Anda di halaman 1dari 5

C.

Penyebab halusinasi dengar :


1. Isolasi sosial menarik diri
2. Harga diri rendah
D. Akibat halusinasi dengar

Resiko mencederai orang lain dan diri sendiri


1. Pengertian : Suatu keadaan dimana seorang individu melakukan suatu tindakan
yang dapat membahayakan keselamatan jiwanya maupun orang lain di sekitarnya
(Town send, 1994)
2. Penyebab : Halusinasi dan Delusi
3. Tanda dan gejala :Adanya peningkatan aktifitas motorik, Perilaku aktif ataupun
destruktif dan Agresif

E. Masalah dan Data Yang Perlu Dikaji Dalam Askep Halusinasi Dengar
A. Data Obyektif

Apakah klien terdapat tanda dan gejala seperti di bawah ini


Melirikan mata ke kiri dan ke kanan seperti mencari siapa atau apa yang sedang berbicara
Mendengarkan dengan penuh perhatian pada orang lain yang tidak sedang berbicara atau
kepada benda mati seperti mebel,tembok dll
Menggerak-gerakan mulut seperti sedang berbicara atau sedang menjawab suara
Tidur kurang/terganggu
Penampilan diri kurang
Keberanian kurang
Bicara tidak jelas
Merasa malu
Mudah panik
Duduk menyendiri

Tampak melamun

Tidak peduli lingkungan

Menghindar dari orang lain

Adanya peningkatan aktifitas motorik

Perilaku aktif ataupun destruktif

B. Data Subyektif Pasien mengatakan sering mendengar suara-suara tanpa ada wujud yang
tampak. F. Diagnosa Keperawatan Halusinasi Dengar
1. Resiko mencederai diri sendiri dan orang lain berhubungan dengan gangguan persepsi
sensori: Halusinasi dengar
2. Gangguan persepsi sensori: halusinasi dengar berhubungan dengan adanya isolasi sosial :
menarik diri
Diagnosa 1 Resiko menciderai diri sensiri dan orang lain berhubungan dengan gangguan sensori
: Halusinasi dengar TUM : Klien tidak menciderai orang lain TUK :
1. Klien dapat membina hubungan saling percaya dengan kriteria hasil :
o Ekspresi wajah bersahabat
o Menunjukan rasa senang
o Ada kontak mata atau mau jabat tangan
o Mau menyebutkan nama
o Mau menyebut dan menjawab salam
o Mau duduk dan berdampingan dengan perawat
o Mau mengutarakan masalah yang dihadapi
Intervensi:
o
o

Bina hubungan saling percaya dengan prinsip komunikasi terapeutik


Sapa klien dengan ramah baik secara verbal maupun non verbal
Perkenalkan diri dengan sopan

o
o
o
o
o
o
o

Tanyakan nama lengkap klien dan nama panggilan yang disukai klien
Jelaskan tujuan pertemuan
Jujur dan menepati janji
Tunjukan sikap empati dan terima klien apa adanya
Beri perhatian kepada klien dan perhatikan kebutuan dasar klien
Rasionalisasi :
Hubungan saling percaya merupakan dasar untuk kelancaran hubungan interaksi
selanjutnya.

2. Klien dapat mengenal halusinasi dengan kriteria hasil:


o Klien dapat menyebutkan waktu, isi, frekuensi timbulnuya halusinasi
o Klien dapat mengungkapkan perasaanya terhadap halusinasi
o Bantu klien mengenal halusinasinya
o Jika menemukan klien yang sedang halusinasi, tanyakan apa yang sedang
terdengar
o Katakan bahwa perawat percaya klien mendengar suara itu namun perawat sendiri
tidak melihatnya
o Katakan bahwa klien lain juga yang seperti klien
o Katakan bahwa perawat siap membantu klien
o Diskusikan dengan klien
o Situasi yang menimbulkan atau tidak menimbulkan halusinasi
o Waktu dan frekuensinya terjadi halusinasi
o Diskusikan dengan klien apa yang dirasakan jika terjadi halusinasi
3. Klien dapat mengontrol halusinasinya dengan kriteria hasil :
o Klien dapat menyebutkan tindakan yang dapat dilakukan untuk mengendalikan
halusinasinya
o Klien dapat menyebutkan cara baru
o Klien dapat memilih cara yang telah dipilih untuk mengendalikan halusinasi
o Klin dapat mengikuti terapi aktivitas kelompok
Intervensi:
o

Identifikasi bersama klien cara yang dilakukan jika terjadi halusinasi


Rasional: merupakan upaya untuk memutus siklus halusinasi.

Diskusikan manfaat cara yang digunakan klien, jika bermanfaat beri pujian
Rasional: reinforcement positif dapat meningkatkan harga diri klien.

o
o
o
o
o

Diskusikan cara baru untuk mengontrol timbulnya halusinasi


Katakan saya tidak mau dengar kamu
Menemui orang lain untuk bercakap-cakap
Melihat jadwal kegiatan sehari-hari agar halusinasi tidak sempat muncul
Meminta perawat /teman/keluarga untuk menyapa jika klien melamun
Rasional: memberi alternative pikiran bagi klien

Bantu klien melatih dan memutus halusinasi secara bertahap


Rasional: Memotivasi dapat meningkatkan keinginan klien untuk mencoba
memilih salah satu cara pengendalian halusinasi

Beri kesempatan untuk melakukan cara yang telah dilatih, evaluasi hasilnya dan
beri pujian jika berhasil

Anjurkan klien untuk mengikuti TAK, orientasi realita


Rasional: Stimulasi persepsi dapat mengurangi perubahan interpretasi realita klien

4. Klien mendapat dukungan keluarga dalam mengontrol halusinasinya dengan kriteria


hasil:
o Klien dapat menjalin hubungan saling percaya dengan perawat
o Keluarga dapat menyebutkan pengertian, tanda dan tindakan untuk
mengendalikan halusinasi
Intervensi:
o

Anjurkan klien untuk memberi tahu keluarga sedang halusinasi


Rasional: untuk mendapatkan bantuan keluarga dalam mengontrol halusinasi

Diskusikan dengan keluarga tentang:


1. Gejala halusinasi yang dialami klien
2. Cara yang dapat dilakukan klien dan keluarag untuk memutus halusinasi
Cara merawat anggota keluarga yang halusinasi di rumah, beri kegiatan
jangan biarkan sendiri
3. Beri informasi tentang kapan pasien memerluakn bantuan
Rasional : Untuk meningkatkan pengetahuan tentang halusinasi

5. Klien memanfaatkan obat dengan baik. Dengan kriteria hasil :


o Klien dan keluarga mampu menyebutkan manfaat, dosis dan efek samping
o Klien dapat menginformasikan manfaat dan efek samping obat
o Klien dapat memahami akibat pemakaina obat tanpa konsultasi
o Klien dapat menyebutkan prinsip 5 benar pengunaan obat
Intervensi:
o
o
o

Diskusikan dengan klien dan keluarga tentang dosis, frekuensi dan manfaat obat
Anjurkan klien untuk minta sendiri obat pada perawat dan merasakan manfaatnya
Anjurkan klien bicara dengan dokter tentang manfaat obat dan efek samping obat
yang dirasakan
Rasional ; dengan mengetahui efek samping obat klien tahu apa yang harus
dilakukan setelah minum obat

Diskusikan bahayanya obat tanpa konsultasi


Rasional: Pengobatan dapat berjalan sesuai dengan rencana

Bantu klien menggunakan prinsip lama benar


Rasional: dengan mengetahui prinsip maka kemandirian klien tentang pengobatan
dapat ditingkatkan secara bertahap

DAFTAR PUSTAKA

Boyd dan Nihart. 1998. Psichiatric Nursing & Contenporary Practice. I Edition.
Lippincot. Philadelphia.
Carpenito, Lynda Juall. 1998. Buku Saku Diagnosa Keperawatan. EGC. Jakarta.
Schultz dan Videback. 1998. Manual Psychiatric Nursing Care Plan. 5 th Edition.
Lippincott. Philadelphia.
Keliat, Budi Anna. 1998. Proses Keperawatan Kesehatan Jiwa. EGC. Jakarta.
Stuart dan sundeen. 1995. Buku Saku Keperawatan Jiwa. Edisi 3. EGC. Jakarta.
Townsend. 1995. Nursing Diagnosis In Psychiatric Nursing a Pocket Guide For Care
Plan Construction. Edisi 3. EGC. Jakarta.