Anda di halaman 1dari 5

iso

International Organization for Standardization atau ISO adalah badan penetap standar
internasional yang terdiri dari wakil-wakil dari badan standardisasi nasional setiap negara.
SLIDE 2
Dibuat oleh badan ISO/TC 34/WG8
SLIDE 3
Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) adalah suatu sistem kontrol dalam upaya pencegahan
terjadinya masalah yang didasarkan atas identifikasi titik-titik kritis di dalam tahap penanganan dan
proses produksi. HACCP merupakan salah satu bentuk manajemen resiko yang dikembangkan untuk
menjamin keamanan pangan dengan pendekatan pencegahan (preventive) yang dianggap dapat
memberikan jaminan dalam menghasilkan makanan yang aman bagi konsumen.
SLIDE 4
Manfaat Menerapkan ISO 22000:2005
Dengan Penerapan ISO 22000:2005 dalam organisasi atau perusahaan anda di harapkan
proses anda akan lebih terjamin dan perusahaan mendapatkan manfaatnya, seperti :
• Menunjukkan suatu komitmen yang riil ke keselamatan makanan yang global dapat
mengubah
bentuk
citra
perusahaan anda menjadi lebih baik dan juga sebagai suatu alat, sebagai jaminan terhadap
keselamatan
dan
mutu
organisasi
anda
• untuk memastikan pemenuhan dengan semua perundang-undangan keselamatan
makanan
dan
mengurangi
resiko
dari
hukum.

Karyawan
mengetahui
tentang HACCP dan
manfaatnya.
• Mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kebersihan makanan selama
produksi.

Mengetahui
prinsip
higienis
dan
pedoman
untuk
pengendaliannya.
• Mengetahui cara pengendalian atau tindakan terhadap penyimpangan yang terjadi.

Terjaminnya
makanan
dan
minuman
yang
layak
dikonsumsi.

Terpeliharanya
kepercayaan
pelanggan
international.
• Meningkatnya pengetahuan akan higienisnya makanan kepada semua karyawan.
• Secara tidak langsung membantu masyarakat dalam pengadaan makanan yang higienis.
SLIDE 5
ISO 22000 dapat digunakan oleh berbagai organisasi yang berhubungan secara langsung maupun
tidak langsung dengan rantai makanan, termasuk :
Perkebunan, tempat penangkapan ikan, tempat penampungan susu segar
Tempat pengolahan daging, ikan, dan makanan
Pabrikan roti dan makanan biji-bijian, minuman, makanan dalam kaleng, makanan beku
Jasa penyediaan makanan misalnya rumah-rumah makan, jaringan makanan cepat saji, rumah sakit
dan hotel dan unit-unit kedai makanan

Terapkan sistem dalam kurun waktu tertentu guna mengumpulkan bukti untuk audit sertifikasi. implementasi dan pemeliharaan sistem. Bentuk tim manajemen Tim ini akan aktif pada perancangan dan pengembangan sistem serta penerapannya dalam kegiatan sehari-hari. 2010) 1. didokumentasikan dan dikirim ke tim manajemen untuk di review dan disetujui. 2. menyediakan sumber daya dan mengkoordinasikan kegiatan. . dokumentasi. Latih seluruh karyawan yang terlibat dalam proses untuk melaksanakan proses tersebut - Bila semua proses telah dijalankan. Tim Manajemen dapat membuat tim kerja yang bekerja pada proses khusus yang dibutuhkan dalam dokumentasi FSMS. Gunakan informasi dari internal audit dan management review untuk melakukan improvement FSMS. - Top Management harus terlibat dalam desain dan implementasi FSMS. bahan pangan mentah. Tim Manajemen akan bertindak sebagai tim inti . - Sistem harus di evaluasi dan diperbaharui. Manajemen membuat kebijakan Keamanan Pangan dan harus dikomunikasikan dan diimplementasikan. - Tiap tim kerja akan mengevaluasi proses yang ada dan persyaratan yang diperlukan. SLIDE 8 Persyaratan Sertifikasi ISO 22000 (Anonymouse. Setelah tim kerja merancang dan mendokumentasikan proses. Bentuk Tim FSMS Tim ini akan merancang dan mengembangkan FSMS dan berperan aktif dalam sistem manajemen berkelanjutan. Persyaratan : Manajemen Management harus terlibat dan berkomitmen pada FSMS. bahan pemanis tambahan.7 Langkah Implementasi (Anonymouse. 2010) Persyaratan : Umum Organisasi harus membangun sistem yang efektif dan dapat memenuhi persyaratan standar. lakukan internal audit dan tinjauan manajemen. membagi tanggung jawab. Proses baru atau yang dimodifikasi akan dibuat. kebersihan dan sanitasi produk serta tata cara pengemasannya SLIDE 6 .Jasa pelayanan pendukung termasuk penyimpanan makanan dan distribusinya dan para pemasok mesin-mesin pengolahan pangan. - Pastikan semua karyawan telah di training ISO 22000 - Lakukan audit sertifikasi.

Setelah implementasi. - Implementasikan proses evaluasi serta analisa hasil verifikasi dan tindakan yang diperlukan. organisasi akan mengidentifikasikan kompetensi personil. material dan distribusi produk Persyaratan : Produk Tidak Sesuai - Tetapkan . Selama pengembangan sistem. dan rencanakan internal audit untuk memastikan FSMS berjalan efektif dan selalu diperbaharui. training yang dibutuhkan serta lingkungan kerja dan infrastruktur yang dibutuhkan Persyaratan : Pembuatan produk Organisasi harus merencanakan semua proses yang berkaitan dengan pembuatan produk untuk menjamin keamanan produk. Persyaratan : Verifikasi Tetapkan dan dokumentasikan proses internal audit. di periksa. produk berpotensi tidak aman harus diidentifikasi. Persyaratan : Sumber Daya FSMS harus menjelaskan sumberdaya manusia dan fisik yang dibutuhkan untuk membuat produk yang aman. diimplementasikan dan dievaluasi terus menerus. Dibuat prosedur pemisahan produk cacat untuk memastikan tindakan dapat cepat dilakukan. Training auditors. Persyaratan : Validasi Tetapkan dan dokumentasikan proses untuk validasi control measure sebelum di implementasikan. - Program pendahuluan harus ditetapkan. manajemen akan melaksanakan tinjauan manajemen untuk memastikan keefektifan sistem. o Identifikasi tindakan perbaikan dan pencegahan yang diperlukan untuk menghilangkan ketidaksesuaian dan penyebabnya.dokumentasi sistem untuk pengendalian semua produk tidak sesuai o Saat Titik Kendali Kritis terlampaui. - Tetapkan dan dokumentasikan sistem untuk : - Pengumpulan informasi awal analisis bahaya - Lakukan analisa bahaya - Tetapkan Rencana HACCP - Laksanakan aktifitas verifikasi - Telusuri produk. Persyaratan : Perbaikan . di kendalikan dan dipisahkan. Pastikan semua pengukuran dan alat ukur serta metodenya mampu menghasilkan akurasi yang diinginkan.

Dailey (2001) dalam Goldsmith1. baik dari segi kualitas maupun keamanannya Dalam penerapan untuk mendapatkan kualitas dan keamanan yang efektif. Yeung dan Morris (2001) dalam Goldsmith1. Berkaitan dengan penelitian tersebut itulah maka dikatakan bahwa ketakutan akan pangan dan tuntutan sosial dapat menjadi sumber yang berasal dari luar. Beberapa penelitian tentang industri daging di Eropa Barat telah dilakukan oleh banyak peneliti yang diantaranya adalah Fearne(1998). Martin (2001) dalam Goldsmith1. Proses pengerjaan dikaitkan dengan karakteristik yang diinginkan konsumen. Lawton (2002) dalam Hernández et al (2003) menggambarkan prioritas dari konsumen yang diawali dengan membangun penilaian yang berkaitan dengan proses. untuk tujuan mengukur ketepatan dari HACCP . Penilaian kehigenisan daging dengan menyediakan suatu pendekatan pemonitoran yang distandarisasi yang mana staf perusahaan dilatih. Kejadian Bovine Spongiform Encephalopathy (BSE) dan kembali munculnya penyakit kaki dan mulut (Foot and Mouth Disease / FMD) serta adanya kontaminasi biologi dan kimia pada produk makanan yang menggoncang sejumlah industri daging di Eropa Lobstein (2001) dalam Goldsmith1. Viaene dan Verbeke (1998). et al (2002) yang menggambarkan perubahan secara drastis yang disebabkan adanya ketakutan pada produk pangan dan ketidakpercayaan masyarakat terhadap sistem. telah banyak dijumpai kejadian yang berkaitan dengan keamanan pangan dan kualitas pangan salah satunya adalah dalam industri daging. Dalam kurun waktu 10 tahun belakang ini.- Lakukan perbaikan berkelanjutan untuk FSMS dengan menggunakan: o Management review/tinjauan manajemen o Internal audits o Tindakan Perbaikan o Hasil verifikasi o Hasil validasi - Perbaharui FSMS Contoh Implementasi ISO 22000 Timbulnya berbagai penyakit dan kontaminasi pada produk pangan yang berasal dari hewan. produk dan hasil. Oleh sebab itu konsumen menjadi ingin tahu informasi lebih banyak mengenai sumber produk yang mereka konsumsi. et al (2002) juga menyampaikan. Kejadian tersebut menyebabkan suatu industri harus dievaluasi kembali mengenai bagaimana supply chain daging dan tentang kerusakan yang diakibatkan penanganan saat berada di pasar. berdasarkan survei Food Marketing Institute di USA dikatakan bahwa kepercayaan konsumen di USA berkaitan mutu pangan mulai terkikis dari tingkat kepercayan 84% (tahun 1996) menurun menjadi 74% (tahun 2000). Lobstein (2001). yang bisa mendorong industri memulai proses perubahan fundamental seperti yang terjadi di Eropa. Karena adanya tekanan dari konsumen maka banyak perubahan yang terjadi di dalam produksi makanan. yang pada akibatnya berpengaruh kepada sikap konsumen. et al (2002) juga mengatakan bahwa perlu adanya suatu sistem yang bisa dipercaya dalam menjamin mutu yang dihasilkan untuk industri daging. et al (2002) menyarankan bahwa industri daging seharusnya tidak hanya menerima reaksi atas permasalahan ini tetapi juga seharusnya telah menyiapkan diri dalam menghadapi permasalahan keamanan pangan. Hal ini dapat menimbulkan kecemasan masyarakat yang ada di seluruh dunia. maka perusahaan mulai memperhatikan kepentingan konsumen.

melalui SOPs atau instruksi kerja jika dibutuhkan.html . sebagai contoh. Tindakan korektif diperlukan untuk sistem pelaksanaan yang tidak cukup. 2003). dan mencerminkan kebutuhan akan ketidakadaan toleransi dari kenyataan faecal dan pencemaran ingesta pada daging (Buttler et al. Sistem MHA dapat membantu untuk memastikan keseragaman hasil pengecekan dari pengolahan industri daging ekspor di Australia.com/2009/04/iso-22000-dan-aplikasinya.yang didasarkan pada proses pengendalian MSQA. http://breakthrough-ilmupangan.blogspot.. pada langkah-langkah yang spesifik pada garis pengolahan.