Anda di halaman 1dari 40

Presentasi

Kasus

Identitas Pasien

Nama (inisial)
: Tn.KBB
Tempat/Tanggal lahir : Porsea, 17-04-59
Umur
: 55 tahun
Agama
: Kristen
Pendidikan
: STM
Pekerjaan
: Tidak Bekerja
Alamat : Komplek DIT Bekang, Cibinong
Status Perkawinan
: Belum menikah

Autoanamnesis :
27 Oktober 2014, pukul 10.00

KELUHAN UTAMA
Ditangkap Satpol PP saat duduk di depan
pasar jaya

RIWAYAT GANGGUAN
SEKARANG
4 bulan yang lalu, pasien ditangkap oleh
satpol PP saat sedang duduk di depan
pasar jaya Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Pasien mengaku, saat itu pasien sedang
bekerja sebagai petugas keamanan dari
pasar jaya tersebut. Saat itu, pasien
sedang menunggu pedagang air untuk
membeli air sebanyak 2 jerigen. Pasien
mengaku air itu akan dipergunakan untuk
mandi dan mencuci pakaian.

RIWAYAT GANGGUAN
SEKARANG
Pasien juga mengaku akan mandi karena
saat itu pasien mengaku ingin ke
jamsostek untuk claim gaji yang selama ini
belum keluar. Saat sedang menunggu
pedagang air, pasien ditangkap tiba-tiba
oleh Petugas Satpol PP dengan mobil
dinasnya.

RIWAYAT GANGGUAN
SEKARANG
Selama dirawat di panti, pasien mengakui
tidak dapat tidur karena takut dibunuh oleh
teman sekamarnya yang ia rasa
merupakan kumpulan pembunuh bayaran.
Meskipun kurang tidur, pasien masih
mengakui bersemangat.

RIWAYAT PSIKIATRIK
Gangguan Psikiatrik
Tidak diketahui

Riwayat Gangguan Medic


Adanya riwayat trauma kepala, kejang,
ataupun tumor disangkal

RIWAYAT PSIKIATRIK
Riwayat Gangguan Zat Psikoaktif
Pasien hanya pernah menggunakan zat
psikoaktif berupa rokok. Konsumsi zat
psikoaktif maupun alkohol disangkal oleh
pasien.

Riwayat Gangguan Sebelumnya


Disangkal

RIWAYAT PSIKIATRIK
Riwayat Kehamilan dan Persalinan
Dikatakan pasien bahwa pasien tidak diberi
tahu oleh orang tua

Riwayat Perkembangan Kepribadian


Tidak diketahui

RIWAYAT PSIKIATRIK
Riwayat Pendidikan
Pasien hanya sekolah sampai STM
dikarenakan merasa kecewa dengan guru
dan teman-temannya

Riwayat Pekerjaan
Pasien mengaku bekerja sebagai keamanan
di pasar jaya tanah abang

RIWAYAT PSIKIATRIK
Kehidupan Beragama
Pasien mengaku rajin ke gereja HKBP
Cibinong hingga sebelum masuk ke panti

Kehidupan social dan perkawinan


Pasien mengaku pernah bertunangan dengan
seorang wanita sejak usia 5 tahun

RIWAYAT PSIKIATRIK

RIWAYAT PSIKIATRIK
SITUASI KEHIDUPAN SOSIAL
SEKARANG
Pasien tidak mempunyai teman, karena tidak
suka bergaul, selalu merasa orang lain akan
menyakiti dirinya. Pasien mengaku hanya
memiliki teman montir yang selalu bersama
dirinya sebagai keamanan di pasar jaya tanah
abang

STATUS MENTAL
Penampilan
Pasien seorang laki-laki berusia 55 tahun,
tinggi badan 165 cm, berat badan + 60kg.
penampilan rapi dengan rambut pendek
berwarna putih, pakaian menggunakan
kemeja coklat dengan celama panjang
berwarna hitam. Penampilan pasien tampak
sesuai usia, kebersihan tubuh terjaga.

STATUS MENTAL
Penampilan
Tampak mengalungkan nametag yang berisi KTP,
kartu jamsostek, dan tanda bukti pengiriman barang
PT.Pos Indonesia. Pasien tampak selalu membawabawa tas selempang berupa kantong plastik besar
berwarna hitam yang diikatkan dengan tali dan berisi
banyak barang termasuk arsip. Pasien tampak tidak
mengenakan alas kaki.

STATUS MENTAL
Kesadaran
Kesadaran sensorium/neurologic: Compos
Mentis.
Kesadaran psikiatrik: tidak tampak
terganggu.

STATUS MENTAL
Sebelum wawancara
Pasien sedang melamun di ruangannya

Selama wawancara
Selama wawancara, pasien tampak
bersemangat. Pasien menjawab dengan
spontan apa yang ditanya oleh pemeriksa.
Pasien dapat melihat fokus kearah
pemeriksa.

STATUS MENTAL
Selama wawancara
Saat diajukan pertanyaan, pasien dapat
menjawab hampir semua pertanyaan dengan
lancar, namun terkadang jawaban cenderung
irelevan.

Setelah wawancara
Setelah wawancara, pasien terlihat bangga,
dan pasien kembali ke aula bersama pasien
lainnya.

STATUS MENTAL
Sikap terhadap pemeriksa
Pasien sangat kooperatif dan menjawab
hampir semua pertanyaan dengan baik.

Pembicaraan
Cara bicara
Berbicara spontan, cenderung banyak bicara, dan
emosional

Gangguan berbicara
Tidak terdapat gangguan berbicara.

STATUS MENTAL
Alam Perasaaan
Suasana perasaan (mood) : elasi
Afek ekspresi afektif
: wajar
Keserasian
: serasi

Gangguan persepsi
Halusinasi
Ilusi
Depersonalisasi
Derealisasi

: Tidak ada
: Tidak ada.
: Tidak ada.
: Tidak ada.

STATUS MENTAL
Sensorium dan kognitif (fungsi
intelektual)
Taraf pendidikan
: kesan sesuai
Kecerdasan
: kesan sesuai
Konsentrasi/perhatian : kurang baik.
Orientasi
Waktu
Tempat
Orang

: baik
: baik
: baik

STATUS MENTAL
Daya ingat
Jangka panjang
Jangka pendek
Segera

: baik
: baik
: baik

Pikiran abstrak
baik

Visuospasial
: tidak dapat dinilai
Kemampuan menolong diri sendiri
Baik

STATUS MENTAL
Arus pikir
Produktivitas
: flight of ideas
Kontinuitas pikiran
: terarah, irelevan,
kurangnya hubungan sebab akibat dalam
menjelaskan sesuatu,
Hendaya berbahasa : tidak ada.

STATUS MENTAL
Isi pikir
Preokupasi :tidak ada
Waham
: waham kebesaran, kejar.
Obsesi
: tidak ada
Fobia
: tidak ada
Gagasan Rujukan
: tidak ada
Gagasan Pengaruh
: tidak ada

STATUS MENTAL
Pengendalian impuls
Baik

Daya nilai
Daya nilai social
Uji daya nilai
Daya nilai realita

: baik
: baik
: buruk

STATUS MENTAL
Tilikan
derajat 1 karena pasien menyangkal
penyakitnya dan mengaku tidak mengetahui
alasan dibawa ke panti

Reliabilitas :
buruk

PEMERIKSAAN
PEMERIKSAAN FISIK

Status internus
Keadaan umum/Kesadaran
Tekanan darah
Nadi
Suhu
Frekuensi Pernapasan
Kepala
Mata
THT
Thoraks
Abdomen
Ekstremitas

: baik/compos mentis.
: tidak dilakukan
: 82 x/menit
: tidak dilakukan
: 19 x/menit
: normocephali, distribusi rambut merata
: konjungtiva anemis -/-, sclera ikterik -/: tidak ada kelainan
: tidak ada kelainan
: datar, nyeri tekan (-)
: akral hangat, edema (-)

PEMERIKSAAN
PEMERIKSAAN FISIK
Status neurologis

: Kesan tidak terdapat defisit neurologis.

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Tidak dilakukan pemeriksaan penunjang

IKHTISAR PENEMUAN
BERMAKNA
Seorang laki-laki berusia 55 tahun
ditangkap satpol pp saat menunggu
pedagang air di depan pasar jaya Tanah
Abang. Pasien berniat untuk claim gaji dari
jamsostek, maka harus mandi dan
menunggu pedagang air, saat itu pasien
ditangkap satpol PP. adanya gangguan
tidur diakui oleh pasien.

IKHTISAR PENEMUAN
BERMAKNA
Pada wawancara didapatkan penampilan
sesuai usia, pasien tampak bersemangat,
mood elasi, waham kebesaran, waham
kejar, daya nilai realita buruk, dengan
tilikan derajat 1

Diagnosis Multiaxial
Aksis I
Manik dengan gejala psikotik
Atas dasar:
Suasana perasaan (mood) meninggi, tidak
sepadan dengan keadaan individu
Elasi yang disertai kebanyakan bicara dan
berkurangnya tidur
Perhatian mudah dialihkan

Diagnosis Multiaxial
Aksis I
Manik dengan gejala psikotik
Atas dasar:

Optimisme yang tinggi


Harga diri yang membumbung
Waham kebesaran
Waham kejar
Episode berlangsung lebih dari 1 minggu

Diagnosis Multiaxial
Aksis II
Tidak ada

Aksis III
Tdak ada

Aksis IV
Tidak diketahui

Aksis V
GAF 31-40 karena terdapat beberapa
gangguan dalam uji realitas atau komunikasi

Evaluasi Multiaxial
Aksis I

Manik dengan gejala psikotik (F30.2)

Aksis II
Aksis III
Aksis IV
Aksis V

: tidak ada diagnosis


: tidak ada diagnosis
: tidak diketahui
: GAF 31-40

PROGNOSIS
Dubia ad bonam

DAFTAR MASALAH
Organobiologik

Tingginya kadar serotonin

Psikologi/psikiatrik

Waham kebesaran, waham kejar

Social/keluarga
Tidak diketahui

Terapi
Psikofarmaka
Divalproex Na 3x250mg
Clorpromazin 1x100mg malam hari

Terapi
Psikoterapi
Mengedukasi pasien tentang penyakit yang
dialami pasien
Memotivasikan pasien supaya minum obat
secara teratur.
Memberikan kesempatan kepada pasien
untuk menceritakan masalahnya

Terapi
Psikoterapi
Mengajarkan pasien untuk mengontrol
amarahnya
Memotivasi pasien bahwa kecurigaan yang
terdapat dalam diri pasien hanyalah perasaan
semata, bahwa tidak ada yang berniat
membunuh pasien

Terapi
Psikososial
Memotivasi pasien untuk dapat bersosialisasi
dan aktif dalam bergaul di lingkungan panti
memotivasi pasien agar lebih dapat
mempercayai orang lain
mencoba bermain peran dengan orang lain

TERIMA KASIH