Anda di halaman 1dari 9

Opsi Pengurangan Subsidi BBM

IMAN SUGEMA
INTERNATIONAL CENTER FOR
APPLIED FINANCE & ECONOMICS
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
Last update: 17 Nov 2014 at

www.iman.staff.ipb.ac.id

21 119.202 Pencabutan subsidi thd mobil pribadi 0.81 179. dan pertumbuhan (turun). .94 -0.81 1.150 -14. inflasi dan pertumbuhan adalah yang palin minimum.734 0.993 Hasil “micro-simulation” menunjukan bahwa kenaikan harga BBM sebesar Rp 3000 per liter merupakan opsi terburuk ditinjau dari dampaknya terhadap kemiskinan (bertambah).89 -1. Alternatif terbaik adalah skenario pencabutan subsidi thd mobil pribadi karena dampaknya terhadap kemiskinan.91 -0.01 0.652 135.35 34.816 104.768 90. Selain itu netsocial gain-nya negatif Rp 44 triliun (net social loss). terdapat net-social gain sebesar Rp 67 triliun.18 2.83 -1.809 69.450 -44.468 1.60 59. inflasi (naik). Artinya secara keseluruhan perekonomian Indonesia “diuntungkan”.884 45. Selain itu.300 -29.46 0.Ringkasan 2 Skenario Kenaikan Harga BBM Rp 1000 Rp 2000 Rp 3000 Dampak Terhadap Kemiskinan (%) Inflasi (%) Pertumbuhan (%) Beban ditanggung rakyat (Rp Milyar) Penghematan APBN 2015 (Rp Milyar) Net Social Gain (Rp Milyar) 0.

Akan tetapi fakta menunjukan bahwa:   Skema kompensasi tampaknya tidak akan tepat sasaran karena dalam kenyataannya hampir semua “program sosial” lebih banyak dinikmati oleh kalangan “non-miskin” Net social gain yang negatif (net social loss) menunjukan bahwa secara teknis “pemerintah” tidak akan memiliki “uang” yang cukup untuk sepenuhnya memberikan kompensasi kepada rakyat.  Penduduk miskin dapat saja diberikan kompensasi agar bisa menyesuaikan dengan kenaikan harga-harga.Skenario Kenaikan Harga BBM 3  Alternatif skenario ini sekilas tampak merupakan opsi yang paling mudah untuk dilakukan: tinggal diumumkan besaran kenaikannnya. lalu biarkan masyarakat menyelesaikan masalahnya masing-masing. Mereka harus tarik ulur menentukan berapa tarif baru (Pemerintah pusat melakukan pass-on masalah ke daerah) .  Skema ini juga rumit di-level pemerintah daerah dan pengemudi angkutan umum.

4 Penerima PKH 70.0 40.8 20.0 60..0 60.1 21.0 10.Kompensasi kenaikan harga BBM untuk rakyat miskin tidak akan efektif karena ….0 78.0 70.0 40.0 10.0 30.0 20.9 Miskin Tidak Miskin Penerima Raskin 90.0 30.0 0.0 50.0 30. Penerima BSM SD-SMP 80.0 37.0 84.0 60.6 15.0 40.0 0.0 62.0 50.0 20.4 Miskin Tidak Miskin .0 10.0 70.0 80.0 Miskin Tidak Miskin Basis data yang digunakan (PPLS 2011) tidak akurat  ditunjukan dengan mayoritas penerima PKH dan BSM adalah kalangan tidak miskin KPS yang sekarang menjadi KKS (Kartu Keluarga Sejahtera) menggunakan basis data yang sama dan tidak pernah di-update Karena itu kompensasi dalam bentuk apapun akan sia-sia saja.2 50.

. bus dan truk Caranya: untuk bensin premium dibuat jalur khusus motor dan angkot Untuk solar dibuat jalur khusus bus dan truk Dispenser khusus subsidi dilengkapi dengan pengendali meteran dan CCTV Tentu akan ada yang berpendapat bahwa skema ini tidak sederhana. dan pengemudi motor akan “menghalau” pemilik mobil). memang kerumitan akan dihadapi oleh Pertamina dalam beberapa bulan pertama.Mencabut subsidi BBM untuk “mobil pribadi” dan mobil “pemerintah” merupakan skenario yang lebih masuk akal . Selanjutnya. angkutan umum (ber-plat kuning). karena sudah terbiasa maka masyarakat akan terlibat dalam pengendalian BBM bersubsidi (Contoh: mobil pribadi akan “malu” kalau harus ngantri dengan motor.. Ya. 5 Subsidi tidak diberikan kepada: mobil berplat hitam dan merah (mudah untuk melakukan identifikasi Subsidi diberikan kepada: motor.. Antrian di jalur khusus motor sudah berlangsung dengan “sukarela” selama ini (lihat foto di samping ini).

0 40.0 35.0 30.Subsidi BBM dinikmati oleh: 6 50.2 4.0 70.8 14.0 30. maka dengan jelas bahwa 20% terkaya menikmati hampir 50% subsidi 97.0 80.9 22.0 90.1 Miskin Tidak Miskin .0 45.0 40.0 20.0 10.0 10.0 5.0 20.0 25.0 - Kalau rakyat kita bagi ke dalam 5 kelompok (kuantil) berdasarkan tingkat pendapatannya.3 1 2 3 4 5 Kaya Miskin 100.0 15.0 60.9 Orang miskin tidak “minum” bensin dan solar 2.0 - 49.8 8.0 50.

0 16.0 60.0 40.2 1.0 30.8 70.2 15.2 20.0 1 2 3 4 5 Kaya Miskin 68.2 2.0 28.0 23.4 25.0 10.7 1 2 - Miskin 3 4 5 Kaya .0 20. 2/3 dimiliki oleh 20% terkaya 50.0 Kepemilikan mobil.Distribusi kepemilikan motor & mobil 7 30.2 Distribusi kepemilikan motor.0 8.0 10.6 11. masyarakat miskin-pun sebagian punya motor 5.0 19.5 20.

0 10.0 Miskin 3 4 5 Kaya .0 20.0 1 2 3 4 5 Kaya Miskin 25.2 20.1 1 2 0.6 1.1 62.0 3.8 60.0 30.0 70.0 Persentase yang memiliki motor: 47 persen dari 20% keluarga termiskin memiliki motor 47.0 Persentase yang memiliki mobil: yang miskin “tidak punya” mobil 6.1 0.0 0.7 5.5 80.0 40.0 15.0 10.0 69.0 75.Persentase rumah tangga yang memiliki motor dan mobil 8 90.0 80.0 21.6 50.

0 50.0 20. Karena itu tidak perlu ada program kompensasi .5 Motor Mobil solar Mobil bensin Kesimpulan: Sementara program kompensasi tidak akan berjalan efektif. Skenario pencabutan subsidi BBM mobil pribadi tidak akan berdampak nyata pada kalangan termiskin.0 89.0 30.0 40.Konsumsi BBM per kendaraan 9 90.6 70.0 Konsumsi BBM mobil versus motor adalah 4 banding 1 60.0 19. maka kita harus memilih skenario yang paling aman dan jelas-jelas bermanfaat secara ekonomi.0 10.8 80.0 75.