Anda di halaman 1dari 2

V.

PEMBAHASAN
5.1 Preparasi Sampel
Pada percobaan ini bertujuan untuk mempersiapkan sampel yang akan digunakan dalam percobaan
kedua karena perbedaan sifat fisik dan kimia dari sampel yang digunakan. Asam stearat sebagai
salah satu sampel yang mudah membeku pada suhu ruangan sedangkan asam benzoat sebagai
sampel yang lain yang bertindak sebagai pelarut karena memiliki massa yang lebih besar dari asam
stearat.
Pada preparasi sampel, sebelum melakukan percobaan, pertama-tama ditimbang 3gram sampel
asam stearat menggunakan neraca Ohaus kemudian dimasukkan ke dalam gelas beker.
Penimbangan asam stearat tersebut diulangi sebanyak 3 kali. Kemudian, disiapkan asam benzoat
dengan cara menimbangnya masing-masing 0,2gram, 0,4gram, dan 0,6gram. Penimbangan
bertujuan untuk memperoleh massa zat yang tepat sehingga diharapkan dalam percobaan ini hasil
percobaan yang diperoleh sesuai dengan yang diharapkan. Dalam percobaan ini, asam stearat
bertindak sebagai pelarut, sedangkan asam benzoat sebagai zat terlarut.
Setelah semua sampel siap, asam stearat dilelehkan. Penggunaan asam stearat sebagai objek yang
dilelehkan karena asam stearat memiliki titik leleh lebih rendah dan massa yang lebih besar daripada
asam benzoat. Setelah asam stearat meleleh, asam benzoat dimasukkan kedalamnya. Pencampuran
asam stearat dan asam benzoat dalam keadaan dipanaskan. Hal tersebut karena kedua zat berwujud
padat. Jika keduanya dicampurkan dalam wujud padat, tidak akan tercampur dengan merata. Untuk
itu harus dipanaskan agar asam stearat dan asam benzoat dapat meleleh dan tercampur dengan
merata.
Proses pencampuran asam stearat dan asam benzoat menghasilkan campuran yang homogen. Ciriciri campuran yang homogen adalah, memiliki fase yang hanya 1 (dalam percobaan ini berupa fase
cairan). Dalam larutan hasil pencampuran kedua asam sudah tidak dapat dibedakan lagi mana yang
merupakan asam stearat dan mana yang merupakan asam benzoat serta komposisinya tetap.
Sehingga larutannya disebut sebagai larutan homogen.
Apabila larutan sudah homogen, gelas beker diangkat dari alat pemanas dan dicelupkan ke dalam air
yang berisi es. Air yang digunakan untuk mencelupkan gelas beker bukanlah air biasa dengan suhu
ruang tetapi yang digunakan adalah air es yang berada pada suhu ekstrem. Hal tersebut dilakukan
karena pada suhu ekstrem akan mempercepat pendinginan dan merubah larutan tersebut menjadi
kristal putih padat dan keras dalam waktu yang singkat. Namun, kristal putih yang dihasilkan dari
pendinginan dengan suhu ekstrem semacam ini memiliki kualitas yang rapuh karena pembekuan
terjadi dari lapisan terluar larutan menuju ke dalam. Sedangkan apabila larutan tersebut didinginkan
dengan air biasa dengan suhu ruang, kristal yang terbentuk akan berkualitas lebih keras dan kokoh.
Hal tersebut dikarenakan proses pendinginan terjadi dalam jangka waktu yang cukup lama karena
pembekuan terjadi bertahap dari inti ke kulit.
Setelah menjadi kristal padat, sampel diambil dengan cara dikeruk dengan menggunakan batang
pengaduk dan ditumbuk di lumpang. Penumbukan bertujuan agar partikel zat yang besar berubah
menjadi partikel yang lebih kecil sehingga memudahkannya untuk dimasukkan dalam pipa kapiler.
5.2 Pengukuran Titik Leleh

Pada percobaan ini bertujuan untuk mengetahui titik leleh suatu larutan dengan cara mengukur
suhu larutan yang sudah terlebih dahulu ditransformasikan wujudnya menjadi berwujud kristal
padat saat tepat meleleh. Laurutan yang digunakan telah lebih dulu ditimbang sehingga diketahui
massanya sebagai data untuk mendapatkan hubungan antara delta Tf dengan Kf.
Pemasukkan sampel kedalam pipa kapiler harus padat, tujuannya agar diperoleh titik leleh yang
akurat. Setelah itu, pipa kapiler direkatkan sejajar ujung termometer dengan menggunakan isolasi.
Hal tersebut bertujuan agar suhu saat zat dalam pipa kapiler tepat meleleh sama dengan suhu yang
tercantum pada termometer sehingga pengukurannya akurat. Pada percobaan ini terdapat
termostat primer dan sekunder. Termostat primer yang digunakan ialah gelas beker untuk
pemanasan. Pada gelas beker dimasukkan aquades dan dipanaskan hingga mendidih. Setelah
mendidih, dimasukkan termostat sekunder berupa tabung reaksi yang didalamnya terdapat
termometer yang telah ditempelkan dengan pipa kapiler. Kemudian dilakukan pengamatan dengan
melihat gelembung pertama yang muncul pada termostat sekunder dan suhu yang tertera pada
termometer.
Dari percobaan ini diperoleh data:
1. Asam benzoat 0,2gram dengan T=32o memiliki Kf=.....................oC/m
2. Asam benzoat 0,4gram dengan T=32o memiliki Kf=......................oC/m
3. Asam benzoat 0,6gram dengan T=32o memiliki Kf=......................oC/m
Jadi, Kf rata-rata yang diperoleh adalah .................. oC/m. Berdasarkan hasil percobaan yang
dilakukan, diperoleh besarnya delta Tf dan Kf berbanding lurus. Yaitu jika delta Tf naik maka Kf juga
naik.