Anda di halaman 1dari 43

GERAK LURUS BERATURAN

A. Nuur Taufik Rahmat, Andi Dina Adelia, Dini Rahayu Oktaviana,


Wirnawati, Yumni Amalina
PENDIDIKAN IPA REGULER
Abstrak
Gerak lurus beraturan (GLB) adalah gerak dengan lintasan lurus dan kecepatannya tetap, dimana
benda dikatakan bergerak jika benda tersebut berubah kedudukan terhadap suatu titik acuan
sehingga terdapat variabel jarak, perpindahan, kecepatan, dan kelajuan pada benda tersebut. Pada
percobaan ini, dengan menggunakan alat dan bahan seperti meteran, stopwatch, tabung GLB, statif
dan alat tulis menulis dimana tujun dari percobaan gerak lurus beraturan (GLB) ini yaitu pertama
agar mahasiswa dapat memahami perbedaan antara jarak dan perpindahan, kedua agar mahasiswa
dapat menentukan besar kecepatan dan kelajauan rata-rata, ketiga mahasiswa dapat mengetahui
hubungan antara perpindahan (

x ) dengan waktu tempuh ( t benda yang bergerak lurus

beraturan (GLB) dan yang terakhir agar mahasiswa dapat memahami gerak lurus beraturan (GLB).
Pada gerak lurus beraturan, benda menempuh jarak yang sama dalam selang waktu yang sama.
Dalam gerak lurus beraturan (GLB) kelajuan dan kecepatan dianggap sama. Lintasan lurus
menyebabkan jarak dan perpindahan yang ditempuh besarnya sama.

Kata Kunci : Gerak lurus beraturan (GLB), kecepatan, jarak, kelajuan, dan
perpindahan.
RUMUSAN MASALAH
1. Bagaimana cara menentukan besar jarak dan perpindahan?
2. Bagaimna cara menentukan besar kecepatan rata-rata dan kelajuan rata-rata?
3. Bagaimana cara mengetahui hubungan antara jarak dan waktu tempuh (t)
benda yang bergerak lurus beraturan (GLB)?
4. Bagaimana konsep materi gerak lurus beraturan (GLB)?
TUJUAN
1. Mahasiswa dapat menentukan besar jarak dan perpindahan.
2. Mahasiswa dapat menentukan besar kecepatan rata-rata dan kelajuan ratarata.
3. Mahasiswa dapat mengetahui hubungan antara jarak dan waktu tempuh (t)
benda yang bergerak lurus beraturan (GLB).
4. Mahasiswa dapat memahami gerak lurus beraturan (GLB).
METODOLOGI EKSPERIMEN
Teori Singkat

Benda dikatakan bergerak jika benda tersebut berubah kedudukan terhadap


suatu titik acuan. Benda yang bergerak akan

melalui suatu lintasan dengan

panjang tertentu dalam waktu tertentu. Panjang total lintasan yang dilalui disebut
jarak, sedangkan besar perubahan posisi benda dari posisi awal ke posisi akhir
disebut perpindahan. Perpindahan ditandai oleh ada atau tidaknya arah juga
oleh besar kedua besaran itu. Untuk benda yang bergerak ke satu arah tertentu,
jarak yang ditempuh benda sama dengan besar perpindahannya. Jarak adalah
besaran skalar, sedangkan perpindahan adalah besaran vektor.
Benda dikatakan bergerak lurus beraturan (GLB) jika benda tersebut bergerak
pada lintasan yang lurus dan bergerak dengan kecepatan tetap atau tidak ada
perubahan kecepatan terhadap waktu, sehingga percepatannya nol. Kecepatan
didefenisikan sebagai perubahan posisi setiap saat atau dalam bentuk matematis
dituliskan;
v =

sedangkan

x
t

(1.1)

kelajuan adalah besar jarak tempuh persatuan waktu atau dalam

bentuk matematis dituliskan


v=

x
t

(1.2)

Ket:
v : kecepatan (m/s)
x : perubahan posisi atau perpindahan (m)

t : selang waktu (s)


v: kelajuan (m/s)
(Herman, 2014)
Alat dan Bahan

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Meteran
Stopwatch
Tabung GLB
Statif
Mistar
Benang
Alat tulis menulis

1 buah
1 buah
1 buah
1 buah
1 buah

Identifikasi Variabel
Kegiatan 1
1. Variabel Manipulasi: Kecepatan gerak objek (m/s)
2. Variabel kontrol: Jarak (cm), perpindahan (cm)
3. Variabel Terikat: Waktu tempuh (s)
Kegiatan 2
1. Variabel Manipulasi: Ketinggian ujung tabung GLB pada statif (cm)
2. Variabel kontrol: Jarak Tempuh (cm)
3. Variabel Terikat:Waktu tempuh (s)
Definisi Operasional Variabel
Kegiatan 1
1. Kecepatan gerak objek adalah perbandingan panjang lintasan tempuh dengan
waktu tempuh yang dilalui objek dalam melakukan gerak. Kecepatan gerak
2.

objek disini akan diukur dalam analisis data.


lintasan yang ditempuh oleh objek yaitu berupa jarak (cm) dan perpindahan
(cm). Jarak diperoleh dari pengukuran panjang lintasan/panjang sisi lintasan
pada kode sudut lintasan yang telah ditentukan. Dan perpindahan adalah
perubahan posisi gerak objek dalam satu lintasan dengan titik posisi awal yang

yang telah ditentukan.


3. waktu tempuh (s) dalam percobaan ini yaitu waktu yang digunakan oleh
objek dalam bergerak untuk menempuh kode posisi dalam suatu lintasan.
Kemudian dilanjutkan dengan menempuh posisi berikutnya dengan akumulasi
dan split waktu.
Kegiatan 2
1. Dala percobaan ini

digunakan variabel

manipulasi berupa tinggi ujung

tabung GLB pada statif. Ujung tabung pada GLB diletakkan pada ketinggian
yang berbeda- beda.

2. jarak tempuh (cm) adalah panjang lintasan yang akan dilalui oleh gelembung
untuk menempuh berbagai titik tertentu yang telah ditetapkan sebelumnya.
3. waktu tempuh (s) adalah waktu yang digunakan oleh gelembung dalam
tabung GLB untuk menempuh jarak titik tertentu dan dengan akumulasi serta
split waktu.Waktu tempuh diukur dengan menggunakan stopwatch
Prosedur Kerja
Kegiatan 1 :
1. Buatlah tiga titik yaitu A,B,C yang dapat dibentuk sebuah segitiga siku-siku.
2. Ukur panjang lintasan setiap antara dua titik tersebut denga alat yang
digunakan meteran yang tersedia.
3. Siapkan tiga teman orang anda, sebagai objek yang akan bergerak dengan
kecepatan yang berbeda.
4. Untuk orang pertama, berdiri di titik A lalu berjalanlah menuju titik B. Pada
saat bersamaan ukur waktu yang ditempuh dar lintasani A ke B. Lakukan hal
yang sama untuk lintasan dari A ke B ke C.
5. Lakukan disetiap kegiatan 4 sebanyak 3 kali untuk setiap orang.
6. Lanjutkan untuk orang kedua dan ketiga catat hasilnya didalam table hasil
pengamatan
Kegiatan 2
1. Ambil tabung GLB dan statif untuk digantungkan salah satu ujung tabung
2. Tandai minimal 4 titik sebagai titik A,B,C,dan D pada tabung.
3. Gantung salah satu ujung tabung pada statif dengan diketinggian 10 cm dari
dasar
4. Angkat ujung tabung yang satunya, agar gelembung didalam tabung berada di
ujung yang terangkat.
5. Turunkan ujung tadi sampai di dasar sehingga gelembung akan bergerak ke
atas, ukur waktu yang diperlukan gelembung untuk sampai di titik A
(stopwatch mulai dinyalakan ketika gelembung tepat dlintasi pada posisi 0
cm), lakukan 3 kali pengukuran untuk setiap jarak tempuh.
6. Ulangi langkah 4,5,dan 6 dengan jarak yang tempuh berbeda (dari 0 ke B,ke
C dan ketitik D)
7. Catat hasil pengamatan anda didalam tabel pengamata

HASIL EKSPERIMEN DAN ANALISIS DATA


Hasil Pengamatan

Kegiatan 1
Tabel 1.. Hasil pengukuran jarak, perpindahan dan waktu tempuh
No

Lintasan

Jarak(m)
1. | 1,4700 0,0005 |

Perpindahan(m)
1. | 1,4700 0,0005 |

Waktu Tempuh(s)
1. | 14,0 0,1 |

A ke B

2. | 1,4900 0,0005 |

2. | 1,4690 0,0005 |

2. | 6,0 0,1 |

3. | 1,4750 0,0005 |
1. | 2,7150 0,0005 |

3. | 1,4750 0,0005 |
1. | 1,9260 0,0005 |

3. | 3,0 0,1 |
1. | 18,0 0,1 |

2. | 2,7130 0,0005 |

2. | 1,9240 0,0005 |

2. | 10,0 0,1 |

3. | 2,7220 0,0005 |
1. | 3,9600 0,0005 |

3. | 1,9310 0,0005 |
1. | 1,4700 0,0005 |

3. | 5,0 0,1 |
1. | 26,0 0,1 |

2. | 3,9570 0,0005 |

2. | 1,4690 0,0005 |

2. | 13,0 0,1 |

3. | 3,9690 0,0005 |
1. | 5,4300 0,0005 |

3. | 1,4750 0,0005 |
1. | 0,0000 0,0005 |

3. | 7,0 0,1 |
1. | 33,0 0,1 |

2. | 5,4260 0,0005 |

2. | 0,0000 0,0005 |

2. | 18,0 0,1 |

3. | 5,4440 0,0005 |

3. | 0,0000 0,0005 |

3. | 10,0 0,1 |

A ke B ke C

A ke B ke C
ke B
A ke B ke C
ke B ke A

Kegiatan 2
Tabel 1.2. Hasil pengukuran jarak tempuh dan waktu tempuh pada gerak
lurus beraturan
No
1

Ketinggian (cm)
| 10,00 0,05 |

Jarak Tempuh (cm)

Waktu Tempuh (s)


1. | 1,5 0,1 |

| 11,0 0,1 |

2. | 1,5 0,1 |

| 22,0 0,1 |

3. | 1,5 0,1 |
1. | 3,0 0,1 |
2. | 3,0 0,1 |
3. | 2,7 0,1 |

No

Ketinggian (cm)

Jarak Tempuh (cm)

Waktu Tempuh (s)


1. | 4,4 0,1 |

| 33,0 0,1 |

2. | 4,5 0,1 |
3. | 4,4 0,1 |
1. | 5,5 0,1 |

| 44,0 0,1 |

2. | 5,6 0,1 |
3. | 5,8 0,1 |
1. | 1,2 0,1 |

| 11,0 0,1 ||

2. | 1,1 0,1 |
3. | 1,0 0,1 |
1. | 2,0 0,1 |

| 22,0 0,1 |

2. | 2,0 0,1 |
3. | 2,0 0,1 |

| 10,00 0,05 |

1. | 3,0 0,1 |
| 33,0 0,1 ||

2. | 3,2 0,1 |
3. | 2,9 0,1 |
1. | 4,0 0,1 |

| 44,0 0,1 |

2. | 4,0 0,1 |
3. | 4,0 0,1 |

Analisis Data
Kegiatan 1
Y (m)

1,470 B

rB

^
= (0 i + 0 j )
^
= (0 i + 1,470 j ) =

rC

^
= (1,245 i + 1,470 j ) =

rA

1,470 j

^
(1,245 i + 1,470 j )

A0

(Orang Pertama)

X (m)

1,245

Y (m)
C

1,469 B

rB

^
= (0 i + 0 j )
^
= (0 i + 1,469 j ) =

rC

^
= (1,244 i + 1,469 j ) =

rA

1,469 j

^
(1,244 i

A0

1,244

(Orang Kedua)
Y (m)
1,475 B

+ 1,469 j )

X (m)

rB

^
= (0 i + 0 j )
^
= (0 i + 1,475 j ) =

rC

^
= (1,249 i + 1,475 j ) =

rA

1,475 j

^
(1,249 i + 1,475 j )

X (m)
A0
1. Kecepatan
1,249
a. Lintasan A B
Orang pertama
t
= 14 s

r AB
r

r
= B A
^
^
= {(0 i + 1,470 j ) - (0 i + 0 j )}
= 1,470 j
x AB

r AB|
|

v AB

x AB 1,470 m
=
t
14 s

=
=

= 1,470 m

| x x|+|t t |v
0,05 m
|1,470m
|+|0,114 ss|

= 0,105

0,105

m
s

= |0,034| + |0,007| 0,105


= 0,0043
KR

v
v

m
s
x 100%

m
s

m
s

m
s
m
0,105
s

0,0043
=

PF

= 4,09% (3 AP)
= 100% - KR
= 100% - 4,09%
= 95,91%
m
|
v

|
=
s

= |0,105 0,004|

DK

x 100%

m
s

Orang Kedua
t
=6s

r AB
r

r
= B A
^
^
= {(0 i + 1,469 j ) - (0 i + 0 j )}
= 1,469 j
x AB

r AB|
|

v AB

x AB 1,469 m
=
t
6s

=
=

= 1,469 m

| x x|+|t t |v
0,05 m
|1,469m
|+|0,16 ss|

= 0,245

0,245

m
s

= |0,034| + |0,017| 0,245


= 0,0125
KR

v
v

m
s
x 100%

m
s

m
s

m
s
m
0,245
s

0,0125
=

PF

= 5,1% (3 AP)
= 100% - KR
= 100% - 5,1%
= 94,9%
m
|
v

|
=
s

= |0,245 0,013|

DK

x 100%

m
s

Orang Ketiga
t
=3s

r AB
r

r
= B A
^
^
= {(0 i + 1,475 j ) - (0 i + 0 j )}
= 1,475 j
x AB

r AB|
|

v AB

x AB 1,475 m
=
t
3s

=
=

= 1,475 m

| x x|+|t t |v
0,05 m
|1,475m
|+|0,13 ss|

= 0,492

0,492

m
s

= |0,0339| + |0,0333| 0,492


= 0,0331
KR

v
v

m
s
x 100%

m
s

m
s

m
s
m
0,492
s

0,0331
=

DK

PF
v

x 100%

= 6,72% (2 AP)
= 100% - KR
= 100% - 6,72%
= 93,28%
m
|
v

|
=
s
m
s

= |0,49 0,33|

b. Lintasan A B C
Orang pertama
t
= 18 s

r BC
r

r
= C B
^
^
= {(1,245 i + 1,470 j ) - (0 i + 1,470 j )}
^
= 1,245 i

r AC

r ) +(
r )
(
2

AB

BC

(1,475 ) +( 1,245 )

2,1609+ 1,550025

3,710925

= 1,926
x AC
r

= | AC| = 1,926 m
v AC
v

x AC 1,926 m
=
t
18 s

x t
+
v
|
=
x | | t |
0,05 m
0,1 s
+
= | 1,926 m| | 18 s |

= 0,107

0,107

m
s

m
s

= |0,0259| + |0,0055| 0,107

m
s

= 0,00335
KR

v
v

m
s

x 100%

m
s
m
0,107
s

0,00335
=

PF

= 3,13% (3 AP)
= 100% - KR
= 100% - 3,13%
= 96,87%
m
= |v v|
s

= |0,107 0,003|

DK

x 100%

m
s

Orang Kedua
t
= 10 s

r BC
r

r
= C B
^
^
= {(1,244 i + 1,469 j ) - (0 i + 1,469 j )}
^
= 1,244 i

r AC

r ) +(
r )
(
2

AB

BC

(1,469 ) +( 1,244 )

2,157961+1,547536

3,705497

= 1,924
x AC
r

= | AC| = 1,924 m
v AC

x AC 1,926 m
=
t
10 s

| x x|+|t t |v

= 0,1924

m
s

0,05 m
|1,924
|m +|0,110 ss|

0,1924

= |0,0259| + |0,01| 0,924

v
v

m
s

m
s

= 0,0069
KR

m
s

x 100%

m
s
m
0,1924
s
0,0069

PF

= 3,59% (3 AP)
= 100% - KR
= 100% - 3,59%
= 96,41%
m
|
v

|
=
s

= |0,192 0,007|

DK

x 100%

m
s

Orang Ketiga
t
=5s

r BC
r

r
= C B
^
^
= {((1,249 i + 1,475 j ) - (0 i + 1,475 j )}
^
= 1,249 i

r AC

r ) +(
r )
(
2

AB

BC

(1,475 ) +( 1,249 )

2,175625+ 1,56001

3,735626

= 1,931
x AC
r

= | AC| = 1,931 m

v AC

=
=

x AC 1,931m
=
t
5s

| x x|+|t t |v
0,05m
|1,931m
|+|0,15 ss|

= 0,3862

0,3862

m
s

= |0,0259| + |0,02| 0,3862

v
v

m
s

m
s

= 0,0177
KR

m
s

x 100%

m
s
m
0,3862
s
0,0177

x 100%

PF

= 4,59% (3 AP)
= 100% - KR
= 100% - 4,59%
= 95,41%
m
= |v v|
s

= |0,386 0,018|

DK

m
s

c. Lintasan A B C B
Orang Pertama
t
= 26 s
r CB

r
= B C
^
^
= {(0 i + 1,470 j ) - (1,245 i + 1,470 j )}
^
= -1,245 i

r ABCB

r AB

= 1,470 j
= 1,470 j

r BC

+ 1,245

+
i^

r CB

^
+ (-1,245 i

x ABCB
v ABCB
v

=
=

r ABCB|
|

x ABCB 1,470 m
=
t
26 s

= 1,470 m

| x x|+|t t |v
0,05 m
|1,470m
|+|0,126 ss|

0,0565

= 0,0565

m
s

= |0,0340| + |0,0038| 0,0565

v
v

m
s

m
s

= 0,0021
KR

m
s

x 100%

m
s
m
0,0565
s
0,0021

= 3,78%
(3 AP)
= 100% - KR
= 100% - 3,78%
= 96,22%
m
|
v

|
=
s

DK

PF
v

x 100%

= |0,0565 0,0021|

m
s

Orang Kedua
t
= 13 s
r CB

r
= B C
^
^
= {(0 i + 1,469 j ) - (1,244 i + 1,469 j )}
^
= -1,244 i

r ABCB

r AB

= 1,469 j

r BC

+ 1,244

+
i^

r CB

^
+ (-1,244 i

= 1,469 j
x ABCB

r ABCB|
|

v ABCB

x ABCB 1,469 m
=
t
13 s

=
=

= 1,469 m

| x x|+|t t |v
0,05 m
|1,469m
|+|0,113 ss|

0,113

= 0,113

m
s

= |0,0340| + |0,007| 0,113

v
v

m
s

m
s

= 0,0047
KR

m
s

x 100%

m
s
m
0,113
s

0,0047
=

DK

PF
v

x 100%

= 4,17%
(3 AP)
= 100% - KR
= 100% - 4,17%
= 95,83%
m
= |v v|
s
m
s

= |0,113 0,005|

Orang Ketiga
t
=7s
r CB

r
= B C
^
^
= {(0 i + 1,475 j ) - (1,249 i + 1,475 j )}
^
= -1,249 i

r ABCB

r AB

r BC

r CB

= 1,475 j

^
^
+ 1,249 i + (-1,249 i

= 1,475 j
x ABCB
v ABCB
v

=
=

r ABCB|
|

x ABCB 1,475 m
=
t
7s

= 1,475 m

| x x|+|t t |v
0,05 m
|1,475m
|+|0,17 ss|

0,2107

= 0,2107

m
s

= |0,0339| + |0,0143| 0,2107


m
s

= 0,0102
KR

v
v

m
s

x 100%

m
s
m
0,2107
s
0,0102

DK

PF
v

x 100%

= 4,81%
(3 AP)
= 100% - KR
= 100% - 4,81%
= 95,19%
m
|
v

|
=
s
= |0,211 0,010|

m
s

d. Lintasan A B C B A
Orang Pertama
t
= 33 s
r BA

r
= A B
^
^
= {(0 i + 0 j ) - (0 i + 1,470 j )}
= -1,470 j

m
s


r ABCB

r AB

= 1,470 j

r BC

r CB

r BA

i
^
+ 1,245 i + (-1,249 ^ + (-1,470 j

=0
x ABCBA
v ABCBA
v

r ABCBA|
|

x ABCBA 0 m
=
t
33 s

| x x|+|t t |v
|0,050 mm|+|0,133 ss|

=0m
=0

m
s

= |0| + |0,003| 0

m
s

=0

m
s

m
s

Orang Kedua
t
= 18 s
r BA

r
= A B
^
^
= {(0 i + 0 j ) - (0 i + 1,469 j )}
= -1,469 j

r ABCB

r AB

= 1,469 j

r BC

r CB

r ABCBA|
|

v ABCBA

x ABCBA 0 m
=
t
18 s

r BA

i
^
i
+ 1,244
+ (-1,244 ^ + (-1,469 j

=0
x ABCBA

| x x|+|t t |v

=0m
=0

m
s

|0,050 mm|+|0,118 ss|

m
s

m
s

= |0| + |0,0055| 0
=0

m
s

Orang Ketiga
t
= 10 s
r BA

r
= A B
^
^
= {(0 i + 0 j ) - (0 i + 1,475 j )}
= -1,475 j

r ABCB

r AB

= 1,475 j

r BC

r CB

r ABCBA|
|

v ABCBA

x ABCBA 0 m
=
t
10 s

=
=

| x x|+|t t |v
|0,050 mm|+|0,110 ss|

=0m

= |0| + |0,01| 0
=0

r BA

i
^
i
+ 1,249
+ (-1,249 ^ + (-1,475 j

=0
x ABCBA

m
s

2. Kelajuan
a. Lintasan A B
Orang Pertama
t
= 14 s

r AB
r

r
= B A

=0

m
s
m
s

m
s

^
^
= {(0 i + 1,470 j ) - (0 i + 0 j )}
= 1,470 j
xAB
vAB

r AB|
|

x AB 1,470 m
=
t
14 s

= 1,470 m
= 0,105

|xx|+| t t |v
0,05 m
|1,470m
|+|0,114 ss|

m
s

=
=

0,105

m
s

= |0,034| + |0,007| 0,105


m
s

= 0,0043
KR

v
v

m
s

x 100%

m
s
m
0,105
s

0,0043
=

PF

= 4,09% (3 AP)
= 100% - KR
= 100% - 4,09%
= 95,91%
m
|
v

v
|
=
s

= |0,105 0,004|

DK

x 100%

m
s

Orang Kedua
t
=6s

r AB
r

r
= B A
^
^
= {(0 i + 1,469 j ) - (0 i + 0 j )}
= 1,469 j

r AB|
|

v AB

x AB 1,469 m
=
t
6s

x AB

= 1,469 m

|xx|+| t t |v
0,05 m
|1,469m
|+|0,16 ss|

m
s

= 0,245

0,245

m
s

= |0,034| + |0,017| 0,245


m
s

= 0,0125
KR

v
v

m
s

x 100%

m
s
m
0,245
s

0,0125
=

PF

= 5,1% (3 AP)
= 100% - KR
= 100% - 5,1%
= 94,9%
m
|
v

v
|
=
s

= |0,245 0,013|

DK

x 100%

m
s

Orang Ketiga
t
=3s

r AB
r

r
= B A
^
^
= {(0 i + 1,475 j ) - (0 i + 0 j )}
= 1,475 j
x AB

r AB|
|

= 1,475 m

v AB

=
=

x AB 1,475 m
=
t
3s

= 0,492

|xx|+| t t |v
0,05 m
|1,475m
|+|0,13 ss|

0,492

m
s

m
s

= |0,0339| + |0,0333| 0,492


m
s

= 0,0331
KR

v
v

m
s

x 100%

m
s
m
0,492
s

0,0331
=

x 100%

PF

= 6,72% (2 AP)
= 100% - KR
= 100% - 6,72%
= 93,28%
m
= |v v|
s

= |0,49 0,33|

DK

m
s

b. Lintasan A B C
Orang Pertama
t
= 18 s

r BC
r

r
= C B
^
^
= {(1,245 i + 1,470 j ) - (0 i + 1,470 j )}
^
= 1,245 i

r ABC

r AB +

= 1,470 + 1,245
= 2,715

r BC

r ABC|
|

v ABC

x ABC 2,715 m
=
t
18 s

x ABC

= 2,715 m

|xx|+| t t |v
0,05 m
|2,715
|m +|0,118 ss|

m
s

= 0,1508

0,1508

m
s

= |0,0184| + |0,0055| 0,1508


m
s

= 0,0036
KR

v
v

m
s

x 100%

m
s
m
0,1508
s
0,0036

PF

= 2,39% (3 AP)
= 100% - KR
= 100% - 2,39%
= 97,61%
m
|
v

v
|
=
s

= |0,151 0,004|

DK

x 100%

m
s

Orang Kedua
t
= 10 s

r BC
r

r
= C B
^
^
= {(1,244 i + 1,469 j ) - (0 i + 1,469 j )}
^
= 1,244 i

r ABC

r AB +

= 1,469 + 1,244
= 2,713

r BC

r ABC|
|

v ABC

x ABC 2,713 m
=
t
10 s

x ABC

= 2,713 m

|xx|+| t t |v
0,05 m
|2,713
|m +|0,110 ss|

m
s

= 0,2713

0,2713

m
s

= |0,0184| + |0,01| 0,2713


m
s

= 0,0077
KR

v
v

m
s

x 100%

m
s
m
0,2173
s
0,0077

PF

= 3,54% (3 AP)
= 100% - KR
= 100% - 3,54%
= 96,46%
m
|
v

v
|
=
s

= |0,271 0,008|

DK

x 100%

m
s

Orang Ketiga
t
=5s

r BC
r

r
= C B
^
^
= {(1,249 i + 1,475 j ) - (0 i + 1,475 j )}
^
= 1,249 i

r ABC

r AB +

= 1,475 + 1,249
= 2,722

r BC

r ABC|
|

v ABC

x ABC 2,722 m
=
t
5s

x ABC

= 2,722 m
m
s

= 0,5444

|xx|+| t t |v
0,05 m
|2,722m
|+|0,15 ss|

0,5444

m
s

= |0,0184| + |0,02| 0,5444


m
s

= 0,0209
KR

v
v

m
s

x 100%

m
s
m
0,5444
s
0,0209

x 100%

PF

= 3,84% (3 AP)
= 100% - KR
= 100% - 3,84%
= 96,16%
m
|
v

v
|
=
s

= |0,544 0,021|

DK

m
s

c. Lintasan A B C B
Orang Pertama
t
= 26 s
r CB

r +

r
= B C
^
^
= {(0 i + 1,470 j ) + (1,245 i + 1,470 j )}
^
= 1,245 i

r ABCB

r AB

r BC

= 1,470 + 1,245 + 1,245

r CB

= 3,960

r
x ABCB
= | ABCB| = 3,960 m
v ABCB
v

x ABCB 3,960 m
=
t
26 s

=
=
=

|xx|+| t t |v
0,05 m
|3,960
|m +|0,126 ss|

0,152

m
s

= |0,0126| + |0,0038| 0,152

KR

m
s

m
s

= 0,0024
v
v

m
s

= 0,152

x 100%

m
s
m
0,152
s

0,0024
=

PF

= 1,64%
(3 AP)
= 100% - KR
= 100% - 1,64%
= 98,36%
m
= |v v|
s

= |0,152 0,002|

DK

x 100%

m
s

Orang Kedua
t
= 13 s
r CB

r +

r
= B C
^
^
= {(0 i + 1,469 j ) + (1,244 i + 1,469 j )}
^
= 1,244 i

r ABCB

r AB

r BC

= 1,469 + 1,244 + 1,244

r CB

= 3,957

r
x ABCB
= | ABCB| = 3,957 m
v ABCB
v

x ABCB 3,957 m
=
t
13 s

=
=
=

|xx|+| t t |v
0,05 m
|3,957
|m +|0,113 ss|

0,276

= 0,276

m
s

= |0,0126| + |0,007| 0,276

KR

m
s

m
s

= 0,0056
v
v

m
s

x 100%

m
s
m
0,276
s

0,0056
=

PF

= 2,03%
(3 AP)
= 100% - KR
= 100% - 2,03%
= 97,97%
m
= |v v|
s

= |0,276 0,006|

DK

x 100%

m
s

Orang Ketiga
t
=7s
r CB

r +

r
= B C
^
^
= {(0 i + 1,475 j ) + (1,249 i + 1,475 j )}
^
= 1,249 i

r ABCB

r AB

r BC

= 1,475 + 1,249 + 1,249

r CB

= 3,969

r
x ABCB
= | ABCB| = 3,969 m
v ABCB
v

x ABCB 3,969 m
=
t
7s

=
=
=

|xx|+| t t |v
0,05 m
|3,969m
|+|0,17 ss|

0,567

m
s

= |0,0126| + |0,0143| 0,567

KR

m
s

m
s

= 0,0152
v
v

m
s

= 0,567

x 100%

m
s
m
0,567
s

0,0152
=

x 100%

PF

= 2,69%
(3 AP)
= 100% - KR
= 100% - 2,69%
= 97,31%
m
= |v v|
s

= |0,567 0,0152|

DK

m
s

d. Lintasan A B C B A
Orang Pertama
t
= 33 s
r BA

r + r

= A B
^
^
= {(0 i + 0 j ) + (0 i + 1,470 j )}
= 1,470 j

r ABCB

r AB

r BC

r CB

r BA

= 1,470 + 1,245 + 1,249 +

1,470

= 5,430
x ABCBA
v ABCBA
v

=
=

r ABCBA|
|

x ABCBA 5,430 m
=
t
33 s

= 5,430 m

|xx|+| t t |v
0,05 m
|5,430m
|+|0,133 ss|

0,165

= 0,165

m
s

= |0,0092| + |0,003| 0,165


m
s

= 0,002
KR

m
s

v
v

x 100%

m
s
m
0,165
s
0,002

PF

= 1,22%
(3 AP)
= 100% - KR
= 100% -1,22%
= 98,78%
m
= |v v|
s

= |0,165 0,002|

DK

x 100%

m
s

Orang Kedua
t
= 18 s
r BA

r + r

= A B
^
^
= {(0 i + 0 j ) + (0 i + 1,469 j )}
= 1,469 j

r ABCB

r AB

r BC

r CB

r BA

m
s

= 1,469 + 1,244 + 1,244 + 1,469


= 5,426

r
x ABCBA
= | ABCBA| = 5,426 m
v ABCBA
v

x ABCBA 5,426 m
=
t
18 s

=
=
=

|xx|+| t t |v
0,05 m
0,1 s
+
|5,426
m| | 18 s |

0,301

= 0,301

m
s

= |0,0092| + |0,0055| 0,301


m
s

= 0,0044
KR

v
v

m
s

x 100%

m
s
m
0,301
s

0,0044
=

PF

= 1,47%
(3 AP)
= 100% - KR
= 100% -1,47%
= 98,53%
m
= |v v|
s

= |0,301 0,004|

DK

x 100%

m
s

Orang Ketiga
t
= 10 s
r BA

r + r

= A B
^
^
= {(0 i + 0 j ) + (0 i + 1,475 j )}
= -1,475 j

r ABCB

r AB

r BC

r CB

r BA

m
s

= 1,475 + 1,249 + 1,249 + 1,475


= 5,444

r
x ABCBA
= | ABCBA| = 5,444 m
v ABCBA
v

x ABCBA 5,444 m
=
t
10 s

=
=
=

|xx|+| t t |v
0,05 m
|5,444
|m +|0,110 ss|

0,5444

= 0,5444

m
s

= |0,0092| + |0,01| 0,5444


m
s

= 0,0104
KR

v
v

x 100%

m
s
m
0,5444
s
0,0104

x 100%

PF

= 1,92%
(3 AP)
= 100% - KR
= 100% -1,92%
= 98,02%
m
= |v v|
s

= |0,544 0,010|

DK

Kegiatan 2
1. Analisis Perhitungan
a. Ketinggian 10 cm
1) Jarak tempuh 0-A = 11 cm

m
s

m
s

m
s

0-A

= 1,5 + 1,5 + 1,5 = 1,5 sekon

3
1 = |1,51,5|

= 0,0 s

2 = |1,51,5|

= 0,0 s

= |1,51,5|

= 0,0 s

= max

V=

x
t

11
1,5

V =
=

= 0,0 s

= 7,33 cm/s

| xx + tt | V
0,05 0,1
+ |
|11,00
1,5 7,33 cm/s

= |0,004+ 0,066| 7,33 cm/s


= |0,07| 7,33 cm/s
= 0,5131 cm/s
V
KR = V
x 100%

= 0,5131 x 100 % = 7,0 % 2 AB


7,33
PF = | V V | = | 7,3

0,51 | mm3

2) Jarak tempuh 0-B = 22 cm


t

0-A

= 3,0 + 3,0 + 2,7 = 2,9 sekon

3
1 = |2,93,0|

= 0,1 s

2 = |2,93,0|

= 0,1 s

3 = |2,92,7|

= 0,2 s

= max

= 0,2 s

x
t

v=

22
2,9

= 7,58 cm/s

| xx + tt | v
0,05 0,1
+ |
|22,00
2,9 7,58 cm/s

v =
=

= |0,004+ 0,066| 7,58 cm/s


= |0,038| 7,58 cm/s
= 0,272 cm/s
v
KR = v
x 100%

= 0,272 x 100 % = 3,58 % 3 AB


7,58
PF = | v v | = |7,58 0,272 | cm/s
3) Jarak tempuh 0-C = 33 cm
t

= 4,4 + 4,5 + 4,4 = 4,43 sekon

0-A

3
1 = |4,434,4|

= 0,03 s

2 = |4,434,5|

= 0,07 s

3 = |4,434,4|

= 0,03 s

t
v=
=
v =

= max

= 0,07 s

x
t
33
4,43

= 0,74 cm/s

| xx + tt |

0,05 0,1
+
|33,00
4,43 |

0,74 cm/s

= |0,004+ 0,066| 0,74 cm/s


= |0,023| 0,74 cm/s
= 0,017 cm/s
v
KR = v
x 100%

= 0,017 x 100 % = 2,29 % 3 AB


0,74
PF = | v v | = |0,74 0,010 | cm/s
4) Jarak tempuh 0-D = 44 cm
t

0-A

= 5,5 + 5,6 + 5,8 = 5,63 sekon

3
1 = |5,635,5|

= 0,13 s

2 = |5,635,6|

= 0,03 s

3 = |5,635,8|

= 0,17 s

t
V=

= max
x
t
44
5,63

=
v =
=

= 0,017 s

= 7,81 cm/s

| xx + tt | v
0,1
|440,05, 00 + 5,63
|

7,81 cm/s

= |0,004+ 0,066| 7,81 cm/s


= |0,018| 7,81 cm/s
= 0,14 cm/s
v
KR = v
x 100%

= 0,14 x 100 % = 0,017 % 4 AB


7,81

PF = | v v | = |7,810 0,017 | cm/s


b. Ketinggian 20 cm
1) Jarak tempuh 0-A = 11 cm
t
0-A = 1,2 + 1,1 + 1,0 = 1,1 sekon
3
1 = |1,11,2|

= 0,1 s

2 = |1,11,1|

= 0,0 s

3 = |1,11,0|

= 0,1 s

= max

V=

x
t

11
1,1

v =
=

= 0,1 s

= 10 cm/s

| xx + tt | v
0,05 0,1
+ |
|11,00
1,1 10 cm/s

= |0,004+ 0,090| 10 cm/s


= |0,07| 10 cm/s
= 0,94 cm/s
v
KR = v
x 100%

= 0,94 x 100 % = 0,094 % 4 AB


10

PF = | v v | = |10,00 0,9400 | cm/s


2) Jarak tempuh 0-B = 22 cm
t

0-A

= 2,0 + 2,0 + 2,0 = 2,0 sekon

3
1 = |2,02,0|

= 0,0 s

2 = |2,02,0|

= 0,0 s

= |2,02,0|

= 0,0 s

= max

V=

x
t

22
2,0

= 0,0 s

= 11 cm/s

| xx + tt | v
0,05 0,1
+ | 11 cm/s
|22,00
2,0

v =
=

= |0,002+0,050| 11 cm/s
= 0,572 cm/s
v
KR = v
x 100%

= 0,572 x 100 % = 0,052 % 4 AB


11
PF = | v v | = |11,00 0,0572 | cm/s
3) Jarak tempuh 0-C = 33 cm
t

0-A

= 3,0 + 3,2 + 2,9 = 3,03 sekon

3
1 = |3,033,0|

= 0,03 s

2 = |3,033,2|

= 0,17 s

3 = |3,032,9|

= 0,13 s

t
V=
=

= max

= 0,17 s

x
t
33
3,03

= 10,89 cm/s

| xx + tt | v
0,05 0,1
+
|33,00
3,03|

v =
=

10,89 cm/s

= |0,001+0,033| 10,89 cm/s


= 0,370 cm/s
v
KR = v
x 100%

= 0,370 x 100 % = 0,033 % 4 AB


10,89
PF = | v v | = |10,89 0,3700 | cm/s
4) Jarak tempuh 0-D = 44 cm
t

0-A

= 4,0 + 4,0 + 4,0 = 4,0 sekon

3
1 = |4,04,0|

= 0,0 s

2 = |4,04,0|

= 0,0 s

= |4,04,0|

= 0,0 s

= max

V=

x
t

44
4,0

v =
=

= 0,0 s

= 11 cm/s

| xx + tt | v
0,05 0,1
+ |
|44,00
4,0 11 cm/s

= |0,001+0,025| 11 cm/s
= 0,286 cm/s
v
KR = v
x 100%

= 0,286 x 100 % = 0,026 % 4 AB


11

PF = | v v | = | 11,00 0,2860 | cm/s


2. Analisis Grafik
a. Ketinggian 10 cm
50
45
40
35
30
jarak Tempuh (cm)

f(x) = 7.89x - 1.01


R = 1

25
20
15
10
5
0
1 1.5 2 2.5 3 3.5 4 4.5 5 5.5 6
Waktu Tempuh (s)

Grafik 1.1 hubungan jarak tempuh dan waktu tempuh pada ketinggian 10 cm
dx
dt

=v=m

v = 7,885 cm/s
DK = R2 x 100%
= 0,9972 x 100%
= 99,40%
KR = 100% - DK
= 100% - 99,40%
= 0,6% 4 AB

v = KR.v
100%
= 0,6 x 7,885
100%
= 0,0473
V

= | v v |

= |7885 0,0473|

b. Ketinggian 20 cm
50
45
f(x) = 11.3x - 1.11
R = 1

40
35
30
Jarak Tempuh (cm)

25
20
15
10
5
0
0.5

1.5

2.5

3.5

4.5

Waktu Tempuh (s)

Grafik 1.2 hubungan jarak tempuh dan waktu tempuh pada ketinggian 20 cm
dx
dt

=v=m

v = 11,29 cm/s
DK = R2 x 100%
= 0,9992 x 100%
= 99,80%
KR = 100% - DK
= 100% - 99,80%
= 0,2% 4 AB

v = KR.v
100%
= 0,2 x 11,29
100%
= 0,0225
V

= | v v |

= |11,29 0,0225|
PEMBAHASAN
Pada percobaan ini di lakukan dua kegiatan. Pada kegiatan yang pertama
yaitu mengukur waktu tempuh, jarak dan perpindahan pada lintasan segitiga yang
di lakukan sebanyak 3 kali dengan kecepatan masing-masing orang berbeda. Dari
hasil percobaan pada kegiatan satu di peroleh bahwa semakin jauh lintasan yang
di tempuh oleh objek maka semakin lama waktu yang di butuhkan maka hal ini
sesuai dengan prinsip percobaan yaitu kecepatan berbanding terbalik dengan
waktu tempuh, dan pada percobaan pertama ini dapat diketahui perbedaan jarak,
perpindahan, kecepatan dan kelajuan. Sedangkan untuk kegiatan dua, kegiatan
yang dilakukan yaitu tentang gerak lurus beraturan. Pada kegiatan tentang GLB
ini dilakukan percobaan dengan ketinggian tabung GLB yang berbeda yaitu 10
cm, dan 20 cm untuk mengetahui berapa kecepatan gelembung pada ketinggian
yang berbeda. Pada kegiatan 2 ini dilakukan dua analisis yaitu analisis grafik dan
analisis perhitungan. ketinggian 10 cm dan 20 cm, nilai kecepatan yang diperoleh
pada setiap titik melalui analisis perhitungan terdapat

pada rentang yang

diperoleh pada grafik.


SIMPULAN DAN DISKUSI
Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan sesuai dengan tujuan, maka
dapat disimpulkan bahwa :
1. Panjang lintasan yang ditempuh disebut jarak, sedangkan perpindahan
diartikan sebagai perubahan posisi benda dari keadaan awal ke keadaan
akhirnya. Jarak merupakan besaran skalar (tidak mempunyai arah) sedangkan
perpindahan merupakan vektor (mempunyai nilai dan arah).
2. Gerak lurus beraturan (GLB) adalah gerak dengan lintasan lurus dan
kecepatannya tetap, dimana benda dikatakan bergerak jika benda tersebut
berubah kedudukan terhadap suatu titik acuan.
x
v=
3. Besar kecepatan ditentukan dengan rumus,
t

Sedangkan besar kelajuan dapat ditentukan dengan rumus,

v=

x
t

Dimana, v : kecepatan (m/s)


x : perubahan posisi atau perpindahan (m)

t : selang waktu (s)


v: kelajuan (m/s)
4. Semakin besar perpindahannya maka semakin besar pula waktu tempuh yang
dibutuhkan (berbanding lurus)

DAFTAR RUJUKAN
Herman. 2014. Penuntun Praktikum Fisika Dasar, Makassar: Unit Laboratorium
Fisika Dasar FMIPA UNM.

Tipler, Paul A. 2001. Fisika untuk Sains dan Teknik Edisi Ketiga Jilid
1(Terjemahan). Jakarta: Erlangga.

TUGAS TAMBAHAN
Mengapa semakintinggi tabung GLB diangkat, maka gelembung bergerak semkin
cepat?

Jawaban: