Anda di halaman 1dari 17

ASUHAN KEPERAWATAN KEPADA PASIEN NT

DENGAN DIAGNOSA KARSINOMA NASOFARING (KNF) STADIUM II POST


KEMOTERAPI SESI II
DI RUANG ANGSOKA II RUMAH SAKIT UMUM PUSAT SANGLAH
TANGGAL 11-12 NOVEMBER 2014

A. PENGKAJIAN
Pengkajian dilakukan pada tanggal 11 November 2014 pukul 09.00 wita di
Ruang Angsoka II RSUP Sanglah Denpasar dengan teknik wawancara, observasi,
pemeriksaan fisik dan catatan medis pasien.
1. Identitas
Pasien
Nama

: Ketut Natia

Umur

: 62 tahun

Jenis kelamin

: laki-laki

Agama

: Hindu

Suku/bangsa

: Indonesia

Status perkawinan

: Menikah

Pendidikan

:-

Pekerjaan

: Buruh Tani

Alamat

: Br. Tegal Narungan Sobangan Mengui

Pembayaran

: BPJS

No. RM

: 13.03.44.98

Tanggal MRS

: 6 November 2014

Diagnosa Medis

: KNF Stadium II

Penanggung
Nama

: WD

Umur

: 40 tahun

Jenis kelamin

: Laki-laki

Pekerjaan

: Swasta

Hubungan dengan pasien : Anak kandung

2. Alasan Masuk Rumah sakit


1) Keluhan Utama
Pasien masuk kerumah sakit tidak dengan keluhan yang khas, pasien
sedang menjalankan kemoterapi dan ini adalah kemoterapi sesi III bagi
pasien
2) Kronologis Keluhan
Pasien adalah pasien rujukan dari poli THT. Pasien mengatakan benjolan
di leher bagian kiri sudah mulai mengecil sejak kemoterapi hanya sedikit
nyeri pada leher bagian kiri.
Terapi yang telah didapatkan oleh pasien:
-

IVFD NACL 0.9 % 20 tpm

Paracetamol 3x500 mg

Vitamin B complex 2xtablet

Codein 3x10 mg

Sebelum mendapat kemoterapi berupa paxus pasien mendapat ranitidine


50 mg, dexamethason 10 mg serta dipenhidramin 10 mg. sebelum
mendapat kemoterapi berupa karboplatin pasien mendapan ondansentron
4 mg.
3. Riwayat Kesehatan
1) Riwayat Alergi
Pasein mengatakan tidak memiliki riwayat alergi terhadap makanan atau
obat-obatan
2) Riwayat Masuk Rumah Sakit
Pasien mengatakan ini sudah Ketiga kalinya masuk rumah sakit dengan
penyakit yang sama. Awal pertama masuk rumah sakit pasien
mengatakan anemia.
3) Riwayat Kebiasaan Pasien
Pasien mengatakan sebelum mengetahui keadaannya pasien memiliki
kebiasaan merokok. Hal ini juga dapat dilihat dari gigi pasien yang
menguning.
4) Riwayat Kesehatan Keluarga
Pasien mengatakan tidak ada yang memiliki penyakit serupa.

4. Data Bio-psiko-sosio-spiritual
a. Bernafas
Sebelum sakit : pasien bernafas dengan normal
Saat sakit

: palpitasi

b. Makan dan minum


Sebelum sakit : pasiem mengatakan makan sebanyak 3x sehari atau bahkan
lebih tergantung aktivitas. Begitu pula dengan minum.
Saat sakit

: pasien makan dan minum apa yang diberikan pleh pihak


gizi. Saat makan dan minum pasien melakukan secara
mandiri

c. Eliminasi
BAB
Sebelum sakit : pasien mengatakan BAB dalam seminggu kira-kira 3-4 kali
Setelah sakit : pasien selama dirawat di Rumah Sakit sudah BAB satu kali
BAK
Sebelum sakit : pasien mengatakan dapat BAK tidak disertai nyeri atau
perdarahan
Saat sakit

: pasien dapat BAK secara mandiri dan mengatakan tidak ada

rasa nyeri ketika BAK


d. Gerak dan Aktifitas
Sebelum sakit : pasien mengatakan dapat beraktifitas di kebun biasa setelah
kemoterapi yang kedua
Saat sakit

: pasien hanya duduk dan tertidur di tempat tidur. Aktifitas

seperti makan dan ke kamar mandi dilakukan secara mandiri


e. Istirahat tidur
Sebelum sakit : pasien mengatakan tidak mengalami gangguan tidur
Saat sakit

: pasien mengatakan tidak bisa tidur karena merasa tidak

nyaman ketika menanti kemoterapi sesi ketiga. Pasien selalu menanyakan


kapan akan di kemoterapi dan kapan bisa pulang
f. Pengaturan suhu
Sebelum sakit : pasien mengatakan tidak pernah mengeluh menggigil
Saat sakit

: suhu tubuh pasien normal 36oc

g. Kebersihan Diri
Sebelum sakit : pasien mengatakan mandi di sore hari saja
Saat sakit

: pasien mengatakan belum mandi. Dan gigi pasien masih

terlihat kotor. Pasien terlihat belum mengganti kaos oblongnya.


h. Rasa Nyaman
Sebelum sakit : sebelum kemoterapi yang ketiga pasien mengatakan nyeri
pada leher sebelah kiri tepat pada benjolannya.
Saat sakit

: benjolan leher sebelah kiri sudah mengecil namun masih

teraba. Bila ditekan akan menimbulkan nyeri tekan.


i. Rasa Aman
Sebelum sakit : sebelum melakukan kemoterapi yang ketiga pasien
mengatakan rasa cemasnya saat akan di kemoterapi untuk ketiga kalinya
Saat sakit

: pasien selalu menanyakan kapan kemoterapi akan

dilakukan. Pasien juga menyadari bahwa karena penyakitnya pasien


kehilangan sedikit pendengaran. Pasien terlihat cemas saat menunggu
kemoterapi sesi ketiga.
j. Komunikasi
Sebelum sakit : pasien dapat mengatakan berkomunikasi namun tidak
efektif karena gangguan pendengaran.
Saat sakit

: pasien mengatakan tidak jelas mendengar suara perawat

ketika berkomunikasi
k. Rekreasi
Sebelum sakit : pasien mengatakan melalukan pekerjaan dikebun sudah
menghibur hatinya. Apalagi dengan ada cucunya.
Saat sakit

: pasien mengatakan teman sekamar di rumah sakit sangat

menghibur dan bisa diajak bercanda


l. Produktivitas
Sebelum sakit : pasien mengatakan sudah jarang bekerja sebagai petani
Saat sakit

: pasien mengatakan tidak dapat bekerja sementara waktu

m. Pengetahuan
Sebelum sakit : sebelum sakit pasien mengatakan tidak mengetahui tentang
penyakitnya.

Saat sakit

: pasien mengatakan sudah mengetahui penyakitnya karena

sudah dijelaskan oleh dokter


n. Spiritual
Sebelum dan sesudah sakit pasien mengatakan rajin sembahyang dan
berdoa.

5. Pengkajian Fisik
a. Keadaan Umum
1) Kesan umum

: Baik

2) Kesadaran

: Compos Mentis

3) Bentuk tubuh

: Kurus

4) Warna Kulit

: Sawo matang

b. Gejala Kardinal
1) Tekanan Darah

: 160/90 mmHg

2) Suhu

: 36oc

3) Nadi

: 80x/menit

4) Respirasi

: 24x/menit

c. Keadaan Fisik
1) Kepala
Bentuk kepala simetris, rambut lurus, pendek dan beruban. Rambut
sedikit rontok terlihat dari bantal pasien. Pasien lebih senang
menggunakan topi diruangan
2) Mata
mata sebelah kanan bengkak dan agak merah pada bagian kelopak
matanya. Refleks mata baik
3) Hidung
Bentuk hidung simetris. Tidak ada lesi dan secret
4) Telinga
Bentuk telinga normal dan bersih. Namun pasien mengalami kesulitan
untuk mendengar

5) Gigi dan Mulut


Gigi sudah tidak lengkap. Gigi pasien kotor karena tidak gosok gigi.
Mukosa bibir lembab.
6) Wajah
wajah pasien bulat simetris, tidak ada lesi
7) Leher
adanya nyeri tekan pada leher sebelah kiri karena benjolan akiban
kanker.
8) Thoraks
Bentuk dada simetris, tidak ada nyeri tekan, tidak ada benjolan dan lesi
9) Abdomen
Tidak ada nyeri tekan
10) Ekstremitas
-

atas

: bentuk normal. Jari-jari lengkap, infuse dipasang

pada tangan sebelah kiri pasien


-

bawah

: bentuk normal, jari kaki lengkap, tidak ada lesi

11) Genetalia
Tidak terobservasi

6. Pemeriksaan Penunjang
Tanggal 11 November 2014. Pemeriksaan ini dilakukan karena pasien memiliki
Hb(Hemoglobin) rendah sehingga sebelum kemoterapi berlangsung pasien
mendapatkan 1 kantong darah untuk memperbaiki keadaan umumnya
PARAMETER

HASIL

RENTANG NORMAL

WBC

6.18

4.1 - 11.0

RBC

3.81

4.0 5.2

HGB

10.1

12.0 16.0

HCT

33.7

36.0 46.0

MCV

88.4

80.0 100.0

MCH

26.5

26.0 34.0

MCHC

30.0

31.0 36.0

CHCM

29.9

33 37

RDW

14.4

11.5 14.5

HDW

29.9

2.2 3.2

PLT

636

140 - 440

MPV

6.8

6.80 10.0

NEUT

69.2

47.0 80.0

LYMPH

22.2

13.0 40.0

MONO

7.0

2.0 11.5

EOS

0.2

0.0 5.0

BASO

0.1

0 1.5

LUC

1.4

0.0 4.0

HYPO

0.09

0 0.4

Selain pemeriksaan penunjang diatas, pasien juga telah melakukan biopsy


dengan hasil yaitu Carcinoma Nasofaring.

B. DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Analisa Data
No

Hari / tgl /

Data Fokus

Standar Normal

jam
1

Masalah
Keperawatan

Selasa , 11 DS :

Pasien

dapat Gangguan

November

Pasien mengeluh tidak mendengar

2014

dapat mendengar dengan baik tanpa kesulitan pendengaran


jelas

pembicaraan dan

perawat

Pasien tampak bangkit


dari tempat tidur jika

pembicaraan
Pasien

komunikasi

berjalan dengan baik

DO :

ingin

dengan sensori persepsi

mendengar
perawat.
tampak

memperhatikan
dari

mulut

mimik
perawat.

Pasien tampak meminta


mengulang pembicaraan

Selasa, 11 DS:

Pasien dapat tidur Kecemasan

November

Pasien mengatakan tidak dengan nyenyak dan

2014

dapat tidur (insomnia) pasien tidak tampak


Pasien

selalu gelisah.

menanyakan kapan akan


dilakukan kemoterapi
DO:
Pasien tampak gelisah.
Pasien tampak banyak
bertanya

mengenai

kemoterapinya

2. Analisa Masalah
a. P : Gangguan Sensori Pendengaran
E : Gangguan status organ sekunder metastase tumor (kanker)
S : Pasien mengeluh tidak dapat mendengar dengan jelas pembicaraan
perawat. Pasien tampak bangkit dari tempat tidur bila ingin mendengar
pembicaraan perawat dan meminta perawat mengulang pembicaraan.
Proses terjadinya : tempat asal tumor dekat muara tuba Eustachius (fosa
Rosenmuller). Gangguan yang timbul akibat sumbatan pada tuba
eustachius seperti tinitus, tuli, rasa tidak nyaman di telinga.
b. P : Kecemasan
E : Kemoterapi
S : Pasien mengatakan tidak dapat tidur (insomnia) Pasien selalu
menanyakan kapan akan dilakukan kemoterapi dan pasien tampak gelisah

Proses terjadinya : dengan adanya tindakan kemoterapi mempengaruhi


psikis pasien sehingga pasien mengalami insomnia dan gelisah.
3. Diagnosa Keperawatan
a. Gangguan sensori persepsi pendengaran berhubungan dengan gangguan
status organ sekunder metastase tumor (kanker) ditandai dengan pasien sulit
mendengar
b. Kecemasan berhubungan dengan kemoterapi ditandai dengan insomnia dan
gelisah
C. PERENCANAAN ASUHAN KEPERAWATAN
n

Hari/Tgl

Diagnosa

/Jam

Keperawatan

Selasa,

Gangguan

Setelah diberikan 1.Orientasikan

1.menimbulkan

11

sensori

askep selama 2x dengan kenyataan

mental

Novemb

persepsi

24

yang positif

er 2014

pendengaran

diharapkan

10.30

b/d gangguan gangguan sensori

WITA

status

Intervensi

jam,

2.Perbaiki

organ persepsi

pasien

cara 2.Dengan

komunikasi dengan berteriak-teriak


berkurang dengan bicara pelan di dapat
dekat klien dan memperparah
Kriteria hasil:

metastase
tumor
(kanker)

Rasional

pendengaran

sekunder

pasien

Tujuan

tidak

d/d -Komunikasi
sulit dapat

mendengar

dilakukan teriak

dan

berteriak- kondisi

telinga

pasien

dapat

diterima pasien
-pasien

3.Berikan

3.Pencahayaan

pencahayaan yang yang cukup dapat


memadai bila klien membantu klien
yang
sedang
bergantung
pada memahami
apa
dibicarakan
gerak bibir.
yang dibicarakan.
-Pasien
tidak
memahami

berbicara
dan berteriak

apa

keras
4.Gunakan tanda 4.Gerakan

non

-pasien

tidak tanda nonverbal ( verbal

bertanya berulang mis.

Ekspresi membantu

kali mengenai apa wajah,


yang dibicarakan

klien

menunjuk, memahami

atau gerakan tubuh dengan cepat apa


)

dan

bentuk yang

komunikasi lainnya

dapat

sedang

dibicarakan.

Selasa,

Kecemasan

Setelah dilakukan 1.Kaji tanda-tanda 1.Mengetahui

11

b/d

asuhan

Vital dan tingkat Keadaan

Novemb

kemoterapi

keperawatan

kecemasan pasien

er 2014

d/d insomnia 2X24 Jam

10.30

dan gelisah

WITA

umum

pasien

dan

kecemasan pasien

-diharapkan klien
menerima

2.Lakukan

2.Komunikasi

keadaan

dirinya Komunikasi

terapiutik mampu

dengan

criteria terapiutik

menurunkan

hasil :

kecemasan

-Mampu
mengekspresikan

3.Berikan

3.Keberadaan

kegelisahannya

kesempatan untuk keluarga

dan kooperatif

keluarga

pasien membuat

pasien

-Tanda

Vital mengunjungi pada merasa aman dan

dalam

batas saat-saat tertentu

nyaman

normal
4.Dorong
agar

pasien 4.Pasien
mampu dengan

dapat
leluasa

mengekspresikan

mengungkapkan

perasaannya

kecemasannya

5.Berikan

5.Informasi yang

informasi

sesuai tepat

dapat

tingkat kemampuan mengurangi


pasien

kecemasan pasien
mengenai
Kemoterapi

D. IMPLEMENTASI
N

Hari/tgl/

No

jam

.dx

Selasa,

11

Implementasi

-Mengorientasikan

Evaluasi Formatif

dengan -Pasien

kenyataan

memahami

bahwa

penurunan

Novemb

pendengaran

dialami

er 2014

karena penyakitnya dan

10.30

usia lanjut

Wita

11.00

- Mengkaji tanda-tanda Vital

Wita

TD : 160/90 mmHg
Nadi : 80x/menit
Respirasi : 24x/menit
Suhu : 36,5oc

11.30

Wita

-Memperbaiki cara komunikasi Pasien

perlahan-lahan

dengan bicara pelan di dekat dapat


klien dan tidak berteriak-teriak

memahami

pembicaraan
masih

namun

memanfaatkan

gerak bibir
12.00
Wita

1
-Memberikan
yang

pencahayaan Bicara disebelah kanan


memadai bila klien pasien karena jendela

bergantung pada gerak bibir.

sebagai sumber cahaya


berada

disebelah

kiri

Paraf

13.00
Wita

pasien
2
-Memberikan kesempatan untuk Keluarga

yang

keluarga pasien mengunjungi berkunjung hanya anak


pada saat-saat tertentu

dari pasien. Terkadang


anak

pasien

saling

berganti untuk menjaga


pasien. Pasien tampak
senang bila ada keluarga
yang menemani.
13.30
Wita

-Melakukan

Komunikasi Ketika

terapiutik

menanyakan

bagaimana
pasien

perasaan
saat

dikemoterapi

akan
pasien

tampak ragu menjawab.


Ketika

ditanya

pengalaman kemoterapi
yang

pertama

menjawab

pasien
dengan

antusias.

17.00
Wita

-Mengkaji Tanda-Tanda Vital

Sebelum

mendapatkan

kemmoterapi

perawat

mengkaji

kembali

keadaan umum pasien


TD : 140/90 mmHg
Nadi : 80x/menit
Respirasi : 20x/menit
Suhu : 36,5oC

Rabu, 12 2

-Mendorong

Novemb

mampu

er 2014

perasaannya

pasien

agar Pasien mengatakan lega

mengekspresikan ketika kemoterapi telah


berlangsung dan hampir

Pukul

selesai.

Pasien

07.00

mengatakan sudah dapat

Wita

tidur namun hanya 4


jam. Ketika pukul 5 Pagi
pasien

mengatakan

sedikit mual

08.30

Wita

-Mengunakan tanda tanda Pasien


nonverbal

mis.

mulai

dapat

Ekspresi berkomunikasi

wajah, menunjuk, atau gerakan baik

dengan

pasien

tidak

tubuh ) dan bentuk komunikasi meminta


lainnya

perawat

mengulang pembicaraan
karena

telah

paham

dengan

apa

yang

dikatakan.

10.30

-Mengkaji tanda-tanda vital

Wita

TD : 140/80 mmHg
Nadi :80x/menit
Respirasi: 20x/menit
Suhu : 36,5oC

11.30
Wita

-Mengorientasikan
kenyataan

dengan Kemoterapi
rambut

membuat

pasien

rontok

pasien

menutupinya

dnegan

topi

dan

mengatakan tidak maslah


dengan

hal

tersebut.

Pasien juga mengatakan

bahwa sulit mendengar


juga karena usia yang
sudah lanjut.

12.00

Wita

-Mengunakan tanda tanda Pasien


nonverbal

mis.

mampu

Ekspresi berkomunikasi

dan

wajah, menunjuk, atau gerakan kooperatif.

Pasien

tubuh ) dan bentuk komunikasi mengatakan


lainnya

mual-mual

yang dialaminya sudah


mulai

berkurang

menanyakan

dan

mengenai

kepulangannya

12.30

Wita

-Melakukan

Komunikasi Mendengarkan

terapiutik

pasien

kesan
setelah

kemoterapi sesi ketiga


selesai.

Pasien

menceritakan awal dari


penyakitnya

hingga

kemoterapi

yang

dijalaninya.

Pasien

menceritakannya dengan
antusias

13.00
Wita

-Memerikan informasi sesuai Ketika informasi berupa


tingkat kemampuan pasien

bahaya
dampak

merokok

dan

kemoterapi

diberikan pasien dapat


memahaminya
pasien kooperatif.

dan

16.00

Wita

-Monitor tingkat

Kecemasan Pasien

pasien

sudh

tidak

gelisah. Pasien sempat


tidur di siang hari.

E. EVALUASI
No

Hari/tgl/j

No

am

.dx

Rabu,

12 1

Evaluasi Formatif

Paraf

S :Pasien mengatakan sudah mampu

november

berkomunikasi

2014

pembicaraan

dan

memahami

O:Pasien tampak memahami pembicaraan.


pasien

tidak

bertanya

berulang

kali

mengenai apa yang dibicarakan dan tidak


berteriak.
A : Tujuan tercapai
P : Pertahankan kondisi pasien
2

Rabu,

12 2

S : Pasien mengatakan sudah tidak gelisah

november

dan dapat tidur selama beberapa saat

2014

disiang hari
O : Pasien tampak tidak gelisah dan sudah
bisa tidur selama kurang lebih 3 jam.
Pasien sudah mampu mengungkapkan
perasaannya dan tanda-tanda vital dalam
batas normal
A : Tujuan tercapai
P: Pertahankan Kondisi Pasien

Mengetahui,

Denpasar, November 2014

Pembimbing Praktek

Mahasiswa

Ns. I Gd Suartra Putra, M.S.Kep

Ni Putu Nitasari

NIP:196601061989031001

NIM : P07120013006

Mengetahui,
Pembimbing Akademik

NIP:

ASUHAN KEPERAWATAN KEPADA PASIEN NT


DENGAN DIAGNOSA KARSINOMA NASOFARING (KNF) STADIUM
II POST KEMOTERAPI SESI II
DI RUANG ANGSOKA II RUMAH SAKIT UMUM PUSAT SANGLAH
TANGGAL 11-12 NOVEMBER 2014

Oleh :
Ni Putu Nitasari
P07120013003
2.1 Reguler

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES DENPASAR


JURUSAN KEPERAWATAN
DENPASAR
2014