Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN KASUS PORTOFOLIO

SINDROM NEFROTIK

Oleh:
dr. Marogi Al Ansoriani

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BAYU ASIH


PURWAKARTA
2014

I. Keterangan Umum
Penderita
Nama

: Tn. A

Umur

: 30 th

Jenis Kelamin

: Laki-laki

Alamat

: Maracang

Tanggal masuk RS

: 25 10 2014

Pekerjaan

: Pedagang

Pendidikan

: SMK

II. ANAMNESA
Keluhan Utama

: Bengkak-bengkak pada kaki

Sejak 1 bulan SMRS os mengeluh bengkak-bengkak pada kaki, awalnya begkak


pada kakinya dirasakan hanya pada kaki yang kemudian bertambah besar dan luas
mencapai betis. Keluhan tersebut diikuti dengan bengkak di daerah kantung kemaluannya
dan pada perut sehingga perutnya menyerupai perut katak.
Keluhan tersebut diawali dengan berkemih yang sedikit keruh dan lama kelamaan
keruhnya semakin terlihat jelas, juga disertai kelopak mata yang bengkak pada saat pagi
hari. Air seni tidak bercampur darah atau bercampur serpihan pasir dan batu. Saat
berkemih tidak terasa panas ataupun nyeri. Os tidak merasakan rasa lemas dan mudah
lelah, os juga tidak merasakan sesak saat bernafas.
Os tidak memiliki riwayat penyakit kencing manis, darah tinggi, dan penyakit
ginjal sebelumnya.

III. PEMERIKSAAN FISIK


Keadaan Umum
Kesadaran

: komposmentis

Kesan

: tampak sakit sedang

Tanda Vital
Tensi

: 110/70 mm/Hg

Nadi

: 88x/menit, regular, isi cukup

Respirasi

: 19x/menit, tipe thoracoabdominal

Suhu

: 36,8 0 C

Kepala
Mata

: Bulat ishokor ka = ki
konjungtiva tidak anemis
sklera tidak ikterik
Udem palpebra tidak ada

Hidung

: tidak ada kelainan

Telinga

: tidak ada kelainan

Mulut

: tidak ada kelainan

Leher
KGB tidak teraba membesar
Thoraks
Bentuk dan gerak simetris
Pulmo
Inspeksi

: pergerakan kanan dan kiri simetris

Auskultasi : VBS ka = Ki ; RH (-/-); Wheezing ( -/- )


Palpasi

: vocal fremitus ka = ki

Perkusi

: sonor ki = ka

Cor
Inspeksi

: ictus cordis tidak tampak

Auskultasi : bunyi jantung S1 S2 murni regular, murmur Abdomen


Inspeksi

: tampak cembung ke samping

Auskultasi

: bising usus ( + ) normal

Palpasi

: lembut
Hepar /Lien : tidak teraba membesar

Fluid wave test (+), pudle sign (+),


Perkusi

Dull

Tymphani

Tymphani

Alat Genital
Hidrokel +/+
Ekstremitas
Akral hangat, Udem +/+

IV. PEMERIKSAAN PENUNJANG


Laboratorium 20-10-2014
Darah rutin : Hb

Urine

: 14,8 gr/dl

Leukosit

: 9800/mm3

Hematokrit

: 43%

Trombosit

: 230.000/mm3

Makroskopis
Protein

: +3

Kekeruhan

: agak keruh

Bilirubin

:-

BJ

: 1,025

Nitrit

:-

Keton

:-

Warna

: kuning

Reduksi

:-

PH

: 6,0

Urobilin

: +1

Darah samar : -

Mikroskopis
Epitel gepeng

: 1-4 / LPK

Kristal

:-

Eritrosit

: 1-3 / LPB

Bakteri
Leukosit

:: 2-5 / LPB

Kimia klinik
Gula darah sewaktu

: 112 mg/dl

Fungsi gunjal
Ureum

: 37 mg/dl

Kreatinin

: 1,0 mg/dl

VI. DIAGNOSIS KERJA


Udem tungkai + Hidrokel + ascites ec. Sindrom Nefrotik
Udem tungkai + Hidrokel + ascites ec. Glomerulonefritis akut

VII. PENATALAKSANAAN

Terapi yang diberikan saat pasien datang


Terapi cairan
IVFD RL asnet
Antibiotik
Cefotaxime 2x1 gr intravena
Diuretik
Lasix 1-0-1
Untuk membantu mengeluarkan retensi cairan ekstara vaskuler
Pemantauan
DC set terpasang, sebagai observasi diuresis

IX. FOLLOW UP SELAMA PASIEN DI RUANG PERAWATAN.


TGL
25/10/14

A/P

Bengkak (+)

Kepala:

D/:

Sesak (-)

Mata : knj an -/-, skl ik : -/-

Hidrokel + ascites ec.

Tanda Vital

Udem palpebra : -/-

Tensi:110/70mm/Hg

Thorax:

Nadi:88x/m, R, IC
Respirasi:19x/m,
0

Suhu: 36,8 C

Cor : BJ I-II MR

Udem

tungkai

Sindrom Nefrotik
TH/: lanjutkan

Pulmo : VBS ka=ki


Abd:
Ascites +
a/r scrotum:
hidrokel +
Ext:
Udem +

26/10/14

Bengkak

(+)

sedikit

Kepala:

D/:

berkurang

Mata : knj an -/-, skl ik : -/-

Hidrokel + ascites ec.

Tanda Vital

Udem palpebra : +/+

Tensi:100/60mm/Hg

Thorax:

Nadi:88x/m, R, IC
Respirasi:19x/m,
0

Suhu: 36,8 C

Cor : BJ I-II MR

Udem

tungkai

Sindrom Nefrotik
TH/: lanjutkan

Pulmo : VBS ka=ki


Abd:
Ascites + berkurang
a/r scrotum:
hidrokel + agak mengecil
Ext:
Udem + berkurang

27/10/14

Bengkak (-)

Kepala:

D/: Sindrom nefrotik

Tanda Vital

Mata : knj an -/-, skl ik : -/-

TH/, terapi pada saat os pulang

Tensi:120/70mm/Hg

Udem palpebra : -/-

yang diberikan:

Thorax:

Furosemid 1-0-0

Cor : BJ I-II MR

Metylprednisolon 8mg-

Nadi:80x/m, R, IC
Respirasi:19x/m,
0

Suhu: 36,8 C

Pulmo : VBS ka=ki


Abd:
Ascites a/r scrotum:
hidrokel Ext: Udem -

8mg-4mg

Tgl 28/10/14 wajib


kontrol ke poli interne

LABORATORIUM (Saat pasien akan pulang)


Darah rutin :Hb

: 12,5 gr/dl

Leukosit

: 8400/mm3

Hematokrit

: 37,6%

Trombosit

: 349.000/mm3

Kimia klinik
Gula darah sewaktu

: 112 mg/dl

Fungsi gunjal
Ureum

: 34 mg/dl

Kreatinin

: 1,12 mg/dl

X. PROGNOSIS
Quo ad vitam

: ad bonam

Quo ad functionam

: ad bonam

DISKUSI

1. Mengapa pada pasien di diagnosis sindrom nefrotik?


Keluhan Utama
Keluhan bengkak-bengkak dapat terjadi karena:1

Kasper DL, Braunwald E, Faucy SA. Disorder of The Kidney and Urinary Tract in Harrisons Principles of Internal
Medicine, Ed 16th, New York, McGraw-Hill, 2005; 2: 16806.

Penegakkan diagnosis 1,2,3,4,5,6,7


Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan
penunjang.
I. Anamnesis
Keluhan yang sering ditemukan adalah bengkak di ke dua kelopak mata, perut,
tungkai, atau seluruh tubuh dan dapat disertai jumlah urin yang berkurang. Keluhan lain
juga dapat ditemukan seperti urin berwarna kemerahan.
II. Pemeriksaan fisis
Pada pemeriksaan fisik sindrom nefrotik dapat ditemukan edema di kedua
kelopak mata, tungkai, atau adanya asites dan edema skrotum/labia. Kadang-kadang
ditemukan hipertensi
III. Pemeriksaan penunjang
Pada urinalisis ditemukan proteinuria masif (3+ sampai 4+), dapat disertai
hematuria. Pada pemeriksaan darah didapatkan hipoalbuminemia (< 2,5 g/dl),
hiperkolesterolemia, dan laju endap darah yang meningkat, rasio albumin/globulin
terbalik. Kadar ureum dan kreatinin umumnya normal kecuali ada penurunan fungsi
ginjal. Bila terjadi hematuria mikroskopik (>20 eritrosit/LPB) dicurigai adanya lesi
glomerular (mis. Sclerosis glomerulus fokal).

Indikasi perawatan di Rumah Sakit pada Bayi:


Keluhan yang telah lama timbul dan tidak kunjung sembuh
Observasi fungsi ginjal yang kemungkinan terjadi gangguan
Observasi penyebab penyakit
Observasi kemungkinan infeksi
Pasien yang kurang mampu secara aspek social ekonomi

Perawatan Umum di RS:


Sindrom nefrotik serangan pertama1,2,3,4,i5,6,7
1. Perbaiki keadaan umum penderita
a. Diet tinggi kalori, tinggi protein, rendah garam, rendah lemak. Rujukan ke
bagian gizi diperlukan untuk pengaturan diet terutama pada pasien dengan

penurunan fungsi ginjal. Batasi asupan natrium sampai 1 gram/hari, secara


praktis dengan menggunakan garam secukupnya dalam makanan yang
diasinkan. Diet protein 2-3 gram/kgBB/hari.
b. Tingkatkan kadar albumin serum, kalau perlu dengan transfusi plasma atau
albumin konsentrat
c. Berantas infeksi
d. Lakukan work-up untuk diagnostik dan untuk mencari komplikasi
e. Berikan terapi suportif yang diperlukan: Tirah baring bila ada edema anasarka.
Diuretik diberikan bila ada edema anasarka atau mengganggu aktivitas.
biasanya furosemid 1 mg/kgBB/kali, bergantung pada beratnya edema dan
respons pengobatan. Bila edema refrakter, dapat digunakan hidroklortiazid
(25-50 mg/hari). Selama pengobatan diuretic perlu dipantau kemungkinan
hipokalemia, alkalosis metabolic, atau kehilangan cairan intravascular berat
Jika ada hipertensi, dapat ditambahkan obat antihipertensi.
Terapi cairan
IVFD RL asnet
Digunakan sebagai jalur pemberian obat
Antibiotik
Cefotaxime 2x1 gr intravena
Terapi empiris dengan meggunakan terapi parenteral generasi ke-3 cefalosporin(
ceftriaxone/cefotaxime) diberikan pada pasien yang dirawat dirumah sakit di daerah
dengan epidemiologi high-level penicilin resistance.
Diuretik
Lasix 1-0-1
Untuk membantu mengeluarkan retensi cairan ekstara vaskuler
Pemantauan
DC set terpasang, sebagai observasi diuresis

Indikasi penderita dipulangkan:


Perbaikan secara klinis, nafsu makanmembaik, bebas udem 12-24 jam, stabil,
laboratorium menunjukan hasil yang baik dan tidak ada gangguan fungsi ginjal. Pasien
mengerti dan mengikuti saran untuk datang ke poli interne untuk kontrol kelanjutan
kesembuhan penyakitnya.

Albar H. Tata Laksana Sindrom Nefrotik Kelainan Minima Pada Anak Dalam Sari Pediatri, Juni, 2006;
18(1): 608
2
Trihono PP. Sindrom Nefrotik pada Anak dalam Kumpulan Makalah Simposium Sehari Kedaruratan
Medik pada Penyaki Ginjal Anak, Mei, 2006.
3
Anand KS. Approach to The Child with Proteinuria in Pediatrics, St. Louis, Mosby, 2005; 7205.
4
Urinary Health on Yahoo. Nephrotic Syndrome, (accessed Juni, 2005).
5
Kasper DL, Braunwald E, Faucy SA. Disorder of The Kidney an Urinary Tract in Harrisons Principles of
Internet Medicine, Ed 16th, New York, McGraw-Hill, 2005; 2: 16806.
6
Sukandar E. Sindrom Nefrotik dalam Nefrologi Klinik, Ed III, 2006; 27082.
7
Gantini L. Pemeriksaan Laboratorium untuk Diagnosis dan Pemantauan Fungsi Ginjal. Dalam Forum
Diagnostikum, Lab Klinik Prodia, 2001; 119.