Anda di halaman 1dari 3

Menurut PSAK 1 neraca atau laporan posisi keuangan dibedakan menjadi 2, laporan posisi

keuangan pada akhir periode dan laporan posisi keuangan pada awal periode komparatif.
Setidaknya ada 17 akun-akun yang minimal harus tercantum pada laporan akhir periode, yaitu:

aset tetap;

properti investasi;

aset tidak berwujud;

aset keuangan (tidak termasuk jumlah yang disajikan pada (e), (h) dan (i));

investasi dengan menggunakan metode ekuitas;

aset biolojik;

persediaan;

piutang dagang dan piutang lainnya;

kas dan setara kas;

total aset yang diklasifikasikan sebagai aset yang dimiliki untuk dijual dan aset yang
termasuk dalam kelompok lepasan yang diklasifikasikan sebagai yang dimiliki untuk
dijual sesuai dengan PSAK 58;

utang dagang dan terutang lainnya;

kewajiban diestimasi;

laibilitas keuangan (tidak termasuk jumlah yang disajikan dalam (k) dan (l));

laibilitas dan aset untuk pajak kini sebagaimana didefinisikan dalam PSAK 46;

laibilitas dan aset pajak tangguhan, sebagaimana didefinisikan dalam PSAK 46;

laibilitas yang termasuk dalam kelompok yang dilepaskan yang diklasifikasikan sebagai
yang dimiliki untuk dijual sesuai dengan PSAK 58; dan

kepentingan non-pengendali, disajikan sebagai bagian dari ekuitas;

Agar lebih dapat dipahami, entitas pada umumnya menyusun laporan keuangan dengan
menyajikan informasi mata uang dalam unit ribuan atau jutaan.

Entitas mengklasifikasikan aset sebagai aset lancar sebagaimana terdapat di PSAK no. (c) entitas mengharapkan akan merealisasi aset dalam jangka waktu 12 bulan setelah periode pelaporan. kecuali penyajian berdasarkan likuiditas memberikan informasi yang lebih relevan dan dapat diandalkan. maka entitas menyajikan seluruh aset dan laibilitas berdasarkan urutan likuiditas. maka aset (laibilitas)pajak tangguhan tidak boleh diklasifikasikan sebagai aset lancar (laibilitas jangka pendek). (b) entitas memiliki aset untuk tujuan diperdagangkan. jika: (a) entitas mengharapkan akan merealisasikan aset. atau bermaksud untuk menjual atau menggunakannya. Jika pengecualian tersebut diterapkan. 1. . Entitas dapat menambah pos-pos sesuai kebutuhan mereka. 1 tidak mengatur susunan atau format penyajian pos-pos secara tertutup.Ketika entitas menyajikan aset lancar dan tidak lancar dan laibilitas jangka pendek dan jangka panjang sebagai klasfikasi yang terpisah dalam laporan posisi keuangan. (c) jumlah.1 suatu Entitas akan mempertimbangkan apakah pos-pos tambahan disajikan secara terpisah didasarkan atas penilaian dari: (a) sifat dan likuiditas aset. Menurut PSAK no. PSAK no. (b) fungsi aset tersebut dalam entitas. dalam siklus operasi normal. Poinpoin yang disebut diatas menjelaskan daftar pos-pos yang berbeda berdasarkan sifat atau fungsinya . atau (d) kas atau setara kas (seperti yang dinyatakan dalam PSAK 2: Laporan Arus Kas) kecuali aset tersebut dibatasi pertukarannya atau penggunaannya untuk menyelesaikan laibilitas sekurangkurangnya 12 bulan setelah periode pelaporan. sifat dan jangka waktu laibilitas Entitas menyajikan aset lancar dan tidak lancar dan laibilitas jangka pendek dan jangka panjang sebagai klasifikasi yang terpisah dalam laporan posisi keuangan.

Pernyataan ini tidak melarang penggunaan istilah lainnya sepanjang pengertiannya jelas. dan aset keuangan yang bersifat jangka panjang. aset tidak berwujud. (b) entitas memiliki laibilitas tersebut untuk tujuan diperdagangkan. Pernyataan ini menggunakan istilah "tidak lancar" untuk mencakup aset tetap. atau (d) entitas tidak memiliki hak tanpa syarat untuk menunda penyelesaian laibilitas selama sekurang-kurangnya 12 bulan setelah periode pelaporan. (c) laibilitas tersebut jatuh tempo untuk diselesaikan dalam jangka waktu 12 bulan setelah periode pelaporan.1 suatu laibilitas diklasifikasikan sebagai laibilitas jangka pendek jika: (a) entitas mengharapkan akan menyelesaikan laibilitas tersebut dalam siklus operasi normalnya. Didalam PSAK no. Entitas mengklasifikasi laibilitas yang tidak termasuk kategori tersebut sebagai laibilitas jangka panjang Nama : Muhamad Fahlevi Fitrananda NIM : 349638 .Entitas akan mengklasifikasikan aset yang tidak termasuk kategori tersebut sebagai aset tidak lancar.