Anda di halaman 1dari 16

PERENCANAAN MESIN GERINDA UNTUK

MEMPERHALUS SPESIMEN UJI TEKUK

Disusun Oleh :
Andhika Runaditya

6607040001

TEKNIK DESAIN DAN MANUFAKTUR


POLITEKNIK PERKAPALAN NEGERI SURABAYA
INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER
SURABAYA
2009

BAB I
PENDAHULUAN
I.

LATAR BELAKANG
Uji bahan merupakan salah satu mata kuliah yang penting di Politeknik
Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS) Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
Karena itu,sudah selayaknya sarana dan prasarana praktek yang ada
haruslah lengkap dan representatif.
Namun sangat disayangkan untuk saat ini peralatan yang digunakan
dalam mengerjakan beberapa hal yang ada dibengkel belum sesuai dengan
apa yang diharapkan. Salah satu contoh alat yang belum sesuai yaitu mesin
gerinda untuk memperhalus spesimen bending.
Mesin gerinda yang ada sekarang yaitu mesin gerinda tangan sangat
tidak praktis dan hasil penggerindaannya juga kurang sempurna. Bila alat ini
digunakan

untuk

melakukan

proses

penggerindaan,

maka

untuk

mengoperasikannya memerlukan banyak tenaga dan faktor keselamatanya


(safety factor) masih kurang.
Karena kondisi diatas maka dirancanglah suatu mesin gerinda dengan
sistem semi otomatis. Diharapkan alat ini jauh lebih praktis dan lebih
menghemat tenaga, waktu, seta produk yang dihasilkan juga jauh lebih baik
dan lebih halus. Selain itu, diharapkan alat juga lebih aman bila dibanding
dengan gerinda tangan manual.
II.

TUJUAN
Tujuan yang ingin dicapai dari adalah :
1.
2.
3.
4.

Merancang dan membuat alat yang praktis


Bisa menghemat tenaga dan biaya
Mempunyai factor keselamatan kerja yang jauh lebih baik
Mempermudah proses penggerindaan dan penghalusan material sebelum
melakukan tes bending

III.

RUMUSAN MASALAH
Bagaimana cara agar kelemahan-kelemahan gerinda tangan untuk
memperhalus spesimen bending yang ada saat ini dapat teratasi.

IV.

METODOLOGI PENELITIAN
Metode yang digunakan dalam penyusunan makalah ini meliputi
beberapa tahapan yang terdiri dari :
1. Studi Literatur
Pembuatan dan penulisan berdasarkan literatur-literatur antara lain
text book, jurnal, internet, dan lainnya yang mempunyai hubungan
dengan permasalahan pada proses pembuatan prototype.
2. Survey Lapangan
Survey lapangan dilakukan agar alat dan bahan yang diperlukan
dapat diperoleh dengan mudah dan sesuai dengan yang
direncanakan.
3. Perancangan alat

BAB II

PEMBAHASAN

I.

DASAR TEORI
1. Proses gerinda
Proses gerinda merupakan proses permesinan yang khusus dengan
ciri tertentu antara lain:
1. Kehalusan permukaan produk yang tinggi dapat dicapai dengan cara yang
relatif mudah.
2. Toleransi geometrik yang sempit dapat dicapai dengan mudah.
3. Kecepatan penghasilan geram yang rendah, karena hanya mungkin
dilakukan penggerindaan untuk lapisan yang tipis permukaan benda kerja.
4. Dapat digunakan untuk menghaluskan dan meratakan benda kerja yang
telah dikeraskan (heat-treated)
Kondisi penggerindaan yang baik biasanya ditunjukkan oleh faktorfaktor sebagai berikut:
1. Kehalusan tinggi
2. Tegangan sisa terendah attau berupa tegangan sisa tekan (compresi
residual stress)
3. Kecepatan penghasilan geram atau produktifitas tinggi
4. Ongkos penggerindaan termurah.
2. Poros
Poros merupakan bagian terpenting dari elemen mesin. Hampir semua
tenaga meneruskan tenaga bersama-sama dengan putaran.
Adapun macam-macam poros adalah sebagai berikut :

a. Poros Transmisi
Poros ini mendapat beban puntir murni atau puntir dan lentur. Daya
ditransmisikan kepada poros melalui kopling, roda gigi, puli sabuk
atau sproket rantai, dll.

b. Spindel
Poros transmisi ini relatif pendek, dimana beban utamanya berupa
puntiran yang disebut spindel. Deformasi poros ini harus kecil dan
bentuk serta ukurannya harus teliti.
c. Gandar
Poros ini tidak mendapat beban puntir, tidak boleh berputar dan
hanya mendapat beban lentur. Menurut bentuknya poros terdiri dari
poros lurus umum, poros engkol dll.
II.

PERHITUNGAN
Berdasarkan pengamatan, disimpulkan untuk menghasilkan putaran pada
gerinda bisa menggunakan motor listrik sebagai motor penggeraknya. Motor
listrik yang bisa di pakai memiliki putaran antara 1500-3000 rpm.
Perancangan dimulai dengan mendesain alat, kemudian diteruskan
dengan bagaimana cara kerja alat tersebut. Langkah selanjutnya melakukan
perhitungan Dan dari batasan tersebut digunakan motor listrik dengan
putaran 2770 rpm.
1. Perhitungan poros motor
Poros ini berfungsi sebagai penghubung poros motor dan batu gerinda.
Mesin ini menggunakan motor induksi 3 phase untuk memutar batu
gerinda dengan kecepatan 2770 rpm
Perhitungan diameter poros
Diketahui :
P

= 1.5

kW

= 2770

rpm

Material S45C

58 kg/mm2

1) Diameter poros akibat torsi


T

= 9.74 x 105 x P/n


= 527.44

kg.mm

Tegangan ijin = Tegangan putus/(sf1*sf2)

Sf 1

=6

Sf1 = 5.6 untuk SF dan 6.0 untuk SC

Sf2

=2

sf2 = 1.3 s/d 3.0

Tegangan ijin = 4.83 kg/mm2


d = [5,1.T.Kt.Cb/ a]^1/3
kt

= 1.5

ASME:
Kt = 1,0 untuk beban halus
Kt = 1,0 s/d 1,5 jika terjadi sedikit kejutan
Kt = 1,5 s/d 3,0 jika beban dikenakan dengan kejutan atau
tumbukan besar
cb

=2

Cb = 1,2 s/d 2,3 dan


Cb = 1,0 bila tidak ada beban lentur
d = 11.86 mm
2) Berat poros
W

= V x massa jenis

Volume

= luas penampang x panjang poros

massa jenis

= 7850 kg/mm2

panjang poros

= 150 mm

luas penampang

= 0.25 x 3.14 x d2

= 110 mm2
Volume

= 16.572 mm3

= 0.130 kg

3) Bending moment
M

= WxL/8

= 2.44 kg.mm

4) Diameter poros dengan beban torsi dan bending moment


d = [(5.1/a) x (Km.M2 + Kt. T2)1/2]1/3
Km

=2

Km = 1,5 untuk momen lentur yang tetap


Km = 1,5 s/d 2,0 jika terjadi tumbukan ringan
Km = 2,0 s/d 3,0 jika terjadi tumbukan besar
Kt

= 1.5

Kt = 1,0 untuk beban halus


Kt = 1,0 s/d 1,5 jika terjadi sedikit kejutan
Kt = 1,5 s/d 3,0 jika beban dikenakan dengan kejutan atau
tumbukan besar
d

= 9 mm (berdasarkan tegangan)

d=4.1(T)1/4
d

= 20 mm (berdasarkan sudut puntir)

Jadi diameter poros minimal adalah 20 mm

2. Perhitungan Tegangan lentur pada plat penyangga motor


Perhitungan pada plat penyangga motor ini bertujuan agar dapat
mengetahui besarnya tegangan lentur yang terjadi pada plat sehingga
bisa dibandingkan dengan tegangan lentur yang diizinkan pada plat
tersebut, diharapkan nilainya dapat memenuhi persyaratan tersebut .

Diketahui :
Plat ST 42
Panjang

= 150 mm

Lebar

= 150 mm

Tebal

= 10 mm

Faktor keamanan (sf)

=2

Modulus penampang (Sx-x)

= 22.5 x 104 mm3

Jarak titik beban dari pusat momen (l) = 100 mm


Massa motor (dengan poros dan gerinda) = 16 kg
Maka gaya yang bekerja pada plat :
F

=mxg
=16 x 9.81
=156.96 N

Untuk menghitung momen lentur pada plat dapat digunakan persamaan


sbb :
M

=Fxl
= 156.96 x 100
= 15696 Nmm

Untuk menghitung tegangan lentur yang terjadi pada plat, dapat


digunakan persamaan sbb :
L

= M x sf / Sx-x
= 15696 x 2 / (22.5 x 104)
= 0.3488N/mm2

Untuk menghitung tegangan lentur yang diizinkan pada plat, dapat


digunakan persamaan sbb :
i

= 0.66 x i

Berdasarkan tabel Grade Classification and Guaranteed Values for


Mechanical Properties pada lampiran, didapatkan nilai yield untuk plat ST
42 adalah 26 kg/mm2. Maka tegangan lentur maksimal yang diizinkan
pada plat ST 42 yaitu :
i

= 0.66 x i
= 17.16 kg/mm2
= 171.6 N/mm2

Berdasarkan hasil perhitungan, maka dapat dibandingkan antara


tegangan lentur yang dialami plat dan tegangan lentur yang diizinkan
untuk plat ST 42. Dari hasil perbandingan dapat dketahui bahwa L < i,
maka dapat disimpulkan bahwa plat ST 42 dengan ukuran tersebut
mampu untuk menahan beban motor, poros, dan gerinda .
III.

HASIL PERENCANAAN

Motor
Mesin ini menggunakan motor induksi 3 phase untuk memutar batu gerinda dengan
kecepatan 2770 rpm

Batu Gerinda
Menggunakan batu gerinda khusus. Batu gerinda ini tersusun dari kumpulan kertas
gosok yang dikeraskan dalam bentuk batu atau disebut dengan nama flap wheel
yang mempunyai bobot lebih ringan dibandingkan dengan batu gerinda pada
umumnya.
Meja

Meja berfungsi sebagai dasar dari mesin gerinda dan landasan dari semua
komponen yang ada.
ukuran :
1 buah plat dengan ukuran:
Panjang

: 600 mm

Lebar

: 450 mm

Tebal

: 10 mm

2 buah plat dengan ukuran:


Panjang

: 600 mm

Lebar

: 50 mm

Tebal

: 10 mm

2 buah plat dengan ukuran:


Panjang

: 470 mm

Lebar

: 50 mm

Tebal

: 10 mm

Support Motor
Support motor berfungsi sebagai tempat untuk mengunci dudukan motor. Kegunaan
lain adalah sebagai jalur untuk mengatur naik turunnya motor dan gerinda dengan ulir
yang ditempatkan pada dudukan motor

Dudukan Motor
Dudukan motor berfungsi sebagai tempat untuk mengunci motor dan untuk
menggerakkan naik turunnya motor.
ukuran :
1 buah plat dengan ukuran:
Panjang

: 150 mm

Lebar

: 150 mm

Tebal

: 10 mm

1 buah besi silinder dengan ukuran:


Panjang

: 60 mm

luar

: 25 mm

dalam

: 15 mm

Poros Ulir Pengatur Posisi Motor


Poros ulir ini berfungsi untuk mengatur naik turunnya motor dan diputar dengan tangan.
ukuran :
1 buah besi silinder dengan ukuran:
Panjang

: 335 mm

: 15 mm

1 buah besi silinder dengan ukuran:


Panjang

: 60 mm

: 10 mm

1 buah plat dengan ukuran:

: 75 mm

Tebal

: 5 mm

Ragum
Ragum berfungsi untuk menjepit meterial, agar tidak lepas saat terjadi proses
penggerindaan.
ukuran :
2 buah plat dengan ukuran:
Panjang

: 200 mm

Lebar

: 45 mm

Tebal

: 10 mm

2 buah plat dengan ukuran:


Panjang

: 200 mm

Lebar

: 20 mm

Tebal

: 10 mm

1 buah plat dengan ukuran:


Panjang

: 200 mm

Lebar

: 100 mm

Tebal

: 10 mm

1 buah plat dengan ukuran:


Panjang

: 90 mm

Lebar

: 30 mm

Tebal

: 10 mm

4 buah baut dengan ukuran:


Panjang

: 50 mm

: 5 mm

1 buah besi silinder dengan ukuran:


Panjang

: 60 mm

luar

: 25 mm

dalam

: 15 mm

Landasan Ragum
Dudukan motor berfungsi sebagai tempat untuk mengunci ragum pada meja.
ukuran :
1 buah plat dengan ukuran:
Panjang

: 300 mm

Lebar

: 200 mm

Tebal

: 10 mm

Poros Ulir Pengatur Posisi Ragum


Poros ulir ini berfungsi untuk mengatur gerakan ke kanan dan ke kiri ragum diputar
dengan tangan.
ukuran :
1 buah besi silinder dengan ukuran:
Panjang

: 335 mm

: 15 mm

1 buah besi silinder dengan ukuran:


Panjang

: 60 mm

: 10 mm

1 buah plat dengan ukuran:

: 45 mm

Tebal

: 5 mm

Poros Motor
Poros ini berfungsi sebagai penghubung poros motor dan batu gerinda. Bagian ini
dibuat menyesuaikan dengan posisi ragum.
ukuran :
1 buah besi silinder dengan ukuran:
Panjang

: 325 mm

: 20 mm

Gambar perencanaan mesin gerinda

BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
I.

KESIMPULAN
Berdasarkan hasil analisa pada sistem mesin gerinda ini, maka dapat ditarik
beberapa kesimpulan antara lain :

1. Dibandingkan dengan

gerinda tangan, alat ini lebih efektif karena

menggunakan sistem semi otomatis


2. Hasil yang diperoleh dari alat ini akan jauh lebih rata dan lebih halus

dibandingkan dengan gerinda tangan


3. Kontruksi dari mesin gerinda sangat sederhana dan dapat dengan mudah
dibongkar pasang sehingga dapat memudahkan dalam perawatan dan
perbaikan.
II.

SARAN
Agar kerja dari mesin gerinda ini lebih optimal,dapat disempurnakan dengan
menambahkan sistem pneumatik supaya gerakan pada ragum lebih halus
dan akurat.

Anda mungkin juga menyukai