Anda di halaman 1dari 21

OM SWASTYASTU

NAMA KELOMPOK

Ni Made Evix Surya Ninggrum


Pande Putu Ida Oktayani
I Gusti Ngurah Putu Jaya Antara
Ni Luh Made Novira Adhi Kharisma
I Wayan Edi Sanjana
Dewa Ayu Putu Arin Yulitasari
Anak Agung Citra Viana Dewi
Ni Made Risma Dian Utami
Ni Luh Nyoman Sari Widiani

(P071 20012073)
( P07120012074)
( P07120012075)
( P07120012076)
( P07120012077)
( P07120012078)
( P07120012079)
( P07120012080)
( P07120012081)

ANAK TETANUS

PENGERTIAN
Tetanus adalah penyakit infeksi yang
akut dan kadang fatal
yang disebabkan oleh neurotoksin
(tetanospasmin) yang dihasilkan oleh
clostridium tetani, yang sporanya
masuk melalui luka.

Etiologi
Penyakit tetanus disebabkan oleh kuman
klostridium tetani. Kuman ini banyak terdapat
dalam kotoran hewan memamah biak seperti
sapi, kuda, dan lain-lain sehingga luka yang
tercemar dengan kotoran hewan sangat
berbahaya bila kemasukan kuman tetanus.
Tusukan paku yang berkarat sering juga
membawa clostridium tetani kedalam luka lalu
berkembang biak. Bayi yang baru lahir ketika
tali pusarnya dipotong bila alat pemotong yang
kurang bersih dapat juga kemasukan kuman
tetanus.

Tanda dan Gejala


Gejala-gejala biasanya muncul dalam waktu 5-10
hari setelah infeksi, tetapi bisa juga timbul
dalam waktu 2 hari atau 50 hari setelah infeksi.
Gejala yang sering ditemukan adalah kekakuan
rahang dan sulit dibuka (trismus) karena yang
pertama kali terserang adalah otot rahang.
Selanjutnya muncul gejala lain seperti gelisah,
gangguan memelan, sakit kepala, demam, nyeri
tenggorokan, mengigil, kejang otot dan kaku
kuduk, lengan serta tungkai.

Patofisiologi
Penyakit tetanus terjadi karena adanya luka
pada tubuh. Pada luka terdapat organisme
multipel membentuk dua toksin yaitu
tetanopasmin yang merupakan toksin kuat dan
atau neutropik yang dapat menyebabkan
ketegangan dan spasme otot dan mempengaruhi
sistem syaraf pusat.

Exotoksin yang dihasilkan akan mencapai pada


sistem syaraf pusat dengan melewati akson
neuron atau sistem vaskular. Hipotesa cara
absorbsi dan bekerjanya toxin; adalah pertama
toxin diabsorbsi pada ujung syaraf motorik dan
melalui aksis silindrik dibawa kekornu anterior
susunan syaraf pusat. Kedua toxin diabsorbsi
oleh susunan limfatik, masuk kedalam sirkulasi
darah arteri kemudian masuk kesusunan syaraf
pusat.
Toxin bereaksi pada myoneural junktion yang
menghasilkan otot menjadi kejang dan mudah
sekali terangsang.

Penatalaksanaan Medis
Pemeriksaan Diagnostik
Penatalaksanaan Terapeutik
Pembedahan

Komplikasi
Tetanus

Patah tulang
(fraktur)
Aspirasi
pneumonia
Laryngospasm
Pulmonary
embolism
Gagal ginjal akut

Pencegahan

imunisasi
penanganan
luka.

Dampak hospitalisasi pada anak

Masa bayi (0-1 th)


Dampak perpisahan
Pembentukan rasa P.D dan kasih saying
Usia anak > 6 bln terjadi stanger anxiety /cemas
- Menangis keras
- Pergerakan tubuh yang banyak
- Ekspresi wajah yang tak menyenangkan

Masa todler (2-3 th)


Sumber utama adalah cemas akibat perpisahan
.Disini respon perilaku anak dengan tahapnya.
Tahap protes menangis, menjerit, menolak
perhatian orang lain
Putus asa menangis berkurang,anak tak
aktif,kurang menunjukkan minat bermain,
sedih, apatis.
Pengingkaran/ denial
- Mulai menerima perpisaha
- Membina hubungan secara dangkal
- Anak mulai menyukai lingkungannya

Masa prasekolah ( 3 sampai 6 tahun )


Menolak makan
Sering bertanya
Menangis perlahan
Tidak kooperatif terhadap petugas
kesehatan

Masa sekolah 6 sampai 12 tahun


Perawatan di rumah sakit memaksakan
meninggalkan lingkungan yang dicintai ,
klg, klp sosial sehingga menimbulkan
kecemasan. Kehilangan kontrol
berdampak pada perubahan peran dlm
klg, kehilangan klp sosial,perasaan takut
mati,kelemahan fisik. Reaksi nyeri bisa
digambarkan dgn verbal dan non verbal.

Masa remaja (12 sampai 18 tahun )


Anak remaja begitu percaya dan terpengaruh
kelompok sebayanya. Saat MRS cemas karena
perpisahan tersebut. Pembatasan aktifitas
kehilangan control
Reaksi yang muncul :
Menolak perawatan / tindakan yang dilakukan
Tidak kooperatif dengan petugas
Perasaan sakit akibat perlukaan menimbulkan
respon :
- Bertanya-tanya
- Menarik diri
- Menolak kehadiran orang lain

Asuhan Keperawatan pada anak


tetanus

Pengkajian
Identitas pasien
Identitas orang tua
Keluhan utama/alasan
masuk RS.
Riwayat Kesehatan
Riwayat imunisasi
Riwayat tumbuh
kembang
Riwayat Nutrisi
Riwayat Psikososial

Riwayat Spiritual
Reaksi Hospitalisasi
Aktifitas sehari-hari
Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan tingkat
perkembangan
Tes Diagnostik
Terapi

Diagnosa keperawatan
1. Kebersihan jalan nafas tidak efektif
berhubungan dengan penumpukan sputum
pada trakea dan spame otot pernafasan.
2. Gangguan pola nafas berhubungan dengan jalan
nafas terganggu akibat spasme otot-otot
pernafasan.
3. Peningkatan suhu tubuh (hipertermia)
berhubungan dengan efeks toksin (bakterimia)
4. Pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan
berhubungan dengan kekakuan otot pengunya.
5. Risiko terjadi cedera berhubungan dengan
sering kejang

INTERVENSI

Implementasi Keperawatan
Lakukanlah apa yang harus anda lakukan pada
saat itu. Dan catat apa yang telah anda lakukan
tidakan pada pasien.
Evaluasi Keperawatan
Evaluasi semua tindakan yang telah anda
berikan pada pasien. Jika dengan tindakan yang
diberikan pasien mengalami perubahan menjadi
lebih baik. Maka tindakan dapat dihentikan.
Jika sebaliknya keadaan pasien menjadi lebih
buruk, kemungkinan besar tindakan harus
mengalami perubahan atau perbaikan.

OM SANTIH SANTIH SANTIH OM