Anda di halaman 1dari 102

Analisis PDB Sektor Pertanian

Tahun 2013

Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian

Sekretariat Jenderal - Kementerian Pertanian

Analisis PDB Sektor Pertanian


Tahun 2013
Ukuran Buku : 10,12 inci x 7,17 inci (B5)
Jumlah Halaman : 100 halaman
Penanggung Jawab : Ir. M. Tassim Billah, MSc
Penyunting :
Ir. Dewa N Cakrabawa, MM
Ir. Sabarella, MSi
Naskah :
Metha Herwulan Ningrum
Ir. Rumonang Gultom
Megawaty Manurung
Pengolah Data:
Tim BPS
Metha Herwulan Ningrum
Heri Dwi Martono
Heruwati

Design dan Layout :


Rinawati
Diterbitkan oleh :
Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian
Sekretariat Jenderal - Kementerian Pertanian, 2013

Boleh dikutip dengan menyebut sumbernya

Analisis PDB Sektor Pertanian

2013

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, oleh
karena anugrah dan rahmatNya telah selesai disusun Buku Analisis PDB Sektor
Pertanian tahun 2013 yang merupakan salah satu output dari sub kegiatan
Laporan Penyusunan Data PDB dalam Program Dukungan Manajemen dan
Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Kementerian Pertanian. Buku ini berisi data
PDB sektor pertanian, PDB sektor industri pengolahan berbasis pertanian dan
PDB sektor perdagangan berbasis pertanian serta analisis kinerja masingmasing sektor.
Pada kesempatan ini kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan
yang setinggi-tingginya kepada Badan Pusat Statistik, Eselon I terkait lingkup
Kementerian Pertanian dan seluruh anggota tim, yang telah bekerja sama
dengan sangat baik dalam penyusunan Buku ini. Kami sangat mengharapkan
kritik dan saran yang membangun guna penyempurnaan hasil analisis PDB
sektor pertanian pada kegiatan selanjutnya. Semoga Buku Analisis PDB sektor
pertanian ini dapat memberikan manfaat bagi para pengambil kebijakan di
sektor pertanian dan pengguna data lainnya.
Jakarta, Desember 2013
Kepala Pusat Data dan Sistem
Informasi Pertanian,

Ir. M. Tassim Billah, MSc.


NIP. 19570725.198203.1.002

Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian

Analisis PDB Sektor Pertanian

2013
DAFTAR ISI

Halaman
KATA PENGANTAR .............................................................................. i
DAFTAR ISI ........................................................................................ ii
BAB I.

PENDAHULUAN .................................................................. 1
1.1. Latar Belakang ............................................................... 1
1.2. Tujuan ........................................................................... 2
1.3. Cakupan Data ................................................................. 3

BAB II.

SUMBER DATA DAN METODOLOGI ................................... 6


2.1. Sumber Data .................................................................. 6
2.2. Metodologi ..................................................................... 6

BAB III. ANALISIS PDB SEKTOR PERTANIAN .............................. 19


3.1. PDB Sektor Pertanian .................................................... 20
3.2. PDB Sektor Pertanian dari Hulu hingga Hilir .................... 23
3.3. PDB Sektor Pertanian (on farm/hulu) ............................. 29
3.4. PDB Sektor Industri Pengolahan Berbasis Pertanian ........ 39
3.5. PDB Sektor Perdagangan Berbasis Pertanian .................. 49
BAB IV. KESIMPULAN.................................................................... 55
LAMPIRAN

Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian

ii

Analisis PDB Sektor Pertanian

2013

DAFTAR TABEL
Halaman
Tabel 3.1

PDB atas dasar harga berlaku dan kontribusinya


terhadap PDB Indonesia, tahun 2010 - 2012 ..................... 21

Tabel 3.2

PDB sektor pertanian atas dasar harga konstan dan


laju pertumbuhan, tahun 2010 - 2012 ............................. 22

Tabel 3.3

PDB atas dasar harga berlaku menurut klasifikasi


Kementerian
Pertanian
(triliun
rupiah),
tahun 2010 2012 .......................................................... 24

Tabel 3.4

Peranan PDB atas dasar harga berlaku, menurut


klasifikasi
Kementerian
Pertanian
terhadap
penciptaan PDB Indonesia (%), tahun 2010 - 2012 ........... 25

Tabel 3.5

PDB atas dasar harga konstan menurut klasifikasi


Kementerian
Pertanian
(triliun
rupiah),
tahun 2010 - 2012 ......................................................... 27

Tabel 3.6

Laju pertumbuhan PDB atas dasar harga konstan


menurut klasifikasi Kementerian Pertanian (%),
tahun 2010 2012 ......................................................... 28

Tabel 3.7

PDB industri pengolahan berbasis pertanian atas


dasar harga berlaku, tahun 2010 - 2012 .......................... 40

Tabel 3.8

Kontribusi PDB industri berbasis pertanian


terhadap PDB Indonesia, tahun 2010 - 2012 .................... 41

Tabel 3.9

PDB industri pengolahan berbasis pertanian atas


dasar harga konstan, tahun 2010 - 2012........................... 47

Tabel 3.10

Laju pertumbuhan PDB industri pengolahan


berbasis pertanian, tahun 2010 - 2012 .............................. 47

Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian

iii

Analisis PDB Sektor Pertanian

2013

Tabel 3.11

PDB perdagangan berbasis pertanian atas dasar


harga berlaku, tahun 2010 - 2012 ................................... 49

Tabel 3.12

PDB perdagangan berbasis pertanian atas


dasar harga konstan, tahun 2010 - 2012........................... 52

Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian

iv

Analisis PDB Sektor Pertanian

2013

DAFTAR GAMBAR
Halaman
Gambar 3.1

Kontribusi PDB sektor pertanian dari hulu hingga


hilir terhadap PDB Indonesia, tahun 2010 - 2012 ............ 26

Gambar 3.2

Laju pertumbuhan PDB sektor pertanian dari hulu


hingga hilir, tahun 2010 - 2012 ..................................... 29

Gambar 3.3

Kontribusi sektor pertanian (on farm) terhadap


PDB Indonesia, tahun 2010 2012 ............................... 30

Gambar 3.4

Kontribusi PDB sub sektor pertanian terhadap PDB


Indonesia, tahun 2010 2012 ...................................... 31

Gambar 3.5

Kontribusi PDB
kelompok komoditas dalam
tanaman
bahan
makanan
terhadap
PDB
Indonesia, tahun 2010 - 2012 ...................................... 32

Gambar 3.6

Kontribusi PDB kelompok komoditas terhadap


PDB sub sektor tanaman bahan makanan, tahun
2010 - 2012 ................................................................ 33

Gambar 3.7

Kontribusi PDB
masing-masing komoditas
perkebunan terhadap PDB sub sektor perkebunan,
tahun 2012 ................................................................ 34

Gambar 3.8

Kontribusi PDB kelompok komoditas peternakan


terhadap PDB sub sektor peternakan, tahun 2012 ......... 35

Gambar 3.9

Laju pertumbuhan PDB sektor pertanian atas


dasar harga konstan, tahun 2010 - 2012 ....................... 36

Gambar 3.10 Laju pertumbuhan PDB kelompok tanaman bahan


makanan/komoditas atas dasar harga konstan,
tahun 2010 - 2012 ....................................................... 37

Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian

Analisis PDB Sektor Pertanian

2013

Gambar 3.11 Laju pertumbuhan PDB komoditas perkebunan


atas dasar harga konstan, tahun 2010 - 2012 ............... 38
Gambar 3.12 Laju pertumbuhan PDB kelompok komoditas
perternakan atas dasar harga konstan,
tahun 2010 - 2012 ....................................................... 39
Gambar 3.13 Kontribusi sektor industri pengolahan berbasis
pertanian terhadap PDB Indonesia, tahun 2010 2012 ........................................................................... 42
Gambar 3.14 Kontribusi kelompok sektor industri pengolahan
berbasis pertanian terhadap PDB Indonesia,
tahun 2010 - 2012 ....................................................... 43
Gambar 3.15 Kontribusi PDB tiga industri pengolahan terbesar
terhadap kelompok industri makanan, minuman
dan tembakau, tahun 2012 .......................................... 44
Gambar 3.16 Kontribusi PDB dua industri karung goni dan
kapuk terhadap kelompok industri tekstil, barang
dari kulit dan alas kaki, tahun 2010 -2012 ..................... 45
Gambar 3.17 Kontribusi PDB tiga industri terbesar terhadap
kelompok industri kimia, tahun 2012 ............................ 46
Gambar 3.18 Laju pertumbuhan PDB sektor industri pengolahan
berbasis pertanian atas dasar harga konstan 2000,
tahun 2010 -2012 ........................................................ 48
Gambar 3.19 Kontribusi PDB sektor perdagangan besar dan
eceran (PBE) berbasis pertanian, atas dasar harga
berlaku terhadap PDB pertanian perdagangan
besar dan eceran, tahun 2010 -2012 ............................ 50
Gambar 3.20 Kontribusi PDB sektor perdagangan besar dan
eceran (PBE), masing-masing kelompok terhadap
PDB sektor PBE berbasis pertanian, tahun 2012 ............ 51

Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian

vi

Analisis PDB Sektor Pertanian

2013

Gambar 3.21 Laju pertumbuhan PDB sektor perdagangan besar


dan eceran (PBE), atas dasar harga konstan,
tahun 2010 -2012 ........................................................ 53
Gambar 3.22 Laju pertumbuhan PDB sektor perdagangan besar
dan eceran (PBE) terbesar di ke empat sub sektor
perdagangan, tahun 2012 ............................................ 55

Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian

vii

Analisis PDB Sektor Pertanian

2013
BAB I
PENDAHULUAN

1.1.

Latar Belakang
Sektor pertanian merupakan salah satu sektor yang
menjadi

pusat

khususnya

yang

perhatian

dalam

berhubungan

pembangunan

dengan

nasional,

pengelolaan

dan

pemanfaatan hasil-hasil strategis terutama yang menyangkut


komoditas pangan. Pengelolaan dan pemanfaatan hasil-hasil
produk pertanian ini diharapkan dapat dilakukan secara lebih
terencana dengan pemanfaatan yang optimum serta dapat
dinikmati oleh seluruh penduduk Indonesia. Di lain pihak, luas
lahan pertanian yang semakin sempit digilas oleh lahan
perumahan dan lahan industri serta jumlah penduduk yang
semakin tinggi berdampak terhadap sulitnya pemenuhan
komoditas pangan khususnya dan kehidupan generasi yang
akan datang pada umumnya. Oleh karena itu, masalah
pertanian menjadi sangat kompleks karena berkaitan dengan
hajat hidup masyarakat sekarang dan yang akan datang.
Jika ditinjau dari sudut pandang ekonomi makro, peran
sektor pertanian secara konvensional ditunjukkan oleh besarnya
persentase Nilai Tambah Bruto (NTB) yang diciptakan sektor
pertanian terhadap total Produk Domestik Bruto (PDB). PDB
didefinisikan sebagai jumlah nilai tambah bruto yang dihasilkan
oleh unit-unit produksi yang beroperasi di wilayah suatu negara
dalam jangka waktu tertentu. Dalam penyajian angka PDB
Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian

Analisis PDB Sektor Pertanian

2013

Indonesia yang diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS),


sektor pertanian (kecuali kehutanan dan perikanan) hanya
mencakup

komoditas-komoditas

pertanian

seperti

tanaman

perkebunan,

Sementara

itu

padi,

cakupan

palawija,

primer

hasil

sayuran,

peternakan
komoditas

dan

budidaya

buah-buahan,
hasil-hasilnya.

binaan

Kementerian

Pertanian meliputi hasil produk primer pertanian hingga industri


berbahan baku produk pertanian serta pendistribusian barangbarang hasil pertanian. NTB industri seperti yang disebutkan
sebelumnya

selama

ini

penyajiannya

dalam

PDB

masih

tergabung dalam PDB sektor industri pengolahan, demikian


juga dengan pendistribusiannya masih tergabung dalam PDB
sektor perdagangan. Keadaan yang demikian menyebabkan
peranan sektor pertanian didalam penciptaan Produk Domestik
Bruto belum mencerminkan keadaan yang sebenarnya, bahkan
cenderung under estimate dalam konteks pertanian secara luas.
Produk Domestik Bruto (PDB) merupakan indikator
makro ekonomi yang lazim digunakan untuk mengukur kinerja
perekonomian menurut lapangan usaha (industri) selama satu
periode tertentu (tahunan/triwulan). PDB

menurut harga

berlaku menggambarkan tingkat (level) nilai tambah yang


diciptakan oleh seluruh faktor produksi dalam perekonomian.
Sedangkan PDB atas dasar harga konstan menggambarkan
tingkat pertumbuhan riil (nyata) perekonomian baik secara total
maupun menurut lapangan usaha.

Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian

Analisis PDB Sektor Pertanian

2013

Berdasarkan uraian di atas, Pusat data dan sistem


informasi pertanian (pusdatin) telah bekerjasama dengan BPS
dalam penyusunan PDB sektor pertanian yang lebih rinci,
berdasarkan

komoditas/kelompok

komoditas

termasuk

di

dalamnya PDB indistri berbasis pertanian dan PDB perdagangan


berbasis pertanian, sehingga diharapkan persentase penciptaan
nilai

tambah

bruto

pertanian

terhadap

PDB

Indonesia

mendekati realitas.

1.2.

Tujuan
Penyusunan Buku Analisis Produk Domestik Bruto Sektor
Pertanian bertujuan untuk menganalisis kinerja pembangunan
sektor pertanian dari hulu sampai hilir berdasarkan data PDB.

1.3.

Cakupan Data
Cakupan dalam penyusunan PDB sektor pertanian,
industri pengolahan berbasis pertanian dan perdagangan
berbasis pertanian berdasarkan Kode Klasifikasi Baku Lapangan
Usaha Indonesia (KBLI) 5 digit tahun 2005 terdiri dari 122
kelompok komoditi yang sektornya meliputi :

Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian

Analisis PDB Sektor Pertanian

Sektor

2013

Sub sektor

Jumlah
Kelompok
4
9
3

Pertanian
(16 kelompok)

1. Tanaman bahan makanan


2. Tanaman perkebunan
3. Peternakan

Industri Pengolahan
( 71 kelompok)

1. Industri makanan, minuman


dan tembakau
2. Industri tekstil, barang kulit
dan alas kaki
3. Industri pupuk, kimia dan
barang dari karet

59

1. Perdagangan besar dan


eceran
tanaman
bahan
makanan
2. Perdagangan besar dan
eceran
tanaman
Perkebunan
3. Perdagangan besar dan
eceran
peternakan
dan
hasil-hasilnya
4. Perdagangan besar dan
eceran industri pengolahan
berbasis komoditi pertanian

Perdagangan Besar
dan Eceran
(35 kelompok)

2
10

8
3
20

Klasifikasi dan diskripsi kelompok komoditi di atas secara rinci


dapat di lihat pada Lampiran 1a.

Hasil penyusunan PDB

pertanian, PDB industri pengolahan berbasis pertanian dan PDB


perdagangan berbasis pertanian menurut kelompok tersebut
periode tahun 2010 2012. Sementara dengan adanya rencana
perubahan PDB atas dasar harga konstan dari tahun 2000

Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian

Analisis PDB Sektor Pertanian

2013

menjadi tahun dasar 2010 di tahun 2014, maka kementerian


pertanian melalui Pusdatin telah mengusulkan klasifikasi dan
diskripsi kelompok komoditas berdasarkan KBLI tahun 2010
sebagai dasar pada penyajian data PDB sektor pertanian tahun
2014 (Lampiran 1b).

Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian

Analisis PDB Sektor Pertanian

2013

BAB II
SUMBER DATA DAN METODOLOGI

2.1.

Sumber Data
Data yang digunakan untuk penyusunan PDB sektor
pertanian, PDB industri pengolahan berbasis pertanian dan PDB
perdagangan berbasis pertanian menurut kelompok dibagi
menjadi:

1. Sub Sektor Tanaman Bahan Makanan


Data produksi padi dan palawija diperoleh dari Sub
Direktorat Statistik Tanaman Pangan BPS. Data tahun
2010 sd 2011 yang digunakan adalah data angka tetap
padi dan palawija, sedangkan tahun 2012 menggunakan
angka ramalan III karena PDB yang dirilis oleh BPS
menggunakan

angka

tersebut.

Cakupan

kelompok

palawija meliputi komoditas jagung, ubi kayu, ubi jalar,


kacang tanah, kedele dan kacang hijau.
Data produksi sayur-sayuran dan buah-buahan diperoleh
dari Sub Direktorat Statistik Hortikultura BPS.
tahun

2010

sedangkan

sd 2011
data

menggunakan

tahun

2012

Data

angka tetap,

menggunakan

angka

sementara. Cakupan kelompok hortikultura sayuran


meliputi

bawang

daun,

bawang

merah,

kubis,

petsai/sawi, wortel, kacang panjang, cabe, tomat,


terung, buncis, ketimun, labu siam, kangkung, bayam,

Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian

Analisis PDB Sektor Pertanian

2013

lobak, petai, melinjo, kacang merah dan kentang.


Sedangkan cakupan kelompok hortikultura buah-buahan
meliputi komoditas alpukat, belimbing, duku/langsat,
durian, jambu biji, jambu air, jeruk, mangga, manggis,
nangka, nenas, pepaya, pisang, rambutan, salak, sawo,
sirsak, sukun, melon dan semangka.

Data harga padi menggunakan harga produsen padi dari


Sub Direktorat Statistik Harga Produsen BPS. Data harga
palawija,

sayuran

dan

buah-buahan

menggunakan

indikator harga berdasarkan Indeks Harga Perdagangan


Besar

(IHPB)

dari

Sub

Direktorat

Statistik

Harga

Perdagangan Besar BPS. Data telah tersedia sampai


tahun 2012.

Data struktur ongkos untuk palawija, sayuran dan buahbuahan menggunakan struktur ongkos hasil pengolahan
Sensus Pertanian 2003 tahun 2004 dan struktur ongkos
padi tahun 2008 dari Sub Direktorat Statistik Tanaman
Pangan, BPS.

2. Sub Sektor Tanaman Perkebunan

Data produksi tanaman perkebunan diperoleh dari


Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian.
Komoditas

yang

tersedia

produksinya

meliputi:

tembakau, karet, kelapa sawit, tebu, kelapa, kakao, kopi


dan teh, cengkeh serta perkebunan lainnya. Data yang
digunakan untuk tahun 2010 sd 2011 merupakan angka

Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian

Analisis PDB Sektor Pertanian

2013

tetap, sementara tahun 2012 menggunakan angka


sementara.

Data harga menggunakan indikator harga yaitu Indeks


Harga Perdagangan Besar (IHPB) dari Sub Direktorat
Statistik Harga Perdagangan Besar BPS. Data telah
tersedia sampai tahun 2012.

Data struktur Ongkos masih menggunakan struktur


ongkos hasil pengolahan Sensus Pertanian 2003 tahun
2004 dari Sub Direktorat Statistik Perkebunan, BPS.

3. Sub Sektor Peternakan

Data peternakan diperoleh dari Direktorat Jenderal


Peternakan Kementerian Pertanian. Jenis data yang
tersedia

meliputi:

populasi

ternak,

produksi

telur,

produksi susu dan pemotongan daging. Data yang


digunakan tahun 2010 sd 2011 merupakan angka tetap,
sedangkan

data

tahun

2012

menggunakan

angka

sementara.

Data harga menggunakan indikator harga yaitu Indeks


Harga Perdagangan Besar (IHPB) dari Sub Direktorat
Statistik Harga Perdagangan Besar BPS. Data sudah
tersedia sampai tahun 2012.

Data struktur Ongkos masih menggunakan struktur


ongkos hasil pengolahan Sensus Peternakan Nasional
(SPN) tahun 2006, 2003 tahun 2004 dari Sub Direktorat
Statistik Peternakan BPS.

Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian

Analisis PDB Sektor Pertanian

2013

4. Sektor Industri Berbasis Pertanian

Data industri besar dan sedang diperoleh dari hasil survei


industri besar dan sedang dari Sub Direktorat Statistik
Industri Besar dan Sedang, BPS. Data yang digunakan
mencakup produksi yang dihasilkan, bahan baku dan
penolong serta biaya-biaya lain yang dirinci menurut
komoditas. Data ini tersedia untuk tahun 2010 dan 2011,
serta Indeks Produksi Besar dan Sedang, BPS tahun
2012.

Data industri kecil dan kerajinan rumah tangga (IKKRT)


diperoleh dari hasil pengolahan Sensus Ekonomi 2006
dan indikator tenaga kerja, BPS.

Data harga menggunakan indikator harga yaitu Indeks


Harga Perdagangan Besar (IHPB) dari Sub Direktorat
Statistik Harga Perdagangan Besar BPS. Data telah
tersedia sampai tahun 2012.

Data struktur ongkos menggunakan struktur ongkos hasil


survei industri besar dan sedang dari Sub Direktorat
Statistik Industri Besar dan Sedang, BPS tahun 2010
sampai dengan tahun 2012.

5. Sektor Perdagangan Berbasis Pertanian


Output

sektoral

barang-barang

yang

diperdagangkan

diperoleh dari output masing-masing sektor PDB yaitu


barang-barang pertanian dan industri berbasis pertanian

Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian

Analisis PDB Sektor Pertanian

2.2.

2013

Metodologi

Metode penghitungan yang digunakan untuk menyusun


PDB setiap sektor berbeda-beda, sehingga metodologi yang
akan disajikan dibagi menjadi beberapa sektor maupun
subsektor. Metodologi ini digunakan untuk memperoleh PDB
atas dasar harga berlaku maupun PDB atas dasar harga
konstan tahun 2000.

1. PDB Sektor Pertanian


PDB

yang

disusun

dalam

analisis

ini

meliputi

Subsektor Tanaman Bahan Makanan, Subsektor Tanaman


Perkebunan, dan Subsektor Peternakan dan Hasil-hasilnya
yang dirinci menurut klasifikasi yang sudah dijelaskan
sebelumnya.
PDB atas dasar harga berlaku dihitung menggunakan
pendekatan produksi, yaitu nilai tambah diperoleh dari
pengurangan total nilai produksi (output) dengan biaya
antaranya untuk masing-masing kelompok komoditas.
Atau dengan rumus dapat dijelaskan :
Outputb,t
NTBb,t

= Produksit x Hargat
= Outputb,t Biaya antara b,t

dimana:
Outputb,t

= Output/nilai produksi bruto atas dasar harga


berlaku tahun t

Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian

10

Analisis PDB Sektor Pertanian

NTBb,T
Produksit
Hargat

2013

= Nilai tambah bruto atas dasar harga berlaku


tahun t
= Kuantum produksi tahun t
= Harga produksi tahun t

PDB atas dasar harga konstan dihitung menggunakan


metode revaluasi, yaitu output diperoleh dari perkalian
antara produksi dengan harga tahun dasar. Sedangkan nilai
tambah dihasilkan dari output atas dasar harga konstan
dikalikan dengan rasio nilai tambah tahun dasar.
Atau dengan rumus dapat dijelaskan :
Outputk,t
NTBk,t

=
=

Produksit x Harga0
Outputk,t x Rasio NTB0

dimana:
Outputk,t =

Output/nilai produksi bruto atas dasar

harga konstan tahun t


NTBk,t
Harga0
Rasio NTB0

= Nilai tambah bruto atas dasar harga


konstan tahun t
= Harga produksi tahun dasar
= Rasio nilai tambah bruto terhadap output
tahun dasar.

Khusus Subsektor Peternakan dan Hasil-hasilnya,


penghitungan produksinya adalah selisih populasi ditambah
dengan pemotongan, dengan rumus sebagai berikut:
Produksit = (Populasit Populasit-1) + Pemotongant

Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian

11

Analisis PDB Sektor Pertanian

2013

2. PDB Sektor Industri Pengolahan Berbasis Pertanian

Output Industri Besar dan Sedang, biaya antara dan nilai


tambah bruto atas dasar harga berlaku diperoleh dari
hasil pengolahan transfer in transfer out (TITO) survei
industri besar dan sedang.

Data Industri besar dan sedang dihasilkan dari survei


tahunan industri yang dilakukan secara sensus. Survei ini
dilakukan
tabulasi

dengan
akhirnya

pendekatan
disajikan

establishment,

secara

rinci

dan

menurut

kelompok komoditi berdasarkan KBLI 5 digit. Penentuan


suatu establishment masuk ke dalam KBLI 5 digit
tertentu didasarkan kepada produk utamanya (main

characteristic product).

Produk utama adalah produk yang nilai outputnya paling


besar dibandingkan dengan nilai produk-produk lainnya
yang

dihasilkan

oleh

suatu

establishment.

Pada

kenyataannya terlihat bahwa dalam satu establishment


ternyata dapat menghasilkan beberapa jenis produk
disamping produk utama. Dengan kata lain digunakannya
pendekatan

establishment

tersebut

mengakibatkan

bahwa seluruh jenis komoditi yang dihasilkan oleh suatu

establishment akan masuk ke dalam KBLI 5 digit tertentu


mengikuti produk utamannya. Oleh karena itu tidak
tertutup kemungkinan bahwa produk lainnya di luar
produk utama tersebut mempunyai ciri produk yang tidak

Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian

12

Analisis PDB Sektor Pertanian

sesuai

lagi

2013
dengan

ciri

produk

utamanya.

Ada

kemungkinan bahwa produk lainnya tersebut memiliki


Kode KBLI 5 digit yang berbeda dengan produk
utamanya.
Berdasarkan uraian di atas maka dapat diperoleh
suatu gambaran bahwa penyajian hasil survei tahunan
industri besar dan sedang yang dirinci menurut KBLI 5 digit
belum secara murni memperlihatkan identitas dari KBLI 5
digit tertentu, karena di dalamnya masih terdapat produkproduk di luar produk utama. Agar data hasil survei
tahunan Industri besar dan sedang (IBS) ini dapat
digunakan untuk kebutuhan penyusunan PDB Industri
Pertanian perlu dilakukan proses pengolahan lebih lanjut.
Proses pengolahan data tersebut, dilakukan

melalui

tahapan-tahapan sebagai berikut:


a. Melakukan identifikasi establishment IBS yang sebagian
atau seluruh barang-barang yang dihasilkan adalah
barang-barang berbahan baku tanaman bahan makanan,
tanaman perkebunan serta peternakan .
b. Melakukan penyandian (Coding) setiap komoditi dari
barang-barang

yang

dihasilkan

untuk

seluruh

establishment yang terpilih pada point 1 ke dalam KBLI 5


digit meskipun hasil penyandian berbeda dari KBLI yang
akan disusun PDB-nya.

Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian

13

Analisis PDB Sektor Pertanian

2013

c. Melakukan penyandian (Coding) setiap komoditi dari


bahan baku dan penolong untuk seluruh establishment
yang terpilih pada point 1 ke dalam KBLI 5 digit.
d. Menjumlahkan nilai dari barang-barang yang dihasilkan
dengan kode KBLI yang sama pada setiap establishment.
e. Melakukan destinasi terhadap bahan baku dan penolong
setiap komoditi sesuai dengan industri pemakai (hasil
point 4).
f. Melakukan proses Transfer In Transfer Out (TITO)
terhadap bahan baku maupun biaya lainnya sesuai
dengan output yang sesuai. Output ini terdiri dari
barang-barang yang dihasilkan, listrik yang dijual, jasa
industri, selisih nilai stok barang setengah jadi, dan
penerimaan lainnya.
g. Setelah proses TITO selesai, maka dilakukan agregasi
barang-barang yang dihasilkan serta bahan baku dan
biaya

produksi

lainnya

(termasuk

komponen

nilai

tambah) sesuai dengan KBLI 5 digit Industri yang telah


ditentukan.
h. Memeriksa kelayakan rasio nilai tambah menurut KBLI
yang telah disepakati.
i. Membuat neraca produksi IBS menurut KBLI 5 digit.

Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian

14

Analisis PDB Sektor Pertanian

2013

Setelah neraca produksi Industri Besar dan Sedang


diperoleh, artinya nilai tambah untuk industri Besar dan
Sedang atas dasar harga berlaku diperoleh pula. Kemudian
untuk menghitung nilai tambah industri Besar dan Sedang
atas dasar harga konstan 2000 diperlukan suatu deflator
yaitu indeks harga perdagangan besar (IHPB). Dari Output
industri besar dan sedang atas dasar harga berlaku di-

deflate dengan indeks harga perdagangan besar maka


diperoleh output industri besar dan sedang atas dasar harga
konstan. Kemudian output atas dasar harga konstan
tersebut dikalikan rasio nilai tambah terhadap output tahun
dasar diperoleh NTB industri besar dan sedang atas dasar
harga konstan.
Industri Kecil dan Kerajinan Rumah Tangga, dasar
penghitungannya adalah output hasil pengolahan Sensus
Ekonomi (SE) 2006. Output hasil SE 2006 di-deflate dengan
IHPB tahun yang sama diperoleh output atas dasar harga
konstan.

Kemudian

untuk

tahun

2010

sampai

2012

digerakkan menggunakan indeks produksi Industri Mikro


dan Kecil (IMK). Setelah output atas dasar harga konstan
masing-masing tahun diperoleh maka di-inflate dengan IHPB
dihasilkan output atas dasar harga berlaku masing-masing
tahun. NTB atas dasar harga berlaku dihitung dari output
atas dasar berlaku kali rasio NTB tahun berjalan. Demikian
juga NTB atas dasar harga konstan dihitung dari output atas
dasar harga konstan kali rasio NTB tahun dasar.

Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian

15

Analisis PDB Sektor Pertanian

2013

Nilai Tambah Bruto Sektor Industri atas dasar harga


berlaku dan konstan dihasilhan dari penjumlahan nilai
tambah industri besar dan sedang dan nilai tambah industri
kecil dan kerajinan rumah tangga untuk masing-masing
harga berlaku dan harga konstan.

3. PDB Sektor Perdagangan Besar dan Eceran Berbasis


Pertanian

Penghitungan PDB sektor ini didasarkan pada metode

commodity flow (arus barang), artinya output subsektor


perdagangan didasarkan pada output sektoral atas dasar
harga berlaku maupun atas dasar harga konstan. Output
sektoral dalam laporan ini adalah output tanaman bahan
makanan,

output

tanaman

perkebunan,

output

peternakan dan hasil-hasilnya, serta output industri


pengolahan berbasis pertanian.

Output sektor perdagangan adalah margin perdagangan


yang dihasilkan dari selisih penjualan dan pembelian
barang-barang yang didagangkan. Output subsektor
perdagangan atas dasar harga berlaku dan atas dasar
harga konstan dihitung dengan mengalikan output
sektoral dengan rasio margin perdagangan dan rasio
barang

yang

didagangkan

untuk

masing-masing

kelompok komoditi. Rasio margin perdagangan dan rasio


barang yang didagangkan diturunkan dari tabel InputOutput tahun 2005.

Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian

16

Analisis PDB Sektor Pertanian

2013

Output
sektor
perdagangan
=
Margin
Perdagangan Besar + Margin Perdagangan Eceran
Margin Perdagangan Besar (PB) =
RMS Produsen x RMS PB x RMH PB x Output Produsen
Dimana :
RMS Produsen

= Rasio Marketed Surplus di tingkat


produsen
RMS PB
= Rasio Marketed Surplus di tingkat
perdagangan besar
RMH PB
= Rasio Marjin Harga di tingkat
Perdaganan Besar
Output Produsen = Output dari produsen sektoral

Margin Perdagangan Eceran (PE) =


RMS Produsen x RMS PB x RMS PB ke PE x RMS PE x
RMH PE x Output Produsen
Dimana :
RMS Produsen

= Rasio Marketed Surplus di tingkat


produsen
RMS PB
= Rasio Marketed Surplus di tingkat
perdagangan besar
RMS PB ke PE
= Rasio Marketed Surplus di tingkat
Perdaganan Besar yang dijual ke
Pedagang Eceran
RMS PE
= Rasio Marketed Surplus di tingkat
Perdaganan Eceran
RMH PE
= Rasio Marjin Harga di tingkat
Perdaganan Eceran
Output Produsen = Output dari produsen sektoral

Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian

17

Analisis PDB Sektor Pertanian

2013

Nilai tambah bruto (NTB) atau PDB subsektor


perdagangan atas dasar harga berlaku dan atas
dasar harga konstan dihitung dari perkalian antara
output perdagangan dengan rasio nilai tambah
terhadap output masing-masing kelompok komoditi.

Output dan NTB perdagangan yang dihitung di sini


hanya mencakup perdagangan besar dan eceran
dalam negeri, tidak termasuk penjualan barangbarang impor, pajak penjualan, dan bea masuk
barang impor.

Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian

18

Analisis PDB Sektor Pertanian

2013

BAB III
Analisis PDB Sektor Pertanian
PDB merupakan jumlah nilai tambah bruto yang dihasilkan oleh
seluruh unit usaha dalam suatu negara pada jangka waktu tertentu
atau merupakan jumlah nilai barang dan jasa akhir yang dihasilkan
oleh seluruh unit ekonomi (BPS, 2001). PDB berdasarkan penghasil
barang

dan

jasa

dikelompokan

menurut

(sembilan)

sektor

ekonomi/lapangan usaha, salah satunya adalah sektor pertanian.


Sesuai

dengan

(empat)

sukses

pembangunan

pertanian,

diantaranya meningkatkan nilai tambah, daya saing dan ekspor yang


dapat dilihat salah satunya melalui PDB pertanian.
Pusdatin telah bekerjasama dengan BPS dalam menyusun data
PDB sektor pertanian yang lebih rinci berdasarkan komoditas/
kelompok komoditas termasuk didalamnya PDB industri berbasis
pertanian dan PDB perdagangan berbasis pertanian, sehingga
diharapkan persentase penciptaan nilai tambah bruto pertanian
terhadap PDB Indonesia lebih mendekati realitas.
Dalam penyajian data PDB menurut lapangan usaha yang
secara rutin dirilis oleh BPS, salah satunya adalah PDB pertanian
secara luas yang mencakup tanaman bahan makanan, tanaman
perkebunan, peternakan dan hasil-hasilnya, kehutanan dan perikanan.
Namum mengingat Kementerian Pertanian tidak termasuk kehutanan
dan perikanan sehingga dalam penyusunan PDB sektor Pertanian
hanya mencakup PDB menurut sub sektor Tanaman Bahan Makanan,
sub sektor Tanaman Perkebunan dan sub sektor Peternakan
Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian

yang

19

Analisis PDB Sektor Pertanian

2013

dalam penyajiannya lebih diperinci per kelompok komoditas atau


komoditas pertanian.
Selain itu juga PDB dihitung dengan 2 pendekatan yaitu harga

berlaku merupakan nilai tambah barang dan jasa yang dihitung


dengan menggunakan harga yang berlaku pada setiap tahun.

Harga konstan merupakan nilai tambah barang dan jasa yang


dihitung menggunakan harga yang berlaku pada satu tahun tertentu
sebagai tahun dasar (tahun 2000).
3.1.

PDB Sektor Pertanian


Selama tahun 2010 sampai tahun 2012 terlihat terjadi

peningkatan PDB Indonesia, yang diikuti pula peningkatan PDB sektor


pertanian.

PDB sektor pertanian luas (termasuk kehutanan dan

perikanan) atas dasar harga berlaku tahun 2010 sebesar 985,5 triliun
rupiah meningkat menjadi 1.190,4 triliun rupiah pada tahun 2012.
Kondisi demikian juga terjadi di sektor pertanian sempit, yaitu tahun
2010 sebesar 737,8 triliun rupiah menjadi 880,2 triliun rupiah di tahun
2012.

Sementara di sektor industri pengolahan yaitu tahun 2010

sebesar 1.599,1 triliun rupiah menjadi 1.972,8 triliun rupiah di tahun


2012, begitu juga di sektor perdagangan tahun 2010 sebesar 882,5
triliun rupiah menjadi 1.145,6 triliun rupiah pada tahun 2012.
Kontribusi terbesar pada tahun 2012 terjadi pada sektor industri
pengolahan sebesar 23,94%, peringkat kedua diduduki oleh sektor
pertanian secara luas mencapai 14,44%, sedangkan peringkat ketiga
diduduki oleh sektor perdagangan sebesar 13,90%. Hal ini dapat
dilihat lebih rinci pada Tabel 3.1.

Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian

20

Analisis PDB Sektor Pertanian

2013

Tabel 3.1. PDB sektor pertanian atas harga berlaku dan


kontribusinya
terhadap
PDB
Indonesia,
tahun 2010 - 2012
PDB Atas Harga Berlaku (Triliun Rupiah)
2010
2011*)
2012**)

Uraian

Kontribusi thd PDB Indonesia (%)


2010
2011*)
2012**)

Pertanian Tanaman Bahan Makanan

482,4

530,0

574,3

7,48

7,14

6,97

Pertanian Tanaman Perkebunan

136,0

153,7

159,8

2,11

2,07

1,94

Peternakan dan Hasil-hasilnya

119,4

129,6

146,1

1,85

1,75

1,77

Sektor Pertanian (Secara Sempit/Kementan)

737,8

813,3

880,2

11,44

10,96

10,68

Sektor Pertanian (Secara Luas)

985,5

1.091,4

1.190,4

15,29

14,70

14,44

1.599,1

1.806,1

1.972,8

24,80

24,33

23,94

882,5

1.024,0

1.145,6

13,69

13,80

13,90

Sektor Lainnya

2.979,8

3.501,2

3.933,0

46,22

47,17

47,72

PDB Indonesia

6.446,9

7.422,8

8.241,9

100,00

100,00

100,00

Sektor Industri Pengolahan


Sektor Perdagangan

Sumber : BPS diolah Pusdatin


Keterangan : *) Angka sementara
**) Angka sangat sementara

Pertumbuhan

ekonomi

nasional

tahun

2012

meningkat

dibandingkan tahun 2011, hal ini dapat dilihat berdasarkan PDB atas
harga konstan 2000, laju pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2010
sebesar 6,22%, sementara tahun 2011 meningkat sebesar 6,49%.
Pada tahun 2012 laju pertumbuhan ekonomi meningkat lambat
sebesar 6,23%.
Seiring dengan kondisi tersebut, laju pertumbuhan sektor
pertanian secara luas tahun 2010 meningkat sebesar 3,01%, kembali
meningkat pada tahun 2011 sebesar 3,37%, begitu juga di tahun
2012 meningkat sebesar 3,97% dibandingkan tahun sebelumnya.
Sementara pertanian secara sempit memiliki pertumbuhan yang
fluktuatif, yaitu tahun 2010 meningkat

sebesar 2,40%, kemudian

Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian

21

Analisis PDB Sektor Pertanian

2013

tahun 2011 meningkat sebesar 2,31% dan tahun 2012 meningkat


sebesar 4,18%.
Laju pertumbuhan sektor industri pengolahan pada tahun 2010
mencapai 4,74%, kemudian meningkat menjadi 6,14% pada tahun
2011 dan tumbuh melambat menjadi 5,73% pada tahun 2012,
demikian juga di sektor perdagangan tahun 2010 mencapai 8,69%,
kemudian pada tahun 2011 meningkat sebesar 9,17% dan tumbuh
melambat menjadi 8,11% pada tahun 2012.
Jika dilihat dari PDB atas dasar harga konstan tahun 2000, PDB
sektor

pertanian

sempit

(tanaman

bahan

makanan,

tanaman

perkebunan dan peternakan) tahun 2010 sampai dengan tahun 2012


masing-masing sebesar 236,8 triliun rupiah tahun 2010, pada tahun
2011 sebesar 242,3 triliun rupiah dan tahun 2012 meningkat hingga
mampu menyumbangkan

PDB

Indonesia sebesar 252,4 triliun

rupiah. Secara rinci dapat dilihat pada Tabel 3.2.


Tabel 3.2.

PDB sektor pertanian atas harga konstan dan laju


pertumbuhan, tahun 2010 - 2012

Uraian
Pertanian Tanaman Bahan Makanan

PDB Atas harga konstan (triliun rupiah)


2010
2011*)
2012**)

Laju Pertumbuhan (%)


2010
2011*) 2012**)

151,5

154,2

158,7

1,64

1,75

2,95

Pertanian Tanaman Perkebunan

47,2

49,3

51,8

3,49

4,47

5,08

Peternakan dan Hasil-hasilnya

38,2

40,0

42,0

4,27

4,78

4,82

Sektor Pertanian (Secara Sempit/Kementan)

236,8

242,3

252,4

2,40

2,31

4,18

Sektor Pertanian (Secara Luas)

304,8

315,0

327,5

3,01

3,37

3,97

Sektor Industri Pengolahan

597,1

633,8

670,1

4,74

6,14

5,73

Sektor Perdagangan

400,5

437,2

472,6

8,69

9,17

8,11

2.009,1

2.149,5

2.290,6

6,70

6,99

6,56

2.314,5

2.464,7

2.618,1

6,22

6,49

6,23

Sektor Lainnya
PDB Indonesia
Sumber : BPS diolah Pusdatin
Keterangan : *) Angka sementara

**) Angka sangat sementara

Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian

22

Analisis PDB Sektor Pertanian

2013

3.2. PDB Sektor Pertanian Dari Hulu Hingga Hilir


3.2.1. PDB Sektor Pertanian Hulu Hilir Atas Harga Berlaku
Penyempurnaan penghitungan PDB sektor pertanian terlihat
bahwa rilis sebelumnya oleh BPS, PDB sektor pertanian sempit atas
dasar harga berlaku yang hanya mencakup tanaman bahan makanan,
tanaman perkebunan dan peternakan dan hasil-hasilnya hanya
mencakup produk primer tahun 2010, 2011 dan 2012 masing-masing
737,80 triliun rupiah, 813,26 triliun rupiah dan 880,17 triliun rupiah.
Setelah dilakukan penyempurnaan penghitungan PDB sektor pertanian
per komoditas, pada tahun 2012 PDB sektor pertanian bertambah
624,92 triliun rupiah dari sektor industri pengolahan non migas
(berbasis pertanian) dan 357,86 triliun rupiah dari sektor perdagangan
berbasis pertanian. Sehingga PDB menurut cakupan Kementan
menjadi 1.481,30 triliun rupiah pada tahun 2010, sementara tahun
2011 dan tahun 2012 masing-masing menjadi 1.678,49 triliun rupiah
dan 1.862,95 triliun rupiah. Hasil penghitungan secara rinci dapat di
lihat pada tabel 3.3 di bawah ini.

Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian

23

Analisis PDB Sektor Pertanian

2013

Tabel 3.3. PDB atas dasar harga berlaku menurut klasifikasi


Kementerian Pertanian (triliun rupiah),
tahun 2010 - 2012
NO.
I

II

PDB Atas Harga Berlaku (Triliun Rupiah)


2010
2011*)
2012 **)

Uraian
Sektor Pertanian (Secara Sempit/Kementan)

737,80

813,26

880,17

Pertanian Tanaman Bahan Makanan

482,38

529,97

574,33

Pertanian Tanaman Perkebunan

136,05

153,71

159,75

Peternakan dan Hasil-hasilnya

119,37

129,58

146,09

467,32

548,28

624,92

447,55

527,59

601,88

Sektor Industri Pengolahan Non Migas (Kementan)


Ind. Makanan, Minuman dan Tembakau

III

Ind. Tekstil, Barang dari Kulit dan Alas Kaki

0,120

0,138

0,134

Ind. Pupuk, Kimia dan Barang dari Karet

19,66

20,56

22,91

276,18

316,96

357,86

PDB Menurut Cakupan Kementan

1.481,30

1.678,49

1.862,95

PDB Indonesia

6.446,85

7.422,78

8.241,86

Sektor Perdagangan Besar dan Eceran (Kementan)

Sumber : BPS diolah Pusdatin


Keterangan : *) Angka sementara
**) Angka sangat sementara

Berdasarkan PDB atas dasar harga berlaku yang dihasilkan


diatas, pada tahun 2010 PDB sektor pertanian menurut cakupan
Kementerian Pertanian mampu menyumbang PDB Indonesia sebesar
22,98% yang terdiri dari sektor pertanian (on farm) sebesar 11,44%,
dari sektor industri pengolahan sebesar 7,25% serta dari sektor
perdagangan

sebesar

4,28%.

Sementara

pada

tahun

2011

sumbangan yang tercipta untuk PDB Indonesia masing-masing sektor


di lingkup Kementerian Pertanian adalah sektor pertanian sebesar
10,96%,

sektor industri sebesar 7,39% dan sektor perdagangan

besar dan eceran sebesar 4,27%, sehingga total PDB menurut


cakupan Kementerian Pertanian mencapai 22,61%. Pada tahun 2012
sumbangan yang dihasilkan oleh Kementerian Pertanian dalam

Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian

24

Analisis PDB Sektor Pertanian

2013

penciptaan PDB Indonesia meningkat melambat sebesar 22,60%


(Tabel 3.4). Jika di perhatikan selama kurun waktu tiga tahun,
peranan komoditi-komoditi menurut binaan Kementerian Pertanian
dalam penciptaan PDB Indonesia menunjukan persentase yang
bergerak cukup baik.

Tabel 3.4. Peranan PDB atas dasar harga berlaku menurut klasifikasi
Kementerian Pertanian terhadap penciptaan PDB Indonesia
(%), tahun 2010 - 2012
NO.
I

II

Uraian

2010

Sektor Pertanian (Secara Sempit/Kementan)

2012**)

11,44

10,96

10,68

Pertanian Tanaman Bahan Makanan

7,48

7,14

6,97

Pertanian Tanaman Perkebunan

2,11

2,07

1,94

Peternakan dan Hasil-hasilnya

1,85

1,75

1,77

7,25

7,39

7,58

Sektor Industri Pengolahan Non Migas (Kementan)


Ind. Makanan, Minuman dan Tembakau
Ind. Tekstil, Barang dari Kulit dan Alas Kaki
Ind. Pupuk, Kimia dan Barang dari Karet

III

2011*)

Sektor Perdagangan Besar dan Eceran (Kementan)

7,11

7,30

0,002

0,002

0,30

0,28

0,28

4,28

4,27

4,34

22,98

22,61

22,60

100,00

100,00

100,00

PDB Menurut Cakupan Kementan


PDB Indonesia

6,94
0,002

Sumber : BPS diolah Pusdatin


Keterangan : *) Angka sementara
**) Angka sangat sementara

Gambar 3.1. berikut ini menunjukkan bahwa PDB Pertanian


secara menyeluruh (dari hulu hingga hilir), menduduki peringkat
kedua

setelah

sektor

Industri

pengolahan

berbasis

pertanian

memberikan kontribusi tertinggi terhadap PDB Indonesia, peringkat ke


tiga diduduki oleh sektor perdagangan berbasis pertanian.

Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian

25

Analisis PDB Sektor Pertanian

2013

(%)
12,00
10,00
8,00
6,00
4,00
2,00
0,00
2010
11,44

2011
10,96

2012
10,68

Industri Pengolahan
berbasis pertanian

7,25

7,39

7,58

Perdagangan berbasis
pertanian

4,28

4,27

4,34

Pertanian Sempit

Gambar 3.1. Kontribusi PDB sektor pertanian dari hulu hingga hilir terhadap
PDB Indonesia, tahun 2010 - 2012

3.2.2. PDB Sektor Pertanian Hulu Hilir Atas Harga Konstan


PDB sektor pertanian sempit meliputi

tanaman bahan

makanan, tanaman perkebunan dan peternakan atas dasar harga


konstan 2000 pada tahun 2010 sebesar 236,87 triliun rupiah,
meningkat di tahun 2011 mencapai 243,45 triliun rupiah, begitu juga
di tahun 2012 meningkat sebesar 252,43 triliun rupiah. Setelah
dihitung untuk sektor industri pengolahan dan sektor perdagangan
sesuai dengan cakupan Kementerian Pertanian, PDB atas dasar harga
konstan yang tercipta bertambah menjadi 484,08 triliun rupiah pada
tahun 2010, meningkat pada tahun 2011 sebesar

511,61 triliun

rupiah dan kembali meningkat pada tahun 2012 sebesar 539,04 triliun
rupiah. Secara rinci dapat di lihat pada Tabel 3.5.

Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian

26

Analisis PDB Sektor Pertanian

2013

Tabel 3.5. PDB atas dasar harga konstan menurut klasifikasi


Kementerian Pertanian (triliun rupiah),
tahun 2010 - 2012
NO.
I

PDB Atas Harga Konstan (Triliun Rupiah)


2010
2011*)
2012**)

Uraian
Sektor Pertanian (Secara Sempit/Kementan)

236,87

243,45

252,43

151,50

154,15

158,69

Pertanian Tanaman Perkebunan

47,15

49,26

51,76

Peternakan dan Hasil-hasilnya

38,21

40,04

41,97

157,31

171,49

185,30

150,64

164,90

177,96

0,020

0,022

0,021

6,65

6,58

7,32

89,90

96,67

101,30

484,08

511,61

539,04

2.314,46

2.464,68

2.618,14

Pertanian Tanaman Bahan Makanan

II

Sektor Industri Pengolahan Non Migas (Kementan)


Ind. Makanan, Minuman dan Tembakau
Ind. Tekstil, Barang dari Kulit dan Alas Kaki
Ind. Pupuk, Kimia dan Barang dari Karet

III Sektor Perdagangan Besar dan Eceran (Kementan)


PDB Menurut Cakupan Kementan
PDB Indonesia

Sumber : BPS diolah Pusdatin


Keterangan : *) Angka sementara
**) Angka sangat sementara

Seiring dengan kondisi tersebut, laju pertumbuhan sektor


pertanian secara sempit pada tahun 2010 mencapai 2,41%, meningkat
pada tahun 2011 sebesar 2,78%, dan tahun 2012 kembali meningkat
sebesar 3,69%.

Laju pertumbuhan

sub sektor tanaman bahan

makanan tahun 2012 sebesar 2,95%,

sub sektor tanaman

perkebunan mencapai 5,08% dan sub sektor peternakan mencapai


4,82% (Tabel 3.6).

Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian

27

Analisis PDB Sektor Pertanian

2013

Tabel 3.6. Laju pertumbuhan PDB atas dasar harga konstan


menurut klasifikasi Kementerian Pertanian (%),
tahun 2010 - 2012
NO.
I

II

Laju Pertumbuhan (%)


2010
2011*)
2012**)

Uraian
Sektor Pertanian (Secara Sempit/Kementan)

2,41

2,78

3,69

Pertanian Tanaman Bahan Makanan

1,64

1,75

2,95

Pertanian Tanaman Perkebunan

3,46

4,47

5,08

Peternakan dan Hasil-hasilnya

4,27

4,78

4,82

2,77

9,02

8,05

2,80

9,46

7,92

Sektor Industri Pengolahan Non Migas (Kementan)


Ind. Makanan, Minuman dan Tembakau
Ind. Tekstil, Barang dari Kulit dan Alas Kaki

-2,99

7,93

2,22

-1,09

11,31

Sektor Perdagangan Besar dan Eceran (Kementan)

1,52

7,53

4,80

PDB Menurut Cakupan Kementan

2,36

5,69

5,36

PDB Indonesia

6,22

6,49

6,23

Ind. Pupuk, Kimia dan Barang dari Karet


III

-3,16

Sumber : BPS diolah Pusdatin


Keterangan : *) Angka sementara
**) Angka sangat sementara

Jika dlilihat dari tabel di atas, laju pertumbuhan masing-masing


sektor dan sub sektor yang dihasilkan

oleh Kementerian Pertanian

menunjukkan pertumbuhan positif kecuali sektor industri tekstil


mengalami penurunan pada tahun 2010 sebesar 2,99% dan tahun
2012 sebesar 3,16%, begitu juga dengan sektor industri pupuk, kimia
dan barang-barang dari karet sebesar 1,09% pada tahun 2011. Hal ini
disebabkan karena masuknya barang-barang impor dari Cina yang
menawarkan harga murah.

Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian

28

Analisis PDB Sektor Pertanian

2013

(%)
10,00
9,00
8,00
7,00
6,00
5,00
4,00
3,00
2,00
1,00
0,00
2010
2,41

2011
2,78

2012
3,69

Industri Pengolahan berbasis


pertanian

2,77

9,02

8,05

Perdagangan berbasis
pertanian

1,52

7,53

4,8

Pertanian sempit

Gambar 3.2. Laju pertumbuhan PDB sektor pertanian dari hulu hingga hilir
tahun 2010 - 2012

PDB sektor pertanian dari hulu hingga hilir pada tahun 2012
menunjukan peningkatan hingga mencapai 3,69%, sementara industri
pengolahan

berbasis

pertanian

mencapai

8,05%

dan

sektor

perdagangan berbasis pertanian mencapai 4,8%. Perkembangan laju


pertumbuhan sektor pertanian dari hulu hingga hilir dapat dilihat pada
Gambar 3.2.
3.3. PDB Sektor Pertanian (on farm/hulu)
3.3.1. Kontribusi PDB Sektor Pertanian on Farm
Sementara bila dilihat kontribusi sektor pertanian (on farm)
secara luas terhadap sumbangan PDB Indonesia selama tahun 2010 2012 menunjukkan penurunan, yaitu tahun 2010 berkontribusi
sebesar 15,29% kemudian turun menjadi 14,70% tahun 2011, dan

Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian

29

Analisis PDB Sektor Pertanian

2013

kembali turun menjadi 14,44% pada tahun 2012, sehingga kontribusi


PDB sektor lainnya meningkat (Gambar 3.3).

11,44

15,29

2010

10,96

14,70

2011
Pertanian Sempit

85,56

85,30

84,71

Pertanian Luas

10,68

14,44

2012
Sektor Lainnya

Gambar 3.3. Kontribusi sektor pertanian (on farm) terhadap PDB Indonesia, tahun
2010 - 2012

Demikian pula bila dilihat kontribusi PDB sektor pertanian


sempit terhadap PDB Indonesia tahun 2010 sampai dengan tahun
2012 masing-masing berkontribusi sebesar 11,44% pada tahun 2010,
pada tahun 2011 menjadi 10,96%, kembali menurun pada tahun 2012
menjadi 10,68%. Secara rinci dapat di lihat pada Lampiran 2 & 3.

Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian

30

Analisis PDB Sektor Pertanian

2013

(%)

16.00
14.00
12.00
10.00
8.00
6.00
4.00
2.00
0.00

Tanaman
Perkebunan

Peternakan

Pertanian
Sempit

Pertanian
Luas

2010

Tanaman
Bahan
Makanan
7.48

2.11

1.85

11.44

15.29

2011

7.14

2.07

1.75

10.96

14.70

2012

6.97

1.94

1.77

10.68

14.44

Gambar 3.4. Kontribusi PDB sub sektor pertanian (on farm) terhadap PDB Indonesia
tahun 2010 - 2012

Bila dilihat pada Gambar 3.4. menunjukkan sub sektor


pertanian yang memiliki kontribusi tertinggi adalah tanaman bahan
makanan (tabama) mencapai 7,48% tahun 2010 menurun menjadi
7,14% pada tahun 2011 dan pada tahun 2012 menurun mencapai
6,97% terhadap PDB Indonesia.

Selanjutnya

disusul sub sektor

perkebunan dan peternakan tahun 2012 masing-masing berkontribusi


sebesar 1,94% dan 1,77% terhadap PDB Indonesia. Jika diperhatikan
selama tiga tahun tersebut, peranan komoditas pertanian dalam
penciptaan PDB Indonesia menunjukkan persentase yang bergerak
melambat (Gambar 3.4).
Selanjutnya dari sub sektor tabama terlihat pada tahun 2012,
padi memiliki

kontribusi terbesar yaitu 2,81% terhadap PDB

Indonesia, disusul buah-buahan sebesar 1,86%, palawija sebesar


1,40% dan sayuran sebesar 0,90% (Gambar 3.5).

Produksi padi

Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian

31

Analisis PDB Sektor Pertanian

2013

memberikan andil terbesar di sub sektor tabama, sehingga bila terjadi


perubahan produksi atau harga akan berpengaruh besar terhadap sub
sektor tabama dan pada akhirnya terhadap PDB Sektor Pertanian.
Secara lebih rinci masing-masing nilai dan kontribusi sub sektor
tanaman bahan makanan dapat dilihat pada Lampiran 3.

(%)
25,00
20,00
15,00
10,00
5,00
Tabama

Padi

Palawija

Horti
Sayur

2012

6,97

2,81

1,40

0,90

Horti
Buahbuahan
1,86

2011

7,14

2,70

1,47

0,97

2,00

2010

7,48

2,77

1,63

1,13

1,95

Gambar 3.5. Kontribusi PDB kelompok komoditas dalam tanaman bahan


makanan terhadap PDB Indonesia, tahun 2010 - 2012

Sejalan dengan kontribusi tersebut di atas, peranan masingmasing komoditas/kelompok komoditas terhadap sub sektor tanaman
bahan makanan tahun 2012, komoditas padi mampu berkontribusi
sebesar 40%, disusul PDB kelompok buah-buahan sebesar 27%,
kelompok palawija sebesar 20% dan sayuran sebesar 13 % terhadap
sub sektor tanaman bahan makanan (Gambar 3.6).

Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian

32

Analisis PDB Sektor Pertanian

2013

27%

40%

13%
20%

Padi

Palawija

Horti sayur

Horti buah

Gambar 3.6. Kontribusi PDB kelompok komoditas terhadap PDB sub sektor
tanaman bahan makanan tahun 2012

Selanjutnya perananan masing-masing komoditas pada sub


sektor perkebunan tahun 2012 yang mampu menyumbangkan PDB
Indonesia

terbesar

adalah

komoditas

kelapa

sawit

mampu

menyumbangkan sebesar 56% terhadap PDB sub sektor perkebunan,


disusul karet dan penghasil getah lainnya sebesar 15%, kelapa
sebesar 9%, teh dan kopi sebesar 5% dan komoditas perkebunan
lainnya masing-masing kurang dari 4% (Gambar 3.7). Secara lebih
rinci masing-masing nilai dan kontribusi PDB sub sektor perkebunan
dapat dilihat dalam Lampiran 3.

Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian

33

Analisis PDB Sektor Pertanian

1%

2013

5% 3%

4%

4%
15%

9%
3%

56%

Tembakau
Kelapa Sawit
Kelapa
Tanaman Teh dan kopi
Tanaman obat-obatan/biofarmaka dan tanaman hias

Karet & Penghasil Getah Lainnya


Tebu dan Tanaman Pemanis Lainnya
Tanaman Kakao
Cengkeh

Gambar 3.7 Kontribusi PDB masing-masing komoditas perkebunan


terhadap PDB sub sektor perkebunan, tahun 2012

Perananan masing-masing kelompok komoditas pada sub


sektor peternakan tahun 2012 yang mampu menyumbangkan PDB
Indonesia terbesar adalah kelompok komoditas ternak besar dan kecil
menyumbangkan sebesar 54% terhadap PDB sub sektor peternakan,
disusul kelompok ternak unggas sebesar 43% dan susu segar hanya
3% (Gambar 3.8).
kontribusi

PDB

sub

Secara lebih rinci masing-masing nilai dan


sektor

peternakan

dapat

dilihat

dalam

Lampiran 2 & 3.

Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian

34

Analisis PDB Sektor Pertanian

2013
3%

43%
54%

Ternak Besar dan Kecil

Ternak Unggas

Susu Segar

Gambar 3.8. Kontribusi PDB kelompok komoditas peternakan terhadap PDB


sub sektor peternakan, tahun 2012

3.3.2. Laju Pertumbuhan PDB Sektor Pertanian on Farm


Pada PDB sektor pertanian on farm, bila dilihat selama 2010
sampai 2012, laju pertumbuhan PDB sub sektor

pertanian secara

sempit atas dasar harga konstan menunjukkan pertumbuhan yang


positif, dimana laju pertumbuhan yang cukup tajam terjadi pada tahun
2012 untuk tanaman perkebunan sebesar 5,08% dibandingkan tahun
sebelumnya, dan laju pertumbuhan tanaman bahan makanan terlihat
meningkat dari 1,64% pada tahun 2010 menjadi 2,95% pada tahun
2012, sementara sub sektor peternakan laju pertumbuhan cenderung
berfluktuasi dari tahun ke tahun, pada tahun 2012 sebesar 4,82%
(Gambar 3.9).

Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian

35

Analisis PDB Sektor Pertanian

2013

7.00

6.22

6.00
5.08
5.00

4.47

4.00

2.00

6.49
4.82
4.27
4.78

4.18

3.97

3.38
2.95

3.00

6.23

2.38

1.64
1.75

2.99
3.37

2.31

1.00
0.00

Tanaman
Bahan
Makanan

Tanaman
Perkebunan

Peternakan

2010

2011 *)

Pertanian
Sempit

Pertanian
Luas

PDB
Indonesia

2012**)

Gambar 3.9 Laju pertumbuhan PDB sektor pertanian atas dasar harga
konstan, tahun 2010 - 2012

Selanjutnya bila diamati lebih jauh laju pertumbuhan masingmasing PDB komoditas/kelompok komoditas terhadap sub sektor
tanaman bahan makanan menunjukkan fluktuatif, dimana laju
pertumbuhan kelompok horti buah pada tahun 2010 turun sebesar
10,80% kemudian meningkat 15,16% pada tahun 2011 (Gambar
3.10). Secara lebih rinci laju pertumbuhan masing-masing kelompok
komoditas pada sub sektor tanaman bahan makanan dapat dilihat
dalam Lampiran 4 & 5.

Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian

36

Analisis PDB Sektor Pertanian

2013

20.00
15.16
15.00

11.75

10.00
5.00

7.23

3.22

4.87

2.90

2.41

0.37

Padi

(5.00)

Palawija

(1.07)

(5.51)

Horti Sayur

Horti Buah

(1.35)

(10.00)

(10.80)

(15.00)
2010
Gambar

3.10.

2011

2012

Laju
pertumbuhan
PDB
kelompok
tanaman
bahan
makanan/komoditas atas harga konstan, tahun 2010 - 2012

Sementara itu laju pertumbuhan masing-masing komoditas


pada sub sektor perkebunan tahun 2010 sampai 2011 berfluktuatif,
sedangkan pada tahun 2012 terjadi peningkatan, dengan peningkatan
terbesar terjadi pada tanaman obat-obatan/biofarmaka dan tanaman
hias sebesar 21,99%, sementara peningkatan terbesar pada tahun
2011 terjadi pada tanaman tembakau mencapai 58,11%. Sedangkan
penurunan terbesar terjadi pada komoditas cengkeh pada tahun 2011
mencapai 26,61% (Gambar 3.11).
Secara lebih rinci laju pertumbuhan masing-masing komoditas
sub sektor perkebunan dapat dilihat dalam Lampiran 2.

Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian

37

Analisis PDB Sektor Pertanian

60.00

2013

58.11

50.00
40.00
30.00

21.99

20.00
5.91

10.00

9.34
2.57
9.04

16.01

10.49
5.18

8.43

1.82
4.67
0.56
0.24

4.92

3.17

4.69

8.24

Tembakau

(10.00)
(20.00)

(24.98)

Karet & Getah


Lainnya

Kelapa Sawit

Tebu(0.99)
dan Tan.
Pemanis

Kelapa

Kakao
(2.08)

(5.51)

Teh dan kopi


(2.31)
(6.63)

Cengkeh

tan. hias

(11.42)

(30.00)

Tan. obat-

(3.47)
obatan dan

(26.61)

2010

2011

2012

Gambar 3.11. Laju pertumbuhan PDB komoditas perkebunan atas harga


konstan, Tahun 2010 - 2012

Laju pertumbuhan masing-masing PDB kelompok komoditas


pada sub sektor peternakan menunjukan peningkatan. Sementara laju
pertumbuhan terbesar juga terjadi pada ternak besar dan kecil tahun
2010 sebesar 8,53%. Sementara laju pertumbuhan sub sektor
peternakan pada tahun 2012 ternak besar dan kecil memiliki laju
pertumbuhan sebesar 2,35%, laju pertumbuhan ternak unggas
mencapai 7,18% dan laju pertumbuhan susu segar mencapai 4,45%
(Gambar 3.12). Secara lebih rinci laju pertumbuhan masing-masing
kelompok komoditas pada sub sektor peternakan dapat dilihat dalam
Lampiran 5.

Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian

38

Analisis PDB Sektor Pertanian

2013

8,53

9,00

7,66

8,00

7,30

7,18

7,23

7,00
6,00

4,45

5,00
4,00
3,00

2,35

2,08

2,00

0,19

1,00
-

2010
Ternak Besar dan Kecil

2011

2012

Ternak Unggas

Susu Segar

Gambar 3.12. Laju pertumbuhan PDB kelompok komoditas peternakan atas harga
konstan, tahun 2010 2012

3.4
3.4.1.

PDB Sektor Industri Pengolahan Berbasis Pertanian


PDB Sektor Industri Pengolahan Berbasis Pertanian
Atas Harga Berlaku
PDB

sektor

Industri

pengolahan

cakupan

Kementeriaan

Pertanian yang selanjutnya disebut PDB industri pengolahan berbasis


pertanian termasuk di dalam industri pengolahan non migas. Industri
tersebut terbagi lagi menjadi sub industri pengolahan dengan rincian
seperti berikut ini :
1.

Industri makanan, minuman dan tembakau

2.

Industri tekstil, barang dari kulit dan alas kaki

3.

Industri pupuk, kimia dan barang dari karet

Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian

39

Analisis PDB Sektor Pertanian

2013

Selama tahun 2010 - 2012 terjadi kenaikan PDB Industri


pengolahan non migas yang diikuti pula oleh industri pengolahan
berbasis pertanian. Nominal PDB industri pengolahan non migas atas
dasar harga berlaku pada tahun 2010 sebesar 1.384,64 triliun rupiah
meningkat menjadi 1.1718,44 triliun rupiah pada tahun 2012. Hal ini
juga terjadi pada industri pengolahan berbasis pertanian dari 765,78
triliun rupiah pada tahun 2010 menjadi 997,25 triliun rupiah pada
tahun 2012 (Tabel 3.7).
Tabel 3.7. PDB industri pengolahan berbasis pertanian atas dasar
harga berlaku, tahun 2010 - 2012
Uraian

Ind. Makanan, Minuman dan Tembakau


Industri Makanan dan Minuman
Ind. Tekstil, Barang dari Kulit dan Alas Kaki
Industri Tekstil
Industri Pupuk, Kimia dan Barang dari Karet
Industri Kimia
PDB Industri Pengolahan Berbasis Pertanian
PDB Industri Non Migas

PDB INDONESIA

PDB atas harga Berlaku (Milyar Rp.)

2010

2011 *)

2012 **)

465.368

547.005

624,37

447.346

527.827

601,88

124.204

143.385

156,49

120

138

0,13

176.212

189.700

216,38

19.657

20.558

22,91

765.785
1.384.640

880.091
1.554.049

997,25
1.718,44

6.436.271

7.427.086

8.241,86

Sumber : BPS diolah Pusdatin


Keterangan : *) Angka sementara
**) Angka sangat sementara

Dari Tabel 3.7 terlihat bahwa perkembangan sektor industri


pengolahan berbasis pertanian pada kelompok industri makanan dan
minuman menduduki peringkat terbesar yaitu tahun 2010 sebesar
465,37 triliun rupiah meningkat menjadi 624,37 triliun rupiah pada
tahun 2012. Demikian juga kelompok industri tekstil, barang dari kulit

Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian

40

Analisis PDB Sektor Pertanian

2013

dan alas kaki serta industri pupuk, kimia dan barang dari karet juga
mengalami peningkatan, pada kelompok industri tekstil, barang dari
kulit dan alas kaki meningkat dari 124,20 triliun rupiah pada tahun
2010 menjadi 156,49 triliun rupiah pada tahun 2012, begitu juga
industri pupuk, kimia dan barang dari karet meningkat dari 176,21
triliun rupiah pada tahun 2010 meningkat menjadi 216,38 triliun
rupiah di tahun 2012.
Tabel 3.8. Kontribusi PDB industri pengolahan berbasis pertanian
terhadap PDB Indonesia, tahun 2010 -2012
Kontribusi thd PDB Indonesia (%)

Uraian

2010

Ind. Makanan, Minuman dan Tembakau


Ind. Makanan dan Minuman
Ind. Makanan dan Minuman berbasis pertanian thd totalnya 1)

7,23
6,95

Ind. Tekstil, Barang dari Kulit dan Alas Kaki


Industri Tekstil
Industri Tekstil berbasis pertanian thd totalnya 1)
Industri Pupuk, Kimia dan Barang dari Karet
Industri Kimia
Industri Kimia berbasis pertanian thd totalnya 1)
PDB Industri Pengolahan Berbasis Pertanian
PDB Industri Non Migas

2011 *)
2012 **)
7,37
7,58
7,11
7,30

96,13
1,93
0,002

96,49
1,93
0,002

96,40
1,90
0,002

0,10
2,74
0,31

0,10
2,55
0,28

0,09
2,63
0,28

11,16
11,90
21,51
100,00

10,84
11,85
20,92
100,00

10,59
12,10
20,85
100,00

PDB INDONESIA
Sumber : BPS diolah Pusdatin
Keterangan : *) Angka sementara
**) Angka sangat sementara
1
) Terhadap total masing-masing kelompok

Perkembangan kontribusi sektor industri pengolahan berbasis


pertanian

terhadap

sumbangan

PDB

2010 2012 mengalami peningkatan.

Indonesia

selama

tahun

Kontribusi

sektor industri

pengolahan berbasis pertanian pada tahun 2010 sebesar 10,87%


meningkat menjadi 11,90% pada tahun 2011 kemudian meningkat
menjadi 12,10% tahun 2012 (Gambar 3.13).

Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian

41

Analisis PDB Sektor Pertanian

2013

Kontribusi PDB sektor industri pengolahan berbasis pertanian


yang relatif landai diharapkan dapat memacu sektor industri pertanian
ini lebih giat lagi sehingga kontribusinya menjadi lebih meningkat dan
pada akhirnya dapat berperan semakin kuat dalam perekonomian
Indonesia.

Gambar 3.13 Kontribusi sektor industri pengolahan berbasis petanian terhadap PDB
Indonesia, tahun 2010 - 2012

Dari sisi kontribusi menurut kelompok industrinya, terlihat pada


Gambar 3.14. sektor industri pengolahan berbasis pertanian yang
memiliki kontribusi tertinggi adalah kelompok industri makanan,
minuman dan tembakau dengan kontribusi cenderung meningkat yaitu
dari 7,23% pada tahun 2010 meningkat menjadi 7,37% pada tahun
2011 dan meningkat lagi menjadi 7,58% pada tahun 2012 terhadap
PDB Indonesia. Kelompok industri terbesar dari makanan dan

Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian

42

Analisis PDB Sektor Pertanian

2013

minuman yang dapat dilihat dari porposinya terhadap total industri


kelompoknya yaitu diatas 96%. Sementara pada kelompok industri
tekstil, barang dari kulit dan alas kaki menunjukkan kontribusi stabil
pada besaran 1,93% pada tahun 2010 menurun menjadi 1,90% pada
tahun 2012.

Sebaliknya pada kelompok industri pupuk, kimia dan

barang dari karet menunjukkan kecenderungan menurun dari 2,74%


pada tahun 2010 menjadi 2,63% pada tahun 2012.

8,00

7,58

7,37

7,23

7,00
6,00

5,00
4,00
3,00

2,74

2,63

2,55
1,93

1,93

1,90

2,00
1,00
2010

2011

Ind. Makanan, Minuman dan Tembakau

2012

Ind. Tekstil, Barang dari Kulit dan Alas Kaki

Industri Pupuk, Kimia dan Barang dari Karet

Gambar 3.14 Kontribusi kelompok industri pengolahan berbasis pertanian


terhadap PDB Indonesia, tahun 2010 - 2012

Jika dilihat dari kelompok industri pada tahun 2012, pada sub
kelompok industri makanan, minuman dan tembakau menunjukkan
industri rokok kretek memberikan kontribusi tertinggi yaitu sebesar
17,81% terhadap total PDB kelompok industri makanan, minuman dan
tembakau. Diikuti kemudian pada urutan kedua adalah industri
penggilingan padi dan penyosohan beras yang memberikan kontribusi

Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian

43

Analisis PDB Sektor Pertanian

2013

sebesar 13,50% serta urutan ketiga adalah industri pemotongan


hewan yang berkontribusi sebesar 11,37% serta industri lainnya
kelompok industri makanan, minuman dan tembakau sebesar 57,32%
(Gambar 3.15.).

17,81

13,50
57,32

11,37

Ind. Rokok Kretek

Ind. Penggilingan Padi Dan Penyosohan Beras

Ind. Pemotongan Hewan

Industri lainnya

Gambar 3.15. Kontribusi PDB tiga industri Pengolahan terbesar terhadap


kelompok industri makanan, minuman dan tembakau, Tahun
2012

Dari sub kelompok industri tekstil, yang masuk dalam industri


pengolahan berbasis pertanian adalah industri karung goni dan
industri kapuk.

Industri karung goni memberikan kontribusi yang

sama dari tahun 2010 sampai dengan tahun


sebesar 0,020%,

2011 masing-masing

turun sebesar 0,018% pada tahun 2012.

Sementara Industri kapuk memberikan kontribusi yang sama juga


tahun 2010 sampai dengan tahun 2011 sebesar 0,076%, namun pada
tahun 2012 turun menjadi 0,068%.

Terlihat bahwa industri kapuk

Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian

44

Analisis PDB Sektor Pertanian

2013

memberikan kontribusi lebih tinggi dibanding industri karung goni


(Gambar 3.16.).

0,100
0,090

0,080
0,070
0,060

0,076

0,076

0,020

0,020

0,068

0,050
0,040
0,030
0,020
0,010

0,018

2010

2011
Ind. Karung goni

2012
Ind. Kapuk

Gambar 3.16. Kontribusi PDB industri karung goni dan kapuk terhadap
kelompok industri tekstil, barang dari kulit dan alas kaki
tahun 2010 - 2012

Sementara pada sub kelompok industri kimia, industri

kimia

dasar organik memberikan kontribusi cukup tinggi, diikuti kemudian


industri karet remah dan industri pengasapan karet. Kontribusi ketiga
industri tersebut pada tahun 2012 masing-masing sebesar 4,34%
(industri kimia organik), 4,08% (industri karet remah) dan 0,94%
(pengasapan karet) terhadap PDB sub kelompok industri pupuk, kimia
dan barang dari karet. Secara Rinci dapat di lihat pada Lampiran 6 &
7.

Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian

45

Analisis PDB Sektor Pertanian

10,00

2013

1,12

1,02

0,94

4,87

4,41

4,08

3,90

4,14

4,34

9,00
8,00
7,00
6,00
5,00
4,00
3,00
2,00
1,00
0,00

2010

2011

2012

Ind. Kimia Dasar Organik Yang Tidak Diklasifikasikan Di Tempat Lain


Ind. Karet Remah (Crumb Rubber)
Ind. Pengasapan Karet

Gambar 3.17. Kontribusi PDB tiga industri pengolahan terbesar terhadap


kelompok industri kimia, tahun 2012

3.4.2.

PDB Sektor Industri Pengolahan Berbasis Pertanian


Atas Harga Konstan
Pertumbuhan ekonomi selama tahun 2010 - 2012 terjadi

kenaikan,

hal

ini

ditunjukkan

adanya

kenaikan

PDB

Industri

pengolahan non migas yang diikuti pula oleh industri pengolahan


berbasis pertanian. Nilai PDB industri pengolahan non migas atas
dasar harga konstan pada tahun 2010 sebesar 549,94 triliun rupiah
meningkat menjadi 624,62 triliun rupiah pada tahun 2012.

Hal ini

juga terjadi pula pada industri pengolahan berbasis pertanian


berdasarkan atas dasar harga konstan dari 284,94 triliun rupiah pada
tahun 2010 menjadi 329,98 triliun rupiah pada tahun 2012 (Tabel
3.9).

Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian

46

Analisis PDB Sektor Pertanian

2013

Tabel 3.9. PDB industri pengolahan berbasis pertanian atas dasar


harga konstan, tahun 2010 - 2012
PDB atas Harga Konstan (Triliun Rp.)
2010
2011 *)
2012 **)

Uraian
Ind. Makanan, Minuman dan Tembakau

159.95

174.57

188.08

Ind. Makanan dan Minuman

150.64

164.90

177.96

52.21

56.13

58.48

0.02

0.02

0.02

72.78

75.66

83.41

Ind. Tekstil, Barang dari Kulit dan Alas Kaki


Industri Tekstil
Industri Pupuk, Kimia dan Barang dari Karet
Industri Kimia

6.65

6.58

7.32

PDB Industri Pengolahan Berbasis Pertanian

284.94

306.36

329.98

PDB Industri Non Migas

549.94

587.02

624.62

2,314.46

2,464.68

2,618.14

PDB INDONESIA

Sumber : BPS diolah Pusdatin


Keterangan : *) Angka sementara

**) Angka sangat sementara

Berdasarkan harga konstan 2000 laju pertumbuhan pada sektor


industri pengolahan berbasis pertanian cenderung meningkat, pada
tahun 2010 mencapai 3,08%, kembali meningkat pada tahun 2011
sebesar 7,52%, begitu juga pada tahun 2012 meningkat menjadi
7,71% (Tabel 3.10).
Tabel 3.10. Laju pertumbuhan PDB industri pengolahan berbasis
pertanian, tahun 2010 -2012
Uraian

Ind. Makanan, Minuman dan T embakau


Ind. Makanan dan Minuman
Ind. T ekstil, Barang dari Kulit dan Alas Kaki
Industri T ekstil
Industri Pupuk, Kimia dan Barang dari Karet
Industri Kimia
PDB Industri Pengolahan Berbasis Pertanian
PDB Industri Non Migas

PDB INDONESIA
Sumber : BPS diolah Pusdatin
Keterangan : *) Angka sementara

2010
2,78
2,80
1,77
-3,14
4,70
2,22
3,08
5,12
6,28

2011 *)
2012 **)
9,14
7,74
9,46
7,92
7,52
4,19
7,93
-3,16
3,95
10,25
-1,09
11,31
7,52
7,71
6,74
6,40
6,49
6,23

**) Angka sangat sementara

Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian

47

Analisis PDB Sektor Pertanian

Dilihat

dari

kelompok

2013
industri

makanan,

minuman

dan

tembakau berbasis pertanian tahun 2010 - 2011 pertumbuhannya


meningkat dari 2,78% pada tahun 2010 menjadi 9,14% pada tahun
2011,

namun pada tahun 2012

pertumbuhan melambat

menjadi

7,74%. Pada kelompok industri tekstil, barang dari kulit dan alas kaki
berbasis pertanian, laju pertumbuhan tahun 2010 - 2011 juga
meningkat dari 1,77% pada tahun 2010 naik menjadi 7,52% pada
tahun 2011. Sementara pada tahun 2012 melambat menjadi 4,19%.
Demikian juga kelompok industri pupuk, kimia dan barang dari karet
berbasis pertanian, laju pertumbuhannya tahun 2010 sebesar 4,70%
kemudian melambat sebesar 3,95% pada tahun 2011, sementara
pada tahun 2012 meningkat menjadi 10,25%. (Gambar 3.18). Secara
rinci dapat di lihat pada Lampiran 9.

12,00

10,25
9,14

10,00

7,74

7,52

8,00
6,00

4,70
3,95

4,00

4,19

2,78
1,77

2,00
2010

2011 *)

Ind. Makanan, Minuman dan Tembakau

2012 **)

Ind. Tekstil, Barang dari Kulit dan Alas Kaki

Industri Pupuk, Kimia dan Barang dari Karet

Gambar 3.18. Laju pertumbuhan PDB sektor industri pengolahan berbasis pertanian
atas dasar harga konstan 2000, tahun 2010 - 2012

Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian

48

Analisis PDB Sektor Pertanian

3.5

2013

PDB Sektor Perdagangan Berbasis Pertanian

3.5.1 PDB Sektor Perdagangan Berbasis Pertanian Atas Harga


berlaku
Pada periode tahun 2010 - 2012 PDB sektor perdagangan besar
dan eceran berbasis pertanian secara nominal (berdasarkan harga
berlaku) berturut-turut sebesar 276 triliun rupiah pada tahun 2010,
meningkat menjadi 358 triliun rupiah pada tahun 2012. Sektor
tersebut mencakup perdagangan besar dan eceran komoditas
pertanian (berbasis pertanian), yaitu komoditas tanaman bahan
makanan, tanaman perkebunan, peternakan dan hasil-hasilnya, serta
perdagangan komoditas hasil industri pengolahan berbasis komoditi
pertanian yang masing-masing mengalami peningkatan PDB selama
tahun 2010-2012 (Tabel 3.11).
Tabel 3.11. PDB perdagangan berbasis pertanian atas dasar harga
berlaku, tahun 2010-2012
Uraian
Perdagangan Besar dan Eceran Berbasis Pertanian
Tanaman Bahan Makanan
Tanaman Perkebunan
Peternakan dan Hasil-hasilnya
Ind. Pengolahan Berbasis Komoditi Pertanian
PDB Perdagangan Besar dan Eceran
PDB INDONESIA

PDB Atas Dasar Harga Berlaku (Triliun Rp.)


2010

2011 *)

2012 **)

276,18

316,96

357,86

76,11

83,45

92,41

7,17

8,12

9,21

32,35

36,10

40,01

160,55

189,28

216,23

703,57

827,92

927,06

6.446,85

7.422,78

8.241,86

Sumber : BPS diolah Pusdatin


Keterangan : *) Angka sementara **) Angka sangat sementara

Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian

49

Analisis PDB Sektor Pertanian

Perkembangan

2013

perdagangan

besar

dan

eceran

berbasis

pertanian menunjukkan bahwa sub sektor perdagangan industri


pengolahan berbasis komoditi pertanian memberikan nilai PDB
terbesar, diikuti kemudian perdagangan sub sektor tanaman bahan
makanan (Tabama), sub sektor peternakan dan hasil-hasilnya serta
sub sektor tanaman perkebunan. Pada tahun 2010 2012 PDB
Perdagangan besar dan eceran memberikan nilai sebesar 704 triliun
rupiah pada tahun 2010 meningkat menjadi 927 triliun rupiah pada
tahun 2012.

(%)
25.00
20.00
15.00

10.00
5.00
PBE Tabama

2010
10.82

2011
10.08

2012
9.97

PBE Perkebunan

1.02

0.98

0.99

PBE Peternakan

4.60

4.36

4.32

PBE Inds. Pengolahan

22.82

22.86

23.32

Gambar 3.19. Kontribusi PDB sektor perdagangan besar dan eceran (PBE)
berbasis pertanian atas dasar harga berlaku terhadap PDB
pertanian perdagangan besar dan eceran, tahun 2010 - 2012

Jika dilihat kontribusi terhadap PDB perdagangan besar dan


eceran, sub

sektor perdagangan industri pengolahan berbasis

pertanian tersebut pada periode 2010 sd 2012 memberikan kontribusi

Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian

50

Analisis PDB Sektor Pertanian

masing-masing

2013

22,82%,

22,86%

dan

23,32%.

Sub

sektor

perdagangan tanaman bahan makanan memberikan kontribusi pada


tahun 2010 sebesar 10,82%, turun pada tahun 2011 sebesar 10,08%
dan pada tahun 2012 berkontribusi sebesar 9,97%.
Sementara sub sektor perdagangan tanaman perkebunan
memberikan kontribusi pada tahun 2010 sd 2012 masing-masing
sebesar 1,02% pada tahun 2010, melambat pada tahun 2011 dengan
kontribusi sebesar 0,98% dan sedikit meningkat menjadi 0,99% pada
tahun 2012, demikian juga kontribusi sub sektor perdagangan
peternakan dan hasil-hasilnya masing-masing berkontribusi sebesar
4,60%, 4,36% dan 4,32% (Gambar 3.19).

25.82%

2.57%

60.42%

PBE Tabama

11.18%

PBE Perkebunan

PBE Peternakan

PBE Inds. Pengolahan

Gambar 3.20. Kontribusi PDB sektor perdagangan besar dan eceran (PBE)
masing-maing kelompok terhadap PDB sektor PBE berbasis
pertanian, tahun 2012

Pada tahun 2012 kontribusi PDB sektor perdagangan besar dan


eceran (PBE) terbesar pada kontribusi sektor perdagangan industri
Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian

51

Analisis PDB Sektor Pertanian

2013

pengolahan mencapai 60,42%, peringkat kedua diduduki oleh sektor


perdagangan tanaman bahan makanan mencapai 25,82%, selanjutnya
peringkat ketiga diduduki oleh sektor perdagangan peternakan dan
hasil-hasilnya mencapai 11,18% dan kontribusi terkecil di sektor
perdagangan tanaman perkebunan sebesar 2,57%, secara rinci dapat
dilihat pada Gambar 3.20 dan Lampiran 10 & 11.
3.5.2 PDB Sektor Perdagangan Berbasis Pertanian Atas Harga
Konstan
Kinerja riil untuk sektor perdagangan besar dan eceran
diketahui dari nilai PDB atas dasar konstan 2000.

Secara umum

kinerja sektor perdagangan besar dan ecran komoditas pertanian


semakin membaik, yang diindikasikan dengan peningkatan nilai PDB
dari 90 triliun rupiah pada tahun 2010 menjadi 101 triliun rupiah pada
tahun 2012 (Tabel 3.12).
Tabel 3.12. PDB perdagangan berbasis pertanian atas dasar harga
Konstan, tahun 2010 - 2012
PDB Atas Dasar Harga Konstan (Triliun Rp.)
2010
2011 *)
2012 **)

Uraian
Perdagangan Besar dan Eceran Berbasis Pertanian

89,90

96,67

101,30

20,95

21,77

22,16

Tanaman Perkebunan

3,13

3,17

3,19

Peternakan dan Hasil-hasilnya

9,57

10,07

10,46

56,25

61,57

65,50

331,31

364,32

395,89

2.313,84

2.463,24

2.618,14

Tanaman Bahan Makanan

Ind. Pengolahan Berbasis Komoditi Pertanian


PDB Perdagangan Besar dan Eceran
PDB INDONESIA
Sumber : BPS diolah Pusdatin
Keterangan : *) Angka sementara

**) Angka sangat sementara

Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian

52

Analisis PDB Sektor Pertanian

2013

Perkembangan kinerja riil sektor perdagangan besar dan kecil


berbasis pertanian atas dasar harga konstan 2000 yang secara umum
menunjukkan semakin membaik dari sisi peningkatan nilai PDB secara
jelas dapat dilihat pada Gambar 3.21.

(%)

10.00
8.00
6.00

4.00
2.00
0.00
-2.00

PBE Tabama
PBE Perkebunan
PBE Peternakan
PBE Inds. Pengolahan

2010
-1.07
-1.65
2.42
2.56

2011
3.90
1.22
5.19
9.47

2012
1.80
0.57
3.86
6.38

Gambar 3.21. Laju pertumbuhan PDB sektor perdagangan besar dan eceran
(PBE) atas dasar harga konstan, tahun 2010 - 2012

Dukungan untuk perbaikan kinerja sektor perdagangan besar


dan eceran berasal dari 4 sub sektor, yaitu perdagangan besar dan
eceran komoditas tanaman pangan, tanaman perkebunan, peternakan
dan

hasil-hasilnya,

pertanian.

serta

hasil

industri

pengolahan

komoditas

Dari keempat sub sektor tersebut, pertumbuhan positif

tertinggi tahun 2011 dan 2012 dicapai oleh sub sektor perdagangan
besar dan eceran hasil industri pengolahan komoditas pertanian

Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian

53

Analisis PDB Sektor Pertanian

masing-masing
sebelumnya.

sebesar

2013
9,47%

dan

638%

terhadap

tahun

Secara rinci dapat di lihat pada Gambar 3.21 dan

Lampiran 12 dan 13.

Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian

54

Analisis PDB Sektor Pertanian

2013

BAB IV
KESIMPULAN

Berdasarkan uraian tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa :


1)

Kegiatan penyusunan data PDB tahun 2013 telah dilaksanakan


dengan baik dan memperoleh data PDB sektor pertanian yang
lebih rinci tahun 2010 2012 serta memperoleh respon positif
dari Eselon I Lingkup Kementerian Pertanian karena dinilai
mampu memberikan informasi terkait penilaian kinerja masingmasing sektor pertanian. Selama tiga tahun tersebut, peranan
komoditas

pertanian

dalam

penciptaan

PDB

Indonesia

menunjukkan persentase yang bergerak makin meningkat.


2)

Penyempurnaan penyusunan PDB sektor pertanian (termasuk


industri pengolahan dan perdagangan berbasis pertanian) dari
hulu sampai hilir memberikan kontribusi terhadap PDB Indonesia
sebesar 22,98 persen pada tahun 2010 dan menjadi 22,60
persen pada tahun 2012. Kontribusi tertinggi tahun 2012 adalah
kontribusi PDB sektor pertanian sempit (on farm) sebesar
10,68 persen terhadap PDB Indonesia, disusul sektor industri
pengolahan berbasis pertanian sebesar 7,58 persen dan sektor
perdagangan besar dan eceran berbasis pertanian sebesar 4,34
persen.

Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian

55

Analisis PDB Sektor Pertanian

3)

2013

Sementara itu rincian kontribusi PDB sektor pertanian sempit (on

farm) yang terbesar adalah tanaman bahan makanan (tabama)


termasuk didalamnya sub sektor hortikultura mencapai 6,97
persen, disusul sektor perkebunan sebesar 1,94 persen dan
sektor peternakan sebesar 1,77 persen terhadap PDB Indonesia.
4)

Secara Umum laju pertumbuhan yang dihasilkan oleh masingmasing kelompok komoditi dalam lingkup Kementerian Pertanian
menghasilkan pertumbuhan positif selama tahun 2010 sampai
tahun 2012 kecuali industri tekstil,barang dari kulit dan alas kaki
berbasis pertanian pada tahun 2010 dan 2012 serta

industri

pupuk, kimia dan barang dari karet pada tahun 2010 dan 2011
mengalami penurunan.
5)

Secara umum PDB industri pengolahan berbasis pertanian pada


tahun 2012 memberikan kontribusi sebesar 12,10 persen
terhadap PDB Indonesia, sementara PDB industri pengolahan
berbasis pertanian memberikan kontribusi sebesar 58,12 persen
terhadap PDB industri non migas.

6)

Secara umum PDB perdagangan besar dan eceran berbasis


pertanian pada tahun 2012 memberikan kontribusi sebesar
4,34

persen

terhadap

PDB

Indonesia,

sementara

PDB

perdagangan besar dan eceran berbasis pertanian memberikan


kontribusi sebesar 38,60 persen terhadap PDB Perdagangan
besar dan eceran Indonesia.

Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian

56

Analisis PDB Sektor Pertanian

2013

Lampiran 1a. Klasifikasi Produk Domestik Bruto Pertanian menurut


Kode Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2005
KATEGORI/
KODE
01111
01112
01121,01122,0125
01131, 01132

01114
01115
01134
01113
01133
01135
01138
-

DESKRIPSI
PERTANIAN TANAMAN BAHAN MAKANAN
Pertanian Padi
Pertanian Palawija
Pertanian Hortikultura Sayuran
Pertanian Hortikultura Buah-buahan
PERTANIAN TANAMAN PERKEBUNAN
Perkebunan Tembakau
Perkebunan Karet & Penghasil Getah Lainnya
Perkebunan Kelapa Sawit
Perkebunan Tebu dan Tanaman Pemanis Lainnya
Perkebunan Kelapa
Perkebunan Tanaman untuk Bahan Minuman
Perkebunan Cengkeh
Perkebunan Lainnya (termasuk tanaman obat-obatan/biofarmaka dan tanaman hias)
PETERNAKAN
Peternakan Ternak Besar dan Kecil
Peternakan Ternak Unggas
Susu Segar

D
15
151
1511
15111
15112
1513
15131
15132
15133
15134
15139
1514
15141
15142
15143
15144
15145
15149

INDUTRI PENGOLAHAN
INDUSTRI MAKANAN DAN MINUMAN
Pengolahan dan Pengawetan Daging, Ikan, Buah-buahan, Sayuran, Minyak dan Lemak
Pemotongan Hewan dan Pengawetan Daging
Industri Pemotongan Hewan
Industri Pengolahan dan Pengawetan Daging
Industri Pengolahan dan Pengawetan Buah-buahan dan Sayuran
Industri Pengalengan Buah-buahan dan Sayuran
Industri Pengasinan/Pemanisan Buah-buahan dan Sayuran
Industri Pelumatan Buah-buahan dan Sayuran
Industri Pengeringan Buah-buahan dan Sayuran
Industri Pengolahn dan Pengawetan Lainnya untuk Buah-buahan dan Sayuran
Industri Minyak Makanan dan Lemak dari Nabati dan Hewani
Industri Minyak Kasar (minyak makan) dari Nabati dan Hewani
Industri Margarin
Industri Minyak Goreng dari Minyak Kelapa
Industri Minyak Goreng dari Minyak Kelapa Sawit
Industri Minyak Goreng Lainnya dari Nabati dan Hewani
Industri Minyak Makanan dan Lemak Lainnya dari Nabati dan Hewani

Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian

57

Analisis PDB Sektor Pertanian

2013

Lanjutan Lampiran 1a.


KATEGORI/
KODE
152
1520
15201
15202
15203
153
1531

DESKRIPSI
Industri Susu dan Makanan dari Susu
Industri Susu dan Makanan dari Susu
Industri Susu
Industri Makanan dari Susu
Industri Es Krim
Industri Penggilingan Padi-padian, Tepung, dan Makanan Ternak
Industri Penggilingan, Pengupasan dan Pembersihan Padi-padian, Biji-bijian, dan Kacang-kacangan,
termasuk Pembutan Kopra

15311
15312
15313
15314
15315
15316
15317
15318
1532
15321

Industri Penggilingan Padi dan Penyosohan Beras


Industri Penggilingan dan Pembersihan Padi-padi Lainnya
Industri Pengupasan, Pembersihan, dan Sortasi Kopi
Industri Pengupasan, Pembersihan, dan Pengeringan Kakao
Industri Pengupasan dan Pembersihan Biji-bijian Selain Kopi dan Kakao
Industri Pengupasan dan Pembersihan Kacang-Kacangan
Industri Pengupasan dan Pembersihan Umbi-umbian (termasuk Rizoma)
Industri Kopra
Industri Tepung dan Pati
Industri Tepung Terigu

15322

Industri Berbagai macam Tepung dari padi-padian, biji-bijian, kacang-kacangan, umbi-umbian dan sejenisnya

15323
15324
15329
1533
15331
15332
154
1541
15410
1542
15421
15422
15423
15424
15429
1543
15431
15432
1544
15440
1549
15491
15492
15493
15494
15495
15496
15497
15498
15499
155
1551
15510
1552
15520
1553
15530
1554
15541
15542

Industri Pati Ubi Kayu


Industri berbagai macam Pati Palma
Industri Pati Lainnya
Industri Makanan Ternak
Industri Ransum Pakan Ternak/ikan
Industri Konsentrat Pakan Ternak
Industri Makanan Lainnya
Industri Roti dan Sejenisnya
Industri Roti dan Sejenisnya
Industri Gula dan Pengolahan Gula
Industri Gula Pasir
Industri Gula Merah
Industri Gula Lainnya
Industri Sirop
Industri Pengolahan Gula Lainnya selain Sirop
Industri Coklat dan Kembang Gula
Industri Bubuk Coklat
Industri Makanan dari Coklat dan Kembang Gula
Industri Makaroni, Mie, Spagethi, Bihun, So'un, dan sejenisnya
Industri Makaroni, Mie, Spagethi, Bihun, So'un, dan sejenisnya
Industri Makanan Lainnya yang tidak diklasifikasikan di tempat yang lain
Industri Pengolahan The dan Kopi
Industri Es
Industri Kecap
Industri Tempe dan Tahu
Industri Makanan dari Kedele dan Kacang-kacangan Lainnya selain Kecap, Tempe, dan Tahu
Industri Kerupuk, Kripik, Peyek, dan sejenisnya
Industri Bumbu Masak dan Penyedap Masakan
Industrii Kue-Kue Basah
Industri Makanan yang tidak diklasifikasikan di tempat lain
Industri Minuman
Industri Minuman Keras
Industri Minuman Keras
Industri Anggur
Industri Anggur (wine) dan sejenisnya
Industri Malt dan Minuman yang mengandung Malt
Industri Malt dan Minuman yang mengandung Malt
Industri Minuman Ringan (soft drink), air minum dalam kemasan
Industri Minuman Ringan (soft drink)
Industri Air Minum dalam Kemasan

Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian

58

Analisis PDB Sektor Pertanian

2013

Lanjutan Lampiran 1a.


KATEGORI/
KODE
16
160
1600
16001
16002
16003
16004
16009
17
172
1721
17214
174
17400
24
241
2411
24115
24119
2412
24121
242
2423
24233
24234
24235
2429
24294
25
251
2512
25121
25122
25123

DESKRIPSI
INDUSTRI PENGOLAHAN TEMBAKAU
Industri Pengolahan Tembakau
Industri Pengolahan Tembakau
Industri Pengeringan dan Pengolahan Tembakau
Industri Rokok Kretek
Industri Rokok Putih
Industri Rokok Lainnya
Industri Bumbu Rokok serta Kelengkapan Rokok Lainnya
INDUSTRI TEKSTIL
Industri Barang jadi Tekstil dan Permadani
Industri Barang jadi Tekstil, kecuali untuk Pakaian Jadi
Industri Karung Goni
Industri Kapuk
Industri Kapuk
INDUSTRI KIMIA DAN BARANG-BARANG DARI BAHAN KIMIA
Industri Bahan Kimia Industri
Industri Bahan Kimia Dasar, Kecuali Pupuk
Industri Bahan Kimia Dasar Organik, yang Bersumber dari Hasil Pertanian
Industri Bahan Kimia Dasar Organik Lainnya
Industri Pupuk
Industri Pupuk alam/non sintesis hara makro promer
Industri Barang-barang Kimia Lainnya
Industri Farmasi dan Jamu
Industri Simplisia (bahan Jamu)
Industri Jamu
Industri Minuman Penyegar
Industri Bahan Kimia dan Barang yang tidak diklasifikasika di tempat Lain
Industri Minyak Atsiri
INDUSTRI KARET. BARANG DARI KARET, DAN BARANG DARI PLASTIK
Industri Karet dan Barang dari Karet
Industri Karet
Industri Pengasapan Karet
Industri Remilling Karet
Industri Karet Remah (Crumb Rubber)

Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian

59

Analisis PDB Sektor Pertanian

2013

Lanjutan Lampiran 1a.


KATEGORI/
KODE
G

DESKRIPSI
PERDAGANGAN BESAR DAN ECERAN
1) Perdagangan Besar dan Eceran Tanaman Bahan Makanan:
- Perdagangan Besar & Eceran Pertanian Padi
- Perdagangan Besar & Eceran Pertanian Palawija
- Perdagangan Besar & Eceran Pertanian Pertanian Hortikultura Sayuran
- Perdagangan Besar & Eceran Pertanian Pertanian Hortikultura Buah-buahan
2) Perdagangan Besar dan Eceran Tanaman Perkebunan:
- Perdagangan Besar & Eceran Perkebunan Tembakau
- Perdagangan Besar & Eceran Perkebunan Karet & Penghasil Getah Lainnya
- Perdagangan Besar & Eceran Perkebunan Kelapa Sawit
- Perdagangan Besar & Eceran Perkebunan Tebu & Tanaman Pemanis Lainnya
- Perdagangan Besar & Eceran Perkebunan Kelapa
- Perdagangan Besar & Eceran Perkebunan Tanaman untuk Bahan Minuman
- Perdagangan Besar & Eceran Perkebunan Cengkeh
- Perdagangan Besar & Eceran Perkebunan Lainnya
3) Perdagangan Besar dan Eceran Peternakan & Hasil-hasilnya:
- Perdagangan Besar & Eceran Ternak Besar & Kecil
- Perdagangan Besar & Eceran Ternak Unggas
- Perdagangan Besar & Eceran Susu Segar
4) Perdagangan Besar dan Eceran Industri Pengolahan Berbasis Komoditi Pertanian:
- Perdagangan Besar & Eceran Industri Pemotongan Hewan & Pengawetan Daging
- Perdagangan Besar & Eceran Industri Pengolahan & Pengawetan Sayuran & Buah-buahan
- Perdagangan Besar & Eceran Industri Minyak Makanan & Minyak Lemak dari Nabati & Hewani
- Perdagangan Besar & Eceran Industri Susu dan Makanan dari Susu
- Perdagangan Besar & Eceran Industri Penggilingan Padi-padian & Tepung
- Perdagangan Besar & Eceran Industri Makanan Ternak
- Perdagangan Besar & Eceran Industri Roti dan Sejenisnya
- Perdagangan Besar & Eceran Industri Gula dan Pengolahan Gula
- Perdagangan Besar & Eceran Industri Coklat dan Kembang Gula
- Perdagangan Besar & Eceran Industri Makaroni, Mie, Spagethi, Bihun, So'un, dan Sejenisnya
- Perdagangan Besar & Eceran Industri Makanan Lainnya
- Perdagangan Besar & Eceran Industri Minuman
- Perdagangan Besar & Eceran Industri Pengolahan Tembakau
- Perdagangan Besar & Eceran Industri Barang Jadi tekstil, kecuali untuk Pakaian Jadi
- Perdagangan Besar & Eceran Industri Kapuk
- Perdagangan Besar & Eceran Industri Bahan Kimia Dasar, kecuali Pupuk
- Perdagangan Besar & Eceran Industri Pupuk
- Perdagangan Besar & Eceran Industri Farmasi dan Jamu
- Perdagangan Besar & Eceran Industri Bahan Kimia & Barang Kimia Lainnya
- Perdagangan Besar & Eceran Industri Karet

Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian

60

Analisis PDB Sektor Pertanian

2013

Lampiran 1b. Usulan penyusunan PDB sektor pertanian berdasarkan


Klasifikasi Produk Domestik Bruto Pertanian menurut
Kode Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2009
KATEGORI/
KODE

DESKRIPSI

01120
01111
01112
01113
01114
01115
01119
01135

PERTANIAN TANAMAN PANGAN


Pertanian Padi
Pertanian Tanaman Jagung
Pertanian Tanaman Gandum
Pertanian Tanaman Kedele
Pertanian Tanaman Kacang Tanah
Pertanian Tanaman Kacang Hijau
Pertanian Tanaman Serealiannya, Kacang-kacangan dan biji-bijain penghasil minyak lainnya
Pertanian Tanaman Umbi-umbian palawija

01116
01131
01133
01134
01136
01253
01283
01139
01132
01210
01220
01230
01240
01251
01284
01285
01286
01193
01194
01301
01302

PERTANIAN TANAMAN HORTIKULTURA


Pertanian Tanaman Kacang-kacangan hortikultura
Pertanian Tanaman Hortikultura Sayuran Daun
Pertanian Tanaman Hortikultura Sayuran Buah
Pertanian Tanaman Hortikultura Sayuran Umbi
Pertanian Tanaman Jamur
Perkebunan Tanaman Sayuran Tahunan
Perkebunan Cabe
Pertanian Tanaman Hortikultura Sayuran Lainnya
Pertanian Tanaman Hortikultura Buah
Perkebunan buah anggur
Perkebunan buah-buahan tropis
Perkebunan buah jeruk
Perkebunan buah apel dan buah batu (pome and stone fruits)
Perkebunan Buah Beri
Perkebunan Tanaman Aromatik/Penyegar
Perkebunan Tanaman Obat atau Biofarmaka Rimpang
Perkebunan Tanaman Obat atau Biofarmaka Non Rimpang
Pertanian Tanaman Bunga
Pembibitan Tanaman Bunga
Pertanian Tanaman Hias Bukan Tanaman Bunga
Pengembangbiakkan Tanaman Hias

01118
01140
01150
01160
01261
01262
01270
01281
01282
01289
01291

PERTANIAN TANAMAN PERKEBUNAN


Pertanian Tanaman Biji-bijian Penghasil Bukan Minyak Makan
Perkebunan Tebu
Perkebunan Tembakau
Pertanian Tanaman Berserat
Perkebunan Buah Kelapa
Perkebunan Buah Kelapa Sawit
Perkebunan Tanaman Untuk Bahan Minuman
Perkebunan Lada
Perkebunan Cengkeh
Perkebunan Tanaman Rempah-rempah, aromatik/penyegar , narkotik dan obat lainnya
Perkebunan Karet dan Tanaman Penghasil Getah Lainnya

Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian

61

Analisis PDB Sektor Pertanian

2013

Lanjutan Lampiran 1b
KATEGORI/
KODE

DESKRIPSI

01411
01412
01413
01414
01420
01441
01442
01443
01450
01461
01462
01463
01464
01465
01466
01467
01469
01491
01492
01493
01494
01499

PETERNAKAN
Pembibitan dan Budidaya Sapi Potong
Pembibitan dan Budidaya Sapi Perah
Pembibitan dan Budidaya Kerbau Potong
Pembibitan dan Budidaya Kerbau Perah
Peternakan Kuda dan Sejenisnya
Pembibitan dan Budidaya Domba
Pembibitan dan Budidaya Kambing Potong
Pembibitan dan Budidaya Kambing Perah
Peternakan Babi
Pembibitan dan Budidaya Ayam Ras Pedaging
Pembibitan dan Budidaya Ayam Ras Petelur
Pembibitan dan Budidaya Ayam Buras
Pembibitan dan Budidaya Itik
Pembibitan dan Budidaya Itik Manila
Pembibitan dan Budidaya Burung Puyuh
Pembibitan dan Budidaya Burung Merpati
Pembibitan dan Budidaya Ternak Unggas Lainnya
Pembibitan dan Budidaya Burung Unta
Pengusahaan Kokon/Kepompomg Ulat Sutera
Pembibitan dan Budidaya Lebah
Pembibitan dan Budidaya Rusa
Pembibitan dan Budidaya Aneka Ternak Lainnya

01611
01612
01613
01614
01619
01621
01622
01623
01629
01630
01640

Jasa Pengolahan Lahan


Jasa Pemupukan, Penamanan Bibit/Benih dan Pengendalian Jasad Pengganggu
Jasa Pemanenan
Jasa penyemprotan dan Penyerbukan melalui udara
Jasa Penunjang Pertanian lainnya
Jasa Pelayanan Kesehatan Ternak
Jasa Pemacekan Ternak
Jasa Penetasan Telur
Jasa Penunjang Peternakan Lainnya
Jasa Pasca Panen
Pemilihan Bibit Tanaman untuk Pengembangbiakkan

Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian

62

Analisis PDB Sektor Pertanian

2013

Lanjutan Lampiran 1b
KATEGORI/
KODE

DESKRIPSI

C
10
101
10110
10120
10130

INDUSTRI PENGOLAHAN
INDUSTRI MAKANAN
Industri Pengolahan dan Pengawetan Daging
Kegiatan Rumah Potong dan Pengepakan Daging Bukan Unggas
Kegiatan Rumah Potong dan Pengepakan Daging Unggas
Industri Pengolahan dan Pengawetan Produk Daging dan Daging Unggas

103
1031

Industri Pengolahan dan Pengawetan Buah-buahan dan Sayuran


Industri Pengolahan dan Pengawetan Buah-buahan dan Sayuran denganm cara diasinkan, dilumatkan , dikeringkan dan dibekukan

10311
10312
10313
10314

Industri Pengasinan/Pemanisan Buah-buahan dan Sayuran


Industri Pelumatan Buah-buahan dan Sayuran
Industri Pengeringan Buah-buahan dan Sayuran
Industri Pembekuan Buah-buahan dan Sayuran

10320
10330
10391
10392
10399

Industri Pengolahan dan Pengawetan Buah-buahan dan Sayuran dalam Kaleng


Industri Pengolahan Sari Buah dan Sayuran
Idustri Tempe Kedelai
Industri Tahu kedelai
Industri Pengolahan dan pengawetan lainnya Buah-buahan dan Sayuran

104
10411
10412
10413
10421
10422
10423
10424
10431
10432
10490

Industri Minyak Makan dan Lemak Nabati dan Hewani


Industri Minyak Makan dan Lemak Nabati dan Hewani
Industri Margarin
Industri Minyak Goreng Bukan Minyak Kelapa dan Kelapa Sawit
Industri Kopra
Industri Minyak Makan Kelapa
Industri Minyak Goreng Kelapa
Industri Tepung dan Pelet Kelapa
Industri Minyak Makan Kelapa Sawit (Crude Palm Oil)
Industri Minyak Goreng Kelapa Sawit
Industri Minyak Makan dan Lemak Nabati dan Hewani Lainnya

105
10510
10520
10531
10590

Industri Pengolahan Susu, Produk dari Susu dan Es Krim


Industri Pengolahan Susu dan Krim
Industri Pengolahan Susu Bubuk dan Susu Kental
Industri Pengolahan Es Krim
Industri Pengolahan Produk dari Susu Lainnya

Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian

63

Analisis PDB Sektor Pertanian

2013

Lanjutan Lampiran 1b
KATEGORI/
KODE

DESKRIPSI

106

Industri Penggilingan Padi-padian, Tepung dan Pati

1061

Industri Penggilingan, Pengupasan dan Pembersihan Padi-padian dan Biji-bijian (Bukan beras dan jagung)

10611
10612
10613
10614
10615
10616
10617

Industri Penggilingan dan Pembersihan Padi-padian dan Biji-bijian


Industri Pengupasan, Pembersihan, dan Sortasi Kopi
Industri Pengupasan, Pembersihan, dan Pengeringan Kakao
Industri Pengupasan dan Pembersihan Biji-bijian Bukan Kopi dan Kakao
Industri Pengupasan dan Pembersihan Kacang-Kacangan
Industri Pengupasan dan Pembersihan Umbi-umbian (termasuk Rizoma)
Industri Tepung Terigu

10618

Industri Berbagai macam Tepung dari padi-padian, biji-bijian, kacang-kacangan, umbi-umbian dan sejenisnya

10621
10622
10623
10629

Industri Pati Ubi Kayu


Industri berbagai macam Pati Palma
Industri Glukosa dan Sejenisnya
Industri Pati Lainnya

10631
10632
10633
10634

Industri Penggilingan Padi dan Penyosohan Beras


Industri Penggilingan dan Pembersihan Jagung
Industri Tepung Beras dan Tepung Jagung
Industri Pati Beras dan Jagung

107
10710
10721
10722
10723
10729
10731
10732
10733

Industri Makanan Lainnya


Industri Produk Roti dan Kue
Industri Gula Pasir
Industri Gula Merah
Industri Sirop
Industri Pengolahan Gula Lainnya Bukan Sirop
Industri kakao
Industri Makanan dari Coklat dan Kembang Gula
Industri Manisan Buah-buahan dan sayuran Kering

10740
10750
10761
10762
10771
10772
10773
10792
10793
10794
10799

Industri Makaroni, Mie dan Produk Sejenisnya


Industri Makanan dan Masakan Olahan
Industri Pengolahan Kopi dan The
Industri Pengolahan Herbal (Herb Infusion)
Industi Kecap
Industri Bumbu Masak dan Penyedap Makanan
Industri Produk masak dari Kelapa
Industri Kue Basah
Industri Makanan dari Kedele dan Kacang-kacangan Lainnya Bukan Kecap, Tempe, dan Tahu
Industri Kerupuk, Kripik, Peyek, dan sejenisnya
Industri Produk Makanan lainnya

108
10801
10802

Industri Makanan Hewan


Industri Ransum makanan Hewan
Industri Konsentrat Makanan Hewan

Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian

64

Analisis PDB Sektor Pertanian

2013

Lanjutan Lampiran 1b
KATEGORI/
KODE

DESKRIPSI

110
11010
11020
11030
11040

Industri Minuman
Industri Minuman Keras
Industri Anggur (wine)
Industri Minuman Keras dari Malt dan Malt
Industri Minuman ringan

120
12011
12012
12019
12091
12099

INDUSTRI PENGOLAHAN TEMBAKAU


Industri Rokok Kretek
Industri Rokok Putih
Industri Rokok dan Cerutu Lainnya
Industri Pengeringan dan Pengolahan Tembakau
Industri Bumbu Rokok serta Kelengkapan Rokok Lainnya

13
13111
13995
13997

INDUSTRI TEKSTIL
Industri Persiapan Serat tekstil
Industri Karung Goni
Industri Kapuk

15111
15112

Industri Pengawetan Kulit


Industri Penyamakan Kulit

20
201
20115
20119
20121
202
20294

INDUSTRI KIMIA DAN BARANG-BARANG DARI BAHAN KIMIA


Industri Bahan Kimia
Industri Bahan Kimia Dasar Organik, yang Bersumber dari Hasil Pertanian
Industri Bahan Kimia Dasar Organik Lainnya
Industri Pupuk alam/non sintesis hara makro primer
Industri Barang Kimia Lainnya
Industri Minyak Atsiri

21021
21022

Industri Simplisia (Bahan Obat Tradisional0


Industri produk Obat Tradisional

22
221
22121
22122
22123

INDUSTRI KARET. BARANG DARI KARET, DAN PLASTIK


Industri Karet dan Barang dari Karet
Industri Pengasapan Karet
Industri Remilling Karet
Industri Karet Remah (Crumb Rubber)

Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian

65

Analisis PDB Sektor Pertanian

2013

Lanjutan Lampiran 1b
KATEGORI/
KODE

DESKRIPSI

G
46
462
46201
46202
46203
46204
46205
46209
463
4631
46311
46312
46313
46314
46315
46319

PERDAGANGAN BESAR DAN ECERAN. REPARASI DAN PERAWATAN MOBIL DAN SEPEDA MOTOR
Perdagangan Besar Bukan Mobil dan Sepeda Motor
Perdaganagn Besar Hasil Pertanian dan Hewan Hidup
- Perdagangan Besar Padi dan Palawija
- Perdagangan Besar Buah yang Mengandung Minyak
- Perdagangan Besar Bunga dan Tumbuhan
- Perdagangan Besar tembakau Rajangan
- Perdagangan Besar Binatang Hidup
- Perdagangan Besar hasil pertanian dan Hewan Hidup Lainnya
Perdagangan Besar Makanan, Minuman dan Tembakau
Perdagangan Besar Bahan Makanan dan Minuman Hasil pertanian
- Perdagangan Besar Beras
- Perdagangan Besar Buah-buahan
- Perdagangan Besar Sayuran
- Perdagangan Besar Kopi, The dan Kakao
- Perdagangan Besar Minyak dan Lemak Nabati
- Perdagangan Besar Bahan Makanan dan Minuman hasil Pertanian Lainnya

4632
46321
46322
46323
46325
46326
46327

Perdagangan Besar Bahan Makanan dan Makanan hasil Peternakan dan Perikanan
- Perdagangan Besar Daging Sapi dan Daging Sapi Olahan
- Perdagangan Besar Daging Ayam dan Daging Ayam Olahan
- Perdagangan Besar Daging dan Daging Olahan Lainnya
- Perdagangan Besar Telur dan Hasil Olahan Telur
- Perdagangan Besar Susu dan Produk Susu
- Perdagangan Besar Minyak dan lemak Hewani

4633
46331
46332
46335
46339

Perdagangan Besar Makanan dan Minuman lainnya dan Tembakau


- Perdagangan Besar Gula, Coklat dan Kembang Gula
- Perdagangan Besar Produk Roti
- Perdagangan Besar Rokok dan Tembakau
- Perdagangan Besar Makanan dan Minuman Lainnya

47
4721
47211
47212
47213
47214
47219

PERDAGANGAN ECERAN BUKAN MOBIL DAN MOTOR


Perdagangan Eceran Khusus Komoditi Makanan dari Hasil Pertanain di Toko
- Perdagangan Eceran Padi dan Palawija
- Perdagangan Eceran Buah-buahan
- Perdagangan Eceran Sayuran
- Perdagangan Eceran Hasil Peternakan
- Perdagangan Eceran Hasil Pertanian Lainnya

Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian

66

Analisis PDB Sektor Pertanian

2013

Lanjutan Lampiran 1b
KATEGORI/
KODE

DESKRIPSI

4722
47221
47222
47223
47224
47225
47229

Perdagangan Eceran Khusus Makanan Hasil Industri di Toko


- Perdagangan Eceran Beras
- Perdagangan Eceran Roti, Kue Kering, Serta Kue Basah dan Sejenisnya
- Perdagangan Eceran Kopi, Gula Pasir dan Gula Merah
- Perdagangan Eceran Tahu, Tempe , Tauco dan Oncom
- Perdagangan Eceran Daging dan Biota Air Olahan
- Perdagangan Eceran Makanan Lainnya

47240
47724
47727
47752
47753
47761
47762
47763
47764
47791
47796

- Perdagangan Eceran Khusus Rokok dan Tembakau


- Perdagangan Eceran obat Tradisional
- Perdagangan Eceran Aromatik/Penyegar (minayk Atsiri)
- Perdagangan Eceran Hewan Ternak
- Perdagangan Eceran Pakan ternak/Unggas/Ikan Dan hewan Piaraan
- Perdagangan Eceran Bunga Potong/Florist
- Perdagangan Eceran Tanaman Hias, Bibit buah-buahan dan Tanaman Obat
- Perdagangan Eceran Pupuk dan Pemberantas Hama
- Perdagangan Eceran Perlengkapan dan Media Tanaman Hias
- Perdagangan Eceran Mesin Pertanian dan Perlengkapannya
- Perdagangan Eceran Alat-alat Pertanian

4781
47811
47812
47813
47814
47819

Perdagangan Eceran Kaki Lima dan Los Pasar Komoditi Hasil Pertanian
- Perdagangan Eceran Kaki Lima dan Los Pasar Komoditi Padi dan Palawija
- Perdagangan Eceran Kaki Lima dan Los Pasar Komoditi Buah-buahan
- Perdagangan Eceran Kaki Lima dan Los Pasar Komoditi Sayur-sayuran
- Perdagangan Eceran Kaki Lima dan Los Pasar Komoditi Hasil Peternakan
- Perdagangan Eceran Kaki Lima dan Los Pasar Komoditi Hasil Pertanian Lainnya

4782

Perdagangan Eceran Kaki Lima dan Los Pasar Makanan, Minuman dan Produk Tembakau Hasil Industri Pengolahan

47821
47822
47823
47824
47825
47827
47828
47829

- Perdagangan Eceran Kaki Lima dan Los Pasar Beras


- Perdagangan Eceran Kaki Lima dan Los Pasar Roti, Kue Kering, Serta Kue Basah dan Sejenisnya
- Perdagangan Eceran Kaki Lima dan Los Pasar Kopi, Gula Pasir dan Gula Merah dan Sejenisnya
- Perdagangan Eceran Kaki Lima dan Los Pasar Tahu, Tempe , Tauco dan Oncom
- Perdagangan Eceran Kaki Lima dan Los Pasar Daging Olahan dan Biota Air Olahan
- Perdagangan Eceran Kaki Lima dan :Los Pasar Rokok dan Tembakau
- Perdagangan Eceran Kaki Lima dan :Los Pasar Pakan Ternak, Pakan Unggas dan Pakan Ikan
- Perdagangan Eceran Kaki Lima dan :Los Pasar Makanan Yang Tidak Dapat Diklasifikasi di Tempat Lain

47843
47845
47846
47991
47992

- Perdagangan Eceran
- Perdagangan Eceran
- Perdagangan Eceran
- Perdagangan Eceran
- Perdagangan Eceran

Kaki Lima dan :Los Pasar Obat Tradisonal


Kaki Lima dan :Los Pasar Pupuk dan Pemberantas Hama
Kaki Lima dan :Los Pasar Aromatik/Penyegar (Minyak Atsiri)
Keliling Komoditi Makan dari Hasil Pertanian
Keliling Komoditi Makanan, Minuman atau Tembakau Hasil Industri Pengolahan

Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian

67

Analisis PDB Sektor Pertanian

2013

Lampiran 2. PDB sektor pertanian atas dasar harga berlaku, menurut


klasifikasi Kementerian Pertanian, tahun 2010 2012

Uraian
PERTANIAN TANAMAN BAHAN MAKANAN
Pertanian Padi
Pertanian Palawija
Pertanian Hortikultura Sayuran
Pertanian Hortikultura Buah-buahan

PDB Atas Harga Berlaku (Triliun Rp)


2010
2011 *) 2012 **)
482.38
529.97
574.33
178.56
200.17
231.82
105.30
109.01
115.04
73.04
72.34
73.78
125.48
148.44
153.69

PERTANIAN TANAMAN PERKEBUNAN


Perkebunan Tembakau
Perkebunan Karet & Penghasil Getah Lainnya
Perkebunan Kelapa Sawit
Perkebunan Tebu dan Tanaman Pemanis Lainnya
Perkebunan Kelapa
Perkebunan Tanaman Kakao
Perkebunan Tanaman Teh dan kopi
Perkebunan Cengkeh
Perkebunan Lainnya (termasuk tanaman obat-obatan/biofarmaka dan tanaman hias)

136.05
3.32
23.58
75.43
3.20
12.54
1.78
7.84
4.37
3.99

153.71
5.92
27.56
83.76
3.44
13.77
1.78
8.22
3.92
5.36

159.75
6.65
23.69
89.97
4.03
13.65
1.74
8.78
4.44
6.79

PETERNAKAN & HASIL-HASILNYA


Peternakan Ternak Besar dan Kecil
Peternakan Ternak Unggas
Susu Segar

119.37
67.21
48.82
3.34

129.58
71.17
54.73
3.68

146.09
79.07
63.11
3.90

737.80
985.47
5,461.38
6,446.85

813.26
1,091.45
6,331.33
7,422.78

880.17
1,190.41
7,051.45
8,241.86

SEKTOR PERTANIAN (SECARA SEMPIT/KEMENTAN)


SEKTOR PERTANIAN (SECARA LUAS)
SEKTOR LAINNYA
PDB INDONESIA
Sumber : BPS diolah Pusdatin
Keterangan : *) Angka sementara
**) Angka sangat sementara

Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian

68

Analisis PDB Sektor Pertanian

2013

Lampiran 3. Kontribusi PDB sektor pertanian terhadap PDB Indonesia,


menurut klasifikasi Kementerian Pertanian,
tahun 2010 2012

Uraian
PERTANIAN TANAMAN BAHAN MAKANAN
Pertanian Padi
Pertanian Palawija
Pertanian Hortikultura Sayuran
Pertanian Hortikultura Buah-buahan

Kontribusi Thd PDB Indonesia (%)


2010
2011 *)
2012 **)
7.48
7.14
6.97
2.77
2.70
2.81
1.63
1.47
1.40
1.13
0.97
0.90
1.95
2.00
1.86

PERTANIAN TANAMAN PERKEBUNAN


Perkebunan Tembakau
Perkebunan Karet & Penghasil Getah Lainnya
Perkebunan Kelapa Sawit
Perkebunan Tebu dan Tanaman Pemanis Lainnya
Perkebunan Kelapa
Perkebunan Tanaman Kakao
Perkebunan Tanaman Teh dan kopi
Perkebunan Cengkeh
Perkebunan Lainnya (termasuk tanaman obat-obatan/biofarmaka dan tanaman hias)

2.11
0.05
0.37
1.17
0.05
0.19
0.03
0.12
0.07
0.06

2.07
0.08
0.37
1.13
0.05
0.19
0.02
0.11
0.05
0.07

1.94
0.08
0.29
1.09
0.05
0.17
0.02
0.11
0.05
0.08

PETERNAKAN & HASIL-HASILNYA


Peternakan Ternak Besar dan Kecil
Peternakan Ternak Unggas
Susu Segar

1.85
1.04
0.76
0.05

1.75
0.96
0.74
0.05

1.77
0.96
0.77
0.05

11.44
15.29
84.71
100.00

10.96
14.70
84.71
100.00

10.68
14.44
98.21
100.00

SEKTOR PERTANIAN (SECARA SEMPIT/KEMENTAN)


SEKTOR PERTANIAN (SECARA LUAS)
SEKTOR LAINNYA
PDB INDONESIA
Sumber : BPS diolah Pusdatin
Keterangan : *) Angka sementara
**) Angka sangat sementara

Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian

69

Analisis PDB Sektor Pertanian

Lampiran

4.

PDB sektor pertanian atas dasar harga konstan menurut


klasifikasi Kementerian Pertanian, tahun 2010 - 2012

No.
I.

2013

Uraian
PERTANIAN TANAMAN BAHAN MAKANAN

PDB Atas Harga Konstan (Triliun Rp)


2010
2011 *)
2012 **)
151.50

154.15

158.69

Padi

63.66

62.98

66.04

Palawija

30.95

29.24

29.95

Hortikultura Sayuran

21.71

21.42

22.04

Hortikultura Buah-buahan

35.18

40.51

40.67

II. PERTANIAN TANAMAN PERKEBUNAN


Tembakau

47.15

49.26

51.76

1.38

2.18

2.31

Karet & Penghasil Getah Lainnya

10.36

11.33

11.62

Kelapa Sawit

17.75

18.67

19.59

Tebu dan Tanaman Pemanis Lainnya

2.25

2.23

2.42

Kelapa

5.68

5.69

5.80

Tanaman Kakao

1.24

1.21

1.27

Tanaman Teh dan kopi

3.93

3.67

3.79

Cengkeh

1.89

1.39

1.45

Lainnya (termasuk tanaman obat-obatan/biofarmaka dan tanaman hias)

2.67

2.89

3.53

III PETERNAKAN & HASIL-HASILNYA

38.21

40.04

41.97

Ternak Besar dan Kecil

18.47

18.85

19.29

Ternak Unggas

18.62

19.98

21.42

1.12

1.21

1.26

Susu Segar

SEKTOR PERTANIAN (SECARA SEMPIT/KEMENTAN)

236.83

242.30

252.43

SEKTOR PERTANIAN (SECARA LUAS)

304.78

315.04

327.55

2,009.10

2,149.51

2,290.59

2,314.46

2,464.68

2,618.14

SEKTOR LAINNYA
PDB INDONESIA
Sumber : BPS diolah Pusdatin
Keterangan : *) Angka sementara
**) Angka sangat sementara

Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian

70

Analisis PDB Sektor Pertanian

Lampiran

5.

Laju pertumbuhan PDB sektor pertanian atas dasar harga


konstan menurut klasifikasi Kementerian Pertanian, tahun
2010 - 2012

No.
I.

2013

Uraian

Laju pertumbuhan (%)


2010 2011 *) 2012 **)

PERTANIAN TANAMAN BAHAN MAKANAN

1.64

1.75

2.95

Padi

3.22

-1.07

4.87

Palawija

11.75

-5.51

2.41

Hortikultura Sayuran

7.23

-1.35

2.90

-10.80

15.16

0.37

3.38

4.47

5.08

Hortikultura Buah-buahan

II. PERTANIAN TANAMAN PERKEBUNAN


Tembakau

-24.98

58.11

5.91

Karet & Penghasil Getah Lainnya

9.04

9.34

2.57

Kelapa Sawit

10.49

5.18

4.92

Tebu dan Tanaman Pemanis Lainnya

-11.42

-0.99

8.43

Kelapa

-5.51

0.24

1.82

Tanaman Kakao

0.56

-2.08

4.67

Tanaman Teh dan kopi

-2.31

-6.63

3.17

Cengkeh

16.01

-26.61

4.69

Lainnya (termasuk tanaman obat-obatan/biofarmaka dan tanaman hias)

-3.47

8.24

21.99

4.27

4.78

4.82

Ternak Besar dan Kecil

8.53

2.08

2.35

Ternak Unggas

0.19

7.30

7.18

Susu Segar

7.66

7.23

4.45

SEKTOR PERTANIAN (SECARA SEMPIT/KEMENTAN)

2.38

2.31

4.18

SEKTOR PERTANIAN (SECARA LUAS)

3.01

3.37

3.97

SEKTOR LAINNYA

6.70

6.99

6.56

PDB INDONESIA

6.22

6.49

6.23

III PETERNAKAN & HASIL-HASILNYA

Sumber : BPS diolah Pusdatin


Keterangan : *) Angka sementara
**) Angka sangat sementara

Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian

71

Analisis PDB Sektor Pertanian

2013

Lampiran 6. PDB sektor industri pengolahan atas harga berlaku menurut


klasifikasi Kementerian Pertanian, tahun 2010 2012 (Juta Rp)
No

KBLI

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30

15111
15112
15131
15132
15133
15134
15139
15141
15142
15143
15144
15145
15149
15201
15202
15203
15311
15312
15313
15314
15315
15316
15317
15318
15321
15322
15323
15324
15329
15331

Des-KBLI

2010

51,013,606
Ind. Pengolahan Dan Pengawetan Daging
2,529,893
Ind. Pengalengan Buah-Buahan Dan Sayuran
1,218,951
Ind. Pengasinan/Pemanisan Buah-Buahan Dan Sayuran
1,065,782
Ind. Pelumatan Buah-Buahan Dan Sayuran
2,139,557
Ind. Pengeringan Buah-Buahan Dan Sayuran
144,526
Ind. Pengolahan Dan Pengawetan Lainnya Untuk Buah-Buahan Dan Sayuran
1,104,756
Ind. Minyak Kasar (Minyak Makan) Dari Nabati Dan Hewani
33,000,312
Ind. Margarine
501,084
Ind. Minyak Goreng Dari Minyak Kelapa
15,522,877
Ind. Minyak Goreng Dari Minyak Kelapa Sawit
31,273,371
Ind. Minyak Goreng Lainnya Dari Nabati Dan Hewani
418,227
Ind. Minyak Makan Dan Lemak Lainnya Dari Nabati Dan Hewani
2,058,754
Ind. Susu
8,066,142
Ind. Makanan Dari Susu
1,013,293
Ind. Es Krim
404,660
Ind. Penggilingan Padi Dan Penyosohan Beras
59,193,667
Ind. Penggilingan Dan Pembersihan Padi-Padian Lainnya
2,462,162
Ind. Pengupasan Dan Pembersihan Kopi
2,063,351
Ind. Pengupasan, Pembersihan Dan Pengeringan Cokelat (Cacao)
1,675,972
Ind. Pengupasan Dan Pembersihan Biji-bijian Selain Kopi Dan Cokelat (Cacao)
1,122,744
Ind. Pengupasan Dan Pembersihan Kacang-Kacangan
126,606
Ind. Pengupasan Dan Pembersihan Umbi-Umbian (Termasuk Rizoma)
83,388
Ind. Kopra
2,863,419
Ind. Tepung Terigu
14,351,380
Ind. Berbagai Macam Tepung Dari Padi-Padian, Biji-Bijian, Kacang-Kacangan, Umbi-Umbian, Dan Sejenisnya
2,592,713
Ind. Pati Ubi Kayu
2,131,291
Ind. Berbagai Macam Pati Palma
293,401
Ind. Pati Lainnya
59,184
Ind. Ransum Pakan Ternak/Ikan
8,456,729
Ind. Pemotongan Hewan

2011 *)
60,464,063
2,999,103
1,444,759
1,263,257
2,535,914
171,334
1,309,428
39,113,560
593,909
18,398,509
37,066,672
495,705
2,440,135
9,560,385
1,201,009
479,640
72,323,927
2,918,401
2,445,727
1,986,453
1,330,854
150,095
98,851
3,394,221
17,009,991
3,073,327
2,281,483
314,077
63,355
9,052,677

Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian

2012 **)
71,000,096
3,519,370
1,696,544
1,483,231
2,977,824
201,042
1,537,548
45,929,988
697,413
21,604,663
43,526,536
582,085
2,865,380
11,226,480
1,410,286
563,149
84,288,060
3,426,443
2,871,326
2,332,594
1,562,250
176,099
116,008
3,984,186
19,974,179
3,607,540
2,628,648
361,869
72,995
10,430,191

72

Analisis PDB Sektor Pertanian

2013

Lanjutan Lampiran 6.
No

KBLI

31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48
49
50
51
52
53
54
55
56
57
58
59

15332
15410
15421
15422
15423
15424
15429
15431
15432
15440
15491
15492
15493
15494
15495
15496
15497
15498
15499
15510
15520
15530
15541
15542
16001
16002
16003
16004
16009

Des-KBLI
Ind. Konsentrat Pakan Ternak
Ind. Roti Dan Sejenisnya
Ind. Gula Pasir
Ind. Gula Merah
Ind. Gula Lainnya
Ind. Sirop
Ind. Pengolahan Gula Lainnya Selain Sirop
Ind. Bubuk Coklat
Ind. Makanan Dari Coklat Dan Kembang Gula
Ind. Makaroni, Mie, Spagheti, Bihun, So'un Dan Sejenisnya
Ind. Pengolahan Teh Dan Kopi
Ind. Es
Ind. Kecap
Ind. Tempe
Ind. Makanan Dari Kedele Dan Kacang-Kacangan Lainnya Selain Kecap Dan Tempe
Ind. Kerupuk Dan Sejenisnya
Ind. Bumbu Masak Dan Penyedap Masakan
Ind. Kue-Kue Basah
Ind. Makanan Yang Tidak Diklasifikasikan Di Tempat Lain
Ind. Minuman Keras
Ind. Anggur Dan Sejenisnya
Ind. Malt Dan Minuman Yang Mengandung Malt
Ind. Minuman Ringan (Soft Drink)
Ind. Air Minum Dalam Kemasan
Ind. Pengeringan Dan Pengolahan Tembakau
Ind. Rokok Kretek
Ind. Rokok Putih
Ind. Rokok Lainnya
Ind. Hasil Lainnya Dari Tembakau, Bumbu Rokok Dan Klobot/Kawung
Subtotal

31

Ind. Makanan, Minuman dan Tembakau

2010

2011 *)

2012 **)

9,309,589
10,566,853
5,566,034
2,557,315
58,347
3,323,980
67,197
583,473
6,495,191
11,243,839
14,161,279
883,627
11,168,335
6,394,763
978,032
4,410,802
5,191,459
2,787,733
2,940,496
111,512
265,874
196,703
717,252
1,006,367
2,704,222
87,271,260
6,781,665
597,385
253,182
447,545,563

9,965,639
12,525,574
6,597,128
3,032,349
69,157
3,939,745
79,647
691,559
7,644,222
13,326,878
15,159,229
945,897
11,955,371
6,845,404
1,046,955
4,721,632
5,557,303
2,984,185
3,147,714
128,462
306,286
226,601
826,273
1,159,333
3,289,266
106,151,916
8,248,840
726,626
307,957
527,587,970

11,482,075
14,703,100
7,746,845
3,555,181
81,205
4,626,320
93,518
812,082
8,976,375
15,648,791
17,465,955
1,089,830
13,774,578
7,887,045
1,206,266
5,440,106
6,402,938
3,438,278
3,626,691
136,591
325,667
240,940
878,557
1,232,692
3,445,259
111,186,170
8,640,042
761,086
322,562
601,880,767

465,367,900

546,752,000

624,371,000

Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian

73

Analisis PDB Sektor Pertanian

2013

Lanjutan Lampiran 6.

No

KBLI

Des-KBLI

60
61

17214 Ind. Karung Goni


17400 Ind. Kapuk

27,953
105,662
133,615

124,204,200

143,385,200

156,492,600

286,126
6,869,796
49,315
47,664
791,942
135
408,345
1,979,697
646,884
8,576,921
19,656,824

327,028
7,851,858
56,365
53,511
889,087
151
458,434
1,929,824
630,584
8,360,859
20,557,702

391,010
9,388,027
67,392
58,412
970,521
165
500,423
2,037,419
665,749
8,826,992
22,906,109

176,212,400

189,700,000

216,382,500

PDB Ind Non Migas

1,384,640,400

1,553,061,900

1,718,438,800

PDB INDONESIA

6,446,851,900

7,422,781,200

8,241,864,300

Ind. Tekstil, Barang dari Kulit dan Alas Kaki


Ind. Kimia Dasar Organik, Yang Bersumber Dari Hasil Pertanian
Ind. Kimia Dasar Organik Yang Tidak Diklasifikasikan Di Tempat Lain
Ind. Pupuk Alam/Non Sintetis Hara Makro Primer
Ind. Simplisia (Bahan Jamu)
Ind. Jamu
Ind. Minuman Penyegar
Ind. Minyak Atsiri
Ind. Pengasapan Karet
Ind. Remil ing Karet
Ind. Karet Remah (Crumb Rubber)
Subtotal

35

2012 **)

28,770
108,751
137,522

32
24115
24119
24121
24233
24234
24235
24294
25121
25122
25123

2011 *)
25,081
94,805
119,886

Subtotal

62
63
64
65
66
67
68
69
70
71

2010

Industri Pupuk, Kimia dan Barang dari Karet

Sumber : BPS diolah Pusdatin


Keterangan : *) Angka sementara
**) Angka sangat sementara

Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian

74

Analisis PDB Sektor Pertanian

2013

Lampiran 7. Kontribusi PDB sektor industri pengolahan menurut klasifikasi


Kementerian Pertanian, tahun 2010 - 2012 (%)
No

KBLI

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30

15111
15112
15131
15132
15133
15134
15139
15141
15142
15143
15144
15145
15149
15201
15202
15203
15311
15312
15313
15314
15315
15316
15317
15318
15321
15322
15323
15324
15329
15331

Des-KBLI

2010 *)

2011 **)

10.96
0.54
Ind. Pengalengan Buah-Buahan Dan Sayuran
0.26
Ind. Pengasinan/Pemanisan Buah-Buahan Dan Sayuran
0.23
Ind. Pelumatan Buah-Buahan Dan Sayuran
0.46
Ind. Pengeringan Buah-Buahan Dan Sayuran
0.03
Ind. Pengolahan Dan Pengawetan Lainnya Untuk Buah-Buahan Dan Sayuran
0.24
Ind. Minyak Kasar (Minyak Makan) Dari Nabati Dan Hewani
7.09
Ind. Margarine
0.11
Ind. Minyak Goreng Dari Minyak Kelapa
3.34
Ind. Minyak Goreng Dari Minyak Kelapa Sawit
6.72
Ind. Minyak Goreng Lainnya Dari Nabati Dan Hewani
0.09
Ind. Minyak Makan Dan Lemak Lainnya Dari Nabati Dan Hewani
0.44
Ind. Susu
1.73
Ind. Makanan Dari Susu
0.22
Ind. Es Krim
0.09
Ind. Penggilingan Padi Dan Penyosohan Beras
12.72
Ind. Penggilingan Dan Pembersihan Padi-Padian Lainnya
0.53
Ind. Pengupasan Dan Pembersihan Kopi
0.44
Ind. Pengupasan, Pembersihan Dan Pengeringan Cokelat (Cacao)
0.36
Ind. Pengupasan Dan Pembersihan Biji-bijian Selain Kopi Dan Cokelat (Cacao)
0.24
Ind. Pengupasan Dan Pembersihan Kacang-Kacangan
0.03
Ind. Pengupasan Dan Pembersihan Umbi-Umbian (Termasuk Rizoma)
0.02
Ind. Kopra
0.62
Ind. Tepung Terigu
3.08
Ind. Berbagai Macam Tepung Dari Padi-Padian, Biji-Bijian, Kacang-Kacangan, Umbi-Umbian, Dan Sejenisnya 0.56
Ind. Pati Ubi Kayu
0.46
Ind. Berbagai Macam Pati Palma
0.06
Ind. Pati Lainnya
0.01
Ind. Ransum Pakan Ternak/Ikan
1.82
Ind. Pemotongan Hewan

Ind. Pengolahan Dan Pengawetan Daging

Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian

2012 **)
11.06
0.55
0.26
0.23
0.46
0.03
0.24
7.15
0.11
3.37
6.78
0.09
0.45
1.75
0.22
0.09
13.23
0.53
0.45
0.36
0.24
0.03
0.02
0.62
3.11
0.56
0.42
0.06
0.01
1.66

11.37
0.56
0.27
0.24
0.48
0.03
0.25
7.36
0.11
3.46
6.97
0.09
0.46
1.80
0.23
0.09
13.50
0.55
0.46
0.37
0.25
0.03
0.02
0.64
3.20
0.58
0.42
0.06
0.01
1.67

75

Analisis PDB Sektor Pertanian

2013

Lanjutan Lampiran 7.
No

KBLI

31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48
49
50
51
52
53
54
55
56
57
58
59

15332
15410
15421
15422
15423
15424
15429
15431
15432
15440
15491
15492
15493
15494
15495
15496
15497
15498
15499
15510
15520
15530
15541
15542
16001
16002
16003
16004
16009

Des-KBLI
Ind. Konsentrat Pakan Ternak
Ind. Roti Dan Sejenisnya
Ind. Gula Pasir
Ind. Gula Merah
Ind. Gula Lainnya
Ind. Sirop
Ind. Pengolahan Gula Lainnya Selain Sirop
Ind. Bubuk Coklat
Ind. Makanan Dari Coklat Dan Kembang Gula
Ind. Makaroni, Mie, Spagheti, Bihun, So'un Dan Sejenisnya
Ind. Pengolahan Teh Dan Kopi
Ind. Es
Ind. Kecap
Ind. Tempe
Ind. Makanan Dari Kedele Dan Kacang-Kacangan Lainnya Selain Kecap Dan Tempe
Ind. Kerupuk Dan Sejenisnya
Ind. Bumbu Masak Dan Penyedap Masakan
Ind. Kue-Kue Basah
Ind. Makanan Yang Tidak Diklasifikasikan Di Tempat Lain
Ind. Minuman Keras
Ind. Anggur Dan Sejenisnya
Ind. Malt Dan Minuman Yang Mengandung Malt
Ind. Minuman Ringan (Soft Drink)
Ind. Air Minum Dalam Kemasan
Ind. Pengeringan Dan Pengolahan Tembakau
Ind. Rokok Kretek
Ind. Rokok Putih
Ind. Rokok Lainnya
Ind. Hasil Lainnya Dari Tembakau, Bumbu Rokok Dan Klobot/Kawung
Subtotal

31

Ind. Makanan, Minuman dan Tembakau

2010 *)

2011 **)

2012 **)

2.00
2.27
1.20
0.55
0.01
0.71
0.01
0.13
1.40
2.42
3.04
0.19
2.40
1.37
0.21
0.95
1.12
0.60
0.63
0.02
0.06
0.04
0.15
0.22
0.58
18.75
1.46
0.13
0.05
96.17

1.82
2.29
1.21
0.55
0.01
0.72
0.01
0.13
1.40
2.44
2.77
0.17
2.19
1.25
0.19
0.86
1.02
0.55
0.58
0.02
0.06
0.04
0.15
0.21
0.60
19.42
1.51
0.13
0.06
96.49

1.84
2.35
1.24
0.57
0.01
0.74
0.01
0.13
1.44
2.51
2.80
0.17
2.21
1.26
0.19
0.87
1.03
0.55
0.58
0.02
0.05
0.04
0.14
0.20
0.55
17.81
1.38
0.12
0.05
96.40

100.00

100.00

100.00

Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian

76

Analisis PDB Sektor Pertanian

2013

Lanjutan Lampiran 7.

No

KBLI

Des-KBLI

60
61

17214 Ind. Karung Goni


17400 Ind. Kapuk
Subtotal

32
62
63
64
65
66
67
68
69
70
71

24115
24119
24121
24233
24234
24235
24294
25121
25122
25123

Ind. Tekstil, Barang dari Kulit dan Alas Kaki


Ind. Kimia Dasar Organik, Yang Bersumber Dari Hasil Pertanian
Ind. Kimia Dasar Organik Yang Tidak Diklasifikasikan Di Tempat Lain
Ind. Pupuk Alam/Non Sintetis Hara Makro Primer
Ind. Simplisia (Bahan Jamu)
Ind. Jamu
Ind. Minuman Penyegar
Ind. Minyak Atsiri
Ind. Pengasapan Karet
Ind. Remil ing Karet
Ind. Karet Remah (Crumb Rubber)
Subtotal

35

Industri Pupuk, Kimia dan Barang dari Karet

2010 *)

2011 **)

2012 **)

0.02
0.08
0.10

0.02
0.08
0.10

0.02
0.07
0.09

100.00

100.00

100.00

0.16
3.90
0.03
0.03
0.45
0.00
0.23
1.12
0.37
4.87
11.16

0.17
4.14
0.03
0.03
0.47
0.00
0.24
1.02
0.33
4.41
10.84

0.18
4.34
0.03
0.03
0.45
0.00
0.23
0.94
0.31
4.08
10.59

100.00

100.00

100.00

Sumber : BPS diolah Pusdatin


Keterangan : *) Angka sementara
**) Angka sangat sementara

Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian

77

Analisis PDB Sektor Pertanian

2013

Lampiran 8. PDB sektor industri pengolahan atas harga konstan menurut


klasifikasi Kementerian Pertanian, tahun 2010-2012 (Juta Rp)
No

KBLI

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30

15111
15112
15131
15132
15133
15134
15139
15141
15142
15143
15144
15145
15149
15201
15202
15203
15311
15312
15313
15314
15315
15316
15317
15318
15321
15322
15323
15324
15329
15331

Des-KBLI

2010

2011 *)

11,840,334
863,573
Ind. Pengalengan Buah-Buahan Dan Sayuran
407,887
Ind. Pengasinan/Pemanisan Buah-Buahan Dan Sayuran
354,512
Ind. Pelumatan Buah-Buahan Dan Sayuran
734,433
Ind. Pengeringan Buah-Buahan Dan Sayuran
74,449
Ind. Pengolahan Dan Pengawetan Lainnya Untuk Buah-Buahan Dan Sayuran
387,518
Ind. Minyak Kasar (Minyak Makan) Dari Nabati Dan Hewani
10,654,069
Ind. Margarine
161,317
Ind. Minyak Goreng Dari Minyak Kelapa
5,068,077
Ind. Minyak Goreng Dari Minyak Kelapa Sawit
10,433,122
Ind. Minyak Goreng Lainnya Dari Nabati Dan Hewani
139,798
Ind. Minyak Makan Dan Lemak Lainnya Dari Nabati Dan Hewani
693,133
Ind. Susu
2,852,865
Ind. Makanan Dari Susu
369,230
Ind. Es Krim
164,825
Ind. Penggilingan Padi Dan Penyosohan Beras
20,584,245
Ind. Penggilingan Dan Pembersihan Padi-Padian Lainnya
761,486
Ind. Pengupasan Dan Pembersihan Kopi
714,827
Ind. Pengupasan, Pembersihan Dan Pengeringan Cokelat (Cacao)
547,794
Ind. Pengupasan Dan Pembersihan Biji-bijian Selain Kopi Dan Cokelat (Cacao)
394,070
Ind. Pengupasan Dan Pembersihan Kacang-Kacangan
59,555
Ind. Pengupasan Dan Pembersihan Umbi-Umbian (Termasuk Rizoma)
34,491
Ind. Kopra
1,044,460
Ind. Tepung Terigu
4,146,043
Ind. Berbagai Macam Tepung Dari Padi-Padian, Biji-Bijian, Kacang-Kacangan, Umbi-Umbian, Dan Sejenisnya
1,147,482
Ind. Pati Ubi Kayu
860,400
Ind. Berbagai Macam Pati Palma
50,521
Ind. Pati Lainnya
23,540
Ind. Ransum Pakan Ternak/Ikan
4,710,484
Ind. Pemotongan Hewan

Ind. Pengolahan Dan Pengawetan Daging

Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian

13,367,496
983,739
455,724
397,060
820,760
84,002
433,406
11,705,171
179,297
5,502,987
11,616,982
153,631
761,534
3,239,951
419,621
190,863
22,885,093
808,738
759,669
580,011
419,755
63,799
36,854
1,113,295
4,985,251
1,306,791
918,543
53,972
25,131
4,763,872

2012 **)
14,879,338
994,827
519,784
441,572
933,894
86,230
489,209
13,777,868
206,759
6,405,336
13,849,780
180,342
896,152
3,692,067
476,868
218,229
24,437,748
859,456
801,856
636,268
432,266
61,660
36,663
1,137,986
5,870,294
1,362,050
1,032,163
56,733
28,218
5,237,124

78

Analisis PDB Sektor Pertanian

2013

Lanjutan Lampiran 8.
No

KBLI

31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48
49
50
51
52
53
54
55
56
57
58
59

15332
15410
15421
15422
15423
15424
15429
15431
15432
15440
15491
15492
15493
15494
15495
15496
15497
15498
15499
15510
15520
15530
15541
15542
16001
16002
16003
16004
16009

Des-KBLI
Ind. Konsentrat Pakan Ternak
Ind. Roti Dan Sejenisnya
Ind. Gula Pasir
Ind. Gula Merah
Ind. Gula Lainnya
Ind. Sirop
Ind. Pengolahan Gula Lainnya Selain Sirop
Ind. Bubuk Coklat
Ind. Makanan Dari Coklat Dan Kembang Gula
Ind. Makaroni, Mie, Spagheti, Bihun, So'un Dan Sejenisnya
Ind. Pengolahan Teh Dan Kopi
Ind. Es
Ind. Kecap
Ind. Tempe
Ind. Makanan Dari Kedele Dan Kacang-Kacangan Lainnya Selain Kecap Dan Tempe
Ind. Kerupuk Dan Sejenisnya
Ind. Bumbu Masak Dan Penyedap Masakan
Ind. Kue-Kue Basah
Ind. Makanan Yang Tidak Diklasifikasikan Di Tempat Lain
Ind. Minuman Keras
Ind. Anggur Dan Sejenisnya
Ind. Malt Dan Minuman Yang Mengandung Malt
Ind. Minuman Ringan (Soft Drink)
Ind. Air Minum Dalam Kemasan
Ind. Pengeringan Dan Pengolahan Tembakau
Ind. Rokok Kretek
Ind. Rokok Putih
Ind. Rokok Lainnya
Ind. Hasil Lainnya Dari Tembakau, Bumbu Rokok Dan Klobot/Kawung
Subtotal

31

Ind. Makanan, Minuman dan Tembakau

2010

2011 *)

2012 **)

5,009,544
3,599,393
1,686,102
1,919,708
18,033
992,598
21,984
174,956
1,952,211
3,498,719
7,864,516
140,528
4,976,038
794,026
296,033
488,343
3,351,110
351,560
1,306,337
11,916
88,401
48,710
199,485
469,867
698,371
27,893,179
2,261,894
180,000
69,133
150,641,233

5,066,291
4,103,257
1,966,898
2,209,487
20,987
1,097,333
25,607
197,656
2,205,792
3,824,619
7,948,479
143,140
5,089,976
806,074
301,310
483,153
3,431,030
358,194
1,336,405
13,060
96,874
53,380
218,608
513,926
771,224
30,867,337
2,437,061
198,757
76,338
164,895,253

5,572,863
4,414,331
2,093,054
1,915,668
22,196
1,255,983
26,834
218,355
2,433,508
4,324,898
8,792,773
147,200
5,661,996
826,815
322,047
457,975
3,688,383
344,693
1,440,426
13,464
100,826
55,509
227,434
523,714
740,385
29,727,635
2,310,269
191,124
73,405
177,962,504

159,947,200

174,566,700

188,081,700

Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian

79

Analisis PDB Sektor Pertanian

2013

Lanjutan Lampiran 8.

No

KBLI

Des-KBLI

60
61

17214 Ind. Karung Goni


17400 Ind. Kapuk
Subtotal

32
62
63
64
65
66
67
68
69
70
71

24115
24119
24121
24233
24234
24235
24294
25121
25122
25123

Ind. Tekstil, Barang dari Kulit dan Alas Kaki


Ind. Kimia Dasar Organik, Yang Bersumber Dari Hasil Pertanian
Ind. Kimia Dasar Organik Yang Tidak Diklasifikasikan Di Tempat Lain
Ind. Pupuk Alam/Non Sintetis Hara Makro Primer
Ind. Simplisia (Bahan Jamu)
Ind. Jamu
Ind. Minuman Penyegar
Ind. Minyak Atsiri
Ind. Pengasapan Karet
Ind. Remil ing Karet
Ind. Karet Remah (Crumb Rubber)
Subtotal

35

Industri Pupuk, Kimia dan Barang dari Karet


PDB Ind Non Migas
PDB Indonesia

2010

2011 *)

2012 **)

10,804
9,276
20,080

11,638
10,036
21,673

11,163
9,825
20,989

52,206,200

56,131,100

58,483,600

109,016
2,510,971
33,656
16,211
271,962
5
176,950
429,880
191,924
2,908,676
6,649,251

123,334
2,840,766
36,377
17,354
291,150
6
197,791
378,187
166,983
2,524,792
6,576,738

144,427
3,326,627
41,103
18,174
304,720
5
208,202
404,028
178,174
2,695,194
7,320,655

72,782,000

75,657,500

83,412,400

549,935,600

587,024,100

624,616,700

2,314,458,800

2,464,676,500

2,618,139,200

Sumber : BPS diolah Pusdatin


Keterangan : *) Angka sementara
**) Angka sangat sementara

Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian

80

Analisis PDB Sektor Pertanian

2013

Lampiran 9. Laju pertumbuhan PDB sektor industri pengolahan menurut


klasifikasi Kementerian Pertanian, tahun 2010 - 2012 (%)
No

KBLI

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30

15111
15112
15131
15132
15133
15134
15139
15141
15142
15143
15144
15145
15149
15201
15202
15203
15311
15312
15313
15314
15315
15316
15317
15318
15321
15322
15323
15324
15329
15331

Des-KBLI

2010 *)

2011 **)

2.21
5.16
Ind. Pengalengan Buah-Buahan Dan Sayuran
4.41
Ind. Pengasinan/Pemanisan Buah-Buahan Dan Sayuran
4.91
Ind. Pelumatan Buah-Buahan Dan Sayuran
4.45
Ind. Pengeringan Buah-Buahan Dan Sayuran
6.47
Ind. Pengolahan Dan Pengawetan Lainnya Untuk Buah-Buahan Dan Sayuran
4.62
Ind. Minyak Kasar (Minyak Makan) Dari Nabati Dan Hewani
2.89
Ind. Margarine
6.30
Ind. Minyak Goreng Dari Minyak Kelapa
4.96
Ind. Minyak Goreng Dari Minyak Kelapa Sawit
1.27
Ind. Minyak Goreng Lainnya Dari Nabati Dan Hewani
4.87
Ind. Minyak Makan Dan Lemak Lainnya Dari Nabati Dan Hewani
4.82
Ind. Susu
4.57
Ind. Makanan Dari Susu
4.66
Ind. Es Krim
5.77
Ind. Penggilingan Padi Dan Penyosohan Beras
0.41
Ind. Penggilingan Dan Pembersihan Padi-Padian Lainnya
-2.23
Ind. Pengupasan Dan Pembersihan Kopi
-0.54
Ind. Pengupasan, Pembersihan Dan Pengeringan Cokelat (Cacao)
-0.19
Ind. Pengupasan Dan Pembersihan Biji-bijian Selain Kopi Dan Cokelat (Cacao)
-3.61
Ind. Pengupasan Dan Pembersihan Kacang-Kacangan
-2.50
Ind. Pengupasan Dan Pembersihan Umbi-Umbian (Termasuk Rizoma)
-3.00
Ind. Kopra
-1.07
Ind. Tepung Terigu
2.23
Ind. Berbagai Macam Tepung Dari Padi-Padian, Biji-Bijian, Kacang-Kacangan, Umbi-Umbian, Dan Sejenisnya -5.36
Ind. Pati Ubi Kayu
7.38
Ind. Berbagai Macam Pati Palma
7.47
Ind. Pati Lainnya
7.38
Ind. Ransum Pakan Ternak/Ikan
5.31
Ind. Pemotongan Hewan

Ind. Pengolahan Dan Pengawetan Daging

Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian

2012 **)
12.90
13.91
11.73
12.00
11.75
12.83
11.84
9.87
11.15
8.58
11.35
9.90
9.87
13.57
13.65
15.80
11.18
6.21
6.27
5.88
6.52
7.12
6.85
6.59
20.24
13.88
6.76
6.83
6.76
1.13

11.31
1.13
14.06
11.21
13.78
2.65
12.88
17.71
15.32
16.40
19.22
17.39
17.68
13.95
13.64
14.34
6.78
6.27
5.55
9.70
2.98
-3.35
-0.52
2.22
17.75
4.23
12.37
5.12
12.29
9.93

81

Analisis PDB Sektor Pertanian

2013

Lanjutan Lampiran 9.
No

KBLI

31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48
49
50
51
52
53
54
55
56
57
58
59

15332
15410
15421
15422
15423
15424
15429
15431
15432
15440
15491
15492
15493
15494
15495
15496
15497
15498
15499
15510
15520
15530
15541
15542
16001
16002
16003
16004
16009

Des-KBLI
Ind. Konsentrat Pakan Ternak
Ind. Roti Dan Sejenisnya
Ind. Gula Pasir
Ind. Gula Merah
Ind. Gula Lainnya
Ind. Sirop
Ind. Pengolahan Gula Lainnya Selain Sirop
Ind. Bubuk Coklat
Ind. Makanan Dari Coklat Dan Kembang Gula
Ind. Makaroni, Mie, Spagheti, Bihun, So'un Dan Sejenisnya
Ind. Pengolahan Teh Dan Kopi
Ind. Es
Ind. Kecap
Ind. Tempe
Ind. Makanan Dari Kedele Dan Kacang-Kacangan Lainnya Selain Kecap Dan Tempe
Ind. Kerupuk Dan Sejenisnya
Ind. Bumbu Masak Dan Penyedap Masakan
Ind. Kue-Kue Basah
Ind. Makanan Yang Tidak Diklasifikasikan Di Tempat Lain
Ind. Minuman Keras
Ind. Anggur Dan Sejenisnya
Ind. Malt Dan Minuman Yang Mengandung Malt
Ind. Minuman Ringan (Soft Drink)
Ind. Air Minum Dalam Kemasan
Ind. Pengeringan Dan Pengolahan Tembakau
Ind. Rokok Kretek
Ind. Rokok Putih
Ind. Rokok Lainnya
Ind. Hasil Lainnya Dari Tembakau, Bumbu Rokok Dan Klobot/Kawung
Subtotal

31

Ind. Makanan, Minuman dan Tembakau

2010 *)

2011 **)

2012 **)

5.31
3.36
-2.30
-0.85
-6.47
-1.06
-5.02
3.81
3.84
2.98
5.27
4.24
2.91
7.15
5.13
2.60
7.94
5.27
4.98
2.16
1.89
1.91
1.90
7.17
3.42
3.45
2.88
3.40
3.40
2.80

1.13
14.00
16.65
15.09
16.38
10.55
16.48
12.97
12.99
9.31
1.07
1.86
2.29
1.52
1.78
-1.06
2.38
1.89
2.30
9.61
9.59
9.59
9.59
9.38
10.43
10.66
7.74
10.42
10.42
9.46

10.00
7.58
6.41
-13.30
5.76
14.46
4.79
10.47
10.32
13.08
10.62
2.84
11.24
2.57
6.88
-5.21
7.50
-3.77
7.78
3.09
4.08
3.99
4.04
1.90
-4.00
-3.69
-5.20
-3.84
-3.84
7.92

2.78

9.14

7.74

Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian

82

Analisis PDB Sektor Pertanian

2013

Lanjutan Lampiran 9.

No

KBLI

Des-KBLI

60
61

17214 Ind. Karung Goni


17400 Ind. Kapuk

-4.07
-2.10
-3.16

1.77

7.52

4.19

11.17
11.12
3.15
-2.60
-2.87
-1.39
10.73
-3.08
-4.36
-3.48
2.22

13.13
13.13
8.08
7.05
7.06
8.04
11.78
-12.03
-13.00
-13.20
-1.09

17.10
17.10
12.99
4.73
4.66
-3.93
5.26
6.83
6.70
6.75
11.31

4.70

3.95

10.25

PDB Ind Non Migas

5.12

6.74

6.40

PDB Indonesia

6.22

6.49

6.23

Ind. Tekstil, Barang dari Kulit dan Alas Kaki


Ind. Kimia Dasar Organik, Yang Bersumber Dari Hasil Pertanian
Ind. Kimia Dasar Organik Yang Tidak Diklasifikasikan Di Tempat Lain
Ind. Pupuk Alam/Non Sintetis Hara Makro Primer
Ind. Simplisia (Bahan Jamu)
Ind. Jamu
Ind. Minuman Penyegar
Ind. Minyak Atsiri
Ind. Pengasapan Karet
Ind. Remil ing Karet
Ind. Karet Remah (Crumb Rubber)
Subtotal

35

2012 **)
7.71
8.19
7.93

32
24115
24119
24121
24233
24234
24235
24294
25121
25122
25123

2011 **)
-3.43
-2.79
-3.14

Subtotal

62
63
64
65
66
67
68
69
70
71

2010 *)

Industri Pupuk, Kimia dan Barang dari Karet

Sumber : BPS diolah Pusdatin


Keterangan : *) Angka sementara
**) Angka sangat sementara

Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian

83

Analisis PDB Sektor Pertanian

2013

Lampiran 10. PDB sektor perdagangan atas dasar harga berlaku menurut
klasifikasi Kementerian Pertanian, tahun 2010 2012
(Juta Rp)

No

Des-KBLI

G PERDAGANGAN BESAR DAN ECERAN


1) Perdagangan Besar dan Eceran Tanaman Bahan Makanan
Perdagangan Besar dan Eceran Pertanian Padi
Perdagangan Besar dan Eceran Pertanian Palawija
Perdagangan Besar dan Eceran Pertanian Holtikultura Sayuran
Perdagangan Besar dan Eceran pertanian Holtikultura Buah-buahan
2) Perdagangan Besar dan Eceran Tanaman Perkebunan
Perdagangan Besar dan Eceran Perkebunan Tembakau
Perdagangan Besar dan Eceran Perkebunan Karet dan Penghasil Getah lainnya
Perdagangan Besar dan Eceran Perkebunan Kelapa Sawit
Perdagangan Besar dan Eceran Perkebunan Tebu dan Tanaman Pemanis Lainnya
Perdagangan Besar dan Eceran Perkebunan Kelapa
Perdagangan Besar dan Eceran Perkebunan Tanaman untuk Bahan Minuman
Perdagangan Besar dan Eceran Perkebunan Cengkeh
Perdagangan Besar dan Eceran Perkebunan Lainnya
3) Perdagangan Besar dan Eceran Peternakan dan Hasil-hasilnya
Perdagangan Besar dan Eceran Ternak Besar dan Kecil
Perdagangan Besar dan Eceran Ternak Unggas
perdagangan Besar dan Eceran Susu Segar

PDB Atas Dasar Harga Berlaku


2010
2011 *) 2012 **)
76,110,131 83,453,728 92,412,161
6,890,569 7,680,818 8,992,035
16,950,719 18,353,282 21,275,921
18,622,603 17,950,063 20,170,157
33,646,239 39,469,565 41,974,049
7,173,535 8,115,169 9,206,275
178,773 200,245 193,247
1,089,477 1,355,375 1,838,040
1,531,356 1,703,283 2,108,753
268,634 293,687 297,042
1,560,192 1,797,768 1,882,194
1,401,297 1,469,752 1,437,279
304,768 298,135 329,575
839,037 996,926 1,120,144
32,346,469 36,102,275 40,010,547
8,992,650 9,588,900 10,650,664
22,892,449 25,995,380 28,779,522
461,370 517,995 580,361

Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian

84

Analisis PDB Sektor Pertanian

2013

Lanjutan Lampiran 10.

No

4) Perdagangan Besar dan Eceran Industri Pengolahan Berbasis Komoditi Pertanian


Perdagangan Besar dan Eceran Industri Pemotongan Hewan dan Pengawetan Daging
Perdagangan Besar dan Eceran Industri Pengolahan dan Pengawetan Sayuran dan Buah-buahan
Perdagangan Besar dan Eceran Industri Minyak Makanan dan Minyak Lemak dari Nabati dan Hewani
Perdagangan Besar dan Eceran Industri Susu dan Makanan dari Susu
Perdagangan Besar dan Eceran Industri Penggilingan Padi-padian dan Tepung
Perdagangan Besar dan Eceran Industri Makanan Ternak
Perdagangan Besar dan Eceran Industri Roti dan Sejenisnya
Perdagangan Besar dan Eceran Industri Gula dan Pengolahan Gula
Perdagangan Besar dan Eceran Industri Coklat dan Kembang Gula
Perdagangan Besar dan Eceran Industri Makaroni, Mie, Spagethi, Bihun, So'un, dan Sejenisnya
Perdagangan Besar dan Eceran Industri Makanan Lainnya
Perdagangan Besar dan Eceran Industri Minuman
Perdagangan Besar dan Eceran Industri Pengolahan Tembakau
Perdagangan Besar dan Eceran Industri Barang Jadi Tekstil, kecuali untuk Pakaian Jadi
Perdagangan Besar dan Eceran Industri Kapuk
Perdagangan Besar dan Eceran Industri Bahan Kimia Dasar, kecuali Pupuk
Perdagangan Besar dan Eceran Industri Pupuk
Perdagangan Besar dan Eceran Industri Farmasi dan Jamu
Perdagangan Besar dan Eceran Industri Bahan Kimia dan Bahan Kimia Lainnya
Perdagangan Besar dan Eceran Industri Karet
TOTAL NTB BERLAKU

PDB Atas Dasar Harga Berlaku


2010
2011 *)
2012 **)
160,546,223 189,284,189 216,227,508
34,876,272 41,371,428 47,326,652
2,093,777
2,483,719
2,839,360
25,040,415 29,703,597 33,939,112
6,772,246
8,033,551
9,182,459
36,025,274 43,854,329 50,775,631
7,953,632
8,514,127
9,235,255
5,312,647
6,302,551
7,205,017
4,716,756
5,595,647
6,575,517
2,028,044
2,384,635
2,725,089
4,351,829
5,162,362
5,900,883
11,872,126 12,708,759 13,791,130
830,390
956,608
1,097,630
15,378,876 18,706,010 21,945,369
6,905
7,920
8,657
4,193
4,810
5,257
1,341,991
1,533,833
1,680,122
6,601
7,545
8,289
282,890
317,595
347,466
172,197
193,322
213,102
1,479,163
1,441,840
1,425,507
276,176,358 316,955,362 357,856,491

PDB Perdagangan Besar dan Eceran

703,565,800 827,924,400 927,056,700

Des-KBLI

Sumber : BPS diolah Pusdatin


Keterangan : *) Angka sementara
**) Angka sangat sementara

Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian

85

Analisis PDB Sektor Pertanian

2013

Lampiran 11. Kontribusi PDB sektor perdagangan menurut klasifikasi


Kementerian Pertanian, tahun 2010 - 2012 (%)

No

Des-KBLI

G PERDAGANGAN BESAR DAN ECERAN


1) Perdagangan Besar dan Eceran Tanaman Bahan Makanan
Perdagangan Besar dan Eceran Pertanian Padi
Perdagangan Besar dan Eceran Pertanian Palawija
Perdagangan Besar dan Eceran Pertanian Holtikultura Sayuran
Perdagangan Besar dan Eceran pertanian Holtikultura Buah-buahan
2) Perdagangan Besar dan Eceran Tanaman Perkebunan
Perdagangan Besar dan Eceran Perkebunan Tembakau
Perdagangan Besar dan Eceran Perkebunan Karet dan Penghasil Getah lainnya
Perdagangan Besar dan Eceran Perkebunan Kelapa Sawit
Perdagangan Besar dan Eceran Perkebunan Tebu dan Tanaman Pemanis Lainnya
Perdagangan Besar dan Eceran Perkebunan Kelapa
Perdagangan Besar dan Eceran Perkebunan Tanaman untuk Bahan Minuman
Perdagangan Besar dan Eceran Perkebunan Cengkeh
Perdagangan Besar dan Eceran Perkebunan Lainnya
3) Perdagangan Besar dan Eceran Peternakan dan Hasil-hasilnya
Perdagangan Besar dan Eceran Ternak Besar dan Kecil
Perdagangan Besar dan Eceran Ternak Unggas
perdagangan Besar dan Eceran Susu Segar

Kontribus PDB Atas Dasar Harga Berlaku


2010
2011
2012
10.82
0.98
2.41
2.65
4.78
1.02
0.03
0.15
0.22
0.04
0.22
0.20
0.04
0.12
4.60
1.28
3.25
0.07

Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian

10.08
0.93
2.22
2.17
4.77
0.98
0.02
0.16
0.21
0.04
0.22
0.18
0.04
0.12
4.36
1.16
3.14
0.06

9.97
0.97
2.29
2.18
4.53
0.99
0.02
0.20
0.23
0.03
0.20
0.16
0.04
0.12
4.32
1.15
3.10
0.06

86

Analisis PDB Sektor Pertanian

2013

Lanjutan Lampiran 11.

No

Des-KBLI
4) Perdagangan Besar dan Eceran Industri Pengolahan Berbasis Komoditi Pertanian
Perdagangan Besar dan Eceran Industri Pemotongan Hewan dan Pengawetan Daging
Perdagangan Besar dan Eceran Industri Pengolahan dan Pengawetan Sayuran dan Buah-buahan
Perdagangan Besar dan Eceran Industri Minyak Makanan dan Minyak Lemak dari Nabati dan Hewani
Perdagangan Besar dan Eceran Industri Susu dan Makanan dari Susu
Perdagangan Besar dan Eceran Industri Penggilingan Padi-padian dan Tepung
Perdagangan Besar dan Eceran Industri Makanan Ternak
Perdagangan Besar dan Eceran Industri Roti dan Sejenisnya
Perdagangan Besar dan Eceran Industri Gula dan Pengolahan Gula
Perdagangan Besar dan Eceran Industri Coklat dan Kembang Gula
Perdagangan Besar dan Eceran Industri Makaroni, Mie, Spagethi, Bihun, So'un, dan Sejenisnya
Perdagangan Besar dan Eceran Industri Makanan Lainnya
Perdagangan Besar dan Eceran Industri Minuman
Perdagangan Besar dan Eceran Industri Pengolahan Tembakau
Perdagangan Besar dan Eceran Industri Barang Jadi Tekstil, kecuali untuk Pakaian Jadi
Perdagangan Besar dan Eceran Industri Kapuk
Perdagangan Besar dan Eceran Industri Bahan Kimia Dasar, kecuali Pupuk
Perdagangan Besar dan Eceran Industri Pupuk
Perdagangan Besar dan Eceran Industri Farmasi dan Jamu
Perdagangan Besar dan Eceran Industri Bahan Kimia dan Bahan Kimia Lainnya
Perdagangan Besar dan Eceran Industri Karet
TOTAL NTB BERLAKU
PDB Perdagangan Besar dan Eceran

Kontribus PDB Atas Dasar Harga Berlaku


2010
2011
2012
22.82
22.86
23.32
4.96
5.00
5.11
0.30
0.30
0.31
3.56
3.59
3.66
0.96
0.97
0.99
5.12
5.30
5.48
1.13
1.03
1.00
0.76
0.76
0.78
0.67
0.68
0.71
0.29
0.29
0.29
0.62
0.62
0.64
1.69
1.54
1.49
0.12
0.12
0.12
2.19
2.26
2.37
0.00
0.00
0.00
0.00
0.00
0.00
0.19
0.19
0.18
0.00
0.04
0.02
0.21
39.25

0.00
0.04
0.02
0.17
38.28

0.00
0.04
0.02
0.15
38.60

100.00

100.00

100.00

Sumber : BPS diolah Pusdatin


Keterangan : *) Angka sementara
**) Angka sangat sementara

Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian

87

Analisis PDB Sektor Pertanian

2013

Lampiran 12. PDB sektor perdagangan atas dasar harga konstan menurut
klasifikasi Kementerian Pertanian, tahun 2010 2012
(Juta Rp)

No

Des-KBLI

G PERDAGANGAN BESAR DAN ECERAN


1) Perdagangan Besar dan Eceran Tanaman Bahan Makanan
Perdagangan Besar dan Eceran Pertanian Padi
Perdagangan Besar dan Eceran Pertanian Palawija
Perdagangan Besar dan Eceran Pertanian Holtikultura Sayuran
Perdagangan Besar dan Eceran pertanian Holtikultura Buah-buahan
2) Perdagangan Besar dan Eceran Tanaman Perkebunan
Perdagangan Besar dan Eceran Perkebunan Tembakau
Perdagangan Besar dan Eceran Perkebunan Karet dan Penghasil Getah lainnya
Perdagangan Besar dan Eceran Perkebunan Kelapa Sawit
Perdagangan Besar dan Eceran Perkebunan Tebu dan Tanaman Pemanis Lainnya
Perdagangan Besar dan Eceran Perkebunan Kelapa
Perdagangan Besar dan Eceran Perkebunan Tanaman untuk Bahan Minuman
Perdagangan Besar dan Eceran Perkebunan Cengkeh
Perdagangan Besar dan Eceran Perkebunan Lainnya
3) Perdagangan Besar dan Eceran Peternakan dan Hasil-hasilnya
Perdagangan Besar dan Eceran Ternak Besar dan Kecil
Perdagangan Besar dan Eceran Ternak Unggas
perdagangan Besar dan Eceran Susu Segar

PDB Atas Dasar Harga Konstan 2000


2010
2011
2012
20,950,117.1
2,096,156.3
4,590,336.4
4,860,900.0
9,402,724.4
3,132,100.5
108,843.9
475,076.0
297,440.0
194,318.3
805,570.0
738,114.8
127,242.7
385,494.7
9,570,734.5
2,603,514.5
6,839,111.8
128,108.2

Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian

21,766,692.5
2,061,965.0
4,543,515.9
4,717,820.3
10,443,391.3
3,170,253.2
106,751.4
549,064.1
311,498.7
193,118.1
832,121.8
686,192.6
100,803.2
390,703.3
10,067,343.3
2,669,867.7
7,257,362.8
140,112.9

22,157,767.8
2,078,295.6
4,787,424.9
4,819,972.9
10,472,074.4
3,188,451.1
92,393.1
616,351.1
335,198.2
181,492.5
822,912.7
655,556.6
98,401.9
386,145.0
10,455,807.9
2,817,694.7
7,486,066.2
152,046.9

88

Analisis PDB Sektor Pertanian

2013

Lanjutan Lampiran 12.

No

PDB Atas Dasar Harga Konstan 2000


2010
2011
2012
4) Perdagangan Besar dan Eceran Industri Pengolahan Berbasis Komoditi Pertanian 56,245,878.8 61,662,211.5 65,500,201.5
Perdagangan Besar dan Eceran Industri Pemotongan Hewan dan Pengawetan Daging
8,713,812.1 9,879,543.3 10,718,624.2
Perdagangan Besar dan Eceran Industri Pengolahan dan Pengawetan Sayuran dan Buah-buahan
777,138.6 872,219.1 948,997.0
Perdagangan Besar dan Eceran Industri Minyak Makanan dan Minyak Lemak dari Nabati dan Hewani 8,567,348.7 9,484,175.6 10,141,630.8
Perdagangan Besar dan Eceran Industri Susu dan Makanan dari Susu
2,529,930.4 2,884,269.0 3,164,503.0
Perdagangan Besar dan Eceran Industri Penggilingan Padi-padian dan Tepung
13,841,547.5 15,218,931.9 15,917,624.7
Perdagangan Besar dan Eceran Industri Makanan Ternak
3,957,424.3 3,999,341.4 4,123,424.0
Perdagangan Besar dan Eceran Industri Roti dan Sejenisnya
1,876,958.1 2,145,276.4 2,341,616.9
Perdagangan Besar dan Eceran Industri Gula dan Pengolahan Gula
2,034,272.9 2,343,940.7 2,509,314.3
Perdagangan Besar dan Eceran Industri Coklat dan Kembang Gula
634,966.6 719,506.8 783,706.5
Perdagangan Besar dan Eceran Industri Makaroni, Mie, Spagethi, Bihun, So'un, dan Sejenisnya
1,428,763.4 1,566,931.8 1,672,059.8
Perdagangan Besar dan Eceran Industri Makanan Lainnya
4,701,655.1 4,777,570.4 4,942,703.4
Perdagangan Besar dan Eceran Industri Minuman
310,512.2 339,928.8 363,986.8
Perdagangan Besar dan Eceran Industri Pengolahan Tembakau
5,543,931.6 6,122,914.9 6,546,829.9
Perdagangan Besar dan Eceran Industri Barang Jadi Tekstil, kecuali untuk Pakaian Jadi
3,094.3
3,337.5
3,411.8
Perdagangan Besar dan Eceran Industri Kapuk
483.6
523.1
536.8
Perdagangan Besar dan Eceran Industri Bahan Kimia Dasar, kecuali Pupuk
392,139.1 442,671.1 494,770.0
Perdagangan Besar dan Eceran Industri Pupuk
3,514.4
3,789.7
3,988.9
Perdagangan Besar dan Eceran Industri Farmasi dan Jamu
126,897.3 136,061.1 139,116.5
Perdagangan Besar dan Eceran Industri Bahan Kimia dan Bahan Kimia Lainnya
101,038.1 113,121.9 126,038.0
Perdagangan Besar dan Eceran Industri Karet
700,450.5 608,157.0 557,318.2
TOTAL NTB BERLAKU
89,898,830.8 96,666,500.5 101,302,228.3
Des-KBLI

PDB Perdagangan Besar dan Eceran

331,312,900.0 364,321,800.0 395,890,000.0

Sumber : BPS diolah Pusdatin


Keterangan : *) Angka sementara
**) Angka sangat sementara

Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian

89

Analisis PDB Sektor Pertanian

2013

Lampiran 13. Laju pertumbuhan PDB ssektor perdagangan menurut


klasifikasi Kementerian Pertanian, tahun 2010 - 2012 (%)

No

Des-KBLI

G PERDAGANGAN BESAR DAN ECERAN


1) Perdagangan Besar dan Eceran Tanaman Bahan Makanan
Perdagangan Besar dan Eceran Pertanian Padi
Perdagangan Besar dan Eceran Pertanian Palawija
Perdagangan Besar dan Eceran Pertanian Holtikultura Sayuran
Perdagangan Besar dan Eceran pertanian Holtikultura Buah-buahan
2) Perdagangan Besar dan Eceran Tanaman Perkebunan
Perdagangan Besar dan Eceran Perkebunan Tembakau
Perdagangan Besar dan Eceran Perkebunan Karet dan Penghasil Getah lainnya
Perdagangan Besar dan Eceran Perkebunan Kelapa Sawit
Perdagangan Besar dan Eceran Perkebunan Tebu dan Tanaman Pemanis Lainnya
Perdagangan Besar dan Eceran Perkebunan Kelapa
Perdagangan Besar dan Eceran Perkebunan Tanaman untuk Bahan Minuman
Perdagangan Besar dan Eceran Perkebunan Cengkeh
Perdagangan Besar dan Eceran Perkebunan Lainnya
3) Perdagangan Besar dan Eceran Peternakan dan Hasil-hasilnya
Perdagangan Besar dan Eceran Ternak Besar dan Kecil
Perdagangan Besar dan Eceran Ternak Unggas
perdagangan Besar dan Eceran Susu Segar

PDB Atas Dasar Harga Konstan 2000


2010
2011
2012
-1.1
3.2
11.8
7.3
-10.5
-1.6
-25.0
8.9
10.5
-11.4
-5.5
-1.9
16.0
-3.7
2.4
8.5
0.2
7.7

Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian

3.9
-1.6
-1.0
-2.9
11.1
1.2
-1.9
15.6
4.7
-0.6
3.3
-7.0
-20.8
1.4
5.2
2.5
6.1
9.4

1.8
0.8
5.4
2.2
0.3
0.6
-13.5
12.3
7.6
-6.0
-1.1
-4.5
-2.4
-1.2
3.9
5.5
3.2
8.5

90

Analisis PDB Sektor Pertanian

2013

Lanjutan Lampiran 13.

No

Des-KBLI
4) Perdagangan Besar dan Eceran Industri Pengolahan Berbasis Komoditi Pertanian
Perdagangan Besar dan Eceran Industri Pemotongan Hewan dan Pengawetan Daging
Perdagangan Besar dan Eceran Industri Pengolahan dan Pengawetan Sayuran dan Buah-buahan
Perdagangan Besar dan Eceran Industri Minyak Makanan dan Minyak Lemak dari Nabati dan Hewani
Perdagangan Besar dan Eceran Industri Susu dan Makanan dari Susu
Perdagangan Besar dan Eceran Industri Penggilingan Padi-padian dan Tepung
Perdagangan Besar dan Eceran Industri Makanan Ternak
Perdagangan Besar dan Eceran Industri Roti dan Sejenisnya
Perdagangan Besar dan Eceran Industri Gula dan Pengolahan Gula
Perdagangan Besar dan Eceran Industri Coklat dan Kembang Gula
Perdagangan Besar dan Eceran Industri Makaroni, Mie, Spagethi, Bihun, So'un, dan Sejenisnya
Perdagangan Besar dan Eceran Industri Makanan Lainnya
Perdagangan Besar dan Eceran Industri Minuman
Perdagangan Besar dan Eceran Industri Pengolahan Tembakau
Perdagangan Besar dan Eceran Industri Barang Jadi Tekstil, kecuali untuk Pakaian Jadi
Perdagangan Besar dan Eceran Industri Kapuk
Perdagangan Besar dan Eceran Industri Bahan Kimia Dasar, kecuali Pupuk
Perdagangan Besar dan Eceran Industri Pupuk
Perdagangan Besar dan Eceran Industri Farmasi dan Jamu
Perdagangan Besar dan Eceran Industri Bahan Kimia dan Bahan Kimia Lainnya
Perdagangan Besar dan Eceran Industri Karet
TOTAL NTB BERLAKU
PDB Perdagangan Besar dan Eceran

PDB Atas Dasar Harga Konstan 2000


2010
2011
2012
2.6
9.6
3.6
13.4
5.4
12.2
3.2
10.7
5.4
14.0
-0.8
10.0
5.1
1.1
4.0
14.3
-1.1
15.2
4.5
13.3
3.7
9.7
5.3
1.6
4.7
9.5
3.4
10.4
-3.4
7.9
-2.9
8.2
10.7
12.9
2.7
7.8
-2.7
7.2
10.9
12.0
-3.5
-13.2
1.5
7.5
9.7

10.0

6.2
8.5
8.8
6.9
9.7
4.6
3.1
9.2
7.1
8.9
6.7
3.5
7.1
6.9
2.2
2.6
11.8
5.3
2.2
11.4
-8.4
4.8
8.7

Sumber : BPS diolah Pusdatin


Keterangan : *) Angka sementara
**) Angka sangat sementara

Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian

91