Anda di halaman 1dari 5

Pengembangan Modul Ajar Dasar-Dasar Sistem Kendali Menggunakan

Perangkat Lunak Matlab Dengan Pembelajaran Berbasis Inkuiri


Berorientasi Pada Kebutuhan Industri
Diah Wulandari 1) Puput Wanarti Rusimamto 2) Totok Suhartanto3)
1) Pendidikan Teknik Mesin, FT-UNESA Surabaya
2) Pendidikan Teknik Elektro, FT-UNESA Surabaya
3)Teknik Fisika, FTI-ITS Surabaya

Abstrak
Era modernisasi ikut berimbas terhadap modernisasi alat baik di industri kecil maupun di industri
besar. Kompetensi calon lulusan sebagai calon tenaga kerja harus dapat memenuhi tuntutan dunia
kerja, yaitu mampu menjalankan proses industri dengan baik. Sehingga instansi atau lembaga
pendidikan/pelatihan selalu berusaha meningkatkan kompetensi calon lulusannya. Penyampaian
materi mata kuliah dasar-dasar sistem kendali di Jurusan Pendidikan Teknik Elektro UNESA
selama ini masih menggunakan metode ceramah sehingga dibutuhkan metode pembelajaran yang
lebih menarik untuk meningkatkan ketrampilan mahasiswa. Salah satu caranya dengan menyusun
pengembangan modul ajar dan alat peraga dasar-dasar sistem kendali menggunakan perangkat
lunak matlab dengan pembelajaran berbasis inkuiri berorientasi industri. Modul yang telah selesai
dibuat kemudian divalidasikan pada 9 orang validator yang menyatakan bahwa secara keseluruhan
dalam penyusunan modul yang dihasilkan baik ditinjau dari segi karakteristik, isi/materi, bahasa,
ilustrasi, format maupun cover/perwajahan adalah valid. Hasil penerapan modul pembelajaran pada
pokok bahasan nilai tes formatif dengan rata-rata berturut-turut 91,4 pada pokok bahasan 1, serta
92,9 pada pokok bahasan 2. Perbedaan yang terjadi antara sebelum dan sesudah penerapan modul
dapat dilihat dari besarnya thitung hasil uji beda antara nilai pre-test dan post-test pada pokok
bahasan 1 dan 2 secara berturut-turut yaitu 18,9 dan 6,9 yang keduanya menyatakan bahwa
penggunaan modul berpengaruh untuk meningkatkan prestasi belajar siswa. Pada pengamatan
aktivitas dosen secara keseluruhan adalah baik. Pada Pengamatan aktivitas mahasiswa, untuk
ketrampilan merumuskan masalah, hipotesis, mengumpulkan data, menguji hipotesis, merumuskan
analisa rata-rata berada pada level baik.
Kata Kunci : Modul, Alat Peraga, Inkuiri, Matlab, Industri
Abstract
Impact on the modernization era join modernization tool in the industry both in the small and large industries
. Competence of graduates as potential candidates for employment must be able to meet the demands of the
workplace , which is capable of running with good industrial processes . So the agency or educational
institution / training are always trying to improve the competence of prospective graduates . Delivery of
course materials in the basics of control system in the Department of Electrical Engineering Education
UNESA still use the lecture method that takes a more interesting learning methods to improve student skills .
One way to formulate the development of teaching modules and props basics of control systems using matlab
software with inquiry-based learning with reference to the industry . Module that has been created and then
validated in 9 validator which states that overall in the preparation of the module that generated both in terms
of characteristics , content / materials , language , illustrations , format and cover / typographical arrangement
is valid . The results of the application of learning modules on the subject of formative test scores by an
average of 91.4 in a row on the subject 1 , and 92.9 on the subject 2 . Differences that occur between before
and after implementation of the module can be seen from the magnitude of t different test results between the
pre - test and post - test on the subject of 1 and 2 respectively are 18.9 and 6.9 are both stating that the use of
the module effect to improve student achievement . In observation of the activity as a whole is a good
lecturer . Observations on the activity of the students , for the skills to formulate the problem , hypothesis ,
collect data , test hypotheses , formulate rate analysis at the level of either .

Key Word : Module, Trainer, Inquiry, Matlab, Industry

I.

Pendahuluan
Pengetahuan dan kemampuan mahasiswa harus dapat memenuhi kebutuhan dunia
kerja, yaitu mampu menjalankan proses industri dengan baik. Sehingga peningkatan
kompetensi calon lulusan selalu dilakukan oleh instansi atau lembaga
pendidikan/pelatihan.
Penelitian ini mengembangkan modul ajar dasar-dasar sistem kendali yang berbasis
pembelajaran inkuiri dengan menggunakan perangkat lunak matlab berorientasi industri.
Jurusan Pendidikan Teknik Elektro UNESA yang dalam perkembangan sangat erat
berhubungan dengan dunia industri akan senantiasa dituntut harus mampu membekali
lulusannya dengan kualifikasi keahlian yang berstandar, sikap dan perilaku sesuai dengan
kebutuhan dunia industri atau kerja.
II.

Tinjauan Pustaka

Metode inquiry merupakan metode pembelajaran yang berupaya menanamkan


dasar-dasar berfikir ilmiah pada diri siswa, sehingga dalam proses pembelajaran ini siswa
lebih banyak belajar sendiri, mengembangkan kreativitas dalam memecahkan masalah.
Modul merupakan salah satu media pembelajaran yang meliputi serangkaian
kegiatan pembelajaran yang direncanakan dan dirancang oleh para pendidik secara
sistematis dan menarik untuk membantu peserta didik mencapai tujuan belajar.
Pengembangan modul sebagai salah satu media pembelajaran dituntut untuk dapat
memberikan materi relevan yang disesuaikan terhadap kondisi peserta didik.
Teknik kendali adaptif merupakan teknik kendali yang dilengkapi dengan
algoritma pembelajaran. Teknik kendali adaptif didefinisikan juga sebagai sistem kendali
dimana parameter- parameternya dapat diatur dan juga memiliki mekanisme untuk
mengatur parameter-parameter tersebut. Skema dari sistem kendali adaptif terdiri dari dua
kalang. Kalang yang pertama adalah kalang umpan balik biasa dengan pengendali dan
plant, sedang kalang kedua adalah kalang pengaturan parameter. Blok diagram dari sistem
kendali adaptif ditunjukkan pada Gambar 1.

Gambar 1 Blok diagram sistem adaptif


Umumnya metode kontrol adaptif dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis, yaitu
Gain Scheduling, Model Reference, dan Self Tuning.

III.

Metode Penelitian

Diagram Alir
Untuk merealisasikan sampai tersusun mudul ajar teknik pengaturan maka dilakukan
kegiatan sebagaimana gambar.

Mulai

Kajian Pustaka

Observasi

Perumusan Masalah

Perencanaan Skenario
Pembelajaran

Instrumen
Validasi

Penyusunan Draft
Modul

Validator

Revisi Modul

Modul

Uji Coba Terbatas

Analisa Hasil Uji Coba

Modul

Selesai

Subyek Penelitian
Subyek penelitian yang terlibat dalam kegiatan pengembangan Modul Ajar Instrumentasi
dan Kendali Berbasis Perangkat Lunak Matlab Dengan Inquiry Based Learning yaitu
para ahli pengembang kurikulum, pengembang modul pembelajaran, dan peserta didik
Jurusan Teknik Elektro UNESA.Pengumpulan Data dan Teknik Analisis data
Pengumpulan data awal didapatkan dari observasi di lapangan dan diskusi.
Sehingga diketahui ketrampilan yang dikehendaki oleh dunia industri. Selain itu juga
didapatkan rumusan-rumusan topik modul bahan ajar teknik pengaturan yang mengikuti
perkembangan jaman.
IV.

Hasil dan Pembahasan Data Penelitian


Dari analisis validasi modul diketahui bahwa secara keseluruhan dalam penyusunan
modul yang dihasilkan baik ditinjau dari segi karakteristik, isi/materi, bahasa, ilustrasi,
format maupun cover/perwajahan adalah valid. Hal ini dilihat dari analisis rata-rata skor
yang diberikan oleh 9 validator sebelum modul digunakan untuk pengambilan data
penelitian.
Hasil respon mahasiswa terhadap adanya modul dan trainer dasar-dasar sistem
kendali sangat bagus dan memandang perlu pembelajaran Dasar-dasar Sistem Kendali
dilakukan dengan menggunakan modul dan alat peraga di jurusan Teknik Elektro.
Berdasarkan data yang didapat menunjukkan bahwa penerapan modul
pembelajaran pada masing-masing pokok bahasan tersebut adalah efektif. Hal ini
dibuktikan dengan rata-rata nilai Mahasiswa baik post-test secara berturut-turut adalah
91,4 pada pokok bahasan 1 serta 92,9 pada pokok bahasan 2.

Perbedaan Antara Sebelum dan Sesudah Penerapan Modul Pembelajaran


Perbedaan yang terjadi antara sebelum dan sesudah penerapan modul ajar Teknik
Pengaturan di Teknik Elektro dapat dilihat berdasarkan hasil uji beda antara nilai pre-test
dan post-test selama 2x pertemuan pada penggunaan modul pada tes formatif 1 dan pada
tes formatif 2.
Dari perhitungan untuk menunjukkan bahwa besarnya thitung sebesar 18,9 pada tes
formatif 1dan 6,87 pada tes formatif 2. Nilai tersebut lebih besar daripada nilai kritis
sebaran t = 1,7033 (diperoleh dari tabel nilai kritis sebaran t). Dengan demikian, maka
penggunaan modul dapat dinyatakan berpengaruh untuk meningkatkan hasil belajar
mahasiswa.
Hasil pengamatan mengacu pada siklus sintak pembelajaran inkuiri 5E (Engage,
Explore, Extension, Explanation, Evaluation). menurut Ibrahim (2010) yang dibagi
menjadi tahap-tahap yang disajikan dalam bentuk prosentase dari masing-masing skor
yang ada.
Kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan oleh Dosen dilihat dari beberapa
aspek, yaitu pelaksanaan, pengelolaan waktu dan pengamatan suasana kelas yang terdiri
dari 16 butir aspek pada pertemuan ke-1 secara keseluruhan adalah baik. Hal ini dapat
dilihat dari nilai yang telah diberikan observator adalah 50% (8 butir aspek) bernilai 3
(baik) dan 50 % (8 butir aspek) bernilai 4 (sangat baik).
Kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan oleh Dosen dilihat dari beberapa
aspek, yaitu pelaksanaan, pengelolaan waktu dan pengamatan suasana kelas yang terdiri
dari 16 butir aspek pada pertemuan ke-2 secara keseluruhan adalah sangat baik. Hal ini
dapat dilihat dari nilai yang telah diberikan observator adalah 29% (5 butir aspek) bernilai
3 (baik) dan 71 % (11 butir aspek) bernilai 4 (sangat baik).
Berdasarkan data yang didapat menyatakan bahwa kegiatan pembelajaran yang
telah diterima oleh mahasiswa dilihat dari beberapa aspek, yaitu Engage, Explore,
Extension , Explanation, Evaluation. pada pertemuan ke-1 secara keseluruhan adalah baik.
Berdasarkan penyajian masalah diperoleh data yakni 28 siswa memperoleh nilai 3
atau 100% berada pada level baik dalam merumuskan masalah. Pada keterampilan
merumuskan hipotesis mendapat nilai 3 adalah 20 orang atau 71,4 % mahasiswa berada
pada level baik. Sedangkan mahasiswa yang memperoleh nilai 4 berjumlah 8 orang atau
28,6 % berada pada level sangat baik. Pada keterampilan mengumpulkan data terdapat 5
orang atau 17,9 % dalam level kurang baik. 16 orang atau 57,1 % dalam level baik. Dan 7
orang atau 25 % dalam level sangat baik. Pada keterampilan menguji hipotesis didapat data
prosentase 67,9 % atau 19 orang berada pada level baik.
Sedangkan untuk pengamatan ke-2 keterampilan Engage (Merumuskan Masalah)
26 orang atau 93 % dengan nilai 3 berada pada level baik dalam merumuskan masalah.
Keterampilan Explore (Merumuskan Hipotesis) memperoleh nilai 3 adalah 18 orang atau
64,3 % mahasiswa berada pada level baik dalam merumuskan hipotesis. Sedangkan
mahasiswa yang memperoleh nilai 4 berjumlah 10 orang atau 35,7 % berada pada level
sangat baik. Keterampilan Extension (Mengumpulkan Data) terdapat 2 orang atau 7,1 %
dalam level kurang baik. 19 orang atau 67,9 % dalam level baik. Dan 7 orang atau 25 %
dalam level sangat baik. Keterampilan Explanation (Menguji Hipotesis) terlihat prosentase
57,1 % atau 16 orang berada pada level baik. Dan 12 orang atau 42,9 % dalam level sangat
baik. Keterampilan Evaluation (Merumuskan Kesimpulan)data bahwa 12 orang atau 42,9
% berada pada level kurang baik dalam keterampilan melakukan analisis dan merumuskan
kesimpulan. Dan 16 orang atau 57,1% berada level baik. Sehingga dapat disimpulkan
bahwa nilai rata-rata pengamatan kepada mahasiswa berada pada level baik dan
membuktikan bahwa penerapan metode pembelajaran inkuiri adalah menarik.

V.
1.

2.

3.

4.

5.
6.

VI.

Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan data penelitian disimpulkan bahwa :
Validasi modul secara keseluruhan dalam penyusunan modul yang dihasilkan baik
ditinjau dari segi karakteristik, isi/materi, bahasa, ilustrasi, format maupun
cover/perwajahan adalah valid.
Hasil respon mahasiswa terhadap adanya modul dan trainer dasar-dasar sistem kendali
sangat bagus dan memandang perlu pembelajaran Dasar-dasar Sistem Kendali
dilakukan dengan menggunakan modul dan alat peraga di jurusan Teknik Elektro.
Hasil penerapan modul pembelajaran pada pokok bahasan nilai tes formatif dengan
rata-rata berturut-turut 91,4 pada pokok bahasan 1, serta 92,9 pada pokok bahasan 2.
Hal ini menunjukkan bahwasannya pembelajaran menggunakan modul merupakan
salah satu cara efektif untuk meningkatkan prestasi belajar mahasiswa.
Perbedaan yang terjadi antara sebelum dan sesudah penerapan modul dapat dilihat dari
besarnya thitung hasil uji beda antara nilai pre-test dan post-test pada pokok bahasan 1
dan 2 secara berturut-turut yaitu 18,9 dan 6,9 yang keduanya menyatakan bahwa
penggunaan modul berpengaruh untuk meningkatkan prestasi belajar siswa.
Pengamatan aktifitas Dosen secara keseluruhan adalah baik.
Pengamatan aktivitas mahasiswa rata-rata berada pada level baik dan membuktikan
bahwa penerapan metode pembelajaran inkuiri adalah menarik.
Daftar Pustaka

[1] Adviso F, bernardo (1990). Development Of The National Training Council As The
Coordinating Body For Technical And Vocational Trainng, Jakarta: Depdikbud
[2] Blank,WE. (1982). Handbook For Developing Competency Based Training Program.
Englewood Cliffs; Prentice Hall.
[3] Bonk CJ, Cummings JA, Hara N, Fischler RB, Lee SM. (2000)A ten level web
integration continuum for higher education: new resources, partners,
courses, and markets. Abbey B, ed. Instructional and cognitive impacts
of web-based education. University of Indiana
[4] Brown S. (1999) Reinventing the university. Assoc Learning Technol J; 6: 30-37.
Fender B. The e-university project. London: Higher Education Funding Council for
England.
[5] Carr MM, Reznick RK, Brown DH. (1999) Comparison of computer-assisted
instruction and seminar instruction to acquire psychomotor and cognitive knowledge of
epistaxis management. Otolaryngol Head Neck Surg; 121: 430-434.
[6] Ibrahim, Muslimin (2010), Pembelajaran inkuiri.
[7] Cochran, Rachel et al.(2007). The impact of Inqury-Based Mathematics on Context
Knowledge
and
Classroom
Practice.
Journal.
Tersedia:http://www.rume.org/crume2007/papers/cochran-mayer-mullins.pdf