Anda di halaman 1dari 35

FOLKLOR LISAN DALAM FOLK

ROTARY CLUB OF YOGYAKARTA TAMANSARI

Makalah
Diajukan Sebagai Ganti
Ujian Akhir Semester untuk
Mata Kuliah Folklor

Oleh:
Christopher Allen Woodrich
NIM: 084114001

PROGRAM STUDI SASTRA INDONESIA


JURUSAN SASTRA INDONESIA FAKULTAS SASTRA
UNIVERSITAS SANATA DHARMA
YOGYAKARTA

1
PERNYATAAN KEASLIAN KARYA

Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa makalah yang saya tulis ini tidak
memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam
kutipan dan daftar pustaka sebagaimana layaknya karya ilmiah.

Yogyakarta, ..........................................
Penulis

Christopher Allen Woodrich

KATA PENGANTAR

2
Atas bantuan mereka dalam penyelesaian makalah ini saya ingin ucapkan
terima kasih kepada orang-orang berikut:
• Trifosa Sie Yulyani Retno Nugroho, atas dukungannya dalam semua tugas
akademik.
• Dra. F. Tjandrasih Adji, M. Hum., untuk bantuan dan kesabarannya
• Para anggota Rotary Club of Yogyakarta Tamansari, yang telah
mengizinkan saya meneliti di klub mereka. Terima kasih khusus untuk
Pak Dani, Pak Lingga, Pak Billy, Pak Trisno, Ibu Indah, dan Ibu Endang,
yang telah mengisi angket saya.
Makalah ini tidak sempurna dan apabila terjadi kekurangan saya mohon maaf
lebih dahulu. Terima kasih.

Yogyakarta, …………. 2009

Christopher Allen Woodrich

DAFTAR LAMBANG, TABEL DAN LAMPIRAN


LAMBANG
Halaman

3
LAMBANG 1: LOGO ROTARY ..................................................................... 4
LAMBANG 2: BENDERA RCYT.................................................................... 7

LAMPIRAN
Halaman
LAMPIRAN 1: ANGKET TENTANG BAHASA KHUSUS DI ROTARY .... 21
LAMPIRAN 2: LIRIK “LAJU ROTARY” ....................................................... 23
LAMPIRAN 3: LIRIK “HYMNE ROTARY TAMANSARI” ......................... 24
LAMPIRAN 4: TABEL ATAS HASIL ANGKET ........................................... 15

DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL .......................................................................................... i
PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ............................................................ ii

4
KATA PENGANTAR ....................................................................................... iii
DAFTAR LABANG DAN LAMPIRAN .......................................................... iv
DAFTAR ISI ...................................................................................................... v
BAB I: PENDAHULUAN ........................................................................... 1
A. Latar Belakang Masalah ............................................................. 1
B. Tujuan Penelitian ........................................................................ 1
C. Metode Penelitian ....................................................................... 1
D. Sistematika Penyajian ................................................................. 3
BAB II: LATAR BELAKANG FOLK ROTARY INTERNATIONAL ...... 4
A. Rotary International .................................................................... 4
B. Rotary di Indonesia ..................................................................... 5
C. Rotary di Yogyakarta .................................................................. 6
D. Rotary Club of Yogyakarta Tamansari ...................................... 7
E. Curriculum Vitae Responden ..................................................... 8
BAB III: HASIL PENELITIAN ..................................................................... 9
A. Dokumentasi Pertemuan.............................................................. 9
B. Dokumentasi Proyek .................................................................. 11
C. Tradisi Bernyanyi ....................................................................... 13
D. Bahasa dan Istilah Khusus .......................................................... 14
BAB IV: PENUTUP ....................................................................................... 19
DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................... 20
LAMPIRAN ....................................................................................................... 21

BAB I: PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Setiap organisasi pasti mempunyai istilah-istilah khusus yang digunakan
dalam lingkungannya. Istilah atau kata khusus bisa merupakan kata yang tidak ada di

5
luar lingkungan tersebut, atau pula bisa merupakan kata yang digunakan di luar tetapi
punya makna istimewa dalam lingkungan itu.
Demikian pula dengan organisasi Rotary International, yang merupakan salah
satu organisasi profesional terbesar sedunia. Dengan istilah dan kata khusus seperti
Rotarian, President, dan Paul Harris Fellow dapat dikatakan bahwa lingkungan
Rotary penuh dengan bahasa dan makna khusus. Untuk mengetahui bahasa dan istilah
khusus dalam lingkungan folk Rotary International, telah diteliti .

B. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan folklor lisan yang terdapat
dalam folk Rotary Club of Yogyakarta Tamansari. Demi itu, akan dijelaskan

C. Metode Penelitian
Penelitian dilakukan dengan angket. Angket dibagi di pertemuan Rotary Club
of Yogyakarta Tamansari pada tanggal 4 September 2009 dan diterima kembali
ketika sudah diisi; hasil angket sebanyak tujuh eksemplar Cara ini dilakukan karena
anggota-anggota adalah orang profesional yang belum tentu ada waktu untuk mengisi
langsung.
Angket terdiri dari sepuluh pertanyaan. Pertanyaan pertama ialah “Menurut
Anda, apakah itu Rotary International?” Pertanyaan ini dimaksud untuk mengetahui
apakah penangkapan anggota sama dengan hasil penelitian sekunder.
Terkait dengan pertanyaan pertama ialah pertanyaan kedua, yang berbunyi
“Apakah Anda merasakan diri sebagai anggota Rotary International?” Pertanyaan ini
dimaksud untuk mengetahui apakah para anggota yang diangket menganggap diri
mereka sebagai anggota Rotary International. Dengan ini dapat dibuktikan bahwa
anggota Rotary International bisa dinilai sebagai folk.
Pertanyaan ketiga terkait dengan spesifikasi folk Rotary International.
Pertanyaan tersebut berbunyi “Menurut Anda, Rotary International termasuk folk
siapa saja?” Ini dimaksud untuk mencari tahu siapa saja yang bisa termasuk dalam
kalangan Rotary International; apakah sangat terbatas atau terbuka.

6
Pertanyaan keempat bermaksud untuk mencari tahu sedikit tentang latar
belakang orang yang jawab angket. Pertanyaannya berbunyi “Sudah berapa lama
Anda berpartisipasi di Rotary sebagai anggota?” Dengan pertanyaan itu dapat
dibedakan jawaban orang yang baru saja masuk Rotary International dan orang yang
sudah lama berpartisipasi.
Pertanyaan kelima ialah “Apakah tujuan Anda sebagai Rotarian?” Pertanyaan
itu mengemukakan apabila ada tujuan yang menyatu anggota-anggota Rotary Club of
Yogyakarta Tamansari. Apabila ada, ini dapat mencerminkan tujuan Rotary
International sebagai keseluruhan.
Pertanyaan diarahkan pada fokus penelitian ini pada pertanyaan enam, tujuh,
delapan, sembilan, dan sepuluh. Pertanyaan keenam ialah “Dalam lingkungan Rotary
ada bahasa khusus apa saja?” Pertanyaan ini dimaksud untuk memancing ide tentang
bahasa yang hanya digunakan di Rotary International ataupula yang mempunyai arti
khusus karena konteks.
Pertanyaan ketujuh bermaksud untuk mengetahui arti beberapa kata yang
diambil dari Internet, dan apa maknanya untuk anggota Rotary. Pertanyaan ini
berbunyi “Apa arti kata-kata berikut, menurut Anda?” dan terdiri dari dua belas kata,
yaitu: Past-President (PP), Rotarian, Paul Harris Fellow, Four-Way Test, Matching
Grant, Fundraiser, Service Above Self, Rotaract, Rotex, Inbound, Outbound,
Rebound.
Untuk mencari tahu keumuman istilah-istilah khusus Rotary, diajukkan
pertanyaan kedelapan. Pertanyaan itu berbunyi “Apakah orang di luar lingkungan
Rotary International mengerti arti bahasa khusus itu?”
Sebagai pencarian pengetahuan tentang proses pengembangan bahasa khusus
dalam folk Rotary diajukkan pertanyaan kesembilan, yang berbunyi “Bagaimanakah
bahasa khusus berkembang dalam lingkungan Rotary?” Oleh sebab proses mungkin
tidak diketahui, pertanyaan ini cukup sulit dijawab.
Pertanyaan terakhir, nomor sepuluh, bermaksud untuk mengetahui apabila ada
guna mempunyai bahasa khusus. Pertanyaan ini, yang berbunyi “Apa manfaatnya

7
mempunyai bahasa khusus dalam lingkungan Rotary?”, bersifat subjektif dan bisa
berbeda-beda.

D. Sistematika Penyajian
Makalah ini dibagi dalam lima bab. Bab satu terdiri dari empat subbab dan
menjelaskan latar belakang dan tujuan makalah ini.
Bab dua terdiri dari lima subbab. Maksud bab dua ialah menjelaskan latar
belakang folk Rotary, baik secara internasional, nasional, maupun lokal. Dijelaskan
pula sejarah sample, termasuk curriculum vitae para responden.
Bab tiga merupakan penjelasan hasil penelitian, baik dokumentasi berbagai
aspek kehidupan sebagai anggota Rotary Club of Yogyakarta Tamansari maupun
folklor lisan yang terdapat dalam klub itu. Dengan demikian, bab tiga dibagi empat
subbab, dengan masing-masing mengenai cara pertemuan, cara pelaksanaan proyek,
tradisi bernyanyi, dan bahasa / istilah khusus.
Bab empat adalah penutup, yang menarik kesimpulan dari bab dua dan bab
tiga. Hal yang akan dibahas ulang dalam penutup ini adalah apa itu folk Rotary dan
beberapa tradisi mereka.

BAB II: FOLK ROTARY INTERNATIONAL


Untuk mengerti latar belakang dan visi / misi Rotary Club of Yogyakarta
Tamansari, perlu juga memahami Rotary secara luas. Dengan demikian, di sini akan
dijelaskan pula Rotary di tingkat internasional, nasional, daerah.

A. Rotary International

8
Rotary International Rotary adalah sebuah organisasi Lambang 1: Logo
Rotary
profesional yang terdiri pada tahun 1905 di Chicago, Illinois,
Amerika Serikat oleh Paul Harris. Kini Rotary ada di setiap
benua (Rotary Timeline, 2009); sekarang ada sebanyak 33.790
klub dengan jumlah anggota 1.234.527 orang. Anggota-anggota
ini adalah orang profesional di atas umur 30, baik pria maupun
wanita (Rotary, Club Member, 2009).
Rotary mempunyai empat tujuan, yaitu:
1. Perkembangan persahabatan sebagai suatu kesempatan untuk beramal.
2. Nilai budi pekerti yang tinggi dalam usaha, niaga, dan keahlian pengakuan
terhadap keutamaan dari semua pekerjaan yang bermanfaat.
3. Pelaksanaan cita-cita bakti oleh setiap anggota Rotary dalam kehidupan
pribadinya, pekerjaan, dan pergaulannya.
4. Peningkatan saling pengertian, muhibah dan perdamaian antar bangsa, melalui
persaudaraan di lingkungan para pengusaha, para ahli di seluruh dunia yang
disatukan dalam cita-cita bakti (Rotary Club of Yogyakarta Tamansari, 2009:
1).
Agar keempat tujuan itu bisa tercapai ada tingkat-tingkat administrasi. Yang
paling tinggi adalah Rotary International, yang dipimpin oleh Rotary International
President; segala kegiatan Rotary di seluruh dunia harus sesuai dengan peraturan-
peraturan mereka. Di bawah tingkat internasional adalah tingkat district, yang
merupakan kumpulan klub-klub (sekitar lima puluh) dalam suatu daerah tertentu;
setelah dibentuk distrik diberi lalu dipimpin oleh seorang District Governor. Terakhir
adalah tingkat club, yang dipimpin oleh president. Pemimpinan ini ganti setiap tahun
pada bulan Juni (Rotary, Structure, 2009).
Secara internasional ada berbagai proyek yang dilaksanakan, termasuk
pertukaran pelajar dan proyek penghapusan penyakit polio (PolioPlus) (Rotary, Polio,
2009). Ada pula proyek di tingkat district dan proyek di tingkat klub (Rotary, Youth,
2009). Pada umumnya, proyek dari tingkat Rotary International merupakan proyek

9
yang dilaksanakan di seluruh dunia, sedangkan proyek district dan club merupakan
proyek yang terfokus pada daerah di sekitar saja.
Setiap aktivitas Rotary, baik itu pertemuan, arisan, ataupun proyek harus
sesuai dengan prinsip Rotary yang dirumuskan dalam “The Four Way Test” (Ujian
Empat Cara). The Four Way Test bunyi demikian:
1. Is it the truth? (Benarkah itu?)
2. Is it fair to all concerned? (Adilkah itu bagi sesama?)
3. Will it build goodwill and better friendship? (Apakah akan membangkitkan
saling menghargai dan persahabatan yang lebih baik?)
4. Will it be beneficial to all concerned? (Apakah hal itu akan bermanfaat bagi
semua?) (Rotary Club of Yogyakarta Tamansari, 2009: 1)
The Four Way Test juga digunakan untuk anak dari Rotary International, yaitu
Rotaract dan Interact. Rotaract adalah organisasi sosial seperti Rotary, tetapi untuk
mahasiswa di antara usia 20 dan 30; jumlah klub Rotaract di seluruh dunia sebanyak
7.577 dengan 174.271 anggota. Sedangkan, Interact adalah organsiasi sosial untuk
anak SMA; jumlah klub Interact sebanyak 11.920 dengan sebanyak 274.160 anggota
(Rotary, At a glance, 2009).

B. Rotary di Indonesia
Secara historis, Rotary International masuk ke Indonesia tiga kali: pada tahun
1927, tahun 1946, dan 1966. Pertama kali Rotary masuk ke Indonesia adalah dengan
pembentukan Rotary Club Yogyakarta pada tahun 1927. Setelah pembentukan klub
tersebut, lima klub lain dibentuk di kota masing-masing dan seluruh klub Rotary di
Indonesia diberi district sendiri (District 79, lalu 45). Ketika Rotary bubar setelah
invasi Jepang pada tahun 1942, sudah ada dua puluh enam klub dengan 819 anggota
(Hiu, District 3400, 2006).
Setelah Proklamasi Kemerdekaan ada semangat untuk mulai Rotary lagi. Pada
tahun 1946 Rotary Indonesia lahir kembali dengan pembentukannya Rotary Club
Bandung. Rotary Indonesia berkembang sampai dengan tanggal 23 Februari, 1961

10
ketika Presiden Soekarno membubarkan Rotary se-Indonesia. Saat itu Rotary
Indonesia ada tujuh belas klub dan 553 anggota (Hiu, District 3400, 2006).
Sesudah jatuhnya Orde Lama dan munculnya Orde Baru, Rotary diberi hidup
sekali lagi pada tahun 1970 dengan pembentukannya Rotary Club Jakarta.
Keberadaan Rotary di Indonesia disahkan dengan Keputusan Menteri Kehakiman
Nomor J.A.5/70/9 pada tahun 1970, dan pada tahun 1991 Indonesia dinamakan
Rotary District 3400 (Hiu, District 3400, 2006).
Sekarang Rotary sudah tersebar luas di Indonesia. Menurut sensus Rotary dari
Juni 2009, kini di Indonesia ada 96 klub Rotary dengan 1.695 anggota, dengan
jumlah anggota per klub rata-rata tujuh belas (Rotary, Club Member, 2009). Untuk
tahun 2009 – 2010, Rotary Indonesia ada di bawah pemimpinan Thomas Aquinas,
dari Surabaya (Rotary Club of Yogyakarta Tamansari, 2009: 3).

C. Rotary di Yogyakarta
Kota Yogyakarta dan Magelang merupakan dua area, yaitu Area XV dan
Area XVI. Di Yogyakarta ada sebanyak enam klub, yaitu: Rotary Club of
Yogyakarta, Rotary Club of Mataram Yogyakarta, Rotary Club of Yogyakarta
Malioboro, Rotary Club of Yogya Tugu, Rotary Club of Yogyakarta Tamansari, dan
Rotary Club of Jogja Merapi. Ada pula satu klub di Magelang, yaitu Rotary Club of
Magelang (Rotary Club of Yogyakarta Tamansari, 2009: 1)..
Di Yogyakarta ada pula tiga klub Rotaract, yaitu Rotaract Club of Jogja Tugu,
Rotaract Club of Yogyakarta Malioboro dan Rotaract Club of Mataram Yogyakarta.
Klub Rotaract ini disponsor oleh klub Rotary dengan nama yang sama.
Walaupun biasanya setiap klub mengerjakan proyek sendiri, ada pula proyek-
proyek yang dikerjasamakan oleh klub-klub se-Yogyakarta. Projek ini, seperti projek
pasca-gempa pada tahun 2005, biasanya merupakan proyek yang amat besar
(Tjahjadani, 2009: 10).

11
D. Rotary Club of Yogyakarta Tamansari
Klub Rotary yang digunakan sebagai sample adalah Rotary Club of
Yogyakarta Tamansari (RCYT), salah satu klub Rotary di Yogyakarta. RCYT terdiri
pada tanggal 4 Juni, 1997 dan sekarang punya 25 anggota. Pemimpinan untuk tahun
2009 – 2010 adalah B.A. sebagai presiden dan Martha Sasongko sebagai sekretaris
(Rotary Club of Yogyakarta Tamansari, 2009: 1 – 14).
RCYT aktif dalam berbagai bidang di masyarakat. Lambang 2: Bendera RCYT

Salah satu proyek paling besar adalah pembangunan kembali


Yogyakarta setelah gempa 27 Mei 2006, dengan kerja sama
dengan klub lain. Pada periode reconstruction itu tenta sebagai
bangunan temporair dan makanan gratis untuk korban dan
keluarga diberi, dan beberapa sekolah, perpustakaan, dan
sebagainya dibangun ulang. Proyek lain RCYT termasuk
pemberian beasiswa ke anak sekolah yang tidak mampu (Beasiswa Hariti, didalami
pada bab berikut), operasi bibir sumbing, penyunatan massal gratis, dan program air
bersih (Tjahjadani, 2009: 7 – 37).
Secara internasional ada berbagai jenis kerja sama yang dijalani RCYT. Untuk
berbagai proyek, misalnya proyek-proyek pasca-gempa, ada kerja sama dengan klub
Rotary lain di luar negeri. RCYT juga aktif dalam program pertukaran pelajar; sampai
sekarang RCYT telah sponsor delapan anak dan menerima lima (Tjahjadani, 2009: 44
– 48).

E. Curriculum Vitae Responden


Bapak B.A. adalah seorang pria Tionghoa berusia 40 tahun. Beliau seorang
Kristen yang bekerja sebagai agen asuransi. Pendidikan terakhir beliau SMA.
Bapak L.W. adalah seorang pria Tionghoa. Beliau bekerja dalam bidang
konstruksi. Beliau lulusan program S1 Teknik Arsitektur.

12
Bapak D.S. adalah seorang pria Tionghoa. Beliau bekerja sebagai arsitek.
Beliau adalah lulusan program S1 Teknik Arsitektur dari Universitas Gadjah Mada.
Bapak T.S. adalah seorang pria Tionghoa berusia 50 dan suami dari Ibu
Indah. Beliau seorang Kristen yang bekerja dalam bidang konstruksi. Beliau lulusan
S1 Teknik Arsitek.
Ibu E.P. adalah seorang wanita Jawa berusia 62 tahun. Beliau seorang Muslim
yang mengurus homestay di daerah Gedong Kuning. Beliau lulusan jurusan Bahasa
Prancis dari Akademi Bahasa Asing Yogyakarta (ABAYO).
Ibu I.D. adalah seorang wanita Tionghoa berusia 48 dan istri dari Bapak T.S..
Beliau seorang Kristen yang bekerja sebagai wirauusaha; beberapa usaha beliau
termasuk toko motor dan toko emas. Beliau lulusan S1 Kedokteran Gigi.

BAB III: HASIL PENELITIAN


A. Dokumentasi Pertemuan
RCYT bertemu setiap hari Jumat pada pukul 19:00 di Banaran Café, dekat
kampus LPP. Dalam pertemuan ini, direncakan proyek baru, didiskusikan proyek
yang masih dijalani, dilaporkan hasil dari proyek yang baru selesai, dan dibacakan

13
berita mengenai berbagai aspek Rotary. Pertemuan ini tidak bersifat seratus persen
serius; kadangkala ada bercanda dari beberapa anggota. Dalam dokumentasi ini akan
dilaporkan apa yang diobservasi pada pertemuan yang terjadi pada tanggal 2 Oktober,
2009.
Walaupun pertemuan dijadwalkan untuk mulai tepat pada pukul 19:00, oleh
karena sebagian besar anggota yang hadir datang terlambat dimulai pada pukul 19:25
ketika presiden memanggil sergeant-at-arms (SAA) untuk memulai meeting. Dengan
demikian, SAA meminta hadirin berdiri, lalu mengajak berdoa sesuai dengan
kepercayaan masing-masing. Waktu sekitar satu menit diberi agar semua hadirin ada
waktu yang cukup. Setelah berdoa selesai, SAA mulai bernyanyi Laju Rotary dan
diikuti hadirin. Setelah lagu sudah selesai, Presiden membunyikan cow-bell (yang
merupakan suatu oleh-oleh dari program RCYT di Australia) dan mengumumkan
bahwa pertemuan sudah dimulai.
Agenda pertama pada pertemuan ialah pembacaan surat yang keluar dan
masuk oleh sekretaris. Pada pertemuan ini dibacakan surat dari beberapa pihak dalam
proyek, baik yang di dalam maupun di luar negeri, dan diumumkan bahwa klub telah
menerima majalah bulanan Rotary International, yaitu The Rotarian.
Setelah pembacaan surat keluar-masuk, dibahaslah proyek Beasiswa Hariti,
yang akan dibagi pada tanggal 5 Oktober, 2009. Anggota-anggota merencanakan
detail seperti siapa akan mempunyai tugas apa, bagaimana pengontrolan siswa-siswi,
dan jadwal yang lebih tepat. Jumlah siswa yang akan terima beasiswa juga dibacakan,
yaitu 122 anak.
Setelah perencanaan untuk Beasiswa Hariti sudah dianggap cukup, klub
membahas board meeting (pertemuan khusus untuk anggota, tanpa tamu sama
sekali). Mereka memilih untuk mengadakan board meeting tepat setelah pembagian
beasiswa Hariti di warung Tohjoyo Solo, yang milik saudari salah satu anggota.
Selain board meeting, pertemuan untuk tanggal 16 Oktober, 2009 juga
dibahas. Oleh karena sudah lama tidak ada pertemuan untuk anggota dan keluarga
yang bersifat hiburan (family gathering), direncanakan bahwa pertemuan itu akan
mulai dengan makan malam bersama di Restaurant Palem Golek. Setelah family

14
gathering itu, akan dilanjutkan dengan pertemuan biasa untuk anggota dan keluarga
yang berminat.
Kemudian, dibahas rencana untuk minggu berikutnya. Ternyata pertemuan
berikutnya (tanggal 9 Oktober) khusus karena dua anggota baru akan dilantik. Kedua
calon anggota ini sudah hadir di tiga pertemuan berturut-turut dan siap disponsori
salah satu anggota.
Setelah itu, salah satu anggota memberi tahu hadirin bahwa beliau dan
beberapa Rotarian dari klub-klub se-Yogyakarta telah bertemu dan membahas soal
gempa di Padang. Beliau menyatakan bahwa keputusan telah diambil untuk
membantu sebisa-bisanya, sama seperti klub Yogyakarta dibantu pada tahun 2005.
Dengan demikian, beberapa kegiatan pencari dana dibicarakan dan setiap anggota
diminta bersumbang.
Selain sumbangan itu, juga diputarkan suatu kotak kecil yang bernama
Sunshine Box. Anggota-anggota memasukkan uang sesuai dengan kemampuan
sendiri ke dalam kotak itu, lalu uang Sunshine Box digunakan untuk bantu membayar
keperluan klub.
Agenda dilanjutkan dengan pembicaraan tentang las portable yang bekas dari
suatu proyek. Kedua alat las portable ini direncanakan untuk diserahkan kepada STM
1 Muhammadiyah dan STM PL. Penyerahan ini direncanakan untuk akhir Oktober.
Menjelang jam 21:00, dibacakan laporan Arisan Tamansari (arista), terutama
berapa orang sudah menjadi peserta. Selain itu, beberapa soal teknis mengenai uang
dibahas, di antara lain bagaimana apabila seseorang mau menyumbang langsung dan
berapakah hasil bunga dari tabungan arista.
Pertemuan diakhiri pada pukul 21:10 dengan doa, lalu penyanyian “Hymne
Rotary Club of Yogyakarta Tamansari.” Setelah itu, kadar hadir dan jumlah
pemasukan dari Sunshine Box dibacakan (76% dan Rp. 150.000), lalu hadirin
diizinkan pulang dan diajak makan malam bersama.
Suasana pertemuan cukup informal; para anggota akrab dan tidak malu
bercanda. Namun, ketika yang dibahas adalah sesuatu penting, para hadirin diam dan
mendengarkan. Dalam saat-saat seperti itu pertemuan terasa seperti konferensi bisnis.

15
Mengenai seragam, pada umumnya anggota hanya diwajibkan memakai pin
Rotary. Namun, karena tepat pada hari itu adalah hari peresmian batik sebagai
kebudayaan Indonesia oleh UNESCO, anggota-anggota memakai baju batik.

B. Dokumentasi Proyek
Seperti sudah dijelaskan di atas, RCYT bergerak dalam berbagai aspek
masyarakat, baik air bersih, pendidikan, kesehatan, maupun perdamaian. Oleh karena
setiap proyek berjiwa beda, tidak dapat ditarik kesimpulan yang universal. Namun,
apabila dilihat cara penyusunan suatu proyek bisa dibayangkan bagaimana proyek
lain dilaksanakan.
Dengan demikian, dalam bagian ini akan didokumentasikan proyek “Beasiswa
Hariti,” yang dibagikan pada tanggal 5 Oktober, 2009 di Sekolah Dasar Negeri
Langensari. Dokumentasi ini merupakan hasil observasi peneliti sendiri di tempat.
Beasiswa Hariti, yang dibagikan pada acara ini, adalah suatu beasiswa yang
diberikan kepada anak-anak dari keluarga yang tidak mampu; penerima bisa
bersekolah di SD, SMP, SMK atau SMA, baik yang negeri maupun swasta. Penerima
beasiswa ini, setelah terdaftar, menerima tas, alat tulis, dan sejumlah uang (Rp.
20.000 untuk anak SD, Rp. 35.000 untuk anak SMP, dan Rp. 70.000 untuk anak
SMK atau SMA; uang dibagi setiap bulan). Pada tahun 2009 ini ada 122 orang yang
menerima beasiswa (Rotary Club of Yogyakarta Tamansari, 2009: 8 – 9).
Sekitar tiga puluh menit sebelum acara pembagian dimulai para anggota
RCYT sudah hadir. Setiba di tempat, mereka mengeluarkan spanduk, jajanan, dan
alat-alat sound system. Mereka juga membuka suatu meja di mana anak harus absen;
ketika anak absen mereka diberi jajanan resoles, kacang, dan air lalu diminta masuk
ke auditorium yang terletak di lantai dua.
Di auditorium itu perencanaan tempat duduk ialah anak duduk di depan, orang
tua duduk di belakang, presiden dan sekretaris RCYT bersama kepala sekolah SDN
Langensari duduk di satu meja di sebelah kiri panggung dan anggota Rotary lain
duduk di sebelah kanan panggung.

16
Pada pukul 15:30 acara dibuka oleh salah satu anggota yang bertugas sebagai
master of ceremonies (MC), lalu semua anggota diperkenalkan kepada anak-anak;
seperti yang dikatakan MC, ini dilakukan karena “kalau tidak kenal maka tidak
sayang.” MC juga menjelaskan kisah dibalik nama Hariti, yaitu seorang pahlawan
yang bertobat dari segala kejahatannya dan mempunyai rambut panjang dengan
banyak anak yang bergelantungan di sana. Setelah anak diberi tahu siapa itu Hariti,
semua hadirin diajak menunjukkan rasa keindonesiaan mereka dengan menyanyikan
“Padamu Negeri”.
Setelah MC selesai berbicara, kepala sekolah SD Langensari dan presiden
RCYT memberi sambutan. Kepala sekolah SD Langensari menyatakan bahwa beliau
amat senang karena diundang menjadi sebagian dari program beasiswa itu. Presiden
RCYT menyatakan bahwa beliau senang RCYT bisa membantu masyarakat dan
memperlancar masa depan anak-anak yang hadir.
Setelah sambutan-sambutan sudah selesai, perwakilan dari siswa diminta maju
ke depan untuk memperkenalkan diri. Ada sepasangan siswa SD, sepasangan siswa
SMP, dan sepasangan siswa SMU yang diminta maju ke depan. Setelah
memperkenalkan diri, perwakilan siswa itu diberi beasiswa mereka dan berfoto
bersama perwakilan dari klub.
Siswa lain diminta berkumpul berdasarkan tingkat pendidikan mereka (SD,
SMP dan SMU), lalu berfoto di depan auditorium dengan siswa-siswa lain yang
setingkat. Setelah foto bersama itu, para siswa berbaris dan keluar dari ruangan untuk
menerima beasiswa mereka lalu lanjut turun ke bahwa untuk foto bersama. Setelah
foto terakhir itu, siswa dan orang tua pulang dan para anggota Rotary pergi ke
Restaurant Tohjoyo Solo untuk board meeting.

C. Tradisi Bernyanyi
Seperti yang dijelaskan di atas, bernyanyi merupakan salah satu aspek yang
sangat penting dalam tradisi RCYT. Pada setiap pertemuan sekurang-kurangnya ada
dua lagu yang dinyanyikan. Kedua lagu ini berperan untuk menambah keakraban di
antara anggota dan membara semangat “jiwa Rotary” dalam setiap anggota.

17
Lagu pertama, yaitu Laju Rotary, dinyanyikan saat pembukaan pertemuan dan
diikuti setiap anggota (dan apabila mereka berkenan, tamu). Lagu ini merupakan lagu
Rotary untuk seluruh Indonesia; setiap klub, baik yang di Medan, Surabaya, maupun
Makassar, sudah tahu lagu ini. Lagu ini diciptakan oleh Bing Marwoto. Liriknya bisa
ditemukan di Lampiran II.
Lagu kedua, yaitu Hymne Rotary Club of Yogyakarta Tamansari, dinyanyikan
saat penutupan pertemuan dan juga diikuti setiap anggota (dan tamu, apabila mereka
berkenan). Lagu ini merupakan lagu yang khas RCYT; klub-klub Rotary lain tidak
menggunakan lagu ini. Lagu ini berdasarkan lagu dan aransemen John B. Rettob,
dengan syair yang diciptakan RCYT. Lagu ini diciptakan pada tahun 1997, dengan
pendirian Rotary Club of Yogyakarta Tamansari. Lirik lengkap lagu bisa terdapat di
Lampiran III
Selain kedua lagu di atas, ada pula lagu-lagu lain yang dinyanyikan saat acara
atau pertemuan. Namun, sebagian besar lagu-lagu ini merupakan lagu yang juga
terdapat di luar. Contohnya, dalam periode observasi peneliti telah dinyanyikan lagu-
lagu seperti Indonesia Raya pada pembukaan acara pembagian Beasiswa Hariti dan
juga lagu Happy Birthday pada pertemuan setelah ulang tahunnya Presiden RCYT.

D. Bahasa dan istilah khusus


Dari pertanyaan pertama di angket terdapat beberapa ciri-ciri Rotary
International menurut anggotanya. Ciri-ciri ini sesuai dengan penelitian sekunder dan
termasuk:
• Organisasi jasa sosial
• Bergerak dalam pengabdian masyarakat
• Paling lama dengan administrasi paling teratur
• Tersebar di seluruh dunia
Demikian, dapat dimengerti bahwa ada suatu kebanggaan menjadi anggota
Rotary. Ada kebanggaan bahwa organisasi Rotary dianggap yang paling tua dan
paling teratur di dunia. Ada pula kebanggaan tentang keluasannya.

18
Setiap orang yang diangket menjawab pertanyaan nomor dua dengan “Ya.”
Dari ini Rotary International dibuktikan pantas dipelajari dalam folklor karena ada
perasaan persatuan dan identitas sendiri, bahkan ada pula rasa kebanggaan menjadi
anggota folk Rotary.
Pertanyaan nomor tiga tampaknya tidak jelas, dan akibatnya hanya ada satu
jawaban. Namun, jawaban yang telah diterima menjelaskan bahwa keanggotaan folk
Rotary International tidak tergantung pada ciri fisik seperti ras, suku ataupun jenis
kelamin. Dijelaskan pula bahwa agama bukanlah ciri yang membuat orang menjadi
anggota Rotary.
Walaupun apa yang sebenarnya membuat orang menjadi anggota folk Rotary
tidak dijelaskan secara eksplisit, bisa ditarik kesimpulan dari jawaban pada
pertanyaan pertama dan penelitian sekunder bahwa keanggotaan folk Rotary
tergantung terutama pada keinginan untuk menjadi anggota dan membantu sesama.
Keperluan lain mungkin termasuk mencapai usia tertentu, mempunyai pekerjaan
tertentu atau mempunyai uang yang cukup untuk membayar biaya keanggotaan atau
membuat sumbangan, tetapi ini tidak jelas dari penelitian.
Pertanyaan keempat dijawab sama oleh semua orang yang diangket, yaitu
sudah dua belas tahun (sejak pendiriannya Rotary Club of Yogyakarta Tamansari).
Ini menunjukkan bahwa anggota Rotary yang diangket telah lama berperan sebagai
anggota untuk mencapai tujuan organisasi dan benar-benar merasakan diri sebagai
anggota folk Rotary.
Pertanyaan kelima dapat beberapa jawaban, termasuk tujuan pribadi dan
tujuan yang luas. Berikut adalah tujuan yang diucap, dari yang paling sering ke yang
paling jarang:
• Membantu masyarakat dan sesama
• Perdamaian
• Pengabdian sosial
• Mengikuti suatu kegiatan yang positif
Jawaban-jawab ini menunjukkan bahwa folk Rotary mempunyai satu tujuan,
yaitu untuk membantu sesama dan membuat dunia ini menjadi lebih aman. Dengan

19
demikian dapat dimengerti apa yang menyatu orang dari latar belakang masing-
masing dalam satu organisasi.
Dari kelima jawaban di atas dapat dimengerti bahwa Rotary International
pantas disebut suatu folk. Ada rasa kesatuan dan ada rasa cinta atau bangga pada
organisasinya sendiri. Ada pun suatu tujuan yang dimiliki bersama.
Beda dari pertanyaan tentang Rotary, pertanyaan tentang bahasa khusus dalam
Rotary dapat jawaban yang rumit. Pertanyaan nomor enam dijawab dalam dua cara.
Satu kelompok jawab bahwa bahasa Rotary adalah bahasa Inggris dan akibatnya tidak
bersifat khusus. Sedangkan, kelompok lain mengemukakan beberapa istilah yang
menurut mereka hanya berada di lingkungan Rotary; mereka mengemukakan istilah
seperti Arista (Arisan Tamansari), YEP (Youth Exchange Program), AG (Area
Governor), dan PP.
Dalam pengartian kata, ada beberapa yang diartikan beda-beda dan beberapa
yang diartikan sama oleh responden. Kata “Past-President,” atau “PP,” diartikan oleh
semua responden sebagai seseorang yang pernah menduduki jabatan presiden. Ini
sesuai dengan arti aslinya dalam bahasa Inggris, tetapi karena konteks dimengerti
sebagai mantan presiden klub Rotary.
Kata “Rotarian” diartikan sama oleh semua responden pula. Rotarian diartikan
sebagai anggota Rotary. Ada pula yang menyebut bahwa Rotarian harus berjiwa
Rotary; dalam kata lain, harus mempunyai tujuan yang sama dengan Rotary
International.
“Paul Harris Fellow” juga diartikan sama oleh para responden. Responden
mengartikan Paul Harris Fellow sebagai gelar untuk seseorang yang telah
menyumbang uang ke The Rotary Foundation. Ada dua responden yang sebutkan
jumlah sebanyak seribu dolar Amerika Serikat.
Sedangkan, “Four-Way Test” diartikan beda oleh beberapa responden. Ada
kelompok responden yang mengartikan dalam bahasa Indonesia sebagai “ujian empat
arah” atau “empat batu ujian,” tetapi ada pula satu responden yang mengartikan Four-
Way Test sebagai prinsip dari Rotary. Pengartian terakhir ini sesuai dengan penelitian
sekunder.

20
“Matching grant” pula diartikan beda oleh beberapa responden. Ada satu
responden yang jawab bahwa matching grant adalah istilah dalam, dan tidak dapat
diterjemahkan. Sedangkan, ada pula seorang responden yang jawab bahwa matching
grant dapat diartikan sebagai kerja sama atau bantuan dari luar negeri. Dengan kata
ini dapat dilihat bagaimana dua kata yang sebenarnya umum diberi makna berat
dalam konteks Rotary.
Kata “fundraiser,” sedangkan, diberi arti yang sama oleh para responden.
Fundraiser diartikan sebagai pencari dana. Ada satu responden yang sebut bahwa
dana itu harus untuk klub; dari ini dapat dimengerti bahwa kata ”fundraiser” diberi
arti khusus karena konteks..
Istilah “service above self” dimaknai kurang-lebih sama oleh para responden.
Beberapa jawaban termasuk “mengabai di atas diri sendiri,” “mengabai tanpa
pamrik,” dan “melayani di atas kepentingan diri sendiri.” Sepertinya istilah ini tidak
diberi makna khusus di lingkungan Rotary walaupun digunakan sebagai salah satu
slogan.
Kata “Rotaract” diartikan sebagai singkatan dari “Rotary Action” oleh
mayoritas responden tanpa penjelasan lebih lanjut. Namun, ada salah satu responden
yang menjelaskan bahwa Rotaract adalah Rotary tingkat mahasiswa. Oleh karena
singkatan ini jarang didengar di luar lingkungan Rotary ada kemungkinan besar
bahwa Rotaract merupakan suatu istilah khas dari Rotary International.
Kelima kata terakhir mempunyai hubungan dengan program pertukaran
pelajar yang disponsori Rotary. Istilah pertama dari itu, “Rotex”, diartikan sebagai
oleh mayoritas responden sebagai istilah untuk alumni YEP, tetapi ada satu
responden yang menyatakan bahwa Rotex adalah singkatan dari “Rotary Exchange.”
Istilah “Inbound,” sedangkan, diartikan sebagai anak YEP yang masuk ke
dalam negeri. Ada pula responden yang menyatakan bahwa Inbound masuk ke
Indonesia. Makna ini mirip dengan arti kamus Inbound, yaitu “menuju ke dalam,”
tetapi dalam folk Rotary menggandung makna kontekstual yang khas.
Begitu pula dengan istilah Outbound and Rebound, yang diartikan sebagai
anak yang keluar dari negeri dan anak yang kembali ke negerinya. Kedua istilah ini

21
mempunyai arti yang mirip dengan arti kamus, yaitu “menuju ke luar” dan “menuju
kembali,” tetapi oleh karena konteks dapat diartikan secara khas dalam lingkungan
Rotary.
Ternyata keumuman bahasa ini di luar lingkungan Rotary tidak disetujui.
Mayoritas responden menjawab pertanyaan kedelapan dengan pendapat bahwa
masyarakat umum tidak mengerti apa yang dimaksud oleh istilah-istilah itu; salah
satu responden menjawab bahwa menjadi anggota Rotary butuh waktu pelajaran yang
cukup panjang. Namun, juga ada pernyataan bahwa istilah-istilah itu datang dari
bahasa Inggris dan akibatnya dapat dimengerti oleh orang yang lancar berbahasa
Inggris.
Bahasa dan istilah khusus dalam Rotary, yang ditanyakan pada pertanyaan
nomor sembilan, dinyatakan berkembang sehingga menjadi umum karena sering
digunakan dalam pertemuan; ini menjelaskan bagaimana istilah-istilah itu
berkembang dalam lingkungan RCYT. Namun, tidak dijelaskan bagaimana istilah-
istilah ini berkembang secara internasional.
Pertanyaan kesepuluh tentang manfaat istilah khusus dalam kalangan Rotary
dijawab dengan jawaban beda per responden. Jawaban yang diterima termasuk “agar
mengenal Rotary lebih dalam,” “untuk meningkatkan keakraban,” dan “untuk
memperlancar hubungan antar Rotarian.” Dari ini dapat dimengerti bahwa bahasa
atau istilah khusus dalam suatu folk, misalnya Rotary, tidak hanya terbatas pada satu
guna saja.

22
BAB IV: PENUTUP
Dari penelitian lapangan ini dapat dimengerti bahwa suatu folk tidak hanya
termasuk orang dari suku, ras, agama ataupun latar belakang yang sama. Folk bisa
saja terdiri dari suatu kelompok orang yang mempunyai tujuan yang sama dan
menggunakan cara yang sama untuk mencapainya.
Begitu pula di RCYT. Folk ini, yang mengejar visi yang ditentukan seratus
tahun lalu, menjadi satu karena mempunyai keinginan dan semangat untuk mencapai
tujuan itu. Walaupun berasal dari latar belakang yang berbeda, mereka tetap menjadi
akrab dan mempunyai beberapa tradisi dan istilah khas mereka.
Akibat dari tujuan itu ada lagu, bahasa, dan istilah khusus yang berkembang
menjadi salah satu pengakrab anggota-anggota Rotary, mereka dapat lebih mengenal
organsiasi mereka sendiri. Dengan demikian, mereka mendapatkan semangat
berjuang yang luar biasa.

23
DAFTAR PUSTAKA
Hui, Florence. Rotary Global History Foundation. 2006. “Rotary District 3400.”
http://www.rotaryfirst100.org/districts/districts/3400.htm. Download 15
September, 2009.

Rotary. 2009. “At a Glance.” http://www.rotary.org/en/AboutUs/At_a_Glance.aspx.


Download 15 September, 2009.

Rotary. 2009. “Polio.”


http://www.rotary.org/en/ServiceAndFellowship/Polio/Pages/ridefault.aspx.
Download 15 September, 2009.

Rotary. 2009. “Structure.“


http://www.rotary.org/en/AboutUs/RotaryLeadership/Structure/Pages/ridefaul
t.aspx. Download 15 September, 2009.

Rotary. 2009. “Youth Exchange.”


http://www.rotary.org/en/StudentsAndYouth/YouthPrograms/RotaryYouthEx
change/Pages/ridefault.aspx. Download 15 September, 2009.

Rotary Club of Yogyakarta Tamansari. 2009. “Buletin Mingguan no 09 – Tahun ke


XII – 28 Agustus 2009.” Buletin. Yogyakarta, Rotary Club of Yogyakarta
Tamansari.

Rotary Club of Yogyakarta Tamansari. 2009. “Buletin Mingguan no 14 – Tahun ke


XII – 9 Oktober 2009.” Buletin. Yogyakarta, Rotary Club of Yogyakarta
Tamansari.

24
Rotary Club of Yogyakarta Tamansari. 2009. “Buletin Mingguan no 17 – Tahun ke
XII – 30 Oktober.” Buletin. Yogyakarta, Rotary Club of Yogyakarta
Tamansari.

Rotary Global History Foundation. 2009. “Rotary Timeline”


http://www.rotaryfirst100.org/history/history/. Download 15 September,
2009.

Rotary International. 2009. “Club Member Count by Country and Geographic Area”
http://www.rotary.org/RIdocuments/en_pdf/memb_count_country_current.pdf
v. Download 15 September, 2009.

Sandjaja, Tjahjadani. 2009. “Rotary Club of Tamansari 09 – 10.” Power-Point


Presentation. Yogyakarta, Rotary Club of Yogyakarta Tamansari.
LAMPIRAN
LAMPIRAN I: ANGKET TENTANG BAHASA KHUSUS DI ROTARY
Questionnaire untuk Anggota Rotary

Nama: __________________

1. Menurut Anda, apakah itu Rotary International?

2. Apakah Anda merasakan diri sebagai anggota Rotary International?

3. Menurut Anda, Rotary International termasuk folk siapa saja?

4. Sudah berapa lama Anda berpartisipasi di Rotary sebagai anggota?

5. Apa tujuan Anda sebagai anggota Rotary International?

25
6. Dalam lingkungan Rotary ada bahasa khusus apa saja?

7. Apa arti kata-kata berikut, menurut Anda:

Past-President (PP): Service Above Self:


_________________ _________________
Rotarian: Rotaract:
_________________ _________________
Paul Harris Fellow: Rotex:
_________________ _________________
Four-Way Test: Inbound:
_________________ _________________
Matching Grant: Outbound:
_________________ _________________
Fundraiser: Rebound:
_________________ _________________

8. Apakah orang di luar lingkungan Rotary International mengerti arti bahasa khusus
itu?

9. Bagaimanakah bahasa khusus berkembang dalam lingkungan kalian?

10. Apa manfaatnya mempunyai bahasa khusus dalam lingkungan Rotary?

26
LAMPIRAN II: LIRIK “LAJU ROTARY”
(dikutip dari Rotary Club of Yogyakarta Tamansari “Bulletin no 17 – tahun ke XII –
30 Oktober 2009)
Kita semua dari Rotary
Maju serentak untuk berbakti
Lenyapkanlah kepentingan diri
Siapa yang memberi jasa
Akan merasa bahagia
Laju Rotary
Laju laju Rotary

27
LAMPIRAN III: LIRIK “HYMNE ROTARY CLUB OF YOGYAKARTA
TAMANSARI”
(dikutip dari Rotary Club of Yogyakarta Tamansari “Bulletin no 17 – tahun ke XII –
30 Oktober 2009)

Bersatu dalam Rotary


Rotary kita Tamansari
Mengembangkan tugas mulia
Untuk berbakti bagi sesama
Bangkit bersama kita bergerak

28
Berkarya penuh s’mangat nafas Rotary
Bangkit bersama kita bergerak
Berkarya penuh s’mangat nafas Rotary

LAMPIRAN IV: TABEL ATAS HASIL ANGKET


Jawaban dari pertanyaan pertama “Menurut Anda, apakah itu Rotary International?”
Nama Responden Jawaban
B.A. Suatu organisasi yang bergerak di bidang kepedulian
sosial
L.W. Rotary International adalah organisasi sosial pengabdian
yang paling tua di dunia. Administrasinya paling teratur.
E.P. RI adalah organisasi bagi para profesional
I.D. Rotary International adalah organisasi sosial international
yang bergerak dalam pengabdian masyarakat

29
D.S. Organsiasi service internasional yang anggotanya pada
tingkatan klub, distrik yang tersebar di seluruh dunia
T.S. Tidak jawab

Jawaban dari pertanyaan kedua “Apakah Anda merasakan diri sebagai anggota
Rotary International?”
Nama Responden Jawaban
B.A. Ya
L.W. Ya
E.P. Ya
I.D. Ya
D.S. Ya
T.S. Sedikit banyak ya

Jawaban dari pertanyaan ketiga “Menurut Anda, Rotary International termasuk folk
siapa saja?”
Nama Responden Jawaban
B.A. Rotary International tidak memandang suku, agama,
L.W. Tidak paham pertanyaannya!
E.P. Untuk siapa saja yang bersedia melayani kepentingan
masyarakat
I.D. Tidak jawab
D.S. Tidak jawab
T.S. Tidak jawab

Jawaban dari pertanyaan keempat “Sudah berapa lama Anda berpartisipasi di Rotary
sebagai anggota?”
Nama Responden Jawaban
B.A. Kurang lebih 12 tahun
L.W. Sejak 1997 Juni
E.P. 12 tahun
I.D. 12 tahun

30
D.S. Sejak 1997
T.S. Dua belas tahun

Jawaban dari pertanyaan kelima “Apa tujuan Anda sebagai anggota Rotary
International?”
Nama Responden Jawaban
B.A. Bisa berpartisipasi dalam kepedulian sosial
L.W. Sama seperti tujuan Rotary International, ialah untuk
perdamaian
E.P. Menyalurkan hobby yang ada hubungannya dengan
kepuasan batin
I.D. Awal mula hanya untuk kegiatan sosial yang positif, tetapi
sekarang merasakan bahwa di sinilah saya bisa membantu
masyarakat yang membutuhkan
D.S. Melalui Rotary dapat membantu masyarakat / sesama
yang membutuhkan
T.S. Untuk membantu sesama yang membutuhkan pertolongan
dengan pengabdian tanpa pamrih

Jawaban dari pertanyaan keenam “Dalam lingkungan Rotary ada bahasa khusus apa
saja?”
Nama Responden Jawaban
B.A. YEP1, Arista2, PP, AG3
L.W. Bahasa khusus? Bahasa resmi adalah bahasa Inggris, tidak
ada yang khusus.
E.P. Kalau di Indonesia ya bahasa Indonesia saja
I.D. Cukup banyak, seperti yang ditulis di bawah (No. 7)
D.S. Bahasa Rotary saja
T.S. Setahu saya : Paul Harris Fellow, Sunshine Box4

Jawaban dari pertanyaan ketujuh “Apa arti kata-kata berikut, menurut Anda?”
Nama Responden Kata Jawaban
B.A. Past-President (PP) Ex President
Rotarian Sebutan anggota Rotary
1 Youth Exchange Program, pertukaran pelajar Rotary
2 Arisan Tamansari, arisan yang diadakan RCYT
3 Area Governor, anggota Rotary yang bertugas atas daerahnya
4 Seperti yang dijelaskan bagian “Dokumentasi pertemuan”

31
Paul Harris Fellow Tidak jawab
Four-Way Test Prinsip di Rotary
Matching Grant Kerjasama / bantuan sosial luar
negeri
Fundraiser Mencari profit buat club
Service Above Self Tidak jawab
Rotaract Tidak jawab
Rotex Tidak jawab
Inbound Pelajar dari Rotary luar negri
Outbound Pelajar dari Rotary yang berangkat
ke luar negri
Rebound Tidak jawab
Past-President (PP) Pernah menjadi Presiden
Rotarian Anggota yang berjiwa Rotary
Paul Harris Fellow Penyubang TRF5
Four-Way Test 4 batu ujian
Matching Grant Tidak jawab
Fundraiser Pencari dana
L.W.
Service Above Self Tidak jawab
Rotaract Rotary tingkat mahasiswa
Rotex Alumni YEP
Inbound Siswa yang masuk
Outbound Siswa yang keluar
Rebound Yang baru pulang dari YEP
Past-President (PP) Tidak jawab
Rotarian Tidak jawab
Paul Harris Fellow Tidak jawab
Four-Way Test Tidak jawab
Matching Grant Tidak jawab
Fundraiser Tidak jawab
E.P. Service Above Self Tidak jawab
Rotaract Tidak jawab
Rotex Tidak jawab
Inbound Tidak jawab
Outbound Tidak jawab
Rebound Tidak jawab

Past-President (PP) Seseorang yang pernah menjabat


I.D. sebagai Presiden
Rotarian Nama panggilan seorang yang
5 The Rotary Foundation, salah satu yayasan dasar dalam Rotary

32
menjadi anggota Rotary
Paul Harris Fellow sebutan Rotarian yang
menyumbang 1000 USD ke TRF
Four-Way Test 4 batu ujian
Matching Grant Istilah dalam
Fundraiser Mencari dana untuk club
Service Above Self Mengabai di atas / lebih dari diri
sendiri
Rotaract Sebutan anak-anak yang ikut
anggota Rotaract
Rotex Sebutan anak-anak yang sudah ikut
YEP
Inbound Anak-anak YEP yang masuk ke
Indonesia
Outbound Anak-anak YEP yang keluar dari
Indonesia
Rebound Anak-anak YEP
Past-President (PP) Mantan president
Rotarian Anggota Rotary club
Paul Harris Fellow Gelar untuk yang telah kontribusi
1000 US
Four-Way Test Test 4 arah
Matching Grant Dana yang digatungkan
Fundraiser Pencari dana
Service Above Self Melayani di atas kepentingan
D.S.
pribadi
Rotaract Rotary Action
Rotex Rotary Exchange
Inbound Pemuda/i yang datang dari negara
lain
Outbound pemuda/i yang dikirim ke luar
negara
Rebound Tidak jawab
T.S. Past-President (PP) Mantan presiden
Rotarian Kata sebutan bagi seorang anggota
Rotary
Paul Harris Fellow Sebutan untuk penyumbang $1000
ke The Rotary Foundation
Four-Way Test 4 batu ujian
Matching Grant Tidak jawab

33
Fundraiser Tidak jawab
Service Above Self Mensabai tanpa pamrih
Rotaract Rotary Action
Rotex Alumni Youth Exchange Program
Rotary
Inbound Ke dalam negeri
Outbound Ke luar negeri
Rebound Setahu saya ini merupakan istilah
dalam olah raga bola basket

Jawaban dari pertanyaan kedelapan “Apakah orang di luar lingkungan Rotary


International mengerti arti bahasa khusus itu?”
Nama Responden Jawaban
B.A. Tidak
L.W. Ada yang mengerti, ada yang tidak (kalau yang dimaksud
no. 7)
E.P. Tidak
I.D. Tidak
D.S. Tidak begitu mengerti
T.S. Saya kira tidak, karena menjadi anggota Rotary yang
sejati dan baik membutuhkan waktu pelajaran tentang
Rotary

Jawaban dari pertanyaan kesembilan “Bagaimanakah bahasa khusus berkembang


dalam lingkungan kalian?”
Nama Responden Jawaban
B.A. Selalu dibicarakan, sehingga terbiasa
L.W. ? Tidak paham
E.P. Dalam seminar-seminar Rotary bahasa khusus itu selalu
dipakai
I.D. Secara mengalir dapat berkembang dalam pembicaraan
meeting, karena istilah-istilah itu sering digunakan
D.S. Kurang begitu berkembang
T.S. Sebenarnya tidak ada bahasa khusus di Rotary, tetapi
memang membutuhkan pemahaman dan pembelajaran
tentang cara kerja Rotary

34
Jawaban dari pertanyaan kesepuluh “Apa manfaatnya mempunyai bahasa khusus
dalam lingkungan Rotary?”
Nama Responden Jawaban
B.A. Bisa lebih mengenal Rotary lebih dalam
L.W. Tidak paham
E.P. Tidak jawab
I.D. Mempermuda atau memperlancar hubungan antara
Rotarian
D.S. Lebih tambah mengakrabkan
T.S. Tidak jawab

35