Anda di halaman 1dari 12

BAHASA INDONESIA

LUNTURNYA PERMAINAN TRADISIONAL

Oleh:
1

Abednego Presbiantara

672014044

Alnoga Elzar N

672014079

Andreas Argo P

672014168

Brian El Khana

Chelsea Gracia Diandra Suoth

672014071

Henry Wijaya

672014016

Rony Dikasiwi

692014090

Sara Ratriansari

692014048

Fakultas Teknologi Informasi


Universitas Kristen Satya Wacana
2014

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat dan
rahmat-Nya kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul Lunturnya Permainan
Tradisional. Makalah ini di susun oleh penulis dengan berbagai rintangan. Baik itu yang
datang dari diri penyusun maupun yang datang dari luar. Namun dengan penuh kesabaran dan
terutama

pertolongan

dari

Tuhan,

makalah

ini

dapat

terselesaikan.

Tak lupa kami mengucapkan terimakasih teman-teman mahasiswa yang juga sudah memberi
kontribusi baik langsung maupun tidak langsung dalam pembuatan makalah ini.
Makalah ini kami susun dengan tujuan untuk memberikan informasi tentang
perbedaan antara permainan tradisional dan modern, dan juga kelebihan dan kekurangan dari
masing-masing permainan.
Semoga makalah ini dapat memberikan manfaat dan motivasi sekaligus menambah
wawasan untuk kami pada khususnya dan untuk para pembaca. Tidak lupa juga kami mohon
maaf apabila dalam penyusunan makalah ini terdapat kesalahan dalam hal penyusunan dan isi
makalah maupun kosa kata yang mungkin tidak memenuhi standar bahasa indonesia yang
baik dan benar. Kami sebagai penulis sadar bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna
dan untuk itu kritik dan saran sangat kami harapkan demi kebaikan kami untuk kedepannya.

Salatiga, Oktober 2014

Penulis

BAB I

PENDAHULUAN
1.1.

Latar Belakang
Bermain merupakan kegiatan yang telah membudaya, termasuk permainan

tradisional yang sangat beragam. Di era ini ada beberapa permainan yang masih
dimainkan dan membudaya, namun ada juga permainan yang mulai ditinggalkan oleh
anak-anak. Terdapat banyak faktor yang melatarbelakangi kelunturan permainan
tradisional, daintaranya adalah teknologi yang sudah semakin canggih yang membuat
gadget lebih diminati oleh anak-anak. Maka dari itu, penulis tertarik untuk membahas
topik mengenai lunturnya permainan tradisional Indonesia.
1.2.

Rumusan Masalah
1.
2.

Apa perbedaan antara permainan tradisional dan modern?


Apakah dampak positif dan negatif dari permainan tradisional dan

3.
4.

modern?
Apa saja faktor yang menyebabkan lunturnya permainan tradisional?
Apa yang harus dilakukan agar permainan tradisional tetap ada tanpa
meninggalkan permainan modern yang tengah berkembang saat ini?

1.3.

Tujuan
1.
2.

Memahami perbedaan antara permainan tradisional dan modern


Mengetahui dampak positif dan negatif dari permainan tradisional dan

3.
4.

modern.
Mengetahui faktor yang menyebabkan lunturnya permainan tradisional.
Menemukan solusi yang tepat agar permainan tradisional tetap ada
tanpa meninggalkan permainan modern yang tengah berkembang saat
ini.

BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA
Pergertian permainan atau game adalah aktivitas yang dilakukan untuk fun atau
menyenangkan yang memiliki aturan sehingga ada yang menang dan ada yang kalah (Kamus
Macmillan, 2009-2011).

Menurut Anggi Minarni selaku Kepala Lembaga Indonesia Belanda Karta Pustaka
mengutarakan banyak faktor yang membuat permainan tradisional tergeser, salah satunya
mulai berkurangnya lahan bermain. Selain itu ada semacam missing link antara orang tua
zaman ini dengan anak-anaknya. Orang tua cenderung tidak memperkenalkan permainan
tradisional kepada anak-anaknya.(Joglo Semar,2010)

Menurut kroeber, permainan tradisional adalah permainan yang dibuat dan diwariskan oleh
nenek moyang kepada keturunannya sehingga telah menjadi budaya
Menurut Sukirman Dharmamulya, dkk, dalam bukunya yang berjudul Permainan
Tradisionol Jawa permainan tradisional anak penting danperlu untuk dilestarikan, upaya ini
tidak hanya berfungsi untuk kelestarian saja, tetapi juga sebagai bahan kajian ilmiah untuk
melihat keterkaitan permainan tradisional dengan fenomena social-budaya lainnya dan
diharapkan terciptanya jenis-jenis permainan yang mengandung nilai-nilai yang bersifat
mendidik, yang disesuaikan dengan kondisi dan situasi kehidupan anak-anak sekarang.
(Januari 2005)
Menurut.,permainan modern adalah
Menurut Eddy Liem, Direktur Indonesia Gamer, sebuah pencinta games di Indonesia, game
online adalah sebuah game atau permainan yang dimainkan secara online via internet, bisa
menggunakan PC (personal computer) atau konsul game biasa seperti PS2 ,X-Box dan
sejenisnya.

BAB 3
ISI

3.1

Permainan Tradisional
Kesenian dan kebudayaan di Indonesia sangat beragam dan sangat luas untuk

dijabarkan, sehingga dalam makalah ini, kami akan membahas lebih detail mengenai
permainan tradisional di Indonesia yang seharusnya diwariskan turun temurun dari nenek
moyang kita. Permainan-permainan ini sangat variatif jika dilihat dari cara bermain, yaitu ada
beberapa sifat permainan, bersifat rekreatif, atraktif dan kompetitif, yang diekspresikan lewat
gerakan fisik, nyanyian dan dialog, sedangkan bentuk permainannya bisa berupa tebaktebakan, adu kecerdikan, kecermatan dalam penghitungan, ketepatan menjawab pertanyaan,
menjalin kebersamaan lewat kerjasama, belajar berkomunikasi atau bersosialisasi dan
sebagainya. Permainan-permainan tradisional pada umumnya mengandung nila-nilai positif
bagi anak-anak yang memainkannya.
Terdapat tiga kategori permanan tradisional, yaitu yang pertama permainan yang
dilakukan dengan bernyanyi dan berdialog. Kedua, permainan tradisional yang didominasi
oleh ketahanan fisik dan ketangkasan gerak. Ketiga, permainan tradisional yang banyak
menggunakan olah piker dan kecerdikan.
Berikut adalah beberapa contoh permainan tradisional yang telah di kategorikan :

1. Permainan dengan bernyanyi dan atau berdialog :


Ancak-ancak alis
Dhingklik oglak-aglik
Kucing-kucingan
Jamuran
Cublak-cublak suweng

2. Permainan dengan olah pikir :


Bas-basan sepur
Dhakon atau congklak
Macanan
Mul-mulan
ABC
3. Permainan dengan adu ketangkasan

Benthik
Angklek
Galasin
Lompat Tali
Galasin
Petak Umpet

Permainan-permainan tersebut mampu melatih ketangkasan, kecerdasan, dan belajar


bersosialisasi serta banyak hal lain yang dapat dipelajari oleh anak-anak. Namun, karena
beberapa faktor, permainan tradisional mulai terlupakan dan tergantikan oleh permainan
modern.
3.2

Permainan Modern
Banyaknya permainan anak yang begitu canggih dan modern memberi dampak positif

dan negatif bagi dunia anak anak. Khususnya dalam perkembangan sosial dan emosional.
Permainan tradisional, sebenarnya

lebih banyak

membawa dampak positif bagi

perkembangan anak. Karena dalam permainan tradisional anak banyak belajar secara nyata.
Anak juga terlatih untuk berinteraksi dengan orang lain. Karena permainan tradisional
kebanyakan dimainkan secara kelompok.
Sedangkan permainan modern saat ini kebanyakan dilakukan secara individu, hal itu
menyebabkan lebih besarnya rasa ego pada diri anak. Anak hanya mementingkan keinginan
tanpa mengerti situasi dan kondisi di sekitarnya. Karena dalam permainan modern anak
selalu berambisi untuk menang. Hal itulah yang memicu sifat ego dan individualis pada diri
anak. Jika dalam permainan mereka kalah, maka anak akan meluapkan emosinya secara
negatif.
Selain itu,game merupakan suatu hal yang tidak bisa dihindari dari kehidupan
setiap orang, terutama anak-anak, karena hampir setiap orang memiliki aplikasi-aplikasi
permainan di alat elektroniknya baik itu handphone ataupun sejenis PC dan laptop.
Permainan yang berada pada alat elektronik tiap orang bermacam-macam dan
biasanya setiap orang tidak cukup jika hanya menyimpan satu buah game/permainan,
adapun jenis permainan yang dimainkan juga beragam tergantung selera masing-masing,
ada yang menyukai permainan dengan genre strategi (strategy game), petualangan
(adventure game), pertarungan (figthing game) hingga balap (Racing game).
Dari penjelasan mengenai permainan diatas terlihat jelas bahwa permainan yang
dimaksud saat ini adalah permainan menggunakan alat elektronik, yaitu suatu game atau
permainan yang hanya melibatkan pemain dengan alat elektroniknya dan biasanya tidak

banyak melibatkan orang lain dalam memainkannya. Hal ini merupakan suatu bentuk
kemajuan teknologi game yang memanfaatkan sistem untuk memproses segala bentuk
input yang dilakukan oleh pemainnya sehingga menimbulkan kesan bahwa alat elektronik
tersebut seolah-olah mengerti dan secara tidak langsung menggantikan posisi manusia
pada umumnya.
3.3

Perbandingan Permainan Tradisional dengan Permainan Modern


Permainan tradisional jauh berbeda dengan permainan modern, jika pada

permainan modern memanfaatkan teknologi canggih dalam memainkannya maka pada


permainan tradisional biasanya hanya menggunakan alat-alat yang sederhana dan dapat
melibatkan beberapa orang untuk memainkannya, namun dengan demikian tidak
mengurangi rasa bahagia ketika memainkannya.
Selain itu, pada permainan modern emosi seorang anak sulit dilatih atau diatur
karena misalnya rasa jengkel yang berlarut-larut karena lawan mereka adalah sebuah mesin
yang tak bisa menghibur

selain kemenangan. Ini juga yang membedakan permainan

tradisional dan modern. Permainan tradisional melatih rasa bersosialisasi yang tinggi dan
melatih kecerdasan emosional anak, Karena dalam permainan tradisional kemenangan
bukanlah hal yang utama. Karena jika mereka kalah banyak teman yang akan menghibur,
yang terpenting anak tahu bahwa kemenangan dan kekalahan juga pernah di rasakan oleh
teman-temannya juga tapi tanpa berbuat nakal atau negatif.
Namun, bukan berarti permainan modern tidak memiliki sisi positif, permainan
modern yang memanfaatkan teknologi canggih dan menyajikan tampilan yang lebih
menarik, membuat anak mengerti penggunaan teknologi sedari dini.
Karena bagaimanapun permainan tradisional dan modern adalah sebuah kebutuhan
dalam proses kematangan kehidupan anak. Permainan tradisional untuk kematangan
sosialnya, permainan modern untuk pengetahuan teknologinya.
3.4

Faktor Lunturnya Permainan Tradisonal

Beberapa factor yang memperngaruhi bergesernya permainan tradisional ke modern


dianataranya adalah :

Masuknya permainan anak dari luar negeri


Permainan tradisional yang sebelumnya dominan kini mulai bergeser dengan

masuknya permainan-permainan dari luar negeri. Sehingga Kurang adanya minat anak anak

untuk

bermain

permainan

tradisional

karna dianggap

tidak

menyenangkan

atau

membosankan.

Meningkatnya tontonan di televisi


Semenjak munculnya berbagai tontonan yang semakin meriah dan menarik di televisi,

anak-anak pun mulai mengganti kegiatan mereka yang biasanya bermain menjadi menonton
acara televisi kesukaannya.

Menyempitnya lahan bermain anak


Lahan yang biasa digunakan anak-anak untuk bermain dialihfungsikan menjadi

bangunan, perumahan, dan lain-lain sehingga permainan yang membutuhkan lahan seperti
galasin, angklek, dan permainan ketangkasan lainnya mulai ditinggalkan dan membuat anak
anak lebih memilih bermain dengan permainan yang dapat dilakukan sendiri. Contohnya
bermain handphone, playstation, game online dan sebagainya.

Kurangnya waktu bermain


Kurangnya waktu bermain anak sehingga anak tidak mempunyai waktu lagi untuk

bersosialisasi dan bermain diluar. Anak terlalu banyak dibebani oleh kesibukan sekolah dan
pekerjaan rumah (PR).

Terdesak oleh permainan modern dari luar negeri


Permainan tradisional terdesak oleh permainan modern dari luar negeri dimana tidak

memakan tempat, tak terkendala waktu baik itu siang hari, pagi, sore ataupun malam bisa
dilakukan, serta tidak perlu menunggu orang lain untuk bermain. Sehingga munculnya
permainan permainan modern pada gadget masa kini membuat anak-anak meninggalkan
permainan tradisional Meskipun ada beberapa permainan tradisional yang dapat dimainkan
pada gadget namun kebanyakan game pada gadget sudah mengubah nilai dari permainan
tradisional itu sendiri, seperti nilai social yang mengakibatkan anak kurang bersosialisasi
karena bersifat individualis

Menjamurnya rental playstation ataupun warnet game online yang membuat anak
anak lebih memilih bermain disana daripada bermain permainan tradisional.

Terputusnya pewarisan budaya yang dilakukan oleh generasi sebelumnya dimana


mereka tidak sempat mencatat, mendata, dan mensosialisasikan sebagai produk
budaya masyarakatnya kepada generasi di bawahnya. Budaya instan yang sudah
merasuk pada setiap anggota masyarakat sekarang juga memberikan sumbangan

hilangnya permainan tradisional. Kita selalu terlena oleh budaya cepat saji, yang
penting sudah tersedia dan siap dimakan tanpa harus melalui proses.

3.5

Pelestarian Permainan Tradisional


Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk melestarikan permainan tradisional,

salah satunya adalah dengan memanfaatkan teknologi canggih yang ada untuk membuat
suatu permainan tradisional dengan mode multiplayer (dapat dimainkan lebih dari 1
orang)dengan tampilan yang lebih menarik dengan tujuan agar dalam memainkannya
terjadi interaksi antar pemain yang merupakan ciri dari permainan tradisional, dengan
cara tersebut diharapkan permainan tradisional tetap ada tanpa harus meninggalkan
permainan modern atau bahkan permainan tradisional dapat berjalan berdampingan
dengan permainan modern.

BAB IV
PENUTUP
4.1

Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan yang sudah kami tuliskan diatas dapat kami simpulkan
sebagai berikut:
Permainan tradisional bersifat rekreatif, atraktif dan kompetitif, dan memiliki
beberapa kategori, yaitu permainan dengan bernyanyi dan atau berdialog, permainan
dengan olah pikir dan permainan dengan adu ketangkasan, sedangkan permainan
modern bersifat strategi (strategy game), petualangan (adventure game),
pertarungan (figthing game) hingga balap (Racing game) yang pada umumnya
anak hanya mencari kemenangan pada permainan modern ini, sehingga sifat ego

anak semakin besar.


Permainan tradisional anak mengandung nilai-nilai pendidikan yang tidak secara
langsung terlihat secara nyata, tetapi terkandung dalam sebuah lambang, gerakan atau
cara bermain, antara lain rasa kebersamaan, kejujuran, sopan santun, dan aspek-aspek
kepribadian yang lain, namun permainan tradisional kini mulai luntur seiring dengan
berkembangnya teknologi modern yang menyajikan berbagai macam permainan.
Permainan modern sering kita jumpai pada gadget-gadget masa kini, seperti
handphone, laptop, atau alat-alat elektronik lain yang memuat berbagai jenis game.
Permainan modern kebanyakan dilakukan secara individu, hal itu menyebabkan lebih
besarnya rasa ego pada diri anak. Karena dalam permainan modern anak selalu
berambisi untuk menang. Hal itulah yang memicu sifat ego dan individualis pada diri

anak.
Permainan modern juga memiliki sisi positif yaitu memanfaatkan teknologi
canggih dan menyajikan tampilan yang lebih menarik, membuat anak mengerti
penggunaan teknologi sedari dini.

Beberapa hal yang menyebabkan lunturnya permainan tradisional adalah masuknya


permainan anak dari luar negeri, meningkatnya tontonan di televise, menyempitnya
lahan bermain anak, kurangnya waktu bermain, terdesak oleh permainan modern dari
luar negeri, menjamurnya rental playstation ataupun warnet game online, dan
terputusnya pewarisan budaya yang dilakukan oleh generasi sebelumnya.

Untuk melestarikan permainan tradisional dapat dilakukan dengan memanfaatkan


teknologi canggih yang ada untuk membuat suatu permainan tradisional dengan

mode multiplayer, dengan begitu permainan tradisional dapat kita pertahankan


bahkan dikembangkan seiring dengan berkembangnya kemajuan teknologi,

4.2

Saran

DAFTAR PUSTAKA

Masih kurang :
1.
2.
3.
4.

Daftar isi
Nomor halaman
Kelengkapan tinjauan pustaka
Kelengkapan isi (nanti aku bikin tabel penelitiannya, nanti aku nanya2 anak
sekitar sini)
5. Penutup
6. Daftar pustaka