Anda di halaman 1dari 2

B.

SPESIFIKASI TEKNIS TRACK
1

PENGADAAN BAHAN

1.1 Ballas Kricak
a. Ballas kricak bahan dari batu kali/gunung, berwarna abu-abu kehitam-hitaman dan
keras tidak keropos yang dipecah dengan mesin pemecah batu berukuran 2-6 cm.
b. Bersih dari kotoran tanah, lumpur, rumput dan bahan-bahan ikutan yang merugikan.
c. Sisi-sisinya bersudut tajam.
d. Ballas kricak tahan terhadap cuaca dan sewaktu dipecok tidak remuk/hancur.
e. Sebelum ballas diecer terlebih dahulu di opname kebutuhan ballas tiap-tiap piket (di
daftar).
f.
Pengeceran ballas batu pecah dari atas gerbong/gerobag dengan kereta api diatur
sedikit demi sedikit sehingga ballas pecah tidak menumpuk pada satu tempat dan
tidak mengganggu perjalanan Kereta Api.
g. Ballas batu pecah yang sudah diecer di lintas dimasukkan ke dalam spoor secara
teratur dan rata bantalan bagian atas sesuai profil.
h. Ballas di bawah bantalan dipecok pada sepanjang bantalan, sampai betul-betul terisi
terutama di bawah rel/pada permukaan bantalan bagian bawah ballas harus padat
atau sempurna untuk kecepatan 5 km / jam.
i. Dalam pekerjaan finishing ballas batu pecah, diprofilkan sesuai gambar rencana dan
petunjuk Direksi.
j. Ballas harus merupakan batu pecah, mempunyai kekerasan yang tinggi, bersisi
kasar, tidak mengandung pelapukan dan tidak mengandung bahan-bahan yang
merugikan ( debu, kotoran-kotoran dll ).
k. Ballas batu pecah ukuran 2-6 cm berat jenisnya harus > 1500 kg/m3, dengan gradasi
sebagai berikut ;
Ukuran Saringan ( mm) % Lolos
63,5
100
50,8
80 - 100
38,1
35-75
25,4
0-40
19,1
0-5
l. Kandungan kotoran organik yang merusak dan mengandung Lumpur < 0,50 % dari
berat asal ;
m. Porositas ballas batu pecah < 3 % ;
n. Tingkatkan kehilangan berat sesudah 500 putaran (AASHTO 96) maks. 25%.
o. Partikel pipih < 5 % ;
p. Kuat tekanan rata-rata > 1000 kg/cm2 ;
q. Kadar Lumpur < 0,5 % ;
r. Sumber ballas ( quary ) dapat diterima jika hasil pengujian spesifikasi gravity simple
compression test dan los Angelos memenuhi persyaratan material untuk ballas dan
harus disertai tanda Uji Laboratorium Mektan dan Ballas PT. KA Kantor Pusat

t. Ballas kricak dibongkar di lokasi pekerjaan sesuai petunjuk Direksi. Tempat penimbunan/depo ballas ditentukan dalam penjelasan . seperti PU dan Perguruan Tinggi. Sebelum dimuat di atas kereta. Hasil pengujian awal tersebut diatas. u. . Memuat ballas kricak ke atas kereta. butir (r) harus terlebih dahulu mendapatkan persetujuan dari Direktorat Teknik Perkeretaapian Ditjen Perkeretaapian sebelum pelaksanaan pekerjaan dimulai. Tiap kereta/gerbong harus diisi penuh sesuai dengan kemampuan muat . Bandung atau lembaga pengujian material yang independen. membongkar dan mengecer di lokasi pekerjaan menjadi tanggung jawab Rekanan. Penyediaan kereta diatur oleh Direksi atas permintaan Rekanan . v. y. x. kemudian dilori dengan seijin pejabat yang terkait . Bilamana angkutan dengan KA kurang lancar maka dapat diangkut dengan dump truck di perlintasan-perlintasan yang terdekat. waktu peredaran gerbong (WPG) diperhitungkan paling lambat 2 (dua) hari . ballas yang afkir harus dibuang .000 m3 ballas harus diadakan pengujian ulang kualitas ballas. z. ballas kricak ditempat penimbunan diperiksa dulu oleh Konsultan Supervisi/Pengawas Satuan Kerja/Kuasa Pengguna Anggaran. harus dilakukan secara cepat.s. w. ballas yang telah dibongkar di kanan/kiri rel harus diatur sehingga tidak menggangu/ membahayakan perjalanan kereta api.Setiap pengadaan 10.