Anda di halaman 1dari 16

KELOMPOK I

ANDIKA BIMA SATRIA


AHMAD SOLIHIN
GILANG RIDHO AKBAR
JANGCIK

(ERC1C012080)
(ERC1C0120)
(ERC1C012057)
(ERC1C012011

MAKNA ISLAM
Jika kita mendengar kata Islam, maka ada dua pengertian yang dapat
kita ambil
1. Pengertian islam yang pertama adalah Islam secara umum yang
memiliki makna: Berserah diri kepada Allah dengan tauhid dan tunduk

serta patuh pada Allah


dengan menjalankan ketaatan kepadanya
dan berlepas diri dari perbuatan menyekutukan Allah
(syirik) dan
berlepas diri dari orang-orang yang menyekutukan Allah
(musyrik)
2. pengertian yang kedua adalah makna Islam secara khusus yaitu:
Agama Islam yang dibawa oleh Rasulullah Muhammad
, yang
mencakup di dalamnya syariat dan seluruh ajaran

Rukun Islam
1. Kesaksian tidak ada yang berhak diibadahi dengan benar
kecuali Allah
dan Muhammad adalah hamba serta Rasul-Nya
2. Mendirikan shalat artinya beribadah kepada Allah
mengerjakan sholat wajib lima waktu
3. Mengeluarkan zakat
4. Berpuasa di bulan Ramadhan
5. Naik Haji ke Baitullah bagi yang mampu

dengan

AQIDAH
Aqidah menurut bahasa berasal dari kata al-Aqdu yang berarti
ikatan, at-Tautsiqu yang berarti kepercayaan atau keyakinan yang
kuat, al-Ihkamu artinya mengokohkan/ menetapkan, dan ar-rabthu
biquwwah yang berarti mengikat dengan kuat.
Sedangkan menurut istilah adalah iman yang teguh dan pasti, yang
tidak ada keraguan sedikitpun bagi orang yang meyakininya.

Aqidah Islamiyah
Keimanan yang teguh dan bersifat pasti kepada Allah dengan segala
pelaksanaan kewajiban, bertauhid dan taat kepada-Nya, beriman kepada
Malaikat-Malaikat-Nya, Rasul-Rasul-Nya, Kitab-Kitab-Nya, hari akhir,
taqdir baik dan buruk dan mengimani seluruh apa-apa yang sudah shahih
tentang Prinsip-Prinsip Agama (Ushuluddin), perkara-perkara yang ghaib,
beriman kepada apa yang menjadi ijma (konsensus) dari Salafush Shalih,
serta seluruh berita-berita Qathi (pasti), baik secara ilmiah maupun secara
amaliyah yang telah ditetapkan menurut al-Qur-an dan as-Sunnah yang
shahih serta ijma Salafush Shalih

Rukun Iman
Iman kepada Allah

Iman kepada Malaikat-Malaikat-Nya,


Iman kepada Rasul-Rasul-Nya
Iman kepada Kitab-Kitab-Nya

Iman kepada hari akhir


Iman kepada kepada qadar yang baik maupun buruk

Ahlus Sunnah wal Jamaah

Ahlus Sunnah wal Jamaah ialah mereka yang menempuh seperti apa
yang pernah ditempuh oleh Rasulullah dan para Shahabatnya
Ahlus Sunnah, karena kuatnya (mereka) berpegang teguh dan
berittiba (mengikuti) Sunnah Nabi dan para Shahabatnya
As-Sunnah menurut bahasa adalah jalan/ cara, apakah jalan itu baik
atau buruk. Sedangkan menurut ulama aqidah, as-Sunnah adalah
petunjuk yang telah dilakukan oleh Rasulullah dan para shahabatnya,
baik tentang ilmu, itiqad (keyakinan), perkataan maupun perbuatan.
al-Jamaah, karena mereka bersatu diatas kebenaran, tidak mau
berpecah belah dalam urusan agama, berkumpul di bawah
kepemimpinan para imam (yang berpegang kepada) al-haq/
kebenaran, tidak mau keluar dari jamaah mereka dan mengikuti apa
yang telah menjadi kesepakatan Salaful Ummah.
Jamaah menurut ulama aqidah adalah generasi pertama dari umat
ini, yaitu kalangan Shahabat, Tabiin serta orang-orang yang
mengikuti dalam kebaikan hingga hari kiamat, karena berkumpul di
atas kebenaran
Ahlus Sunnah wal Jamaah adalah orang yang mempunyai sifat dan
karakter mengikuti Sunnah Nabi dan menjauhi perkara-perkara yang
baru dan bidah dalam agama

Prinsip Dasar Ahlus Sunnah wal Jamaah


Mengambil lahiriyah al-Qur-an dan as-Sunnah merupakan
prinsip dasar Ahlus Sunnah wal Jamaah. Mereka menjadikan
keduanya ini sebagai dasar pertama bagi mereka, karena alQur-an dan as-Sunnah adalah satu-satunya sumber untuk
mengambil atau mempelajari aqidah Islam. Seorang muslim
tidak boleh mengganti keduanya dengan yang lain. Oleh
karena itu, apa yang ditetapkan oleh al-Qur-an dan as-Sunnah
wajib diterima dan ditetapkan oleh seorang muslim dan apa
yang dinafikan (ditolak) oleh keduanya, maka wajib bagi
seorang muslim untuk menafikannya. Tidak ada hidayah dan
kebaikan melainkan dengan cara berpegang teguh kepada alQur-an dan as-Sunnah

AKHLAQ

akhlaq adalah bentuk jamak dari khuluq yang artinya budi pekerti,
tingkah laku, perangai atau tabitat

Rasulullah mengajak manusia untuk beribadah hanya kepada Allah


saja dan memperbaiki akhlaq manusia

akhlaq

hubungan

aqidah

AKHLAQ
di antara Akhlaq Salafush Shalih, yaitu:

1.
2.
3.
4.
5.
6.

Ikhlas dalam ilmu dan amal serta takut dari riya.


Jujur dalam segala hal dan menjauhkan dari sifat dusta.
Bersungguh-sungguh dalam menunaikan amanah dan tidak khianat.
Menjunjung tinggi hak-hak Allah
dan Rasul-Nya
.
Berusaha meninggalkan segala bentuk kemunafikan.
Lembut hatinya, banyak mengingat mati dan akhirat serta takut
terhadap akhir kehidupan yang jelek (suul khatimah).
7. Banyak berdzikir kepada Allah
, dan tidak berbicara yang sia-sia.
8. Tawadhu (rendah hati) dan tidak sombong.
9. Banyak bertobat, beristighfar (mohon ampun) kepada Allah
baik
siang maupun malam.
10.Bersungguh-sungguh dalam bertakwa dan tidak mengaku-ngaku
sebagai orang yang bertakwa, serta senantiasa takut kepada Allah
.

AKHLAQ
di antara Akhlaq Salafush Shalih, yaitu:

11.Sibuk dengan aib diri sendiri dan tidak sibuk dengan aib orang lain
serta selalu menutupi aib orang lain.
12.Senantiasa menjaga lisan mereka, tidak suka ghibah (tidak
menggunjing sesama muslim).
13.Pemalu, bahwa malu ini adalah akhlaq Islam sebagaimana sabda
Rasulullah
14.Banyak memaafkan dan sabar kepada orang yang menyakitinya.
15.Banyak bershodaqoh, dermawan, menolong orang-orang yang susah,
tidak bakhil/ tidak pelit.
16.Mendamaikan orang yang mempunyai sengketa.
17.Tidak hasad (dengki, iri), tidak berburuk sangka sesama mukmin.
18.Berani dalam mengatakan kebenaran dan menyukainya.

HUKUM ISLAM
Hukum Islam secara istilah disebut juga hukum
syara adalah hukum Allah yang mengatur perbuatan
manusia yang didalamnya mengandung tuntutan
untuk dikerjakan oleh para mukallaf atau
ditinggalkannya atau yang mengandung pilihan
antara dikerjakan dan ditinggalkannya. Hukum
syara hanya dapat diambil dari sumber-sumber
hukum Islam, yaitu Al Quran, As Sunnah, ijma
sahabat nabi, dan qiyas

HUKUM ISLAM
Empat madzhab Fiqih yang bersumber dari para Ahli fiqih seperti AlImam Abu Hanifah, Al-Imam Malik, Al-Imam As-Syafii dan Al-Imam
Ahmad bin Hanbali, mengklasifikasikan hukum islam menjadi lima
Wajib ain
wajib
Sunah
Hukum islam

haram

makruh

Wajib kifai

SASARAN HUKUM ISLAM


Hukum Islam memiliki 3 (tiga) sasaran, yaitu: penyusian jiwa,
penegakan keadilan dalam masyarakat dan perwujudan kemaslahatan
manusia (Zahroh, 1999).

1.Penyucian jiwa

2.penegakan keadilan
dalam masyarakat

3.perwujudan
kemaslahatan manusia

Penyucian jiwa dimaksudkan agar manusia mampu berperan sebagai


sumber kebaikan,bukansumber keburukan bagi masyarakat dan
lingkungannya

Keadilan disini adalah meliputi segala bidang kehidupan


manusia termasuk keadilan dari sisihukum,sisi
ekonomi,dan sisi peraksian.semua manusia akan dinilai dan
di perlakukan Allahsecara sama,tanpa melihat kepada latar
belakang strata,agama,kekayaaan,keturunan, warna kulit
dan sebagainya
Mewujudkan kemaslahatan manusia di dalam Islam dikenal sebagai
Maqashidus Syariah (Tujuan Syariah). Dari segi bahasa maqasid
syariah berarti maksud dan tujuan adanya hukum Islam yaitu untuk
kebaikan dan kesejahteraan (maslahah) umat manusia di dunia dan
akhirat

SASARAN HUKUM ISLAM


Untuk mewujutkan kemaslahatan manusia ada 5 unsur yang
harusdipelihara yaitu agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta

1.Memelihara agama (Al muhafazhah alad dien)


Nilai-nilai yang dibawa oleh islam,membuat manusia menjadi lebih tinggi
derajatnya daripadahewan.nilai islam melindungi kebebasan beragama

2.Memelihara jiwa (Al muhafazhah alan nafs)


Memelihara jiwa adalah hak untuk hidup secara terhormat agar manusia
terhindar dari pembunuhan, penganiayan baik fisik maupun psikis, fitnah,
caci maki dan perbuatan lainnya

SASARAN HUKUM ISLAM


Untuk mewujutkan kemaslahatan manusia ada 5 unsur yang
harusdipelihara yaitu agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta

3.Memelihara akal (Al muhafazhah alal aql)


Menjaga akal bertujuan agar tidak terkena kerusakan yang dapat mengakibatkan
seseorangmenjadi tak berguna lagi di masyarakat sehingga dapat menjadi sumber
keburukan

4.Memelihara keturunan(Al muhafazhah alan nasl)


Memelihara keturunan adalah memelihara kelestarian manusia dan membina sikap
mentalgenerasi penerus agar terjalin rasa persahabatan dan perseretuan di antara sesama
umat manusia

5.Memelihara harta (Al muhafazhah alal mal)


Menjaga harta,bertujuan agar harta yang dimiliki oleh manusia diperoleh dan digunakan
sesuaidengan syariah.aturan syariah mengatur syariah mengatur proses perolehan dan
pengeluaran harta

TERIMAK
ASIH
Sekian persentase kelompok
kami mari kita memasuki sesi
pertanyaan bagi yg memiliki