Anda di halaman 1dari 19

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami penjatkan kehadirat Allah SWT, yang atas rahmat-Nya
sehingga

saya

dapat

menyelesaikan

penyusunan makalah

yang

berjudul MEKANISME PERSALINAN NORMAL. Penulisan makalah ini
merupakan salah satu tugas yang diberikan dalam mata kuliah Askeb Persalinan
di Politeknik Kesehatan Magelang.
Dalam penulisan makalah ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih
yang sebesar-besarnya kepada pihak-pihak yang membantu dalam menyelesaikan
makalah ini, khususnya kepada Dosen yang telah memberikan tugas dan petunjuk
kepada, sehingga dapat menyelesaikan tugas ini.
Dalam Penulisan makalah ini saya merasa masih banyak kekurangan baik
pada teknis penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan yang kami
miliki. Untuk itu, kritik dan saran dari semua pihak sangat kami harapkan demi
penyempurnaan pembuatan makalah ini.

Kendari, 27 Mei 2014

Penyusun

Kesimpulan …………………………………………………. Tujuan Pembahasan ……………………………………….. Saran ………………………………………………………….. Diameter janin……………………………………………………. Pembagian fase/kala persalinan…………………………………… 3 D. Tahapan dalam persalinan………………………………………… 8 BAB III PENUTUP A.. 3 B. Pengertian…………………………………………………………. 2 BAB II PEMBAHASAN A. 3 C..DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL KATA PENGANTAR ………………………………………………………. i DAFTAR ISI ………………………………………………………………… ii BAB I PENDAHULUAN A. 2 C. Rumusan Masalah …………………………………………. 1 B. Latar Belakang ………………………………………………. 14 B. 14 DAFTAR PUSTAKA ..

Ketakutan karena anggapanya sendiri bahwa persalinan itu merupakan hal yang membahayakan (Cristina’s Ibrahim. (Ida Bagus Gde Manuaba. ibu akan merasa sakit pinggang dan perut. 1999:138). Dalam persalinan terjadi perubahan-perubahan fisik yaitu.80). lesu. takut kalau terjadi bahaya atas dirinya pada saat persalinan.BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Persalinan merupakan suatu proses alami yang akan berlangsung dengan sendirinya. takut yang dihubungkan dengan pengalaman yang sudah lalu misalnya mengalami kesulitan pada persalinan yang lalu. takut tidak dapat memenuhi kebutuhan anaknya. tidak nyaman badan. Menurut Susan Martin Tucker masalah lain yang timbul dalam persalinan fisiologis akibat dari perubahan fisik adalah resiko cedera terhadap ibu. merasa kurang enak. tetapi persalinan pada manusia setiap saat terancam penyulit yang membahayakan ibu maupun janinnya sehingga memerlukan pengawasan. resiko cidera terhadap janin dan gangguan membran mukosa. sering mendapatkan kesulitan dalam bernafas dan perubahan-perubahan psikis yaitu merasa ketakutan sehubungan dengan dirinya sendiri. Persalinan pada manusia dibagi menjadi empat tahap penting dan kemungkinan penyulit dapat terjadi pada setiap tahap tersebut. capai. tidak bisa tidur enak. . pertolongan dan pelayanan dengan fasilitas yang memadai. 1993.

(2) Pada tahun 1994 dari 95. DNPK-KR 2001). Dalam melaksanakan asuhan kebidanan. Tindakan yang kurang tepat dapat menimbulkan komplikasi. (Depkes RI. 1997. Penyebab kematian ini sebagian besar dapat dicegah.3 % dan di dalam rumah sakit 26.9 / 100. eklamsia. Pengertian mekanisme persalinan normal . 4). (3) Jumlah kematian diluar rumah sakit sangat tinggi 73. sepsis dan komplikasi dari keguguran. (4) Di Jawa Timur tahun 2000 angka kematian ibu 396 / 100.000 kelahiran hidup. bidan dituntut memiliki wawasan yang luas trampil dan sikap profesional. (Depkes RI. Bidan merupakan salah satu tenaga dari team pelayanan kesehatan yang keberadaanya paling dekat dengan ibu mempunyai peran penting dalam mengatasi masalah melalui proses kebidanan. karena di negara-negara dengan angka kematian ibu yang rendah penyebab kematian ini tidak didapatkan lagi. Penyebab utama kematian ibu di negara yang sedang berkembang sebagian besar adalah penyebab obstetri langsung yaitu. perdarahan post partum.7 %.000 kelahiran hidup). Mengingat ibu merupakan satu kesatuan dari Bio Psiko sosial spiritual perlu mendapatkan perhatian khusus dari bidan dalam menyiapkan fisik dan mental guna meningkatkan kesehatan dan mencegah komplikasi lebih lanjut. B.866 persalinan terdapat 67 kematian ibu (69.WHO melaporkan sekitar 99 % kematian ibu terjadi di negara berkembang. yaitu: 1. RUMUSAN MASALAH Dari latar belakang diatas penulis mengambil rumusan masalah mengenai persalinan normal.

.2. 2. Diameter janin 3. Mengetahui gerakan-gerakan utama dalam mekanisme persalinan. Mengetahui pengertian dari mekanisme persalinan normal. Gerakan-gerakan utama dalam mekanisme persalinan normal C. TUJUAN 1. Mengetahui diameter janin 3.

ini adalah diameter yang berpengaruh membentuk presentasi kepala. Diameter oksipitomental. ini adalah diameter yang berpengaruh membentuk presentasi dahi. Diameter biparietal. PEMBAGIAN FASE / KALA PERSALINAN 1. Diameter suboksipitobregmantika ialah jarak antara batas leher dengan oksiput ke anterior fontanel.BAB II PEMBAHASAN A. DIAMETER JANIN 1. KALA 1 – PERSALINAN : Dimulai pada waktu serviks membuka karena his : kontraksi uterus yang teratur. makin terasa nyeri. makin kuat. yang merupakan diameter melintang terbesar dari kepala janin. . disertai pengeluaran darah-lendir yang tidak lebih banyak daripada darah haid. yang merupakan diameter terbesar dari kepala janin. 3. Hal ini sangat penting untuk kelahiran melalui vagina oleh karena janin itu harus menyesuaikan diri dengan ruangan yang tersedia di dalam panggul. 2. Diameter-diameter yang besar dari janin harus menyesuaikan dengan diameter yang paling besar dari panggul ibu agar janin bisa masuk melalui panggul untuk dilahirkan. dipakai di dalam definisi penguncian (enggagment). C. B. PENGERTIAN Mekanisme persalinan merupakan gerakan janin yang mengakomodasikan diri terhadap panggul ibu. makin lama. makin sering.

berlangsung sekitar 8 jam. sedangkan pada multipara serviks telah lunak akibat persalinan sebelumnya. sedangkan pada multipara. pembukaan 3 cm sampai 4 cm. pembukaan 4 cm sampai 9 cm. . Terdapat 2 fase pada Kala 1 ini. b) Pada primigravida. Perbedaan proses pematangan dan pembukaan serviks (cervical effacement) pada primigravida dan multipara : a) Pada primigravida terjadi penipisan serviks lebih terlebih dahulu sebelum terjadi pembukaan. pembukaan 9 cm sampai lengkap (+ 10 cm). c) Fase deselerasi (sekitar 2 jam). Selaput ketuban biasanya pecah spontan pada saat akhir kala I. sehingga langsung terjadi proses penipisan dan pembukaan. Fase aktif terbagi atas : a) Fase akselerasi (sekitar 2 jam).Berakhir pada waktu pembukaan serviks telah lengkap (pada periksa dalam. b) Fase aktif : pembukaan dari 3 cm sampai lengkap (+ 10 cm). yaitu : a) Fase laten : pembukaan sampai mencapai 3 cm. b) Fase dilatasi maksimal (sekitar 2 jam). ostium internum dan eksternum membuka bersamaan (inspekulo ostium tampak berbentuk seperti garis lebar) c) Periode Kala 1 pada primigravida lebih lama (+ 20 jam) dibandingkan multipara (+14 jam) karena pematangan dan pelunakan serviks pada fase laten pasien primigravida memerlukan waktu lebih lama. ostium internum membuka terlebih dahulu daripada ostium eksternum (inspekulo ostium tampak berbentuk seperti lingkaran kecil di tengah). bibir porsio serviks tidak dapat diraba lagi). berlangsung sekitar 6 jam.

dan akibat pergeseran antara selaput ketuban dengan dinding dalam uterus. Serviks terbuka sampai 3 cm. dan lebih lama.Sifat His pada Kala 1 : a) Timbul tiap 10 menit dengan amplitudo 40 mmHg. akibat terbukanya vaskular kapiler serviks. lebih sering. c) Selaput ketuban pecah spontan (beberapa kepustakaan menyebutkan ketuban pecah dini jika terjadi pengeluaran cairan ketuban sebelum pembukaan 5 cm). 2. b) Ostium uteri internum dan eksternum terbuka sehingga serviks menipis dan mendatar. lama 60-90 detik. lama 20-30 detik. b) Kala 1 lanjut (fase aktif) sampai kala 1 akhir c) Terjadi peningkatan rasa nyeri. Selaput ketuban mungkin juga sudah pecah/ baru pecah spontan pada awal Kala 2 ini. frekuensi 2-4 kali / 10 menit. Peristiwa penting Kala 1 : a) Keluar lendir / darah (bloody show) akibat terlepasnya sumbat mukus (mucous plug) yang selama kehamilan menumpuk di kanalis servikalis. amplitudo makin kuat sampai 60 mmHg. b) Pada Kala 2 ini His menjadi lebih kuat. . KALA 2 PERSALINAN a) Dimulai pada saat pembukaan serviks telah lengkap dan berakhir pada saat bayi telah lahir lengkap. Frekuensi dan amplitudo terus meningkat. Serviks terbuka sampai lengkap (+10cm).

dengan suboksiput di bawah simfisis (simfisis pubis sebagai sumbu putar/ hipomoklion). Refleks mengejan terjadi juga akibat stimulasi dari tekanan bagian terbawah janin (pada persalinan normal yaitu kepala) yang menekan anus dan rektum. b) Ibu timbul perasaan/ refleks ingin mengedan yang semakin kuat. Tambahan tenaga meneran dari ibu. c) Perineum meregang dan anus membuka (hemoroid fisiologis) d) Kepala dilahirkan lebih dulu.5 jam. . selanjutnya dilahirkan badan dan anggota badan. dan multipara ± 0. Proses pengeluaran janin pada kala 2 (persalinan letak belakang kepala) : a) Kepala masuk pintu atas panggul : sumbu kepala janin dapat tegak lurus dengan pintu atas panggul (sinklitismus) atau miring / membentuk sudut dengan pintu atas panggul (asinklitismus anterior / posterior). e) Kemungkinan diperlukan pemotongan jaringan perineum untuk memperbesar jalan lahir (episiotomi).5 jam.Rata-rata waktu untuk keseluruhan proses Kala 2 pada primigravida ± 1. frekuensi 3-4 kali / 10 menit. Sifat His : Amplitudo 60 mmHg. dengan kontraksi otot-otot dinding abdomen dan diafragma. berusaha untuk mengeluarkan bayi. Peristiwa penting pada Kala 2 : a) Bagian terbawah janin (pada persalinan normal : kepala) turun sampai dasar panggul.

e) Ekstensi : setelah kepala mencapai vulva. dagu menempel ke toraks. hidung. dan berakhir dengan lahirnya plasenta. mulut. dan 4) badan janin terjadi ekstensi dan menegang. putaran ubun-ubun kecil ke arah depan (ke bawah simfisis pubis). terjadi ekstensi setelah oksiput melewati bawah simfisis pubis bagian posterior. membawa kepala melewati distansia interspinarum dengan diameter biparietalis. tungkai dan kaki. bahu masuk pintu atas panggul dengan posisi anteroposterior sampai di bawah simfisis. 2) tekanan dari cairan amnion. kemudian dilahirkan bahu depan dan bahu belakang.abdomen) dan lengan. bregma. f) Rotasi eksterna (putaran paksi luar) : kepala berputar kembali sesuai dengan sumbu rotasi tubuh. Lahir berturut-turut : oksiput. akibat : 1) tekanan langsung dari his dari daerah fundus ke arah daerah bokong. Selanjutnya lahir badan (toraks. dagu. dahi.b) Kepala turun ke dalam rongga panggul. 3) kontraksi otot dinding perut dan diafragma (mengejan). 3. g) Ekspulsi : setelah bahu lahir. bagian tubuh lainnya akan dikeluarkan dengan mudah. pinggul / trokanter depan dan belakang. posisi kepala berubah dari diameter oksipito-frontalis (puncak kepala) menjadi diameter suboksipitobregmatikus (belakang kepala). c) Fleksi : kepala janin fleksi. . d) Rotasi interna (putaran paksi dalam) : selalu disertai turunnya kepala. KALA 3 PERSALINAN a) Dimulai pada saat bayi telah lahir lengkap.

frekuensi kontraksi berkurang. c) Lepasnya plasenta dari insersinya : mungkin dari sentral (Schultze) ditandai dengan perdarahan baru. sampai dengan 1 jam setelahnya. Plasenta dapat lepas spontan dari aktifitas uterus ini. Sifat His : Amplitudo 60-80 mmHg. KALA 4 PERSALINAN Dimulai pada saat plaenta telah lahir lengkap. sehingga pada saat kontraksi mudah lepas dan berdarah. atau mungkin juga serempak sentral dan marginal. atau dari tepi / marginal (Matthews-Duncan) jika tidak disertai perdarahan. kontraksi uterus bertambah keras. serta pengeluaran plasenta dari kavum uteri. aktifitas uterus menurun. namun dapat juga tetap menempel (retensio) dan memerlukan tindakan aktif (manual aid). d) Pelepasan plasenta terjadi karena perlekatan plasenta di dinding uterus adalah bersifat adhesi. Pada keadaan normal.b) Kelahiran plasenta : lepasnya plasenta dari insersi pada dinding uterus. Hal penting yang harus diperhatikan pada Kala 4 persalinan : a) Kontraksi uterus harus baik b) Tidak ada perdarahan pervaginam atau dari alat genital lain c) Plasenta dan selaput ketuban harus sudah lahir lengkap d) Kandung kencing harus kosong e) Luka-luka di perineum harus dirawat dan tidak ada hematoma . 4. fundus setinggi sekitar / di atas pusat.

Jika sutura sagitalis agak ke depan mendekati symphysis atau agak ke belakang mendekati promotorium.f) esume keadaan umum ibu dan bayi. tetapi bila berat gerakan ini dapat menimbulkan disproporsi sevalopelvis dengan panggul yang berukuran normal sekalipun . Dikatakan asynclitismus posterior. TAHAPAN DALAM PERSALINAN 1. Turunnya kepala Turunnya kepala dibagi dalam : a. D. masuknya kepala dalam pintu atas panggul Masuknya kepala ke dalam pintu atas panggul pada primigravida sudah terjadi pada bulan terakhir kehamilan tetapi pada multipara biasanya baru terjadi pada permulaan persalinan. tepat diantara symphysis dan promotorium. maka dikatakan asynclitismus. Pada derajat sedang asinklitismus pasti terjadi pada persalinan normal. Apabila sutura sagitalis berada di tengah-tengah jalan lahir. Masuknya kepala ke dalam pintu atas panggul biasanya dengan sutura sagitalis melintang dan dengan fleksi yang ringan. ialah kalau sutura sagitalis mendekati symphysis dan os parietale belakang lebih rendah dari os parietale depan. Pada pintu atas panggul biasanya kepala dalam asynclitismus posterior yang ringan. maka dikatakan kepala dalam keadaan synclitismus. Pada synclitismus os parietale depan dan belakang sama tingginya. dan dikatakan asynclitismus anterior ialah kalau sutura sagitalis mendekati promotorium sehingga os parietale depan lebih rendah dari os parietale belakang.

Pada multipara sebaliknya majunya kepala dan masuknya kepala dalam rongga panggul terjadi bersamaan. yang menyebabkan tekanan langsung pada fundus pada bokong janin. Keaadaan ini menyebabkan bayi terdorong kejalan lahir. dan ekstensi. Penyebab majunya kepala antara lain : a) tekanan cairan intrauterine b) tekanan langsung oleh fundus pada bokong c) kekuatan mengejan d) melurusnya badan anak oleh perubahan bentuk rahim 2. 1. putaran paksi dalam.sehingga terjadi penipisan dan dilatasi serviks. Fleksi Dengan majunya kepala biasanya fleksi bertambah hingga ubun-ubun kecil jelas lebih rendah dari ubun-ubun besar.penurunan kepala lebih lanjut terjadi pada kala satu dan k ala dua persalinan. Dalam waktu yang bersamaan terjadi relaksasi dari segmen bawah rahim. majunya kepala Pada primigravida majunya kepala terjadi setelah kepala masuk ke dalam rongga panggul dan biasanya baru mulai pada kala II. Majunya kepala ini bersamaan dengan gerakan-gerakan yang lain yaitu : fleksi. Hal ini disebabkan karena adanya kontraksi dan retraksi dari segmen atas rahim. Keuntungan dari bertambah fleksi ialah bahwa ukuran kepala yang lebih kecil melalui jalan lahir: diameter .

Akibat dari kekuatan ini adalah terjadinya fleksi karena moment yang menimbulkan fleksi lebih besar dari moment yang menimbulkan defleksi. 3. engagemen terjadi sebelum inpartu dan tidak berlanjut sampai awal kala II. Usaha meneran ibu d. Posisi bagian terendah janin Semakin besar tahanan tulang panggul atau adanya kesempitan panggul akan menyebabkan desensus berlangsung lambat. Tekanan langsung oleh fundus uteri pada bokong c. b. Ukuran dan bentuk panggul b. Putar paksi dalam. Penyebab terjadinya desensus : a.internal rotation . Desensus berlangsung terus sampai janin lahir. pada multipara desensus berlangsung bersamaan dengan dilatasi servik. Tekanan cairan amnion b. Gerakan ekstensi tubuh janin (tubuh janin menjadi lurus) Faktor lain yang menentukan terjadinya desensus adalah : a. Fleksi ini disebabkan karena anak didorong maju dan sebaliknya mendapat tahanan dari pinggir pintu atas panggul. serviks. dinding panggul atau dasar panggul. a.suboksipito bregmatika (9. Desensus Pada nulipara.5 cm) menggantikan diameter suboksipito frontalis (11 cm).

kadang-kadang baru setelah kepala sampai di dasar panggul. Kepala berputar dari posisi tranversal menjadi posisi anterior (kadang-kadang kearah posterior). 4. bagian terendah janin mengalami putar paksi dalam pada level setinggi spina ischiadica (bidang tengah panggul). Putar paksi dalam berakhir setelah kepala mencapai dasar panggul.c. Putaran paksi dalam mutlak perlu untuk kelahiran kepala karena putaran paksi merupakan suatu usaha untuk menyesuaikan posisi kepala dengan bentuk jalan lahir khususnya bentuk bidang tengah dan pintu bawah panggul. Pada presentasi belakang kepala bagian yang terendah ialah daerah ubun-ubun kecil dan bagian inilah yang akan memutar ke depan dan ke bawah symphysis. bagian belakang kepala merupakan bagian terendah dari kepala . pada letak fleksi. Bersama dengan gerakan desensus. e. Putaran paksi dalam Yang dimaksud dengan putaran paksi dalam adalah pemutaran dari bagian depan sedemikian rupa sehingga bagian terendah dari bagian depan memutar ke depan ke bawah symphisis. Sebab-sebab terjadinya putaran paksi dalam adalah : a. d. Putaran paksi dalam bersamaan dengan majunya kepala dan tidak terjadi sebelum kepala sampai Hodge III.

Hal ini disebabkan karena sumbu jalan lahir pada pintu bawah panggul mengarah ke depan atas. yang satu mendesak nya ke bawah dan satunya disebabkan tahanan dasar panggul yang menolaknya ke atas. 5. levator ani kiri dan kanan. mulut dan akhirnya dagu dengan gerakan ekstensi. bagian terendah dari kepala ini mencari tahanan yang paling sedikit terdapat sebelah depan atas dimana terdapat hiatus genitalis antara m. maka kepala anak memutar kembali ke arah punggung anak untuk menghilangkan torsi pada leher yang terjadi karena putaran paksi dalam. sehingga kepala harus mengadakan ekstensi untuk melaluinya. Suboksiput yang menjadi pusat pemutaran disebut hypomochlion. c. hidung.b. Gerakan ini disebut putaran restitusi (putaran balasan = putaran paksi luar). maka lahirlah berturut-turut pada pinggir atas perineum ubun-ubun besar. ukuran terbesar dari bidang tengah panggul ialah diameter anteroposterior. dahi. paksi luar Setelah kepala lahir. 6. terjadilah ekstensi atau defleksi dari kepala. Pada kepala bekerja dua kekuatan. . Ekstensi Putaran Setelah putaran paksi selesai dan kepala sampai di dasar panggul.Setelah suboksiput tertahan pada pinggir bawah symphysis akan maju karena kekuatan tersebut di atas bagian yang berhadapan dengan suboksiput.

7. Gerakan yang terakhir ini adalah putaran paksi luar yang sebenarnya dan disebabkan karena ukuran bahu (diameter biacromial) menempatkan diri dalam diameter anteroposterior dari pintu bawah panggul.khussnya kalau janin besar . Ekspulsi Setelah putaran paksi luar bahu depan sampai di bawah symphysis dan menjadi hypomoclion untuk kelahiran bahu belakang.rotasi mungkin tidak sempurna atau mungkin tidak terjadi sama sekali. Dengan konrtaksi yang efektif pleksi kepala yang adekuat dan janin dengan ukuran yang rata rata. Sebagai contoh kontraksi yang buruk atau fleksi kepala yang salah atau keduanya. keadaan yang menguntukan ini tidak terjadi. pada kira-kira 5-10% kasus. Akan tetapi. sebagian besar oksiput yang posisinya posterior berputar cepat segera setelah menvapai dasar panggul sehingga pesalinan tidak begitu bertambah pajang. Kemudian bahu depan menyusul dan selanjutnya seluruh badan anak lahir searah dengan paksi jalan lahir.Selanjutnya putaran dilanjutkan hingga belakang kepala berhadapan dengan tuber isciadicum sepihak.

BAB III PENUTUP A. SARAN . Diameter-diameter yang besar dari janin harus menyesuaikan dengan diameter yang paling besar dari panggul ibu agar janin bisa masuk melalui panggul untuk dilahirkan. yaitu: a) Turunnya kepala b) Fleksi c) Putaran paksi dalam d) Ekstensi Putaran e) paksi luar f) Ekspulsi Gerakan-gerakan tersebut menyebabkan janin dapat mengatasi rintangan jalan lahir dengan baik sehingga dap[at terjadi persalinan per vaginam secara spontan. janin melakukan serangkaian gerakan untuk melewati panggul. KESIMPULAN Mekanisme persalinan merupakan gerakan janin yang mengakomodasikan diri terhadap panggul ibu. B. Selama proses persalinan. Hal ini sangat penting untuk kelahiran melalui vagina oleh karena janin itu harus menyesuaikan diri dengan ruangan yang tersedia di dalam panggul.

Jakarta Widyastuti yani.prawirohardjo.Semoga dapat memberikan manfaat bagi penulis dalam meningkatkan wawasan ilmu pengetahuan sehingga dapat mengaplikasikan ilmu yang diperoleh dalam praktik di lapangan. Bandung Prawirohardjo Sarwono.(2008)Perawatan Ibu Bersalin(Asuhan Kebidanan pada ibu Bersalin). DAFTAR PUSTAKA Sastrowinata Sulaiman.43Tidak ada komentar: Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi FacebookBagikan ke Pinterest Beranda Langganan: Entri (Atom) ke TwitterBerbagi ke . Unpad. yayasan bidan pustaka sarwono.(2009)Ilmu Kebidanan. Jakarta Diposkan oleh isma dunggio di 00.Yogyakarta Neonatal.Sumarah &Wiyati Nining.(1983)Obstetri Fisiologi.Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.