Anda di halaman 1dari 16

GAME THEORY

AN INTRODUCTION TO
NANGGROE ACEH DARUSSALAM & PAPUA STUDY
CASE

APA ITU GAME THEORY?


Teori permainan merupakan bagian dari studi rational
behavior terhadap kesalingtergantungan atau
interdependensi antar pemain
Para pemain memiliki persamaan kepentingan untuk
mendapatkan bagian keuntungan sebesar mungkin,
Para pemain memiliki kepentingan yang saling
bersinggungan untuk memaksimalkan bagian keuntungan
masing-masing

Pengambilan keputusan rasional seorang pemain


membutuhkan antisipasi terhadap respon pesaing
Ekspektasi terhadap perilaku pesaing tidaklah selalu sesuai
harapan, ketidakpastian menjadi pertimbangan penting dari
permainan ini

BAGAIMANA APLIKASI DARI GAME


THEORY SEDERHANA?

Prisoners Dilemma

Tahanan B

Tutup Mulut

Mengaku

Tahanan A

Mengaku

5 tahun

5 tahun

0 tahun

20 tahun

Tutup Mulut

20 tahun

0 tahun

1 tahun

1 tahun

INTISARI PRISONERS DILEMMA

Kedua pemain akan memiliki kondisi lebih baik


apabila mereka dapat bekerja sama atau
kooperatif dalam memecahkan masalah
Oleh karena itu polisi akan memisahkan tersangka
ke dalam ruang interogasi berbeda

Titik keseimbangan atau equilibrium tidak


harus efisien. Titik keseimbangan nonkooperatif di dalam Prisoners Dilemma
menghasilkan pemecahan masalah yang
bukan merupakan hasil terbaik dikehendaki
bagi kedua pihak

NASH EQUILIBRIUM
Tidak ada satu pemainpun yang memiliki
insentif untuk mengubah strategi, terhadap
pilihan pemain lainnya.
Apabila keduanya mengaku, maka titik
keseimbangan tercapai yang disebut sebagai
Nash Equilibrium
Apabila keduanya tidak mengaku, maka tidak
dapat dikategorikan sebagai Nash Equilibrium,
karena sejatinya pesaing akan selalu ingin
melawan atau memberontak

Syarat dan Ketentuan Aplikasi


Game Theory

Setiap pemain bermain rasional, dengan asumsi memiliki


intelegensi yang sama, dan tujuan sama, yaitu
memaksimumkan payoff, dengan kriteria maksimin dan
minimaks.

Terdiri dari 2 pemain, keuntungan bagi salah satu pemain


merupakan kerugian bagi pemain lain.

Tabel yang disusun menunjukkan keuntungan pemain baris,


dan kerugian pemain kolom.

Permainan dikatakan adil jika hasil akhir menghasilkan nilai


nol (0), tidak ada yang menang/kalah.

Tujuan dari teori permainan ini adalah mengidentifikasi


strategi yang paling optimal

Contoh Kasus Dinamika


Politik Lokal
Pemerintah Daerah (X)

Otonomi
Khusus
Otono
mi
Merdek
a

Pemerintah
Pusat (Y)

Merdeka

Otonomi

Otonomi
Khusus

INDIKATOR UTAMA PROVINSI NAD (1)


Indikator
variabel

Indikator Utama

Demokrasi Lokal

1.
2.
3.
4.

Berdirinya partai politik lokal yang berjumlah sekitar 16 partai


Berdirinya Mahkamah Syarisah sebagai lembaga perasddian Islam
Suksesnya pemilihan umum di Provinsi NAD dalam Pilkada, Pileg, dan Pilpres
Terpeliharanya kesepakatan MoU Helsinki dengan baik

Potensi Konflik
Etnis-Religius

1.

Mayoritas penduduk mengantu agama Islam yang fanatik, sehingga fatwa ulama lebih
diperhatikan daripada kebijakan permeintah
Sejarah perjuangan rakyat Aceh ingin menerpakn hukum syariat Islam di bumi Serambi Mekkah
Rakyat Aceh kecewa dengan kebijakan permeintah pusat, yang memberikan izin, investasi
kepada masyarakat asing yang tidak Islami
Penduduk asli lebih dominan daripada pendatang, bertemperamen keras, dan kaku dalam
menafsirkan peraturan hukum

2.
3.
4.
Politik Ekonomi
Lokal

1.

2.

3.
4.

5.
6.

Aceh berhak memperoleh dana melalui hutang luar negeri, Aceh berhak untuk menetapkan
tingkat suku bunga berbeda dengan yang ditetepkan oleh Bank Sentral Republik Indonesia
(Bank Indonesia)
Aceh berhak menetapkan dan memungut pajak daerah untuk membiayai kegiatan-kegiatan
internal yang resmi. Aceh berhak melakukan perdagangan dan bisnis secar internal dan
internasional serta menarik investasi dan wisatawan sasing secara langsung ke Ace
Aceh akan memiliki Kewenangan atas sumber daya alam yang hidup di laut teritorial di sekitar
Aceh
Aceh berhak menguasai 70% hasil dari semua cadangan hidrokarbon dan sumber daya alan
lainnya yang ada saat ini dan idmasa mendatang di wilayah Aceh maupun laut teritorial sekitar
Aceh
Aceh melaksanakan pembangunan dan pengelolaan semua pelabuhan laut dan pelabuhan
udadar dalam wilayah Aceh
Aceh akan menikmati perdagangan dbebas dengan semua bagtian Republik Indonesia stana
hambtan pajak, tari ataupun hambatan lainnya

INDIKATOR UTAMA PROVINSI NAD (2)


6.
7.

8.

Aceh akan menikmati akses langsung dan tanpa hambatan ke negara-negara asing, melalui laut dan udara
Pemerintah RI berteda untuk menciptkakan transparansi dalam pengumpulan dan pengalokasian
pendapatan datara pPemerinah Pusat dan Aceh dengna menyetujui auditor luar melakukan verifikasi atas
kegiatan tersebut dan menyampaikan hasil-hasilnya kepda Kepala Pemerintah Aceh
Gam akan mencalonkan wakil-wakilnya untuk pberpartisipasi secara penuh pada semua tingkatan dalam
komisi yang dibentuk untuk melaksankian rekonstruktsi pasca-Tsunami (BR

Birokrasi
Pemda

1. Pasca bencana tsunami, Pemerintah NAD menerima bantuan Badan Rehabilitasi dan Reskonstruksi NAD-Nias
untuk kut membenahi adminsitrasi pemda
2. Gubernaur NAD terpilih berasal dari partai lokal, namun tetap tunduk keapda peraturan perundang-undangna
pemerintah RI
3. Dirkimnya pegawai ke Jakarta untuk tugas belajar ke STIA LAN sebagai upaya standarisasi kompetensi
pegawai secara nasional

Hubungan
PempusPemda

1.
2.
3.
4.

Keistimewaan aceh didasrkan pada sejarah


Diberlakukannya Syariat Islam sebagai hukum positif mewadahi keiinginan pemerintah daerah
Masing-masing menjaga, menghormati dan melasknakan nota kesepahaman (MoU Helsinki 15 Agustus 2005)
Aceh akan melaksanakan kewenangan dalam semua sektor publik, yang akan diselenggarakan bersamaan
dengan administrasi sipil dan peradilan, kecuali dalam bidan ghubungan luar negeri, pertahanan lauuar,
keamanan nasional, hal ikhwal moneter dan fiskal, kekuasaan kehakiman dan kebebasan beragama. Dimana
kebijakan tersebut merupakan kewenangan permeintah Republik Indonesia sesuai dengan konstitutis.
Pemerintah memberikan otonomi khusus sebagai upaya menciptakan perdamaian dan peningkatan
kesehjahteraan rakyat Aceh
5. Persetujuan-persetujuan internasional yang diberlakukan oleh Pemerintah Indonesia yang terkait denga hal
ikhwal kepentinga khusus Sceh akan berlaku dengan konslultasi dan persetujaun legislatif Aceh
6. Keputusan-keputusan Dewan perwakilan Rakyat Republik Indonesia yang terkait dengan Aceh akan diblaukan
denga knsultasi dan persetuajuan legislatif Aceh
7. Kebijakan-kebijakan administratif yang diambil oloeh Pemerinta hIndonesia berkaitan dengan Aceh akan
dilaksanakan dengan konsultasi dan persetuajuan Kepala Pemerintah Aceh

INDIKATOR UTAMA PROVINSI PAPUA (1)

Indikator
variabel
Demokrasi Lokal

Potensi Konflik
Etnis-Religius
Politik Ekonomi
Lokal

Indikator Utama

INDIKATOR UTAMA PROVINSI PAPUA (2)

Birokrasi
Pemda

Hubungan
PempusPemda

MATRIKS SKALA PRIOPRITAS


KEUNGGULAN NAD & PAPUA
Variabel

Skala Prioritas

Variable

Demokrasi Lokal

Demokrasi Lokal

Potensi Konflik
Etnis-Religius

Potensi Konflik
Etnis-Religius

Politik Ekonomi
Lokal

Politik Ekonomi
Lokal

Birokrasi Pemda

Birokrasi Pemda

Hubungan
Pempus-Pemda

Hubungan
Pempus-Pemda

Skala Prioritas

APLIKASI GAME THEORY TERHADAP


PEMBERIAN STATUS OTONOMI PROVINSI
Pemerintah Daerah NAD

Merdek
a
Otono
mi

Otonomi

Otonomi
Khusus

0,9

0,0

0,8

8,9

9,0

9,8

Otonomi
Khusus

Pemerintah
Pusat

Merdeka

Petunjuk Pemberian Skor: 1-9 (sangat lemah-sangat kuat)


Rentang Skor : 0-3 (lemah), 4-6 (sedang), 7-9 (kuat)

APLIKASI GAME THEORY TERHADAP


PEMBERIAN STATUS OTONOMI PROVINSI
Pemerintah Daerah Papua

Otono
mi

Otonomi
Khusus

Otonomi

Merdek
a

Pemerintah
Pusat

Merdeka

Petunjuk Pemberian Skor: 1-9 (sangat lemah-sangat kuat)


Rentang Skor : 0-3 (lemah), 4-6 (sedang), 7-9 (kuat)

Otonomi
Khusus

TUGAS KELOMPOK

Susun paper kelompok berdasarkan kacamata anda sebagai


pemerintah pusat terhadap pemberian status terhadap masing-masing
provinsi
Paper harus berisikan INDIKATOR UTAMA, analisis matriks
PEMBERIAN STATUS bagi masing-masing provinsi
Paper harus memuat rekomendasi kebijakan selanjutnya bagi provinsi
tertuju dengan menggunakan matriks SKALA PRIORITAS dan
keberadaan provinsi lainnya di Indonesia
Sistematika paper:
Pendahuluan tentang Sejarah Otonomi masing-masing provinsi
Permasalahan tentang perlunya pertimbangan masak tentang pemberian
status otonomi dan dampaknya
Analisis 2 matriks indikator utama dan pemberian status
Kesimpulan dan Rekomendasi Kebijakan Ke Depan dengan melihat pada
matriks skala prioritas