Anda di halaman 1dari 4

ION EXCHANGE

Air sungai dan air tanah mula-mula ditampung di bak tarik yang dilengkapi pompa untuk
dialirkan ke bak pencampur dan diberi tawas sebagai flokulan. Air yang telah diberi tawas
dialirkan ke bak penggumpal untuk memberi waktu flokulasi pengotor dalam air. Air dengan
flok-flok pengotor dialirkan ke bak pengendap agar flok-flok yang terbentuk turun dan terpisah
dari air. Air yang keluar dari bak pengendap sudah jernih tapi masih ada pengotor yang
melayang,oleh karena itu air kemudian disaring dengan saringan untuk memisahkan partikel ini.
Air yang telah disaring masih mengandung zat-zat terlarut yang menimbulkan kesadahan. Untuk
menghilangkan pengotor yang terlarut ini digunakan zat yang dapat menyerap ion-ion dalam
larutan tersebut. Dengan ion exchanger, diharapkan air yang akan digunakan pada proses
memiliki kesadahan sesedikit mungkin bahkan 0 agar tidak menimbulkan kerak.
Kondisi Peralatan Penukar Ion
Proses penghilangan ion-ion yang terlarut dalam air dapat melibatkan penukar kation (cation
exchanger) yang berupa resin Na (R-Na). Proses-pertukaran-ion natrium merupakan proses yang
paling banyak digunakan untuk melunakkan air. Dalam proses pelunakan ini, ion-ion kalsium
dan magnesium disingkirkan dari air berkesadahan tinggi dengan jalan pertukaran kation dengan
natrium. Bila resin penukar itu sudah selesai menyingkirkan 346 sebagian besar ion kalsium dan
magnesium sampai batas kapasitasnya, resin itu di kemudian diregenerasi kembali ke dalam
bentuk natriumnya dengan menggunakan larutan garam dengan pH antara 6 sampai 8. Kapasitas
pertukaran resin polistirena besarnya 650 kg/m3 bila diregenerasikan dengan 250 g garam per
kilogram kesadahan yang dibuang.

Untuk penukar kation siklus natirum atau hidrogen biasanya digunakan resin sintetik jenis
sulfonat stirena -divinilbenzena. Resin ini sangat stabil pada suhu tinggi (sampai 150 oC) dan
dalam pH antara 0 sampai 14. Di samping itu, bahan ini sangat tahan terhadap oksidasi.
Kapasitas total penukar kation bisa mencapai 925 kg CaCO3 per meter kubik penukar ion
dengan siklus hidrogen dan sampai 810 kg CaCO3 per meter kubik dengan siklus
natrium.Namun dalam praktiknya kapasitas operasi tidak setinggi itu.
Dalam reaksi pelunakan air di bawah ini, lambang R menunjukkan radikal penukar kation. Resin
tersebut menghilangkan ion Ca 2+ dan Mg 2+ penyebab kesadahan. Reaksinya sebagai berikut:
CaCO3 + 2 R-Na -> R2-Ca + Na2C03
MgCO3 + 2 R-Na-> R2-Mg + Na2C03
Bila tanur penukar kation sudah habis kemampuannya untuk menghasilkan air lunak, unit
pelunak itu dihentikan; lalu dicuci balik (backwash) untuk membersihkannya dan
mengklasifikasikan partikel resin di dalam tanur itu kembali:kemudian diregenerasi dengan
larutan garam biasa (natrium klorida) yang menyingkirkan kalsium dan magnesium dalam
bentuk klorida yang dapat larut dan sekaligus mengembalikan penukar kation itu ke dalam
bentuk natriumnya.
Tanur itu dicuci lagi untuk membersihkannya dari hasil samping yang dapat larut
dan dari kelebihan garam; kemudian dikembalikan ke operasi untuk selanjutnya melunakkan air.
Reaksi regenerasi menggunakan air gararn (NaCI) dapat dilukiskan sebagai berikut:
R2-Ca + 2 NaCI -> 2 R-Na + CaCl2
R2-Mg + 2 NaCI -> R-Na + MgCl2
Sedangkan kandungan anion tidak dihilangkan lewat penukar anion (anion exchanger). Jika
kandungan anion sudah tinggi, biasanya dilakukan blowdown yaitu membuang sebagian besar
air dan diganti dengan air kondensat.Selain pengotor-pengotor diatas, terdapat pula berbagai
macam gas yang terlarut dalam air (C02, CF4, 02, H2S). Gas tersebut dihilangkan dengan
deaerator sebelum memasuki ketel. Deaerator bekerja dengan cara memanaskan air ketel
sehingga gas-gas tersebut dapat keluar.

http://www.chem-is-try.org/materi_kimia/kimia-industri/utilitas-pabrik/penukar-ion/

Ion Exchanger (alat penukar i0n)

Ion Exchanger (alat penukar i0n)


Alat Penukar ion (Ion Exchanger)

Pertukaran ion merupakan suatu metode yang digunakan untuk memisahkan ion-ion yang tidak
dikehendaki berada dalam larutan , untuk dipindahkan kedalam media padat yang disebut dengan
media penukar ion, dimana media penukar ion ini melepaskan ion lain kedalam larutan.

Sedangkan untuk alatnya disebut ion exchanger.


Mekanisme Pertukaran Ion :
Jika suatu larutan yang mengandung anion atau kation dikontakkan dengan media
penukar ion, maka akan terjadi pertukaran anion dengan mekanisme reaksi sebagai berikut :
1) Mekanisme pertukaran anion
A-+ R+ B- => B- + R+ A2. Mekanisme pertukaran kation
A+ + R- B+ => B+ + R- A+
A = ion yang akan dipisahkan
( pada larutan )
B = ion yang menggantikan ion A
(pada padatan/media penukar ion )
R= bagian ionic / gugus fungsional pada
penukar ion.
Resin
q Resin penukar ion ( ion exchange ) yang merupakan media penukar ion sintetis pertama kali
dikembangkan oleh Adam dan Holmes. Penemuan ini membuka jalan pembuatan resin hasil
polimerisasi styrene dan divinil benzena. Bentuk resin penukar ion ini bermacam macam yaitu
dapat berupa butiran, powder, membrane atau fiber.
q Sifat-sifat resin yang baik adalah sebagai berikut:
a. Mempunyai kapasitas ikatan silang yang kuat yang dapat menghilangkan sejumlah
ion tertentu
b. Resin dengan ukuran partikel kecil akan semakin baik, sebab dibutuhkan luas kontak
yang besar
c. Resin mempunyai stabilitas yang dapat digunakan dalam waktu yang lama, tidak
mudah aus/rusak dalam regenerasi.
Ion Exchange sebagai water softening
Aplikasi ion exchanger sebagai water softener merupakan fungsi umum dan digunakan
sangat luas di industri yang memerlukan soft water untuk proses dan bahan baku boiler . Air
baku yang tingkat ke-sadahan-nya (hardness) tinggi karena kandungan kalsium dan magnesium
harus diturunkan dengan cara menggantikannya dengan muatan ion sodium yang terdapat pada
resin.
Proses pertukaran ion terus berjalan sampai tercapai equilibrium dan jenuh dan sesudah
kondisi resin jenuh maka segera dilakukan re-generasi dengan dicuci dengan air yang
mengandung garam NaCl tinggi.
Sebagai media purifikasi
Dalam hal penggunaan media ion exchange sebagai purifier misalnya untuk mengangkat
bahan- bahan beracun yang dibawa oleh fluida tertentu, maka ion exchanger dapat mengambil

ion-ion logam berat seperti Cadmium, Lead dan Copper dan menggantikannya dengan ion-ion
garam sodium dan potassium.
Jenis Resin:
Kation Asam Kuat, dinamakan demikian karena sifat kimia nya mirip dengan asam kuat. Resin
sangat terionisasi di kedua asam (R-SO3H) dan garam (R-SO3Na). Mereka dapat mengkonversi
garam logam dengan asam yang sesuai dengan reaksi:
2(R-SO3H)+ NiCl2 --> (R-SO4),Ni+ 2HCI (5) 2 (R-SO3H) + NiCl2 -> (R-SO4), Ni + 2HCI (5)
Kation Asam Lemah cekungan. Dalam resin asam lemah. kelompok terionisasi adalah asam
karboksilat (COOH) sebagai lawan dari kelompok asam sulfonat (SO3H) digunakan dalam resin
asam kuat. Resin ini berperilaku mirip dengan asam organik lemah yang terdisosiasi.
Resin Anion Basa kuat. Seperti resin asam kuat. resin dasar yang kuat sangat terionisasi dan
dapat digunakan selama rentang pH seluruh. Resin ini digunakan dalam hidroksida (OH) bentuk
untuk deionisasi air. Mereka akan bereaksi dengan anion dalam larutan dan dapat mengkonversi
solusi asam untuk air murni:
R--NH3OH+ HCl -> R-NH3Cl + HOH (6) R - NH3OH + HCl -> R-NH3Cl + HoH (6)

1.

1.
2.
3.
4.
5.
1.
2.
3.
4.
5.

Regenerasi dengan sodium hidroksida pekat (NaOH) mengubah resin kelelahan ke bentuk
hidroksida.
Aplikasi Ion Exchange pada pengolahan air:
Water softener (Menghilangkan hardness)
- Dengan Resin kation
2. Penghilang organik atau nitrat
- Dengan Resin anion
3. Deionisasi / Demineralisasi (menghilangkan unsur positif dan negatif).
- Dengan gabungan Resin anion dan kation
Keunggulan Ion Exchange:
Mengurangi / menghilangkan unsur inorganik dengan baik.
Bisa diregenarikan kembali.
Dapat digunakan untuk flowrate / debit yang berfluktuasi.
Jenis resin yang bervariasi, setiap jenis resin dapat digunakan untuk menghilangkan
unsur/kontaminan tertentu.
Untuk kualitas air baku dengan TDS < 500 ppm merupakan pilihan dan operasi lebih murah.
Kekurangan Ion Exchange:
Semakin tinggi TDS semakin tinggi biaya operasional.
Tidak menghilangkan partikel, bakteri dan pyrogen.
Diperlukan pretreatment untuk hampir setiap bahan baku.
Sensitif terhadap keberadaan unsur lain dengan polaritas yang hampir sama.
Media resin berpotensi menjadi tempat berkembang biak bakteri.

http://yoniarman.blogspot.com/2013/07/ion-exchanger-alat-penukar-i0n.html