Anda di halaman 1dari 22

1

Bab1

Sifat Koligatif
Larutan
Sumber: www. rjautoworks.com

Pada bab ini, Anda akan diajak untuk menjelaskan sifat-sifat koligatif larutan nonelektrolit
dan elektrolit dengan cara menjelaskan penurunan tekanan uap, kenaikan titik didih, penurunan
titik beku larutan, dan tekanan osmosis termasuk sifat koligatif larutan, serta membandingkan
antara sifat koligatif larutan nonelektrolit dan sifat koligatif larutan elektrolit yang
konsentrasinya sama berdasarkan data percobaan.

Telah Anda pahami pada pelajaran Kimia di Kelas XI sebelumnya, apa
yang disebut larutan, sifat larutan asam dan basa, larutan penyangga, dan
hidrolisis larutan garam. Sifat larutan lainnya yang akan kita selidiki dalam
bab ini adalah sifat yang berhubungan dengan perubahan fisika, seperti
tekanan uap, titik didih, titik beku, dan tekanan osmotik. Sifat-sifat tersebut
merupakan sifat koligatif larutan.
Jika Anda memasukkan suatu zat misalnya gula atau garam dapur ke
dalam pelarut seperti air, larutannya akan memiliki titik didih yang lebih
tinggi dibandingkan dengan titik didih air murni pada kondisi yang sama.
Begitu juga dengan titik beku dan tekanan uapnya akan berbeda dengan air
murni. Menurut Anda, mengapa dapat terjadi demikian? Pelajarilah bab ini
dengan baik dan Anda akan mengetahui jawabannya.

A. Molalitas
dan Fraksi Mol
B. Sifat Koligatif
Larutan
Nonelektrolit
C. Sifat Koligatif
Larutan
Elektrolit

1

Soal Pramateri
1.

Berapakah volume air
yang dibutuhkan untuk
membuat 5M NaCl dari
29 gram NaCl?

2.

Apakah yang dimaksud
dengan larutan elektrolit
dan larutan
nonelektrolit?

3.

Apakah perbedaan
antara sifat fisika dan
sifat kimia suatu
senyawa?

A

Molalitas dan Fraksi Mol

Dalam larutan, terdapat beberapa sifat zat yang hanya ditentukan oleh
banyaknya partikel zat terlarut. Sifat ini disebut sebagai sifat koligatif larutan.
Oleh karena sifat koligatif larutan ditentukan oleh banyaknya partikel zat
terlarut, bab ini akan diawali dengan pembahasan mengenai konsentrasi
larutan.

1. Molalitas (m)
Pada pelajaran sebelumnya, kita menyatakan konsentrasi dengan persentase
(%) dan molaritas (M). Dalam perhitungan molaritas, kuantitas larutan didasarkan pada volume. Anda tentu ingat, volume merupakan fungsi suhu (zat akan
memuai ketika dipanaskan). Oleh karena sifat koligatif larutan dipengaruhi
suhu, diperlukan suatu besaran yang tidak bergantung pada suhu. Besaran
tersebut dinyatakan berdasarkan massa karena massa tidak bergantung pada
suhu, baik dari kuantitas zat terlarut maupun pelarutnya. Untuk itu, digunakan
molalitas yang menyatakan jumlah partikel zat terlarut (mol) setiap 1 kg pelarut
(bukan larutan). Larutan yang dibuat dari 1 mol NaCl yang dilarutkan dalam
1.000 g air dinyatakan sebagai larutan 1 molal dan diberi lambang 1 m NaCl.
Molalitas didefinisikan dengan persamaan berikut.
Molalitas (m) =

1 m NaCl

Sumber: www.innovationcanada.ca

Gambar 1.1
Satuan konsentrasi
molalitas memegang
peranan penting dalam
aktivitas di laboratorium.

Molalitas adalah jumlah
mol zat terlarut per
kilogram pelarut.
m=

massa 1.000
×
p
Mr

You Must Remember
Molality is total mole of
solute perkilogram solvent.
m=

2

mass 1.000
×
p
Mr

atau m =

massa
Mr

×

1.000
p

Keterangan:
m
= molalitas (mol/kg)
Mr
= massa molar zat terlarut (g/mol)
massa = massa zat terlarut (g)
p
= massa zat pelarut (g)
Molalitas juga berguna pada keadaan lain, misalnya karena pelarut
merupakan padatan pada suhu kamar dan hanya dapat diukur massanya,
bukan volumenya sehingga tidak mungkin dinyatakan dalam bentuk
molaritas. Perhatikanlah contoh soal penentuan molalitas berikut.

Contoh

Anda Harus
Ingat

Jumlah mol zat terlarut
Jumlah kilogram pelarut

1.1

Sebanyak 30 g urea (Mr = 60 g/mol) dilarutkan ke dalam 100 g air. Hitunglah
molalitas larutan.
Jawab
30 g
massa urea
Mol urea =
=
= 0, 5 mol
Mr urea
60 g/mol
Massa pelarut = 100 g =

Molalitas ( m ) =

0, 5 mol
0,1 kg

100
1.000

= 0, 1 kg

=5m

Jadi, molalitas larutan urea adalah 5 m.

Contoh

1.2

Berapa gram NaCl yang harus dilarutkan dalam 500 g air untuk menghasilkan
larutan 0,15 m?

Praktis Belajar Kimia untuk Kelas XII

Fraksi mol j adalah xj dan seterusnya. artinya Tuntas massa 1. Fraksi Mol Fraksi mol merupakan satuan konsentrasi yang semua komponen larutannya dinyatakan berdasarkan mol.4 Jadi.4 m Pembahasan C2H5OH 20% artinya 20 g C2H5OH dalam 80 g air. Apakah hasil yang diperoleh sama? Kerjakanlah secara berkelompok dan presentasikan hasil yang diperoleh di depan kelas. 0.15 m berarti 0.4 m.Jawab Molalitas artinya jumlah mol zat terlarut per kilogram pelarut.15 mol NaCl dalam 1 kg (1.4 m C . 6. 4. massa NaCl yang harus dilarutkan pada 500 g air untuk menghasilkan larutan 0.15 mol NaCl 58. 3. kita harus mengetahui jumlah mol NaCl. 10 g NaCl dapat diubah menjadi mol dengan menggunakan massa molar NaCl (58..000 g H2 O 1 mol NaCl Jadi.1 dan Mr p Contoh 1. 44 g NaCl 90 g air 1 kg air Jadi. Fraksi mol komponen i.3 Berapakah kemolalan dari larutan 10% (w/w) NaCl? (w/w = persen berat) Jawab Larutan 10% (w/w). Kemudian. massa air = 100 g – 10 g = 90 g Untuk menentukan kemolalan. larutan 10% (w/w) NaCl memiliki konsentrasi 1.15 mol NaCl dalam 1. 0.44 g/mol).4 m B .38 g.000 g H2O Untuk menghitung jumlah mol NaCl yang diperlukan untuk 500 g H2O..4 m E.000 × = × P 46 80 Mr = 5. 5.000 20 1.000 g air × × × 100 g larutan NaCl 58.38 g NaCl 1. m = 1. xi = Jumlah mol komponen i Jumlah mol semua komponen dalam larutan xi = n i ni + n j Total fraksi mol = xi + xj = 1 Sifat Koligatif Larutan 3 .4 m D.000 × untuk menjawab soal pada Contoh 1. 10 g NaCl 1 mol NaCl 100 g larutan NaCl 1.15 m adalah 4. dilambangkan dengan xi adalah jumlah mol komponen i dibagi dengan jumlah mol semua komponen dalam larutan. kemolalan larutan 20% berat C2H5OH adalah (B) 5.2. 500 g H 2 O × 0.. Kata Kunci • • • Fraksi mol Konsentrasi molal Sifat koligatif 2. dapat dilakukan konversi sebagai berikut. kita dapat menggunakan massa molar NaCl untuk mengubah mol NaCl menjadi massa NaCl. UMPTN 1998 10 g NaCl w berasal dari kata weight. A .000 g) air. dapat dilakukan dengan cara pengurangan 100 g larutan NaCl oleh 10 g NaCl. kita dapat menggunakan hubungan tersebut sebagai faktor konversi. 0.9 m. Buktikanlah oleh Anda Gunakan rumus m = massa 1. Untuk mengetahui massa air. Contoh Kupas Molalitas suatu larutan 20% berat C2H5OH (Mr = 46 g/mol) adalah . 44 g NaCl × = 4. 100 g larutan NaCl Untuk mengetahui kemolalan. Jumlah fraksi mol dari semua komponen larutan adalah 1.

. fraksi mol O2 adalah 0. dan Ar H = 1 g/mol) terlarut dalam 250 g air? 4 Praktis Belajar Kimia untuk Kelas XII 2.71.71 × 100% = 71% Jadi. 5 mol 32g ×100% = 64% 32g + 18g Jadi.71 % mol O2 = 0.29 = 0.7 mol Fraksi mol N2 bisa juga dihitung dengan cara: = xN2 = 1 – xO2 = 1 – 0..Perhatikanlah contoh soal penggunaan fraksi mol berikut. 60% C .29 0.5 mol N2? Jawab xO2 = mol O2 mol O 2 + mol N 2 = 0.1 Kerjakanlah di dalam buku latihan Anda.2 mol + 0.50. Ar O = 16 g/mol. A . Jawab 18 0. Soal Penguasaan Materi 1.01 0.2 mol = 0. Berapakah molalitas larutan yang mengandung 4 g NaOH (Ar Na = 23 g/mol.29 × 100% = 29% % mol N2 = 0.29 dan fraksi mol N2 adalah 0.9 mol glukosa + mol air + 180 18 xglukosa Kupas Tuntas Fraksi mol suatu larutan metanol CH3OH dalam air adalah 0.1 mol glukosa 180 = = 18 250 = = 0.2 mol 0.7 mol Pembahasan mol metanol = mol air (misalkan 1 mol) massa metanol = mol × Mr = 1 × 32 = 32 massa air= mol × Mr = 1×18 = 18 %w/w= = massa metanol × 100% massa larutan xN 2 = mol N 2 mol O 2 + mol N 2 = 0.5 mol = 0. 64% D. sedangkan persen mol O2 adalah 29% dan persen mol N2 adalah 71%. Ar Cl = 35. 5 mol = 0. 50% B . fraksi mol glukosa adalah 0. 50% Jadi. Contoh Berapa fraksi mol dan persen mol setiap komponen dari campuran 0.4 Larutan glukosa dibuat dengan melarutkan 18 g glukosa (Mr = 180 g/mol) ke dalam 250 g air. Contoh 1. konsentrasi metanol dalam larutan dalam persen berat adalah (C) 64% UMPTN 1998 1.1 + 13.5 mol 0.01..5 g/mol) .71 0.2 mol + 0. 57% E. Hitunglah fraksi mol glukosa. Konsentrasi metanol dalam larutan ini dinyatakan dalam persen berat adalah . Berapakah molalitas dari larutan HCl 37% (w/w)? (Ar H = 1 g/mol. 1.5 0.2 mol O2 dan 0.

. tetapi bergantung pada jumlah zat terlarut yang larut pada suatu larutan.1 Kata Kunci • • Tujuan Mengamati pengaruh zat terlarut terhadap tekanan uap jenuh larutan Alat dan Bahan Data percobaan Larutan nonelektrolit Penurunan tekanan uap Langkah Kerja 1.34 mm Larutan urea 1 m pada 25 °C Pada buku latihan Anda. Apakah perbedaan di antara keempat sifat koligatif tersebut? Perhatikanlah uraian berikut. kenaikan titik didih. 1.76 mmHg Uap jenuh air Hg Uap jenuh air Hg 23. sifat koligatif tidak bergantung pada interaksi antara molekul pelarut dan zat terlarut. lakukanlah kegiatan berikut. akankah nilainya sama? Diskusikan hasil yang Anda peroleh dengan teman Anda.. Mengapa selisihnya sama antara dua larutan dengan konsentrasi sama? Apabila larutan sukrosa 1 m diamati. Tekanan uap jenuh larutan glukosa 1 m pada 25 °C = 23. Hitunglah selisih penurunan tekanan uap jenuh larutan glukosa dengan tekanan uap jenuh air.34 mmHg Hg 23. Sifat koligatif terdiri atas penurunan tekanan uap. dan tekanan osmotik.B Sifat Koligatif Larutan Nonelektrolit Meskipun sifat koligatif melibatkan larutan. Penurunan Tekanan Uap Untuk mengetahui pengaruh zat terlarut yang sukar menguap terhadap tekanan uap pelarut. Zat Tekanan Uap Jenuh pada 25 °C (mmHg) Air Larutan glukosa 1 m Larutan urea 1 m . Hitunglah selisih penurunan tekanan uap jenuh urea dengan tekanan uap jenuh air.34 mmHg Tekanan uap jenuh air pada 25 °C = 23. Jawablah pertanyaan berikut untuk menarik kesimpulan. Uap jenuh air 23..34 mm Larutan glukosa 1 m pada 25 °C Tekanan uap jenuh larutan urea 1 m pada 25 °C = 23. isilah tabel berikut.76 mm Air murni pada 25 °C 2. Sifat Koligatif Larutan 5 . penurunan titik beku. 1. Perhatikan gambar hasil eksperimen berikut.. 2.. Selidikilah 1. 3.. 4. ..

962 6 Praktis Belajar Kimia untuk Kelas XII . semakin mudah zat cair tersebut menguap. Semakin mudah zat cair menguap.1? Untuk memahami fenomena pada Selidikilah 1. perhatiannya mulai teralihkan pada pertanyaan-pertanyaan yang mengarah pada kimia.038 Fraksi mol sukrosa = xB = 0. didapatkan hasil bahwa melarutkan suatu zat terlarut menyebabkan penurunan tekanan uap larutan. Apabila zat terlarut mudah menguap. Jawab mol sukrosa 2 mol = mol sukrosa + mol air 2 mol + 50 mol = 0.org ΔP = xB PAo PAo – PA = (1 – xA) PAo PAo – PA = PAo – xA PAo PA = xA P o A Persamaan tersebut dikenal sebagai Hukum Raoult. Penguapan adalah peristiwa yang terjadi ketika partikel-partikel zat cair meninggalkan kelompoknya. Apabila tekanan uap pelarut di atas larutan dilambangkan PA. Semakin lemah gaya tarik-menarik antarmolekul zat cair. ΔP = PAo – PA. Raoult adalah seorang ilmuwan fisika yang meneliti fenomena pada sel volta. Dia melanjutkan penelitiannya pada berbagai pelarut seperti benzena dan asam asetat. Dari eksperimen yang dilakukan Marie Francois Raoult (1878). semakin besar pula tekanan uap jenuhnya. xA + xB = 1 maka xB = 1 – xA.6 Hitunglah tekanan uap larutan 2 mol sukrosa dalam 50 mol air pada 300 °C jika tekanan uap air murni pada 300 °C adalah 31.038 xA = 1 – 0. Pada awalnya. dapat pula ditulis: PB = xB PBo Tekanan uap total dapat ditulis: Ptotal = PA + PB = xA PAo + xB PBo Contoh 1. pelajarilah uraian berikut. Persamaan akan menjadi: Marie Francois Raoult (1830–1901) adalah seorang ilmuwan Prancis. Banyaknya penurunan tekanan uap ( ΔP) terbukti sama dengan hasil kali fraksi mol zat terlarut (xB) dan tekanan uap pelarut murni ( PAo). Sumber: http://id. Keteraturan ini kemudian dikenal sebagai Hukum Raoult.Legenda Kimia Apakah yang dapat Anda simpulkan dari hasil kegiatan Selidikilah 1. Raoult melakukan penelitian berulang-ulang sebelum menemukan keteraturan mengenai tekanan uap larutan. Tekanan uap pelarut (PA) sama dengan hasil kali tekanan uap pelarut murni ( PAo ) dengan fraksi mol pelarut dalam larutan (xA). partikel-partikel zat terlarut menghalangi gerak molekul pelarut untuk berubah dari bentuk cair menjadi bentuk uap sehingga tekanan uap jenuh larutan menjadi lebih rendah dari tekanan uap jenuh larutan murni.80 mmHg.038 = 0.1.wikipedia. Kemudian. Dalam suatu larutan. Makalahnya yang pertama adalah mengenai tekanan pada titik beku suatu cairan dengan adanya zat terlarut yang dipublikasikan pada 1878. yaitu: ΔP = xB PAo Pada larutan yang terdiri atas dua komponen. pelarut A dan zat terlarut B.

1 mmHg = 47.1 mmHg P = 40 mmHg Ditanyakan: Mr? Jawab: P = xp P° 40 = xp × 40.6 + 14.2 mmHg Tekanan uap total: Ptotal = Pbenzena + Ptoluena = 47. 360 g/mol Pembahasan Diketahui: Zat nonelektrolit = 9 gram pelarut air (p) = 360 gram P° = 40. 126 g/mol C .7 Berapakah tekanan uap parsial dan tekanan uap total pada suhu 25 °C di atas larutan dengan jumlah fraksi mol benzena (C6H6) sama dengan jumlah fraksi mol toluena (C7H8)? Tekanan uap benzena dan toluena pada suhu 25 °C berturut-turut adalah 95.9975 = 20 20 + nt 19. fraksi mol keduanya adalah 0. tetapi juga memengaruhi titik didih dan titik beku.05 mol = Tekanan (atm) Tuntas = Pelarut murni massa → 0. massa molar relatif zat tersebut adalah (C) 180 g/mol.9975 nP = xp = 360 =20 mol 18 np nt + np 0. PA Contoh Kupas 1.5.2 mmHg.1 mmHg.1 mmHg dan 28.05 mol Jadi.= xA PAo = 0.4 mmHg. Pada larutan dengan pelarut air. tekanan uap parsial benzena dan toluena adalah 47.2 berikut. 342 g/mol E. Sembilan gram zat nonelektrolit dan 360 g air dicampur..2 Titik beku larutan 0 °C 100 °C Titik beku air Titik didih air Suhu(°C) Diagram fase air Titik didih larutan Sifat Koligatif Larutan 7 . 90 g/mol B.95 + 0. 2.6 mmHg Ptoluena = xtoluena × Ptoluena = 0.95 nt = 0.8 mmHg = 30. kita dapat memahami hal tersebut dengan mempelajari diagram fase air pada Gambar 1. Mr zat tersebut adalah . Kenaikan Titik Didih dan Penurunan Titik Beku Adanya zat terlarut pada suatu larutan tidak hanya memengaruhi tekanan uap saja.1 xp = 0.05 Mr 9g Mr 9g = 180 g/mol 0.962 × 31.05 mol 0. tekanan uap larutan adalah 30.6 mmHg dan 14. Jika tekanan uap jenuh air pada suhu yang sama adalah 40. ternyata tekanan uap jenuhnya 40 mmHg.. Mr = 1 atm Larutan Cair UN 2002 Padat Gas Gambar 1. A .59 mmHg. Jawab Jika larutan terdiri atas dua komponen dengan jumlah fraksi mol yang sama.9975 nt = 20 – 19. Tekanan uap parsial: Pbenzena = xbenzena × Pbenzena = 0.. 180 g/mol D.4 mmHg = 14.9975nt = 20 0.8 mmHg Jadi.2 = 61.8 mmHg.59 mmHg Jadi. sedangkan tekanan uap total adalah 61.5 × 95.5 × 28.

berbanding lurus dengan molalitas (m) dari larutan tersebut: Δ Tb ∞ m atau Δ Tb = Kbm Tabel 1. Titik didih zat cair diukur pada tekanan 1 atmosfer. DD1 D. Pada suhu ini.. Δ Tb = Tb – Tb° 8 Praktis Belajar Kimia untuk Kelas XII . CC 1 E.0 76. Jadi. Contohnya. and Its Changes.02 × 1023 molekul) zat apa saja yang bukan elektrolit dan tidak mudah menguap yang dilarutkan dalam (1. 2004 Kb adalah tetapan kenaikan titik molal dari pelarut (°C/m).2 80. yakni ΔTb.Adanya zat terlarut pada suatu larutan menyebabkan penurunan tekanan uap yang mengakibatkan terjadinya penurunan garis kesetimbangan antarfase sehingga terjadi kenaikan titik didih dan penurunan titik beku. kenaikan titik didih ditunjukkan oleh (C) DD1. larutan tersebut mendidih pada suhu yang lebih tinggi daripada titik didih pelarut air. F1K1 C .7 217.. G1M1 B . Sebaliknya. Kenaikan Titik Didih ( ΔTb) Titik didih zat cair adalah suhu tetap pada saat zat cair mendidih. Titik didih suatu larutan lebih tinggi atau lebih rendah daripada titik didih pelarut. Telah ditentukan secara eksperimen bahwa 1. Dari hasil eksperimen yang dilakukan pada penentuan titik didih larutan.5 80.7 182 100.0 1.79 05. A .71 02. penguapan partikel-partikel pelarut membutuhkan energi yang lebih besar. semakin tinggi tekanan temperatur awal.52 Sumber: Chemistry Matter.. titik didih air 100 °C.53 05.00 mol (6. tekanan uap zat cair sama dengan tekanan udara di sekitarnya. Jika zat terlarut tersebut tidak mudah menguap. misalnya pada suhu 100 °C ditunjukkan oleh grafik F pada larutan temperatur ditunjukkan oleh K1 (fasa gas).1 204.61 04. Kupas Tuntas Diagram P–T C 1 C D D1 F K⎫ cair Tekanan M G P = 1 atm ⎬ ΔP ⎭ B Padat B1 Gas A M 1 G1 F1 Temperatur K1 Berdasarkan Diagram P–T tersebut yang menggambarkan kenaikan titik didih larutan adalah . Hal ini disebabkan adanya partikel-partikel zat terlarut dalam suatu larutan menghalangi peristiwa penguapan partikel-partikel pelarut. Hal ini menyebabkan terjadinya penguapan di seluruh bagian zat cair.95 02. jika zat terlarut itu mudah menguap misalnya etanol.51 °C. misalnya larutan gula.1 Tetapan Kenaikan Titik Didih (Kb) Beberapa Pelarut Pelarut Aseton Benzena kamfer Karbon tetraklorida Sikloheksana Naftalena Fenol Air Titik Didih (°C) Kb (°C/m) 56.04 00. Oleh karena itu. B1D1 Pembahasan Berdasarkan Diagram P–T tersebut yang menggambarkan kenaikan titik didih larutan adalah (C) DD1. Hukum sifat koligatif dapat diterapkan dalam meramalkan titik didih larutan yang zat terlarutnya bukan elektrolit dan tidak mudah menguap. artinya pada tekanan udara 1 atm air mendidih pada suhu 100 °C. ternyata titik didih larutan selalu lebih tinggi dari titik didih pelarut murninya.000 g) air akan menaikkan titik didih kira-kira 0.80 03. UN 2002 Kata Kunci Kenaikan titik didih a. Perbedaan titik didih larutan dengan titik didih pelarut murni disebut kenaikan titik didih yang dinyatakan sebagai Δ Tb (b berasal dari kata boil). Kenaikan titik didih ( Δ Tb) adalah titik didih larutan (Tb) dikurangi titik didih pelarut murni (Tb°). Alasannya. larutan akan mendidih pada suhu di bawah titik didih air. bergantung pada kemudahan zat terlarut itu menguap dibandingkan dengan pelarutnya. Perubahan pelarut murni ke larutan.

208 °C Jadi.52 °C/m) Jawab Titik didih larutan = 100 + Δ Tb 100. C = 12 g/mol.28 = 100 + Δ Tb Δ Tb = 0.4 m ΔTb = Kbm = 0.52 ´ 1.208 °C Titik didih larutan = 100 + Δ Tb = 100 °C + 0. Apa yang dimaksud dengan membeku? b.000 massa ´ p Mr 0.4 m = 0. 1.52 °C/m).000 g/kg × 30 g Mr SPMB 2004 Mr = 92.5 g gliserin dalam 30 g air adalah 100.8 Hitunglah titik didih larutan yang mengandung 18 g glukosa.208 °C.52 °C/m × Tuntas Sebanyak 75 g zat dengan rumus empiris (CH2O) (Ar H = 1 g/mol. A . Penurunan titik beku (Tf) adalah titik beku pelarut murni (Tf°) dikurangi titik beku larutan (Tf). Jadi. O = 16 g/mol) yang terlarut dalam 500 gram air. Zat tersebut termasuk . (Kb air = 0.28 °C ΔTb = Kbm = Kb massa 1.. Ar H = 1g/mol.52 °C/m × 0. triosa B .52 °C/m) Jawab Molalitas = = massa 1. pentosa D. 5 g 1. Δ Tf (f berasal dari kata freeze) berbanding lurus dengan molalitas (m) larutan: Δ Tf ∞ m atau Δ Tf = Kfm dengan K f adalah tetapan penurunan titik beku molal pelarut (°C/m)..52 = 0. zat tersebut termasuk (C) pentosa.9 DTb = K b ´ Titik didih larutan yang mengandung 1.28 °C = 0. tetrosa C .000 × p Mr 0.000 × Mr p Kupas 18 g 1.8 g/mol. Senyawa karbonat dengan 5 atom c disebut dengan pentosa. Contoh Pembahasan 1. heksosa E. Tentukan massa molekul relatif gliserin. C6H12O6. b. adanya zat terlarut dalam larutan akan mengakibatkan titik beku larutan lebih kecil daripada titik beku pelarutnya. (Ar C = 12 g/mol. Bagaimana mekanisme penurunan titik beku pada suatu larutan? c.52 °C (Kb air = 0. heptosa 1.28 °C. Apakah setiap zat dengan konsentrasi yang sama (molalitas) akan menyebabkan penurunan titik beku yang sama ketika dilarutkan? Sifat Koligatif Larutan 9 . (Kb air = 0..000 75 ´ 500 Mr Þ Mr = 150 Mr (CH2O) = 30 (CH2O)n = 150 30 n = 150 n=5 (CH2O)5 = C5H10O5.000 g/kg × 180 g/mol 250 g = 0. Tantangan Kimia Diskusikan dengan kelompok Anda: a. mendidih pada suhu 100. massa molekul relatif gliserin adalah 92. Penurunan Titik Beku ( ΔTf ) Seperti halnya pada kenaikan titik didih.208 °C = 100. dan Ar O = 16 g/mol) dalam 250 g air. Penurunan titik beku.8 g/mol Jadi. titik didih larutan adalah 100.Contoh 1.

86 °C/m) Jawab Mol urea= 10 g massa urea = = 0. Kf air = 1.Δ Tf = Tf° – Tf Berikut ini adalah beberapa harga tetapan penurunan titik beku (Kf) dari beberapa pelarut.16 °C Jadi.5 43 0 2. bagaimana hal itu dapat terjadi? Diskusikanlah hal tersebut bersama teman Anda. Contoh Tantangan Kimia Di Eropa.8 –23 6. and Its Changes.27 1.40 5.1 kg Kata Kunci Penurunan titik beku = 1.86 °C/m × 1.86 °C/m × 0.35 5. Menurut Anda.16 °C.94 7.20 °C Titik beku larutan Δ Tf = Tf air – Tf larutan 10 Praktis Belajar Kimia untuk Kelas XII .5 80. 1.11 m Δ Tf = Kf m = 1.86 °C/m).7 m Δ Tf =Kf m = 1.45 179.7 29. 2004 Contoh 1.7 m = 3. pada musim dingin untuk mencairkan salju yang mengganggu di jalan raya biasanya digunakan garam.000 g/kg 10 g × 500 g 180 g/mol = 0.8 20.11 Hitunglah titik beku larutan yang terdiri atas 10 gram glukosa (Mr = 180 g/mol) dalam 500 g air (Kf air = 1.12 39.86 Sumber: Chemistry Matter. Tabel 1.17 mol 0. Jawab Molalitas = = massa 1.1 6.16 °C di bawah 0 °C atau pada –3. larutan tersebut memiliki titik beku 3.17 mol 60 g/mol Mr urea Molalitas urea = mol urea massa air = 0.2 Tetapan Penurunan Titik Beku (Kf) Beberapa Pelarut Pelarut Titik Beku (°C) Kf (°C/m) Aseton Benzena Kamfer Karbon tetraklorida Sikloheksana Naftalena Fenol Air –95.11 m = 0.10 Berapakah titik beku larutan yang terbuat dari 10 g urea CO(NH2)2 dalam 100 g air? (massa molar urea 60 g/mol.000 × Mr p 1.

12 °C/m 0. CHCl3 (Mr = 119 g/mol) yang dilarutkan dalam 50 g benzena (Kf benzena = 5. 0.3 Etilen glikol digunakan sebagai zat antibeku pada pendingin mesin mobil.20 °C.45 – Tf larutan Tf larutan = 3.12 °C/m × 0.20 °C Jadi.45 °C).12 Hitunglah titik beku suatu larutan yang mengandung 2 g kloroform.34 m 119 g/mol 50 g Δ Tf = Kf m = 5.39 °C = 1. Contoh penerapan Hukum Raoult digunakan pada alat distilasi untuk memisahkan campuran berdasarkan perbedaan titik didihnya.11 kg benzena × 0. 2002 Gambar 1.023 mol Jadi.71 °C Jadi.12 °C/m. Contoh Sumber: Chemistry (Chang). Statif Labu destilasi Pemanasan Air pendingin masuk Labu penampung Sumber: Basic Concept of Chemistry.71 °C.023 mol 1 kg benzena 5.207 mol zat terlarut = 0. Tf benzena = 5.65 g.207 m artinya setiap kg benzena pada larutan mengandung 0. Berapakah massa molar senyawa tersebut? Jawab Pada Tabel 1.65 g suatu senyawa yang tidak diketahui dalam 110 g benzena membeku pada 4.74 = 5.207 mol zat terlarut maka jumlah mol pada 110 g benzena dapat dihitung. Jawab Molalitas = 1. Penggunaan CaCl 2 dan NaCl untuk menurunkan titik leleh es juga sering diterapkan.65 g/mol 0.06 °C = 0. 2002 Gambar 1.45 °C dan Kf benzena = 5.2 diketahui titik beku benzena = 5.39 °C. titik beku larutan tersebut adalah 3.06 °C Δ Tf = Kf m m= ÄT f Kf = 1.13 Larutan yang dibuat dengan melarutkan 5.000 2g × = 0. massa 1 mol zat terlarut tersebut adalah 245.34 m = 1.207 m 5.0. 1.65 g = 245.74 °C Titik beku larutan = Tf benzena – Tf larutan Δ Tf 1. misalnya untuk menyiapkan campuran pendingin dalam pembuatan es krim.12 °C/m Δ Tf = 5. massa molar zat terlarut = Klem Air pendingin keluar Kondensor Gejala penurunan titik beku juga memiliki terapan praktis di antaranya adalah penurunan titik beku air.20 °C = 0 – Tf larutan Tf larutan = –0. Zat antibeku (biasanya etilen glikol) yang ditambahkan ke dalam sistem pendingin mesin mobil mencegah pembekuan air radiator pada musim dingin.4 Alat distilasi dirancang dengan menggunakan prinsip hukum Raoult Sifat Koligatif Larutan 11 . titik beku larutan adalah –0.45 °C – 4. Contoh 1.

lakukanlah kegiatan berikut. Mengapa air di dalam bak masuk ke dalam corong melalui selaput semipermeabel? 2. Kesimpulan apakah yang dapat Anda peroleh dari kegiatan Selidikilah 1. Tekanan Osmotik Osmosis adalah merembesnya partikel-partikel pelarut dari larutan yang lebih encer ke larutan yang lebih pekat melalui suatu membran semipermeabel. Membran semipermiabel hanya melewatkan molekul zat tertentu sementara zat yang lainnya tertahan. Corong 2. Air Langkah Kerja 1. Kertas perkamen/selopan 3. 12 Praktis Belajar Kimia untuk Kelas XII . apakah naiknya zat cair dalam corong sama? 4.3. 1. Mungkinkah larutan gula atau garam yang masuk ke dalam air? Mengapa? 3. Apabila corong diganti ukurannya. 3.2? Untuk lebih memahami proses osmosis. Selidikilah 1. Bagaimanakah peristiwa osmosis dapat terjadi? Untuk menyelidikinya. Larutan garam 6. Corong yang bagian bawahnya ditutup dengan kertas perkamen/selaput semipermeabel berisi larutan gula dimasukkan ke dalam bak (gelas kimia 1 L) yang berisi air. h2 h1 ⎫ ⎬Δ h ⎭ Beban Kata Kunci • • • Membran semipermeabel Osmosis Tekanan osmotik 2. pelajarilah uraian berikut.2 Tekanan Osmotik Tujuan Mengamati peristiwa osmosis pada larutan elektrolit dan nonelektrolit Alat dan Bahan 1. Samakah Δ H untuk larutan gula dan garam? Kerjakanlah secara berkelompok dan diskusikanlah hasil yang Anda peroleh. 4. Jawablah pertanyaan berikut untuk menarik kesimpulan. gambar tersebut memperlihatkan larutan A dan larutan B dengan konsentrasi yang berbeda yang dipisahkan oleh suatu membran semipermeabel yang hanya dapat ditembus oleh molekul air. Perhatikanlah Gambar 1. Gelas kimia 1 L 4. Amatilah naiknya larutan dalam corong dari ketinggian h1 sampai h2.5. Samakah beban pada kedua corong yang berbeda? 5. Ulangi langkah kerja 1–3. Larutan gula 5. Susunlah 2 buah alat seperti gambar berikut.

Dua larutan yang memiliki tekanan osmotik sama disebut larutan isotonik. Setelah beberapa saat. Jika salah satu larutan memiliki tekanan osmotik lebih tinggi dari larutan yang lainnya. Jumlah tekanan balik yang dibutuhkan merupakan tekanan osmotik larutan.082 L atm/mol K Tekanan balik dibutuhkan untuk mencegah terjadinya proses osmosis. berapa konsentrasi glukosa dalam cairan infus? Sifat Koligatif Larutan 13 . A (air murni) dan B (larutan) dipisahkan oleh membran semipermeabel. π = MRT Keterangan: π = tekanan osmotik (atm) R = tetapan gas (0.7 atm. larutan tersebut dinamakan hipertonik. Tekanan osmotik tidak tergantung pada jenis zat terlarut. Diskusikanlah dengan kelompok Anda mengapa tekanan osmotik cairan infus harus sama dengan tekanan osmotik sel darah. Sumber: Chemistry: Matter and Its Changes.5a. larutan tersebut dinamakan hipotonik.5c).Beban Piston Larutan B Membran semipermeabel B A A Air murni a Keadaan awal. Persamaan berikut (dikenal sebagai Persamaan Van’t Hoff) digunakan untuk menghitung tekanan osmotik dari larutan encer. Adapun jika larutan memiliki tekanan osmotik lebih rendah dari larutan yang lainnya.001 M? Jawab Diketahui c b T = 25 °C = (25 + 273) K = 298 K M = 0. kemudian setelah beberapa saat.082 L atm/mol K) M = molaritas larutan T = suhu (Kelvin) Contoh 1.5b) hingga kesetimbangan tercapai. peristiwa osmosis terjadi. Tekanan balik dibutuhkan untuk mencegah terjadinya proses osmosis (Gambar 1.5 Proses osmosis dengan membran semipermeabel Tantangan Kimia Larutan glukosa (C6H12O6) digunakan sebagai cairan infus. ditandai dengan meningkatnya volume larutan pada tabung B. diperlihatkan keadaan awal. Jumlah tekanan balik yang dibutuhkan merupakan tekanan osmotik larutan. Gambar 1. 2004 Gambar 1. tinggi air pada tabung naik (Gambar 1. Tekanan osmotik termasuk dalam sifat-sifat koligatif karena besarnya hanya bergantung pada jumlah partikel zat terlarut persatuan volume larutan.001 mol/L R = 0.5 menggambarkan peristiwa osmosis.14 Berapakah tekanan osmotik pada 25 °C dari larutan sukrosa (C12H22O11) 0. Pada Gambar 1. Jika tekanan sel darah pada 25 °C adalah 7. Larutan ini harus memiliki tekanan osmosik yang sama dengan tekanan osmotik sel darah.

41 × 103 g/mol.024 atm Jadi. tekanan osmotik 0. Contoh 1. Contoh 1.63 × 10–4 mol zat terlarut L larutan n V =M×V = = 8.85 mmHg pada 298 K.16 Suatu larutan dengan volume 100 mL mengandung 0.0211 atm 760 torr = MRT = (M) (0.122 g = 1. massa molar zat terlarut tersebut adalah 1. Tentukan massa molekul relatif albumin.63 × 10–4 mol zat terlarut × 0. Banyak penelitian dan pengembangan dipusatkan pada lima metode desalinasi. 14 Praktis Belajar Kimia untuk Kelas XII . elektrodialisis. π dalam torr = 0. tetapi penduduknya terancam kekurangan air tawar. Berapakah massa molar zat terlarut tersebut? Jawab T dalam kelvin = (273 + 20) = 293 K π dalam atm = 16 torr × π 0.001 mol/L × 0. Dalam metode ini. Contoh 1.17 Suatu larutan dibuat dengan melarutkan 1.082 L atm/mol K × 298 K = 0.6 torr 1 atm Jadi.15 Dalam larutan encer.122 g zat nonelektrolit terlarut dan memiliki tekanan osmotik 16 torr pada suhu 20 °C.024 atm.0211 atm M M n 1 atm = 0.63 × 10–5 mol L larutan massa molar zat terlarut = 0. yaitu serum albumin manusia yang diperoleh dari plasma darah (dalam 50 cm 3 air).41 × 103 g/mol 8. garam terpisah dari airnya oleh tekanan pada membran semipermeabel yang memisahkan sumber air (air laut) dari produknya (air tawar). negara Arab Saudi menggunakan suatu metode pemisahan air tawar dari garam-garam pekat air laut.63×10-5 mol Jadi. Larutan menunjukkan tekanan osmotik 5. dan pertukaran ion.6 torr.001 M gula dalam air adalah 18.1 L larutan = 8.082 L atm/mol K) (298 K) = 8. 0. yaitu penyulingan. osmosis terbalik.08 g protein. Berapakah tekanan osmotik dalam torr pada suhu 25 °C? Jawab π = MRT = (0. pembekuan.0245 atm × Desalinasi Air Laut Banyak tempat di berbagai pelosok di dunia yang berdampingan dengan lautan. Desalinasi osmosis terbalik merupakan metode yang ekonomis. Untuk itu. Membuang garam-garam yang terlarut dalam air disebut desalinasi.0245 atm Fakta Kimia 760 torr = 18. tekanan osmotik larutan tersebut adalah 0.001 M gula dalam air dipisahkan dari air murni dengan menggunakan membran osmosis.001 mol/L) (0.0821 L atm/mol K) (298 K) = 0.π = MRT = 0.

Jika tekanan uap air murni pada 310 °C sebesar 33. Proses osmosis sangat penting bagi tanaman dan hewan karena dengan proses osmosis. Jika tekanan mekanis pada suatu larutan melebihi tekanan osmotik. pelarut murni akan terperas ke luar dari suatu larutan lewat suatu membran semipermeabel (Gambar 1. 4. menunjukkan bahwa jika tekanan mekanis lebih besar daripada tekanan osmotik. Contoh penerapan osmosis balik adalah pemulihan air murni dari limbah industri dan menawarkan air laut (desalinasi). dan π dari larutanlarutan asam.082 atm/mol K × 298K = 6.86 × 104 g/mol. Proses ini disebut osmosis terbalik (reverse osmosis) dan merupakan suatu cara untuk memulihkan pelarut murni dari dalam suatu larutan. Dinding sel merupakan membran semipermeabel. Sifat Koligatif Larutan Elektrolit Jika zat terlarut membentuk larutan bersifat asam. tentukan titik didih larutan gula tersebut. sedangkan molekul glukosa dapat melewati dinding sel. basa. 1.05L Jadi. Permeabilitas dinding sel terhadap zat terlarut seringkali bersifat memilih-milih dan sampai batas tertentu tidak bergantung pada ukuran partikel zat terlarut dan konsentrasi mereka. basa. ion magnesium yang terhidrasi praktis tidak menembus dinding saluran pencernaan.08g × 0. Sifat Koligatif Larutan 15 . membran sel hidup ini juga dapat ditembus oleh zat-zat terlarut tertentu sehingga bahan makanan dan produk buangan dipertukarkan lewat dinding sel ini. Δ Tb .4 molal gula pasir dilarutkan dalam air (Kb air = 0. Δ Tf .6 Osmosis terbalik.2 Kerjakanlah di dalam buku latihan Anda. ternyata rumus-rumus sifat koligatif larutan memiliki nilai yang tidak sama dengan data percobaan. 2. Misalnya. pelarut dipaksa melewati membran semipermeabel dari dalam larutan menuju ke pelarut murni. dan garam.Jawab Tekanan osmotik ( π ) dikonversikan terlebih dahulu menjadi atm. C Air murni 3. Hitunglah tekanan uap suatu larutan 4 mol fruktosa dalam 60 mol air pada suhu 310 °C. Materi 1. air dibagikan ke semua sel organisme hidup.6). Harga-harga Δ P. Jika 6. dan garam yang diamati melalui eksperimen selalu lebih besar daripada harga-harga yang dihitung menurut perhitungan ideal.86 × 104 g/mol 7.70 × 10atm × 0. Bagaimanakah menentukan perbandingan nilai sifat koligatif larutan elektrolit dan nonelektrolit? Untuk mengetahuinya. Jika 0.85 mmHg = π Mr = = massa RT πV 1. tentukan tekanan osmotik larutan tersebut.52 °C/m).85 = 7. Soal Penguasaan Larutan air H2O Gambar 1. lakukanlah kegiatan berikut.70 × 10–3 atm 760 ⎛ massa ⎞ ⎜ ⎟ RT Mr ⎠ ⎝ = V 5.082 L atm/mol K). 5. Bagaimanakah cara untuk mengetahui pengaruh zat terlarut yang sukar menguap terhadap tekanan uap jenuh larutan? Jelaskan. massa molekul relatif albumin adalah 6.4 mmHg.84 g sukrosa (Mr = 342) dilarutkan dalam air dan membentuk larutan bervolume 100 mL pada suhu 27 °C (R = 0.

Δ Tf elektrolit = i × Δ Tf nonelektrolit Hubungan sifat koligatif larutan elektrolit dan konsentrasi larutan dirumuskan oleh Van’t Hoff.0183 0. Perilaku elektrolit dapat digambarkan dengan memerhatikan fenomena di atas.0275 0. dan seterusnya sampai dengan H2SO4. Bandingkanlah nilai perbandingan itu dengan jumlah ion masing-masing zat yang membentuk larutan elektrolit (NaCl memiliki ion Na+ dan Cl–).005 m NaCl 1. Larutan Glukosa NaCl KCl K2SO4 H2SO4 Tf (°C) 0. Hitunglah perbandingan nilai Δ Tf NaCl terhadap Δ Tf glukosa. n = jumlah ion dari elektrolit α = derajat ionisasi elektrolit 16 Praktis Belajar Kimia untuk Kelas XII . 2. i = 1 + (n – 1) α Keterangan: i = faktor yang menunjukkan bagaimana larutan elektrolit dibandingkan dengan larutan nonelektrolit dengan molalitas yang sama. Menurut Arrhenius.96 kali (2 kali) Δ Tf glukosa sebagai zat nonelektrolit.3 Sifat Koligatif Larutan Elektrolit Tujuan Menentukan perbandingan nilai sifat koligatif larutan elektrolit dan nonelektrolit Alat dan Bahan Data hasil percobaan Langkah Kerja Amatilah data hasil percobaan berikut. Penurunan titik beku Δ Tf larutan 0. Δ Tf KCl terhadap Δ Tf glukosa. Manakah nilai perbandingan di antara keempat larutan terhadap glukosa yang bernilai hampir sama? 3.0180 0. Larutan yang diamati memiliki konsentrasi yang sama yaitu 0.0093 0. Hal ini menyebabkan sifat koligatif pada larutan elektrolit lebih besar daripada larutan nonelektrolit. 4. demikian juga Δ Tf untuk K2SO4 hampir 3 kali dari Δ Tf glukosa. suatu zat elektrolit yang dilarutkan dalam air akan terurai menjadi ion-ion penyusunnya sehingga jumlah partikel zat pada larutan elektrolit akan lebih banyak dibandingkan dengan larutan nonelektrolit yang konsentrasinya sama.005 m. Faktor i inilah yang lebih lanjut disebut faktor Van’t Hoff. yaitu dengan mengalikan rumus yang ada dengan bilangan faktor Van’t Hoff yang merupakan faktor penambahan jumlah partikel dalam larutan elektrolit. Keadaan ini dapat dinyatakan dengan persamaan berikut. Kata Kunci • • Faktor Van’t Hoff Larutan elektrolit Apakah kesimpulan yang Anda peroleh? Untuk lebih memahami sifat koligatif larutan elektrolit.0270 Jawablah pertanyaan berikut untuk menarik kesimpulan. 1. Apakah nilai perbandingan tersebut sama dengan jumlah ionnya? Mengapa demikian? Diskusikan hasil yang Anda peroleh dengan teman Anda. pelajarilah penjelasan berikut.Selidikilah 1.

Kata Kunci • • Faktor Van’t Hoff Ionisasi 2. Kenaikan Titik Didih dan Penurunan Titik Beku Seperti halnya penurunan tekanan uap jenuh.038 {1 + (2 – 1)1} = 7.038 90 g 0. Penurunan Tekanan Uap Jenuh Rumus penurunan tekanan uap jenuh dengan memakai faktor Van’t Hoff hanya berlaku untuk fraksi mol zat terlarutnya saja (zat elektrolit yang mengalami ionisasi). Oleh karena itu.2 mol dalam 90 gram air jika tekanan uap air pada suhu tertentu adalah 100 mmHg. rumus penurunan tekanan uap jenuh untuk zat elektrolit adalah: Δ P = xBP° {1 + (n – 1) α } Perhatikanlah contoh soal penerapan rumus tekanan uap untuk zat elektrolit berikut.6 mmHg Tekanan uap larutan = 100 mmHg – 7. sedangkan pelarut air tidak terionisasi. Contoh 1. tekanan uap larutan NaOH adalah 92.6 mmHg = 92. rumus untuk kenaikan titik didih dan penurunan titik beku untuk larutan elektrolit juga dikalikan dengan faktor Van't Hoff.4 mmHg. (i = 1 + (n – 1) α ) You Must Remember Colligative properties of electrolyte solution depends on Van’t Hoff factor. Jawab mol NaOH X NaOH = mol NaOH + mol air = 0.4 mmHg Jadi.2 mol = 0.18 Hitunglah tekanan uap larutan NaOH 0.2 mol + 18 g/mol Karena NaOH merupakan elektrolit kuat ( α = 1) dan n = 2 maka ΔP = P°xB {1 + (n – 1) α } = 100 × 0. Δ Tb = Kb m {1 + (n – 1) α } Δ Tf = Kf m {1 + (n – 1) α } Sifat Koligatif Larutan 17 . (i = 1 + (n – 1) α ) 1.Contoh elektrolit biner: NaCl(s) → Na+(aq) + Cl–(aq) KOH(s) → K+(aq) + OH–(aq) (n = 2) (n = 2) Contoh elektrolit terner: H2SO4(l) + 2 H2O(l) → 2 H3O+(aq) + SO42–(aq) (n = 3) (n = 3) Mg(OH)2(s) → Mg2+(aq) + 2 OH–(aq) Contoh elektrolit kuarterner: (n = 4) K3PO4(s) → 3 K+(aq) + PO43–(aq) 3+ – → Al (aq) + 3 Br (aq) (n = 4) AlBr3(s) Untuk larutan elektrolit berlaku Hukum Van’t Hoff Anda Harus Ingat Sifat koligatif larutan elektrolit bergantung pada faktor Van’t Hoff.

8 gram magnesium sulfat.8 °C/m. NaCl dapat terionisasi sempurna E. 3.000 g/kg 4.15 °C – 100 °C = 0.. dan Cl = 35. Kf air = 1.52 °C Jadi. Contoh 1. pernyataan yang salah adalah (C) bentuk molekul air tetrahedral..85 gram NaCl (Mr = 58.082 L atm/mol K. MgSO4 (Mr = 120 g/mol) dilarutkan dalam 250 g air. titik beku larutan.15 °C.5 g/mol maka pernyataan berikut benar. Larutan ini mendidih pada suhu 100.m.86 °C/m dan Ar H = 1 g/mol.8} 120 g/mol 250 g = 0.. kecuali . Na = 23 g/mol. bentuk molekul air tetrahedral D.52 °C/m. Untuk menghitung titik bekunya. A .20 Sebanyak 5.000 × × R T × {1 + (n – 1) α } Mr P Praktis Belajar Kimia untuk Kelas XII .15 = 0. Kupas Tuntas Agar 10 kg air tidak membeku pada suhu –5 °C perlu ditambahkan garam NaCl.5 g/mol) dilarutkan dalam air sampai volume 500 mL. π = MRT {1 + (n – 1) α } Perhatikanlah contoh-contoh soal berikut. Contoh 1. larutan NaCl adalah elektrolit kuat C . kita cari dulu penurunan titik bekunya dengan rumus: Δ Tf = Kf × massa 1. Tekanan Osmotik Tekanan osmotik untuk larutan elektrolit diturunkan dengan mengalikan faktor van't Hoff. Reaksi ionisasi MgSO4 adalah MgSO4(s) → Mg2+(aq) + SO42–(aq) (n = 2) Kenaikan titik didih: ΔTb = Tb larutan – Tb air = 100.15 °C ΔTb = Kb.8 1. Jawab diketahui. Jadi. derajat ionisasi MgSO4. diperlukan NaCl lebih dari 786 gram B.52 °C = –0.19 Sebanyak 4. O = 16 g/mol. b. titik beku larutan tersebut adalah –0.000 × × {1 + (n – 1) α } Mr P 0.Perhatikanlah contoh-contoh soal berikut. tentukan: a.i = Kb × massa 1. NaCl (n = 2) dan α = 1 π =MRTi = 18 massa 1. Jika diketahui Kb air = 1.8 °C/m × 1. dalam air terdapat ikatan hidrogen Pembahasan Molekul air berbentuk angular (huruf V). Hitunglah tekanan osmotik larutan yang terbentuk jika diukur pada suhu 27 °C dan R = 0.8 g × × {1 + (2 – 1) α } 250 g 120 g/mol Jadi.000 g/kg 4. derajat ionisasi MgSO4 adalah 0. b.52 °C Tf larutan = Tf air – Δ Tf = 0 °C – 0. SPMB 2004 Jawab a.52 °C/m × α = 0.8 g × × {1 + (2 – 1) 0.8.000 × × {1 + (n – 1) α } P Mr Δ Tf = 1. Jika diketahui Kb air 0.52 °C.

86 °C/m. 8.52 °C/m dan Kf air = 1. molaritas akan sama dan tekanan osmotik pun sama.000 mL/L × × 0. 1.016. dan tekanan osmotik. Jadi.016 Jadi.21 Sebanyak 38 g elektrolit biner (Mr = 95 g/mol) dilarutkan dalam air sampai dengan volume 1 L pada suhu 27 °C dan memiliki tekanan osmotik 10 atm. Larutan ini mendidih pada suhu 100.5 atm B.0 atm E.25 °C. Hitunglah derajat ionisasi elektrolit biner tersebut. derajat ionisasi larutan tersebut adalah 0. 2. 10 = SPMB 2004 Soal Penguasaan Materi 1. tentukan derajat ionisasi NaCl dan titik beku larutannya. 2. Total fraksi mol = 1 Xi Ptotal = PA + PB PA = x A . Sifat koligatif terdiri atas penurunan tekanan uap ( ΔP ).000 × × 0.0 atm C . dalam benzena adalah 2 atm pada suhu tertentu.082 L atm/mol K × 300 K × {1 + (2 – 1)1} 58. Contoh 1.85 g 1..000 × Mr P b. larutan 20 gram senyawa binernya (C6H5COOH)2 dalam pelarut yang sama memiliki tekanan osmotik sebesar .= Kupas 5.84 atm. Molalitas adalah besaran yang berguna untuk menghitung jumlah zat terlarut yang dinyatakan dalam mol dan jumlah pelarut dalam kilogram. kenaikan titik didih ( Δ Tb) dan penurunan titik beku ( Δ Tf).PAo Δ T b = Kb × m Δ T f = Kf × m Δ Tb = Tb – Tbo Δ Tf = Tfo – Tf Tekanan osmotik ( π ) π =MRT Sifat koligatif larutan elektrolit bergantung pada bilangan faktor Van’t Haff. 4. 0. 3. A .PBo Kenaikan titik didih ( Δ Tb) dan penurunan titik beku ( Δ Tf) Fraksi mol merupakan satuan konsentrasi yang semua komponen larutannya dinyatakan berdasarkan mol. c. tekanan osmotik larutan tersebut adalah 9. = x A PAo + x B PBo massa 1. Jadi.5 g/mol 500 mL = 9. C6H5COOH. kenaikan titik didih. = mol komponen i Jumlah mol semua komponen dalam larutan Sifat koligatif bergantung pada jumlah zat yang terlarut pada larutan.84 atm Jadi. tekanan osmotiknya sebesar (A) 2 atm. 4.PAo PB = xB ... Jika diketahui Kb air = 0.082 L atm/mol K × 300 K × {1 + (2 – 1) α } 95 g/mol 1.0 atm D.000 α = 0.3 Kerjakanlah di dalam buku latihan Anda. Jawab π = M R T {1 + (n – 1) α } Tuntas Jika diketahui tekanan osmotik larutan 10 gram asam benzoat. Rangkuman 1. Penurunan tekanan uap ( ΔP ) ΔP = x B . perhitungan penurunan tekanan uap. dan tekanan osmotik dikalikan dengan faktor Van’t Hoff (i). Hitunglah tekanan osmotik larutan yang mengandung 40 g MgCl2 (Mr = 94 g/mol) dengan volume larutan 2 L pada suhu 27 °C dan R = 0. Molalitas (m) = 2. i = 1 + (n – 1) α Sifat Koligatif Larutan 19 .082 L atm/mol K. Sebanyak 5 g NaCl (Mr = 58 g/mol) dilarutkan dalam 200 g air. a. 1.0 atm Pembahasan Oleh karena perbandingan massa/Mr sama. 38 g 1.

Pastikanlah Anda menguasai materi ini. Apakah Anda dapat mencapai tujuan belajar tersebut? Jika Anda mengalami kesulitan dalam mempelajari materi tertentu pada bab ini. dan tekanan osmotik termasuk sifat koligatif larutan. bukan? Banyak hal yang menarik tentang materi Sifat Koligatif Larutan ini. Misalnya. kenaikan titik didih. Anda pun dapat berdiskusi dengan teman-teman untuk memecahkan permasalahan-permasalahan yang berkenaan dengan materi Sifat Koligatif Larutan ini. serta membandingkan antara sifat 20 Praktis Belajar Kimia untuk Kelas XII koligatif larutan berdasarkan percobaan nonelektrolit dan sifat koligatif larutan elektrolit yang konsentrasinya sama. Anda akan mengenal berbagai perubahan sifat fisik dari larutan dan dapat membedakan antara larutan elektrolit dan nonelektrolit. . Belajarlah dengan baik. bertanyalah kepada guru kimia Anda.P e t aKonsep Sifat koligatif terdiri larutan atas nonelektrolit Sifat koligatif larutan Penurunan tekanan uap rumus P = xB P°A Kenaikan titik didih rumus Tb = K b m Penurunan titik beku rumus Tf= Kf m Tekanan osmotik rumus =MRT Penurunan tekanan uap rumus P = xB PAo {1 + (n – 1) } Kenaikan titik didih rumus Tb = Kb m {1 + (n – 1) } Penurunan titik beku rumus Tf= Kf m {1 + (n – 1) } Tekanan osmotik rumus = M R T {1 + (n – 1) } terdiri atas Sifat koligatif terdiri larutan atas elektrolit dipengaruhi oleh Faktor van’t Hoff i = 1 + (n – 1) Kaji Diri Bagaimanakah pendapat Anda setelah mempelajari materi Sifat Koligatif Larutan ini? Menyenangkan. Tujuan Anda mempelajari bab ini adalah agar Anda dapat menjelaskan penurunan tekanan uap. penurunan titik beku larutan.

. (Ar C = 12 g/mol..000 gram pelarut E. 8. 300 g/mol C. Suatu larutan X mendidih pada suhu 100.5 M E.038 B. –1.46 °C 10. A. BaCl 2 0.. 1. 0. Ar H = 1 g/mol) A.. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat dan kerjakanlah pada buku latihan Anda. Ar H = 1. (Ar C = 12.. dan Ar H = 1 g/mol) terbuat dari 40 g NaOH dengan .13 °C C. 95 g/mol D. A.. –0. A. –3.0 M D. –1. glukosa 0.4 m B. Untuk menaikkan titik didih 250 mL air menjadi 100.3 M adalah . 85 g B.. Ar O = 16 g/mol.892 °C 14. air sehingga volume larutan 1 liter D.004 C. –7.5 m C.. 0. Cr(NH3)4Cl2 16. Na2CO3 0.86 °C D.86 °C B. 1 liter larutan D. A.. 0. A. urea 0. Ar H = 1 g/mol) akan membeku pada suhu ... 1.86 °C/m) membeku pada –0. 0. C 12H 22 O 11 C. –0...279 °C..000 gram larutan C..86 °C/m maka kenaikan titik didih larutan urea tersebut adalah . 100 g/mol E. 0. 1.. larutan glukosa (C6H12O6) 20% C. 2.3 M B. A. larutan urea (CO(NH2)2) 10% B.. A.04 °C E. larutan MgSO4 20% Dalam 500 gram air terdapat 12 g urea CO(NH2)2 (Ar C = 12.2 M C.5 °C/m) maka jumlah gula (M r = 342 g/mol) yang harus dilarutkan adalah .0 M 2.3 M B.. 0.... 1.52 °C/m dan Kf air = 1.52 B. H2SO4 0.6 °C D.. 1.04.. Jika Kb air = 0. 0. 0. Ar N = 14. –1. A. A. 8. Suatu larutan 3 g zat nonelektrolit dalam 100 g air (Kf =1. KNO3 0. Ar Cl = 35.52 °C/m dan Kf air = 1. (Kb air = 0. 2. Ar O = 16.104 °C B. 342 g E.4 M Sifat Koligatif Larutan 21 .. 960 gram air B..400 E. Jika Mr air 18.8 M D. 6.88 °C E. NaCl B.2 mol gula dilarutkan dalam air hingga diperoleh fraksi mol larutan gula sebesar 0.5..0 m B. dan Ar H = 1 g/mol) dilarutkan dalam 750 g air. –3.3 m Sebanyak 0. Na2SO4 0. Massa molekul relatif zat tersebut adalah . 171 g 12.6 g D.4 M E. –0.2 M 15.42 C. Ar Mg = 24. 1 liter air C. 1. Larutan yang isotonis dengan NaCl 0.86 °C/m maka larutan NaOH 4% (Ar Na = 23 g/mol...026 °C C. Mg(NO3)2 0. 0.. A.3 M C. Di antara larutan berikut yang memiliki fraksi mol terbesar adalah . 0. Ar H = 1).1 °C pada 1 atm (Kb = 0. 200 g/mol B.. 4. 0.72 g Fraksi mol larutan 36 g glukosa (C6H12O6) dalam 90 g air (H2O) adalah .040 9.1 M D. –0. CO(NH2)2 E.62 4.94 °C C. 175 g/mol 11.372 °C. Molalitas larutan menyatakan banyaknya mol zat terlarut dalam . Di antara larutan berikut ini yang titik bekunya paling tinggi adalah .... 7..4 g B. Molalitas larutan fruktosa 10% ialah . 1.1 m D.. 1.5 m C. 3. Jika Kf air = 1. A. Konsentrasi kemolalan larutan urea tersebut adalah . Larutan 1 molal NaOH (Ar Na = 23 g/mol.01 M berikut ini yang terbesar adalah . Ar O = 16 g/mol.. CH3COOH 0. 0.960 D...72 E. 1. 2. 0. 0..26 °C B. Ar Na = 23. Ar S = 32) A.000 gram air E. D. 17 g C. Konsentrasi larutan adalah . Di antara larutan-larutan memiliki tekanan osmotik A.. Ar O = 16 g/mol... 86.2 m E. 0. Ar O = 16. 0. glukosa 0..82 D. Ar O = 16 g/mol. larutan NaCl 10% D.52 °C E.. 90 g C. Suatu larutan urea dalam air memiliki penurunan titik beku 0..Evaluasi Materi Bab 1 A.18 g E.6 M E. 0.13 °C..442 °C 13.72 °C D. 684 g D.. Ar N = 14. 100 gram larutan B. CuSO4 0. 960 mL air 5. A. Jika bobot molekul fruktosa 180.. 1 liter pelarut Sebanyak 84 gram KOH (Ar K = 39 g/mol. banyaknya air yang harus ditambahkan adalah . 0. larutan sukrosa (C11H22O11) 30% E.86 °C/m) Larutan tersebut akan membeku pada suhu . A.

mengapa penjual es melakukan hal tersebut? .2 g glukosa (C6H12O6) dalam 250 mL larutan pada suhu 27 °C adalah . dan d. 1. Ar H = 1 g/mol) A. Hitunglah tekanan osmotik larutan yang terbentuk jika diukur pada suhu 27 °C dan R = 0. 100. Jika diketahui titik lebur kamfer murni 178. 500 B. Pernyataan yang benar tentang sifat koligatif larutan adalah .17.8 °C D. 19..97 atm C.1 atm D.25 g zat X dalam 100 gram kamfer melebur pada suhu 174.8 mmHg. Untuk membuat es potong tersebut. c.4 °C C. 101. Pernahkah Anda melihat penjual es potong? Mungkin juga.. 2. tentukan fasa zat pada X.. tekanan osmotik larutan elektrolit sama dengan tekanan osmotik larutan nonelektrolit dengan konsentrasi yang sama E.03 °C/m.94 atm B. 102. Jawablah pertanyaan berikut dengan benar. Menurut Anda. 163. Perhatikan Diagram P–T berikut. Anda pernah membelinya. titik beku larutan ini adalah –1. Larutan 1.082 L atm/mol K.7 atm 18..2 kg air agar diperoleh larutan dengan titik beku setengahnya dari titik beku di atas? 5. Sebanyak 11. Suatu zat nonelektrolit (Mr = 40 g/mol) sebanyak 30 g dilarutkan ke dalam 900 g air. si penjual menaruh garam dapur bersama es balok di sekitar cetakan es.250 19. Hitunglah tekanan uap suatu larutan 3 mol glukosa dalam 900 g air pada suhu 300 °C jika tekanan uap air murni pada 100 °C adalah 31. 103. A.000 g air. 25 D.. Jika diketahui K2SO4 terurai 90%. Suatu zat organik sebanyak 0. 3.. 59. 20. Soal Tantangan 1. titik didih larutan adalah . Sebanyak 3 g senyawa nonelektrolit dimasukkan ke dalam 50 g eter (Mr = 74 g/mol).. 39. C.5 g/mol) dilarutkan ke dalam air sampai volume 400 mL. 125 E. 1. (Ar C = 12 g/mol.645 g dilarutkan dalam 50 g CCl4 memberikan Δ Tb = 0. 250 C. Jika Kb pelarut = 5.550 °C...6 °C 4. tentukan massa molekul relatif zat itu. kenaikan titik didih larutan.. b.4 atm E. Suatu larutan dibuat dari 2 mol K 2 SO 4 yang dilarutkan dalam 1. 1.0 °C E. Diagram P–T B' B A A' Z D E F Tekanan (atm) C H X Y C' D' E' Temperatur 22 G Praktis Belajar Kimia untuk Kelas XII F' 2.4 °C.645 °C. Berapa gram zat tersebut yang harus dilarutkan ke dalam 1.. titik beku larutan lebih tinggi dari titik beku pelarutnya B. titik didih larutan lebih tinggi dari titik didih pelarutnya B. penurunan tekanan uap. Berdasarkan diagram P–T tersebut. penurunan titik beku larutan. Larutan tersebut memiliki tekanan uap sebesar 426 mmHg.5 °C/m) A. Y. Ar O = 16 g/mol. Jika tekanan uap eter murni pada suhu tersebut 442 mmHg.4 °C dan Kf kamfer = 40 °C/m maka massa molar (Mr) zat X adalah . Tekanan osmotik suatu larutan yang terdiri atas 7. (Kb air = 0.9 °C B. tentukan Mr senyawa nonelektrolit tersebut. 3. dan Z..7 g NaCl (Mr = 58. tunjukkan a. A. titik beku larutan elektrolit lebih tinggi dari titik beku larutan nonelektrolit dengan konsentrasi yang sama. tekanan uap larutan lebih tinggi dari tekanan uap pelarutnya D.