Anda di halaman 1dari 26

PROSES PENYEMBUHAN LUKA

POST OPERASI

INDAH TRIANA PUTRI


110.2009.140

LUKA
Kerusakan integumen / struktur dibawahnya yang
mengakibatkan / tidak mengakibatkan kerusakan
integritas kulit, serta Fungsi fisiologis jaringan menjadi
rusak.

Klasifikasi Luka
Berdasarkan Penampilan Klinis
a.

Hitam (Nekrotik)

b.

Kuning (Slough)

c.

Hijau (Terinfeksi)

d.

Merah (Granulasi)

e.

Pink (Epitelisasi)

Tahapan
Proses Penyembuhan
a.

Fase Koagulasi dan Inflamasi (0-5 hari)

b.

Fase Proliferasi atau Rekonstruksi (5-21 hari)

c.

Fase Remodelling atau Maturasi (21 hari-1tahun)

Inflamasi
a.

b.

Setelah luka terjadi, Pengeluaran platelet


vasokonstriksi. Proses ini bertujuan : homeostatis
sehingga mencegah perdarahan lebih lanjut ( 5
10 menit) kemudian trjd Vasodilatasi dan
pelepasan substansi vasodilatator
Fase inflamasi memungkinkan pergerakan
leukosit (utamanya neutrofil). Neutrofil
selanjutnya memfagosit & membunuh bakteri
dan masuk ke matriks fibrin dalam persiapan
pembentukan jaringan baru.

HEMOSTASIS

Platelet aggregation
Thrombin, fibrin
Vasoconstriction

Tujuan
2.

Menghentikan perdarahan
Membersihkan area luka dari benda asing, sel2
mati dan bakteri.

3.

Persiapan dimulainya proses penyembuhan luka

1.

Netrofil sangat aktif selama 3 hari, kemudian


digantikan oleh makrofag yg berperan lebh bnyk dlm
proses penyembuhan luka.
Bbrp fungsi Makrofag dlm penyembuhan luka :
1. Sintesa kolagen
2. Pembentukan jaringan granulasi bersama2 dgn
fibroblast
3. Memproduksi GF yg berperan pd reepitalisasi
4. Angiogenesis

Cells of Wound Healing.

Proliferasi
a.

Proses granulasi (untuk mengisi ruang kosong


pada luka).

b.

Angiogenesis (pertumbuhan kapiler baru)


tujuannya untuk suplai oksigen kedalam
jaringan

c.

Proses kontraksi (untuk menarik kedua tepi


luka agar saling berdekatan).

Maturasi
a.

Fase ini merupakan fase yang terakhir dan terpanjang


pada proses penyembuhan luka. Dimulai pd mgg ke 3 dan
berakhir 1 thn atau lebih.

b.

Akhir dari penyembuhan didapatkan parut luka yang


matang yang mempunyai kekuatan 80 % dibanding
kulit normal.
Tujuan : menyempurnakan terbentuknya jaringan baru
mjd jaringan penyembuhan yg baru yg kuat dan
bermutu

Mode
Type Penyembuhan
1.

Primary Intention : dimana terdapat sedikit


jaringan yg hilang

2.

Delayed Primary Intention : luka operasi yg


mengalami infeksi

3.

Secondary Intention : kehilangan jaringan yg


signifikan, sehingga membutuhkn banyak
granulasi, kontraksi, epitalisasi.

TIPE PENYEMBUHAN

Primary intention
healing

Secondary intention
healing

Tertiary intention
healing

LUKA OPERASI

Luka akut / luka operasi


akan sembuh secara
sempurna sesuai proses
penyembuhan

RE-EPITELISASI terjadi
dalam 24 48 jam pertama

Tidak melakukan
penggantian balutan

Faktor-faktor
Yang mempengaruhi penyembuhan

Faktor luka

Kontaminasi luka

Edema
Hemoragi

Faktor umum

Usia

Nutrisi

Obesitas

Medikasi

Faktor luka

Sifat injury
Infeksi
Kontaminasi luka

Faktor2 lain yg dpt menghambat


penyembuhan luka

1.

Hipoksia

2.

Dehidrasi

3.

Eksudat berlebihan

4.

Turunnya
temperatur

5.

Jaringan nekrotik, krusta


yg berlebihan serta benda
asing

6.

Hematoma

7.

Trauma berulang

8.

Penggantian balutan yg
trll sering

Komplikasi dari penyembuhan


luka
1.

Infeksi

2.

Perdarahan

3.

Dehiscence dan
Eviscerasi

MANAJEMEN PERWATAN LUKA

Perawatan pertama post operasi adalah pembalutan luka


(wound dressing). Tujuan :

Untuk mengasorbsi eksudat,

Untuk melindungi luka dari kontaminasi eksogen sampai garis insisi


dapat tertutup rapat,

Mengurangi pertumbuhan mikroorganisme pada luka/insisi dan

Membantu proses penyembuhan luka.

Pada luka insisis seksio sesaria : benang operasi jenis


monofilament yang diabsorbsi atau tidak diabsorbsi, dengan
teknik jahitan subcuticuler.

Balutan luka insisi : balutan tipis yang semipermeabel yang


disatukan dengan bantalan kassa steril atau bantalan
absorben.

Diperiksa secara berkala dan diperbaiki bila terlepas, dapat


diganti jika terlihat adanya rembesan cairan oleh eksudat
atau darah, dan lihat apakah ada alergi terhadap plester.

Balutan lazimnya dibuka setelah 48 jam,

PENGANGKATAN JAHITAN

Evaluasi keadaan luka

Dilakukan pada hari ke 3 7 post operasi

Untuk daerah wajah, leher : hari ke 3 5. Dada, lengan, perut


serta punggung setelah hari ke 7 10.

Untuk jahitan subkuticuler dengan benang yang terabsorbsi saat


dilakukan ganti balutan dilakukan pengkajian terhadap luka
dan tanda tanda infeksi.

Pada seksio sesaria, jahitan subkutikuler, benang yang tidak


diabsorbsi : dengan klem arteri kecil tarik salah satu ujung
benang ke arah ke atas, kemudian benang dipotong. Lalu klem
arteri dijepitkan ke ujung yang lain, lalu diputar sehingga
benang tergulung pada klem. Setelah ujung benang tergulung,
klem ditarik sampai benang tertarik seluruhnya. Luka harus
dilindungi dengan kassa.

TEKNIK PENJAHITAN LUKA

Simple Interupted Suture (Jahitan


Terputus/Satu- Satu)

1.

Dapat dilakukan untuk semua


luka, terutama kasus yang
sederhana dan mudah.

2.

Biasanya digunakan untuk


daerah yang banyak bergerak.

3.

Keuntungan : Bila benang putus,


hanya satu tempat yang
terbuka, bila terjadi infeksi luka,
cukup dibuka jahitan di tempat
yang terinfeksi.

4.

Kerugian : dibutuhkan waktu


lebih lama untuk
mengerjakannya.

Running Suture/Simple
Continous Suture (Jahitan
Jelujur)

1.

Bila salah satu simpul


terbuka, maka jahitan akan
terbuka seluruhnya.

2.

Tidak disarankan
penggunaannya pada
jaringan ikat yang longgar,
dan sebaiknya tidak
dipakai untuk menjahit kulit.

Running Locked
Suture(Jahitan Pengunci/
Jelujur Terkunci/ Feston)

1.

Untuk menutup peritoneum

2.

Teknik ini hampir sama


dengan teknik jahitan jelujur,
bedanya pada jahitan jelujur
terkunci dilakukan
dengan mengaitkan benang
pada jahitan sebelumnya,
sebelum beralih ke tusukan
berikutnya.

Subcuticuler continuous suture


(Subktis)

1.

Untuk luka pada daerah yang


memerlukan kosmetik.

2.

Untuk menyatukan jaringan


dermis/ kulit.

3.

Tidak dapat diterapkan untuk


jaringan luka dengan tegangan
besar.

4.

Pada teknik ini benang


ditempatkan di bawah jaringan
dermis sehingga yang terlihat
hanya kedua ujung benang di
dekat kedua ujung luka. Hasil
hanya berupa satu garis saja

Matress Suture (Vertikal dan


Horizontal)

1.

Keuntungan : untuk
memaksimalkan eversi luka,
mengurangi ruang mati, dan
mengurangi ketegangan luka.

2.

Kelemahan : penggarisan silang


sehingga meningkatkan
ketegangan di seluruh luka.

3.

Waktu yang dianjurkan untuk


menghilangkan benang ini
adalah 5-7 hari (sebelum
pembentukan epitel) untuk
mengurangi risiko jaringan parut.