Anda di halaman 1dari 26

HEPATITIS VIRAL AKUT

Defenisi :
Peradangan jaringan hati yang disebabkan oleh Virus Hepatitis.

Jenis-jenis Hepatitis :
• A C D E dan G (RNA Virus)
• B (DNA Virus)

Hepatitis akut
Etio : -

virus ( A,B,C,D,E,G,EBV & CMV)
Toksin
Alkohol
Wilson disease
Leukemia
Limpoma

Gejala klinis: - Asimptomatik
- Simptomatik

mual. nyeri otot.Prodromal : 3-4 hari s/d 2-3 mgg. sakit kepala. splenomegali. nyeri perut kanan atas. anoreksia. nafsu makan  baik. Ikterik : 1-4 mgg urin gelap. hiperpireksia ringan. . hepatomegali. Konvalesen : dimulai saat menghilangnya ikterus. lelah.

• Tahun 1923 Blummer membuat ringkasan yang sempurna tentang penyakit ini. • Stabil dalam temperatur 60oC.A • Tahun 1912 Cockayne memprkenalkan dengan nama “Hepatitis Infeksiosa”.HEPATITIS AKUT . • Ukuran 27-28 nm. • Hanya terdiri dari 1 (satu) jenis Sero tipe atau single stranded DNA). • Inaktif pada temperatur 85oC dalam 1 menit. • Digolongkan entero virus tipe 72 (Picornaviridae virus family). .

• Kerusakan sel hati disebabkan oleh aktifasi sel T limfosit. . • Kerusakan sel hati oleh karena viremia yang sangat pendek pada masa inkubasi.Patogenese : • Oral fecal route  Setelah inokulasi virus  Hepatocyte  Replikasi dan terbentuknya partikel virus HAV  Jumlah virus akan menurun setelah timbul manifestasi klinis  Muncul Ig M anti HAV yang spesifik.

• Ikterus terjadi akibat aliran empedu karena kerusakan hati. limfosit. eosinofil dan neutrofil.• Histologis : Nekrosis sel hati berkelompok diikuti infiltrasi. 5 nukleotid dan gamma glutamil transferase (GGT). juga terjadi peningkatan alkaline phospatase. . makrolfag. sel plasma. • Terdapat peningkatan Bilirubin direk dan indirek. • Kerusakan sel hati menyebabkan pelepasan enzim transaminase (Peningkatan SGPT).

. .Asymptomatis . .Cholestasis Jaundice dalam 10 minggu atau lebih.Gejala klinis : . fase penyembuhan. fase ikterik. .Relapse.Symptomatis  Jaundice yang sifatnya self limited sembuh dalam 8 minggu.Fuminant Hepatitis (jarang hidup).Peninggian Transaminasi lebih dari 10-20 kali.Gejala klinis yang klasik tdd : Prodormal. fase pre ikteric (flu like syndrome). . .

2%. .Prognosis baik.13-0.Diagnostik : Gejala klinis. Berdasarkan ditemuinya Ig M anti HAV Penatalaksanaan: .35% kasus-kasus hospitalisasi.10.Dilaporkan terjadi 0.Supportif .Symptomatis Prognosis . angka kematian akibat hepatitis fulminan 0. pemeriksaan fisik dan laboratorium. . penatalaksanaan virus hepatitis A akut sama dengan hepatitis lain bersifat : .Tidak ada yang spesifik.

* Secara umum : higiene perorangan. pembuatan sumur yang memenuhi standar. . pembuangan ekskreta.Pencegahan : Pola hidup yang baik dan bersih. lingkungan sanitasi yang baik pemakaian air bersih. * Mencegah kontaminsai makanan. memasak dengan baik bahan makanan dan minuman.

Imunisasi Aktif.02 ml/kg BB. 0. b. Yaitu untuk keluarga yang terdekatdi tinggal serumah. . Vaksin live attenuated yang berasal dari ginjal monyet hijau afrika strain HM-175.08 ml/kg BB besar dari empat bulan. tidak lebih satu minggu setelah kontak. Pencegahan segera setelah kontak. 0.02 ml/kg BB untuk perjalanan kecil dari dua bulan. Pencegahan sebelum kontak. Yaitu terhadap mereka yang berpergian kedaerah endemis. Sebelum kontak 0. Hbig (Human Normal Imuno globulin). 1993 diijinkan penggunaannya oleh Report of the committee on Infectious disease.Imunisasi Pasif a.

B • Ditemukan 300 juta pasien carier hepatitis B • 220 juta berdiam di Asia (78%) • Hepatitis B Akut dapat bermanifestasi berupa * Subklinikal Hepatitis * Icterus Hepatitis * Fulminant Hepatitis Prepalensi : • Prepalensi tinggi 10-20 % dijumpai pada Asia Tenggara. Jepang.HEPATITIS AKUT . • Prepalensi sedang 3-5% dijumpai di daerah Mediteranien. Kanada. • Prepalensi rendah 0. Amerika Latin dan Selatan. China. New Zeland. Eropa Bagian Timur.1-2% dijumpai di USA. . Kepulauan Pasifik. dan Eropa Bagian Barat. Australia. Afrika dan Alaska.

air susu ibu. air liur dan sekresi naso farink. semen sekresi vagina dan darah menstruasi. Vertikal : Dari Ibu ke anak Sumber Penularan: Darah. Air seni . . seksual. tinja dan sekresi usus. keringat dan berbagai cairan tubuh lain.Penularan: Cara Penularan : Horizontal : • Perkutan * Transfusi * Injeksi Pada Pengguna Narkoba * Percutaneus Transmisi * Alat-alat kesehatan • Melalui selaput lendir : peroral.

. 2-6 minggu sebelum timbulnya gejala hepatitis. 1965).Diagnosa : • Ditemukannya HBsAg (Blumbergh. • Dapat ditemukan dalam darah 1-10 minggu setelah terinfeksi.

Replikasi dan infeksi  Replikasi dan infeksi turun  Infeksi Akut. Kekebalan. . Pernah terinfeksi.INTERPRESTASI DARI MARKER SEROLOGIS HEPATITIS B : HBsAg HBeAg Anti HBeAg IgM anti HBC IgG anti HBC Anti HBsAg Anti HBc (IgG)+ Anti HBs Anti HBc (IgG) + HbsAg : : : : : : : : Infeksi Hepatitis B Acut atau kronis. Fase penyembuhan atau kronik. Kronik.

Gejala Klinik : Bisa subklinis. spleno megali(5-15%) Laboratorium : • Peninggiaan enzim hati ALT dan AST 1.000 iu/liter • Protrombine time memanjang . Nyeri perut kanan atas Jaundice PD : ikterus. anikterus & ikterus hepatitis.000-2. hepato megali. nausea. fullminant sama dengan gejala dari hepatitis A akut. Klinis : • • • • • Serum sickness Malaise anoreksia. dan vomiting.

HBV DNA HBsAg. IgG anti .HBe Pre-core mutan (A1896) HBsAg. .HBc anti .HBc Non (low) replicative phase HBeAg.HBc IgM anti .HBe. HBV DNA.DIAGNOSTIC MARKERS Acute Hepatitis Early phase Window phase HBsAg. IgG anti .HBc.HBc Chronic Hepatitis Replicative phase HBsAg. IgG anti . IgM anti .HBc only Recovered phase Anti-HBs. IgG anti . anti .

rekombinan virus vaccin. yeast cloned HBsAg Imunoprofilaksis • HBIG (HB Immune Globulin) imunisasi pasip thd hepatitis B .Vaksin hepatitis B • Vaksin plasma berasal dari plasma pembawa (carrier) hepatitis B yang HbeAg (-) • Vaksin dari permukaan luar virus (HBsAg) yang tidak menular.

hematologi. Kontak seksual dan keluarga yg erat bagi pembawa HBsAg (+) Penyalah guna obat. – Dokter gigi • • • • • Pasien dan staf onkologi.Indikasi vaksin hepatitis • Staf Kesehatan – Dokter. bedah pediatrik – Perawat/staf RS dan laboratorim yg berkontak dengan darah. . hemodialisis Terpapar kecelakaan ke darah HBsAg (+) Bayi yg dilahirkan Ibu HBsAg (+).

transfusi . transplantasi. oleh karena asymptomatis. seksual. bentuk spheric. percutaneus route.C • • • • Pertama sekali dijumpai pada transfusi darah. Dahulu disebut hepatitis golongan Non A. . • Tahan terhadap pemanasan 1000C selama 5 menit atau 600C selama 10 jam. Infeksius melalui parental (IV). • Jarang dijumpai dalam bentuk akut. Ukuran : 20 nm.HEPATITIS AKUT . Non B. haemodialisis. perinatal.

• Peninggian dari serum transaminasi pada minggu ke-2 s/d 26. BB menurun. nyeri abdominal. • Anti HCV tidak selalu dapat dideteksi sampai minggu 5-6 setelah terpapar. • Joundice < 1/3 dari semua pasien. mialgia. • Simptom yang jarang : demam dan rash. puncaknya minggu ke-5 s/d12. • RNA HCV (+) didalam darah beberapa hari dan menetap pada yang terinfeksi. atralgia dan fatiq. anoreksia. • Kadar serum ALT biasanya meninggi pada ¾ pasien lebih dari 15 kali dari batas atas normal.Diagnostik : • Ditemuinya anti HCV. • Banyak kasus asintomatik. Gejala : • Flulike sindrome. .

• Lebih dominan didaerah tropikal dan subtropikal.D • Terdeteksi bersamaan dengan virus Hepatitis B. • HDV (+) diseluruh dunia berhubungan dengan prevalensi infeksi HBV (+). • Infeksi HDV di negara berkembang lebih besar dari pada di negara maju (Barat). • Manifestasi klinis dari coinfeksi atau super infeksi beravariasi dari asymptomatis sampai yang berat • 80% kasus kronik hepatitis D  menjadi sirosis dalam 5-10 tahun.HEPATITIS AKUT . . • Gold standard diagnosis : HVD RNA (+) atau HDAg (+) liver.

• Kronik hepatitis D dihambat oleh sejumlah reaksi autoimun.Patogenesa : • Dari kerusakan hati masih kontroversi. . • Peranan faktor genetik sehubungan dengan HDV dan HBV tidak jelas. • Derajat infiltrasi di daerah portal dan lobulus berhubungan dengan derajat HDAg di liver.

HDV RNA dan HDAg (+) Diagnosa dini dengan IgM anti HD . Diagnosa : HDV (+) di serum dan liver. transfusi. jarum suntik. seksual. • Infeksi HDV tergantung dari titer coinfeksi HBV. Prevalensi Geografis : + 5% carier HbsAg terinfeksi denan HDV dengan jumlah 15 juta jiwa. haemodialisis.Transmisisi : • Melalui parenteral.

Gambaran Klinis : Biasanya berat dan ikterus Amino transferase meningkat Pencegahan : Dengan cara vaksinasi Therapi : Tidak banyak bermanfaat dengan pemberian antivirus dan immunodulator .

sebagian afrika. bersifat akut. anti HEV (+) dan HEV RNA (+) Tidak ada yang spesifik untuk terapi hepatitis E . dan meksiko. • Masa inkubasi 2 . • Paling sering terserang pada dewasa muda. • Transmisi melalui fecal – oral route. • Mortaliti rate : 25 %. • Terdistribusi di asia. timur tengah. Sporadis .10 minggu.HEPATITIS AKUT –E • Tidak berkapsul. • Bersifat asymptomatis dan anikterik Diagnosa : HEV (+) .

• HGV tidak mempengaruhi respon hepatitis virus khronis untuk terapi antiviral. • HGV RNA di deteksi dengan PCR. . • Terdistribusi secara luas. Perinata.HEPATITIS AKUT – G • Termasuk Flava virus. • Ditularkan melalui Parenteral dan dapat juga melalui seksual .