Anda di halaman 1dari 18

A.

LATAR BELAKANG
Mikrobiologi merupakan ilmu yang mempelajari mikroorganisme. Mikroorganisme
adalah organisme mikroskopis bersel satu. Sel mikroba berbeda secara mendasar dengan sel
tumbuhan dan sel hewan dimana mikroorganisme adalah entitas yang bebas yang menjalani
proses hidupnya sendiri tanpa bantuan sel yang lain. Mikrobiologi mempelajari sel mikroba dan
bagaimana mereka bekerja, khususnya bakteri, sebuah kelompok yang sangat besar dari sel
yang sangat kecil. Mikrobiologi adalah tentang keragaman dan evolusi dari sel mikroba,
mengenai seberapa banyak jenis dari mikroorganisme dan kenapa bisa demikian. Mikrobiologi
juga mengenai apa peran mikroorganisme pada dunia secara umum, di tanah dan di air, di
tubuh manusia, dan di hewan maupun tumbuhan. Mikroorganisme mempengaruhi dan
mendukung seluruh bentuk kehidupan lain, dan karenanya mikrobiologi dapat dianggap sebagai
pengetahuan paling dasar dalam biologi. (Madigan.2012:2)
Ketika kita mempelajari bakteri dari tubuh, tanah, air, makanan, atau tempat lainnya
dalam lingkungan kita, kita akan segera menyadari bahwa bakteri hidup dalam populasi yang
tercampur. Untuk dapat mempelajari kultur, morfologi, dan karakter fisiologis dari individu
spesies suatu bakteri, sangat penting untuk memisahkan organisme tersebut dari spesies lain
yang normalnya ditemukan pada habitatnya; dengan kata lain, kita harus mempunyai kultur
murni dari mikroorganisme tersebut. Ada beberapa metode berbeda yang dapat digunakan
untuk mendapatkan kultur murni dari kultur campuran. Dua metode yang paling sering
digunakan adalah 'streak plate' dan 'pour plate'. (Benson.2001:82)
Kehidupan dan pertumbuhan mikroorganisme tergantung pada keberadaan nutrien dan
lingkungan pertumbuhannya. Dalam laboratorium, persiapan nutrien yang digunakan untuk
mengkultur mikroorganisme disebut media. Tiga bentuk fisik yang digunakan adalah media
cair, atau broth; media semisolid; dan media padat. Perbedaan utama dari ketiga media ini
adalah pada media padat dan semisolid mengandung agen pemadat (biasanya agar), sementara
media cair tidak. Media cair dapat digunakan untuk mengkultur banyak mikroorganisme dalam
pembelajaran fermentasi dan untuk berbagai macam tes biokemis. Media semisolid dapat
digunakan dalam pembelajaran fermentasi juga, tergantung pada pergerakan bakteri, dan
mengawali pertumbuhan anaerob. Media padat, seperti nutrien agar, digunakan untuk
pertumbuhan mikroorganisme di permukaan untuk pengamatan kenampakan koloni, untuk

isolasi kultur murni, untuk penyimpanan kultur, dan untuk mengamati reaksi biokimia yang
spesifik. Ketika masih dalam keadaan mencair, media padat dapat dituangkan pada tabung
reaksi atau cawan petri. Jika media dalam tabung reaksi dibiarkan untuk memadat pada posisi
miring, berarti dimaksudkan untuk membuat agar miring; jika media dibiarkan memadat dalam
posisi tabung berdiri, berarti dimaksudkan untuk membuat 'agar deep tube'; dan jika media agar
dituang dalam petri, berarti dimaksudkan untuk membuat 'agar plate'. (Prescott.2002:77)
Pengecatan gram (dinamai sesuai nama penemunya Christian Gram, saintis Denmark,
1853-1938) adalah pengecatan diferensial yang paling berguna dan digunakan secara luas
dalam bakteriologi. Pengecatan ini membagi bakteri menjadi dua grup yaitu gram negatif dan
gram positif. Pengecatan Gram tidak selalu menimbulkan hasil yang jelas. Spesies dari bakteri
akan berbeda satu dengan yang lainnya tergantung pada kompleks kristal violet-iodin yang
mana yang akan dihilangkan oleh etanol. Kultur gram positif dapat berubah menjadi gram
negatif bila terlalu tua. Karena itu, yang bagus untuk diwarnai adalah kultur yang masih muda
dan segar daripada yang tua. (Prescott.2002:44)
Berdasarkan hal tersbut, kami mencoba untuk mengisolasi sampel bakteri dari berbagai
sumber yaitu air kolam dan bakteri udara pada laboratorium biologi lantai 2, dengan
mengisolasi bakteri tersebut kami juga melakukan identifikasi karakter morfologi, karakter
fisiologis dan kemampuan dari bakteri sampel dalam menghidrolisa berbagai media misalnya
fermentasi glukosa, uji katalase, kemampuan hidrolisa gelatin dan sebagainya, selain itu kami
juga mencoba untuk melakukan pengecatan gram, engenceran berseri dan penghitungan jumlah
sel bakteri. Hasil yang kami dapat semoga dapat menambah ilmu pengetahuan kami dalam
mempelajari mikrobiologi dan dapat berguna untuk kehidupan kami mendatang.

B. TUJUAN
1. Mengenal beberapa prosedur teknik aseptik dan instrument dasar di Laboratorium
Mikrobiologi.
2. Mengembangkan kemampuan dan ketrampilan dalam bekerja di Laboratorium
Mikrobiologi.
3. Mengembangkan kemampuan dalam mendiskripsikan kenampakan makroskopis
(cultural characteristic) isolate bakteri uji pada berbagai media.
4. Mengembangkan kemampuan dalam mendeskipsikan karakteristik fisiologis (biokimia)
isolate bakteri uji pada berbagai media (fermentasi, hidrolitik, dll).
5. Merencanakan dan melakukan pengenceran berseri.

6. Melakukan penghitungan jumlah sel bakteri viable suatu sampel atau kultur bakteri.
C. CARA KERJA
Melakukan sterilisasi alat kerja, membersihkan meja kerja dengan menggunakan alkohol,
mencuci tangan dengan alkohol.

Mempersiapkan sampel bakteri yang akan diisolasi, yaitu bakteri dari air kolam dan bakteri
udara yang ada dilaboratorium lantai 2.

Mulai mengisolasi bakteri, bakteri air kolam diisolasi dengan metode streak , tepatnya metode
T-streak. sedangkan bakteri udara diisolasi langsung dari udara dengan cara membuka sedikit
tutp petridish yang berisi medium tumbuhnya dan didiamkan selama 10 menit kemudian
ditutup kembali.

Mengamati pertumbuhan bakteri selama 48 jam, kemudian dicatat berapa banyak koloni yang
tumbuh selama dua hari berturut-turut.

Melihat kararteristik koloni-koloni yang tumbuh dilihat dari warnanya dan kemudiannya
menghitungnya.

Mengisolasi kembali bakteri, dengan memilih salah satu koloni yang ada pada petridish, dan
koloni yang akan diisolasi diamtai terlebih dahulu bagaimana karakteristiknya, misalnya saja,
warna, karakteristik morfologinya.

Menumbuhkan koloni bakteri tadi dalam medium agar miring dengan metode countinues
streak.

Menunggu pertumbuhannya hingga 48 jam.

Setelah bakteri yang diisolasi dalam agar miring tumbuh, kemudian mengisolasi lagi koloni
bakteri yang terbentuk.

Bakteri diisolasikan pada berbagai media, misalnya media fermentasi karbohidrat, SIM,
SIMON, NG, NA, SA dll agar dapat diketahuai bagaimana karakteristik fisiologis dari isolat
bakteri tersebut.

Melakukan pengecatan gram dan uji katalase.


Memilih 2 isolat yang terbaik yang akan diuji dalam berbagai media, jadi tidak empat isolat
yang diujikan.

Mencatat hasil pengecatan gram, uji katalase dan karakterisrk fisiologis isolat bakteri yang
telah ditumbuhkan pada berbagai macam media, dengan indikator yang telah diketahui.

Penghitungan Indeks Zona Bening, terhadap isolat bakteri yang dapat mendegradasi amilum.

Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan dalam pengenceran berseri kemudian
melakukan sterilisasi, membersihkan meja kerja dengan alkohol.

Melakukan pengenceran berseri hingga 8 kali pengenceran.

Setiap kali pengenceran maka hasilnya harus dicampur dengan cara divorteks.

Setelah pengenceran berseri selesai, kemudian mulai menanam sampel bakteri dengan metode
pour plate.

Memanaskan terlebih dahulu medium NA yang beku, stelah itu menuangkan sampel bakteri
sebanyak 1 ml kedalam petridish baru kemudian menuangkan medium NA diatasnya.

Menunggu pertumbuhan bakteri selama 48 jam, kemudian menghitung koloni bakteri yang
tumbuh, jika ertumbuhan koloni memenuhi syarat 30-300 koloni yang tumbuh, maka
dilanjutkan dengan penghitungan jumlah sel bakteri dengan rumus yang ada dibuku petunjuk.

D. HASIL DAN PEMBAHASAN


Langkah pertama yang kami lakukan sebelum praktikum adalah sterilisasi, proses
sterilisasi ini mencakup sterilisasi alat, sterilisasi meja kerja dan sterilisasi praktikan sendiri.
Proses sterilisasi yaitu membersihkan meja kerja dengan menggunakan alcohol, mengautoclav
terlebih dahulu alat-alat yang akan digunakan, misal petridish tip pipet dan lain-lain. Untuk
sterilisasi praktikan sendiri adalah membersihkan tangan atau mencuci tangan dengan alcohol
dan menggunakan jas praktikum dan juga masker saat bekerja. Adapun tujuan dari proses ini
adalah menghindari terjadinya kontak kultur murni , medium steril dan semua wadah steril serta
pemukaan meja kerja dengan mikroorganisme kontaminan.
Sampel yang digunakan dalam praktikum kegiatan pertama adalah sampel air kolam
dan bakteri udara pada selasar laboratorium biologi lantai 2. Media tumbuh yang kami gunakan
untuk menumbuhkan bakteri dari kedua sampel ini adalah media Strach Agar (SA). Bahan yang
digunakan dalam pembuatan media SA ini adalah NA + 1%Strarch,dalam hal ini dibuat 500ml
media Sa dengan penggunaan NA sebanyak 14 gram dan Strach sebanyak 0,14gram, kedua
bahan tersebut dicampur dan dilarutkan dalam 500ml aquadest dan selanjutnya dipanaskan
hingga mendidih. Untuk mengisolasi bakteri yang ada pada kedua sampel kmai menggunakan
media SA yang telah jadi yang telah diseiapkan sebelumnya. Ada 2 ulangan pada masing-masing
sampel, metode yang digunakan untuk mengisolasi bakteri dari sampel air kolam yaitu dengan
menggunakan metode streak plate tepatnya T-streak sedangkan untuk mengisolasi bekteri udara
dengan cara membuka sedikit tutup petridish yang telah berisi media tumbuh dan
mendiamkannya slema 10-15 menit kemudian stelah waktu tersebut ditutup lagi, suhu
lingkungan saat pengambilan sampel dilaboratorium biologi lantai dua adalah 28oC dengan
kelembapan udara 7,5%. Bakteri yang telah diisolasi kemudian diinkubasi dan setelah 24 jam
diamati pertumbuhannya dan dihitung jumlah koloni yang tumbuh, penghitungan koloni ini
dilakukan pada 24 jam dan 48 jam setelah pengisolasian. Adapun hasil pengamatan nya sebagai
berikut:

a. Tabel Hasil Pengamatan Jumlah koloni yang tumbuh


Hari ke

Asal bakteri

Jumlah

1 : 17 September 2013

Kolam

50

Selasar laboratorium lantai 2

58

Kolam

50

Selasar laboratorium lantai 2

97

2 : 18 September 2013

Dari tabel diatas

dapat diketahui bahwa jumlah koloni yang terbentuk dimedium

pertumbuhan paling banyak adalah bakteri yang berasal dari udara bebas diselasar laboratorium
biologi lantai 2, pertumbuhan koloninya juga cepat dari 50 koloni kemudian sehari kemudian
menjadi 97 koloni. Sedangkan untuk perumbuhan koloni bakteri yang sampel kolam tidak
mengalami pertambahan dari 50, hari berikutnya tetap 50 koloni. Selain menghitung jumlahnya,
kami juga mengamati bakteri berdasarkan warna koloninya, pengamatan ini kami lakukan
setelah masa inkubasi 48 jam. Adapun hasil pengamatan adalah sebagai berikut:
b. Tabel Pengamatan seluruh kultur bakteri
No.

Asal bakteri

Warna

Jumlah

Kolam

Kuning tua

Kuning muda

Hijau

Pink

Putih

39

Kuning tua

Kuning muda

26

Hijau

Putih

60

Selasar laboratorium lantai


2

Dari tabel diatas dapat diketahui pada sampel bakteri yang berasal dari kolam terdapat 2
koloni yang berwarna kuning tua, 6 koloni berwarna kuning muda, 2 koloni berwarna hijau, 1

koloni berwarna pink dan 39 koloni berwarna putih. sedangkan untuk sampel bakteri yang
berasar dari selasar laboratorium biologi lantai 2 terdapat 4 koloni berwarna kuning tua, 26
koloni berwarna kuning muda, 7 koloni berwarna hijau dan 60 koloni berwarna putih. dari kedua
sampel tersebut dapat diketahui koloni bakteri yang dominan tumbuh adalah koloni bakteri yang
berwarna putih.
Setelah menghitung jumlah koloni yang tumbuh, kemudian kami melakukan isolasi lagi
terhadap koloni yang tumbuh, pada masing-masing sampel pengambilan kami mengambil 2
koloni yang akan diisolasi. Adapun sebelum diisolasi koloni-koloni tersebut diidentifikasi dulu
bentuk morfologinya, mulai dari warna, tepi, elevasi dan konfigurasi. Pengidentifikasian ini kami
cocokkan dengan buku literature dan petunjuk praktikum.
c. Tabel Karakterisasi bakteri yang diisolasi
No. Asal bakteri

Warna

Tepi

Elevasi

Konfigurasi

1.

Selasar laboratorium lt
2

Kuning
tua

Smooth

Flat

Round

2.

Selasar laboratorium lt
2

Putih

Irregular

Raised

Irregular and spreading

3.

Kolam

Putih

Smooth

Raised

Round

4.

Kolam

Putih

Smooth

Raised

Round with raised


margin

Berdasarkan tabel diatas terlihat koloni bakteri yang diambil dari sampel selasar laboratorium
kolo ni pertama berwarna kuning tua memiliki bentuk round, tepi smooth dan elevasi flat atau
datar, sedangkan pada koloni kedua berwarna putih memiliki bentuk irregular and spreading,
tepi irregular dan elevasi raised atau datar tebal. Untuk bakteri yang diambil dari sampel air
kolam kedua koloni memiliki warna putik, tepinya smooth dan elevasi nya raised, yang
membedakan adalah bentuknya, dimana koloni pertama bentuknya round sedangkan koloni
kedua bentuknya round with raised margin. Koloni bakteri yang diisolasi kemudian ditanam
pada medium agar miring dan kemudian diinkubasi.

Gambar Koloni bakteri yang diisolasi:

a. Gambar bakteri yang diisolasi


1.

Gana

2.

Hefi

3.

Dika

4.

Heny

Setelah penginkubasian, kemudian bakteri yang tumbuh pada medium agar miring NA diuji
dengan pengecetan gram, untuk mengetahui bakteri yang tumbuh termasuk dalam bakteri gram
ositif atau gram negative, selain itu juga unttuk mengetahui morfologi selnya.
d. Tabel Morfologi dan Kemampuan hidrolisa
Kode isolat

Morfologi sel

Kemampuan hidrolisa

Gram

Bentuk sel

Penataan

NG

SIMON SA

SIM

A (Gana)

Negatif

Bacil

Monobacil

B (Dika)

Negatif

Coccus

Monococcus

C (Hefi)

Positif

Coccus

Monococcus

D (Heny)

Positif

Coccus

Monococcus

Dari pengecatan gram yang telah dilakukan dapat dilihat pada tabel hasilnya menunjukan
isolate A dan B termasuk dalam kelompok bakteri gram negative dimana ditandai dengan selnya
berwarna merah(mengalami dekolorisasi, sehingga warna ungu Kristal violet hilang dan
terwarnai oleh safranin) sedangkan isolate C dan D termasuk dalam bakteri gram positif ditandai
dengan sel nya yang berwarna biru (tidak mengalami dekolorisasi sehingga tetap mengikat warna
ungu dari Kristal violet dan tidak terwarnai oleh safranin). Untuk morfologi sel nya, pada isloat

B, C dan D bentuk selnya coccus, sedangkan isolate A bentuk sel nya bacil. Untuk penataan sel
nya sendiri semuanya monococcus, kecuali pada isolate A yaitu monobacil.
Dari keempat isolate tersebut kemudian dipilih dua isolate dengan pertumbuhan yang
terbaik yaitu isolate A dan B. kedua isolate ini kemudian diuji kemampuan hidrolisanya terutama
dalam menghidrolisa pada medium NG, SIMON, SIM,dan SA. Hasil dari uji hidrolisis
gelatin(NG) keduaisolat menunjukkan hasil yang berbeda, dimana isolate A menunjukan hasil
uji positif, terlihat media Nutrient gelatin yang berisi isolat bakteri tetap mencair walaupun sudah
didinginkan di dalam lemari es, sedangkan isolate kedua menunjukan hasil negative terlihat dari
media Nutrient Gelatin menjadi padat setelah didinginkan dalam lemari es. Uji produksi H2S
pada medium SIM menunjukkan hasil uji negatif pada kedua isolate karena tidak terbentuk
endapan hitam atau jejak hitam pada media. Pada uji sitrat dengan medium SIMON kedua isolate
menunjukkan hasil uji negative yang artinya bakteri yang ada tidak menghidrolisis sitrat jika
hasil uji positif uji sitrat ditandai dengan berubahnya warna media dari hijau menjadi biru,
sedangkan pada keduanya tidak mengalami perubahan warna, jadi warna medianya tetap hijau.
Pada uji hidrolisa Pati, isolate A menunjukan hasil negative sedangkan isolate B menunjukan
hasil uji positif yang asrtinya bakteri yang ada dapat menghidrolsa pati, uji positif ditunjukkan
dengan adanya zona bening setelah ditetesi iodine.
e. Tabel Hasil Uji Katalase
Kode isolat

Katalase

A (Gana)

B (Dika)

C (Hefi)

D (Heny)

Keempat isolate yang awal semuannya diuji katalase, hasilnya menunjukkan isolate A
dan C memberikan hasil uji positif, ditandai dengan terbentuknya gelembung gas pada isolat
setelah ditetesi H2O2 3%. Sedangkan untuk isolate B dan D menunjukkan hasil uji negative
dengan tidak terbentuknya gelembung-gelembunggas pada isolate bakteri.
Beberapa macam bakteri mampu memfermentasikan berbagai jenis substrat, yang
hasilnya tergantung pada jenis substrat dan enzim-enzim yang aktif. Analisis kimia dari produk-

produk akhir dari reaksi enzimatis, berguna dalam identifikasi bakteri. Fermentasi hanya
menghasilkan 2 molekul ATP. Fermentasi memanfaatkan senyawa organik untuk pembentukan
energi melalui transfer elektron di sitoplasma, hal ini disebut juga mekanisme pembentukan
energi tingkat substrat (Tjahjadi P, 2007: 194). Pada kedua isolate bakteri tersebut juga diujikan
uji fermentasi karbohidrat utamanya uji fermentasi glukosa, sukrosa dan laktosa. Dalam
melakukan uji fermentasi ini kami sedikit mengalami kesulitan, dimana kami harus mengulangi
uji hingga 4 kali untuk mendapatkan hasil yang baik. Pada tabel dapat dilihat kedua isolate
menunjukan hasil positif terhadap semua iji fermentasi karbohidrat.
f. Tabel Uji Fermentasi Karbohidrat dan Kebutuhan Oksigen
Kode Isolat
Karakter
A (Gana)
B (Dika
Uji Fermentasi Karbohidrat
Fermentasi Glukosa

Fermentasi Sukrosa

Fermentasi lactosa

Kebutuhan Oksigen Anaerob


Anaerob
Pada uji fermentasi glukosa menunjukkan bahwa kedua isolat dapat melakukan
fermentasi glukosa dengan membentuk asam, kemudian glukosa masuk ke dalam jalur glikolisis
yang kemudian dipecah menjadi asam piruvat, kemudian oleh bakteri asam piruvat diubah
menjadi asam seperti asam laktat, asam butirat, asam formiat. Hasil uji positif ini ditandai
dengan berubahnya warna media menjadi kuning namun tidak membentuk gas pada tabung
durham. Uji fermentasi sukrosa kedua isolate menunjukkan hasil positif, hal ini terlihat dengan
ada perubahan warna media dari orange menjadi kuning, hasil ini menandakan bahwa kedua
isolat ini memiliki enzim sukrase mampu memecah ikatan antara fruktosa dan glukosa. Pada uji
fermentasi laktosa kedua isolat menunjukkan hasil yang positif, terlihat dengan adanya
perubahan warna media dari orange menjadi kuning, hal ini menandakan bahwa kedua isolat
memiliki enzim -galaktosidase sehingga dapat memecah ikatan antara glukosa dan galaktosa.
Dari tabel dapat diketahui dari tingkat kebutuhan oksigennya kedua isolate terpilih(isolate A dan
B) termasuk dalam golongan bakteri yang Anaerob, dimana pada hasil praktikum ditunjukkan
adanya keruh pada bagian bawah media Nutrient Broth.

g. Tabel Karakteristik Kultur


Kode Isolat

NA

Bentuk Sebaran Bakteri

A (Gana)

Crateriform

B (Dika)

Crateriform

Selain itu, dari tabel diatas dapat diketahui bagaimana bentuk sebaran dari bakteri yang
ditumbuhkan pada media Nutrient Agar tegak dan kemudian isolate bakterinya ditusukan pada
media NA tersebut. Hasilnya menunjukan bahwa bentuk sebaran dari kedua isolate A dan isolate
B adalah Crateriform dimana sebarannya hanya menyebar dibekas tusukan dan tidak kemanakemana ataupun membentuk bentuk yang lainnya.
Setelah karakterisasi bakteri selesai kemudian menghitung jumlah bakteri yang tumbuh,
pada praktikum ini penanaman bakteri dimulai dari awal lagi, adapun sampel bakteri yang
digunakan adalah bakteri yang berasal dari air kolam. Penghitungan jumlah bakteri disini
menggunakan metode secara tidak langsung(indirect method) tepatnya metode Total Plate
Count, metode inokulasi yang digunakan yaitu spread plate dan pour plate dan kelompok kami
mendapatkan cara dengan metode pour plate, dimana sampel bakteri yang akan ditanam
disebarkan dulu pada petridish baru kemudian disiram dengan media tumbuh berupa NA cair.
Sampel bakteri yang akan ditanam harus diencerkan terlebih dahulu, pengenceran berseri ini
dilakukan hingga 8 kali. Pengenceran ini ditujukan agar pertumbuhan bakteri yang ditanam tidak
berlebih, pengencerannya menggunakan aquadest. Langkah pengenceran yang dilakukan
pertama mengambil 1 ml sampel bakteri kemudian dimasukkan pada gelas ukur yang telah berisi
9ml aquadest, keduanya kemudian divorteks agar tercampur semua. Setelah tercampur kemudian
mengambil 1 ml lagi dari pengenceran pertama tadi dan dimasukkan kedalam 9 ml aquadet
kemudian kedua dicampur, begitu seterusnya hingga diperoleh pengenceran 10 -8 (8 kali
pengenceran).
Sampel bakteri yang telah melalui tahap pengenceran kemudian ditanam dengan metode
pour plate, dimana sampel bakteri sebanyak 1ml dituang terlebih dahulu pada petridish steril
baru kemudian disiramkan media tumbuhnya berupa NA cair(suhunya kurang lebih 50 oC).
setelah itu bakteri diinkubasi selama 48 jam. Untuk metode spread plate caranya berkebalikan
dengan metode pour plate, dimana 0,1 ml sampel bakteri dituangkan pada media NA padat yang

telah ada pada petridish. Setelah 48 jam, kemudian diamati hasilnya, ada berapa banyak koloni
bakteri yang tumbuh dan yang dapat dihitung, syarat bakteri yang dapat dihitung adalah bakteri
yang tumbuh sebanyak 30-300koloni. Adapun hasil dari penghitungan bakteri dikelas kami
adalah sebagai berikut:
h. Tabel hasil Perhitungan Jumlah Sel Bakteri
Kelompok
1

Metode

Pengenceran

Spread Plate

Spread Plate

Spread Plate

Spread Plate

Pour Plate

Pour Plate

Pour Plate

Pour Plate

Ulanngan
1

10-5

10-6

10-7

Kontam

Kontam

10-8

Kontam

Kontam

10-5

114

10-6

43

13

10-7

10-8

10-5

kontam

10-6

16

10-7

kontam

10-8

36

10-5

10-6

10-7

27

10-8
3
65
Berdasarkan tabel penghitungan jumlah bekteri diatas, hanya beberapa saja, yaitu sebagai
berikut:
Pengenceran 10-5 pada kelompok 3 metode spread plate
Hasil nya: 114 x 105 = 11,4 x 106
Pengenceran 10-6 pada kelompok 3 metode spread plate
Hasilnya : 43 x 106 = 43 x 106

Karena 11,4 x 106. 43 x 106 <2, sehingga jumlah sel bakteri adalah rata-rata dari kedua
pengenceran : (11,4 x 106 + 43 x 106)/2 = 27,2 x 106 cfu/gr
Pengenceran 10-8 pada kelompok 6 metode pour plate
Hasilnya : 36 x 108 = 3,6 x 109
Pengenceran 10-8 pada kelompok 8 metode pour plate
Hasilnya : 65 x 108 = 6,5 x 109
Dari hasil tersebut dapat diketahui jumlah bakteri yang ada, pada metode spread plate
jumlah bakteri nya adalah 27,2 x 106 cfu/gr Karena inokulum yang ditambahkan ke plate
0,1 ml maka hasil dikalikan 10 sehingga jumlah sel bakteri adalah : 27,2 x 106 x 10 = 2,72
x 106 cfu/gr. Sedangkan jumlah sel bakteri pada metode pour plate adalah : 3,6 x 10 9
cfu/gr , karena inokulum yang ditambahkan ke plate sebanyak 1 ml, maka hasil dikalikan 1
sehingga jumlah sel bakteri tetap 3,6 x 109 cfu/gr.

KESIMPULAN
Langkah pertama dari praktikum mikrobiologi adalah teknik aseptic yang meliputi
kebersihan alat-alat kerja, kebersihan meja kerja dan sterilisasi dari praktikan sendiri, intinya
teknik aseptic haru dijalankan agar dalam praktikum tidak terjadi kontaminan oleh organisme
competitor lainnya. Adapun instrument yang digunakan dalam praktikum antara lain petridish,
autoclave, timbangan analitik, jarum ose, tabung reaksi dan berbagai media tumbuh untuk
penanaman sampel bakteri diantaranya Nutrient Agar, Nutrient Broth, Strach Agar, dan lainnya.
Dalam bekerja pada praktikum mikrobiologi haruslah hati-hati, dengan kesabaran dan
kelembutan agar hasil yang diperoleh nantinya juga baik.
Sampel bakteri diambil dari air kolam dan bakteri udara dilaboratorim biologi lantai 2,
setelah diisolasi banyak koloni yang tumbuh, kemudian diisolasi kembali dengan memilih 2
koloni bakteri disetiap sampelnya, koloni yang dipilih diidentifiksai karakter morfologinya, misal
pada sampel kolam, koloni berwarna putih, bentuknya round, tepi smooth dan elevasi raised.
Hasil isolasi kemudian di lakukan pengecatan gram dan uji katalase dengan hasil isolate C dan D
berupa gram positif dengan bentuk sel coccus dan penataan monococcus, hasil uji katalase
keduanya positif. Untuk isolate A berupa gram negative, bentuk sel bacil dan penataan
monobacil, hasil uji kemampuan hidrolisa NG adalah positif, SIMON negative, SA negative,
SIM negative, kemudian uji katalase positif, kemampua fermentasi glukosa positif, fermentasi
sukrosa positif, lactose positif dan termasuk bakteri An aerob. Untuk isolate B berupa gram
negative, bentuk sel coccus dan penataan monococcus, hasil uji kemampuan hidrolisa NG adalah
negatif, SIMON negative, SA positif, SIM negative, kemudian uji katalase negatif, kemampuan
fermentasi glukosa positif, sukrosa positif, lactose positif dan termasuk bakteri An aerob.
Pengenceran berseri dilakukan hingga pengenceran 10-8/ 8 kali pengenceran. Sampel
yang digunakana berupa bakteri dari air kolam. Sampel yang telah diencerkan kemudian ditanam
dengan metode berbeda yaitu metode pour plate dan spread plate, bakteri diinkubasi hingga 48
jam, stelah itu dihitung jumlah selnya. Bakteri yang dapat dihitung adalah bakteri dengan jumlah
koloni 30-300 koloni. Hasil penghitungan pada metode pour plae jumlah sel bakteri sebanyak 3,6
x 109 cfu/gr dan pada metode spread plate jumlah sel bakteri sebanyak 2,72 x 106 cfu/gr.

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

Hasil isolasi bakteri udara lab.biologi ln.2

Hasil dari Kultur bakteri

Hasil Uji Katalase

Hasil Uji NG, SIMON, dan SIM

Hasil Pengecatan Gram

Hasil isolasi bakteri metode pour plate