Anda di halaman 1dari 11

Uji Tablet kempa langsung

Tablet yang telah dicetak harus diuji terlebih dahulu untuk mengukur kualitas, untuk
memastikan bahwa tablet telah memenuhi syarat dan untuk mengembangkan formulasi tablet
secara optimal. Pengujian ini meliputi uji kekerasan, uji friabilitas, uji disolusi dan uji waktu
hancur (Ansel, 1989).
Uji kekerasan dilakukan dengan alat, dimana bagian bawah torak yang berbentuk
kerucut akan menekan tablet yang dipasang secara vertical, dan diletakkan di atas sebuah
landasan, dimana landasan tersebut dapat diatur. Tablet diletakkan pada posisi awal (titik nol)
dari ujung pasak pengetes. Dengan gaya motorik, sebuah beban peluncur yang tergantung
bebas, bergerak pada sebuah sel, sehingga perubahan tekanan yang terjadi dipindahkan
seluruhnya pada torak uji. Pada saat tablet pecah, motor akan segera dihentikan oleh pemutus
mikro. Tekanan ini dapat ditunjukkan oleh jarum jam yang dikoneksikan pada penunjuk
skala, dimana skala tersebut ditera untuk daerah pengukuran tertentu yaitu 0sampai 15 kg dan
untuk pembacaan yang lebih baik, dibagi dalam skala 250 gram (Wade & Weller, 1994).
Selanjutnya, dilakukan uji friabilitas dengan alat friabilator yang terdiri dari drum
pleksiglas yang berputar dan bilah melengkung radial yang berfungsi untuk mengambil
tablet-tablet, kemudian membawanya sampai melewati sumbu, menggulirkan atau
meluncurkan tablet jatuh pada sisi drum. Tablet-tablet akan bergulir, sampai putaran
berikutnya diangkut kembali oleh bilah melengkung tersebut. Kecepatan drum dapat
divariasikan, umumnya 25 putaran per menit dan friabilitas tablet sebaiknya tidak lebih dari
0,8 % (Wade & Weller, 1994).
Uji disolusi digunakan untuk menentukan kesesuaian dengan persyaratan disolusi
yang tertera pada masing-masing monografi sediaan tablet, kecuali pada etiket dinyatakan
bahwa tablet harus dikunyah. Karena absorbsi dan kemampuan obat berada dalam tubuh
sangat besar tergantung pada adanya obat dalam keadaan melarut, karakteristik disolusi
biasanya merupakan sifat yang penting dari produk obat yang memuaskan. Laju disolusi
merupakan tahap yang menentukan laju, apa pun yang mempengaruhinya akan
mempengaruhi absorbsi. Akibatnya laju disolusi dapat mempengaruhi onset, intensitas, lama
respons, serta kontrol bioavailabilitas obat tersebut keseluruhan dari bentuk sediannya. Pada
tiap pengujian, volume dari media disolusi ditempatkan dalam bejana dan dibiarkan mencapai
temperatur 37 0C + 0,5 0C. Kemudian satu tablet yang diuji ditempatkan dalam keranjang
dan pengaduk diputar dengan kecepatan seperti yang ditetapkan dalam monografi. Tablet
harus memenuhi persyaratan seperti yang terdapat pada monografi untuk kecepatan disolusi
(Wade & Weller, 1994).

disimpan pada alat uji kelembaban. Tinggi puncak dan diameter serbuk yang terbentuk dicatat. Uji dilakukan dengan cara 10 gram campuran zat selain Mg stearat dan talkum ditimbang. Lempengan pleksiglas digunakan untuk memperberat hasil cetakan (Avis et al. Uji daya alir serbuk Uji ini untuk melihat profil aliran serbuk tanpa penambahan lubrikan. Uji dilakukan selama 10 menit kemudian hasil LOD akan terlihat di layar alat. keranjang tes akan bergerak ke atas dan ke bawah sebanyak 30 kali dalam satu menit..Uji tablet selanjutnya adalah uji waktu hancur. lalu dimasukkan ke dalam corong bertutup.. sedangkan titik gerak teratasnya cairan tes masih tepat menyentuh ayakan atau terbenam sekitar 25 mm. Pada akhir pengujian waktu hancur. Uji Evaluasi Serbuk Uji kelembaban (LOD) Uji ini untuk mengetahui kadar air. Daya hancur tablet juga penting untuk tablet yang mengandung bahan obat yang tidak dimaksudkan untuk diabsorbsi tetapi lebih banyak bekerja setempat pada saluran cerna. Menurut pustaka hasil LOD yang baik adalah dibawah 1%. Pada titik terbawah gerakannya. suhu diatur antara 70-80o C. Pada saat alat dioperasikan. Bersamaan dengan dibukanya tutup corong. Keranjang tes dicelupkan ke dalam gelas piala dengan cairan pengetes bersuhu 37°C yang berada dalam sebuah penangas air yang dilengkapi dengan thermostat. pada tempat jatuh serbuk dialasi dengan kertas putih untuk menandai tempat jatuhnya serbuk. lampu pemanas dinyalakan. sebaiknya semua bagian tablet lolos melalui ayakan. Corong disimpan pada ketinggian 10 cm. Uji dilakukan dengan cara serbuk ditimbang sebanyak 15 gram. ayakan berada 25 mm jauhnya dari dasar gelas piala.1986). Untuk uji ini digunakan alat yang terdiri dari sebuah keranjang tes dengan enam pipa gelas yang masing-masing diisi dengan sebuah tablet. Supaya komponen obat sepenuhnya tersedia untuk diabsorbsi dalam saluran pencernaan. Daya hancur tablet memungkinkan partikel obat menjadi lebih luas untuk bekerja secara lokal dalam tubuh (Avis et al. 1986). Daya alir dan sudut istirahat dari serbuk dihitung dengan rumus Tan α = . maka tablet harus hancur melepaskan obatnya ke dalam cairan tubuh untuk dilarutkan. hasil dicatat. waktu jatuhnya serbuk dihitung dengan stopwatch.

Diameter tablet tidak boleh lebih dari 3x dan tidak kurang dari 11/3 tebal tablet. Skala tekanan pada saat tablet pecah dicatat. Setelah 5 menit alat dimatikan volume akhir serbuk digelas ukur dicatat. posisi tablet di pas kan pada alat dan penyangga tablet dikencangkan. Setelah 4 menit tablet tersebut dikeluarkan lalu ditimbang kembali massa setelah diuji. secara otomatis tabung tersebut akan diketuk-ketukan dengan interval ketukan 2 detik 1 ketukan. . waktu alir dipersyaratkan dengan sudut diam tidak lebih dari 30 derajat.Untuk 100 g serbuk waktu alirnya tidak boleh lebih dari 10 detik. Uji Evaluasi Tablet Keseragaman ukuran tablet Sebanyak 20 tablet diambil acak. Uji kompresibilitas serbuk Uji ini untuk melihat apakah serbuk memiliki sifat yang mudah dikempa atau sulit dikempa.5 gram (kurang lebih 20 tablet ditimbang berat awalnya). tiap-tiap tablet diberi nomor 1-20 agar tidak tertukar. alat disetting dengan kecepatan putaran 25 rpm selama 4 menit. Selanjutnya tablet tersebut dimasukan ke dalam alat uji friabilator. Uji dilakukan selama 5 menit. Uji dilakukan dengan cara serbuk di timbang sebanyak 15 gram. Tekan tombol sampai jarum menunjukan angka nol pada skala tekan STOP. Gelas ukur yang berisi serbuk dipasang dialat. Kemudian dihitung kompresibilitas serbuk dengan rumus Syarat komprebilitas yang baik tidak lebih dari 20%. Kerapuhan (friability) Tablet ditimbang seberat mendekati 6. kemudian satu persatu tablet diletakkan di penyangga alat uji. Uji Kekerasan tablet Uji dilakukan dengan cara 20 tablet disiapkan. c. kemudian tiap tablet diukur diameter dan tebalnya dengan menggunakan jangka sorong. lalu dimasukan ke dalam gelas ukur 100 ml volume awal serbuk digelas ukur dicatat. Prosentase kehilangan bobot sebelum dan sesudah pengujian dihitung dengan rumus x 100% Tablet dianggap baik bila kerapuhan tidak lebih dari 1 %. Setelah itu tekan tombol → tunggu hingga tablet pecah. alat dinyalakan.

Pernyaratan waktu hancur untuk tablet tidak bersalut adalah kurang dari 15 menit. ditutup dengan penutup dan dinaik-turunkan ke ranjang pada alat desintegrator dalam medium air dengan suhu 37oC.. Edisi ke-4..Lieberman HA. Waktu hancur dihitung berdasarkan tablet yang paling terakhir hancur. dan harus segera hancur dalam medium basa Ansel. 1994. . Persyaratan keseragaman bobot terpenuhi jika tidak lebih dari dua tablet yang masing-masing bobotnya menyimpang dari bobot rata-rata lebih 5% dari 5% dan tidak satupun yang menyimpang lebih dari 10%. INC. 1986. (medium sebagai simulasi larutan gastrik (gastric fluid)). Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia.Lachman L. . Handbook Of Excipients. Avis. Ainley. untuk tablet salut gula dan salut nonenterik kurang dari 30 menit. Weller. London: The Pharmaceutical Press. Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi. New York: Marcel Dekker. 2nd edition. Pharmaceutical Dossage Forms:Tablet.. Paul J. Wade.Keseragaman bobot Sebanyak 20 tablet diambil dan ditimbang satu per satu. 1989. lalu bobot rata-rata tablet dan penyimpangan bobot rata-ratanya dihitung.. KE. Waktu hancur Tablet yang akan diuji (sebanyak 6 tablet) dimasukkan dalam tiap tube. Volume 1. Sementara untuk tablet salut enterik tidak boleh hancur dalam waktu 60 menit dalam medium asam. HC.

disimpan pada alat uji kelembaban. Uji dilakukan dengan cara 10 gram granul yang telah dioven. hasil dicatat. Uji dilakukan selama 10 menit kemudian hasil LOD akan terlihat di layar alat. Menurut pustaka hasil LOD yang baik adalah dibawah 1%. ditimbang. . lampu pemanas dinyalakan.Uji Evaluasi Granul metode granulasi basah Uji kelembaban (LOD) Uji ini digunakan pada metode granulasi basah untuk mengetahui kadar air. suhu diatur pada suhu antara 70-80 C.

waktu alir dipersyaratkan dengan sudut diam tidak lebih dari 30 derajat. lalu dimasukan ke dalam gelas ukur 100 ml volume awal granul digelas ukur dicatat. Uji Kekerasan tablet Uji dilakukan dengan cara 20 tablet disiapkan. Uji kompresibilitas granul Uji ini untuk melihat apakah granul memiliki sifat yang mudah dikempa atau sulit dikempa. Daya alir dan sudut istirahat dari granul dihitung dengan rumus Tan α = Untuk 100 g granul waktu alirnya tidak boleh lebih dari 10 detik. Tinggi puncak dan diameter granul yang terbentuk dicatat. secara otomatis tabung tersebut akan diketuk-ketukan dengan interval ketukan 2 detik 1 ketukan. Setelah itu tekan tombol → tunggu hingga tablet pecah. Setelah 5 menit alat dimatikan volume akhir granul digelas ukur dicatat. Uji dilakukan dengan cara granul di timbang sebanyak 15 gram. Gelas ukur yang berisi granul dipasang dialat. kemudian satu persatu tablet diletakkan di penyangga alat uji. tiap-tiap tablet diberi nomor 1-20 agar tidak tertukar. Corong disimpan pada ketinggian 10 cm. lebar dan tebal dengan menggunakan jangka sorong. Uji Evaluasi Tablet granulasi basah Keseragaman ukuran tablet Sebanyak 20 tablet diambil acak. Bersamaan dengan dibukanya tutup corong. Tekan tombol sampai jarum menunjukan angka nol pada skala tekan STOP. . kemudian tiap tablet diukur panjang. Kemudian dihitung kompresibilitas granul dengan rumus Syarat komprebilitas yang baik tidak lebih dari 20%. pada tempat jatuh granul dialasi dengan kertas putih untuk menandai tempat jatuhnya granul. Uji dilakukan selama 5 menit. lalu dimasukkan ke dalam corong bertutup. waktu jatuhnya granul dihitung dengan stopwatch. Uji dilakukan dengan cara granul ditimbang sebanyak 15 gram. posisi tablet di pas kan pada alat dan penyangga tablet dikencangkan. Skala tekanan pada saat tablet pecah dicatat.Uji daya alir granul Uji ini untuk melihat profil aliran granul tanpa penambahan lubrikan. alat dinyalakan.

ditutup dengan penutup dan dinaik-turunkan ke ranjang pada alat desintegrator dalam medium air dengan suhu 37oC. 1995. Uji Rasa Granul effervescent diambil sedikit kemudian diletakkan di ujung lidah dan dikecap selama kurang lebih 10 detik. lalu bobot rata-rata tablet dan penyimpangan bobot rata-ratanya dihitung. . Waktu hancur dihitung berdasarkan tablet yang paling terakhir hancur. Farmakope Indonesia IV.Kerapuhan (friability) Tablet ditimbang seberat mendekati 6. Selanjutnya tablet tersebut dimasukan ke dalam alat uji friabilator. Pernyaratan waktu hancur untuk tablet tidak bersalut adalah kurang dari 15 menit.2. alat disetting dengan kecepatan putaran 25 rpm selama 4 menit. Sementara untuk tablet salut enterik tidak boleh hancur dalam waktu 60 menit dalam medium asam. (medium sebagai simulasi larutan gastrik (gastric fluid)). dan harus segera hancur dalam medium basa Ditjen POM Depkes RI.Uji Bau Granul effervescent diletakkan di atas telapak tangan dan dicium aromanya.1 Pemeriksaan organoleptis . Jakarta 2 Evaluasi Granul Effervescent 6. untuk tablet salut gula dan salut nonenterik kurang dari 30 menit. Setelah 4 menit tablet tersebut dikeluarkan lalu ditimbang kembali massa setelah diuji.5 gram (kurang lebih 20 tablet ditimbang berat awalnya). Depkes RI. Prosentase kehilangan bobot sebelum dan sesudah pengujian dihitung dengan rumus x 100% Tablet dianggap baik bila kerapuhan tidak lebih dari 1 %. Uji Warna . Persyaratan keseragaman bobot terpenuhi jika tidak lebih dari dua tablet yang masing-masing bobotnya menyimpang dari bobot rata-rata lebih dari 5% dan tidak satupun yang menyimpang lebih dari 10%. Keseragaman bobot Sebanyak 20 tablet diambil dan ditimbang satu per satu. Waktu hancur Tablet yang akan diuji (sebanyak 6 tablet) dimasukkan dalam tiap tube.

Granul effervescent diamati warnanya secara langsung.2 Uji kandungan lembab Kandungan lembab dinyatakan sebagai Moisture Content (MC). sudut istirahat 30-40 aliran granul cukup dan jika sudut istirahat >40 maka aliran granul sangat buruk. . lalu diisi dengan parafin cair lalu ditimbang kembali (b).3 Uji sifat alir dan sudut istirahatnya Sebanyak 100 g granul dimasukkan ke dalam corong uji waktu alir. kemudian ditimbang kembali. lalu dikeringkan. 6. Jika sudut istirahat <25 maka masuk dalam kategori aliran istimewa.4 Uji kerapatan sejati Bobot piknometer kosong dicatat (a). dicatat bobotnya (Wo). Lalu dilakukan pengetukan dengan alat dan volume pada ketukan ke 50 dan ke 500 diukur sebagai volume mampat.2.2. dan bobot keringnya dicatat sebagai (Wt). Waktu alir granul dan sudut istirahatnya dicatat.2.5 Uji bobot jenis nyata. Kadar air dihitung dengan rumus %MC = (Wo-Wt)/Wt x 100% Kadar air yang dinyatakan baik % MC sebesar 1-3%. Granul dalam keadaan basah ditimbang. Sejumlah gram granul dimasukkan ke dalam piknometer kosong. jika sudut istiraha 25-30 maka aliran granul baik. lalu parafin cair ditambahkan hingga penuh dan ditimbang kembali (d). Selanjutnya kerapatan sejati 𝜌grn dari granul dapat dihitung : 6. Aliran granul yang baik jika waktu yang diperlukan untuk > 4 gram granul yaitu 10 detik. lalu dilakukan perhitung-an sebagai berikut : .2. 6. Penutup corong di-buka sehingga granul keluar dan ditampung pada bidang datar. 6. Kerapatan parafin cair (𝜌par) dalam satuan g/mL dapat dihitung. kemudian ditimbang (c). bobot jenis mampat dan % Kompresibilitas Sebanyak 40 gram granul dimasukkan ke dalam gelas ukur 50 ml dan dicatat volume awalnya.

Keseragaman sediaan (Keseragaman bobot dan keseragaman kandungan ) · Keseragaman bobot dapat ditetapkan pada produk yang mengandung zat aktif 50 mg atau lebih yang merupakan 50 % atau lebih dari bobot sediaan .. 47 – 50 (ISSN : 1410-7031) Sediaan ovula Evaluasi Sediaan 1. jika 21-25% maka aliran tidak baik. Zahriati I. Uji Homogenitas Campuran Uji untuk memastikan bahwa zat aktif terdistribusi merata dalam campuran dengan cara menetapkan homogenitas komponen secara organoleptis. jika 11-20% maka aliran cukup baik.2012). Waktu terdispersi granul effervescent yang baik kurang dari 1 atau 2 menit. Waktu hancur serbuk Uji utuk memastikan granul larut cepat di dalam air (Faradiba. Campuran dinyatakan homogen jika secara organoleptis distribusi warna campuran merata. 2012. hlm. No. jika % kompresibilitas 5-10% maka aliran sangat baik. ditentukan waktunya mulai dari granul dimasukkan ke dalam gelas hingga terdispersi dengan baik. Vol. Formulasi Granul Effervescent Ekstrak Etanol Daun Jambu Biji (Psidium guajava Linn). Uji kemampuan terdispersi Sediaan granul effervescent diuji di dalam gelas yang berisi air dengan volume 200 ml pada suhu 35oC. Hasyim. N.% kompresibilitas = Penafsiran hasil % kompresibilitas.2 – Juli 2013. Majalah Farmasi dan Farmakologi. 17. jika >26% maka aliran buruk. Faradiba.

L. A. Pada saat ovula mulai pecah (terpotong). 1994. Penilaian Stabilitas Suspensi 1. Weller. 1994. Edisi ke-3.305) Wade. mengatur vehicle dan susunan partikel untuk tujuan perbandingan. Jakarta. hal. 2. hal.. Penerbit Universitas Indonesia. Derajat flokulasi. sedangkan waktu meleleh adalah waktu dari mulai zat padat meleleh adalah waktu dari mulai zat padat meleleh sampai meleleh sempurna. Volume sedimentasi Adalah Suatu rasio dari volume sedimentasi akhir (Vu) terhadap volume mula mula dari suspensi (Vo) sebelum mengendap. Uji Kekerasan Ovula yang baik memiliki kekerasan yang besar tetapi tetap meleleh pada suhu tubuh (37 +0.Metode reologi Berhubungan dengan faktor sedimentasi dan redispersibilitas.· Keseragaman kandungan zat aktif supositoria yang tidak dinyatakan lain dlam masingmasing monografi terletak antara 85. Handbook of Pharmaceutical Excipients. berat air yang ditampung dicatat dan inilah yang disebut titik patah (Breaking point) 4. Lachman. Voight. Uji Titik Patah Dilakukan pada suhu kamar dengan cara memberikan tekanan pada ovula sesuai dengan air yang diteteskan pada penampung. 2nd ed. membantu menemukan perilaku pengendapan.5 0C) (Teknologi Farmasi. 3.305) 2. Uji Kisaran dan Waktu Meleleh · Kisaran leleh merupakan rentang suhu zat padat mulai meleleh sampai meleleh semourna.0 – 11.J. (Teknologi Farmasi. & P.1191) 3.5 % dari yang tertera pada etiket dan dan simpangan baku relatif kurang dan atau sama dengan 6 %. Adalah Suatu rasio volume sedimentasi akhir dari suspensi flokulasi (Vu) terhadap volume sedimentasi akhir suspensi deflokulasi (Voc). Waktu meleleh supositoria diukur pada suhu 37 + 0. 1994. Teori dan Praktek Farmasi Industri. . edisi III. Voight.50C (Teori dan Praktek Farmasi Industri.. hal. The Pharmaceutical Press London. et al.

Perubahan ukuran partikel Digunakan cara Freeze-thaw cycling yaitu temperatur diturunkan sampai titik beku. yang pokok menjaga tidak terjadi perubahan ukuran partikel dan sifat kristal. Metode analisis kosmetik . Dengan cara ini dapat dilihat pertumbuhan kristal.4. lalu dinaikkan sampai mencair kembali.