Anda di halaman 1dari 4

Turbidimetri merupakan analisis kuantitatif yang didasarkan pada pengukuran kekeruhan atau

turbidan dari suatu larutan akibat adanya suspensi partikel padat dalam larutan. Artinya
turbidimetri adalah analisa yang berdasarkan hamburan cahaya. Hamburan cahaya terjadi akibat
adanya partikel yang terdapat dalam larutan. Partikel ini menghamburkan cahaya ke segala arah
yang mengenainya. Turbidimetri adalah pengukuran spesies hamburan cahaya dalam larutan
dengan memanfaatkan intensitas cahaya berkas masuk setelah dilewatkan melalui larutan.
Nefelometri merupakan metode yang digunakan untuk pengukuran kadar zat dengan mengukur
pendaran cahaya (scattered) yang mengenaipartikel dalam larutan sedangkan alat yang dipakai
adalah
nefelometri.Dasar dari pemeriksaan ini adalah reaksi presipitasi antigen-antibodiklasik
yang digambarkan oleh Heidelberger dan Kendall.Alat ini digunakan untuk mengetahui kuantitas
protein spesifik secaraLebih akurat dan precise, selain itu mudah digunakan dan
otomatis.Sensitivitas dan spesifisitas yang baik menjadikan nefelometri dipakaisebagai metode
standar.SampeI dengan jumlah minimal dapat diukur dengan alat kadar zat dengan mengukur
pendaran cahaya (scattered) yang mengenaipartikel dalam larutan sedangkan alat yang dipakai
adalah nefelometri.ini.Penggunaan nefelometri umumnya untuk mengukur protein plasmaseperti
imunoglobulin, komponen komplemen, dan protein spesifik yanglain seperti free light chain
Ketika sejumlah partikel disuspensikan ke dalam sebuah cairan (solution) dalam sebuah kuvet,
suspense tersebut akan membentuk cairan yang tidak jernih (turbid). Dan jika cahaya
ditembakkan melewati kuvet tersebut maka akan terjadi tiga reaksi, yakni :
Sejumlah cahaya akan diabsorbsi (diblok) oleh partikel
Sejumlah cahaya akan ditransmisikan (diteruskan) melewati kuvet
Sejumlah cahaya akan disebarkan ke beberapa arah
Turbidimetri
Prinsip kerja : menghitung jumlah cahaya yang diteruskan (dan mengkalkulasi jumlah cahaya
yang diabsorbsi) oleh partikel dalam suspense untuk menentukan konsentrasi substansi yang
ingin dicari.
Karena menggunakan jumlah cahaya yang diabsorbsi untuk pengukuran konsentrasi, maka
jumlah cahaya yang diabsorbsi akan bergantung pada :
Jumlah partikel
Ukuran partikel.
Semakin besar dan banyak jumlah partikel, maka jumlah cahaya yang diabsorbsi akan semakin
besar.
Dan untuk penentuan kadarnya (detector) digunakan spektrofotometer cahaya.

maka terjadi tiga kemungkinan Cahaya akan diserap sebagian oleh partikel tersuspensi Sebagian cahaya diteruskan dan sebagian lagi menyebar ke segala arah Jumlah cahaya yang diserap akan sebanding dengan jumlah partikel tersuspensi (konsentrasi sampel). Penurunan kekeruhan berbanding lurus dengan aktivitas enzim lipase. Nefelometri Prinsip kerja : Nephelometry menitik beratkan pengukuran pada jumlah cahaya yang disebarkan (scaterred) dari kuvet yang mengandung suspense partikel dalam suatu cairan (solution) Komponen-komponen dari nefelometer itu sama dengan komponen yang terdapat pada spectrometer cahaya kecuali pada detector yang ditempatkan pada sudut yangkhusus dari sumber cahaya. Penentuan aktivitas amilase menggunakan pati sebagai substrat. Penentuan aktivitas enzim lipase menggunakan trigliserida sebagai substrat. 70o or 37o tergantung pada sudut mana paling banyak ditemukan cahaya yang disebarkan .Ilustrasi : Keterangan : Sejumlah cahaya ditembakkan dari sebuah sumber cahaya menuju monokromator Monokromator akan menguraikan cahaya dan meneruskannya menuju cuvet yang berisikan suspensi sel Ketika cahaya melewati cuvet. Detektor bisa ditempatkan pada sudut 90o. Penurunan kekeruhan berbanding lurus dengan aktivitas amilase. Detector merupakan sabuah tube fotomultiplier yang ditempatkan pada suatu posisi untuk mendeteksi cahaya yang tersebar. Pengukuran dilakukan dengan spektrofotometr (detektor) Kegunaan : Penentuan konsentrasi total protein dalam cairan biologis seperti urin dan CSF yang mengandung sedikit protein (mg/L kuantitas) menggunakan Asam Trikoloroasetat.

-antitrypsin. maka nefelometri memiliki tingkat sensitifitas yang lebih tinggi daripada turbidimetri Jumlah cahaya yang disebarkan. kurva standard harus diplot dan konsentrasi dari zat yang akan dicari (sample) ditentukan dari kurva standard Karena absorbansi bergantung pada jumlah dan ukuran partikel. hal2 yang penting untuk dipertimbangkan meliputi - Campurkan sample dengan baik sebelum menempatkan kuvet dalam instrument - Buatlah lama pengukuran setiap sample dalam waktu yang sama Pemilihan panjang gelombang . Hb. makauntuk mendapatkan hasil dengan tingkat akurasi yang bagus. Transferring. IgM. IgG. c-reaktif protein. digunakan laser light nephelometer Digunakan secara luas untuk menentukan konsentrasi zat yang tidak diketahui dimana terdapat reaksi antigen-antibody seperti : Penetuan immunoglobulin (total. albumin (dengan menggunakan antibody spesifik untuk setiap protein) - Penetuan ukuran dan jumlah partikel (dengan laser – nephelometer) Pertimbangan antara turbidimetri dan nefelometri Reaksi dalam turbidimetri dan nefelometri tidak mengikuti hukum Beer (Beer’s Law) sehingga. IgE.Karena jumlah cahaya yang disebarkan jauh lebih besar daripada yang diteruskandalam suspensi turbid. Karena sejumlah precsipitasi dan settlement partikel bisa terjadi seiring berjalannya waktu. larutan standard yang digunakan untuk kurva standard harus memiliki ukuran yang sama sesperti dalam suspensi yang terdapat sampel. dimana tungsten memberikan cahaya dalam daerah visible Untuk snsitivitas yang lebih tinggi dan untuk aplikasi penentuan ukuran dan jumlah partikel dalam suspense. IgA) di dalam serum dan cairan bilogi lainnya Penentuan konsntrasi serum protein individu. bergantung pada jumlah dan ukuran partikel yang tersuspensi Ilustrasi : Sebagian besar aplikasi klinis. Haptoglobin. sumber cahayayang digunakan adalah lampu tungsten.

maka elektronik state disebut fosforesensi. maka gunakanlah panjang gelombang yang memberikan absorbansi minimum untuk larutan Jika partikelnya berwarna dan larutannya tidak berwarna maka gunakanlah panjang gelombang yang memberikan absorbansi maksimum terhadap partikel Jika larutan dan partikelnya berwarna maka gunakan dua panjang gelombang. Energi yang diserap oleh molekul untuk transisi elektronik ke level energi yang lebih tinggi (first excited singlet) harus dilepaskan kembali pada waktu kembali ke level energi terendah (ground singlet). Apabila terjadi transisi dari ”first excited singlet” ke ”lowest triplet state” (intersystem crossing). fluoresensi dan fosforesensi dapat dilihat pada diagram berikut. maka gunakan panjang gelombang dalam range visible Jika larutannya berwarna tetapi partikel tersuspensinya tidak berwarna. Umur dari fosforesensi (triplet state) lebih lama (10-4 detik sampai beberapa hari). Jika dibandingkan dengan fluoresensi (singlet excited state) yaitu sekitar 10-8 detik. Transisi energi yang terjadi pada waktu eksitasi (absorbsi). yang satu panjang gelombang yang memberikan absorbansi minimum untuk larutan dan yang satu lagi absorbansi maximum untuk partikel Fluorimetri adalah metode analisa yang erat hubungannya dengan spektrofotometri.Jika larutan dan partikel tersuspensi tidak berwarna. Energi yang dilepaskan ini dapat berupa panas dan untuk beberapa molekul tertentu sebagian dari energi yang diserap dipancarkan kembali berupa cahaya (fluoresensi). .