Anda di halaman 1dari 8

Penetapan Kadar Asam Salisilat Secara Alkalimetri

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA FARMASI II
PENETAPAN KADAR ASAM SALISILAT (C7H6O3) SECARA ALKALIMETRI
Tanggal Praktikum : Kamis, 21 February 2012
D-3 FARMASI POLITEKNIK KESEHATAN TNI AU CIUMBULEUIT BANDUNG
2013
Disusun Oleh :
Elda Damayanti
30511016
Dibawah Bimbingan :
Maida Safitri, S,Si., Apt
Tri Wahyuni, S. Farm
LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA FARMASI II
Kimia Farmasi II Page 1
I. PENDAHULUAN
1.1 Tujuan Praktikum
a. Mampu menetapkan kadar asam salisilat (C7H6O3) secara alkalimetri.
b. Mampu membuat larutan asam oksalat (H2C2O4) sebagai larutan baku primer.
c. Mampu membuat larutan standar NaOH sebagai larutan baku sekunder serta menetapkan
konsentrasi larutan standar NaOH dengan menggunakan larutan standar primer asam oksalat
(H2C2O4).
2.2 Prinsip Praktikum
 Reaksi netralisasi asam lemah yaitu asam salisilat (C7H6O3) dengan Basa kuat (NaOH)
2.3 Teori Praktikum
Alkalimetri adalah analisis (volumetri) yang menggunakan alkali (basa) sebagai larutan standar.
Analisis anorganik secara kualitatif yaitu proses atau operasi analisis yang digunakan untuk
mengetahui atau mengidentifikasi penyusun-penyusun dari suatu zat dan pengembang-pengembang
metode-metode pemisahan masing-masing penyusun yang terdpat dalam suatu campuran.
Dalam titrasi asam-basa, jumlah relatif asam dan basa yang diperlukan untuk mencapai titik ekivalen
ditentukan oleh perbandingan mol asam (H+) dan basa (OH-) yang bereaksi. Asam didefinisikan
sebagai senyawa yang mengandung Hidrogen yang bereaksi dengan basa. Basa adalah senyawa
yang mengandung ion OH- atau menghasilkan OH- ketika bereaksi dengan air. Basa bereaksi
dengan asam untuk menghasilkan garam dan air. (Golberg, 2002)
Dalam titrasi asam-basa perubahan pH sangat kecil hingga hampir tercapai titik ekivalen. Pada saat
tercapai titik ekivalen, penambahan sedikit asam atau basa akan menyebabkan perubahan pH yang
besai ini seringkali dideteksi dengan zat yang dikenal sebagai indikator. Titik atau kondisi
penambahan asam atau basa dimana terjadi perubahan warna indikator dalam suatu titrasi dikenal
sebagai titik akhir titrasi. Titik akhir titrasi sering disamakan dengan titik ekivalen, walaupun diantara
keduanya masih ada selisih yang relatif kecil. Semua masalah yang berkaitan dengan titrasi asam
basa dapat dipecahkan dengan konsep stoikiometri
LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA FARMASI II
Kimia Farmasi II Page 2
dan konsentrasi larutan yang dinyatakan dengan mol, perbandingan mol, molaritas atau normalitas.
Analisis secara volumetric adalah analisis kimia kuantitatif yang dilakukan dengan menentukan
banyaknya volume suatu larutan yang konsentrasinya telah diketahui dengan teliti yang bereaksi
secara kwantitatif dengan larutan dari suatu zat yang akan ditentukan konsentrasinya. Ada dua
macam larutan baku dalam volumetri, yaitu :
a. Larutan baku primer adalah larutan dimana kadarnya diketahui secara langsung karena diperoleh
dari hasil penimbangan. Pada umumnya kadara dapat dinyatakan dalam N (mol x ekuivalen / L) atau
M (mol / L). Contoh larutan baku primer adalh asam oksalat, natrium oksalat.
b. Larutan baku sekunder adalah larutan dimana konsentrasinya ditentukan dengan jalan pembakuan
dengan larutan baku primer atau dengan metode gravimetri yang tepat. Contoh NaOH (dibakukan
dengan larutan primer asam oksalat).
Menurut Indigo Morie (2008), ada dua cara umum untuk menentukan titik ekuivalen pada titrasi asam
basa, yaitu :
1. Memakai pH meter untuk memonitor perubahan pH selama titrasi dilakukan, kemudian membuat
plot antara pH dengan volume titran untuk memperoleh kurva titrasi. Titik tengah dari kurva titrasi
tersebut adalah “titik ekuivalent”.
2. Memakai indikator asam basa. Indikator ditambahkan pada titran sebelum proses titrasi dilakukan.

dan korosif. 2. rapuh dan menujukan susunan yang hablur. Terdapat berbagai turunan yang digunakan sebagai obat luar. Iritasi pada sauran pernafasan 4.12 Pemerian : Hablur putih. Kelarutan : Sangat mudah larut dalam air dan etanol (95%). Iritasi pada kulit Kegunaan Asam Salisilat Ø Aspirin digunakan untuk obat sakit kepala Ø Asam salisilat juga digunakan untuk anti jamur pada salep untuk mengobati penyakit kulit 2. 1979) Nama resmi : NATRI HYDROXYDUM Nama lain : Natrium Hidroksida RM / BM : NaOH / 40.Indikator ini akan berubah warna ketika titik ekuivalen terjadi. Panas jika dihirup. butiran.00 Pemerian : Bentuk batang. biasanya berbentuk jarum halus atau serbuk hablur putih. mudah meleleh. yang dapat digunakan secara topikal. 1995) . rasa agak manis. sangat akalis. basah. Uraian Bahan 1. pada saat inilah titrasi kita hentikan. 1995) Nama resmi : ACIDIUM SALICYLICUM Nama lain : Asam Salisilat RM / BM : C7H6O3 / 138. Turunannya yang paling dikenal asalah asam asetilsalisilat. Sifat-sifat lain yang dimiliki oleh asam salisilat adalah sebagai berikut: 1. Asam salisilat (asam ortohidroksibenzoat) merupakan asam yang bersifat iritan lokal. Iritasi pada mata LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA FARMASI II Kimia Farmasi II Page 3 3. Di samping itu digunakan pula garam salisilat. kering. Natrium hidroksida (Ditjen POM. sukar larut dalam air Kegunaan : Sebagai sampel LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA FARMASI II Kimia Farmasi II Page 4 Etanol (Ditjen POM. dan stabil diudara. di telan dan apabila terjadi kontak dengan kulit. yang terbagi atas 2 kelas. ester dari asam salisilat dan ester salisilat dari asam organik. Kelarutan : Larut dalam etanol dan eter. tajam. 2. massa hablur atau keping. putih. Asam salisilat (Ditjen POM.4. segera menyerap CO2. Kegunaan : Sebagai titran.

Kegunaan : Sebagai pelarut.02 Pemerian : Cairan tidak berwarna .larut dalam etanol 95% dan dalam eter p. tidak berwarna. METODE 1. tidak berbau.Nama resmi : AETHANOLUM Nama lain : Etanol RM / BM : C2H5OH / 64.1 Alat dan Bahan yang digunakan A. Kegunaan : Sebagai Indikator Aquades (Ditjen POM.51 Pemerian : Cairan jernih. bau khas Kelarutan : Dapat bercampur dengan air. membentuk cairan jernih tidak berwarna Kegunaan : Sebagai pelarut Fenolftalain (Ditjen POM. putih atau kekuningan Kelarutan : Sukar larut dalam air. 1995) Nama resmi : FENOLFTALAIN Nama lain : Fenolftalain RM / BM : C20H14O4 / 318. LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA FARMASI II Kimia Farmasi II Page 5 II. 1979) Nama resmi : AQUA DESTILLATA Nama lain : Air suling RM / BM : H2O / 18.2 Pemerian : Serbuk atau hablur. dan tidak berasa. Alat yang digunakan : Nama Alat Gambar .

oksalat dihidrat. Etanol netral 95% 4. Buret 2.3035 g as oksalat. Indikator Penoftalin 2. lalu dibuat menjadi larutan asam oksalat 1000 mL Pembakuan larutan NaOH 0.1 N 2. Bahan yang Digunakan : 1. Asam Oksalat 5.2 mg . lalu dibuat larutan NaOH 1000 mL Menimbang asam oksalat 6. Pembuatan larutan NaOH 0. Aquadest bebas CO2 LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA FARMASI II Kimia Farmasi II Page 6 2. masukan kedalam labu ukur 1000 ml Tambahkan aquadest 1000 ml Siap digunakan LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA FARMASI II Kimia Farmasi II Page 7 3.1 Penimbangan Sampel Asam Salisilat Kertas Timbang Sampel I Sampel II Sampel III Kertas timbang kosong 102. Gelas beaker 9. masukan kedalam erlenmeyer Tambahkan 2-3 tetes indikator phenolftalein Titrasi dengan larutan NaOH 0. DATA PENGAMATAN 3.1 N tetes demi tetes sehingga larutan warna merah muda Siap digunakan Menimbang 4 g NaOH. Pipet tetes 4. siap digunakan LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA FARMASI II Kimia Farmasi II Page 8 III. Corong kaca 6. Klep Penjepit 7. Asam Oksalat 7. NaOH 6. Penetapan kadar asam salisilat dengan LBS NaOH 0.2 Prosedur Kerja 2.Nama Alat Gambar 1.1 N dengan LBP Asam oksalat 5. Statif 3. Pembuatan larutan baku primer asam oksalat 4. Gelas ukur 8. Pembakuan larutan NaOH 0. Pembuatan etanol 95% netral Masukan 25 ml etanol 95% kedalam erlenmeyer Tambahkan 1 tetes fenil merah Tambahkan NaOH 0.1N hingga merah muda Timbang 6.1 N Timbang 500 mg asam salisilat Tambahkan 25 ml etanol 95% netral Tambahkan 3 tetes indikator PP Titrasi dengan NaOH 0. Indikator Merah Fenol 3. Labu Takar B. masukan kedalam labu ukur 1000 ml Tambahkan sedikit aquadest sampi larut Tambahkan aquadest ad 1000 ml.3035 g.3 Pembuatan reagen 1.1 N dengan LBP asam oksalat Menimbang asam salisilat sebanyak 3x Pembuatan etanol 95% netral untuk masimg-masing sampel 25 ml Timbang 4 g NaOH. Pipet volume 5.1 N hingga merah muda 10 ml larutan as. Erlenmeyer 10.

0 ml 9.1 mg 10.���������������� �������� 0 1�� �� 10 0 ����9 6 ���� II.8 mg 77.2 Pembuatan NaOH 0.0 ml 10.035 0.1041 N + 0. Maka.3 mg 10. untuk membuat larutan NaOH 0. N NaOH = 0 1�� �� 10 0 ����10 8 ���� Rata – rata Normalitas NaOH = 0.�������������� �� �� ����.8 ml 3.1 Pembuatan Asam Oksalat 0.1 N sebanyak 1000 ml Berdasarkan FI IV.7 ml LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA FARMASI II Kimia Farmasi II Page 9 IV.3035 gram/1000 ml 4. Untuk membuat 1000 ml larutan NaOH 1 N diperlukan 40 gram NaOH.3 mg 500.0925 N2 = 0.9 mg 10.1 N = x 40 gram = 4 gram/1000mL 4.0983 N LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA FARMASI II Kimia Farmasi II Page 10 4.3 Data Penetapan Kadar Asam Salisilat dengan NaOH Replikasi Bobot Penimbangan Volume Titran (HCl) 1 499.1 mg 3.3 mg Bobot Sampel 499. .5 Penentuank Kadar Asam Salisilat dengan Larutan Baku NaOH.1 mg Kertas timbang + Isi 602.2 mg 601.3 Pembakuan NaOH dengan Asam Oksalat N NaOH = I.2 Data Pembakuan NaOH dengan Asam OKsalat Replikasi Bobot penimbangan Volume Titran (HCl) 1 10. Be = = = 63.9 mg 500. N NaOH = = 0.6 ml 2 500.1 N sebanyak 1000 mL Berdasarkan FI IV.1 N = x gram = = 6.6 ml 2 10.2 mg 577.8 ml 3 500. PERHITUNGAN 4.4 mg Kertas timbang + Sisa 102.3 mg 100.0925 N ������.1041 N = 0.100.4 mg 76.

Reaksi yang terjadi pada pembakuan NaOH dengan Asam Oksalat adalah sebagai berikut : H2C2O4 + 2NaOH  Na2C2O4 + 2H2O Selanjutnya dilakukan penetapan kadar asam salisilat menggunakan larutan baku sekunder NaOH.com/2012/04/praktikum-iii-acidimetri-alkalimetri.04 % II.Kadar Asam Salisilat = 89 �� �� ���� �� 8 ���� �� ���� x 100% = 29. 2013.blogspot.78 % Rata .0 dan perubahan warnanya dari tak berwarna sampai warnanya merah muda. Perubahan warna tersebut yang menandakan titik akhir titrasi.0983 N 2. Penetapan Kadar Asam Salisilat menggunakan Larutan Baku Sekunder NaOH Diposkan oleh Elda Damayanti di 21.30 % III.0.81 mg. Alasan penggunaan indicator penoftalein karena perubahan warnanya yang jelas yaitu pada titrasi alkalimetri warnanya dari tidak berwarna menjadi merah muda.com/2009/03/analisis-kuantitatif.37 . Penitrasian dilakukan dengan NaOH sehingga larutan mengalami perubahan warna dari tidak berwarna menjadi merah muda. PEMBAHASAN Kadar keasaman suatu senyawa dapat dihitung dengan menitrasi asam atau basa dengan menggunakan metode asdimetri dan alkalimetri.blogspot. terlebih dahulu dilakukan pembakuan menggunakan larutan baku primer Asam oksalat untuk mengetahui normalitas dari NaOH sebagai larutan baku sekunder. Bikarbonat = 8 8%: 9 %: 9 4% = 29. Titik akhir titrasi ditandai dengan perubahan warna pada larutan titer yang telah ditambahkan indikator. Pada penentuan kadar asam salisilat dilarutkan dengan etanol netral 95 % dikarenakan kelarutan asam salisilat itu sendiri larut dalam etanol dan eter dan sukar larut dalam air. D3 Farmasi Poltekes TNI AU Bandung. Dari hasil titrasi alkalimetri. yang berat setara asam salisilat 13.Kadar Asam Salisilat = 89 �� �� 8 ���� �� 8 ���� �� ���� x 100% = 29.04 % LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA FARMASI II Kimia Farmasi II Page 11 IV. Volumetri/Titrimetri. Kadar rata-rata natrium bikarbonat yang diperoleh yakni 29. Kimia Analitik 2.blogspot. Titik akhir titrasi ditandai dengan perubahan warna pada larutan titer yang telah ditambahkan indikator. Bandung.html http://arullatif.1 N NaOH setara dengan 13. maka didapat kadar rata-rata asam salisilat sebesar 29.Kadar Asam Salisilat = 89 �� �� ���� �� 8 ���� �� 499 9 ���� x 100% = 28.com/2012/06/07/titrasi-asam-basa-2/ Sonny Widiarto.3 sampai 10. Sebelum melakukan penetapan kadar Asam salisilat secara alkalimetri dengan menggunakan larutan baku sekunder NaOH. Metode alkalimetri yaitu penitrasian suatu asam dengan menggunakan larutan baku basa sebagai titran. KESIMPULAN Berdasarkan hasil praktikum diperoleh kesimpulan sebagai berikut : 1.rata Kadar Na. didapatkan normalitas NaOH yaitu 0.04 % IV DAFTAR PUSTAKA http://rikihidayathidayat.81 mg Asam Salisilat Kadar Asam Salisilat = �� �������� �� �� �������� �� 8 ���� �� ���������� ������������ �������� ������������������ x 100% I. 2009. LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA FARMASI II Kimia Farmasi II Page 12 V.0983 N. Pada percobaan ini dibahas tentang bagaimana suatu senyawa dapat dihitung kadarnya dengan menggunakan metode alkalimetri.html http://serbamurni. Dari hasil pembakuan diperoleh kadar rata-rata normalitas NaOH sebesar 0. 28 February 2013 Praktikan LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA FARMASI II Kimia Farmasi II Page 13 LAMPIRAN Pembakuan Larutan Baku Sekunder NaOH dengan Larutan Baku Primer Asam Oksalat.04 %.wordpress.com/2012/02/contoh-laporan-praktikum-alkalimetri-dan. Pada percobaan ini indikator yang digunakan penolpthalin yang mempunyai trayek pH dari 8. Modul Praktikum Kimia Farmasi II.0983 N.html http://etnarufiati. Normalitas rata – rata NaOH yang diperoleh yakni 0.

Titrasi dengan Natrium Hidroksida 0. tambahkan 20ml Akohol netral 95% dalam gelas ukur dan ditetesi indikator PP1% ±15 tetes. tambah dengan larutan besi (III) klorida dalam Etanol 90% akan memberikan warna violet Reaksi Asam-Basa Sejumlah larutan asam Salisilat.812)/(0. Tambahkan aquadest 40ml dan 0. larutkan dalam 15ml Etanol (95%)P hangat yang telah dinetralkan terhadap larutan merah fenol P tambahkan 20ml air. hingga terjadi reaksi asam dan membentuk warna merah.1 x berat sampel) x 100% . 2006) Prosedur Kerja Penetapan Kadar Asam Salisilat Secara Alkalimetri Timbang seksama 3gram.PENETAPAN KADAR ASAM SALISILAT DALAM BEDAK TABUR SECARA ALKALIMETRI Definisi Alkalimetri (Alkali = Basa atau metri = pengukuran) diartikan sebagai titrasi untuk penetapan asam dengan larutan standar basa sebagai alat ukurnya.III. 1979) Cara Kerja Sampel Prosedur Standarisasi NaOH Dipipet 10ml larutan H2C2O4.5N menggunakan indikator larutan merah fenol P.5ml indikator PP1%.812mg C7H6O3 Kadar Asam Salisilat =(N titran x Vtitran x 13. Reaksi Kimia Reaksi antara Asam Salisilat dengan Natrium Hidroksida COOH COONa OH + NaOH OH + H2O Reaksi antara Asam Oksalat dengan Natrium Hidroksida H2C2O4 + 2NaOH Na2C2O4 + 2H2O Perhitungan Kadar Penentuan Kadar Asam Salisilat 1ml Natrium Hidroksida 0. Alkalimetri adalah penetapan adar senyawasenyawa yang bersifat asam dengan menggunakan baku basa. Pembentukan Ester Sejumlah asam salisilat ditambah beberapa tetes asam sulfat pekat dalam metanol kemudian panaskan akan tercium bau metil salisilat (bau gondopuro) Uji Kuantitatif Titrasi Asam Basa Timbang seksama 10gram sampel. 1989) Alkalimetri termasuk reaksi netralisasi yaitu antara ion hidrogen yang berasal dari asam dengan ion hidroksida yang berasal dari basa untuk menghasilkan air yang bersifat netral.5N setara dengan 69. (Mursyidi dan Rohman.2H2O dimasukkan kedalam erlenmayer Ditambahkan 2 tetes indikator PP1% Dititrasi dengan larutan NaOH standar dari tidak berwarna menjadi warna merah muda Cara Kerja Sampel Uji Kualitatif Reaksi Warna Sejumlah zat dalam Etanol 95%.1N setara dengan 13.06mg C7H6O3 (Farmakope Ed. 1ml Natrium Hidroksida 0. Titrasi dengan larutan NaOH standar sampai terbentuk warna merah muda. Netralisasi dapat juga dikatakan sebagai reaksi antara donor proton (asam) dengan penerima proton (basa). (Suharno. ditambah dengan beberapa tetes larutan merah metil.

DAFTAR PUSTAKA Suharno. Surakarta: Akademi Farmasi Nasional Surakarta .. A. KTI Penetapan Kadar Asam Salisilat Dalam Bedak Tabur Secara Alkalimetri. Ratna Chandra. Yogyakarta: Yayasan Farmasi Indonesia bekerjasama Pustaka Pelajar (69-76) Tim Penyusun Farmakope. 1989. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia (hal 57) Purwaningrum. Ilmu Kimia Analitik. Pengantar Kimia Farmasi Analisis Volumetri dan Gravimetri. Farmakope Indonesia Edisi III. 2006. dan Rohman. 1979. Surabaya: Departemen Kesehatan Republik Indonesia Mursyidi. 2008. A.