Anda di halaman 1dari 1

Herbert D Kelleher adalah pendiri Southwest Airlines, yakni maskapai berbiaya murah yang berbasis di

Amerika Serikat. Tahun 1967, bersama dengan salah seorang kliennya, Herb mendirikan Southwest
Airlines. Butuh lima tahun lamanya dan ia pun sering menghadapi litigasi yang berliku dari pesaing untuk
mendapatkan Southwest keluar dari pengadilan dan mengudara pada Juni 1971. Visi seorang Herb dalam
mendirikan maskapai saat itu adalah menghapus sejumlah pelayanan yang tidak diperlukan dan
menggunakan bandar udara sekunder demi menawarkan harga penerbangan yang murah di industri saat
itu.
Tidak lama kemudian, tepatnya tahun 1981, Herb menjadi Presiden dan CEO maskapai tersebut. Ia
menjalankan perusahaan dengangayakepemimpinannya yang dinamis di antara karyawan-karyawannya.
Usahanya tersebut membuahkan hasil. Southwest Airlines menjadi maskapai kelima terbesar di AS.
Tahun 2011, Southwest menjadi satu-satunya maskapai yang bisa menghasilkan keuntungan dalam 39
tahun berturut-turut. Terhadap pencapaian keuntungan tersebut, Fortune menilai, ini adalah sebuah
prestasi yang tidak tertandingi dalam sejarah penerbangan AS. Herb berhasil memasang tarif penerbangan
yang murah tetapi tetap menghasilkan keuntungan.
Maskapai ini pun membuktikan tidak hanya menjadi maskapai domestik terbesar di AS tapi juga yang
bertanggung jawab, menurut seorang ekonom, terhadap 90 persen dari bisnis penerbangan berbiaya
murah yang ada di AS.
Lantas apa yang membuat seorang Herb begitu sukses mengelola penerbangan berbiaya murahnya? Dia
tetap mempertahankan biaya operasi serendah mungkin tetapi melayani konsumennya sebaik mungkin.
Satu lagi, ia menciptakan sebuah budaya yang dihormati oleh para pegawainya. Tidak hanya serius
melayani pelanggan. Ia pun serius melayani pegawainya.
Ia paham betul, seperti seorang Sam Walton, bahwa pegawai front-line bisa menolong Anda atau
membuat Anda buruk. Herb pun membuat para pegawainya seperti pemilik perusahaan. Dengan cara, Ia
meminta pegawainya untuk turut serta dalam rencana bagi hasil dan kepemilikan saham perusahaan.
Herb bercerita bahwa ada sebuah teka-teki yang sering digunakan di sebuah sekolah bisnis. Siapa yang
datang pertama? Pegawaimu, pemegang sahammu, atau pelangganmu? Tetapi itu bukan sebuah teka-teki.
Pegawaimu datang lebih dulu. Jika kamu memperlakukan pegawaimu dengan baik, coba tebak?
Pelangganmu akan datang kembali, dan itu akan membuat pemegang sahammu senang. (Jadi) mulai
dengan pegawai dan sisanya akan mengikuti, sebut Herb.
Source : http://sputumutia.blogspot.com/2013/05/manajemen-pemasaran-marketing-30.html