Anda di halaman 1dari 23

BAB I

PENDAHULUAN

Kanker payudara merupakan kelainan payudara yang paling ditakuti
perempuan, karena penyakit ini tidak dapat disembuhkan jika ditemukan pada
stadium lanjut. Padahal, jika dideteksi sejak dini, penyakit ini sebetulnya bisa diobati
sampai sembuh.1
Kanker payudara atau disebut sebagai karsinoma mamae merupakan kanker
solid yang mempunyai insiden tertinggi no. 1 dinegara Barat/maju.

Menurut

Organisasi Badan Kesehatan Dunia (WHO) 8-9% wanita akan mengalami kanker
payudara. Ini menjadikan kanker payudara sebagai jenis kanker yang paling banyak
ditemui pada wanita. Laporan WHO tahun 2005 jumlah perempuan penderita kanker
payudara mencapai 1.150.000 orang, 700.000 diantaranya tinggal di negara
berkembang, termasuk Indonesia. Penelitian Kanker Internasional di Lyon Perancis
juga mencatat lebih dari satu juta kasus terjadi di seluruh dunia setiap tahunnya, dan
mayoritas menyerang perempuan usia lanjut. Angka kejadian kanker payudara di
Amerika Serikat adalah 27/100.000 dan diperkirakan terdapat lebih dari 200.000
kasus baru per tahun dengan angka kematian lebih dari 40 ribu kasus per tahun.1
Di Negara-Negara Asia, insiden kanker payudara mencapai 20 per 100.000
penduduk. Disamping itu, berdasarkan data Globocan, International Agency for
Research on Cancer (IARC) (2002), didapatkan estimasi insiden kanker payudara di
Indonesia sebesar 26 per 100.000 perempuan.

Di Indonesia, kanker payudara

merupakan kanker dengan insiden tertinggi pada wanita. Di Indonesia, karena tidak
tersedianya registrasi berbasis populasi, angka kejadian kanker payudara dibuat
berdasarkan registrasi berbasis patologi dengan insiden relative 11,5 % (artinya 11 –
12 kasus baru per 100.000 penduduk berisiko).2
Insiden kanker payudara meningkat sesuai dengan bertambahnya usia. Usia
perempuan yang lebih sering terkena kanker payudara adalah diatas 40 tahun, yang
disebut dengan “cancer age group”. Namun usia muda juga bukan jaminan aman dari
kanker payudara.3

Dengan tersedianya mass screening program dan pendidikan masyarakat
tentang kanker yang efektif di negara maju (USA, Eropa Barat), lebih dari 50 %
penderita kanker payudara dating dalam stadium local dan menurut M.D. Anderson,
2006, 10 – 20 pasien per 100.000 penduduk per tahun dating dengan DCIS (Ductal
carcinoma In Situ) dan sebagian dating dengan kanker payudara yang non palpable.
Adanya epidemiologi molekuler yang semakin berkembang, telah menemukan 5 – 10
% penderita kanker payudara sebagai familial breast cancer yaitu adanya defek
genetic pada saat pasien di lahirkan yaitu adanya mutasi gen BRCA – 1 atau BRCA –
2. Dengan deteksi awal terhadap familial berast cancer tersebut usaha – usaha
prevensi dan profilatik telah dapat dijalankan dengan target populasi yang tepat.1
Di Indonesia, skrining terhadap kanker payudara masih bersifat individual,
dan sporadic sehingga program deteksi dini masih belum efisien dan efektif. sebagai
akibatnya, pasien dengan kanker payudara stadium lanjut masih cukup tinggi yaitu
lebih dari 50 %.1

4. Kanker payudara merupakan salah satu bentuk pertumbuhan sel atau pada payudara. Tiap payudara terdiri atas 15-30 lobus. Definisi Kanker payudara adalah sekelompok sel yang tidak normal pada payudara yang terus tumbuh berlipat ganda. Pada saat pubertas terjadi perubahan pada payudara wanita. lobulus. sel abnormal atau sel metaplasia. Lobus-lobus tersebut dipisahkan oleh septa fibrosa yang berjalan dari fasia profunda menuju ke kulit atas dan membentuk struktur payudara. areola dan puting. Dalam tubuh terdapat berjuta-juta sel. dimana payudara wanita mengalami perkembangan dan berfungsi untuk memproduksi susu sebagai nutrisi bagi bayi. Areola merupakan bagian yang kecokelatan atau kehitaman di sekitar puting. Anatomi payudara Payudara merupakan suatu kelenjar yang terdiri atas lemak. Pada bagian terminal duktus laktiferus terdapat sinus laktiferus yang kemudian menyatu terus ke puting susu dimana ASI dikeluarkan. kelenjar. yang terdapat di bawah kulit dan di atas otot dada. dan lobus. yaitu sel yang dapat berubah- . 4 B. Secara umum payudara dibagi atas korpus. 4 Payudara terletak di dinding anterior dada dan meluas dari sisi lateral sternum menuju garis mid-aksilaris di lateral. Areola.BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Dari tiap lobus keluar duktus laktiferus dan menyatu pada puting. Salah satunya. Pada akhirnya sel-sel ini menjadi bentuk benjolan di payudara. Puting (papilla) merupakan bagian yang menonjol di puncak payudara dan tempat keluarnya ASI. Pria dan wanita memiliki payudara yang memiliki sifat yang sama sampai saat pubertas. dan jaringan ikat. Korpus adalah bagian yang membesar. Di dalamnya terdapat alveolus (penghasil ASI). yaitu bagian yang kecoklatan atau kehitaman di sekitar puting susu.

000) telah stabil sejak awal 1990-an dan lebih rendah daripada kejadian tahunan kanker payudara pada wanita kulit putih (141.4 juta kasus baru kanker payudara invasif pada tahun 2008. Yaitu sel yang berubah menjadi tidak normal dan terbatas dalam lapisan epitel (lapisan yang menutupi permukaan yang terbuka dan membentuk kelenjar-kelenjar).4 dari setiap 100. Diperkirakan 10 dari 100. sebanyak 350. angka kejadian tahunan pada wanita Amerika-Afrika (119. dengan tingkat tertinggi di negara-negara barat. Dari 600. 62. sedangkan 250. 9 Secara keseluruhan. Tingkat insidensi di antara perempuan Asia dan Kepulauan Pasifik terus meningkat sebesar 1. Epidemiologi Kanker payudara sering ditemukan di seluruh dunia dengan insidens relatif tinggi. yaitu 20% dari seluruh keganasan.000 di negara yang sedang berkembang.1 dari setiap 100. Amerika .000).000) dan / perempuan Hispanik Latina (89. Akan tetapi.5 C.000 di antaranya ditemukan di negara maju.6 Kanker payudara di Indonesia menempati urutan kedua setelah kanker leher rahim.Afrika lebih mungkin untuk dapat didiagnosis dengan tumor stadium lanjut (> 5 cm). Namun. Selama 25 tahun terakhir. tingkat insidensi kanker payudara telah meningkat secara global. Sekitar 85% di antaranya karsinoma duktal in situ (DCIS). jika sel metaplasia ini dipengaruhi faktor lain maka akan menjadi sel displasia.9 dari setiap 100. Selain kanker payudara invasif.000 kasus kanker payudara baru yang yang didiagnosis setiap tahunnya.280 kasus baru pada kanker payudara in situ terjadi di kalangan wanita di tahun 2009. dibandingkan perempuan kulit putih.5% .000 penduduk terkena kanker payudara dan 70% dari penderita memeriksakan dirinya pada keadaan stadium lanjut 7 The American Cancer Society memperkirakan hampir 1.ubah tetapi masih dalam batas normal. Dimana pada suatu saat sel-sel ini akan berkembang menjadi kanker karena berbagai faktor yang mempengaruhi dalam kurun waktu 10-15 tahun.

2) Faktor usia Resiko kanker payudara meningkat seiring dengan pertambahan usia.000 pasien meninggal karena penyakit ini. Prevalensi kanker payudara pada pria hanya 1% dari seluruh kanker payudara. Namun banyak penelitian yang menunjukkan adanya beberapa factor yang berhubungan dengan peningkatan resiko atau kemungkinan untuk terjadinya kanker payudara.1 D. 4) Riwayat adanya tumor jinak payudara sebelumnya Beberapa tumor jinak pada payudara dapat bermutasi menjadi ganas. Hanya 6 % yang terjadi pada mereka yang berusia kurang dari 40 tahun. wanita lebih beresiko menderita kanker payudara daripada pria. kian hari makin banyak penderita kanker payudara yang berusia 30 – an.per tahun (89 dari setiap 100. Etiologi Penyebab terjadinya kanker payudara sampai saat ini belum diketahui secara pasti. Setiap sepuluh tahun. Data WHO menunjukkan bahwa 78 % kanker payudara terjadi pada wanita usia 50 tahun ke atas. tingkat kematian karena kanker payudara telah terus menurun pada wanita sejak tahun 1990. setiap tahun lebih dari 580.000 kasus baru ditemukan di berbagai Negara berkembang dan kurang lebih 372. 9 Menurut WHO sebanyak 8 – 9 % wanita akan mengalami kanker payudara dalam hidupnya. Faktor – faktor resiko tersebut adalah:9 1) Jenis kelamin Berdasarkan penelitian.000) tapi masih jauh lebih rendah daripada wanita kulit putih. Kejadian puncak kanker payudara terjadi pada usia 40-50 tahun 3) Riwayat keluarga Adanya riwayat kanker payudara dalam keluarga merupakan faktor resiko terjadinya kanker payudara. Meski demikian. Namun. . resiko kanker meningkat dua kali lipat.

. diet tinggi lemak. 2009) . akan meningkatkan resiko kanker payudara 3 %. dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker payudara. terutama jika tidak diselingi perubahan hormon pada saat kehamilan. Bila terdapat mutasi gen BRCA1 dan BRCA2. A. alkohol. 6) Faktor hormonal Kadar hormon estrogen yang tinggi selama masa reproduktif. Ini dikarenakan adanya penurunan level estrogen dan sekresi bahan-bahan karsinogenik selama menyusui. 8) Menopause Menopause yang terlambat juga dapat meningkatkan resiko kanker payudara. 7) Usia menarche Berdasarkan penelitian. yaitu gen suseptibilitas kanker payudara. 9) Usia pada saat kehamilan pertama >30 tahun. Untuk setiap tahun usia menopause yang terlambat.5) Faktor genetik Pada suatu studi genetik ditemukan bahwa kanker payudara berhubungan dengan gen tertentu. Ini dikarenakan terlalu cepat mendapat paparan dari estrogen. dan obesitas. waktu menyusui yang lebih lama mempunyai efek yang lebih kuat dalam menurunkan resiko kanker payudara.. (Rasjidi. 11) Tidak menyusui Berdasarkan penelitian. maka probabilitas untuk terjadi kanker payudara adalah sebesar 80%. menarche dini dapat meningkatkan resiko kanker payudara. 10) Nullipara/belum pernah melahirkan Berdasarkan penelitian. I. 12) Pemakaian kontrasepsi oral dalam waktu lama. dan Hartanto. Resiko kanker payudara menunjukkan peningkatan seiring dengan peningkatan usia wanita saat kehamilan pertamanya. wanita nulipara mempunyai resiko kanker payudara sebesar 30 % dibandingkan dengan wanita yang multipara.

Bahkan gangguan fisik menahun pun bisa membuat sel menjadi lebih peka untuk mengalami suatu keganasan. Sel yang belum melewati tahap inisiasi tidak akan terpengaruh oleh promosi. klasifikasi histology kanker payudara . Karena itu diperlukan beberapa factor untuk terjadinya keganasan (gabungan dari sel yang peka dan suatu karsinogen).E. klasifikasi patologik meliputi kanker putting payudara. kelainan genetik dalam sel atau bahan lainnya yang disebut promoter.10 Pada tahap inisiasi terjadi suatu perubahan dalam bahan genetic sel yang memancing sel menjadi ganas.10 F. Klasifikasi kanker 1. Patofisiologi Transformasi sel .sel kanker dibentuk dari sel – sel normal dalam suatu proses rumit yang disebut transformasi. radiasi (penyinaran) atau sinar matahari tetapi tidak semua sel memiliki kepekaan yang sama terhadap suatu karsinogen. kanker ductus lactiferous dan kanker dari lobules 2. menyebabkan sel lebih rentan terhadap suatu karsinogen. suatu sel yang telah mengalami inisiasi akan berubah menjadi ganas.10 Pada tahap promosi. yang terdiri dari tahap inisiasi dan promosi. perubahan dalam bahan genetic sel ini disebabkan oleh suatu agen yang disebut karsinogen. virus. yang bisa berupa bahan kimia.

3. merupakan kanker payudara yang besarnya sampai 2 cm atau lebih dengan anak sebar di kelenjar ketiak. infiltrasi ke fasia pektoralis atau ke kulit atau kanker payudara yang apert (memecah ke kulit). b dan c). infra dan supraklavikular. merupakan kanker payudara yang besarnya sampai 2 cm atau lebih dengan memiliki anak sebar di kelenjar ketiak. d. 2006) . paru-paru. tulang punggung. b. (Wiknjosastro. hati atau panggul. IV. III (a. Klasifikasi klinik meliputi 4 stadium. I. c. misalnya ke tengkorak. II (a dan b). merupakan kanker payudara dengan besar sampai 2 cm dan/ tidak memiliki anak sebar. sebagai berikut : a. merupakan kanker payudara dengan metastasis yang sudah jauh.

Masing-masing kategori TNM tersebut di subkategorikan lagi untuk menggambarkan keadaan masing-masing kategori tersebut. ataupun satelit nodul di kulit payudara . dan M merupakan kategori untuk metastase jauh.1-0. ulkus pada kulit o payudara. yaitu: a) Kategori T = Tumor Primer - Tx : ukuran tumor primer tidak dapat diperkirakan - Tis : tumor insitu.5-1cm dan ditemukan adanya perlekatan ke fasia pektoralis o T1c : ukuran tumor 1-2 cm - T2 : ukuran tumor 2-5 cm o T2a : tidak ditemukan adanya perlekatan ke fasia pektoralis o T2b : ditemukan adanya perlekatan ke fasia pektoralis - T3 : ukuran tumor lebih dari 5 cm o T3a : tidak ditemukan adanya perlekatan ke fasia o T3b : ditemukan adanya perlekatan ke fasia - T4 : tumor dengan ukuran berapa saja dengan infiltrasi ke dinding toraks atau kulit o T4a : tumor dengan infiltrasi ke dinding toraks o T4b : tumor disertai edema (peau d’orange).4. T pada sistem TNM merupakan kategori untuk tumor primer. - T0 : tidak ditemukan adanya tumor primer - T1 : ukuran tumor 2cm atau kurang o T1a : ukuran tumor 0. Stadium Kanker Payudara Stadium kanker payudara dinilai berdasarkan sistem TNM dari UICC/AJC. N kategori untuk nodul regional ataupun yang bermetastase ke kelenjar limfe regional. yaitu tumor yang belum invasif.5 cm dan tidak ditemukan adanya perlekatan ke fasia pektoralis o T1b : ukuran tumor 0.

metastase ke kelenjar limfe regional o Nx : nodul pada kelenjar limfe regional tidak dapat diperkirakan o N0 : tidak ada metastase ke kelenjar limfe regional o N1 : ada metastase nodul ke kelenjar limfe dan belum terjadi perlekatan o N2 : ada metastase nodul ke kelenjar limfe aksila dan sudah terjadi perlekatan satu sama lain atau ke jaringan disetarnya o N2a : ada metastase nodul ke kelenjar limfe aksila dan sudah terjadi perlekatan antara satu nodul dengan nodul lainnya o N2b : ada metastase nodul ke kelenjar limfe aksila dan sudah terjadi perlekatan nodul ke jaringan disekitarnya o N3 : ada metastase ke kelenjar limfe infra dan supraklavikular dengan atau tanpa disertai metastase ke kelenjar limfe aksila ataupun mammary internal  N3a : metastase ke kelenjar limfe infraklavikular  N3b : metastase ke kelejar limfe aksila dan mammary internal  N3c : metastase ke kelenjar limfe supraklavikular c) Kategori M = Metastase jauh - Mx : jauh metastase tidak dapat diperkirakan - M0 : tidak ada metastase jauh - M1 : ada metastase jauh disertai infiltrasi pada kulit disekitar payudara .o T4c : tumor dengan gambaran berupa gabungan dari T4a dan T4b o T4d : inflamasi karsinoma b) Kategori N = Nodul.

Pada stadium lanjut. Gejala klinik Gejala awal berupa sebuah benjolan yang biasanya dirasakan berbeda dari jaringan payudara di sekitarnya. . bisa terbentuk benjolan yang membengkak atau borok di kulit payudara. keluar cairan yang abnormal dari putting susu (biasanya berdarah atau berwarna kuning sampai hijau. perubahan pada warna atau tekstur kulit pada payudara. pada stadium awal. benjolan bisa digerakkan dengan mudah di bawah kulit.G. pada kanker stadium lanjut. tidak menimbulkan nyeri dan biasanya memiliki pinggiran yang tidak teratur. mungkin juga bernanah). benjolan biasanya melekat pada dinding dada atau kulit di sekitarnya. perubahan ukuran atau bentuk payudara. kadang kulit diatas benjolan mengkerut dan tampak seperti kulit jeruk Gejala lainnya yang mungkin ditemukan adalah benjolan atau massa diketiak. jika didorong oleh jari tangan.

atau cairan encer dari putting susu 5. keluar darah. misalnya putting susu tertekan ke dalam H.putting susu maupun aerola (daerah berwarna coklat tua disekeliling putting susu). pada stadium lanjut bisa timbul nyeri tulang.pectoralis mayor & minor) - Masektomi simple (Mc Whirter) ditambah radioterapi t. bentuk. Terapi 1. penurunan berat badan. nyeri payudara atau pembengkakan salah satu payudara. timbul benjolan pada payudara yang dapat diraba dengan tangan.u pada axilla BCS (Breast Conserving Surgey)  eksisi tumor primer dengan atau tanpa diseksi axilla dan radioterapi . Tipe pembedahan : - masektomi radikal (Halstedt Radical Masectomy) - Modified radical mastectomy ( Patey  memotong m. timbul benjolan kecil dibawah ketiak 4. nanah. gejala dan tanda dari kanker payudara dapat berupa sebagai berikut 1. kulit di sekitar putting susu bersisik. payudara tampak kemerahan. pembengkakan lengan atau ulserasi kulit Bila diringkaskan. bentuk atau arah putting berubah. putting susu tertarik ke dalam atau terasa gatal. Modalitas terapi o Pembedahan Terapi bedah: terutama untuk kanker payudara stadium awal. makin lama benjolan ini makin lama benjolan ini makin mengeras dan bentuknya tidak beraturan 2. kulit payudara mengerut seperti kulit jeruk 6.pectoralis minor untuk dapat melakukan diseksi axilla sampai level 3 ) - Modified radical mastectomy ( Uchinloss & Maaden )  mempertahankan m. ukuran atau berat salah satu payudara berubah 3.

S tertentu dengan fasilitas pemeriksaan dengan radioaktif (lymphoscintigraphy  lymphatic mapping and sentinel node biopsy) o radioterapi Radioterapi merupakan terapi loko – regional dan pada umumnya eksternal dengan Co60 ataupun terapi dengan sinar X Radioterapi dengan brachytherapy hanya dikerjakan pada kasus selektif dan hanya pada senter yang mempunyai fasilitas.Pembedahan supraradikal.T-A (taxanes/paclitaxel/doxetacel-adriamycin) .radioterapi adjuvant (sesudah pembedahan) . seperti extended radical mastectomy ataupun supra radical mastectomy tidak lagi dilakukan karena tidak memperpanjang overall survival. kombinasi kemoterapi yang telah menjadi standar adalah .radioterapi palliative diberikan sebagai terapi paliatif.CMF (cyclophosphamide – methotrexate-5fluoro uracil) .radioterapi neoadjuvant (sebelum pembedahan) . cerebral dan sebagainya o kemoterapi kemoterapi diberikan sebagai kombinasi. radioterapi dapat dilakukan sebagai: . CEF (cyclophosphamide-adriamycin/epirubicin-5fluoro uracil) . baik pada tumor primer ataupun pada metastasis tulang. Dilakukan atau tidaknya diseksi axial pada BCS tergantung dari positif tidaknya sentinel node.gapecitaine (xeloda-oral) . yang di Indonesia hanya dapat dilakukan pada senter/R.CAF.

akan dijumpai lebih banyak lagi kombinasi regimen. Jika melihat pada Chemotherapy Textbook. seperti Navelbine. Premenopause dan N+ . Diberikan sebagai alternating chemotherapy (berbeda regimen) dan sequential (lebih sering). pada saat jaringan kanker ada fase Dormant. Pemberian kemoterapi dapat dilakukan : - Neoadjuvant ( sebelum pembedahan ) - Adjuvant (sesudah pembedahan) - Therapeutic Chemotherapy diberikan pada Metastatic Breast Cancer dengan tujuan paliatif. tanpa menutup kemungkinan memperpanjang survival tujuan paliatif. tanpa menutup kemungkinan memperpanjang survival - Paliatif (sebagai usaha paliatif untuk memperbaiki kulaitas hidup) - Sebagai metronomic chemotherapy (cylophosphamide)  anti angiogenesis Pemberian kemoterapi sebaiknya diberikan berdasarkan fase eksponensial dari kurve Gompertz. Dosis dan jenis KOmbinasi Kemoterapi (Kemoterapi yang sudah established) Kemoterapi Adjuvant : 6 siklus Kemoterapi Neoadjuvant : 3 siklus Kemoterapi Terapeutik : diberikan sampai metastasis hilang atau terjadi intoksikasi Kemoterapi Paliatif : diberikan jangka panjang dengan tujuan paliatif Kemoterapi Kombinasi ( terutama pada KPD invasive) Status KGB aksila yang positif dan status menstruasi (premenopause) Dosis kemoterapi yang sudah established. yang akan memerlukan pengalaman dalam mengaplikasinnya. Gemeitabine (+ cisplatinum) digunakan sebagai kemoterapi lapis ke 3.Beberapa kemoterapi lain.

o Terapi biologis (terapi target molekul/terapi imunologi) o Terapi hormonal Pemberian terapi hormonal terutama pada penderita kanker payudara dengan reseptor hormonal yang positif terutama estrogen receptor dan progesterone receptor positif. kombinasi ER/PR positif yang disertai dengan HER-2/NEU yang positif memerlukan pertimbangan tersendiri pemberian terapi hormonal dapat bersifat - additive (memberikan terapi hormonal tambahan) - ablative (menghilangkan sumber hormone tertentu) Beberapa obat – obat tertentu yang dipergunakan sebagai terapi hormonal adalah - tamoxifen - -aromatase inhibitor (letrozole. anastrozole dan exemestan) - GnRH (gonadotropin releasing hormones) Obat – obat hormonal pada KPD metastasis (MBC) - obat – obat di atas - megestrol acetate - mefepristone . Idealnya pemberian terapi hormonal diberikan pada ER + dan PR + tetapi pada kombinasi dengan salah satu reseptor negative juga dapat dilakukan. adanya reseptor hormonal ER/PR positif pada wanita premenopause dan postmenopause juga berbeda dan memerlukan pertimbangan tersendiri.

Riwayat penurunan berat badan (-) kemudian penderita dikirim ke RSUP Prof Kandou. keras pada perabaan. Riwayat menarche umur 14 tahun. Identitas Nama : Ny. nipple retraksi (+). Penyakit jantung. anak I umur 39 tahun. Benjolan tersebut lama kelamaan dirasakan membesar tetapi penderita tidak pernah memeriksakan diri ke dokter. DM disangkal penderita . ginjal. Riwayat penyakit dahulu : Hipertensi (+). memiki 3 orang anak. RB Umur/Kelamin : 63 tahun/Perempuan Alamat : Karang Ria Lk III Bangsa : Indonesia Agama : Kristen protestan Pekerjaan : Pensiunan perawat MRS : 13 september 2013 b. nipple discharge (-). anak II umur 37 tahun dan anak III umur 32 tahun. Awalnya penderita merasa ada benjolan kecil di payudara kanan. Riwayat menyusui : penderita menyusui di sebelah kiri. Peau de orange (+).BAB II LAPORAN KASUS a. Karena benjolan tersebut sudah membesar dan dan lebih berat maka penderita memeriksakan diri ke dokter. Riwayat benjolan : ukuran ± 7 x 6 cm. fixed. menopause 48 tahun Penderita hamil umur 24 tahun. paru. Anamnesis Keluhan utama: Benjolan di payudara kanan Benjolan di payudara kanan dialami penderita sejak ± 2 tahun SMRS.

N: 100x/m R: 24x/m S: 36. mobile Thoraks : simetris Jantung : I : iktus cordis tidak tampak Pal : iktus cordis tidak teraba Per : batas kiri ICS V linea midclavicularis sinistra batas kanan : ICS IV linea parasternalis dextra A : SI-II normal. Wh -/- Payudara : Kanan Benjolan (+). Alkohol (-) c. ukuran ± 7 x 6 cm. refleks cahaya +/+ normal Leher : trakea letak tengah. pembesaran KGB (-) Aksila : Teraba benjolan sebelah kanan dan kiri. bising (-) Paru-paru: I : Pergerakan dinding dada Simetris kiri=kanan Pal : Stem fremitus kiri=kanan Per : Sonor A : Sn Vesikuler. peau de orange (+) Kiri : Benjolan (-) Abdomen : Inspeksi: cembung Auskultasi: BU (+) normal .Riwayat Keluarga : hanya penderita yang sakit seperti ini dalam keluarga. pupil bulat isokor ∅ 3 mm ki=ka. Pemeriksaan fisik Kedaan umum : Tampak sakit Kesadaran (GCS) : E4V5M6 Tanda vital : TD : 130/90 mmHg. sklera ikterik -/-.5ºC Kepala : Mata: Konjungtiva anemis -/-. nipple retraksi (+). keras. fixed. Riwayat kebiasaan : merokok (-). Rh -/-.

d.14 x 106/mm3 Hemoglobin : 14. Diagnosis Ca Mammae dektra (T3N1Mx) .9 mg/dL Ur : 28 mg/dL Na : 141 mmol/L K : 3. Pemeriksaan penunjang Darah Leukosit : 6.4 g/dL Hematokrit : 40.Palpasi : lemas Perkusi: tympani Ekstremitas superior et inferior : t a k Teraba massa regio aksila dekstra.4 % Trombosit : 203 GDS : 57 mg/dL Cr : 0.800/mm3 Eritrosit : 5.8 mmol/L Cl : 107 mmol/L CT : 9’ BT : 1’30” Pemeriksaan PA FNAB : Kesimpulan : Papillary Tumor yang cenderung Papillary Carcinoma EKG : Kesan LAH Ro Thorax : Cor & Pulmo dbn e.

keras.Insisi diperdalam samai massa tumor.7oC Regio mammae dekstra : teraba massa uk ± 7 x 6 cm. solid ± 4 x 6 cm . pasang drain .Massa tumor dibebaskan dari jaringan sekitar dengan eksisi dipertajam .IVFD RL 1500 cc D5% 500 cc 2000 cc/ 2 jam .Antibiotik profilaksis : Ceftriaxone 2 x 1 gr .A dan Antisepsis lapangan operasi .Ketorolac 3 x 1 amp iv . S : 36.Insisi . N : 80 x/m. peau de orange (=0 Regio aksila dektra : KGB teraba membesar A : Ca mammae dekstra (T3N1Mx) P : Rencana MRM Laporan operasi .Luka operasi di tutup. Instruksi post operasi .Kontrol perdarahan.Penderita terlentang dengan GA .Observasi vital sign .f. R : 20 x/m. nipple retraksi (+). fixed. Sikap Pro : MRM Follow up harian Tanggal 13/9/2013 – 16/9/2013 S : Benjolan di payudara kanan O : TD : 130/90 mmHg.Ranitidin 2 x 1 iv .

R : 20 x/m. perdarahan (-). terpasang drain produksi ± 30 cc/hari A : post lumpektomi hari I mammae dekstra P : IVFD RL : D5 1500 : 500 ceftriaxone 2x1 gr iv ranitidine 2x1 amp iv ketorolac 3x1 amp iv diit biasa rawat luka tanggal 19/9 – 2013 S : nyeri luka operasi di region mammae dekstra menurun O : TD : 140/70 mmHg. terpasang drain produksi ± 40 cc/hari A : post lumpektomi hari II mammae dekstra P : IVFD RL : D5 = 2:1 ceftriaxone 2x1 gr iv ketorolac 3x1 amp iv diit biasa rawat luka 20/9/2013 S : nyeri luka operasi di region mammae dekstra menurun O : TD : 140/70 mmHg.7oC Regio mammae dekstra : luka operasi terjahit ± 6 cm.7oC Regio mammae dekstra : luka operasi terjahit ± 6 cm. hematom (-). perdarahan (-). N : 88 x/m. R : 20 x/m.Tanggal 18/9-2013 S : nyeri luka operasi di region mammae dekstra O : TD : 140/80 mmHg. S : 36.8oC Regio mammae dekstra : luka operasi terjahit ± 6 cm. perdarahan (-). hematom (-). S : 36. N : 88 x/m. S : 36. hematom (-). R : 20 x/m. N : 88 x/m. terpasang drain produksi ± 40 cc/hari A : post lumpektomi hari II mammae dekstra .

P : IVFD RL : D5 = 2:1 ceftriaxone 2x1 gr iv ketorolac 3x1 amp iv diit biasa rawat luka .

kanker yang diderita pasien masuk dalam grade IIIa (T3N1Mx). keras pada perabaan. Hal ini sesuai dengan kepustakaan yang mengatakan bahwa wanita dengan usia lebih dari 50 tahun memiliki faktor resiko tinggi menderita kanker payudara. Hal ini didasarkan pada penemuan massa dengan ukuran ± 7 x 6 cm terdapat metastasis ke kelenjar getah bening regional aksila ipsilateral yang masih mobile dan kemungkinan metastasis jauh belum dapat dinilai. nipple retraksi (+). didapatkan pasien seorang perempuan usia 63 tahun dengan keluhan ada benjolan di payudara sebelah kanan yang dirasakan penderita sejak ± 2 tahun SMRS. Awalnya benjolan yang diraba penderita hanya kecil. . didapatkan adanya benjolan dengan ukuran ± 7 x 6 cm. Berdasarkan penelitian. penderita hanya menyusui disebelah kiri. terdapat nipple retraksi dan peau de orange merupakan gejala dari kanker payudara. Dari pemeriksaan fisik. Terdapat juga benjolan di daerah aksila kanan dan kiri. namun menarche umur lama kelamaan benjolan semakin besar. kasus ini direncanakan akan dilakukan Modified Radical Mastectomy (MRM). menopause 48 tahun. areola.BAB III PEMBAHASAN Diagnosis di tegakkan berdasarkan anamnesis. putting susu dan kulit diatas tumornya disertai diseksi kelenjar getah bening aksila ipsilateral tidak sampai di otot pektoralis mayor dan minor. Selain itu. Berdasarkan klasifikasi stadium TNM. Dari anamnesis pada pasien ini. Suatu tindakan pembedahan onkologis pada tumor ganas payudara dengan mengangkat seluruh jaringan payudara yang terdiri dari seluruh stroma dan parenkim payudara.. waktu menyusui yang lebih lama mempunyai efek yang lebih kuat dalam menurunkan resiko kanker payudara. Ini dikarenakan adanya penurunan level estrogen dan sekresi bahan-bahan karsinogenik selama menyusui. fixed. Peau de orange (+). Riwayat menyusui : penderita menyusui di sebelah kiri. Riwayat 14 tahun. nipple discharge (-). Hal ini sesuai dengan kepustakaan yang mengatakan bahwa benjolan yang fixed. pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Pada penatalaksanaan.

Untuk selanjutnya dapat dilakukan kemoterapi adjuvant dan radioterapi.Pada follow up pasca operasi bertujuan untuk mengontrol perdarahan dan mencegah terjadinya komplikasi. Penanganan pasca operasi pada pasien ini diberikan secara simptomatik. .