Anda di halaman 1dari 21

REFERAT

Sejarah

Tahun 1691 dideskripsikan oleh Ruysch

Tahun 1886 dipopulerkan oleh Hirschsprung
Tahun 1949 Swenson menjelaskan prosedur definitif
pertama yang konsisten untuk penyakit hirschsprung

Epidemiologi 1 : 5000 kelahiran hidup  Laki – laki 4x lebih sering dibandingkan wanita  .

kolon asenden. dan anus proksimal. kolon desenden. rektum. .  Hindgut akan berkembang menjadi kolon transversus distalis.Embriologi Gambar Embriologi Kolon  Midgut akan membentuk usus halus. dan kolon transversum proksimal.

dan kanalis analis .Anatomi   Anatomi Makroskopik Kolon Kolon berjalan sepanjang katup ileosekal sampai ke anus. dibagi menjadi kolon. rektum. Secara anatomis.

Anatomi Mikrsokopik Kolon .

Suplai Arteri Kolon .

Gambar Vena Kolon .

 Terletak pada cabang utama pembuluh darah besar  Drainase limfatik pada kolon .Dekat dengan dinding kolon  Dekat dengan arteri  Terletak pada arteri mesenterika superior atau inferior.

Erigentes (S2 –S4) Parasimpatis .Saraf T6 – T12 Simpatis L1 – L3 Suplai saraf kolon Kolon asenden dan transversum N. Vagus dextra Kolon desenden dan rektum Nn.

Saraf Sistem saraf intestinal Pleksus Myenterikus Auerbach Pleksus Submukosa Meissner .

nitrogen mampu di ubah menjadi urea.  Urea recycling  Melalui flora normal yang ada pada kolon.Fisiologi  Pencernaan Nutrien  Kolon mencerna zat-zat makanan yang terlewat dicerna oleh usus halus melalui flora normalnya. Absorpsi  Motilitas  Gerakan retropulsif (kolon asenden)  Gerakan tonik (kolon desenden)  Gerakan retropulsif-tonik (peristaltik)  .

Patologi .

Manifestasi Klinis Distensi Mekonium Muntah Empedu RT .

.

Diagnosis Biopsi Rektal  Barium Enema  Manometri Rektal  .

Diagnosa Banding Ileus Mekonium  Meconium Plug Syndrome  .

Penatalaksanaan Swenson  Duhamel  Soave  Rehbein  .

Komplikasi Pasca Operasi Stenosis  Gangguan fungsi sfingter  Enterokolitis  .