduk Biaya Cetak dan Penggandaan 1.375.000,00 537 548 / PK / 06 14-Mar-06 Dispenduk Biaya Makan Minum Rapat 1.000.000,00 538 548 / PK / 06 14-Mar-06 Dispenduk Biaya Pemeliharaan 1.200.000,00 539 549 / PK / 06 14-Mar-06 SMAN 1 Tanjung Biaya Bahan Habis Pakai 619.900,00 540 549 / PK / 06 14-Mar-06 SMAN 1 Tanjung Biaya Jasa Pegawai Non PNS 1.700.000,00 541 550 / PK / 06 14-Mar-06 BPMD Biaya Cetak dan Penggandaan 1.250.000,00 542 550 / PK / 06 14-Mar-06 BPMD Biaya Makan Minum Rapat 700.000,00 543 551 / PK / 06 14-Mar-06 BPMD Biaya Bahan Habis Pakai 2.150.000,00 544 554 / PK / 06 14-Mar-06 BKBKS Biaya Surat Kabar 50.000,00 545 554 / PK / 06 14-Mar-06 BKBKS Biaya Jasa Pegawai Non PNS 1.400.000,00

546 555 / PK / 06 14-Mar-06 BKBKS Biaya Surat Kabar 50.000,00 547 555 / PK / 06 14-Mar-06 BKBKS Biaya Jasa Pegawai Non PNS 1.400.000,00 548 556 / PK / 06 14-Mar-06 Kecamatan Batu Layar Biaya Perangko 250.000,00 549 556 / PK / 06 14-Mar-06 Kecamatan Batu Layar Biaya Jasa Pegawai Non PNS 2.630.000,00 550 556 / PK / 06 14-Mar-06 Kecamatan Batu Layar Biaya Cetak dan Penggandaan 750.000,00 551 557 / PK / 06 14-Mar-06 Kecamatan Lembar Biaya Jasa Pegawai Non PNS 2.600.000,00 552 558 / PK / 06 14-Mar-06 Kecamatan Lembar Biaya Pemeliharaan Alat Angkut 2.287.500,00 553 561 / PK / 06 14-Mar-06 Kecamatan Bayan Biaya Pemeliharaan Alat Angkut 4.799.000,00 554 562 / PK / 06 14-Mar-06 Kecamatan Bayan Biaya Bahan Habis Pakai 1.387.500,00 555 562 / PK / 06 14-Mar-06 Kecamatan Bayan Biaya Jasa Pegawai Non PNS 2.730.000,00 556 562 / PK / 06 14-Mar-06 Kecamatan Bayan Biaya Cetak dan Penggandaan 787.500,00 557 562 / PK / 06 14-Mar-06 Kecamatan Bayan Biaya Makan Minum Rapat 200.000,00 558 564 / PK / 06 14-Mar-06 Kecamatan Kuripan Biaya Pemeliharaan Alat Angkut 2.262.500,00 559 564 / PK / 06 14-Mar-06 Kecamatan Kuripan Biaya Pemeliharaan 2.500.000,00 560 565 / PK / 06 14-Mar-06 Kecamatan Kuripan Biaya Jasa Pegawai Non PNS 2.880.000,00 561 566 / PK / 06 14-Mar-06 SMPN 3 Gerung Biaya ATK 209.000,00 562 566 / PK / 06 14-Mar-06 SMPN 3 Gerung Biaya Penyelenggaraan Sekolah 1.229.500,00 563 566 / PK / 06 14-Mar-06 SMPN 3 Gerung Biaya Jasa Pegawai Non PNS 1.450.000,00 564 567 / PK / 06 14-Mar-06 SMAN 1 Gerung Biaya ATK 208.000,00 565 567 / PK / 06 14-Mar-06 SMAN 1 Gerung Biaya Penyelenggaraan Sekolah 6.162.000,00 566 567 / PK / 06 14-Mar-06 SMAN 1 Gerung Biaya Jasa Pegawai Non PNS 1.700.000,00 567 568 / PK / 06 14-Mar-06 SMAN 1 Gerung Biaya ATK 211.000,00 568 568 / PK / 06 14-Mar-06 SMAN 1 Gerung Biaya Penyelenggaraan Sekolah 5.625.000,00 569 568 / PK / 06 14-Mar-06 SMAN 1 Gerung Biaya Pemeliharaan 950.000,00 570 569 / PK / 06 16-Mar-06 SMPN 3 Labuan Api Biaya ATK 287.500,00 571 569 / PK / 06 16-Mar-06 SMPN 3 Labuan Api Biaya Penyelenggaraan Sekolah 4.605.500,00 572 570 / PK / 06 16-Mar-06 SMPN 3 Labuan Api Biaya ATK 350.000,00 573 570 / PK / 06 16-Mar-06 SMPN 3 Labuan Api Biaya Penyelenggaraan Sekolah 2.950.000,00 574 571 / PK / 06 16-Mar-06 SMPN 3 Labuan Api Biaya Pemeliharaan 1.893.600,00 575 572 / PK / 06 16-Mar-06 SMAN 1 Gunung Sari Biaya Pemeliharaan 1.545.500,00 576 573 / PK / 06 16-Mar-06 SMAN 1 Gunung Sari Biaya Penyelenggaraan Sekolah 4.894.500,00 577 573 / PK / 06 16-Mar-06 SMAN 1 Gunung Sari Biaya Jasa Pegawai Non PNS 2.300.000,00 578 574 / PK / 06 16-Mar-06 SMPN 2 Lingsar Biaya Penyelenggaraan Sekolah 5.874.900,00 579 575 / PK / 06 16-Mar-06 SMPN 2 Lingsar Biaya ATK 624.900,00 580 575 / PK / 06 16-Mar-06 SMPN 2 Lingsar Biaya Penyelenggaraan Sekolah 9.000.000,00 581 576 / PK / 06 16-Mar-06 SMPN 2 Lingsar Biaya Pemeliharaan 4.874.900,00 582 577 / PK / 06 16-Mar-06 SMPN 2 Lingsar Biaya Jasa Pegawai Non PNS 1.812.500,00 583 578 / PK / 06 16-Mar-06 SMKN Narmada Biaya ATK 624.900,00 584 578 / PK / 06 16-Mar-06 SMKN Narmada Biaya Penyelenggaraan Sekolah 1.875.000,00 585 578 / PK / 06 16-Mar-06 SMKN Narmada Biaya Jasa Pegawai Non PNS 62.400,00 586 578 / PK / 06 16-Mar-06 SMKN Narmada Biaya Pemeliharaan 1.500.000,00 587 579 / PK / 06 16-Mar-06 SMAN 1 Lingsar Biaya Penyelenggaraan Sekolah 5.390.000,00 588 579 / PK / 06 16-Mar-06 SMAN 1 Lingsar Biaya Pemeliharaan 3.650.000,00 589 580 / PK / 06 16-Mar-06 SMAN 1 Lingsar Biaya ATK 624.000,00 590 580 / PK / 06 16-Mar-06 SMAN 1 Lingsar Biaya Penyelenggaraan Sekolah 6.671.500,00

591 580 / PK / 06 16-Mar-06 SMAN 1 Lingsar Biaya Jasa Pegawai Non PNS 2.400.000,00 592 581 / PK / 06 16-Mar-06 SMAN 1 Lingsar Biaya Jasa Pegawai Non PNS 312.500,00 593 582 / PK / 06 16-Mar-06 SMAN 1 Lingsar Biaya Penyelenggaraan Sekolah 10.000.000,00 594 583 / PK / 06 16-Mar-06 SMPN 1 Lingsar Biaya ATK 624.900,00 595 583 / PK / 06 16-Mar-06 SMPN 1 Lingsar Biaya Penyelenggaraan Sekolah 937.400,00 596 583 / PK / 06 16-Mar-06 SMPN 1 Lingsar Biaya Pemeliharaan 4.574.900,00 597 584 / PK / 06 18-Mar-06 SMAN 1 Pemenang Biaya ATK 750.000,00 598 584 / PK / 06 18-Mar-06 SMAN 1 Pemenang Biaya Penyelenggaraan Sekolah 3.845.500,00 Lampiran 2 No No SPMU Tanggal SKPD Uraian jumlah 599 584 / PK / 06 18-Mar-06 SMAN 1 Pemenang Biaya Jasa Pegawai Non PNS 900.000,00 600 584 / PK / 06 18-Mar-06 SMAN 1 Pemenang Biaya Pemeliharaan 1.790.000,00 601 585 / PK / 06 20-Mar-06 Bappeda Biaya Surat Kabar 100.000,00 602 586 / PK / 06 20-Mar-06 Bappeda Biaya Pemeliharaan Alat Angkut 10.000.000,00 603 587 / PK / 06 20-Mar-06 SMPN 1 Kuripan Biaya ATK 130.000,00 604 587 / PK / 06 20-Mar-06 SMPN 1 Kuripan Biaya Penyelenggaraan Sekolah 1.858.125,00 605 588 / PK / 06 20-Mar-06 SMPN Kuripan Biaya ATK 415.000,00 606 588 / PK / 06 20-Mar-06 SMPN Kuripan Biaya Penyelenggaraan Sekolah 3.500.000,00 607 588 / PK / 06 20-Mar-06 SMPN Kuripan Biaya Surat Kabar 291.000,00 608 588 / PK / 06 20-Mar-06 SMPN Kuripan Biaya Jasa Pegawai Non PNS 1.500.000,00 609 589 / PK / 06 20-Mar-06 SMAN 1 Kayangan Biaya Bahan Habis Pakai 8.917.700,00 610 590 / PK / 06 20-Mar-06 SMAN 1 Kayangan Biaya Penyelenggaraan Sekolah 10.000.000,00 611 591 / PK / 06 20-Mar-06 SMAN 1 Kayangan Biaya Jasa Pegawai Non PNS 3.962.500,00 612 592 / PK / 06 20-Mar-06 SMKN 1 Tanjung Biaya ATK 750.000,00 613 592 / PK / 06 20-Mar-06 SMKN 1 Tanjung Biaya Penyelenggaraan Sekolah 2.625.000,00 614 592 / PK / 06 20-Mar-06 SMKN 1 Tanjung Biaya Jasa Pegawai Non PNS 750.000,00 615 592 / PK / 06 20-Mar-06 SMKN 1 Tanjung Biaya Pemeliharaan 1.775.000,00 616 593 / PK / 06 20-Mar-06 SMPN 1 Tanjung Biaya ATK 687.500,00 617 593 / PK / 06 20-Mar-06 SMPN 1 Tanjung Biaya Penyelenggaraan Sekolah 5.166.125,00 618 594 / PK / 06 20-Mar-06 SMPN 1 Tanjung Biaya Jasa Pegawai Non PNS 4.200.000,00 619 595 / PK / 06 20-Mar-06 SMPN 1 Tanjung Biaya Penyelenggaraan Sekolah 10.000.000,00 620 596 / BT / 06 20-Mar-06 SMPN 1 Tanjung Biaya Pemeliharaan 4.653.600,00 621 598 / PK / 06 20-Mar-06 SMPN 1 Lembar Biaya Jasa Pegawai Non PNS 5.490.000,00 622 599 / PK / 06 20-Mar-06 SMPN 1 Lembar Biaya Penyelenggaraan Sekolah 10.000.000,00 623 600 / PK / 06 20-Mar-06 SMAN 1 Batu Layar Biaya Jasa Pegawai Non PNS 2.550.000,00 624 605 / PK / 06 20-Mar-06 Sekretariat Daerah Biaya Pemeliharaan 6.248.900,00 625 606 / PK / 06 20-Mar-06 Sekretariat Daerah Biaya Pemeliharaan 8.749.900,00 626 607 / PK / 06 20-Mar-06 Sekretariat Daerah Biaya Pemeliharaan 1.500.000,00 627 608 / PK / 06 20-Mar-06 Sekretariat Daerah Biaya Pemeliharaan 9.999.800,00 628 610 / PK / 06 20-Mar-06 SMPN 1 Labuan Api Biaya Jasa Pegawai Non PNS 4.340.000,00 629 611 / PK / 06 20-Mar-06 SMPN 1 Labuan Api Biaya ATK 500.000,00 630 611 / PK / 06 20-Mar-06 SMPN 1 Labuan Api Biaya Penyelenggaraan Sekolah 4.500.000,00 631 612 / PK / 06 20-Mar-06 SMPN 1 Labuan Api Biaya Pemeliharaan 3.500.000,00 632 613 / PK / 06 20-Mar-06 SMAN 2 Labuan Api Biaya ATK 350.000,00 633 613 / PK / 06 20-Mar-06 SMAN 2 Labuan Api Biaya Penyelenggaraan Sekolah 1.587.750,00

634 614 / PK / 06 20-Mar-06 SMAN 2 Labuan Api Biaya Jasa Pegawai Non PNS 2.225.000,00 635 615 / PK / 06 20-Mar-06 SMAN 2 Labuan Api Biaya Pemeliharaan 930.500,00 636 616 / PK / 06 20-Mar-06 SMPN 1 Gunung Sari Biaya Jasa Pegawai Non PNS 1.800.000,00 637 617 / PK / 06 20-Mar-06 SMPN 2 Gunung Sari Biaya Jasa Pegawai Non PNS 1.800.000,00 638 619 / PK / 06 20-Mar-06 Dinas Pendapatan Biaya Pemeliharaan Alat Angkut 6.525.000,00 639 620 / PK / 06 20-Mar-06 Dinas Pendapatan Biaya Pemeliharaan Alat Angkut 8.775.000,00 640 621 / BT / 06 22-Mar-06 Dinas P & K Biaya Jasa Pegawai Non PNS 130.320.000,00 641 622 / PK / 06 22-Mar-06 SMPN 4 Gerung Biaya ATK 287.500,00 642 622 / PK / 06 22-Mar-06 SMPN 4 Gerung Biaya Penyelenggaraan Sekolah 2.996.250,00 643 622 / PK / 06 22-Mar-06 SMPN 4 Gerung Biaya Jasa Pegawai Non PNS 2.000.000,00 644 622 / PK / 06 22-Mar-06 SMPN 4 Gerung Biaya Pemeliharaan 1.988.400,00 645 623 / BT / 06 22-Mar-06 Dinas P & K Biaya Pemeliharaan Alat Angkut 42.852.500,00 646 624 / PK / 06 22-Mar-06 Dinas P & K Biaya Bahan Habis Pakai 10.000.000,00 647 626 / PK / 06 22-Mar-06 Dinas P & K Biaya Bahan Habis Pakai 1.000.000,00 648 626 / PK / 06 22-Mar-06 Dinas P & K Biaya Surat Kabar 2.000.000,00 649 627 / PK / 06 22-Mar-06 SMPN 2 Kediri Biaya Jasa Pegawai Non PNS 1.700.000,00 650 629 / PK / 06 22-Mar-06 Dinas Pertambangan Biaya Surat Kabar 150.000,00 651 629 / PK / 06 22-Mar-06 Dinas Pertambangan Biaya Jasa Pegawai Non PNS 2.680.000,00 652 629 / PK / 06 22-Mar-06 Dinas Pertambangan Biaya Jasa Lainnya 180.000,00 653 630 / PK / 06 22-Mar-06 Dinas Pertambangan Biaya Makan Minum Rapat 850.000,00 654 630 / PK / 06 22-Mar-06 Dinas Pertambangan Biaya Cetak dan Penggandaan 970.000,00 655 631 / PK / 06 22-Mar-06 Dinas Pertambangan Biaya Bahan Habis Pakai 1.137.500,00 656 632 / PK / 06 22-Mar-06 Dinas Pertambangan Biaya Pemeliharaan Alat Angkut 6.027.500,00 657 632 / PK / 06 22-Mar-06 Dinas Pertambangan Biaya Pemeliharaan 2.000.000,00 658 633 / PK / 06 22-Mar-06 Dinas Pertambangan Biaya ATK 624.900,00 659 633 / PK / 06 22-Mar-06 Dinas Pertambangan Biaya Penyelenggaraan Sekolah 3.962.550,00 660 633 / PK / 06 22-Mar-06 Dinas Pertambangan Biaya Jasa Pegawai Non PNS 1.050.000,00 661 633 / PK / 06 22-Mar-06 Dinas Pertambangan Biaya Pemeliharaan 2.399.700,00 Jumlah 3.153.934.537,00

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->