Anda di halaman 1dari 8

RANGKAIAN LISTRIK

Penggunaan Rangkaian Seri Paralel Resistor


pada Sumber Daya Tegangan Searah
No. LST/EKA/EKA 407/05

Disusun oleh :
Nama : Dewi Wulandari
NIM

: 12502244004

Kelompok
1. Aditya Sunu Widyanto

12502244009

2. Havi Cahyanto

12502244012

3. M. Habiburrahman

12502244014

4. Eko Bayu Saputra

12502244008

5. Dewi Wulandari

12502244004

6. Leonardus BJ

12502244006

Jurusan Pendidikan Teknik Elektronika


Fakultas Teknik
Universitas Negeri Yogyakarta
2012

I.

Kompetensi
Menggunakan rangkaian seri-parallel resistor pada sumber daya tegangan
searah.

II.

Sub Kompetensi
1. Menyebutkan penggunaan rangkaian seri dalam praktek
2. Menghitung besarnya resistansi dan watt rating yang diperlukan dari
resistor yang akan digunakan untuk membagi tegangan.
3. Menyebutkan penggunaan rangkaian parallel dalam praktek.
4. Menghitung besarnya resistansi dan watt rating yang diperlukan dari
resistor yang akan digunakan untuk membagi arus.
5. Membuktikan Hukum Kirchoff I dan Hukum Kirchoff II

III.

Alat dan Bahan


1. Power supply DC

( 1 buah )

2. Voltmeter DC

( 3 buah )

3. Multimeter

( 1 buah )

4. Amperemeter DC

( 3 buah )

5. Resistor : 220W, 330W, 470 W, 560W, 1 kW / 5 W ( @ 1 buah )


6. Kabel dan bok penghubung secukupnya
IV.

Teori Singkat
Terdapat dua macam cara untuk menghubungkan komponenkomponen satu sama lain dalam rangkaian listrik, yaitu secara seri dan
paralel. Gambar di bawah menunjukkan rangkaian yang dihubungkan
secara seri.

Ujung-ujung titik A dan titik D disambungkan pada sumber tegangan Us.


Jika arus listrik yang mengalir dalam rangkaian sebesar I ampere, maka besarnya
arus yang mengalir pada semua tahanan (R1, R2, dan R3) adalah sama.
Sedangkan besarnya tahanan total adalah merupakan jumlah tahanan-tahanan R1,
R2, dan R3.
Rt = R1 + R2 + R3
Besarnya tegangan pada masing-masing tahanan bergantung pada harga
tahanan tersebut. Jumlah tegangan total dari ketiga tahanan tersebut sama dengan
tegangan sumber (Us), sehingga dapat dituliskan :
Us = U1 + U2 + U3
Gambar di bawah menunjukkan rangkaian yang dihubungkan paralel. Tiga
buah tahanan R1, R2, dan R3 dihubungkan paralel dan ujung-ujungnya
disambungkan pada tegangan sumber Us. Pada rangkaian paralel tegangan pada
tiap komponen adalah sama dengan tegangan sumber Us = U1 = U2 = U3

Besarnya arus yang mengalir melalui tiaptiap tahanan bergantung pada besar nilai
tahanan tersebut. Jumlah total arus yang
mengalir melalui tahanan-tahanan sama
dengan arus total (It) .
It = I1 + I2 + I3
Sedangkan besarnya tahanan pengganti (ekivalen) dari gambar di atas adalah :

V.

Data
Data hasil praktikum terlampir.

VI.

Analisis Data
Pada tabel 1 rangkaian seri, perhitungan V1 dan V2 perlu dicari arusnya
terlebih dahulu.

Perhitungan V1 dan V2
Hitungan V1

Hitungan V2

Pada tabel 2 rangkaian pararel dicari dulu Atotalnya, setelah itu dapat
dicari A1 dan A2.

Perhitungan

A1

dan

Hitungan A1

A2

Hitungan A2

Pada tabel ketiga, rangkaian campuran, untuk mencari V1 dan V2, pertamatama dicari Rtotalnya.

Setelah itu dicari A.

Hitungan A1

Hitungan A2

Setelah diketahui A1 dan A2, maka V1 dan V2 dapat dihitung.

Hitungan V1

Hitungan V2

VII.

Kesimpulan dan Saran


1. Pada rangkaian seri, jumlah arus pada semua bagian rangkaian sama
dan jumlah tegangan yang melalui sebuah hambatan sama dengan
tegangan total pada rangkaian. Hal tersebut dikenal sebagai hukum
Kirchoff 2 yang berbunyi bahwa jumlah aljabar dari tegangan pada
suatu lintasan tertutup sama dengan nol.
2. Pada rangkaian paralel, semua cabang mempunyai tegangan yang sama
dan jumlah arus pada setiap cabang sama dengan arus total pada rangkaian.

Hal tersebut dikenal sebagai hukum Kirchoff 1 yang berbunyi bahwa


jumlah aljabar dari arus yang masuk dan keluar pada suatu node sama
dengan nol.
3. Untuk watt rating resistor yaitu kemampuan dilalui arus pada susatu

hambatan dapat dicari dengan menggunakan rumus

Saran
1. Untuk kelancaran dalam melakukan praktikum, sebaiknya alat dan
bahan prakteknya lebih dilengkapi dan berada dalam kondisi baik.
2. Dalam melakukan praktikum sebaiknya diikuti dengan baik dan tidak
bersenda gurau.
3. Saat melakukan praktikum perhatikan selalu apa yang diintruksikan
oleh dosen pembimbing.
VIII.

Jawaban Tugas
1. Sebutkan penggunaan rangkaian seri, pararel dan campuran dalam
praktek.
Jawab :
a. Rangkaian seri berlaku sebagai pembagi tegangan, sehingga dapat
digunakan untuk mengontrol dan melindungi sistem kelistrikan,
seperti saklar, sikring, dan pemutus rangkaian dihubungkan dengan
rangkaian seri.

b. Rangkaian paralel berlaku sebagai pembagi arus, sehingga dapat


digunakan dalam sistem pengkabelan rumah seperti lampu dan
peralatan rumah tangga.
c. Rangkaian campuran berlaku sebagai pembagi arus dan tegangan,
hal tersebut dapat ditemukan pada radio dan televisi.
2. Hitung besarnya resistansi dan watt ratingnya dari resistor yang
dipergunakan untuk membagi tegangan suatu rangkaian bila tegangan
sumber sebesar 15 Volt dan beban 4 Volt dengan kuat arus sebesar
25mA.
Jawab :

3. Hitung besarnya resistansi dan watt ratingnya dari resistor yang


dipergunakan untuk membagi arus sumber 8 A dan arus beban 3 A
dengan tegangan 24 V.
Jawab :

maka