Anda di halaman 1dari 2

Di Menara Eiffel

(PAL)
Pagi ini purwokerto mendung, hembusan angin menyertai Yhara si gadis rantau yang tengah berjuang menjalani
study nya sebagai mahasiswa semester 5. Dengan langkah pastinya iya mengabaikan setiap aspal yang berbau tanah
basah, embun pagi. Menuju kampus. Yhara, gadis 19 tahun yang jarang terlihat sedih, senang bergaul dan suka
bercanda. Hobby mendengarkan musik lewat earphone, suka menggambar, menulis dan menyanyi. Berharap
secepatnya lulus dan sukses bekerja.
Setiba di kampus.
“Woyy woyy, polisi mau lewat”
seseorang berbuat kerusuhan dari arah belakang punggung Yhara, seketika ia pun menengok.
“ rusuh ”
tegur Yhara dengan nada lirih nan ketus. Pria itu tersenyum dan melanjutkan perjalannya. Namaya Rudi, teman satu
kampus yang hampir setiap saat ribut, namun terkadang lirih seketika mereka berbincang hanya berdua saja.
jelasnya, Rudi adalah orang penting untuk Yhara saat ini. Rudi, pria dengan usia yang dirahasiakan, berkulit hitam
manis, memiliki jidat yang lebar dan senang bercanda pula. Hobby sulit di tebak, orangnya sedikit aneh dan berbeda
dari pria lazimnya, namun Rudi terlihat lebih cerdas dan keren dibanding Yhara, senang berandai andai “jika suatu
hari nanti” dia bisa melakukan semua khayalnya. Hubungan antara Rudi dan Yhara terbilang dekat saat ini, sering
beraktivitas bersama, tertawa bersama dan bercerita satu sama lain. Meskipun Yhara berharap Rudi bisa memiliki
prasaan yang sama terhadapnya, namun kebersamaan mereka tak pernah mensyaratkan cinta tercetus diantaranya.
Satu setengah tahun kemudia.
“Selamat ya “
sapa Rudi dari arah yang tak terduga, sembari menghampiri Yhara dengan senyuman bangga atas kelulusan bersama
yang mereka raih.
“ selamat juga ya “
balas Yhara tersenyum dan berjalan menghampiri Rudi. Mereka bertemu di tengah - tengah megahnya gedung
wisudaan dan mengacuhkan ribuan orang yang hadir, asyik bercanda keduanya lupa dengan orang tua masingmasing, akhirnya kedua keluarga bertemu tepat di tempat mereka berbicang, sempat terjadi sedikit celoteh antar
kedua keluarga namun itu biasa saja, dan terpaksa keduanya harus terpisah secepat detik berganti menit.
“ aku penasaran, hobby mana yang akan kamu wujudkan, jadilah wanita sukses kalo ingin bertemu dengan ku nanti”
kata perpisahan Rudi yang cukup mengispirasi dan memacu semangat untuk membuktikan bahwa Yhara bisa
menemuinya nanti.
“ aku juga penasaran, bagaimana ekspresi kamu, ketika nanti bertemu dengan wanita sukses ini, jadi tunggu saja “
balas Yhara sedikit angkuh, sebenarnya keduanya hanya tak ingin terlihat sedih ketika harus berpisah. Satu tahun
berlalu, saat ini Yhara tengah mendalami hal baru yang sebenarnya sudah lama di tekuni, yaitu merancang busana,
sekolah di ke profesian membuat nya merasa Rudi selalu hadir menyemangati perjalanan karir Yhara, walaupun
sebenarnya kabar Rudi hanya terdengar samar-samar lewat udara yang berhembus. Entahlah mungkin Rudi sudah
asyik mendalami kesibukanya saat ini. Waktu berjalan sangat cepat satu tahun, dua tahun, tiga tahun terlewati

dengan sedikit kesuksesannya saat ini. Yhara bersibuk-sibuk ria dengan taman bunga yang ia rancang sendiri di halaman rumahnya atau sengaja menghibur diri dengan bernyanyi lagu. besok sore Yhara sudah harus kembali ke Indonesia untuk pekerjaan yang menantinya. . Dan sukses. Eiffel Tower. “maîtresse. untuk melampiaskan kerinduan. Begitulah Yhara menjalani hidupnya selalu yakin dan percaya tuhan menciptakan Rudi bukan Untuk siapapun kecuali Yhara. acara terkesan sangat mewah. Dan cerita selanjutnya mereka bahagia bertemu dengan kesuksesannya masingmasing dan bahagia bertemu cinta lama yang belum sempat tersampaikan dulu. Singkat cerita kebaradaan Yhara di Paris bukan untuk waktu yang lama. Happy ending. banyak kendala menuju profesinya yang belum lama ini di tekuni sebagai kemahirannya di bidang fashion. elegan dan meriah dengan kehadiran beberapa perancang dunia yang sudah tersohor di bidangnya. Asyik mendengarkan musik ia memperhatikan seorang pria yang tengah berjalan di lantai yang sama. kemudian pecah dan menetes kedalam aliran air yang membuncah dari kedua matanya.dengan tak mudah bagi Yhara. Tamat. tak pernah sekalipun Yhara berniat melupakan janjinya dulu di gedung wisudaan pada Rudi. mereka menikah dan hidup bahagia selamanya.lagu yang dulu sering di nyanyikan bersama. Namun apa daya. Rudi tidak disini ” kemudian kembali fokus memandangi keramaian kota yang masih saja membuatnya merasa kesepian. Hari itu pun tiba. tepuk tangan berhamburan ketika Yhara muncul dari balik tirai sebagai perancang baru yang memberi warana unik di dunia fashion. sepertinya anda sendirian? )” tiba-tiba seseorang menyapanya dari samping.baju yang akan dipamerkannya di atas stage. elle vous semble seul? (nona. ya saat ini Yhara berdiri tepat di salah satu lantai menara dengan earphone di dua sisi telinganya iya menyanyikan lagu kesukaannya ketika muda “ Maudy Ayunda _ Tiba-tiba cinta datang ”. Yhara tersenyum lalu berkata “ yes ” keduanya tersenyum bercampur haru tanpa berpikir panjang Yhara mendekap Rudi erat dan membiarkan tangisannya mengalir begitu saja “ aku kangen. aku kangen kamu Rudi ” hati Yhara bercerita riang. yaitu cinta. Yhara pun berangkat ke Paris dengan sekoper baju. Yhara yakin ia bisa ikut berpartisipasi dalam acara tersebut. seketika Yhara memukul kepalanya pelan “ sadar ra. Enam bulan persiapan. belum lagi ke dua orang tua Yhara sudah sangat khawatir dengan anaknya yang tidak pernah memperkenalkan satu calon menantupun ke rumah. Diantara kursi yang disiapkan salah satu diantaranya tertulis nama Qamella Yhara sebagai tamu undangan. kangen kamu ra ” Rudi membalas bahasa hati Yhara. “ aku juga. dari kejauhan pria itu mengingatkannya pada Rudi. Sesekali. Yhara yakin di suatu tempat walaupun entah kapan mereka akan bertemu untuk satu alasan klasik yang harus tersampaikan. aamiin. Suatu hari Yhara di undang untuk mengkuti sebuah ajang fashion di Paris. seketika Yhara menoleh dan terperanjat melihat sosok dihadapannya “puis-je l'accompagner? (bolehkah saya menemani?)” pria itu kembali menyapa. waktu berhenti untuk beberapa detik dalam dimensi Yhara. dan hari ini dengan sangat terencana Yhara ingin memuaskan diri di Paris bersama kameranya.