Anda di halaman 1dari 6

4.

Jika dikocok, harus segera terdispersi kembali


5 . Suspensi harus disimpan dalam wadah tertutup rapat.
6 . Zat terdispersi harus halus dan tidak boleh mengendap
7 . Dapat mengandung zat tambahan untuk menjamin stabilitas suspensi
8 . Kekentalan suspensi tidak boleh terlalu tinggi agar sediaan mudah dikocok dan dituang.
Salah satu problem yang dihadapu dalam proses pembuatan suspensi adalah memperlambat
penimbunan partikel serta menjaga homo genitas dari partikel. Cara tersebut merupakan
salah satu tindakan untuk menjaga stabilitas suspensi. Beberapa faktor yang mempengaruhi
stabilitas suspensi ialah :
1 . Ukuran partikel
Ukuran partikel erat hubungannya dengan luas penampang partikel tersebut serta daya
tekan keatas dari cairan suspensi itu. Hubungan antara ukuran partikel merupakan
perbandingan terbalik dengan luas penampangnya. Sedangkan antara luas penampang
dengan daya tekan keatas merupakan hubungan linier. Artinya semakin besar ukuran
partikel semakin kecil luas penampangnya. (dalam volume yang sama). Sedangkan semakin
besar luas penampang partikel daya tekan keatas cairan akan semakin memperlambat
gerakan tersebut dapat dilakukan dengan memperkecil ukuran partikel.
2 . Kekentalan (viscositas)
Kekentalan suatu cairan mempengaruhi pula kecepatan aliran dari cairan tersebut, makin
kental susu caira kecepatan alirannya makin turun (kecil). Kecepatan aliran dari cairan
tersebut akan mempengaruhi pula gerakan turunnya partikel yang terdapat didalamnya.
Dengan demikian dengan menambah viskositas cairan , gerakan turun dari partikel yang
kekentalan suspensi tidak boleh terlalu tinggi agar sediaan mudah dikocok dan dituang. Hal
ini dapat dibuktikan dengan hukum STOKES
3 . Jumlah partikel (konsentrasi)
Apabila didalam suatu ruangan berisi partikel dalm jumlah besar, maka partikel tersebut
akan susah melakukan gerakkan yang bebas karena sering terjadi benturan antara partikel
tersebut. Benturan itu akan menyebabkan terbentuknya endapan dari zat tersebut, oleh
karena itu makin besar konsentrasi partikel, makin besar terjadinya endapan partikel dalam
waktu yang singkat.
4 . Sifat atau muatan partikel

Dalam suatu suspensi kemungkinan besar terdiri dari beberapa macam campuran bahan
yang sifatnya tidak selalu sama. Dengan demikian ada kemungkinan terjadi interaksi antar
bahan tersebut yang menghasilkan bahan yang sukar larut dalam cairan tersebut. Karena
sifat bahan tersebut sudah mempengaruhi sifat alam. Maka kita tidak dapat
mempengaruhinya.
Metode pembuatan suspensi
Suspensi dapat dibuat dengan cara :
Metode dispersi
Dengan cara menambahkan serbuk bahan obat kedalam mucilago yang telah terbentuk
kemudian baru diencerkan. Perlu diketahui bahwa kadang-kadang terjadi kesukaran pada
saat mendispersi serbuk dalam vehicle, hal tersebut karena adanya udara, lemak, atau
kontaminan pada serbuk. Serbuk yang sangat halus mudah kemasukkan udara sehingga
sukar dibasahi. Mudah dan sukarnya serbuk terbasahi tergantung besarnya sudut kontak
antara zat terdispersi dengan medium. Bila sudut kontak 90 serbuk akan mengambang
diatas cairan . serbuk yang demikian disebut memiliki sifat hidrofob. Untuk menurunkan
tegangan antar muka antar partikel zat padat dengan cairan tersebut perlu ditambahkan zat
pembasah atau welling agent.
Metode praesipitasi
Zat yang hendak didespersi dilarutkan dahulu dalam pelarut organik yang hendak dicampur
dengan air. Setelah larut dalam pelarut organik diencerkan dengan larutan pensuspensi
dalam air. Akan tetapi endapan halus dan tersuspensi dengan bahan pensuspensi. Caiaran
organik tersebut adalah etanol, propilenglikol dan polietilenglikol.
Sistem pembentukan suspensi
\ Sistem flokulasi
Dalam sistem flokulasi, partikel terflokulasi terikat lemah, cepat mengendap dan pada
penyimpanan tidak terjadi cake dan mudah tersuspensi kembali.
\ Sistem deflokulasi
Dalam sistem deflokulasi partikel deflokulasi mengendap dan akhirnya membentuk sedimen,
dimana terjadi agregasi akhirnya terbentuk cake yang keras dan sulit tersuspensi kembali.

Kekentalan suatu cairan mempengaruhi pula kecepatan aliran dari cairan tersebut, makin
kental suatu cairan kecepatan alirannya makin turun (kecil). Hal ini dapat dibuktikan dengan
hukum STOKES

Ket :
V = Kecepatan Aliran
d = Diameter Dari Partikel
p = Berat Jenis Dari Partikel
p0 = Berat Jenis Cairan
g = Gravitasi
= Viskositas Cairan

HK. STOKES: OK
SEDIMENTASI: mengendap
CACKING: Bersatunya partikel padat membentuk massa, seperti massa kue yang sukar
dipisahkan dengan cara pengocokan. Hal ini menimbulkan resiko ketidak homogenan suspensi
walaupun sudah mengalami pengocokan.
Semakin bsar diameter lebih cpt mengendap
Semakin viskos/kental lebih tidak cpt mengendap
Kecepatan sedimentasi berdasarkan hukum stokes di atas dipengaruhi :
a.

Kerapatan fase terdispersi dan kerapatan fase pendispersi

Sifat yang diinginkan yaitu kerapatn partikel lebih besar daripada kerapatn pembawa, karena bila
partikel lebih ringan dari kerapatn pembawa maka partikel akan mengambang dan sulit
didistribusikan secara homogeny ke dalam pembawa.
b.

Diameter ukuran partikel

Laju sedimentasi dapat diperlambat dengan mengurangi ukuran partikel dari fase terdispersi
karena semakin kecil ukuran partikel maka kecepatan jatuhnya lebih kecil.
c.

Viskositas medium pendispersi--> Laju sedimentasi dapat berkurang dengan cara menaikkan

viskositas medium disperse, tetapi suatu produk yang mempunyai viskositas tinggi umumnya

tidak diinginkan karena sulit dituang, sebaiknya viskositas suspense dinaikkan sampai viskositas
sedang saja
Bentuk partikel dari suspensoid dapat juga mempengaruhi pembentukan cake dan stabilitas dari
produk. Untuk menghindari pembentukan suatu cake, harus diambil cara-cara tertentu untuk
mencegah penggumpalan partikel menjadi kristal atau masa yang lebih besar. Satu cara umum
untuk mencegah kohesi yang kuat dari partikel-partikel tersebut dengan menggunakan daya ikat
antar partikel yang lemah. Penggumpalan partikel ini disebut flok atau flokula, diman partikelpartikel yang terflokulasi itu membentuk sejenis struktur kisi yang dapat menghalangi
pengendapan sempurna (walaupun flok mengendap lebih cepat daripada masing-masing partikel
yang halus) sehingga tidak mudah menjadi kompak dibandingkan dengan partikel-partikel yang
tidak terflokulasi. Flok tersebut mengendap membentuk sedimen dengan volume yang lebih
besar, struktur yang lebih lemah memungkinkan gumpalan tersebut pecah lagi dengan mudah
dan tersebar lagi bila dikocok sedikit saja. Suatu sediaan suspensi yang sudah mengendap harus
mempunyai kemempuan untuk terdispersi kembali menjadi sediaan yang homogen
(redispersibilitas)

Ukuran partikel dapat diperkecil dengan menggunakan pertolongan mixer, homogeniser,


colloid mill dan mortir. Sedangkan viskositas fase eksternal dapat dinaikkan dengan
penambahan zat pengental yang dapat larut kedalam cairan tersebut. Bahan-bahan pengental
ini sering disebut sebagai suspending agent (bahan pensuspensi), umumnya besifat mudah
berkembang dalam air (hidrokoloid).
Diameter ukuran partikel
Laju sedimentasi dapat diperlambat dengan mengurangi ukuran partikel dari fase terdispersi
karena semakin kecil ukuran partikel maka kecepatan jatuhnya lebih kecil.

Densitas: densitas merupakan ukuran kerapatan suatu zat yang dinyatakan banyaknya zat
(massa) per satuan volume
Kok bsa perbedaan densitas bsa bkin terpung? terapung massa jenis benda (rb) lebih kecil dari
pada massa jensi zat cair(rf)
Cntoh partikel padat hanya terbasahi
Cntoh zat yang dapat adsorpsi gas

Semakin atau + suhu yang bisa tumbuhi kristal?


Superjenuh? Ko bsa bkin ada kristal
sifat aliran pelarut yang dapat mengkristalkan zat aktif dalam ukuran, dan bentuk yang
bervariasi maksud dan cntoh bntuk?
keberadaan cosolutes, cosolvent, dan absorbent apa itu , kok bisa
kondisi saat proses pembuatan kondisi gimana
Kok bsa polimorfisme bkin cpt tmbuh kristal
Mekanisme surfaktan dalam mencegah ?

.kok bisa partikel dg range sempit mengurangi terjadinya kristalisasi?


.cntoh alat dan ko bsa?
.pembasah gmn kok bsa?/
.ko bsa kalo tmbah kental mencegah kristalisasi

.ko bsa + gula bkin viskos naik?


. kristalisasi?
DISPERSI? Sistem dispersi dapat diartikan sebagai suatu sistem yang salah satu zatnya adalah
fase terdispersi kedalam zat atau fase pendispersi.
Dispersi homogen
Suspending agent? Ex? Kok bsa deflokulasi
.zat utk flokulasi? Ex?
. Kok bsa terflokulasi?
.kok bsa kalo di + s.a gak deflo
Suspending agent berfungsi mendispersikan partikel tidak larut kedalam
pembawa dan meningkatkan viskositas sehingga kecepatan pengendapan bisa diperkecil.
Mekanisme kerja suspending agent adalah untuk memperbesar kekentalan (viskositas),
tatapi kekentalan yang berlebihan akan mempersulit rekonstitusi dengan pengocokan.
Suspensi yang baik memepunyai kekentalan yang sedang. Disamping itu
penggunaan suspending agent dapat menurukan tegangan antar permukaan antar dua
partikel yang tidak bisa saling tercampur yaitu zat aktif dan cairan pembawa.
Alat2 pendispersi itu apa? Ex?

RPM shearing force?


Menyebabkan jelaskan
Variasi pada ukuran partikel berhubungan dengan RPM Shearing Force?
Variasi sifat suspensi?
Maksudnya Variasi pada viskositas pembawa, berhubungan dengan hidratasi suspending agen

Anda mungkin juga menyukai