Anda di halaman 1dari 10

`````TRANFUSI

UNIT TRANFUSI DARAH


Upaya kesehatan tranfusi darah adalah suatu upaya kesehatan berupa segala tindakan
yang dilakukan dengan tujuan untuk memungkinkan penggunaan darah bagi keperluan
untuk pengobatan dan pemulihan kesehatanyang mencakup kegiatan
Pengerahan penyumbang darah
Pengambilan darah
Pengamanan
Pengolahan
Penyimpanan
Penyampaian darah kepada pasien
Kegiatan diatas disebut usaha tranfusi darah.
Sedangkan yang disebut tranfusi darah adalah suatu tindakan medis memberikan darah
kepada pasien yang darahnya telah tersediadalam kemasan yang memenuhi syarat
kesehatan,baik darah lengkap maupun komponen
Melalui Peraturan Pemerintah (PP) 18/80 pemerintah telah memberikan wewenag usaha
kesehatan tranfusi darah (UKTD) kepada PMI,dimana PMI ini selanjutnya membentuk
Unit Tranfusi Darah (UTD)
UTD adalah pelaksana UKTD di lapangan yang berhubungan dengan pelayanan
masyarakat
Dalam seluruh rangkaian kegiatan tranfusi darah dari saat penyimpanan donor darah
sampai dengan masuknya darah dalam tubuh pasien terbagi dalam 2 kegiatan yaitu
UKTD ,yaitu dari saat menyiapkan donor darah hingga penyampaian darah
kepada sarana pelayanan kesehatan yang meminta
Tranfusi darah ,yaitu pemberian darah kepada pasien oleh dokter rumah sakit
yang meminta.
Organisasi
Upaya kesehatan tranfusi darah di lapangan yang berhubungan langsung dengan
masyarakat dilakukan oleh Unit Tranfusi Darah Cabang (UTDC) yang berada di tingkat
kabupaten.Bila dipandang perlu ,dibentuk Unit Tranfusi Darah Daerah (UTDD).
Sedang di tingkat pusat dibentuk UTDP yang mempunyai fungsi :
Pelayanan logistik
Produksi
Penelitian danpengembangan
Rujukan tehnisUKTD
UTDC sebagai unit yang melakukan pelayanan kepada masyarakat ,perlu didirikan bila
memenuhi syarat :
Kebutuhan akan pelayanan tranfusi darah
Prasarana (gedung dll )dan sarana (Blood bank dll)
Perbekalan missal reagen,kantong darah
Tenaga pelaksana
Kemampuan menejemen
Sumber penyumbang darah sukarela
Kegiatan Unit tranfusi meliputi
Kegiatan non medik meliputi pengerahan penyumbang darah
Kegiatan medik yaitu
pengambilan,
Pengamanan

Pengolahan darah meliputi tugas-tugas:


o pemeriksaan uji saring terhadap syphilis,hepatitis B,hepatitis C dan
HIV
o pemeriksaan ulang golongan darah
Penyimpanan :disimpan dalamlemari dingin untuk siap didistribusikan
Pembuatan komponen darah ,disimpan sesuai suhu yang dibutuhkan
,kemudian siap didistribusikan

Permntaan darah/komponen darah


Permintaan dilayani bila ada perminttaan oleh dokter,ditandatangani.dan
disertai contoh darah pasien
Di UTD dilakukan pemeriksaan ulang golongan darah dari donor dan pasien
Pemeriksaan reaksi silang pasien dengan donor
Bila cocok darah dapat diberikan ke pasien

PENGANTAR TRANFUSI DARAH


Upaya kesehatan tranfusi darah adalah suatu upaya kesehatan berupa segala tindakan
yang dilakukan dengan tujuan untuk memungkinkan penggunaan darah bagi keperluan
untuk pengobatan dan pemulihan kesehatanyang mencakup kegiatan
UKTD ,yaitu dari saat menyiapkan donor darah hingga penyampaian darah
kepada sarana pelayanan kesehatan yang meminta
Tranfusi darah ,yaitu pemberian darah kepada pasien oleh dokter rumah sakit
yang meminta.
Untuk dapat menyajikan darah dengan aman maka seorang petugas laboratorium dituntut
mengetahui pengetahuan tentang
I. Komponen darah
II. Imunologi dasar grup darah
III. System penggolongan darah
IV. Test di unit tanfusi darah
V. Tranfusi dan reaksi trnfusi

Komponen darah
I. Komponen darah
Darah lengkap/whole blood adalah darah donor ditambah antikoagulan dengan
perbandingan kurang lebih 10 banding satu. Macam antikoagulan banyak dan jenis
antikoagulan ini memberi waktu shelf life whole blood berbeda-beda.,missal ACD untuk
21 hari,sedangkan CPD plus A dapat 42 hari.Hematokrit whole blood sekitar 30-40 %
Indikasi
Terapi simtomatik pada pasien yang mengalami penurunan kapasitas pembawa
oksigen bersamaan hipovolumia
Bedah mayor
Darah segar adalah darah 3-7 hari post phlebotomy(pengambilan darah ).Jenis ini
dipercaya masih mempunyai kadar pembawa oksigen (2-3 DPG) masih tinggi dan
sampah sisa metabolisme untuk kehidupan eritrosit,lekosit dan trombosit masih rendah.
Sampah sisa metabolisme diukur dari kadar potassium yang dihasilkan.
Indikasi
Diberikan pada neonatal yang mengalami gagal nafas ,karena pada neonatal
mengandung sedikit Hemoglobin Adult ,banyak mengandung Hb Fetal.
Hb A lebih mudah melepas oksigen dari pada Hb F
Komponen darah adalah bagian darah yang dipisahkan dengan cara fisik atau mekanik
misalnya dengan pemutaran (sentrifugation)
Sedangkan derivat plasma yang diolah dengan cara kimiawi disebut fraksi
plasma.,keduanya disebut produk darah

Manfaat komponen darah


Komponen
dapat dipekatkan sehingga volume tranfusi terukur,berguna
menghindari komplikasi volume sirkulasi darah yang berlebihan (mis PRC)
Dapat mengurangi reaksi tranfusi
Penyimpanan dalam waktu lama (FFP,criopresipitat)
Agregat trombosit dan lekosit bila tidak diperlukan dapat dikeluarkan
Efisien ,pada satu donor dapat dibuat berbagai komponen untuk banyak pasien
Safety kontrol mudah dilakukan
Macam komponen darah adalah:
1. seluler
a. Sel darah merah pekat (Packed Red Cell)
b. Trombosit konsentrat
c. Leukosit konsentrat
2. plasma
a. single donor plasma
b. fresh frozen plasma
c. cryoprecipitat
Sel darah merah pekat (Packed Red Cell)
Didapat dari darah lengkap dengan memisahkan sebagaian besar plasma ,sehingga
didapat darah pekat dengan hematokrit (Ht) 70-80 %
Waktu pemisahan kapan saja sebelum tanggal kadaluwarsa.
Masa simpan tergantung dengan anti koagulan yang dipakai yaitu,ACD masa simpan 21
hari,sedangkan CPD masa simpan 35 hari ,Penambahan PRC ini kurang lebih akan
menambah Hb 1 gr /dl dan hematokrit 3 %
Indikasi
simtomatik anemia yang sulit diobati dengan obat
kehilangan darah
keuntungan
mengurangi volume yang ditranfusikan
baik untuk penderita jantung ,karena tidak membebani jantung
mengandung elektrolit,sitras dan acid yang rendah
dapat sebagai darah donor walau terdapat non identical crossmatch ABO
leucocyte poor packed red cell
adah komponen eritrosit dimana lekosit dibuang dengan depletion methode
diperoleh dengan
sentrifugasi darah lengkap yang berumur kurang dari 24 jam,dengan kantong
terbalik.Darah yang diperoleh dengan cara ini 80 % diambilsebagai PRC miskin
lekosit
menyaring darah lengkap dengan filter
dengan menggunakan sedimentation agent
Indikasi
penderita yang memerlukan tranfusi yng berulang-ulang
penderita dengan reaksi tranfusi demem ,karena adanya antibody terhadap lekosit
Trombosit konsentrat
Adalah komponen darah yang diperoleh dari
darah segar yang dipisah ,TC ini mengandung sedikit eritrosit dan sejumlah
plasma
dengan trombopheresis dengan mesin khusus,TC yang didapat 7 kali lipat dari
cara diatas
Indikasi
trombositopenia < 50.000 dengan perdarahan yang disebabkan produksi tdak
adekwat atau fungsi yang tidak normal
trombositopenia < 20.000 walau tanpa perdarahan ,missal leukaemia atau
keganasan yang menjalani khemoterapi.

Pencegahan perdarahan penderita trombositopenia < 60.000 yang menjalani


operasi

Pemberian ABO inkompatible tdak perlu crossmatching,pemberian iv memakai filter.


Leukosit kosentrate (LC)
Diperoleh dengan cara
Pemutaran darah lengkap
Leukopheresis
Filter serat nilon kemudian dicuci dengan ACD
Indikasi
Suportif terapi pada penderita netropenia
Pemberian harus ABO kompatible denga crossmatching.
Fresh frozen plasma (FFP)
Didapat dengan jalan memisahkan plasma dari darah lengkap 6 jam setelah pengambilan
darah, kemudian plasma ini dibekukan
FFP in berisi
semua factor pembekuan ,baik yang stabil (F II,VII,IX,X)maupun yang tidak
stabil (F V,VIII)
protein plasma
penyimpanan 18 C dapat sampai 1 tahun.
Indikasi
perdarahan karena kekurangan berbagai factor pembekuan ,missal penyakit liver
atau penderita yang mendapat tranfusi massif menggunakan darah simpan
tukar plasma
kekuranag factor pembekuan yang belum dapat ditentukan
follow up keberhasilan terapi FFP ini dapat dimonitor dengan pemeriksaan koagulasi.
Pemberian
tidak perlu crossmatching,tapi plasma harus ABO kompatibledengan sel darah
resipien
diberikan setelah 6 jam setelah pencairan melalut set invus berfilter.
Single donor plasma (SDP)
Didapat dari
memisahkan plasma dari darah lengkap dari darah yang tidak kadaluwarsa
SDP berisi
factor pembekuan yang stabil
protein plasma
penyimpanan pada <18 C sampai 5 tahun
Indikasi
penambahan volume darah penderita shock karena kehilangan plasma ,missal
kebakaran
terapi hipovolemik shock
perdarahan kekurangan factor pembekuan stabil bawaan
Pemberian
tidak diperlukan test kompatibilitas ,tetapi plasma sebaiknya ABO kompatible
dengan sel darah resipien
diberikan denganset invus berfilter.
Criopresipitat
Didapat dengan cara mencairkan FFP pada 4 C dan memisahkan cold presipitat dengan
sentrifise
Criopresipitat berisi
F VIII
Fibrinogen
F XIII
v WF
Penyimpanan pada suhu 18 C dapat sampai 1 tahun
Pemakaian
harus dipakai dalam waktu 6 jam sesudah pencairan

lebih disukai ABO kompatible


diberikan dengan set tranfusi berflter

Indikasi
kekurangan F VIII ,pada pasien Hemophilia A
von Willibrand disease
hpo fibrinogenemia
kekurangan F XIII

Golongan darah
Tranfusi atau pemindahan darah telah dilakukan sejak 100 tahun yang lalu, dimana
hal ini tidak terlepas dari jasa ilmuan Dr Karl Landsteiner yang pertama kali
menemukan penggolongan darah ABO.
Setelah itu telaah mengenai darah berkembang cepat,apalagi disokong dengan
akselerasi perkembangan ilmu imunologi.
Penggolongan darah saat ini banyak,tetapi yang sangat berpengaruh secara klinis
adalah
golongan darah ABO
golongan darah Rhesus.

golongan darah ABO


penggolongan darah ini ditemukan oleh Dr Karl Land Steiner tahun 1900,dan
merupakan tonggak bagi terlaksananya tranfusi darah yang kita kenal sekarang ini.
Gol darah ABO mengenal
di sel darah dikenal dua macam antigen yaitu antigen A dan antigen B
di plasma dikenal dua macam zat anti yaitu anti A dan anti B
Bila
Anti gen A ketemu Anti A terjadi aglutinasi
Anti gen B ketemu Anti B terjadi aglutinasi
Dengan demikian
seorang yang gol darah A;pada sel darah didapat antigen A dan dalam plasmenya
terdapat Anti B
seorang yang gol darah B;pada sel darah didapat antigen B dan dalam plasmenya
terdapat Anti A
seorang yang gol darah AB ;pada sel darah didapat antigen A dan antigen B ,dan
dalam plasmenya tidak terdapat zat Anti
seorang yang gol darah O;pada sel darah tidak didapat antigen dan dalam
plasmenya terdapat zat Anti A dan Anti B
Gol darah
Gol darah A
Gol darah B
Gol darah AB
Gol darah O

Antigen di sel darah


Antigen A
Antigen B
Antigen AB
Antigen tidak ada

Antbodi di plasma
Anti B
Anti A
Tidak ada zat Anti
Anti B dan Anti B

Dasar genetic dari darah gol ABO


Sesuai hokum Mendel golongan darah manusia diturunkan mewarisi dari ayah dan
dari ibu.Ibu atau ayah masing-masing membawa gen A,gen B atau O.
Sehingga terdapat istilah
genotip yaitu gen yang dikandung
fenotip yaitu penampakan efek dari gen tersebut
dapat dirangkum sbb
(catatan gen A dan gen B bersifat dominan dan gen O bersifat resesif)

genotip
AA
AO
BB
BO
AB
OO
Dengan mengetahui genotip orang tua
,missal :
Genotip or-tu

Fenotip
A
A
B
B
AB
O
maka dapat diramal golongan darah anak

AO

BO

Genotip anak

AB

AO

BO

OO

Fenotip anak

AB

Macam-macam sub golongan darah


sub golongan A
secara serologi dan genetic golongan dara A dapat dibagi sub gol A1 dan A2
Sekitar 80 % populasi mempunyai gilongan sub A1 sedang sisanya sub A2
Ringkasn sub golongan A
Sub gol A
frekuensi
Antibody yg selalu ada
A1
80 %
Anti B
A2
20 %
Anti A
A1B
80 %
Tidak ada
A2B
20 %
Tidak ada
sub golongan B
jenis sub golongan B jarang terdapat dan
klinis kurang bermakna

Antibody yg kadang ada


Tidak ada
Anti A1
Tidak ada
Anti A1
sifatnya lemah ,sehingga secara

Pemeriksaan gol darah ABO


Pada dasarnya manusia di selnya mempunyai antigen A,B AB atau tidak punya
antigen.Sedangkan dalam serumnya mempunyai kemungkinan zat Anti B, Anti A, tdak
mempunyai zat Anti, Anti A dan anti B.
Sehingga dalam pemeriksaan gol darah ABO dapat dibagi dua yaitu
1. sel grouping
mengetahui golongan darah lewat antigen yang terdapat eritrosit
reagen yang diperlukan
yang utama :
i. antisera A berisi anti A
ii. antisera B berisi anti B
iii. antisera AB berisi anti AB

cadangan
i. antisera A1 berisi anti A1
ii. antisera H (lektin) berisi anti H

2. serum grouping
mengetahui golongan darah lewat antibodi yang terdapat serum
reagen yang diperlukan
yang utama :
i. suspensi sel A1 berisi antigen A1
ii. suspensi sel B berisi antigen B
cadangan
i. suspensi sel O

ii. suspensi sel A2 berisi antigen A2


suspensi sel adalah 10 % dalam salin untuk test dengan cara slide
suspensi sel adalah 5 % dalam salin untuk test dengan cara tabung
serum atau plasma dipilh yang jernih
Cara Slide test
1. sel grouping : 1 tetes zat anti + sel suspensi di kaca obyek
2. serum grouping : 1 tetes zat anti + sel suspensi di kaca obyek
hasil reaksi
Sel grouping
No Anti A
1
positif
2
negatif
3
negatif
4
positif

Anti B
negatif
positif
negatif
positif

Anti AB
positif
positif
negatif
positif

Serum grouping
Sel B
Sel A1
positif negatif
negatif positif
positif positif
negatif negatif

Sel O
negatif
negatif
negatif
negatif

Auto
negatif
negatif
negatif
negatif

Hasil
A
B
O
AB

golongan darah rhesus


pada tahun 1939 Levin dan Stetson mendapati keluhan tranfusi padahal telah cocok
secara ABO ,disamping itu terdapat kematian bayi setekah dilakukan tranfusi.
Penelitian laboratorium kemudian membuktikan bahwa terdapat penggolongan darah lain
.Hal ini dibuktikan penyuntikan kelinci dengan sel darah merah dari monyet Macacus
Rhesus.Zat anti yang didapat bila dicampurkan dengan darah monyet akan terjadi
aglutinasi,tapi juga terjadi aglutinasi bila dicampur dengan dah manusia.
Karena terdapat kesamaan dengan zat anti yang ditemukan oleh Levin dan Stetson maka
zat anti ini dinamakan Anti-Rhesus dan antigennya dinamakan Antigen Rhesus.
Antigen Rhesus
Antigen rhesus ditentukan oleh chromosom dengan 3 pasang gen yang mempunyai
kedudukan erat satu sama yang lain yaitu C atau c,D atau d ,E atau d .
Dengan demikian manusia mempunyai kemungkinan 8 genotip (lihat kolom )
Dengan menggunakan anti sera yang dibentuk ,manusia mempunyai 5 antigen yaitu
antigen C, antigen c, antigen D, antigenE, antigen e (antigen d tidak ada).
Genotip menurut

Rhesus pos/neg

antigen

Fisher
CDe
cDE
cDe
CDE
Cde
cdE
CdE
cde

Rhesus pos
Rhesus pos
Rhesus pos
Rhesus pos
Rhesus neg
Rhesus neg
Rhesus neg
Rhesus neg

C,D,e
c,D,E
c,D,e
C,D,E
C,d,e
c,d,E
C,d,E
c,d,e

Wiener
R1
R2
R0
Rz
.r
.r
.r y
.r

Pemeriksaan Rhesus (D) factor


Pada manusia normal bila mempunyai Rhesus negatif, tidak terdapat anti D
didarahnya,karena Anti D muncul bukan dengan cara natural ceperti zat Anti gol
ABO,tetapi Anti D muncul dengan proses didapat.
Untuk pemeriksaan rhesus digunakan reagen Anti D,yaitu
sample rhesus positif + reagen Anti D aglutinasi
sample rhesus negatif + reagen Anti D tidak ada aglutinasi
Karena serum manusia secara alami tidak terdapat zat anti makapemeriksaan back typing
(reserve grouping tidak dilakukan

REAKSI SILANG(CROSSMATCHING)
Dalam pelayanan tranfusi darah harus diingat
darah yang ditranfusikan hrus darah yang dijamin tetap hidup sebagaimana darah
pasien itu sendiri
diusahakan darah yang diberikan tidak sebagai antigen di tubuh pasien tsb dan
tidak membentuk antibody.
Oleh karena itu darah yang diberikan harus dilakukan pemeriksaan
golongan darah ABO
golongan darah Rhesus
reaksi silang?crossmatch
tujuan crossmatch adalah
mengetahui ada atau tidaknya reaksi antara darah pasien dengan darah donor
prinsip crossmatch adalah
Dalam reaksi silang ini pada hakekatnya adalah reaksi antigen-antibodi
Reaksi dijalankan dalam fase dan medium yang berbeda karena jenis antibody
yang didapat mempunyai karakter yang berbeda dalam menghasilkan reaksi yang
optimal
Missal medium saline anti bodi yang bereaksi optimal adalah
Anti -M,N,Lu ,Le
Missal mediumalbumin anti bodi yang bereaksi optimal adalah
Antibody dari gol darah system Rhesus
Missal medium antiglobulin <anti bodi yang bereaksi optimal adalah
Anti-Kell,Duffy,Kidd
Dalam crossmatch dikenal u bagian test yaitu
1. Mayor yaitu reaksi antara serum pasien dilawan dengan eritrosit donor
2. Minor yaitu reaksi antara eritrosit pasien dilawan dengan serum donor
Bahan pemeriksaan
Contoh darah pasien adalah darah yang berumur kurang dari 48 jam
Contoh darah donor adalah darah dalam antikoagulan yang diambol dari tubing
/slang kantong darah
Reagen yang digunakan
Saline
Bovine albumin
Coomb serum berisi antiglobulin
Coomb kontrol
Persiapan crossmatching
Serum pasien yang jernih terbebas dari sel-sel darh
Suspensi eritrosit Pasien 5 % dalam saline,setelah sel dicuci
Plasma donor yang jernih terbebas dari sel-sel darh
Suspensi eritrosit donor 5 % dalam saline,setelah sel dicuci
Tehnik reaksi silang
1. Siapkan 2 tanung ,tabung I untuk Mayor ,tabung II untuk minor
2. Tb I : teteskan 2 tetes serum pasien pada dan 1 tetes suspensi sel donor 5 %
Tb II : teteskan 2 tetes plasma donor pada dan 1 tetes suspensi sel pasien 5 %
3. Lakukan phase I (Phase suhu kamar)
Tb I dan II kocok-kocok dan sentrifuge 3400 rpm dalam 15 atau 1000 rpm
dalam 1 mnt
4. Baca reaksinya adakah hemolisis atau aglutinasi,bila ada : tidak cocok
Bila tidak ada reaksi diatas lanjutkan dengan phase II
5. Lakukan phase II (Phase inkubasi 37 C )
Tambahkan 2 tetes bovine albumin dalam Tb I dan II kocok-kocok dan inkubasi
37 C selama 15 menit
Kemudian sentrifuge 3400 rpm dalam 15 atau 1000 rpm dalam 1 mnt
6. Baca reaksinya adakah hemolisis atau aglutinasi,bila ada : tidak cocok
Bila tidak ada reaksi diatas lanjutkan dengan phase III

7. Lakukan phase III (Phase anti globulin)


Sel adarah didalam kedua tabung dicuci dengan salin 3 kali.
Kedalam sedimen di Tb I dan II yang sudah dicuci ,tambahkan 2 tetes Coomb
Serum kocok-kocok
Kemudian sentrifuge 3400 rpm dalam 15 atau 1000 rpm dalam 1 mnt
8. Baca reaksinya secara makroskopis maupun mikroskopis adakah hemolisis atau
aglutinasi,bila ada : tidak cocok
Bila tidak ada reaksi dikatakan reaksi silang cocok, dengan syarat :
Tabung yang isinya tidak ada reaksi setelah ditambah Coomb kontrol harus
memberi reaksi aglutinasi
Bila tidak ada reaksi aglutinasi atau hemolisis maka reaksi silang tidak berlaku
Kesimpulan reaksi silang
1) Disebut reaksi silang cocok (compatible ) bila pada semua tabung ,tidak ada
reaksi mulai dari phase I sampai phase IIIdan dengan kontrol Coomb terdapat
reaksi
2) Disebut reaksi tidak silang cocok (incompatible ) pada mayor,maka darah donor
tidak boleh diberikan kepada pasien tersebut
3) Disebut reaksi tidak silang cocok (incompatible ) pada minor,maka darah donor
boleh diberikan kepada pasien tersebut dengan persetujuan dokter yang
bertanggung jawab
Catatan
Bila donor gol O diberikan untuk golongan lain dapat diberikan berupa PRC atau darah
lengkap yang sudah disekrening
Reaksi tranfusi
Dari pengalaman memang pada sebagaian besar pelayanan tranfusi darah tidak terdapat
efek samping yang merugikan .Akan tetapi kadang tedapat timbul reaksi tranfusi ,walau
test yang dilakukan sudah cocok.
Derajat reaksi yang dialami sangat bervariasi dari yang ringan hingga berat,bahkan dapat
fatal.
Pada dasarnya reaksi tranfusi dapat dibagi tiga yaitu
1) Reaksi demam
Reaksi demam menimbulkan kenaikan suhu ,merasa kedinginan dan sakit
kepala.Reaksi dapat menjadi berat tetapi dapat membaik bila diberi pengobatan
2) Reaksi alergi
Reaksi alergi dapat ringan sampai berat misalnya
Urtikaria (gatal)
Sesak mungkin terjadi oedem pada tenggorokan atau spasme tada
tenggorokan
Anafilaktik shokc
Kebanyakan reaksi alergi dapat dicegah dengan anamnesis riwayat alergi pada
pasien .

3) Reaksi hemolitik
Dari ketiga reaksi alergi, reaksi hemolitik merupakan reaksi yang terberat dan
terjadi dengan mekenisme
Antibody plasma pasien bereaksi dengan antigen eritrosit dari donor
Antibody plasma donor bereaksi dengan antigen eritrosit dari pasien
Reaksi hemolitik dapat terjadi
Intra vaskuler
Hemolisis terjadi didalam sirkulasi yang menyebabkan ikterik dan
hemoglobinemia
Reaksi ini terutama disebabkan oleh Ig M baik dari anti A maupun dari
anti B
Reaksi yang terjadi dapat terjadi kegagalan ginjal
ekstravaskuler
Jarang terjadi,tetapi bila terjadi tidak kalah beratnya dengan reaksi tranfusi
ekstravaskuler
Reaksi ini terutama diakibatkan oleh Ig G dan mengakibatkan reaksi sel
darah merah oleh makrofag.K
Keadaan ini akan mengakibatkan penurunan kadar hemoglobin secara
tajampada pasien dan penurunan terjadi bi-asanya 7-10 hari post tranfusi