Anda di halaman 1dari 81

Hubungan antara Lamanya Menyusui dengan Status Gizi Ibu

Berdasarkan Lingkar Lengan Atas Pasca Melahirkan dan FaktorFaktor yang Berhubungan di Puskesmas Kelurahan Duri Kepa,
Jakarta Barat 07-22 Agustus 2014

Disusun oleh :
Brandon Haskel 11.2012.136
Budi Irawan 11.2012.095
Ramizah binti Yusof 11.2012.300
Dorce Meri Uli Sirait 11.2011.169

BAB I Pendahuluan .

Latar Belakang • Masih terdapat ibu-ibu yang tidak mau menyusui bayinya sendiri dikarenakan berbagai alasan. • Kegagalan untuk mengembalikan status gizi seperti sebelum hamil setelah melahirkan menjadi suatu perhatian yang besar bagi wanita • Belum terdapat penelitian ekstensif tentang pentingnya laktasi perihal penurunan berat badan postpartum. .

dan Lingkar Lengan Atas (LILA). tinggi badan. indeks massa tubuh. • Menurut penelitian yang ada pemberian ASI dapat membantu ibu dalam mengurangi berat badan .• Pemeriksaan antropometrik dapat digunakan untuk menentukan status gizi seseorang misalnya dengan cara mengukur berat badan.

wanita yang menyusui secara eksklusif selama 6 – 11 bulan pertama setelah melahirkan berhubungan dengan penurunan persen lemak tubuh. ratio pinggangpinggul.  Penelitian di Indonesia tahun 2009 menyebutkan tidak ada hubungan lama pemberian ASI dengan persentase lemak tubuh wanita menyusui 6-24 bulan. Penelitian di Brazil tahun 2001 menyatakan. . dan lemak lengan.

 Hasil penelitian dari The American Society for Nutritional science di Honduras tentang hubungan perbedaan lamanya menyusui dengan status gizi maternal menunjukkan perbedaan yang signifikan pada status gizi ibu yang menyusui 6 bulan dibandingkan 4 bulan. . Penelitian di Mexico tahun 2012 menunjukkan ibu yang memberikan ASI eksklusif selama 3 bulan tidak berkurang berat badan atau lemak tubuhnya.

 Hal ini akan menjadi dampak terhadap kenaikan berat badan postpartum dari ibu-ibu postpartum di kelurahan tersebut. masih banyak ibu-ibu postpartum yang tidak menyusui anaknya dengan optimal. Menurut pengamatan pada kelurahan Duri Kepa. .

. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui hubungan antara lamanya menyusui dengan status gizi ibu pasca melahirkan berdasarkan lingkar lengan atas di kelurahan Duri Kepa sehingga dapat dilakukan pencegahan terhadap penyakitpenyakit dan kondisi komorbid yang terkait.

atau merasa bahwa menyusui merupakan suatu hal yang merepotkan  Belum terdapat penelitian ekstensif tentang pentingnya laktasi perihal penurunan berat badan postpartum . baik belum tahu keuntungan dari menyusui bagi diri ibu sendiri. sibuk dengan pekerjaan.• Rumusan Masalah  Masih terdapat ibu-ibu yang tidak mau menyusui bayinya sendiri dikarenakan berbagai alasan.

• Rumusan Masalah  Pemberian ASI dapat membantu ibu dalam mengurangi berat badan dikarenakan produksi ASI yang membutuhkan energi yang cukup besar (sekitar 500-650 kkal/hari). maka menyusui dapat membantu mengurangi tumpukan lemak yang ada ditubuh. .

ratio pinggangpinggul. wanita yang menyusui secara eksklusif selama 6 – 11 bulan pertama setelah melahirkan berhubungan dengan penurunan persen lemak tubuh dan wanita yang menyusui secara eksklusif mengalami penurunan lebih besar persen lemak tubuh. lemak lengan dibandingkan dengan wanita yang memberi ASI partial atau hanya memberikan susu formula saja kepada bayi.• Rumusan Masalah  Penelitian di Brazil tahun 2001 menyatakan. .

Tetapi wanita menyusui yang memberikan ASI secara eksklusif mempunyai rerata persentase lemak tubuh lebih kecil dibandingkan dengan pemberian ASI secara partial. ibu yang memberikan ASI eksklusif selama 3 bulan tidak berkurang berat badan atau lemak tubuhnya.  Penelitian di Indonesia tahun 2009 menyebutkan tidak ada hubungan lama pemberian ASI dengan persentase lemak tubuh wanita menyusui 6-24 bulan.• Rumusan Masalah  Penelitian di Mexico tahun 2012 menunjukkan hasil yang berbeda. .

4kg/m2 luas tubuh selama 2 bulan intervensi (p <0.• Rumusan Masalah  Hasil penelitian dari The American Society for Nutritional science di Honduras tentang hubungan perbedaan lamanya menyusui dengan status gizi maternal menunjukkan perbedaan yang signifikan pada status gizi ibu yang menyusui 6 bulan dibandingkan 4 bulan. .05). Dimana terdapat perbedaan penurunan massa tubuh hingga 0.

 Tujuan Umum  Diketahuinya hubungan lamanya menyusui terhadap status gizi ibu pasca melahirkan berdasarkan lingkar lengan atas dan faktor-faktor yang berhubungan di lingkungan kelurahan Duri Kepa periode 07-22 Agustus 2014 .

• Tujuan Khusus  Diketahuinya sebaran menurut lamanya menyusui pada ibu menyusui di kelurahan Duri Kepa periode 7-22 Agustus 2014  Diketahuinya sebaran menurut lingkar lengan atas ibu menyusui di kelurahan Duri Kepa periode 7-22 Agustus 2014  Diketahuinya sebaran menurut usia. pendidikan. perilaku. dan asupan makanan di kelurahan Duri Kepa periode 7-22 Agustus 2014 . pekerjaan. aktivitas fisik. sikap.

asupan makanan terhadap lngkar lengan atas pada ibu menyusui di kelurahan Duri Kepa periode 7-22 Agustus 2014. aktivitas fisik. pengetahuan. pekerjaan. Diketahuinya hubungan antara lamanya menyusui terhadap lingkar lengan atas pada ibu menyusui di Kelurahan Duri Kepa periode 7-22 Agustus 2014  Diketahuinya hubungan antara usia. perilaku. sikap. .

.• Manfaat Bagi Peneliti  Menerapkan pengalaman belajar dan pengetahuan selama kuliah dengan keadaan masyarakat yang sebenarnya.  Meningkatkan minat dan semangat dalam penelitian.  Meningkatkan kemampuan berpikir secara kritis dalam penyelesaian masalah yang ada di masyarakat.

• Manfaat Bagi Peneliti  Sebagai pemenuhan nilai penelitian dalam program kepaniteraan klinik Ilmu Kedokteran Komunitas penulis di Fakultas Kedokteran Universirtas Kristen Krida Wacana. .

penelitian dan pengabdian bagi masyarakat. Manfaat Bagi Perguruan Tinggi  Melaksanakan salah satu tridarma perguruan tinggi. fungsi atau tugas perguruan tinggi sebagai lembaga yang menyelenggarakan pendidikan. .

. Manfaat Bagi Perguruan Tinggi  Mewujudkan Universitas Kristen Krida Wacana sebagai Universitas riset dalam rangka mengembangkan ilmu pengetahuan dan meningkatkan peran pendidik  Meningkatkan kerjasama dan hubungan yang baik antara mahasiswa dan staf pengajar.

 Manfaat Bagi Masyarakat  Meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai hubungan lamanya menyusui dengan status gizi ibu pasca melahirkan berdasarkan lingkar lengan atas sehingga dapat mencegah penyakit serta komorbid yang berkaitan. .

 Manfaat Bagi Masyarakat  Meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai keuntungan dan cara menyusui sehingga dapat menggalakan program Inisiasi Menyusui Dini berkaitan dengan bab I pasal 1 ayat 2 PP nomor 33 tahun 2012 tentang Pemberian Air Susu Ibu Eksklusif .

BAB II Tinjauan Pustaka .

Kerangka Teori .

Kerangka Konsep .

Bab III Metodologi Penelitian .

Jakarta Barat. Desain Penelitian  Desain penelitian ini adalah bersifat korelasi dengan menggunakan pendekatan cross sectional untuk mengetahui hubungan lamanya menyusui dengan status gizi ibu berdasarkan lingkar lengan atas pasca melahirkan dan faktor-faktor yang berhubungan di Duri Kepa. .

 Tempat dan waktu penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 7-22 Agustus 2014 di kelurahan Duri Kepa. . Jakarta Barat.

Populasi Terjangkau Semua ibu menyusui yang merupakan penduduk kelurahan Duri Kepa periode 7-22 Agustus 2014 Kriteria inklusi dan eksklusi Kriteria inklusi adalah semua ibu menyusui yang merupakan penduduk kelurahan Duri Kepa pada tanggal 7-22 Agustus 2014 dan bersedia menjadi subjek penelitian. . Kriteria eksklusi adalah ibu menyusui yang menghidap penyakit kronis.

p . q • n₁= L² • n₂ = n₁ + ( 10% .• Sampel • Besar sampel • Perhitungan besar sampel adalah berdasarkan rumus : (Zα)² . n₁ ) .

50 Q = 100% . n1)  n1 = jumlah sampel minimal  n2 = jumlah sampel ditambah substitusi 10% (substitusi      adalah persen responden yang mungkin drop out) zα = nilai konversi pada tabel kurva normal. dengan nilai α = 5% didapatkan zα pada kurva normal = 1.p = 100% .50 L = Derajat kesalahan yang masih diterima adalah 10% . jadi p = 50% = 0.96 p = proporsi variabel yang ingin diteliti. n2 = n1 + (10%. Diambil 50% berdasarkan penelitian yang didapat.50% = 50% = 0.

6  Jadi. jumlah sampel minimal yang dibutuhkan adalah 107 orang .04  untuk menjaga adanya kemungkinan responden yang drop out.04 + (10% x 96. n1=  n1 = 96.04)  n2 = 105. maka dihitung :  n2 = 96.

Dan mendapatkan sample 107. . Pada kelurahan duri kepa terbagi menjadi 14 RW lalu secara cluster sampling terpilih satu RW 03 RW 03 terdapat populasi sebanyak 110 ibu yang menyusui bayinya. Dari 110 terdapat 3 orang responden dikeluarkan karena tidak mengisi kuesioner.• Teknik pengambilan sampel Pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah dengan cara cluster sampling.

yang menjadi daerah penelitian untuk meminta ijin melakukan penelitian dan melaporkan tujuan diadakannya penelitian tersebut  Mengumpulkan bahan ilmiah dan merencanakan desain penelitian. .  Pemilihan sampel kemudian dilakukan secara cluster sampling.• Cara Kerja  Menghubungi lurah Duri Kepa. kepala puskesmas kelurahan Duri Kepa.

. Membuat kuesioner sebagai instrumen pengukuran data.  Setelah selesai uji coba. kuesioner diedarkan.  Melakukan uji coba kuesioner dengan mengedarkan kuesioner kepada 10 orang penduduk Duri Kepa.

analisis.  Melakukan pengolahan. Melakukan pengumpulan data-data dengan menggunakan instrumen penelitian berupa pita pengukur untuk mengukur LILA dan kuesioner di kelurahan Duri Kepa. penyajian.  Pelaporan penelitian. dan interpretasi data dengan program SPSS. .  Penulisan laporan penelitian.

Pengumpulan Data  Data primer dikumpulkan dengan mengukur besar lingkar lengan atas dengan pita ukur.  Data sekunder menggunakan data dari rekam medis . dan kuesioner.

pekerjaan. Variabel terikat berupa lingkar lengan atas ibu. sikap dan perilaku ibu menyusui tentang menyusui dan perubahan berat badan ibu. .Identifikasi Variabel Dalam penelitian ini digunakan variabel terikat (dependen) dan variabel bebas (independen). pengetahuan. usia. aktivitas fisik serta asupan makanan. Variabel bebas berupa lamanya menyusui.

. Pengolahan Data Data-data yang diperoleh telah dikumpulkan.0 (SPSS). Data tersebut dianalisis menggunakan uji Spearmann. disajikan lalu dianalisis dengan menggunakan program Computer Statistical Package for Social Science version 16. diolah.

Usia ibu adalah lamanya hidup seseorang sejak dilahirkan sampai saat penelitian dilakukan.Definisi Operasional Data Umum Subjek Penelitian Pada penelitian ini. Usia ibu dihitung selisih antara tanggal dilakukan penelitian dengan tanggal lahir subjek Alat ukur : Kuesioner Skala : Ordinal Hasil : Kode 0 : <20 tahun Kode 1 : 20-29 tahun Kode 2 : 30-39 tahun Kode 3 : >39 tahun . subjek adalah semua ibu menyususi yang merupakan penduduk kelurahan Duri Kepa periode 7-22 Agustus 2014 yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi.

 Luruskan lengan sejajar dengan tubuh. Lingkar Lengan Atas Merupakan salah satu indikator status nutrisi / gizi.  Tentukan titik tengah lengan. . LILA di ukur langsung pada ibu yang menjadi subyek penelitian Cara mengukur LILA sekarang:  Tetapkan lengan yang akan diukur.  Lingkarkan pita pengukur pada titik tengah lengan.  Posisikan lengan sejajar dengan tubuh dan siku membentuk tubuh 90º.  Ukur lengan dari bahu ke siku (acromnion ke alecranon).

1cm  Skala : ordinal  Besar LILA digolongkan menjadi 3 kategori :  Kode 0 : <23cm  Kode 1 : 23-33  Kode 2 : >33 .  Pembacaan skala yang benar  Alat ukur : mengukur lingkar lengan atas dengan pita pengukur dalam satuan centimeter dengan ketelitian 0. Pita jangan terlalu ketat dan longgar.

 Pendidikan Tingkat pendidikan adalah tahapan pendidikan formal terakhir yang dicapai oleh subjek dari suatu institusi tertentu yang mencakup tingkat Sekolah Dasar (SD) atau sederajat. diploma dan sarjana atau lebih tinggi. Sekolah Menengah Pertengahan (SMP) atau sederajat. Sekolah Menengah Atas (SMA) atau sederajat. .

Tidak sekolah. Tidak tamat Diploma atau Sarjana  Kode 2 : Tingkat Pendidikan Tinggi . Alat ukur: Kuesioner  Skala data : Ordinal  Tingkat pendidikan digolongkan menjadi 3 kategori :  Kode 0 : Tingkat Pendidikan Rendah.Tidak tamat SMA atau sederajat  Kode 1 : Tingkat Pendidikan Sedang: Tamat SMA atau sederajat. Tidak tamat atau tamat SD atau sederajat.Tidak tamat atau tamat SMP atau sederajat.Tamat Diploma dan Tamat Sarjana atau lebih tinggi .

yaitu: Kode 0 : jenis pekerjaan tidak formal Kode 1 : jenis pekerjaan formal . Jenis pekerjaan formal termasuk pegawai pemerintah dan karyawan swasta manakala jenis pekerjaan tidak formal termasuk bekerja sendiri.Pekerjaan adalah kegiatan atau aktivitas sehari-hari subjek untuk mendapatkan penghasilan. tidak bekerja atau pension  Alat ukur: Kuesioner  Skala data: Nominal Jenis pekerjaan digolongkan menjadi 2 kategori.

Lamanya Menyusui Adalah waktu ibu pertama memberikan ASI kepada bayinya hingga pada waktu penelitian Alat ukur : Kuesioner Skala : Ordinal Hasil : Kode 0 : <6 bulan Kode 1 : 6-12 bulan Kode 2 : 13-19 bulan Kode 3 : 20-24 bulan .

 Pengetahuan  Tingkat pengetahuan ialah informasi / pemahaman yang ada pada subjek terhadap ASI dan menyusui serta pengaruhnya pada status nutrisi / berat badan ibu. Yang di mengunakan pertanyaan pada kuesioner • Pemberian Kode adalah sebagai berikut : – Kode 0 : Pengetahuan rendah – Kode 1 : Pengetahuan sedang – Kode 2 : Pengetahuan tinggi .

 Kode 2 : Sikap baik  Kode 1 : Sikap sedang  Kode 0 : Sikap buruk . Tindakan / perasaan responden terhadap pemahaman yang ditanyakan pada kuesioner dan diberikan skoring.

Perilaku  Kebiasaan ibu tentang menyusui dan hal-hal yang berkaitan dengan status gizi ibu mengunakan kuesioner Kode 2 :perilaku baik Kode 1 : perilaku sedang Kode 0:perilaku buruk .

Untuk setiap tiga komponen tersebut. . Aktivitas fisik Aktivitas fisk seorang individu dinilai dari tiga komponen utama yaitu pekerjaan. Untuk setiap tiga komponen tersebut dihitung durasi yang dibutuhkan untuk kegiatan tersebut dalam hitungan menit. terdapat nilai Metabolic Equivalent of Task (MET) yang telah ditetapkan. cara berpergian ke suatu tempat contoh berjalan atau bersepeda dan aktivitas olah raga yang dilakukan dalam waktu seminggu. Pekerjaan dibagi menjadi dua yaitu pekerjaan berat dan sedang.

 Hasil :  Kode 2 : Aktifitas fisik berat  Kode 1 : Aktifitas fisik sedang  Kode 0 : Aktifitas fisik ringan .

Kode 2 : <2000 kalori/hari = Asupan makanan tinggi Kode 1 : 2000-2500 kalori/hari = Asupan makanan sedang Kode 0 : >2500 kalori/hari = Asupan makanan rendah .Asupan makanan Makanan yang dikonsumsi ibu selama menyusui dalam satu hari dalam satuan kalori. Jumlah dan jenis makanan yang dikonsumsi per hari di catat di kuesioner.

Bab IV Hasil Penelitian .

.

.

.

.

.

.

Bab V Pembahasan .

05) sehingga didapatkan kesimpulan tidak terdapat korelasi yang bermakna antara lamanya menyusui terhadap LILA.Hubungan antara Lamanya Menyusui terhadap Lingkar Lengan Atas pada Ibu Menyusui di Kelurahan Duri Kepa periode 07-22 Agustus 2014  Pada table 4.004 dan p sebesar 0. ditemukan hasil uji Spearman pada subjek nilai r=0.970 (>0.4. .

indeks massa tubuh lebih rendah dibanding ibu yang menyusui kurang dari 1 bulan. .05 terhadap berat badan ibu postpartum yang mengindikasikan adanya hubungan antara pemberian asi dengan berat badan ibu postpartum.  Pada hasil penelitian yang lain oleh Denise P menemukan pada ibu yang menyusui 6-12 bulan. Menurut hasil penelitian sebelumnya oleh Mardiyah M (2013) pemberian asi memberikan nilai p<0.

Sikap. .582 (>0.054 dan p sebesar 0.5. Pengetahuan.05). diatas usia 20 tahun kadar lemak tubuh akan meningkat dan mempengaruhi status gizi.  Menurut teori. Perilaku.  Hasil penelitian dari Forster S dkk (2005) menyatakan semakin meningkat usia semakin buruk status gizi seseorang.Hubungan antara Usia. Aktivitas Fisik. Pekerjaan. Asupan Makan terhadap Lingkar Lengan Atas pada Ibu Menyusui di Kelurahan Duri Kepa Periode 07-22 Agustus 2014 Pada table 4. :  Ditemukan hasil uji Spearman pada subjek dengan nilai r=0. tidak terdapat korelasi yang bermakna antara usia dan LILA.

05) sehingga didapatkan kesimpulan tidak terdapat korelasi bermakna antara pekerjaan dan LILA.137 (>0.  Berdasarkan hasil penelitian oleh Grace C (2010) tidak didapatkan hubungan antar pekerjaan dan penurunan berat badan ibu . pekerjaan yang menuntut aktivitas fisik yang tinggi akan lebih banyak membakar simpanan energi dalam tubuh sehingga tidak terjadi obesitas dan sebaliknya.145 dan p sebesar 0.  Menurut teori. Ditemukan hasil uji Spearman pada subjek dengan nilai r=0.

 Ditemukan hasil uji Spearman pada subjek dengan nilai r=0.05) sehingga didapatkan kesimpulan tidak terdapat korelasi bermakna antara pengetahuan dan LILA.  Berdasarkan hasil penelitian oleh Grace C (2010) ada hubungan antara ibu yang mempunyai pengetahuan tentang menyusui dengan turunnya berat badan ibu .074 dan p sebesar 0.449(>0.

105 dan p sebesar 0.  Ditemukan hasil uji Spearman pada subjek dengan nilai r=0.748 dan p sebesar 0.283 (>0. Ditemukan hasil uji Spearman pada subjek dengan nilai r=0.010 (<0.05) sehingga didapatkan kesimpulan tidak terdapat korelasi bermakna antara sikap dan LILA. .05) sehingga didapatkan kesimpulan terdapat korelasi bermakna antara perilaku dan LILA.

05) .003 (p<0.  Aktivitas fisik berhubungan secara langsung dengan penggunaan energi. Semakin tinggi tingkat aktifitas fisik semakin banyak energi yang dibutuhkan.  Mardiyah M (2013) mendapatkan hasil penelitian ada hubungan antara aktivitas fisik dengan penurunan berat badan ibu postpartum dengan nilai p=0.088 dan p sebesar 0.05) sehingga didapatkan kesimpulan tidak terdapat korelasi bermakna antara aktivitas fisik dan LILA. Ditemukan hasil uji Spearman pada subjek dengan nilai r=0.365 (>0.

.004).  Berdasarkan hasil penelitian Andi MA dkk (2010) ada hubungan yang signifikan antara asupan energy dengan IMT (p=0. hal yang mempengaruhi indeks massa tubuh adalah kandungan kalori pada makanan yang dikonsumsi karena jumlah kalori tersebut akan mempengaruhi cadangan energy yang akan dideposit sebagai lemak tubuh. Ditemukan hasil uji Spearman pada subjek dengan nilai r=0.510 dan p sebesar 0.05) sehingga didapatkan kesimpulan terdapat korelasi yang bermakna antara asupan makanan dan LILA.  Menurut teori.000 (<0.

Bab VI
Kesimpulan dan Saran

 Dari sebaran subjek menurut variable tertentu,

tampak bahwa :
 Sebagian besar subjek (45 orang) menyusui 6-12 bulan

yaitu sebesar 42,1%
 Sebagian besar subjek (94 orang) memiliki lingkar
lengan atas 23-33 cm yaitu sebesar 87,9%
 Kebanyakan subjek (68 orang) berusia 20-29 tahun yaitu
sebesar 63,6%

 Sebagian besar subjek (65 orang) memiliki pendidikan

rendah yaitu sebesar 60,7%
 Sebagian besar subjek (95 orang) bekerja tidak formal yaitu
sebesar 88,8%
 Sebagian besar subjek (66 orang) memiliki pendidikan
rendah yaitu sebesar 60,7%
 Sebagian besar subjek (65 orang) memiliki pengetahuan
sedang yaitu sebesar 61,7%

 Sebagian besar subjek (60 orang) memiliki sikap baik yaitu

sebesar 56,1%
 Sebagian besar subjek (54 orang) memiliki perilaku sedang
yaitu sebesar 50,5%
 Sebagian besar subjek (58 orang) dengan aktivitas ringan
yaitu sebesar 54,2%
 Sebagian besar subjek (88 orang) dengan asupan makanan
sedang yaitu sebesar 82,2%

05).05)  Didapatkan hubungan bermakna antara asupan makanan dan lingkar lengan atas ibu menyusui yang dapat dilihat dari nilai r=0.010 (P<0.510 dan P=0.000 (P<0. Didapatkan hubungan yang tidak bermakna antara lama menyusui dengan lingkar lengan atas ibu menyusui yang dapat dilihat dari nilai r=0.004 dan P = 0.790 (P>0. antara perilaku dan lingkar lengan atas ibu menyusui dengan nilai r= -0.05) .145 dan P=0.

449. 0.054. 0. 0.582.365 (P>0.145.137. pengetahuan. .088 dengan nilai P. dan -0. 0. pekerjaan. 0. yakni masing-masing 0.05). 0. sikap dan aktivitas fisik terhadap lingkar lengan atas ibu menyusui yang dapat dilihat dari nilai r yakni masing-masing 0.074.105.Sedangkan tidak didapatkan hubungan bermakna antara usia.283 dan 0.

Dari hasil yang diperoleh. peneliti menyarankan beberapa hal:  Bagi profesi agar dapat mengadakan penelitian lebih lanjut  Peneliti juga disarankan untuk meneliti tentang pengetahuan. sikap dan perilaku masyarakat .

sikap. . dan perilaku masyarakat dengan melakukan penyuluhan kepada masyarakat kemasyarakatan lainnya.Bagi Puskesmas Kelurahan Duri Kepa :  Lebih mensosialisasikan mengenai pengaruh lamanya menyusui terhadap status gizi ibu menyusui  Pemberian informasi guna meningkatkan pengetahuan. brosur.  Selain itu. juga perlu untuk lebih membuat dan menyebarkan spanduk. maupun media sosial lainnya. leaflet.

 memberikan dukungan kepada mahasiswa dalam melakukan suatu penelitian Bagi instansi pemerintah Republik Indonesia  Agar lebih dicanangkan dan dievaluasi lebih lanjut mengenai program Inisiasi Menyusui Dini berkaitan dengan bab I pasal 1 ayat 2 PP nomor 33 tahun 2012 tentang Pemberian Air Susu Ibu Eksklusif .Bagi instansi pendidikan .

Terima Kasih .