Anda di halaman 1dari 13

MATA KULIAH: GEOMETRI TRANSFORMASI

KELAS : VII C
KELOMPOK : VIII
ANGGOTA :

1. IHSAN SUDIRMAN 206120579


2. KAMARIAH 206120591
3. IRAMAYANTI 206120604
4. MUSDALIFAH 206120615
5. CHAIRUDDIN 204120253

Dosen Pembina : Dra. NURHAEDA P, M.Pd

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE
(UMPAR)
2009

1
PEMBAHASAN
SIMILARITAS (KESEBANGUNAN)

A. Transformasi Similaritas
Dalam kehidupan sehari-hari banyak dijumpai pasangan dua benda yang
bangunannya sama hanya besarnya yang berbeda. Suatu bangun gedung dengan maket
perencanaannya, suatu pesawat terbang dengan miniaturnya. Juga dalam bidang dijumpai
pasfoto dari orang yang sama dalam beberapa ukuran. Mereka dikatakan saling sebangun
atau similar. Membawa dari satu gambar kepasangannya disebut memperbesar atau
memperkecil ukuran.

Gambar 3.1.1

Dalam geometri dikenal pula bahwa dua buah bujur sangkar selalu saling sebangun,
juga dua buah segitiga dengan sudut-sudut berpasangan saling sama disebut sebangun.
Transformasi yang membawa gambar ke gambar lain yang sebangun disebut
kesebangunan atau similaritas.
Definisi : Suatu tranformasi L adalah suatu similaritas bila terdapat bilangan
positif k sehingga untuk setiap pasangan titik P dan Q dipenuhi
P’Q’ = k.PQ dengan P’ = L (P) dan Q’ = L (Q).
Similaritas di atas disebut similaritas dengan faktor k dan dilambangkan dengan Lk.
Bilangan k disebut faktor similaritas (faktor kesebangunan).
Dari definisi jelas bahwa untuk k=1 similaritas akan merupakan isometri. Isometri
adalah kejadian khusus similaritas. Jelas juga bahwa Lk mempunyai invers yang juga
merupakan similaritas dengan faktor 1/k.

Dalil 3.1.1. Similaritas adalah suatu kolineasi.


Bukti (disingkat, sejalan dengan bukti pada isometri).

2
Diketahui similaritas Lk dan akan dibuktikan bahwa oleh garis lurus akan dibawa
menjadi garis lurus lagi.
Ambil sebarang garis t dengan dua titik A dan B padanya. Jika A’ = Lk (A) dan B’
suuur
= Lk (B) maka harus dibuktikan bahwa Lk (t) = A'B '
a) Dengan kontraposisi dan pertidaksamaan segitiga dibuktikan bahwa untuk sebarang C
suuur suuur
pada t maka Lk (C) terletak pada A'B ' , berarti Lk (t) ⊂ A'B '

t
B

C B’
A

A’
Gambar 3.1.2

b) Dengan cara yang sama dengan diatas dibuktikan bahwa untuk sebarang titik D’ pada
suuur suuur
A'B' pasti ada D dengan D’ = Lk (D) yang terletak pada t, berarti A'B ' ⊂ t
suuur
dengan demikian terbukti bahwa Lk (t) = A'B' .

Dalil 3.1.2. Hasilkali similaritas Lk dan similaritas Lm adalah similaritas lagi dengan
faktor km.
Bukti Bukti untuk dalil ini dapat diturunkan langsung dari definisi.

Dalil 3.1.3. Similaritas mempertahankan besar sudut.


Bukti : Ambil < ABC
C’
Misalkan A ' = Lk(A)
C
B' = Lk(B)
'
B’
C = Lk(C) A

B
Gambar 3.1.3
A’

maka A ' B ' = k AB; B' C ' = k BC; C' A ' = k CA


Darisifat kesebangunan dua segitiga diperole h bahwa ∆ A 'B 'CΔ
'
:ABC
sehingga m ∠A 'B 'C ' = m∠ABC. Terbukti.
Akibat Similaritas mempertahankan ketegaklurusan.
3
Catatan: Similaritas mempertahankan ketegaklurusan, artinya bahwa oleh similaritas L
dua garis yang saling tegak lurus akan dibawa menjadi dua garis yang tegak lurus lagi.

Dalil 3.1.4 Similaritas mempertahankan kesejajaran.


Bukti. Ambil dua buah garis t, r dengan t // r. titik P di luar t dan r. tarik dua garis melalui P
yang memotong t di A dan di B, dan memotong r di C dan di D. Misalkan similaritas Lk
membawa gambar ini menjadi gambar yang lain dengan:
A ' = Lk (A) ;
B' = Lk (B) ;
C' = Lk (C) ;
D' = Lk (D) ;
P' Lk (P)
maka dari dalil 3.1.1.' P ,A
' '
,C akan segaris. P’

P ' ,B' ,D' akan segaris


suuuur
A ' B' = t' ; P B
suuur D
t’
C' D' = r'
A’ B‘
PA PB A
karena t // r maka =
PC PD
t C r’
P A kPA PA PB kPB P' B'
' '
= = = = = C’
P ' C' kPC PC PD kPD P' D' D’
r
P ' A ' P' B'
jadi ' ' = ' '
PC P D Gambar 3.1.4
berarti t' // r' (terbukti)

Karena besar sudut tidak berubah dan kesejajaran tidak berubah, maka suatu
gambar akan dibawa ke gambar lain yang sebangun. Itulah maka transformasi ini disebut
kesebangunan atau similaritas.
Akibat. Oleh similaritas segitiga akan dibawa ke segitiga lain yang sebangun dengan
segitiga yang pertama.

Kejadian khusus : Tarikan (Np, k)


Jika dalam himpunan isometri ada transformasi yang menjadi sentral ialah
pencerminan, maka dalam himpunan similaritas ada transformasi khusus yang menjadi
kunci ialah tarikan.

4
Definisi. Untuk suatu titik P dan bilangan positif k, transformasi N p ,k disebut tarikan
terhadap P dengan faktor k bila
(i) N p,k (P) = P
(ii) untuk Q ≠ P, N p,k (Q) =Q'dipenuhi PQ' = kPQ

Bilangan k disebut faktor tarikan sedang p disebut pusat tarikan.


Dengan mudah dibuktikan bahwa N ini adalah kejadian khusus dari similaritas dan
kadang-kadang juga disebut juga similaritas radial.
R
Q

P
Q’ R’

Gambar 3.1.5
Disimpulkan :
Dalil 3.1.5. Tarikan merupakan suatu similaritas. Faktor tarikan merupakan faktor
similaritas.
Catatan Istilah ”tarikan”adalah terjemahan dari “stretch” tetapi ternyata dalam bahasa
Inggrispun istilah ini belum baku. Beberapa buku lain menggunakan ”dilation” ’radial
transformation’ (’radial similarity’) dsb. Lepas dari itu, Bila k memungkinkan bernilai
negatif (jadi asal k ≠ 0 ) maka transformasi terkait juga mendapatkan bermacam nama ‘
dilation’ ,’dilatation’, ‘similitude’ dsb. Dalam naskah ini transformasi tersebut terakhir ini

tidak didefinisikan dan bila diperlukan dapat dianggap sebagai hasil kali tarikan N p , k dan
setengah putaran Hp.
Di samping itu ada lagi transformasi D yang memenuhi sifat D ( g ) // g untuk
sebarang g. Untuknya ada yang memberi nama ‘dilation’ atau juga ‘homothecy’. Maka dua
gambar sebangun yang pasangan garisnya saling sejajar disebut saling homotetik (seletak).

Gambar 3.1.6
5
Dalil 3.1.6. Untuk suatu garis g dan g’ = Np, k (g) berlaku:
(i) g’= g jika p terletak pada g
(ii) g' // g jika P di luar g.
(Buktikan sendiri).

Dalil 3.1.7 Paling banyak ada hanya satu similaritas yang membawa tiga titik tak
segaris A, B, C ke tiga titik tak segaris lain A’, B’, C’, berturut-turut.
Bukti Misalkan ada dua similaritas L1 dan L2 yang memenuhi maka hasilkali L2L1-1akan
membuat ketiga titik kembali ketempat semula, berarti bahwa L1 = L2 (karena
invers transformasi adalah tunggal), jadi paling banyak hanya ada satu similaritas
membawa A ke A’, B ke B’, C ke C’ Terbukti.

Dalil 3.1.8. Hasilkali suatu tarikan dan suatu isometri akan menghasilkan suatu
similaritas. Sebaliknya, setiap similaritas selalu dapat dianggap sebagai
hasilkali suatu tarikan dengan suatu isometri.
Bukti. a). suatu isometri U akan mempertahankan panjang jarak, suatu tarikan N p ,k akan
mengalikan jarak tersebut menjadi k kali. Jadi hasilkalinya merupakan suatu
similaritas Lk.
b) diketahui suatu L dan tiga titik tak segaris A’, B’ , C’ karena L suatu
transformasi, pasti adalah tiga titik A, B, C yang juga tak segaris sehingga L(A) =
A’; L(B) = B’; L(C) = C’ dan
∆ ABC :∆ A'B'C'(lihat gambar 3.1.7)
suuuur
TentukanC''pada A B' sehingga
'
A'C''=AC
suuuu
r
Tentukan B''pada A B' sehingga
'
A'B''=AB
sehingga ∆A'B''C'' =∆%ABCdan
A'B'=k A'B"
A'B'=k A'B" C”
A’ C’
A'C'=k A'C"
C

B B”
A
B‘

6 Gambar 3.1.7
Maka (dalil 2.9.5) terdapat suatu isometri U untuk membawa ∆ ABC keΔ A' B"C"

juga terdapat suatu tarikan ialah N A, k yang membawa

∆ A' B"C"keΔ A'B'C', sehingga dapat ditulis Lk = U N A,k

(Untuk Lk = N U buktinya sejalan dengan bukti diatas ) terbukti.

Dalil 3.1.9
Untuk sepasang segitiga yang saling sebangun ∆ABCΔA'B'C
: ' terdapat tepat

satu similaritas L yang membawa A ke A', B ke B' dan C ke C' .


Bukti lihat gambar 3.1.7. dianggap diketahui:

∆ABC:ΔA'B'C 'akan dibuktikan bahwa selalu ada similaritas L yang memenuhi


L (A)=A';L (B)=B';L (C)=C'
suuuu r
karena m∠ BAC = m∠ B'A'C' tentu terdapat B"pada A ' B' sehingga A'B'' = AB;
suuuur
juga terdapat c"pada A ' C' sehingga A'C'sehingga A'C'' = AC,maka
ΔABC =± A'B"C".akhirnya suatu tarikan dapat diturunkan ialah N A,k

A'B'
yang membawa A'B"C"ke A'B'C'dengan k= .
AB
Bahwa tidak lebih dari suatu similaritas yang memenuhi sudah dijamin oleh dalil 3.1.7
(terbukti).

Dalil 3.1.10 Himpunan similaritas menyusun grup.


(Buktikan sendiri)
Dari dalil ini dapat disimpulkan bahwa himpunan similaritas merupakan grup
bagian dari himpunan kolineasi, sedang himpunan isometri menjadi himpunan bagian
himpunan similaritas ini.

7
CONTOH-CONTOH 3.1
1.Lukislahsebarang ΔABCdan titik Pdiluarnya .lukis ΔA'B'C'= N p,2(ΔABC) kemudian
juga Δ A"B"C" :Hp(ΔA'B'C') perlihatkan bahwa ha silkali Hp N p,2

jawab:
lihat gambar3.1.8.dari definisi dan sifat-si fat Hdan Nmaka haruslah
A, A', A'' segaris
B, B',B''segaris
C,C',C''segaris
sisi bersesuaiansalingsejajar dan ΔA'B''C'' : ΔABCdengan faktor 2
suuuu
r suuuu
r suuuu
r
bahwa Hp N p ,2,ambil ∆ A0B0C0 =Hp( ∆ABC), maka A∈0 AA'' ; ∈
B0 BB'' ; ∈C0 CC''
suuuu
r suur suuuu r suur suuuur suur
= tetapi A" B" =A' B' =2 AB
dan AoBo // AB ; BoCo // BC ; C oA o// CA. karena A B0 0 AB
jadi A" B" =2 A B
o ,ojadi ∆ A'' B'' C=
'' N p∆( ,2A B C
0 )sehingga
0 0 N p=Hp
,2 HpN p .terbukti
,2

C’
A’

B’ C
A

B0

C0 A0
B”

C”
A”

2. Lukislah bujur sangkar ABCD dengan


Gambar panjang sisi 3, juga bujursangkar
3.1.8 A'B'C'D'
dengan sisi 2 seperti dalam gambar 3.1.9. tentukan similaritas Lk sehingga
A'B'C'D' = Lk (ABCD). Lukislah.

8
(diusahakan rangkaian yang sesingkat mungkin).

D”
A
C’ A” C
D’ C”

B = B”
B’
A’

Gambar 3.1.9

Dari gambar terlihat bahwa Lk searah dan tidak dapat disusun dengan S N atau N
S. maka haruslah Lk berupa R N atau N R.
Pilih Lk = R N lukis bujursangkar

%bujursangkar A'B'C'D'.
A''B''C''D''= N B,2/3 (ABCD) hingga bujursangkar A''B''C''D'' =
suuuur suuuu
r
Carilah pusat putaran sebagai titikpotong sumbu A'A'' dan sumbu B'B'' .
Dengan demikian putaran tertentu.
3.DiketahuiΔABC : ΔA'B'C'dengan arah sudut ter balik.tentukan L yang paling
ringkas yang membawaΔABC ke ΔA'B'C'.
jawab:
karena arah sudut terbalik maka L harus berupa M N atau N M.pilih yang MN.
untuk ini lebih mudah bila lukisan dikerjakan mundur.
suuur suuur suuur suuur
1.Lukislah R (OA ,O'A'), maka ∠ (OA ,O'A') = ∠ DRC'
2.lukislah garis g ialah garis yang membagi dua samasudut tadi
3.CerminkanΔA'B'C' terhadap sebarang garis h , h // g.(disini h diambil melalui C').
terdapatΔA''B''C'' yang sudah homotetik dengan ΔA BC, sehingga pasti ada tarikan
yang menghubungkannya.
suuuur suuur A'B'
4.Pusat tarikan P ditemukan sebagai P (B"B ,A''A), sedang faktornya k =
AB
sehingga L = Mp N p,2

9
A”
B”

D g h
R

C” = C’
A
B
A’
C
B’

Gambar 3.1.10

3.2. Rumus-rumus Similaritas


Rumus tarikan
Agar penjabaran menjadi ringkas akan digunakan notasi vektor dan matrix.
Misalkan titik P dibawa oleh N B , k menjadi P

P
X

X B
B
X
0

Gambar 3.2.1

10
Dengancaratuliskomponen
 x x    a
  =k  +  − ( 1k ) (8)
y
  y
    b

x =kx+ − ( 1k
a )
ataudengancara tulisskalar   (8)
 y =ky+ −(1k
  b)
jikarumus isometri(7)disingkatdengan
X '=VX + H
dandisusulkankepadatarikandiatasdiperole h
X =V ( kX +1( −k B))+ H
=kVX+ V− (1k+B) H
=kVX+ Q
dengan Q= V −
(1 + suatuvektorgeserbaru.
)k B H
diperoleh rumusUmumsimilaritas.
 x'  a b  x  c
  =   + (9)
 y'  b± 
±a y  d
dengan a +b =k ≠
2 2 2
0

Tanda atas untuk yang searah, tanda bawah untuk similaritas yang berlawanan.

Contoh 3.2
Buktikan secara analitis bahwa “Homothecy” (D dengan sifat D (g) // g) akan merupakan
N atau , atau S atau hasilkali mereka.
Jawab.
Karena sifat D maka D pastilah berupa similaritas dan karena similaritas yang berlawanan
tidak ada yang mau dipertahankan arah garis maka pasti D berupa similaritas searah.
Rumusnya dapat ditulis sbb.

11
 x '   a b  x   c 
 =   +  
 y '   −b a  y   d 
atau X ' = ax + by + c
X ' = − bx + ay + d
Misalkan g ' = D ( g ) dengan persamaan px '+ qy '+ r = 0. persamaan g menjadi
p (ax + by + c ) + q (−bx + ay + d ) + r = 0 atau (ap − bq ) x + (bp + aq) y + cp + dq + r= 0
syaratkan g ' // g akan dapat b ( p 2 + q 2 ) = 0
berarti b=0
sehingga transformasi menjadi X ' = ax + c
y ' = ay + d
(i ) untuk a > 0
bila a = 1 maka D merupakan suatu S
bila a ≠ 1 maka rumus dapat diubah menjadi
 x '  x  e c
  = a   + ( 1 − a )   dengan e =
 y '  y  f 1− a
d
f =
1− a
ini tidak lain adalah N p ,α (rumus g ) dengan pusat P (e, f ).
(ii ) untuk a < 0, rumus dapat ditulis sebagai
 x'   x   c / a 
  = − a −   −  
 y '   y   d / a 
 c d 
dan ini tak lain adalah hasil kali Hp dan No, m dengan P  −  dan m = −a > D
 2a 2a 

SOAL-SOAL3.1 3.2
1. Buktikanlah dalil 3.1.6
−1
2. Buktikan bahwa N p ,k = N p ,1/ k
Nα , t N p , k
= s untuk kl =1
 = N untuk kl =1
3. Buktikan bahwa 
p , kl

untuk kl ≠ 1buktikan bahwa P, Q, R dan Fsegaris


kerjakan lagi soal diatas secara analitis bila diberikan sebagai berikut
P (P1, P2), Q (q1, q2).dan tentukan koordinat F.
4. Kembalikan dari soal no.3 diatas,buktikanbahwa sebarang SAB selalu dapat ditulis

sebagai Nα ,1/ k N A,k


5. Diketahui A (0,0). B (0,-1), C (-1,0), A’ (2,1), B’ (4,3), C’ (0,3). Periksalah bahwa

12
ΔABC ke ΔA'B'C' pertama dengan gambar, keduanya dengan rumus.

6. Tulis rumus untuk N o ,k dan buktikan bahwa garis ax + by + c = 0akan dibawa kegaris
yang sejajar dengan garis semula. Buktikan pula bahwa tarikan mempertahankan titik
tengah ruas garis.
7. Buktikan bahwa similaritas mempertahankan perbandingan garis.
8. Buktikan bahwa oleh Lk luas suatu daerah akan menjadi k2 kalinya.
9. Buktikan bahwa Lk mempertahankan kelas irisan kerucut, artinya misalnya elips akan
tetap menjadi elips lagi dan bukan menjadi parabola atau hiperbola. (kenakan Lk pada
persamaan umum irisan kerucut dan buktikan bahwa tanda determinan
a11 a12
D= tidak berubah
a21 a22

10. Apa syaratnya bahwa suatu Lk berupa N pk dan tentuka koordinat P dan besar faktor K

11. Hasil kali R p ,θ N p,k disebut similaritas spiral. Buktikan bahwa R p ,θ N p,k = Np,k Rp ,θ
12. Buktikan bahwa similaritas searah akan berupa atau similaritas spiral atau suatu
geresan.
13. Sebagi akibat dari sifat dalam soal 12, bila diberikan ∆ ABC sebangun dengan
∆ A'B'C'. Searah dan tidak seletak, temukan lewat lukisan similaritas spiral yang
menghubungkannya.

13