Anda di halaman 1dari 4

BAB I

PENDAHULUAN
I.1

Latar belakang
Tubuh membutuhkan jumlah yang berbeda untuk setiap vitamin. Setiap
orang punya kebutuhan vitamin yang berbeda. Anak-anak, orang tua, orang
yang menderita penyakit atau wanita hamil membutuhkan jumlah yang lebih
tinggi akan beberapa vitamin dalam makanan mereka sehari-hari.
Vitamin merupakan nutrisi tanpa kalori yang penting dan dibutuhkan
untuk metabolisme tubuh manusia. Vitamin tidak dapat diproduksi oleh tubuh
manusia, tetapi diperoleh dari makanan sehari-hari. Fungsi khusus vitamin
adalah sebagai kofaktor (elemen pembantu) untuk reaksi enzimatik. Vitamin
juga berperan dalam berbagai macam fungsi tubuh lainnya, termasuk regenerasi
kulit, penglihatan, sistem susunan syaraf dan sistem kekebalan tubuh dan
pembekuan darah. ).Tanpa vitamin, manusia; hewan, dan makhluk hidup
lainnya tidak akan dapat melakukan aktivitas hidup.Selain itu, kekurangan
vitamin dapat menyebabkan bertambah besarnya peluang terkena penyakit pada
tubuh kita (Organisasi, 2006).
Salah satu vitamin yang penting bagi tubuh kita adalah vitamin C.
Vitamin C disebut juga dengan nama asam askorbat (Davies, M.B., 1991).
Secara garis besar, vitamin dapat dikelompokkan menjadi 2 kelompok besar,
yaitu vitamin yang larut dalam air dan vitamin yang larut dalam lemak. Dalam
hal ini, vitamin C merupakan vitamin yang larut dalam air. Jenis vitamin larut
dalam air hanya dapat disimpan dalam jumlah sedikit dan biasanya akan segera
hilang bersama aliran makanan. Saat suatu bahan pangan dicerna oleh tubuh,
vitamin yang terlepas akan masuk ke dalam aliran darah dan beredar ke seluruh
bagian tubuh. Apabila tidak dibutuhkan, vitamin ini akan segera dibuang tubuh
bersama urin (Higdon, J., 2002). Oleh karena hal inilah, tubuh membutuhkan
asupan vitamin larut air secara terus-menerus.

Penelitian tentang metode analisa pada suatu sampel penelitian banyak


mengalami perkembangan. Untuk itu, dibutuhkan metode yang tepat untuk
analisa suatu sampel sehingga diperoleh hasil yang seakurat mungkin. Salah
satu metode yang digunakan yaitu spektrofotometri visibel. Pada percobaan
penentuan kadar vitamin c kali ini digunakan metode spektrofotometri visibel.
Hal ini ditujukan agar pengukuran kadar vitamin c dalam sampel mendapatkan
hasil yang akurat.
I.2

Maksud dan Tujuan percobaan

I.2.1 Maksud percobaan


Maksud dari percobaan ini yaitu untuk mengukur kadar dari suatu sampel
dengan menggunakan metode analisis kuantitatif dengan menggunakan
spektrofotometri
I.2.2 Tujuan percobaan
Tujuan dari percobaan ini yaitu untuk menentukan kadar dari vitamin C
pada tablet hisap vitasimin menggunakan dapat menentukan kadar vitamin C
tablet hisap vitasimin menggunakan metode analisis kuantitatif dengan
menggunakan spektrofotometri visibel

BAB V
PENUTUP
V.1 Kesimpulan
Berdasarkan percobaan diatas dapat disimpulkan bahwa:
Kandungan vitamin C yang terdapat pada tablet vitasimin yaitu sebanyak 85,14
mg setiap 100 mg tablet vitamin C vitasimin.
V.1 Saran
Diharapkan pada praktikan agar lebih teliti dalam menghitung kadar dari
sampel yang digunakan

DAFTAR PUSTAKA

Davies MB, Austin J, Partridge DA, 1991, Vitamin C: Its Chemistry and
Biochemistry, Hal: 97-100, The Royal Society of Chemistry: Cambridge.

Higdon J, 2002, Vitamin, Linus Pauling Institute. Diakses pada 14 novmber 2014.

Organisasi.org. 2006. Pengertian dan Definisi Vitamin-Fungsi, Guna, Sumber,


Akibat, Macam, dan Jenis Vitamin. Komunitas dan Perpustakaan Online
Indonesia