Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN OBSERVASI

PEMASARAN TAHU DAN TEMPE


DI PASAR TRADISIONAL DAN SWALAYAN

Oleh:
Ina Sonia
Rahman Fauzi
Risma Listia Deviana
Siti Rodiah
Wardatun Najifah

(123020439)
(123020440)
(123020441)
(123020442)
(123020443)

JURUSAN TEKNOLOGI PANGAN


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS PASUNDAN
BANDUNG
2012
KATA PENGANTAR

Syukur Alhamdulillah penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah


melimpahkan

rahmat

dan

hidayah-Nya,

sehingga

Laporan

Observasi

Pemasaran Tahu dan Tempe ini dapat di selesaikan penyusunnya dengan baik.
Tak lupa sholawat dan salam untuk junjunan kita nabi Muhammad SAW, keluarga
dan sahabatnya yang selalu mencintai dan dicintai umat.
Laporan Observasi Pemasaran Tahu dan Tempe ini disusun
berdasarkan hasil obsevasi pada tanggal 15 Oktober 2012 yang dilakukan di
Pasar Tradisional dan Swalayan di sekitar Bandung Barat. Dan laporan
Observasi Pabrik Pengolahan Tahu ini merupakan salah satu syarat untuk
memenuhi tugas mata kuliah Pengantar Teknologi Pangan.
Penulis menyadari bahwa banyak pihak telah membantu di dalam
penyusunan laporan Obsevasi ini, mudah mudahan Allah SWT, memberikan
balasan yang baik dan sempurna. Rasa terima kasih yang tulus dan penghargaan
yang tinggi penulis haturkan kepada :

1. Ir. Sumartini, MP sebagai dosen mata kuliah Pengantar Teknologi Pangan.


2. Teh Lilis pedagang tahu tempe di pasar Lembang.

Ibarat pepatah mengatakan Tak ada gading yang tak retak , demikian
pula dengan laporan ini masih banyak kekurangannya. Akhirnya penulis sadari
bahwa kesempurnaan mutlak hanyalah milik Allah SWT semata oleh karena itu
kritik dan saran untuk perbaikan laporan ini sangat penulis harapkan sehingga tak
akan terulang kesalahan yang sama di masa mendatang.
Tiada yang lebih membahagiakan penulis kecuali karya sederhana ini
dapat bermanfaat bagi pembaca, dan yang memerlukannya.

Bandung, 28 Oktober 2012

Penulis

I PEMBAHASAN
ii

Pasar adalah salah satu dari berbagai system, institusi, prosedur, hubungan
social dan infrasrtuktur dimana usuha menjual barang, jasa dan tenaga kerja untuk
orang-orang dengan imbalan uang.
Barang dan jasa yang dijual menggunakan alat pembayaran yang sah seperti
uang piat. Kegiatan ini merupakan bagian dari perekonomian. Pengaturan ini
adalah memungkinkan pembeli dan penjual untuk item pertukaran. Persaingan
sangat penting dalam pasar, dan memisahkan pasar dari perdagangan. 2 orang
mungkin perdagangan, tetapi dibutuhkan setidaknya 3 orang untuk memiliki
pasar, sehingga ada persaingan pada setidaknya satu dari 12 pihak . Pasar
bervariasi dalam ukuran, jangkauan, skala geografis, lokasi jenis dan berbagai
komonitas manusia, serta jenis barang dan jasa yang diperdagangkan. Beberapa
contoh termasuk pasar petani lokal yang diadakan di alun-alun kota atau tempat
parkir, pusat perbelanjaan, mata uang internasional dan pasar komoditas, hukum
menciptakan pasar seperti untuk izin polusi dan pasar illegal seperti pasar untuk
obat-obatan terlarang. Dalam ilmu ekonomi Mainstream, konsep pasar adalah
setiap sruktur yang memungkinkan setiap pembeli dan penjual untuk menukar
jenis barang, jasa dan informasi. Pertukaran barang atau jasa untuk uang adalah
transaksi. Pasar peserta terdiri dari semua pembeli dan penjual yang baik dan
mempengaruhi haraganya. Pengaruh ini merupakan studi utama ekonomi dan
telah melahirkan beberapa teori dan modal tentang kekuatan pasar dasar
penawaran dan permintaan. Ada dua peran di pasar, pembeli dan penjual. Pasar
mempasilitasi perdagangan dan memungkinkan distribusi dan alokasi sumberdaya

dalam masyarakat. Pasar mengijinkan semua item yang diperdagangkan untuk di


evaluasi dan harga. Sebuah pasar muncul lebih atau kurang spontan atau sengaja
dibangun oleh interaksi manusia untuk memungkinkan pertukaran hak
(kepemilikan) jasa dan barang.
Secara historis, pasar berasal di pasar fisik yang sering akan berkembang
menjadi atau dari komunitas kecil, kota dan kota.
Pasar tradisional merupakan tempat bertemunya penjual dan pembeli serta
ditandai dengan adanya transaksi penjual pembeli secara langsung dan biasanya
ada proses tawar menawar, bangunan biasanya terdiri dari kios-kios atau gerai, los
dsan pasaran terbuka yang dibuka oleh penjual maupun suatu pengelola pasar.
Kebanyakan menjual kebutuhan sehari-hari seperti bahan-bahan makanan berupa
ikan, buah, sayur-sayuran, telur, daging, kain, pakaian, barang elektronik, jasa,dan
lain-lain.
Selain itu ada pula yang menjual kue-kue dan barang lainnya. Pasar seperti ini
masih banyak ditemukan di pasar-pasar Indonesia, dan umumnya terletak dekat
kawasan perumahan agar memudahkan pembeli untuk mencapai pasar.
Pasar modern tidak banyak berbeda dengan pasar tradisional, namun pasar
jenis ini penjual dan pembeli tidak bertansaksi secara langsung melainkan pembeli
meliat label harga yang tercantum dalam barang (barcode), berada dalam
bangunan dan pelayanannya dilakukan secara mandiri (swalayan) atau di layani
oleh pramuniaga.
Barang-barang yang dijual, selain bahan makanan seperti;

buah, sayuran,

daging; sebagian besar barang lainnya yang dijual adalah barng yang dapat
bertahan lama. Contoh dari pasar modern adalah hipermat, pasar swalayan
(supermarket) dan minimarket.

Pasar dapat dikategorikan dalam beberapa hal, yaitu menurut jenisnya, jenis
barang yang dijual, lokasi pasar, hari, luas jangkauan dan wujud.

II TINJAUAN LAPANGAN
Berdasarkan hasil observasi di pasar tradisional dan pasar swalayan di peroleh
beberapa perbedaanya dari segi fasilitas pasar tradisional sangat kurang, dari segi
kebersihan sangat kurang dan kumuh. Sementara di pasar swalayan fasilitas
sangat baik, kebersihan terjaga dan pelayanan sangat memuaskan. Berikut ini

adalah tabel perolehan data perbandingan harga tahu dan tempe di pasar swalayan
dan pasar tradisional :
NO.
Jenis Pasar
1.

Pasar Tradisional

2.

Pasar Swalayan

Hasil Pengamatan Tahu


dan Tempe

Harga
Tahu

Tempe

Tahu dan tempe yang ada


di di pasar tradisional dari
segi kemasan sangatlah
sederhana, tidak di
Rp. 3000
Rp. 7500
lengkapi dengan label,
kemudian dari segi ukuran
relatif besar dan harga
cenderung murah
Tahu dan tempe yang di
jajakan di pasar swalayan
dari segi kemasan sangat
rapih, di lengkapi dengan
label, dari segi ukuran
Rp. 15.000
lebih kecil di bandingkan
Rp. 7000
dengan yang di jajakan di
pasar tradisional dan harga
relatif mahal, meskipun
bentuknya kecil.

IV KESIMPULAN DAN SARAN


4.1. Kesimpulan
Dari hasil observasi di pasar tradisional dan pasar swalayan dapat di simpulkan
bahwa pasar tradisional menyediakan barang yang murah, bisa di tawar dan
kualitas tidak kalah dengan barang yang di jajakan di pasar swalayan, akan tetapi
dari segi fasilitas, kebersihan pasar tradisional sangat kurang. Sementara pasar
swalayan menyediakan fasilitas, suasana dan kebersihan yang baik akan tetapi
barang yang dijajakan di pasar swalayan relatif mahal.
4.2. Saran

Saran untuk pasar tradisional kebersihan tempat perlu ditingkatkan, penataan


barang dagangan harus dirapihkan.