Anda di halaman 1dari 11

KONSEP KONSEP

DASAR ILMU EKONOMI

Disusun Oleh :

Kelas X MIA 3

SMA N 1 BAWANG
Tahun Ajaran 2014/2015

BAB I
PENDAHULUAN
Ekonomi adalah pengetahuan sosial, berkaitan dengan perilaku manusia dan sistem sosial, imana
manusia mengorganisasikan aktivitas-aktivitasnya dalam rangka pemuasan kebutuhan dasar
(makan atau pangan, pakaian atau sandang, dan tempat tinggal atau papan), serta pemenuhan
kebutuhan nonmateri (pendidikan, rekreasi, keindahan, spiritual dan sebagainya). Berbagai
macam aktivitas dan perilaku manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya itulah yang disebut
dengan kegiatan ekonomi. Perilaku dan aktivitas manusia dalam memenuhi segala kebutuhan
hidup tersebut tidaklah sama, tergantung pada situasi, kondisi, waktu, dan lokasi. Karakter
kegiatan ekonomi manusia yang ada di permukaan bumi hanya bersifat kecenderungan,
jadi tidak bersifat permanen. Inilah yang menjadi dasar dalam pengkajian ilmu
ekonomi.
Ekonomi secara umum merupakan studi dan latihan memilih (the study and exercise of choice).
Didalamnya meliputi tingkah laku manusia dalam memilih barang dan jasa yang diperlukan
untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Berbagai macam kebutuhan manusia diwujudkan dalam
bentuk benda materi (pangan, sandang, papan, dan sebagainya) serta jasa-jasa (perawatan
kesehatan, pendidikan, keamanan, rekreasi, dan sebagainya) yang jumlahnya terbatas.
eterbatasan inilah yang menyebabkan manusia harus memilih secara cerdas dan terampil. Pada
dasarnya semua kegiatan ekonomi mengandung prinsip efisiensi atau ekonomis, artinya
agaimana memperoleh satu (unit) barang atau jasa yang akan dipergunakan untuk memenuhi
kebutuhan hidupnya tersebut dengan menggunakan atau mengeluarkan biaya paling rendah.
Cakupan ilmu ekonomi sangat luas meliputi bagaimana upaya masyarakat, baik nasional maupun
intemasional memenuhi kebutuhan dan mencapai kemakmuran. Dengan demikian, tidaklah
mudah merumuskan definisi ilmu ekonomi yang tepat dan singkat

BAB II
PEMBAHASAN
PENGERTIAN EKONOMI
Ekonomi berasal dari kata oikos dan nomos. Oikos berarti rumah tangga dan nomos berarti
mengurus atau mengatur. Sedangkan, ilmu ekonomi adalah ilmu social yang mempelajari
bagaimana cara manusia berusaha untuk dapat memenuhi kebutuhan secara optimal dalam usaha
mencapai kemakmuran. Ekonomi adalah setiap bentuk kerjasama untuk mencapai kemakmuran.
Kemakmuran dimaksudkan sebagai kemampuan manusia untuk memenuhi kebutuhannya dengan
sebaik-baiknya melalui alat pemuas kebutuhan yang ada. Dengan kata lain seorang yang makmur
adalah seorang yang relatif seluruh kebutuhannya telah terpenuhi (kebutuhan = alat pemuas
kebutuhan).
Ekonomi merupakan salah satu ilmu sosial yang mempelajari aktivitas manusia yang
berhubungan dengan produksi, distribusi, pertukaran dan konsumsi barang dan jasa. Sementara
yang dimaksud dengan ahli ekonomi atau ekonom adalah orang menggunakan konsep ekonomi
dan data dalam bekerja.
Kegiatan ekonomi yang dilakukan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari dapat dikelompokan
menjadi kegiatan produksi, distribusi dan konsumsi. Antara ketiga konsep itu saling berkaitan
satu sama lain
1. Kegiatan Konsumsi.
Kegiatan ini menyangkut tindakan manusia dalam masyarakat baik secara induvidu maupun
kelompok dalam menggunakan, memakai, menghabiskan barang dan jasa. Barang dan jasa ini
dihasilkan oleh para produsen / penghasil dengan cara menukarkannya dengan uang mereka.
Konsumsi banyak dipengaruhi oleh tingkat pendapatan seseorang, kebiasaan, dan budaya
mereka, sehingga diperlukan perhitungan yang lebih bijaksana.
Konsumsi yang lebih bijaksana artinya adanya keseimbangan antara pendapatan dan pengeluaran
/ konsumsi seseorang, baik secara rutin maupun harian, mingguan, bulanan serta tahunan. Jangan
sampai besar pasak dari pada tiang. Lebih besar pengeluaran dari pada pendapatan. Konsumsi ini
dilakukan oleh individu/perorangan maupun kelompok, masyarakat dan negara, dalam
penggunaan barang barang dan jasa.
Contohnya, kapan kita membutuhkan makanan dan minman, kebutuhan alat-alat, pakaian dan
perumahan. Konsumsi untuk keluarga, misalnya menyangkut kebutuhan secara keseluruhan,
biasanya diatur oleh ayah dan ibu. Ayah pekerja mencari pendapatan dan ibu yang mengatur
tentang penggunaan uang dalam keluarga secara tepat menyangkut kebutuhan sandang, pangan,
papan, pendidikan, kesehatan serta hiburan.
2. Kegiatan Produksi.
Kegiatan ekonomi yang menyangkut produksi ialah kegiatan yang berkenaan dengan usaha
meningkatnya nilai guna suatu barang dan jasa. Langkah pertama kegiatan produksi itu adalah
menghimpun faktor produksi seperti, sumber alam, sember tenaga kerja manusia, modal, dan
skill yang berasal dari masyarakat atau konsumen melalui distribusi. Setelah terhimpun, faktor

produksi itu diolah menjadi hasil produksi yang berupa barang dan jasa.
3. Kegiatan Distribusi
Kegiatan distribusi ini dalam ilmu ekonomi menyangkut kegiatan yang membantu melancarkan
produksi dan konsumsi. Artinya mempercepat arus barang dan jasa dari produsen ke konsumen,
maupun dari konsumen ke produsen.
Pengaturan penyebaran barang dan jasa tergantung pada banyaknya barang yang ditawarkan
(supplai). Dan permintaan barang dan jasa dari masyarakat / konsumen (demand). Hal ini terjadi
terutama dinegara maju yang mengunakan pasar bebas (liberal). Di Indonesia, distribusi barang
dan jasa banyak ditentukan oleh pemerintah dan masyarakat.
Pembahasan distribusi dalam masyarakat erat kaitannya dengan persoalan pasar, sebab pasar
merupakan kegiatan dalam menyalurkan barang dari produsen ke konsumen. Agen, pedagang
besar, pedagang kecil, penjual pikulan,penjaja dan pedagang kali lima, kesemuanya itu orang
atau lembaga yang terlibat dalam kegiatan distribusi barang dan jasa. Dewasa ini peranan
distribusi sangat besar artinya bagi pengembangan perekonomian suatu bangsa.
Sementara dapatdikatakan konsep-konsep pokok ilmu ekonomi itu terdiri atas:
1. Konsep scarcity (kelangkaan) yaitu merupakan dasar yang sentral dari ilmu ekonomi.
Masyarakat dihadapkan pada kebutuhan yang tak terbatas sedangkan alat pemuas keadaannya
terbatas. Masalah ini dihadapi oleh masyarakat yang menganut sistem ekonomi manapun.
Scarcity secara harfiah diterjemahkan menjadi kelangkaan.
Kelangkaan ini menggambarkan hubungan antara kebutuhan manusia dengan sumber daya yang
dimiliki. Prinsip kelangkaan menyebutkan bahwa kebutuhan manusia itu tak terbatas sedangkan
sumber daya untuk memenuhi kebutuhan ini terbatas. Dari prinsip kelangkaan ini muncullah
ilmu ekonomi yang mempelajari tata cara manusia untuk memenuhi kebutuhannya yang tak
terbatas yang dihadapkan pada sumber daya yang terbatas, baik dengan uang maupun tidak.
Prinsip kelangkaan juga bisa menggambarkan nilai dari suatu barang/jasa. Semakin langka suatu
barang/jasa maka semakin tinggi nilai barang/jasa itu. Biasanya disebut dengan hukum
kelangkaan. Hukum kelangkaan juga bisa digunakan untuk menggambarkan harga keseimbangan
konsumen dan kurva penawaran.
Singkatnya :
Konsep scarcity dalam ilmu ekonomi diungkapkan setelah disadari adanya kenyataan bahwa
tidak akan pernah ada sumber daya yang cukup untuk semuanya, itulah sebabnya sumbersumber daya yg dimiliki harus dikelola dengan sebaik-baiknya. Dengan adanya kelangkaan,
diikuti juga dengan adanya skala prioritas dan pilihan.
2. Konsep spesialisasi yaitu konsep produksi yang baru yang dihasilkan dari kelangkaan sumber
produksi, dikembangkan metode-metode produksi yang baru yang mampu menghasilkan jumlah
yang banyak dengan sedikit waktu dan atau sedikit bahan.
Contohnya perkebunan di daerah puncak. Dari segi geografinya, lahan pada daerah puncak

sangat cocok untuk sistem perkebunan karena udaranya yang sejuk sehingga mampu mendukung
pertumbuhan tanaman perkebunan dengan baik. dari segi ekonominya, tanaman perkebunan
dapat menghasilkan keuntungan yang luar biasa. contohnya tanaman teh, kopi, rempah-rempah
dan lainnya.
3. Konsep system moneter dan transformasi yaitu konsep yang tumbuh dari adanya spesialisasi
yang mengakibatkan terjadinya saling ketergantungan. Ekonomi Moneter merupakan suatu
cabang ilmu ekonomi yang membahas tentang peranan uang dalam mempengaruhi tingkat hargaharga dan tingkat kegiatan ekonomi dalam suatu negara.
4. Konsep kesejahteraan masyarakat yaitu konsep keputusan pasar yang dipengaruhi
kebijaksanaan atau politik pemerintah guna mencapai kesejahteraan masyarakat.
5. Konsep pasar, dalam ilmu ekonomi mainstream, konsep pasar adalah setiap struktur yang
memungkinkan pembeli dan penjual untuk menukar jenis barang, jasa dan informasi. Pertukaran
barang atau jasa untuk uang adalah transaksi. dan dalam konsep pasar, terdapat pasar input dan
pasar output.
PELAKU-PELAKU EKONOMI
Di Indonesia pelaku ekonomi terdiri dari tiga kelompok pelaku usaha yaitu ; Badan Usaha Milik
Negara (BUMN), Usaha Swasta, dan Koperasi. Dari ketiga pelaku ekonomi itu dilakukan baik
secara perseorangan maupun secara kelompok.
Pelaku-pelaku ekonomi itu adalah :
a. Badan Usaha Milik Negara (BUMN), antara lain;
1. Perusahan umum; Perum Perumnas, Damri, ASDP, Perumka, dan sebagainya
2. Persero, antara lain, PT Perkebunan, PT Pelni, PT telkom, PT Inti, PT Garuda dan sebagainya.
b. Usaha Swasta, antara lain:
a. perusahaan perseorangan, misalnya perusahaan keluarga,, kali lima, pedagang eceran dan
sebagainya.
b. Persekutuan Firma,
c. Persekutuan Komanditer
d. Perseroan Terbatas
c. Koperasi, misalnya:
1) Koperasi unit Desa (KUD)
2) koperasi Fungsional, (koperasi, Karyawan, ABRI, Nelayan dsb).
3) Koperasi sekolah.
d. Yayasan antara lain:
1. yayasan Pendidikan.
2. yayasan panti sosial
3. yayasan Kesehatan,
4. yayasan keagamaan dan lain-lain.

PRINSIP DAN MOTIF EKONOMI


1. Prinsip Ekonomi
Setiap tindakan manusia dalam memenuhi segala kebutuhan, khususnya di bidang ekonomi
selalu didasarkan pada prinsip dan motif ekonomi. Prinsip ekonomi adalah bahwa manusia
dalam memenuhi segala kebutuhannya selalu berusaha dengan pengorbanan tertentu untuk
mendapatkan hasil yang maksimal atau untuk memperoleh hasil tertentu dengan pengorbanan
yang minimum.
Pada kenyataannya banyak orang yang secara tidak disadari bahwa prinsip ekonomi ini
dikesampingkan olehnya dengan pertimbangan emosi. Misalnya orang yang senang akan suatu
barang dibeli dengan harga tinggi walaupun secara ekonomis hal ini akan merugikan dirinya.
Pertimbangan emosi ini mungkin karena ada rasa gengsi atau rasa iri pada orang lain yang
berada di sekitarnya. Tetapi tidak berarti bahwa orang yang selalu berpegang teguh pada prinsip
ekonomi itu segala sesuatunya harus diperhitungkan untung ruginya melainkan orang tersebut
justru dapat bertindak hemat atau tidak boros.
Dalam melakukan prinsip ekonomi manusia akan dihadapkan pada tindakan ekonomi apa yang
harus dilakukan, baik dari segi waktu, tenaga, biaya dan sebagainya sehingga prinsip ekonomi
benar-benar dijadikan pedoman dalam setiap tindakannya.
Prinsip ekonomi dapat kita bagi menjadi tiga jenis, yaitu (disertai pengertian dan arti definisi
masing-masing prinsip).
a. Prinsip Produsen
Prinsip ekonomi produsen adalah menentukan bahan baku, alat produksi serta biaya-biaya
produksi yang ditekan serendah mungkin dengan menghasilkan produk yang berkualitas baik.
b. Prinsip Penjual/Pedagang/ Peritel
Prinsip ekonomi penjual adalah melakukan berbagai usaha untuk memenuhi selera pembeli
dengan berbagai macam iklan, promosi, reward/hadiah, dan lain-lain untuk meraup banyak
keuntungan dari kegiatan tersebut.
c. Prinsip Pembeli/Konsumen
Prinsip ekonomi pembeli adalah mendapatkan produk barang dan jasa yang baik dan mutu
terbaik dengan harga semurah mungkin serta jumlah uang
yang terbatas.
Selain prinsip ekonomi di atas, ada beberapa prinsip ekonomi lain yang
sifatnya umum. Prinsip-prinsip ekonomi tersebut adalah sebagai berikut.
1. Prinsip Efisiensi atau Ekonomis
Artinya bagaimana memperoleh satu (unit) barang atau jasa dengan
menggunakan atau mengeluarkan biaya paling rendah. Prinsip ini biasa
dipergunakan dalam prosuksi atau mendapatkan suatu barang atau jasa.
Contohnya: ibu-ibu yang pergi ke pasar sering hanya membeli lombok 1kg dilakukan dengan
cara mengitari pasar, mencari lombok yang paling baik dengan harga termurah. Prinsip ini
kadang diidentikkan dengan pernyataan bagaimana mendapatkan barang atau jasa sebanyakbanyaknya dengan mengeluarkan biaya sekecil-kecilnya. Pernyataan ini sering diidentikkan
dengan istilah ekonomis, padahal tidak benar karena tidak rasional dan tidak realistis.

pernyataan yang benar adalah pernyataan di atas, yaitu bagaimana mendapatkan satu unit barang
atau jasa dengan mengeluarkan biaya serendah-rendahnya.
2. Kekuatan ekonomi terletak pada kerja
Kerja berkaitan dengan sumber daya manusia, oleh karena itu dikatakan
bahwa kekuatan ekonomi sangat ditentukan oleh kinerja manusia, akal pikiran dan ide-ide kreatif
yang dilakukan manusia dalam kegiatan ekonomi.
Sumber daya manusia atau tenaga kerja merupakan sumber daya yang
langka dan mahal, oleh karena itu harus dilakukan pilihan terhadap barang-barang apa yang
harus mereka buat, berapa banyak tiap-tiap barang harus dihasilkan, bagaimana dan untuk siapa
barang-barang tersebut diproduksi.
3. Kebutuhan manusia sangat banyak dan beragam serta beragam,
sedangkan sumber daya sangat terbatas. Oleh karena itu manusia harus
melakukan pilihan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Setiap hari, mulai bangun tidur hingga
tidur kembali, manusia melakukan pilihan atas apa yang dilakukannya.
4. Jika melakukan pilihan diantara sejumlah kemungkinan alternatif, maka
manusia harus bertindak rasional, yaitu dengan memilih alternatif yang biayanya minimal tetapi
mendapatkan keuntungan atau kepuasan maksimal atas biaya dikeluarkan.
2. Motif Ekonomi
Sedangkan motif ekonomi adalah setiap dorongan yang menyebabkan
manusia melakukan tindakan ekonomi.
Motif ekonomi yang mendorong manusia melakukan kegiatan ekonomi
adalah sebagai berikut.
a. Dorongan untuk Mencukupi Kebutuhan
Dorongan ini merupakan hal yang wajar bagi setiap orang. Bila kebutuhan
minimum telah terpenuhi selalu ada usaha untuk meningkatkan kemakmuran.
b. Dorongan untuk Mendapatkan Keuntungan
Dorongan ini juga merupakan hal yang wajar bagi seorang pengusaha,
mendapat keuntungan untuk memperbesar usahanya.
c. Dorongan untuk Mendapatkan Penghargaan
Dorongan ini muncul setelah mencapai kemakmuran dan ingin memperoleh
pujian/ penghargaan dari pihak lain.
d. Dorongan untuk Mendapatkan Kekuasaan
Dorongan ini muncul karena ingin mendapatkan kekuasaan ekonomi atau
monopoli.
e. Dorongan Berbuat Sosial
Dorongan ini muncul karena ingin berbuat sosial atau ingin membantu
sesama.
Produsen adalah kelompok atau orang yang berperan mengabungkan
berbagai sumberdaya, baik sumberdaya produksi maupun sumberdaya alam
juga sumberdaya manusia, untuk menghasilkan suatu barang ataupun jasa.

Contoh: Pabrik baterai yang memproduksi batu baterai, pabrik rokok yang
memproduksi rokok.
Sedangkan konsumen adalah perusahaan atau perseorangan yang
melakukan kegiatan konsumsi yaitu suatu aktifitas memakai atau menggunakan
suatu produk (barang atau jasa) yang dihasilkan oleh para produsen. Contoh:
Pergi ke dokter umum ketika kita sakit.
Keinginan manusia untuk mencapai kemakmuran adalah idaman bagi setiap orang. Tetapi walau
bagaimanapun hal ini tidak akan tercapai seluruhnya sebab keinginan manusia itu tidak ada
batasnya. Dorongan untuk makmur dipengaruhi oleh kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi dan
kebudayaan, sehingga kemakmuran bagi setiap orang itu berbeda-beda.
KEBUTUHAN MANUSIA
Kebutuhan manusia sangat banyak ragamnya dan tidak terbatas jumlahnya dan akan terus
bertambah sesuai dengan peradaban atau kebudayaan. Keanekaragaman kebutuhan manusia itu
disebabkan oleh faktor usia, jenis kelamin, jenis pekerjaan, tingkat pendidikan. Sehingga
perbedaan tingkat kebutuhan dapat disebabkan oleh :
a) Status Sosial
b) Tingkat Pendidikan
c) Kemajuan Kebudayaan
Dapat disimpulkan bahwa kebutuhan manusia merupakan segala sesuatu keinginan yang dirasa
perlu untuk dipenuhi manusia, dan tindakan ekonomi merupakan tindakan untuk memenuhi
kebutuhan-kebutuhan hidupnya dengan jalan bekerja.
1. Macam-macam Kebutuhan
Kebutuhan ialah keinginan yang timbul dalam diri manusia dan masyarakat dalam bentuk
tuntutan untuk memperoleh pemenuhannya, sedangkan kebutuhan ekonomi ialah kebutuhan akan
barang-barang kebutuhan hidup yang dapat dinilai dengan uang (harga).
a. Sifat-sifat kebutuhan ekonomi antara lain :
1) Kebutuhan setiap orang berbeda tergantung kepada golongan, suku, agama atau kelompok
masyarakat.
2) Tidak sama sepanjang waktu dan generasi akan berbeda.
3) Jumlah dan mutunya akan selalu berkembang.
4) Kebutuhan akan saling melengkapi atau bahkan saling berlawanan
b.Menurut kepentingannya, kebutuhan dapat dibedakan atas:
1) Kebutuhan Primer atau kebutuhan utama
2) Kebutuhan Sekunder atau kebutuhan tambahan
3) Kebutuhan Tersier atau kebutuhan mewah
c.Kebutuhan manusia menurut sifatnya terbagi menjadi :
1. Kebutuhan Jasmani atau kebutuhan lahir yang pemenuhannya ditujukan untuk memberikan
kepuasan kepada badan atau jasmani dan bersifat materi seperti makanan, pakaian, kendaraan

dll.
2. Kebutuhan Rohani atau kebutuhan batin yang pemenuhannya untuk kepuasan batiniah yang
bersifat material seperti pendidikan, agama dll.
Maslow merumuskan kebutuhan manusia terdiri dari 2 jenis yang berjenjang, yang dinamakan
dengan Hirarki Kebutuhan dan dapat diuraikan sebagai berikut:
1. Kebutuhan Fisiologi/fisik
Merupakan kebutuhan yang berkaitan dengan kebutuhan fisik dan merupakan kebutuhan yang
berada pada level paling utama untuk kelangsungan hidup manusia. Contohnya kebutuhan untuk
makan, minum, pakaian, seks dan sejenisnya.
2. Kebutuhan Psikologi
a. Kebutuhan rasa aman
Disebut juga dengan safety needs. Rasa aman dalam bentuk lingkungan psikologis yaitu
terbebas dari gangguan dan ancaman serta permasalahan yang dapat mengganggu ketenangan
hidup seseorang.
b. Kebutuhan akan Rasa Cinta dan memiliki atau kebutuhan social
Disebut juga dengan love and belongingnext needs. Pemenuhan kebutuhan ini cenderung pada
terciptanya hubungan social yang harmonis dan kepemilikan.
c. Kebutuhan Harga diri
Disebut juga dengan self esteem needs. Setiap manusia membutuhkan pengakuan secara layak
atas keberadaannya bagi orang lain. Hak dan martabatnya sebagai manusia tidak dilecehkan oleh
orang lain, bilamana terjadi pelecehan harga diri maka setiap orang akan marah atau tersinggung.
d. Kebutuhan Aktualisasi Diri
Disebut juga self actualization needs. Setiap orang memiliki potensi dan itu perlu
pengembangan dan pengaktualisasian. Orang akan menjadi puas dan bahagia bilamana dapat
mewujudkan peran dan tanggungjawab dengan baik.
Menurut Jumbur dan Moh. Surya (1975) ada sembilan jenis kebutuhan manusia, yaitu :
1. Kebutuhan untuk memperoleh kasih sayang
2. Kebutuhan untuk memperoleh harga diri
3. Kebutuhan untuk memperoleh prestasi dan posisi
4. Kebutuhan untuk memperoleh penghargaan yang sama dengan orang lain
5. Kebutuhan untuk memperoleh kemerdekaan diri
6. Kebutuhan untuk memperoleh rasa aman dan perlindungan diri
7. Kebutuhan untuk dikenal orang lain
8. Kebutuhan untuk merasa dibutuhkan oleh orang lain
9. Kebutuhan untuk menjadi bagian dari kelompoknya. (Tim Pembina mata kuliah PPD, UNP,
2007).
E. PENGERTIAN BARANG DAN JASA
Alat pemuas kebutuhan manusia ada yang berbentuk dan tidak, ada yang telah disediakan alam
dan ada pula yang harus dicari atau dibeli, ada yang sekali pakai ada pula yang dapat dipakai
berulang-ulang. Pemuas tersebut adalah barang dan jasa.
Barang adalah alat pemuas kebutuhan yang sifatnya kebendaan atau materi, misalnya: air,

rumah, mobil, dan lain-lain.


Jasa adalah alat pemuas kebutuhan yang tidak mempunyai wujud tetapi hasilnya dapat dirasakan,
misalnya jasa dokter, jasa guru, jasa supir, dan lain-lain.
Saat ini sulit untuk menegaskan mana saja barang mewah dan mana yang tidak, karena
ukurannya relatif tergantung tingkat kekayaan seseorang.
a. Menurut tujuan pemakaiannya, barang ekonomi dapat dikelompokkan menjadi :
a. Barang Konsumsi ialah barang barang yang dapat memenuhi kebutuhan secara langsung
misalnya makanan, minuman, pakaian, sepatu dll.
b. Barang produksi ialah alat pembantu dalam proses produksi misalnya mobil, listrik, mesinmesin dll
b. Menurut sifat pemakaiannya dapat dibedakan menjadi :
a. Barang Substitusi yaitu barang yang dapat saling menggantikan pemakaiannya, misalnya
mentega dengan minyak.
b. Barang Komplementer yaitu barang yang pemakaiannya harus bersama-sama, misalnya mobil
dengan bensin.
c. Menurut Sifatnya dapat digolongkan menjadi :
a. Barang Konkret (barang yang dapat dilihat)
b. Barang Abstrak (jasa atau pelayanan). Bersifat habis saat dihasilkan.
Barang dan jasa berbeda dan memiliki dua perbedaan pokok yaitu :
a. Barang berwujud, sedangkan jasa tidak
b. Barang mempunyai tenggang waktu antara produksi dengan konsumsi, jasa terjadi secara
bersamaan antara produksi dan konsumsi.
Jenis-jenis barang
a. Jenis barang menurut penggunaannya
1) Barang konsumsi, yaitu barang yang langsung dapat dipakai untuk memenuhi kebutuhan
manusia, misalnya makanan, minuman, dan alat yang habis dipakai seperti bensin, minyak, gula,
dan sebagainya. Barang tahan lama seperti pakaian, kursi, mebel, dan lain-lain.
2) Barang produksi, yaitu barang yang dapat menghasilkan sesuatu, misalnya:- sekaligus habis
dipakai, seperti bahan mentah, bahan baku (terigu, padi, minyak, gula, garam), dan sebagainya.tahan lama, misalnya mesin, tanah, komputer, lemari, dan sebagainya.
b. Jenis barang menurut kelangkaannya
1) Barang ekonomi, adalah barang yang jumlahnya terbatas dan untuk memperolehnya
membutuhkan pengorbanan. Misalnya radio, pakaian, makanan, dan lain-lain.
2) Barang non ekonomi atau barang bebas, adalah barang yang terdapat secara berlebihan
sehingga untuk memperolehnya tidak membutuhkan pengorbanan, misalnya udara, sinar
matahari, air laut di pinggir pantai, pasir di padang pasir, dan sebagainya.

c.Kegunaan barang dan jasa


Nilai kegunaan barang dan jasa terhadap kebutuhan manusia tergantung pada beberapa hal, di
antaranya sebagai berikut:
1. Kegunaan karena perubahan bentuk (utility of form). Misalnya kayu dari hutan, ditebang,
digergaji menjadi bilahan papan, dan kemudian diolah lagi menjadi meja, kursi dan alat rumah
tangga lainnya. Getah karet dikumpulkan, diolah menjadi ban mobil atau barang lainnya.
2. Kegunaan karena waktu, misalnya payung digunakan pada saat musim hujan, jas hujan sangat
berguna pada waktu hujan, dan lain sebagainya.
3. Kegunaan karena tempat, dari suatu tempat yang satu ke tempat yang lain sehingga menambah
kegunaan suatu barang, misalnya pasir dari gunung atau sungai kemudian diangkut ke pinggir
jalan oleh tukang pasir, diangkut oleh truk dari desa ke kota. Hal ini menambah nilai kegunaan
pasir. Demikian juga daerah yang kelebihan suatu benda dipindahkan ke daerah yang
kekurangan benda tersebut, misalnya padi dari desa diangkut ke kota atau ke daerah yang
kekurangan padi lainnya.
4. Kegunaan karena pemilikan yang berbeda. Contoh: baju ketika di toko tidak bisa dipakai
ketika sudah dibeli bisa dipakai, menyewakan kursi, atau alat perkawinan. Pemilikan ijazah
berguna untuk satu orang, tapi belum tentu berguna bagi orang lain.
5. Kegunaan karena pelayanan, misalnya memijat, asuransi, perhotelan, salon, dan sebagainya.
6. Kegunaan karena adanya kandungan unsur atau zat, misalnya makanan, vitamin, racun,
minyak, obat-obatan, dan lain-lain.