Anda di halaman 1dari 5

ASIMETRI WAJAH

Asimetri berarti adanya ketidakseimbangan ukuran, bentuk serta susunan pada
bidang, titik ataupun garis antara satu sisi dengan sisi yang lain. Asimetri merupakan kondisi
yang dapat ditemui hampir pada semua individu seperti halnya asimetri fungsi ataupun
asimetri morfologi yang dapat terlihat.
Faktor-faktor yang mempengaruhi ketidaksimetrisan/asimetri dentofasial sangatlah
kompleks karena tidak terbatas pada gigi dan prosesus alveolaris saja, tetapi juga seluruh
komponen wajah dan seluruh struktur di sekitar gigi. Asimetri dentofasial kompleks dapat
terjadi unilateral atau bilateral, jurusan anteroposterior, superoinferior dan mediolateral.
Asimetri wajah dapat terjadi pada individu dengan oklusi yang baik, sedangkan asimetri
dental dapat terjadi individu dengan wajah yang simetri, dan keduanya dapat pula terjadi pada
individu yang sama.
Bila dilihat berdasarkan struktur yang terlibat, maka penyebab asimetri wajah dapat
berkaitan dengan asimetri dental, skeletal, jaringan lunak, fungsional maupun kombinasinya.
ETIOLOGI
Penyebab asimetri bersifat multifaktorial dan berbeda pada setiap individu serta
melibatkan faktor genetik dan lingkungan. Erupsi gigi yang tidak normal, gigi desidui yang
tanggal terlalu dini, ekstraksi gigi permanen dan kelainan skeletal yang meliputi maksila dan
mandibula dapat menjadi faktor penyebab asimetri. Meskipun sangat beragam, etiologi
asimetri dapat dikelompokkan menjadi tiga kategori yaitu karena defek perkembangan,
trauma dan patologi
Defek perkembangan adalah adanya gangguan yang terjadi selama proses
perkembangan seseorang yang menyebabkan kondisi yang sebelumnya simetri menjadi
asimetri seperti kebiasaan mengunyah di satu sisi, tidur dengan posisi miring ke satu sisi yang
menyebabkan terjadi perubahan skeletal ataupun jaringan lunak yang bersifat ipsilateral
(hanya pada satu sisi).
Trauma pada sendi temporomandibula dapat menyebabkan perkembangan mandibula
pada sisi yang terkena trauma tidak sesuai dengan perkembangan yang seharusnya sehingga
menyebabkan tampilan asimetri pada wajah.
Patologi penyakit seperti artritis dan infeksi pada sendi temporomandibula, dan
paralisis otot-otot ekspresi wajah seperti yang terjadi pada pasien Bell’s Palsy juga
menyebabkan asimetri pada wajah.

asimetri jaringan lunak dan asimetri fungsional dan keempat jenis asimetri tersebut dapat menimbulkan tampilan asimetri pada wajah. Salah satu bentuk asimetri mencakup beberapa tulang pendukung wajah adalah hemifacial microsomia (Gambar 1). kebanyakan dari kasus diatas sering ditemukan adanya daerah yang tidak teroklusi / openbite . jumlah gigi rahang atas dan bawah pada segmen yang sama dan ketidakseimbangan lengkung gigi rahang atas dan bawah secara keseluruhan atau sebagian. Mengunyah disatu sisi dalam waktu lama juga dapat menjadi penyebab terjadinya asimetri skeletal. gigi permanen yang menggantikan gigi decidui erupsi tidak sempurna dan kehilangan satu atau sekelompok gigi baik dikarenakan pencabutan ataupun dikarenakan trauma. Asimetri skeletal dapat mencakup satu atau beberapa tulang pendukung wajah. Asimetri Dental Asimetri dental merupakan asimetri yang dapat terjadi karena ketidakseimbangan antara jumlah gigi dengan lengkung gigi yang tersedia. Ketidakseimbangan tersebut dapat terjadi karena faktor – faktor lokal seperti kehilangan dini gigi desidui. Asimetri Skeletal Penyebab asimetri ini lebih banyak disebabkan oleh karena faktor kongenital walaupun secara pertumbuh kembangan dapat juga menyebabkan terjadinya asimetri ini. 2. asimetri skeletal. 1.KLASIFIKASI ASIMETRI Asimetri dapat diklasifikasikan berdasarkan struktur kraniofasial yang terlibat menjadi asimetri dental. (Gambar 1) .

dapat dilakukan dengan pemeriksaan klinis dan radiografik yang menyeluruh pada skeletal.3. terlihat bagian maksila lebih besar dan ramus mandibula lebih panjang. Asimetri jaringan lunak/muscular asymmetry dapat menyebabkan disproporsi wajah dan diskrepansi midline. Pada sisi kanan pasien. ramus mandibula lebih kecil. Pada sisi kiri. Gambar 2 memperlihatkan pasien dengan gigi dan bibir dalam keadaan berkontak. gigi. Garis terputus-putus menggambarkan ramus mandibula sebelah kanan lebih tinggi dibandingkan sebelah kiri. posisi bagian-bagian dentofasial pada kedua sisi wajah. maksila lebih kecil. fungsional dan pola jaringan lunak wajah. Pada kasus gangguan sendi temporomandibula di satu sisi. dan bidang oklusal lebih tinggi. DIAGNOSIS Langkah pertama dalam mendiagnosis adalah menentukan ketidaksimetrisan yang terjadi akibat kelainan skeletal atau dental. asimetri fungsional ditunjukkan dengan adanya pergeseran garis tengah wajah saat pembukaan mulut disebabkan adanya gangguan pergerakan mandibula di bagian yang terganggu. Asimetri ini dapat terjadi pada kondisi penyakit hemifacial atrophy atau cerebral palsy. 4. Untuk mendiagnosis asimetri dental atau skeletal. Asimetri Fungsional Asimetri fungsional dapat terjadi karena adanya gangguan untuk mencapai oklusi sentrik sehingga mandibula beradaptasi dengan bergerak lebih ke arah lateral atau anteroposterior ketika oklusi sentrik. Asimetri Jaringan Lunak Asimetri jaringan lunak merupakan asimetri yang terjadi karena adanya ketidakseimbangan perkembangan otot – otot ekspresi wajah. Gambaran intra oral memperlihatkan pengaruh asimetri terhadap bidang oklusal. bidang oklusalnya lebih rendah. . A. Hal yang dapat menghalangi oklusi sentrik tersebut antara lain terjadinya kontriksi lengkung rahang atas ataupun dapat juga karena adanya gigi yang malposisi. bentuk. Pemeriksaan Klinis Pemeriksaan secara vertical akan memperlihatkan asimetri yang diakibatkan oleh perbedaan tinggi dalam ukuran.

Panoramik radiografik: pemeriksaan ini berguna untuk melihat gigi dan struktur tulang. 2). Development of asymmetries. 2. Posterior-anterior sefalogram: teknik ini sangat berguna untuk mempelajari struktur bagian kiri dan kanan wajah. Submental vertex radiografik: melihat asimetri pada mandibula. HongKong: Quintessence Publishing. 3). Fischer B. . Pemeriksaan radiografik 1). Semin Orthod 1998. DAFTAR PUSTAKA 1. Goldstein RE. zygoma. Change your smile. Asymmetries of the dentofacial complex. 4(3): 134. 24(4): 79183. 1997: 45. 3. 3ed.(Gambar 2) B.10. dapat digunakan dengan oklusi sentrik maupun dengan mulut terbuka untuk melihat adanya deviasi fungsional. zygomatic arches. Kronmiller JE. bentuk kondil dan ramus mandibula kiri dan kanan dapat diperbandingkan. Angle Orthod 1954.

Bishara SE. Kharouf JG. Burkey PS. Wheeler TT. Semin Orthod 1998. 5. 4(3):144. Musmar Q. McCorray SP. 64(2): 92-95 . Angle Orthod 1994. Dental and facial asymmetries: a review. King GJ. Prevalence of orthodontic asymmetries.4. Sheats RD.