Anda di halaman 1dari 81

Hubungan antara Lamanya Menyusui dengan Status Gizi Ibu

Berdasarkan Lingkar Lengan Atas Pasca Melahirkan dan FaktorFaktor yang Berhubungan di Puskesmas Kelurahan Duri Kepa,
Jakarta Barat 07-22 Agustus 2014

Disusun oleh :
Brandon Haskel 11.2012.136
Budi Irawan 11.2012.095
Ramizah binti Yusof 11.2012.300
Dorce Meri Uli Sirait 11.2011.169

BAB I
Pendahuluan

Latar Belakang
Masih terdapat ibu-ibu yang tidak mau menyusui

bayinya sendiri dikarenakan berbagai alasan.


Kegagalan untuk mengembalikan status gizi seperti
sebelum hamil setelah melahirkan menjadi suatu
perhatian yang besar bagi wanita
Belum terdapat penelitian ekstensif
tentang
pentingnya laktasi perihal penurunan berat badan
postpartum.

Pemeriksaan antropometrik dapat digunakan untuk

menentukan status gizi seseorang misalnya dengan


cara mengukur berat badan, tinggi badan, indeks
massa tubuh, dan Lingkar Lengan Atas (LILA).
Menurut penelitian yang ada pemberian ASI dapat
membantu ibu dalam mengurangi berat badan

Penelitian di Brazil tahun 2001 menyatakan, wanita

yang menyusui secara eksklusif selama 6 11 bulan


pertama setelah melahirkan berhubungan dengan
penurunan persen lemak tubuh, ratio pinggangpinggul, dan lemak lengan.
Penelitian di Indonesia tahun 2009 menyebutkan
tidak ada hubungan lama pemberian ASI dengan
persentase lemak tubuh wanita menyusui 6-24 bulan.

Penelitian di Mexico tahun 2012 menunjukkan ibu

yang memberikan ASI eksklusif selama 3 bulan tidak


berkurang berat badan atau lemak tubuhnya.
Hasil penelitian dari The American Society for
Nutritional science di Honduras tentang hubungan
perbedaan lamanya menyusui dengan status gizi
maternal menunjukkan perbedaan yang signifikan
pada status gizi ibu yang menyusui 6 bulan
dibandingkan 4 bulan.

Menurut pengamatan pada kelurahan Duri Kepa,

masih banyak ibu-ibu postpartum yang tidak


menyusui anaknya dengan optimal.
Hal ini akan menjadi dampak terhadap kenaikan berat
badan postpartum dari ibu-ibu postpartum di
kelurahan tersebut.

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk

mengetahui hubungan antara lamanya menyusui


dengan status gizi ibu pasca melahirkan berdasarkan
lingkar lengan atas di kelurahan Duri Kepa sehingga
dapat dilakukan pencegahan terhadap penyakitpenyakit dan kondisi komorbid yang terkait.

Rumusan Masalah
Masih terdapat ibu-ibu yang tidak mau menyusui
bayinya sendiri dikarenakan berbagai alasan, baik
belum tahu keuntungan dari menyusui bagi diri ibu
sendiri, sibuk dengan pekerjaan, atau merasa bahwa
menyusui merupakan suatu hal yang merepotkan
Belum terdapat penelitian ekstensif tentang pentingnya
laktasi perihal penurunan berat badan postpartum

Rumusan Masalah
Pemberian ASI dapat membantu ibu dalam mengurangi berat

badan dikarenakan produksi ASI yang membutuhkan energi


yang cukup besar (sekitar 500-650 kkal/hari), maka menyusui
dapat membantu mengurangi tumpukan lemak yang ada
ditubuh.

Rumusan Masalah
Penelitian di Brazil tahun 2001 menyatakan, wanita yang

menyusui secara eksklusif selama 6 11 bulan pertama setelah


melahirkan berhubungan dengan penurunan persen lemak
tubuh dan wanita yang menyusui secara eksklusif mengalami
penurunan lebih besar persen lemak tubuh, ratio pinggangpinggul, lemak lengan dibandingkan dengan wanita yang
memberi ASI partial atau hanya memberikan susu formula saja
kepada bayi.

Rumusan Masalah
Penelitian di Mexico tahun 2012 menunjukkan hasil
yang berbeda, ibu yang memberikan ASI eksklusif
selama 3 bulan tidak berkurang berat badan atau lemak
tubuhnya.
Penelitian di Indonesia tahun 2009 menyebutkan tidak
ada hubungan lama pemberian ASI dengan persentase
lemak tubuh wanita menyusui 6-24 bulan. Tetapi wanita
menyusui yang memberikan ASI secara eksklusif
mempunyai rerata persentase lemak tubuh lebih kecil
dibandingkan dengan pemberian ASI secara partial.

Rumusan Masalah
Hasil penelitian dari The American Society for
Nutritional science di Honduras tentang hubungan
perbedaan lamanya menyusui dengan status gizi
maternal menunjukkan perbedaan yang signifikan pada
status gizi ibu yang menyusui 6 bulan dibandingkan 4
bulan. Dimana terdapat perbedaan penurunan massa
tubuh hingga 0,4kg/m2 luas tubuh selama 2 bulan
intervensi (p <0,05).

Tujuan Umum

Diketahuinya hubungan lamanya menyusui


terhadap status gizi ibu pasca melahirkan
berdasarkan lingkar lengan atas dan faktor-faktor
yang berhubungan di lingkungan kelurahan Duri
Kepa periode 07-22 Agustus 2014

Tujuan Khusus
Diketahuinya sebaran menurut lamanya menyusui pada
ibu menyusui di kelurahan Duri Kepa periode 7-22
Agustus 2014
Diketahuinya sebaran menurut lingkar lengan atas ibu
menyusui di kelurahan Duri Kepa periode 7-22 Agustus
2014
Diketahuinya sebaran menurut usia, pendidikan,
pekerjaan, sikap, perilaku, aktivitas fisik, dan asupan
makanan di kelurahan Duri Kepa periode 7-22 Agustus
2014

Diketahuinya hubungan antara lamanya menyusui

terhadap lingkar lengan atas pada ibu menyusui di


Kelurahan Duri Kepa periode 7-22 Agustus 2014
Diketahuinya hubungan antara usia, pekerjaan,
pengetahuan, sikap, perilaku, aktivitas fisik, asupan
makanan terhadap lngkar lengan atas pada ibu
menyusui di kelurahan Duri Kepa periode 7-22 Agustus
2014.

Manfaat Bagi Peneliti


Menerapkan pengalaman belajar dan pengetahuan

selama kuliah dengan keadaan masyarakat yang


sebenarnya.
Meningkatkan minat dan semangat dalam penelitian.
Meningkatkan kemampuan berpikir secara kritis
dalam penyelesaian masalah yang ada di masyarakat.

Manfaat Bagi Peneliti


Sebagai pemenuhan nilai penelitian dalam program

kepaniteraan klinik Ilmu Kedokteran Komunitas


penulis di Fakultas Kedokteran Universirtas Kristen
Krida Wacana.

Manfaat Bagi Perguruan Tinggi

Melaksanakan salah satu tridarma perguruan


tinggi, fungsi atau tugas perguruan tinggi sebagai
lembaga yang menyelenggarakan pendidikan,
penelitian dan pengabdian bagi masyarakat.

Manfaat Bagi Perguruan Tinggi

Mewujudkan Universitas Kristen Krida Wacana


sebagai
Universitas
riset
dalam
rangka
mengembangkan
ilmu
pengetahuan
dan
meningkatkan peran pendidik

Meningkatkan kerjasama dan hubungan yang baik


antara mahasiswa dan staf pengajar.

Manfaat Bagi Masyarakat

Meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai


hubungan lamanya menyusui dengan status gizi
ibu pasca melahirkan berdasarkan lingkar lengan
atas sehingga dapat mencegah penyakit serta

komorbid yang berkaitan.

Manfaat Bagi Masyarakat

Meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai


keuntungan dan cara menyusui sehingga dapat
menggalakan program Inisiasi Menyusui Dini
berkaitan dengan bab I pasal 1 ayat 2 PP nomor 33

tahun 2012 tentang Pemberian Air Susu Ibu


Eksklusif

BAB II
Tinjauan Pustaka

Kerangka Teori

Kerangka Konsep

Bab III
Metodologi Penelitian

Desain Penelitian

Desain penelitian ini adalah bersifat korelasi


dengan menggunakan pendekatan cross sectional
untuk mengetahui hubungan lamanya menyusui
dengan status gizi ibu berdasarkan lingkar lengan
atas pasca melahirkan dan faktor-faktor yang
berhubungan di Duri Kepa, Jakarta Barat.

Tempat dan waktu penelitian

Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 7-22 Agustus


2014 di kelurahan Duri Kepa, Jakarta Barat.

Populasi Terjangkau
Semua ibu menyusui yang merupakan penduduk kelurahan
Duri Kepa periode 7-22 Agustus 2014
Kriteria inklusi dan eksklusi
Kriteria inklusi adalah semua ibu menyusui yang merupakan
penduduk kelurahan Duri Kepa pada tanggal 7-22 Agustus
2014 dan bersedia menjadi subjek penelitian.
Kriteria eksklusi adalah ibu menyusui yang menghidap
penyakit kronis.

Sampel
Besar sampel
Perhitungan besar sampel adalah berdasarkan rumus :

(Z) . p . q
n=

L
n = n + ( 10% . n )

n2 = n1 + (10%. n1)
n1 = jumlah sampel minimal
n2 = jumlah sampel ditambah substitusi 10% (substitusi

adalah persen responden yang mungkin drop out)


z = nilai konversi pada tabel kurva normal, dengan nilai
= 5%
didapatkan z pada kurva normal = 1,96
p = proporsi variabel yang ingin diteliti. Diambil 50%
berdasarkan penelitian yang didapat, jadi p = 50% = 0,50
Q = 100% - p = 100% - 50% = 50% = 0,50
L = Derajat kesalahan yang masih diterima adalah 10%

n1=
n1 = 96,04
untuk menjaga adanya kemungkinan responden yang

drop out, maka dihitung :


n2 = 96,04 + (10% x 96,04)
n2 = 105,6
Jadi, jumlah sampel minimal yang dibutuhkan adalah
107 orang

Teknik pengambilan sampel

Pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah


dengan cara cluster sampling.
Pada kelurahan duri kepa terbagi menjadi 14 RW
lalu secara cluster sampling terpilih satu RW 03
RW 03 terdapat populasi sebanyak 110 ibu yang
menyusui bayinya.
Dari 110 terdapat 3 orang responden dikeluarkan
karena tidak mengisi kuesioner. Dan mendapatkan
sample 107.

Cara Kerja
Menghubungi lurah Duri Kepa, kepala puskesmas

kelurahan Duri Kepa, yang menjadi daerah penelitian


untuk meminta ijin melakukan penelitian dan
melaporkan tujuan diadakannya penelitian tersebut
Mengumpulkan bahan ilmiah dan merencanakan
desain penelitian.
Pemilihan sampel kemudian dilakukan secara cluster
sampling.

Membuat kuesioner sebagai instrumen pengukuran

data.
Melakukan uji coba kuesioner dengan mengedarkan
kuesioner kepada 10 orang penduduk Duri Kepa.
Setelah selesai uji coba, kuesioner diedarkan.

Melakukan pengumpulan data-data dengan

menggunakan instrumen penelitian berupa pita


pengukur untuk mengukur LILA dan kuesioner di
kelurahan Duri Kepa.
Melakukan pengolahan, penyajian, analisis, dan
interpretasi data dengan program SPSS.
Penulisan laporan penelitian.
Pelaporan penelitian.

Pengumpulan Data
Data primer dikumpulkan dengan mengukur
besar lingkar lengan atas dengan pita ukur, dan
kuesioner.
Data sekunder menggunakan data dari rekam
medis

Identifikasi Variabel
Dalam penelitian ini digunakan variabel terikat
(dependen) dan variabel bebas (independen).
Variabel terikat berupa lingkar lengan atas ibu.
Variabel bebas berupa lamanya menyusui, pengetahuan,
sikap dan perilaku ibu menyusui tentang menyusui dan
perubahan berat badan ibu, pekerjaan, usia, aktivitas
fisik serta asupan makanan.

Pengolahan Data
Data-data yang diperoleh telah dikumpulkan, diolah,
disajikan lalu dianalisis dengan menggunakan program
Computer Statistical Package for Social Science version 16.0
(SPSS).
Data tersebut dianalisis menggunakan uji Spearmann.

Definisi Operasional
Data Umum
Subjek Penelitian
Pada penelitian ini, subjek adalah semua ibu menyususi yang merupakan penduduk
kelurahan Duri Kepa periode 7-22 Agustus 2014 yang memenuhi kriteria inklusi dan
eksklusi.

Usia ibu adalah lamanya hidup seseorang sejak dilahirkan sampai saat penelitian dilakukan.
Usia ibu dihitung selisih antara tanggal dilakukan penelitian dengan tanggal lahir subjek
Alat ukur : Kuesioner
Skala : Ordinal

Hasil :
Kode 0 : <20 tahun
Kode 1 : 20-29 tahun
Kode 2 : 30-39 tahun
Kode 3 : >39 tahun

Lingkar Lengan Atas


Merupakan salah satu indikator status nutrisi / gizi.
LILA di ukur langsung pada ibu yang menjadi subyek
penelitian
Cara mengukur LILA sekarang:
Tetapkan lengan yang akan diukur.
Posisikan lengan sejajar dengan tubuh dan siku
membentuk tubuh 90.
Ukur lengan dari bahu ke siku (acromnion ke alecranon).
Tentukan titik tengah lengan.
Luruskan lengan sejajar dengan tubuh.
Lingkarkan pita pengukur pada titik tengah lengan.

Pita jangan terlalu ketat dan longgar.


Pembacaan skala yang benar
Alat ukur : mengukur lingkar lengan atas dengan pita

pengukur dalam satuan centimeter dengan ketelitian


0,1cm
Skala : ordinal
Besar LILA digolongkan menjadi 3 kategori :
Kode 0 : <23cm
Kode 1 : 23-33
Kode 2 : >33

Pendidikan

Tingkat pendidikan adalah tahapan pendidikan formal


terakhir yang dicapai oleh subjek dari suatu institusi
tertentu yang mencakup tingkat Sekolah Dasar (SD)
atau sederajat, Sekolah Menengah Pertengahan (SMP)
atau sederajat, Sekolah Menengah Atas (SMA) atau
sederajat, diploma dan sarjana atau lebih tinggi.

Alat ukur: Kuesioner


Skala data : Ordinal
Tingkat pendidikan digolongkan menjadi 3 kategori :
Kode 0 : Tingkat Pendidikan Rendah, Tidak sekolah,
Tidak tamat atau tamat SD atau sederajat,Tidak tamat
atau tamat SMP atau sederajat,Tidak tamat SMA atau
sederajat
Kode 1 : Tingkat Pendidikan Sedang: Tamat SMA atau
sederajat, Tidak tamat Diploma atau Sarjana
Kode 2 : Tingkat Pendidikan Tinggi ,Tamat Diploma dan
Tamat Sarjana atau lebih tinggi

Pekerjaan adalah kegiatan atau aktivitas sehari-hari


subjek untuk mendapatkan penghasilan. Jenis pekerjaan
formal termasuk pegawai pemerintah dan karyawan
swasta manakala jenis pekerjaan tidak formal termasuk
bekerja sendiri, tidak bekerja atau pension
Alat ukur: Kuesioner
Skala data: Nominal
Jenis pekerjaan digolongkan menjadi 2 kategori,yaitu:
Kode 0 : jenis pekerjaan tidak formal
Kode 1 : jenis pekerjaan formal

Lamanya Menyusui
Adalah waktu ibu pertama memberikan ASI kepada
bayinya hingga pada waktu penelitian
Alat ukur : Kuesioner
Skala : Ordinal
Hasil : Kode 0 : <6 bulan
Kode 1 : 6-12 bulan
Kode 2 : 13-19 bulan
Kode 3 : 20-24 bulan

Pengetahuan
Tingkat pengetahuan ialah informasi / pemahaman

yang ada pada subjek terhadap ASI dan menyusui


serta pengaruhnya pada status nutrisi / berat badan
ibu. Yang di mengunakan pertanyaan pada kuesioner
Pemberian Kode adalah sebagai berikut :
Kode 0 : Pengetahuan rendah

Kode 1 : Pengetahuan sedang


Kode 2 : Pengetahuan tinggi

Tindakan / perasaan responden terhadap pemahaman

yang ditanyakan pada kuesioner dan diberikan


skoring.
Kode 2 : Sikap baik
Kode 1 : Sikap sedang
Kode 0 : Sikap buruk

Perilaku
Kebiasaan ibu tentang menyusui dan hal-hal yang
berkaitan dengan status gizi ibu mengunakan
kuesioner
Kode 2 :perilaku baik
Kode 1 : perilaku sedang
Kode 0:perilaku buruk

Aktivitas fisik

Aktivitas fisk seorang individu dinilai dari tiga


komponen utama yaitu pekerjaan, cara berpergian ke
suatu tempat contoh berjalan atau bersepeda dan
aktivitas olah raga yang dilakukan dalam waktu
seminggu. Untuk setiap tiga komponen tersebut
dihitung durasi yang dibutuhkan untuk kegiatan
tersebut dalam hitungan menit. Pekerjaan dibagi
menjadi dua yaitu pekerjaan berat dan sedang. Untuk
setiap tiga komponen tersebut, terdapat nilai Metabolic
Equivalent of Task (MET) yang telah ditetapkan.

Hasil :
Kode 2 : Aktifitas fisik berat
Kode 1 : Aktifitas fisik sedang
Kode 0 : Aktifitas fisik ringan

Asupan makanan
Makanan yang dikonsumsi ibu selama menyusui dalam
satu hari dalam satuan kalori. Jumlah dan jenis
makanan yang dikonsumsi per hari di catat di kuesioner.
Kode 2 : <2000 kalori/hari = Asupan makanan tinggi
Kode 1 : 2000-2500 kalori/hari = Asupan makanan
sedang
Kode 0 : >2500 kalori/hari = Asupan makanan rendah

Bab IV
Hasil Penelitian

Bab V
Pembahasan

Hubungan antara Lamanya Menyusui terhadap Lingkar


Lengan Atas pada Ibu Menyusui di Kelurahan Duri
Kepa periode 07-22 Agustus 2014
Pada table 4.4. ditemukan hasil uji Spearman pada
subjek nilai r=0,004 dan p sebesar 0,970 (>0,05)
sehingga didapatkan kesimpulan tidak terdapat
korelasi yang bermakna antara lamanya menyusui
terhadap LILA.

Menurut hasil penelitian sebelumnya oleh Mardiyah M

(2013) pemberian asi memberikan nilai p<0.05 terhadap


berat badan ibu postpartum yang mengindikasikan adanya
hubungan antara pemberian asi dengan berat badan ibu
postpartum.
Pada hasil penelitian yang lain oleh Denise P menemukan
pada ibu yang menyusui 6-12 bulan, indeks massa tubuh
lebih rendah dibanding ibu yang menyusui kurang dari 1
bulan.

Hubungan antara Usia, Pekerjaan, Pengetahuan, Sikap,


Perilaku, Aktivitas Fisik, Asupan Makan terhadap
Lingkar Lengan Atas pada Ibu Menyusui di Kelurahan
Duri Kepa Periode 07-22 Agustus 2014
Pada table 4.5. :
Ditemukan hasil uji Spearman pada subjek dengan nilai
r=0,054 dan p sebesar 0,582 (>0,05), tidak terdapat korelasi
yang bermakna antara usia dan LILA.
Menurut teori, diatas usia 20 tahun kadar lemak tubuh
akan meningkat dan mempengaruhi status gizi.
Hasil penelitian dari Forster S dkk (2005) menyatakan
semakin meningkat usia semakin buruk status gizi
seseorang.

Ditemukan hasil uji Spearman pada subjek dengan nilai

r=0,145 dan p sebesar 0,137 (>0,05) sehingga didapatkan


kesimpulan tidak terdapat korelasi bermakna antara
pekerjaan dan LILA.
Menurut teori, pekerjaan yang menuntut aktivitas fisik
yang tinggi akan lebih banyak membakar simpanan energi
dalam tubuh sehingga tidak terjadi obesitas dan
sebaliknya.
Berdasarkan hasil penelitian oleh Grace C (2010) tidak
didapatkan hubungan antar pekerjaan dan penurunan
berat badan ibu

Ditemukan hasil uji Spearman pada subjek dengan


nilai r=0,074 dan p sebesar 0,449(>0,05) sehingga
didapatkan kesimpulan tidak terdapat korelasi
bermakna antara pengetahuan dan LILA.
Berdasarkan hasil penelitian oleh Grace C (2010)
ada hubungan antara ibu yang mempunyai
pengetahuan tentang menyusui dengan turunnya

berat badan ibu

Ditemukan hasil uji Spearman pada subjek dengan


nilai r=0,105 dan p sebesar 0,283 (>0,05) sehingga
didapatkan kesimpulan tidak terdapat korelasi
bermakna antara sikap dan LILA.
Ditemukan hasil uji Spearman pada subjek dengan
nilai r=0,748 dan p sebesar 0,010 (<0,05) sehingga
didapatkan kesimpulan terdapat korelasi

bermakna antara perilaku dan LILA.

Ditemukan hasil uji Spearman pada subjek dengan


nilai r=0,088 dan p sebesar 0,365 (>0,05) sehingga
didapatkan kesimpulan tidak terdapat korelasi
bermakna antara aktivitas fisik dan LILA.
Aktivitas fisik berhubungan secara langsung
dengan penggunaan energi. Semakin tinggi
tingkat aktifitas fisik semakin banyak energi yang
dibutuhkan.
Mardiyah M (2013) mendapatkan hasil penelitian
ada hubungan antara aktivitas fisik dengan
penurunan berat badan ibu postpartum dengan
nilai p=0.003 (p<0.05)

Ditemukan hasil uji Spearman pada subjek dengan


nilai r=0,510 dan p sebesar 0,000 (<0,05) sehingga
didapatkan kesimpulan terdapat korelasi yang

bermakna antara asupan makanan dan LILA.


Menurut teori, hal yang mempengaruhi indeks
massa tubuh adalah kandungan kalori pada
makanan yang dikonsumsi karena jumlah kalori
tersebut akan mempengaruhi cadangan energy
yang akan dideposit sebagai lemak tubuh.
Berdasarkan hasil penelitian Andi MA dkk (2010)
ada hubungan yang signifikan antara asupan
energy dengan IMT (p=0.004).

Bab VI
Kesimpulan dan Saran

Dari sebaran subjek menurut variable tertentu,

tampak bahwa :
Sebagian besar subjek (45 orang) menyusui 6-12 bulan

yaitu sebesar 42,1%


Sebagian besar subjek (94 orang) memiliki lingkar
lengan atas 23-33 cm yaitu sebesar 87,9%
Kebanyakan subjek (68 orang) berusia 20-29 tahun yaitu
sebesar 63,6%

Sebagian besar subjek (65 orang) memiliki pendidikan

rendah yaitu sebesar 60,7%


Sebagian besar subjek (95 orang) bekerja tidak formal yaitu
sebesar 88,8%
Sebagian besar subjek (66 orang) memiliki pendidikan
rendah yaitu sebesar 60,7%
Sebagian besar subjek (65 orang) memiliki pengetahuan
sedang yaitu sebesar 61,7%

Sebagian besar subjek (60 orang) memiliki sikap baik yaitu

sebesar 56,1%
Sebagian besar subjek (54 orang) memiliki perilaku sedang
yaitu sebesar 50,5%
Sebagian besar subjek (58 orang) dengan aktivitas ringan
yaitu sebesar 54,2%
Sebagian besar subjek (88 orang) dengan asupan makanan
sedang yaitu sebesar 82,2%

Didapatkan hubungan yang tidak bermakna antara

lama menyusui dengan lingkar lengan atas ibu


menyusui yang dapat dilihat dari nilai r=0,004 dan P =
0,790 (P>0,05)
Didapatkan hubungan bermakna antara asupan
makanan dan lingkar lengan atas ibu menyusui yang
dapat dilihat dari nilai r=0,510 dan P=0,000 (P<0,05),
antara perilaku dan lingkar lengan atas ibu menyusui
dengan nilai r= -0,145 dan P=0,010 (P<0,05)

Sedangkan tidak didapatkan hubungan bermakna


antara usia, pekerjaan, pengetahuan, sikap dan aktivitas
fisik terhadap lingkar lengan atas ibu menyusui yang
dapat dilihat dari nilai r yakni masing-masing 0,054, 0,145, 0,074, 0,105, dan -0,088 dengan nilai P, yakni
masing-masing 0,582, 0,137, 0,449, 0,283 dan 0,365
(P>0,05).

Dari hasil yang diperoleh, peneliti menyarankan


beberapa hal:
Bagi profesi agar dapat mengadakan penelitian lebih
lanjut
Peneliti juga disarankan untuk meneliti tentang
pengetahuan, sikap dan perilaku masyarakat

Bagi Puskesmas Kelurahan Duri Kepa :


Lebih mensosialisasikan mengenai pengaruh lamanya
menyusui terhadap status gizi ibu menyusui
Pemberian informasi guna meningkatkan
pengetahuan, sikap, dan perilaku masyarakat dengan
melakukan penyuluhan kepada masyarakat
kemasyarakatan lainnya.
Selain itu, juga perlu untuk lebih membuat dan
menyebarkan spanduk, brosur, leaflet, maupun media
sosial lainnya.

Bagi instansi pendidikan ;


memberikan dukungan kepada mahasiswa dalam
melakukan suatu penelitian
Bagi instansi pemerintah Republik Indonesia
Agar lebih dicanangkan dan dievaluasi lebih lanjut
mengenai program Inisiasi Menyusui Dini berkaitan
dengan bab I pasal 1 ayat 2 PP nomor 33 tahun 2012
tentang Pemberian Air Susu Ibu Eksklusif

Terima Kasih