Anda di halaman 1dari 4

RANGKAIAN LISTRIK

JOB 3
Penggunaan Alat Ukur dan Bahan Praktek
Dosen Pembimbing : Djoko Santoso, M.Pd

Disusun oleh :
Nama

: Dewi Wulandari

NIM

: 12502244004

Kelompok
1. Aditya Sunu Widyanto 12502244009
2. Havi Cahyanto

12502244012

3. M. Habiburrahman

12502244014

4. Eko Bayu Saputra

12502244008

5. Dewi Wulandari

12502244004

Jurusan Pendidikan Teknik Elektronika


Fakultas Teknik
Universitas Negeri Yogyakarta
2012

F.

Analisa Data
Jawaban tugas
1. Pada saat melakukan pengukuran menggunakan alat ukur harus memperhatikan
batas ukur dan skala. Dimana batas ukur merupakan nilai maksimal yang dapat
diukur oleh suatu alat ukur. Misalkan jika diketahui berapa perkiraan nilai suatu
tegangan yang akan diukur maka batas ukur yang harus dipilih harus berada di
atas nilai perkiraan tersebut. Sebagai contoh, jika kita akan mengukur tegangan
pada suatu rangkain yang memiliki nilai perkiraan 9 Volt DC, maka dapat
menggunakan batas ukur 10 Volt DC. Dalam menggunakan amperemeter, jika
jarum menyimpang melewati batas ukur maksimal berarti kuat arus yang diukur
lebih besar dari batas ukur alat, sehingga harus memperbesar batas ukur dengan
menggeser batas ukur jika memungkinkan. Jika tidak, maka dapat memasang
hambatan shunt secara pararel pa amperemeter tersebut.
Dalam membaca skala harus memperhatikan batas ukur yang digunakan pada
suatu alat ukur. Misalnya pada pengukuran menggunakan amperemeter dengan
menggunakan batas ukur 1 A, pada skala tertulis angka 0 10 yang artinya saat
jarum amperemeter menunjuk angka 10, kuat arus yang mengalir hanya 1 A, dan
jika menunjukkan angka 5 berarti kuat arus yang mengalir sebesar 0,5 A

2. Pada penggunaan CRO, sebelum digunakan harus dikalibrasi terlebih dahulu.


Dimana kalibrasi adalah mengatur atau mengeset suatu alat ukur sehingga alat
ukur tersebut berada pada posisi standar atau mengukur sesuai masukan yang
sebenarnya. Pada kalibrasi osiloskop, diatur supaya tegangan yang diukur sebesar

1 Vp-p mewakili 1 kotak. Pada CRO terdapat kalibrasi voltan yaitu jika CRO akan
digunakan untuk mengukur voltan signal dari bentuk gelombang tertentu.
Terdapat juga kalibrasi waktu yang digunakan untuk pengukuran frekuensi dan
periode.
G.

Kesimpulan
1. Dalam menggunakan suatu alat ukur perlu memperhatikan karakteristik alat ukur
tersebut seperti accuracy, skala, dan batas ukurnya.
2. Dalam menggunakan alat-alat ukur dan bahan praktek di laboratorium, harus
memilih alat ukur yang sesuai.
3. Pada penggunaan alat ukur, pembacaan jarum meter harus benar dan tepat sesuai
dengan skala dan batas ukur yang dipakai.
4. Pada penggunaan alat ukur harus mengetahui fungsi dari masing-masing alat-alat
ukur.
a. Amperemeter DC dan AC untuk mengukur arus listrik, baik DC maupun AC,
dimana pemasangannya secara seri.
b. Voltmeter DC dan AC untuk mengukur tegangan listrik, baik DC maupun AC,
dimana pemasangannya secara pararel.
c. Wattmeter dan Cos o meter merupakan penggabungan dari dua alat ukur yaitu
Amperemeter dan Voltmeter, pemasangannya yaitu kumparan arus dipasang
seri dengan beban dan kumparan tegangan dipasang paralel dengan sumber
tegangan.
d. Cathoda Ray Oscilooscope (CRO) merupakan alat ukur yang dapat digunakan
untuk memperlihatkan bentuk gelomban listrik, mengukur tegangan listrik dc
maupun ac, mengukur frekuensi gelombang listrik, dan mengukur beda fase
gelombang listrik.

H.

Saran
1. Pada penggunaan suatu alat ukur sebaiknya dilakukan kalibrasi terlebih dahulu.
2. Ketika rangkaian sudah selesai dibuat, lapor terlebih dahulu pada pembimbing
sebelum rangkaian tersebut dihubungkan dengan sumber tegangan.
3. Dalam melakukan praktikum harus selalu memperhatikan keselamatan kerja.